Tesis berjudul “Pola komunikasi orang tua dalam perkembangan perilaku anak di Desa Tenggulun Kecamatan Solokuro Kabupaten Lamongan. Penelitian ini membahas tentang pola komunikasi orang tua dalam perkembangan perilaku anak di Desa Tenggulun Kecamatan Solokuro Kabupaten Lamongan.
PENDAHULUAN
- Latar Belakang
- Rumusan Masalah
- Tujuan Penelitian
- Manfaat Penelitian
Komunikasi yang terjalin antara orang tua dan anak dalam suatu ikatan keluarga dimana orang tua bertanggung jawab terhadap pendidikan anak. Untuk itu judul penelitian ini adalah “Pola Komunikasi Orang Tua Dalam Perkembangan Perilaku Anak di Desa Tenggulun Kecamatan Solokuro Kabupaten Lamongan”.
TINJAUAN PUSTAKA
Komunikasi
- Pengertian Komunikasi
- Fungsi Komunikasi
Jenis komunikasi dengan diri sendiri ini berfungsi untuk mengembangkan imajinasi kreatif, pemahaman dan pengendalian diri, serta meningkatkan kematangan berpikir sebelum mengambil keputusan. Suatu jenis komunikasi publik yang mengedepankan semangat kebersamaan (solidaritas), mempengaruhi orang lain untuk memberi informasi, mendidik dan menghibur.
Konsep Orang Tua Anak
- Pengertian Orang tua
- hubungan Orang Tua dengan Anak
- Kriteria Orang tua Efektif
Hubungan orang tua dan anak dipengaruhi dan ditentukan oleh sikap orang tua terhadap anak (internal) dan keadaan eksternal (eksternal) keluarga. Cinta atau kasih sayang yang didasari oleh perasaan persahabatan yang wajar antara orang tua dan anak.
Konsep Komunikasi Antara Orang Tua dengan Anak
- Syarat Komuniaksi Antara Orang Tua dengan Anak
- Pola Komunikasi Orang Tua dengan Anak
Agar orang tua mengetahui dengan jelas apa yang dibutuhkan anaknya dan kemampuan apa saja yang dimiliki anaknya. Pola komunikasi antara orang tua dan anak dipengaruhi oleh gaya komunikasi yang digunakan orang tua terhadap anak.
Konsep Perilaku Anak
- Pengertian Perilaku Anak
- Perkembangan Perilaku
- Faktor yang Mempengaruhi Perilaku Anak
Dalam pola komunikasi otoritatif, orang tua secara rasional membimbing perilaku anak dengan memberikan penjelasan makna aturan yang ditegakkan. Dan masa remaja juga merupakan masa peralihan dari masa kanak-kanak yang salah satunya ditandai dengan ketergantungan total terhadap orang tua atau orang dewasa lainnya.
Konsep Kesejahteraan Anak
Perilaku anak dari orang tua yang berprofesi sebagai TKI/TKW dan menggunakan pola komunikasi yang toleran. Perilaku anak dari orang tua yang berprofesi sebagai TKI/TKW dan menggunakan pola komunikasi otoritatif. Peneliti Apa yang biasa dilakukan adik-adik saat orang tuanya tidak ada di rumah atau bekerja.
Kerangka Berfikir (Road Map)
METODE PENELITIAN
Pendekatan Penelitian
Dalam penelitian ilmiah, metode penelitian memegang peranan penting dalam menentukan keberhasilan suatu penelitian. Teknik yang digunakan untuk mengumpulkan data dan menganalisisnya adalah dengan menggunakan pendekatan penelitian sehingga hasil akhir penelitian mampu menyajikan informasi yang berharga. Sebagaimana telah dijelaskan pada latar belakang, rumusan masalah dan tujuan penelitian dalam kajian efektivitas pola komunikasi orang tua dalam perkembangan perilaku anak di Desa Tenggulun Kecamatan Solokuro Kabupaten Lamongan, pendekatan yang cocok digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif.
Metode kualitatif dapat diartikan sebagai metode yang digunakan untuk menyelidiki kondisi alam, dimana penelitian merupakan literatur utama. Penelitian ini dikatakan kualitatif karena pada dasarnya penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan, menjelaskan, menjelaskan keadaan atau fenomena di lapangan berdasarkan data yang terkumpul yang diuraikan dalam kata atau kalimat, dibagi dalam kategori untuk diambil kesimpulan, kemudian dikembangkan dalam permasalahan- permasalahan dan penyelesaiannya diajak menerima kebenaran berupa dukungan empiris data lapangan. Dalam hal ini yang akan dikaji adalah efektivitas komunikasi interpersonal orang tua dalam pemenuhan kesejahteraan anak.
Jenis Penelitian
Metode penelitian kualitatif digunakan karena peneliti ingin menyelidiki fenomena yang tidak dapat dikuantifikasi dan bersifat deskriptif. Penelitian kualitatif ini dinilai paling tepat untuk mengidentifikasi, menjelaskan dan mendeskripsikan bagaimana hubungan pola komunikasi orang tua dengan perilaku anak di Desa Tenggulun Kecamatan Solokuro Kabupaten Lamongan dengan meninjau perilaku atau kebiasaan anak. Penelitian ini melihat kenyataan yang terjadi dalam sebuah keluarga dengan berbagai gaya komunikasi yang terjadi antara orang tua dan anak serta hasil yang diperoleh dari anak.
Kebanyakan orang tua sibuk dengan pekerjaannya sehingga kurang memperhatikan metode pendidikan yang diterapkannya dan kurang memperhatikan pengaruh pola asuhnya. Mengingat latar belakang dan tujuan penelitian, maka penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Sugiyono menyatakan bahwa metode deskriptif adalah metode yang digunakan untuk menggambarkan atau menganalisis hasil penelitian, tetapi tidak digunakan untuk menarik kesimpulan yang lebih luas.
Nazir juga memberikan pengertian tentang metode deskriptif, yaitu suatu metode untuk menyelidiki status sekelompok orang, suatu benda, sekumpulan kondisi, suatu sistem pemikiran atau suatu golongan peristiwa pada masa kini. Tujuan penelitian deskriptif ini adalah untuk menciptakan gambaran, gambaran atau lukisan yang sistematis, faktual dan akurat mengenai fakta, ciri-ciri dan hubungan antar fenomena yang diteliti. Peneliti memilih menggunakan penelitian deskriptif karena dapat menemukan gambaran menyeluruh dan jelas mengenai suatu situasi dengan situasi sosial lainnya atau dari waktu tertentu ke waktu lain, atau menemukan pola hubungan antara aspek tertentu dengan aspek lain dan.
Teknik Penentuan Lokasi Penelitian
Bukan karena faktor ekonomi yang menghalangi mereka untuk bersekolah, namun karena mereka merasa malas dan lebih senang bermain bersama teman-temannya, berdiam diri di warung atau tempat lain yang biasa mereka nongkrong dan melakukan apa yang ingin mereka lakukan. . tanpa ada pengawasan atau larangan dari orang lain. Dengan kurangnya pengawasan orang tua, anak menjadi sulit dinasihati, sulit diatur, selalu berdebat dan bertingkah. Saat berada di tengah masyarakat, ia juga tidak bisa memperhatikan tingkah lakunya sehingga terlihat seperti anak kecil yang tidak mengerti sopan santun.
Area sasaran adalah teknik penentuan lokasi di muka yang ditentukan secara matang dan disesuaikan dengan tujuan penelitian.
Teknik Penentuan Informan
Informan Khuzaini merupakan kakak dari informan Resqi yang mengasuh Resqi di rumah karena orang tuanya berada di Malaysia. Selain mengasuh adiknya, keseharian informan Khuzaini adalah mengasuh anaknya. Informan tinggal di Tenggulun Rt 5/Rw 2 kota, dia hanya tinggal bersama adik laki-lakinya dan adik perempuannya serta putranya. Informan Intan merupakan anak dari informan Zakat, saat ini informan berusia 16 tahun dan masih duduk di bangku kelas 1 SMA. Informan Manis merupakan anak tunggal informan Tutik, berumur 17 tahun, saat ini informan duduk di kelas 2 SMA Unggul Simo.
Informan Hernani merupakan kakak dari informan Intan, informan adalah kakak laki-laki, beliau sangat dekat dengan kedua adiknya. Informan Kalimah merupakan tante dari informan Intan, informan mempunyai hubungan yang sangat dekat dengan Intan bahkan seperti anaknya, karena sejak Intan kecil informan Kalimah sudah sering bersamanya. Hubungan informan dengan Manis sangat erat, bahkan setiap hari mereka sering bersama, layaknya seorang ibu dan anak kandungnya, informan sering menjadi teman yang dapat dipercaya oleh informan Manis.
Informan Santi merupakan tetangga dari informan Resqi, selain itu informan Santi juga mempunyai hubungan kekerabatan dengan Resqi. Informan Ari merupakan teman dekat sekaligus tetangga dari informan Resqi, selain sering berada di rumah, mereka juga biasa bermain di luar bersama. Informan Hariyati merupakan kakak dari Informan Lucky, Informan membantu mengasuh Lucky sejak kecil, Informan bekerja sebagai ibu rumah tangga.
Teknik Pengumpulan Data
- Observasi
- Wawancara
- Dokumentasi
Sedangkan observasi non partisipan merupakan jenis observasi dimana peneliti tidak terlibat dalam aktivitas orang yang menjadi sasaran penelitian. Observasi tidak terstruktur merupakan observasi yang dilakukan tanpa menggunakan pedoman observasi, dalam observasi ini peneliti atau pengamat harus mampu mengembangkan daya observasinya dalam mengamati suatu objek. Dimana peneliti melakukan observasi secara langsung agar peneliti dan informan dapat berkomunikasi secara akrab dan leluasa.
Wawancara adalah teknik pengumpulan data untuk memperoleh informasi dari sumber data secara langsung melalui percakapan atau tanya jawab dengan tujuan mengumpulkan informasi dari informan. Dalam penelitian ini data akan dikumpulkan melalui wawancara mendalam dimana peneliti akan melakukan wawancara bebas. Dengan ini kita ingin menciptakan rasa nyaman, sehingga penulis bisa melihat langsung apa yang dilakukan lawan bicaranya dan menggambarkan secara obyektif komunikasi yang terjadi antara orang tua dan anak serta bagaimana pengaruhnya terhadap anak.
Dalam hal ini peneliti menggunakan wawancara terstruktur, yaitu wawancara dimana peneliti menggunakan pedoman yang diatur secara sistematis dan menyeluruh dalam pengumpulan datanya. Ketika menggali informasi lebih mendalam, peneliti menggunakan pedoman wawancara umum. Tujuannya adalah agar pokok-pokok bahan informasi yang akan diteliti tercakup secara utuh dan dapat menunjang kelengkapan informasi yang berkaitan dengan penelitian yang dilakukan peneliti. Peneliti menggunakan metode ini untuk memperoleh data guna mendukung permasalahan yang dihadapi dengan cara membaca berbagai sumber masukan dan mengutip dokumen atau catatan yang ada, yaitu memperoleh data monografi, demografi, dan data lain yang diperlukan untuk menyempurnakan penelitian ini.
Teknik Analisis Data
Teknik Keabsahan Data
DAN PEMBAHASAN
Hasil Penelitian
- Gambaran Umum Desa Tenggulun
Jumlah Penduduk
Tingkat Pendidikan
Kondisi Sosial Ekonomi
- Pola Komunikasi yang Banyak Diterapkan Oleh Orang Tua
- Perkembangan Anak
- Perilaku Anak
- Pembahasan
- Hubungan Pola Komunikasi Orang Tua dalam
PENUTUP
Kesimpulan…
Pola komunikasi otoritatif, dalam pola komunikasi ini orang tua membimbing perilaku anak secara rasional dengan memberikan penjelasan makna aturan yang diberikan. Ada dua macam pola komunikasi yang digunakan orang tua di Desa Tenggulun Kecamatan Solokuro Kabupaten Lamonga untuk mengendalikan perilaku anak, yaitu. Orang tua yang berprofesi sebagai petani yang menerapkan pola komunikasi ini cenderung bersikap pasif terhadap anaknya, apa pun yang dilakukan anaknya, dibiarkan saja.
Sedangkan orang tua yang berprofesi sebagai TKI/TKW yang menerapkan pola komunikasi ini cenderung menuruti segala permintaan anaknya. Orang tua mengukur kebahagiaan anaknya dari materi yang diberikan. Orang tua yang berprofesi sebagai petani yang menerapkan pola komunikasi otoritatif cenderung memberikan kebebasan pada anak untuk berkreasi dan mengeksplorasi kemampuannya dengan batasan sensorik dan pengawasan yang baik. Bagi orang tua yang berprofesi sebagai TKI/TKW yang menerapkan pola komunikasi otoritatif ini akan memenuhi keinginan anak dengan syarat anak tersebut benar-benar mendapatkan penghasilan yang diinginkannya, maka anak akan berusaha membuktikan dirinya layak dengan meningkatkan prestasinya dan lain sebagainya. pada.
Pola komunikasi yang diterapkan orang tua akan membentuk perkembangan berbagai perilaku anak, misalnya. Orang tua yang menggunakan pola komunikasi permisif cenderung memberikan kebebasan penuh kepada anaknya, sehingga tingkah laku anak disini menjadi apa yang diinginkannya, egois, apa yang ingin dipenuhi. Orang tua yang berprofesi sebagai TKI/TKW yang menggunakan pola komunikasi otoritatif tidak akan memanjakan anak dengan gemerlap materi yang dimiliki anak, orang tua akan memberikan apa yang diinginkannya.
Saran
Informan Kalau orang tua saya tidak ada di rumah, saya biasanya ke rumah sepupu saya, kami bersantai bersama disana.