Manajemen adalah upaya penggunaan berbagai sumber daya fisik dan non fisik untuk menyelesaikan suatu pekerjaan atau masalah dengan baik. Manajemen adalah suatu proses perencanaan, pengorganisasian, pengarahan dan pengawasan pekerjaan para anggota organisasi dan menggunakan segala sumber daya organisasi yang tersedia untuk mencapai tujuan organisasi yang dinyatakan dengan jelas [Stoner dan Freeman, 1992:4].
Manajemen adalah seni dan ilmu perencanaan,
Manajemen adalah aktivitas-aktivitas perencanaan, pengorganisasian, pengendalian, penempatan, pengarahan
Fungsi Manaiemen
Perencanaan ialah menyeleksi dan menghubungkan pengetahuan, fakta, intajinasi, dan asumsi untuk masa yang
Definisi ini mengasumsikan bahwa perubahan selalu terjadi dan untuk itu harus disediakan agar perubahan seimbang (Robbins, .. 14) Perencanaan dimulai dengan menetapkan tujuan yang akan dicapai. Dari uraian di atas dapat dipahami bahwa perencanaan merupakan awal dari kegiatan manajemen dalam setiap organisasi, karena melalui perencanaan inilah yang akan ditentukan.
Rencana harus dibuat oleh orang-orang yang sungguhsungguh memahami tuiuan organisasi
Pada analisis akhir, yang bertanggung jawab atas rencana yang dibuat adalah pimpinan puncak dalam organisasi. Karena itu, manajemen harus sangat berhati-hati dalam memilih ahli perencanaan yang dipercayakan dengan tugas perencanaan. Rencana tersebut harus segera diikuti dengan program yang secara rinci dan terperinci merumuskan berbagai kegiatan yang berkaitan dengan aspek organisasi, prosedur, metode kerja, penggunaan tenaga kerja, pembiayaan, sasaran waktu, hasil yang diharapkan dan sistem pengendalian yang akan digunakan.
Rencana tidak boleh terlepas sama sekali dari pemikiran pelaksanaan
Tujuan yang ditetapkan terutama tujuan jangka pendek dan tujuan jangka panjang.. dimana tujuan jangka pendek harus menjadi batu loncatan untuk mencapai tujuan jangka panjang. Tujuan harus ditetapkan dengan hati-hati, karena tujuan yang ditetapkan harus realistis dan ekonomis.
Pengorganisasian yaitu: "as managerial fitnction,
Pengorganisasian sebagai proses penentuan dan pengelompokkan pekerjaan yang akan dikerjakan,
Organisasi adalah keseluruhan proses pemilihan orang dan pendistribusian sarana dan prasarana untuk mendukung tugas orang-orang dalam organisasi serta mengatur mekanisme kerja guna menjamin tercapainya tujuan (Sagala, 2007:58)'. Organisasi adalah penetapan pekerjaan yang harus dilakukan, pengelompokan tugas dan pembagian pekerjaan kepada masing-masing personel, pelaksanaan departemen dan penetapan. organisasi adalah segala kegiatan manajerial yang dilakukan untuk melaksanakan kegiatan yang direncanakan dalam suatu struktur tugas, wewenang dan penetapan.
Pengorganisasian adalah proses penentuan,
3l Orientasinya adalah semua anggota kelompok mau bekerja sama dan bekerja dengan sungguh-sungguh dan penuh semangat untuk mencapai tujuan sesuai dengan perencanaan dan usaha organisasi IH asibuan, Z0l4:tB3). 6l Pengarahan adalah pengarahan semua bawahan sesuai keinginan. bekerja sama dan bekerja secara efektif untuk mencapai tujuan.
Pengawasan adalah fungsi sistem yang melakukan penyesuaian terhadap rencana, mengusahakan agar
Pengawasan merupakan usaha sistematis dalam menetapkan standar berdasarkan tujuan dan perencanaan,
Bl Supervisi adalah proses pengawasan terhadap pelaksanaan seluruh kegiatan organisasi untuk pengumpulan data dalam upaya menentukan pencapaian tujuan dan kesulitan apa yang dihadapi dalam pelaksanaan tugas [Sutikno. Pengawasan yang efektif harus memenuhi tiga syarat pokok, yaitu: (1) adanya standar yang menyatakan hasil yang ideal, (2) adanya informasi yang menunjukkan penyimpangan antara hasil aktual dan standar, dan (3) tindakan korektif terhadap beberapa ketidaksesuaian antara apa yang diinginkan dan apa yang dicapai [Susmaini dan Rivai.
Garus fleksibel dan responsif terhadpa perubahan- perubahan l<ondisi dan lingkungan
Manajemen Perpustakaan
Place (tempat) 4. Prize (harga)
BAB II
TEKNOIOGI DAN
INFORMASI DALAM TATA KELOLA
PERPUSTAKAAN
Konsep Dasar Teknologi dan Informasi
Kualitas fisik diukur berdasarkan produk yang dihasilkan di tingkat departemen, sub proyek atau proyek. Sedangkan kualitas fungsional diukur berdasarkan. tingkat kesesuaian produk yang dihasilkan sesuai dengan standar yang ditetapkan oleh perusahaan/pemilik.
Ruang Lingkup dan Peran Teknologi Informasi Secara garis besar, Teknologi Informasi dapat
- Teknologi masukan 2. Teknologi keluaran
- Teknologi informasi berperan dalam restrukturisasi terhadap peran manusia. Dalam hal ini, teknologi berperan
Untuk membuat informasi, perangkat lunak diperlukan. atau program. Program adalah sekumpulan instruksi yang . digunakan untuk mengontrol perangkat keras komputer. Mesin permesinan merupakan bagian penting dalam . teknologi informasi yang berfungsi untuk mengingat. data/program [dalam bentuk komponen memori) dan mengeksekusi program f dalam bentuk komponen CPUJ'.
Peran Teknologi dan Informasi bagi Perpustakaan
Perkembangan teknologi informasi tentunya sangat penting bagi perkembangan perpustakaan dan/atau lembaga informasi lainnya. Ketika digitalisasi koleksi untuk pengelolaan perpustakaan berbasis teknologi informasi diterapkan, perpustakaan menjadi referensi penting di Internet.
BAB III
DIGITALISASI ARSIP
UNTUK PERPUSTAKAAN MODERN
- Manaiemen Arsip di Era Modern
- Konsep Arsip Digital
- Tahapan Pengelolaan Arsip Digital
- Masalah dalam Pengelolaan Arsip Digital
- Problem yang dihadapi secara umum, diantarnya
- Problem yang dihadapi dalam bidang kearsipan,
Dalam sistem pemindaian elektronik, saya akan melakukan sistem pengelolaan arsip yang diawali dengan proses mengubah media arsip kertas menjadi arsip elektronik. Pengelolaan arsip elektronik memiliki banyak keuntungan, terutama dalam memudahkan pencarian arsip yang dibutuhkan.
BAB IV
TATA KELOLA DAN PELAYANAN
Katalogisasi Bahan Pustaka
- Menjadi sarana temu kembali informasi (lnformation Retrieval)
0PAC adalah katalog yang dibuat dengan basis komputer, disimpan di komputer dan juga dilayani oleh komputer.
Katalog online adalah yang lebih memungkinkan menampiikan semua unsur cantuman katalog dalam satu
- Area judul
- Area Edisi
- Area Data
- hanya untuk Peta,
- Nama penerbit,
- Pernyataan fungsi
- Tahun terbitan,
- Area
Untuk dapat membuat katalog dengan baik dan . memang katalog harus mengenal sumber-sumber informasi yang dapat dijadikan dasar pencantuman isi katalog. Diagram di bawah ini menunjukkan susunan wilayah atau zona. deskripsi bibliografi dengan unsur-unsurnya dan tanda baca yang didefinisikan untuk memulai setiap unsur. Judul tambahan, judul atau subjudul. penerbitan serial, musik dan file komputer. distribusi, distribusi 4.6 Tempat pembuatan 4.7 Nama pembuat.
Data fisik lainnya, misalnya fenomena perekaman warna dan sebagainya [menurut . bahan yang. jelaskan) [Lulus.
Area nomor standar,
- Tempat terbit
- Nama Penerbit
- Ukuran
- Penduduk l. Judul
- judul paralel
- Katalog pengarang dan judul digabung disusun berdasarkan abjad
Jika penerbit mempunyai lebih daripada satu pejabat, bandar yang dianggap paling penting dipilih atau yang lain juga ditulis dengan koma bertitik [;J atau selepas bandar yang dianggap paling penting, dll dalam kurungan empat segi.. dalam kurungan empat segi Contoh: [Jakarta]. Nama yang disingkatkan dengan siri huruf awal, suku kata, atau gabungan kedua-duanya ditulis tanpa noktah atau ruang. Pengendalian nama pembolehubah dengan menyediakan templat lihat, lihat juga templat dan templat silang "X" dan .
Templat lihat digunakan untuk mengarahkan bentuk nama yang tidak digunakan sebagai tajuk entri kepada bentuk nama yang digunakan dalam tajuk entri.
Garis Besar Layanan Perpustakaan
- Untuk kunjungan kolekstif dan belajar bersama di perpusatakaan diatur waktu dan persyaratannya supaya
- Persyaratan menjadi anggota perpustakaan perlu dinyatakan;
Prinsip-prinsip tersebut menjadi dasar bagi perpustakaan dalam mempersiapkan kegiatan layanan perpustakaan yang penuh perhatian dan berorientasi pada pengguna. Dalam penyiapan layanan perpustakaan, koleksi prskarns hendaknya dimanfaatkan secara optimal oleh pengguna dengan mudah dan tetap memperhatikan administrasi layanan secara berkala. Untuk mendukung hal tersebut, perpustakaan harus membuat rambu-rambu yang dapat memandu pengguna atau perpustakaan. dan mendapatkan buku-buku yang dia butuhkan.
Agar tidak ada keraguan dan jaminan order dan . Untuk menjamin kelancaran pelayanan kepada pemustaka, perpustakaan hendaknya menetapkan aturan tertulis yang mengatur hak dan kewajiban anggota perpustakaan, perpustakaan dapat disimpan sebagai pedoman oleh pustakawan atau oleh pemustaka.
- Layanan Sirkulasi
- Pemberian informasi umum;
- Pameran buku baru;
Layanan ini biasanya tersedia di layanan referensi. Formulir ini dimaksudkan untuk menjawab pertanyaan pengguna melalui rekomendasi yang sesuai. Menurut Sulistyo Basuki sebagaimana dikutip Kosam Rimbarawa, layanan referensi (referensi) adalah layanan yang disediakan perpustakaan kepada pengguna, biasanya berupa jawaban atas pertanyaan yang diajukan oleh pengguna. Klausa relatif this cocok dengan istilah atau indel yang selalu digunakan dalam pencarian.
Dalam upaya untuk menjembatani kesenjangan ini, individu . pengguna membuat seltse baru yang sesuai dengan realitas batinnya (IPannen, 1996).
Sistem Peminianlan Koleksi perpustakaan
- Sistem Browne
- Sistem Buku Besar
- Sistem DummY
- Sistem Sulih (DummY)
- Memusatkan perhatian pada informasi subyektif
- Memperhatikan i.teral<si sosial secara menyeluruh, menggantikan pendekata n yang a tom isik, rigid
Bentuk paling populer dari sistem pencarian informasi online adalah CD-RoM dan Internet. Sistem pencarian informasi dirancang untuk mengambil dokumen atau informasi yang dibutuhkan oleh sekelompok pengguna. Lancaster (7979) dan Doyle (1975) melihat sistem pencarian informasi dalam konteks siklus transfer informasi, yang menyatakan bahwa sistem pencarian informasi.
Jadi presisi biasanya menjadi salah satu kriteria untuk mengevaluasi keefektifan sistem pencarian informasi.
BAB V
MODERNITAS
PERPUSTAIGI\N DIGITAL
Internet dan faringan Perpustakaan Digital Era keterbukaan informasi yang ditandai meluasnya
Berbagai definisi di atas telah memperjelas konsep perpustakaan digital yang ideal, terutama yang didukung oleh teknologi informasi dan telekomunikasi. Konsep pengertian perpustakaan digital yang dianut oleh DLN Indonesia adalah definisi menurut Federasi Perpustakaan Digital yang berbunyi: Dari penjelasan di atas dapat disimpulkan beberapa hal terkait perpustakaan digital, yaitu: [ketersediaan koleksi digital;
Sedangkan kegiatan di perpustakaan digital meliputi: .. a) penyediaan koleksi digital; [bJ memilih dan merakit koleksi digital; [c] penataan koleksi digital; [DJ membuka akses intelektual ke kumparan digital; (e) menginterpretasikan koleksi digital; (0 gunakan koleksi digital; juga) pertahankan.
Teknologi Pendorong Minat Baca
- Teknolog! jaringan komputer dan hypertext yang memungkinkan berbagai dokumen dihubugkan, sedang
Perpustakaan digital bukanlah satu kesatuan atau itu bisa berdiri sendiri [ada banyak elemen yang .. membentuk dan terhubung ke perpustakaan digital). Perpustakaan digital tidak terbatas pada koleksi digital yang menggantikan dokumen, tetapi diperluas ke objek yang tidak dapat disajikan dan didistribusikan dalam bentuk cetakan. Evolusi perpustakaan digital tidak lepas dari perkembangan tersebut, terutama jika dikaitkan dengan upaya reinventing koleksi digital.
Artin-va,. sistem yang didukung teknologi tidak dapat memberikan pengetahuan kecuali sistem itu dilengkapi dengan pemahaman tentang kebutuhan pengguna sistem. . Z. menemukan bahwa pola hubungan antar data tidak sama. dengan mencari informasi, karena hubungan tersebut harus diperluas ke hubungan dengan kebutuhan pengguna.
Manaiemen Kepustakawanan di Era Modern Istilah kepustakwanan merupakan terjemahan kata
Pada saat yang sama, tidak dapat dipungkiri bahwa diskusi tentang manajemen pengetahuan dan perpustakaan digital jarang beralih ke kepustakawanan. Jawaban yang mungkin adalah, karena kepustakawanan tidak mendukung dan menggunakan teknologi telematika, sedangkan konsep manajemen pengetahuan dan perpustakaan digital penuh dengan pemikiran tentang potensi teknologi tersebut. Namun, secara umum mereka memiliki banyak kesamaan: [a) . dari konten yang dikelola, baik perpustakaan konvensional maupun perpustakaan digital dan KM, sama-sama mengelola.. pengetahuan dengan tugas utama memilih, mengelola, . pelestarian dan penyebaran pengetahuan.; (b) secara filosofis.
Artinya pustakawan di era global harus mampu merangkul perpustakaan digital yang berkembang pesat dan konsep KM.
BAB VI
PUSTAI(AWAN
DI ERA DIGITAL
Kualifikasi Pustakawan di Era Digital
- Manusia sebagai Sentral
- Layanan
Dunia digital menawarkan sensasi dunia dalam genggaman, mendorong pustakawan bekerja dengan mobilitas tinggi. Setiap orang dapat menjadi sumber informasi dan mengunggahnya ke web, setiap orang dapat membuat perpustakaan virtual pribadi yang dapat diakses oleh siapa saja di seluruh belahan dunia, seiring dengan banyaknya mesin pencari yang dapat dengan mudah digunakan sebagai alat pencarian informasi. Salah satu hal yang dapat dilakukan untuk hal tersebut adalah dengan memberikan nilai tambah pada perpustakaan yang dapat dianggap sebagai perpustakaan.
Dunia digital telah memberikan kita berbagai fasilitas sehingga pustakawan dapat memberikan pelayanan yang mudah.
Adaptasi Perpustakaan Terhadap Digitalisasi
Ketika sebuah perpustakaan memutuskan untuk masuk dan bergabung dengan dunia digital, itu adalah hasil dari analisis mendalam terhadap berbagai situasi dan kondisi lingkungan, baik internal maupun eksternal, dan bukan atas desakan proyek jangka pendek. perumusan visi dan misi.. harus dilakukan di awal sebagai pedoman dalam merumuskan tujuan dari setiap program kegiatan yang dipilih. masa depan, menjadi gLru, menjadi pengelola atau informasi [pekerja pengetahuan], menjadi penyelenggara sumber daya kolaboratif, menjadi penasehat pengembangan kebijakan publik, menjadi mitra masyarakat, bekerja dengan penyedia sumber daya teknologi, menjadi penyaring sumber informasi, menjadi teknisi dan menjadi. Hashim dan Mokhtar membagi kemampuan pustakawan untuk berhasil di era digital menjadi dua kategori besar, yaitu profesional dan personal. Kompetensi tersebut meliputi kemampuan mengevaluasi sumber informasi agar sesuai.
Sementara itu, Nonthacumjane (Hamada & Stavridi, 20L3) mengulas peran dan keterampilan pustakawan digital yang ditulis oleh para peneliti di bidang Ilmu Informasi dan Perpustakaan dalam tiga kategori kompetensi teknologi yang berbeda, yaitu kemampuan pribadi, kemampuan umum, dan kemampuan.
Isu Potensial dl Era Digital
- Penggunaan teknologi [hardware) untuk perpustakaan digital
- Penggunaan software termasuk open source untuk perpustakaan digital
Sementara itu, Nonthacumjane (Hamada & Stavridi, 20L3) mengulas peran dan keterampilan pustakawan digital yang ditulis oleh para peneliti di bidang Ilmu Informasi dan Perpustakaan ke dalam tiga kategori kompetensi teknologi yang berbeda, yaitu kemampuan pribadi, kemampuan umum, dan kemampuan. pengetahuan khusus .. keterampilan analitis, refleksi, fleksibilitas, kreativitas, kemampuan beradaptasi, antusiasme, motivasi diri dan kemampuan untuk berurusan dengan pengguna yang berbeda. Keterampilan umum mencakup keterampilan yang diperlukan dalam berbagai disiplin ilmu seperti literasi informasi, keterampilan komunikasi, kerja tim, tanggung jawab etis dan moral, kepemimpinan dan pemecahan masalah. Pengetahuan disiplin tertentu adalah pengetahuan khusus di bidang Ilmu Informasi dan Perpustakaan, termasuk metadata, . pengembangan database, arsip dan preservasi digital 'pengembangan koleksi dan sistem manajemen konten' .. mengendalikan sumber informasi yang dapat dipercaya dan dapat dipertanggungjawabkan .. dimintai pertanggungjawaban ketika kita tidak memilikinya.
Kemampuan profesional merupakan kemampuan profesional yang harus dimiliki oleh setiap pustakawan dan profesional informasi lainnya dalam menjalankan perannya di era digital.
E PUSTAKAAN