• Tidak ada hasil yang ditemukan

ESAI CGP (CALON GURU PENGGERAK)

N/A
N/A
Danny Ridwan

Academic year: 2024

Membagikan "ESAI CGP (CALON GURU PENGGERAK)"

Copied!
6
0
0

Teks penuh

(1)

1. Apa yang memotivasi anda menjadi Guru Penggerak ? Apa yang memotivasi Anda menjadi Guru Penggerak? Apa yang Anda lakukan dalam mewujudkan motivasi tersebut? Untuk lebih

meningkatkan kompetensi saya dalam menunjang kegiatan pembelajaran di sekolah dan lebih siap menjadi guru masa depan yang siap menghadapi berbagai macam tantangan di masa yang akan datang. Selain itu juga untuk mendapatkan pengalaman baru dalam mengikuti kegiatan Guru

Penggerak untuk selanjutnya dapat saya implementasikan dalam aktifitas saya sehari-hari di sekolah.

Selain itu juga saya sangat ingin mengetahui bagaimana seharusnya menjadi guru yang lebih profesional dengan lebih kompeten itu. Apa kelebihan yang mendukung peran Anda sebagai Guru Penggerak? Jelaskan alasannya dan berikan contohnya! Kelebihan saya adalah saya merupakan guru yang selalu ingin berinovasi dalam berbagai hal yang berkaitan dengan pembelajaran di sekolah baik cara, metode dan model pembelajaran yang dilakukan agar tujuan pembelajaran tersebut tercapai dengan efektif dan efisien. Seperti kita ketahui Pembelajaran seharusnya membuat peserta didik lebih antusias dan termotivasi serta tidak membosankan di dalam kelas. Maka Inovasi Pembelajaran adalah suatu keniscayaan. contoh nya adalah Inovasi dengan menggunakan Alam sekitar yang ada di sekolah untuk menjadi sumber belajar peserta didik. Pembelajaran yang inovatif tidak hanya

menggunakan teknologi modern saja, semua itu tergantung kepada guru yang bersangkutan mau berinovasi atau tidak. Untuk contoh pembelajaran menggunakan sumber belajar alam sekitar adalah ketika saya melaksanakan pembelajaran di Kelas 7 semester 1 dengan tema interaksi antarruang maka saya menggunkan metode pembelajaran kontekstual. Peserta didik diarahkan untuk terjun ke lingkungan masyarakat untuk mendapatkan contoh yang riil. Sebelum Peserta didik melaksanakan pembelajaran kontekstual tersebut kita harus mempersiapkan berbagai macam instrumen penunjang seperti Materi, Tugas, Daftar Isian serta instrumen yang lainnya. Sehingga Pembelajaran kontekstual ini berjalan dengan baik dan sesuai dengan tujuan pembelajaran yang diharapkan. Saya juga adalah guru yang selalu ingin menjadikan siswa sebagai Student Centre dalam pembelajaran sehingga mereka lebih aktif, kreatif dan mandiri dalam mengikuti pembelajaran saya dengan semangat.

Seperti kita ketahui selama ini pembelajaran banyak berpusat pada guru atau Teacher centre sehingga peserta didik hanya memperhatikan apa yang disampaikan oleh guru tanpa mereka diberikan kesempatan untuk menyampaikan pendapat mengenai materi pembelajaran yang sedang mereka ikuti. Saya menjadikan mereka sebagai Subjek Pembelajar, memberikan kepada mereka kesempatan untuk lebih memahami materi dengan mengungkapkan pendapat dan jawaban yang mereka gali dari daya nalar sendiri. Berikan contoh perubahan, inovasi, pemberdayaan, gerakan, atau lainnya yang memberikan dampak nyata berdasarkan inisiatif Anda sendiri. Apa yang mendorong Anda melakukan hal tersebut? (Jawaban Anda harus mencakup waktu kejadian, dampak atas inisiatif Anda, upaya yang Anda lakukan agar inisiatif tersebut terlaksana, peran Anda dan pihak lain yang terlibat bila ada) Contoh perubahan yang saya lakukan di sekolah adalah sebagai berikut : 1. Saya membantu kepala sekolah dalam hal menyusun struktur organisasi sekolah yang berbasis kepada kinerja dan prestasi. Hal ini saya lakukan dengan cara mengefisienkan dan mengefektifkan struktur sekolah contoh mereka yang menempati suatu jabatan harus memiliki waktu dan kemampuan serta pengalaman dalam posisinya, sehingga pekerjaan akan mudah dilakukan dan tidak memerlukan adaptasi pekerjaan yang lama. Pembagian tugas ini didasarkan pada kemampuan guru bukan hanya senioritas di sekolah. Dampak yang dirasakan oleh sekolah dengan posisi berbasis kinerja dan prestasi ini meraka dapat melaksanakan tugasnya dengan baik sesuai dengan tujuan yang diharapkan oleh sekolah. 2. Saya juga mengusulkan kepada Kepala Sekolah untuk membuat Fakta Integritas dan Kesanggupan mengajar bagi Pendidik dan Tenaga Kependidikan di awal Tahun Pelajaran, sehingga mereka lebih bertanggungjawab dan memahami dalam melaksanakan tugasnya. Hal ini dilakukan dengan mengajak guru untuk berbicara dari hati ke hati mengenai pekerjaan yang akan dilakukan termasuk konsekuensi ketika tugas tersebut tidak dapat dilaksanakan dengan baik. Dampak yang dirasakan dari kebijakan ini adalah mereka lebih meningkat tanggungjawabnya. 3. Saya juga

(2)

membuat perubahan pada sarana dan prasarana sekolah agar dapat menunjang pembelajaran peserta didik salah satunya adalah bagaimana keterbatasan ruangan yang dimiliki tidak menghambat pembelajaran. Saya melakukan perubahan pada penempatan ruangan agar dapat dimanfaatkan dengan baik dan nyaman. 4. Saya melakukan gerakan keagamaan untuk menunjang Visi Sekolah yaitu Religius. Dalam hal ini saya melakukan berbagai inovasi dan perubahan kegiatan pembiasaan untuk mewujudkan peserta didik yang lebih berkarakter Religius antara lain mengadakan kegiatan

Pembiasaan di awal pembelajaran yaitu kegiatan Pembacaan Asmaul Husna secara bersama-sama dengan instrumen yang kita siapkan untuk warga sekolah antara lain lembaran Asmaul Husna untuk dibaca dan dihafal warga sekolah. Selain itu juga kegiatan pembiasaan Tadarus Al-Quran oleh warga sekolah sehingga mereka terbiasa membaca Al-Qur'an. Kegiatan Pembiasaan selanjutnya adalah Kegiatan Sholat Dhuha yang dilaksanakan sebelum pembelajaran. Kegiatan pembiasaan yang dilaksanakan berdampak pada disiplinnya siswa untuk datang lebih awal ke sekolah dan meningkatnya kemampuan mereka dalam kegiatan ibadah. 2. Berinteraksi dengan orang lain terkadang dapat menjadi sebuah tantangan. Ceritakan kesulitan yang anda alami saat bekerja sama dengan pihak lain (misalnya dengan orang sejawat, pimpinan sekolah, dengan orang tua, wali murid, keluarga, komunitas, perangkat desa, tokoh masyarakat, pemuka agama, instansi maupun lainnya) guna menimbulkan kesadaran dan kesediaan agar mereka berkomitmen membantu anda mencapai tujuan bersama. Kapan waktu kejadiannya? Situasi apa yang Anda hadapi saat itu? Pihak mana saja yang Anda minta untuk bekerja sama dan mengapa? Gambarkan secara jelas! Kejadiannya di awal- awal Tahun Pelajaran baru. Biasanya pada saat itu akan sangat sulit untuk menempatkan posisi jabatan di sekolah karena biasanya dari berbagai macam Pendidik yang ada memiliki karakter dan watak yang berbeda. Misalnya ada Pendidik yang ingin meminta jabatan, tetapi tidak kompeten. Ada juga guru yang kompeten tetapi tidak mau menempati posisi atau jabatan tertentu karena masih banyak yang lain yang lebih kompeten. Dalam menghadapi situasi sulit tersebut saya berkoordinasi dengan Kepala Sekolah untuk mencari solusi. Selanjutnya saya berkomunikasi dengan guru secara personal. Kesulitan apa saja yang Anda hadapi saat bekerja sama? Adakah penolakan ataupun kegagalan yang Anda hadapi dalam situasi tersebut? Bagaimana respon Anda dalam situasi tersebut?

Upaya apa yang Anda lakukan untuk tetap fokus mencapai tujuan yang telah direncanakan? Kesulitan yang dihadapi pada saat bekerjasama adalah karakter masing-masing guru berbeda, sehingga ketika bekerjasama ada sedikit penolakan dengan berbagai alasan misalnya karena unsur subjektif

ketidakpercayaan. Selain itu juga alasan yang lainnya adalah bahwa dengan bekerjasama dengan yang lain akan khawatir tersaingi dalam suatu bidang. Penolakan yang dialami pada saat itu tentunya ada dan penolakan itu harus saya selesaikan dengan pendekatan persuasif. Alhamdulilah sedikit demi sedikit mereka yang menolak memahami dan mau bekerjasama. Pada saat menerima penolakan tersebut saya menganggap hal tersebut adalah wajar, karena seseorang tersebut belum memahami manfaat dari kerjasama yang akan dilakukan. Saya juga menganggap bahwa penolakan kerjasama tersebut adalah wajar karena bagi sebagian orang yang belum memahami pentingnya kerjasama pasti mereka menolak di awal tetapi dengan pendekatan persuasif semuanya bisa diatasi. Untuk fokus mencapai tujuan yang direncanakan saya harus melaksanakan rencana awal yaitu bekerjasama dengan berbagai pihak agar tujuan tetap tercapai. Upaya apa saja yang Anda lakukan untuk

mendapatkan komitmen dari berbagai pihak untuk bekerja sama? Untuk mendapatkan komitmen dari berbagai pihak untuk bekerjasama yang saya lakukan adalah : 1. Menyampaikan berbagai tujuan yang ingin dicapai dari kerjasama tersebut. Penyampaian ini sangat penting dilakukan karena

kerjasama akan mudah dilakukan apabila pihak-pihak yang akan diajak kerjasama mengetahui tujuan yang ingin dicapai dengan komitmen yang sama 2. Memaparkan secara jelas poin-poin yang ingin dicapai. termasuk langkah-langkah yang akan dilakukan dalam mencapai komitmen bersama. 3.

Mencari berbagai alternatif solusi apabila komitmen tersebut belum didapatkan. Seperti kita ketahui untuk mendapatkan komitmen tidak semudah yang kita bayangkan. Maka ketika alternatif pertama

(3)

mendapatkan menolakan harus mencari alternatif selanjutnya. 4. Menjalin komunikasi yang baik dengan bebagai pihak. Komunikasi yang baik akan mempermudah untuk mendapatkan komitmen.

Karena banyak pihak yang gagal mendapatkan komitmen karena komunikasi yang kurang baik. Pada akhirnya komitmen tidak didapatkan karena miskomunikasi. 5. Membangun komitmen bersama untuk mencapai tujuan bersama. Dalam menjalin kerjasama perlu adanya komitmen bersama karena dengan membangun komitmen bersama tujuan yang akan dicapai akan mudah dicapai. Semua pihak harus memiliki komitmen dan menjalankan tugas dan fungsi masing-masing sehingga terciptalah sinergitas bersama. 6. Menumbuhkan rasa memiliki (sense of belonging) terhadap organisasi yang kita naungi. Apabila rasa memiliki tumbuh diantara orang-orang yang diminta berkomitmen maka akan sangat mudah, karena mereka akan kerja keras untuk memajukan organisasi. Bagaimana hasilnya? Hasil yang diperoleh dari upaya-upaya tersebut mayoritas semua orang memiliki komitmen yang sama untuk mencapai tujuan bersama. Hal ini dapat dilihat dari hasil yang diperoleh terhadap tujuan organisasi. Banyak tujuan organisasi yang direncanakan dapat dicapai dengan baik walaupun menemui banyak kendala di lapangan. Dan memang hasil yang diharapkan tidak semuanya dapat dicapai dengan baik. Hasilnya dari komitmen bersama ternyata dapat dirasakan oleh organisasi dengan organisasi yang mengalami perubahan ke arah yang lebih baik. 3. Permasalahan, tantangan, situasi yang kompleks adalah kondisi umum yang ditemui dalam menjalankan pekerjaan. Berikan contoh pengalaman anda dalam situasi yang paling menantang, kompleks atau sulit saat

menjalankan tugas anda ? Kapan waktu kejadiannya? Permasalahan, tantangan, atau kompleksitas apa yang Anda hadapi saat itu? Gambarkan secara jelas! Pengalaman yang paling menantang yang saya hadapi dalam menjalankan tugas saya adalah ketika saya memiliki ide untuk menyusun program kerja di bawah kesiswaan seperti Pembina Osis dan ekstrakurikuler lainnya. Sangat menantang karena di awal penyusunan Program Kerja biasanya Program Kerja disusun secara global dan manajemen yang top down. Ketika saya menjalankan tugas kesiswaan maka saya merubahnya menjadi bottom up, untuk program kerja dan rencana kegiatan diharapkan muncul dari bawah.

sehingga kegiatan yang dilaksanakan lebih realistis lagi. Upaya apa saja yang Anda lakukan untuk memahami situasi tersebut secara komprehensif? Peluang dan kesempatan apa saja yang Anda identifikasi dalam situasi tersebut untuk membantu Anda menghadapinya? Upaya yang saya lakukan adalah saya terlebih dahulu merancang langkah-langkah yang akan saya laksanakan tahap demi tahap serta solusi alternatif apabila waktu pelaksanaannya mengalami kendala atau hambatan. Ini penting dipersiapkan agar tujuan kegiatan yang berkaitan dengan kesiswaan dapat tercapai. Semua langkah yang dilakukan harus komprehensif artinya dapat dilakukan secara menyeluruh dengan banyak melibatkan banyak pihak. Pertama yang saya lakukan adalah membuat program yang realistis mengacu pada visi dan misi sekolah. Yang kedua mengkoordinasikan dengan berbagai pihak yang berkaitan dengan kesiswaan. Hal ini dilakukan dengan mengadakan rapat koordinasi untuk menyamakan persepsi. Selanjutnya yang paling penting adalah pelaksanaan di lapangan. Semua kegiatan yang diprogramkan dilaksanakan dengan baik dan terarah dengan mengedepankan rasa tanggungjawab dan kerjasama. Peluang dan kesempatan yang saya identifikasi dalam situasi tersebut adalah bahwa saya meyakini semua pihak memiliki kemampuan apabila diberikan kesempatan, tinggal bagaimana kesempatan tersebut dijalankan sesuai dengan tugas dan fungsinya.

Pertimbangan-pertimbangan atau alternatif apa saja yang Anda hadirkan dalam membuat keputusan? Informasi apa lagi yang Anda gunakan untuk memperkuat keputusan Anda?

Pertimbangan-pertimbangan yang saya hadirkan dalam membuat keputusan adalah sebagai berikut : 1. Membuat keputusan dengan tidak tergesa-gesa. Dalam hal seperti memutuskan para pembina ekstrakurikuler hendaknya dilakukan secara baik, mempertimbangkan baik buruknya keputusan yang diambil misalnya apakah seseorang tersebut layak atau mampu menjadi salah satu pembina

ekstrakurikuler dengan suasana hati yang tenang dan fokus. 2. Menggunakan Fakta-fakta atau bukti yang didapat. Pertimbangan ini dilakukan untuk mendapatkan keputusan yang baik dengan rekam

(4)

jejak atau track record calon para pembina ekstrakurikuler. Apakah sebelumnya sudah menjadi pembina kegiatan tersebut belum, apakah selama menjadi pembina kegiatan memiliki prestasi yang baik atau tidak, apakah dapat bekerjasama dengan yang lain atau tidak. Hal ini penting dilakukan untuk mendapatkan pembina ekstrakurikuler yang diharapkan oleh sekolah. 3. Mempersiapkan berbagai alternatif. Apabila keputusan yang kita ambil hanya satu saja, maka apabila didalam perjalannnya mengalami kendala atau hambatan kita akan sulit menyelesaikannya. Oleh karena itu berbagai alternatif perlu disiapkan. Misalnya, apabila salah satu pembina ekstrakurikuler di

perjalanannya mengundurkan diri, maka disiapkan alternatif dengan menggantinya yang lebih baik.

4. Meneliti resiko yang akan terjadi. Keputusan yang kita ambil harus mempertimbangkan berbagai resiko yang akan terjadi. Misalnya apabila kita menempatkan seorang pembina ekstrakurikuler yang tidak kompeten, maka resikonya adalah bahwa dia tidak memahami tupoksinya. Kita harus siap menghadapi resiko kegiatan kurang berjalan dengan baik. Tindakan apa yang kemudian Anda ambil dan bagaimana hasilnya? Tindakan-tindakan yang saya ambil dari keputusan yang saya buat adalah sebagai berikut : Bahwa semua keputusan yang kita ambil akan mengandung konsekuensi di kemudian hari, baik keputusan yang baik ataupun keputusan yang kurang baik. Dalam menghadapi hal tersebut tindakan saya adalah membangun kembali komitmen dan kerjasama serta koordinasi dengan berbagai pihak di bawah kesiswaan agar kegiatan yang dilaksanakan berjalan dengan baik.

Hasilnya bahwa dengan koordinasi, komunikasi dan menekankan kembali komitmen awal kegiatan dapat dicapai dikegiatan tersebut. 4. Perkembangan menuntut kita untuk belajar hal-hal baru.

Ceritakan pengalaman anda saat mendapatkan masukan atau umpan balik terkait kemampuan anda ! Kapan waktu kejadiannya? Masukan atau umpan balik apa yang secara spesifik Anda dapatkan? Apa yang Anda rasakan saat menerima masukan atau umpan balik tersebut? Saya mendapatkan hal-hal baru untuk saya pelajari ketika saya menjadi Wakil Kepala Sekolah sekaligus bendahara sekolah. Pada saat itu Kepala Sekolah masih dipegang oleh Plt (Pelaksana Tugas), sehingga Kepala Sekolah tidak maksimal hadir di sekolah, dengan kondisi tersebut hampir semua kegiatan di sekolah harus saya koordinasikan dengan Kepala Sekolah. Ada hal-hal yang memang harus diambil keputusan segera maka saya harus putuskan sendiri selanjutnya mengkoordinasikan dengan Kepala Sekolah, misalnya terkait dengan kegiatan dan keuangan. Saya mendapatkan masukan dan umpan balik yang spesifik dari teman-teman mengenai keputusan apa yang harus diambil. Misalnya untuk memutuskan kegiatan AKM (Asesmen Kompetensi Minimal) apakah kegiatan tersebut dilaksanakan di sekolah atau menginduk, maka saya mendapatkan masukan dari teman-teman baiknya seperti apa. Akhirnya diputuskan menginduk ke sekolah yang lain dengan berbagai pertimbangan salah satunya adalah SDM dan alat yang belum tersedia serta terbatasnya keuangan yang ada. Pada saaat saya menerima masukan tersebut saya sangat senang karena semua pihak memberikan masukan yang konstruktif sehingga kegiatan AKM berjalan dengan baik. Bagaimana cara Anda menyikapi masukan dan umpan balik tersebut untuk pengembangan diri Anda? Cara menyikapi masukan dan umpan balik tersebut adalah saya berprasangka baik dan positive thinking kepada teman-teman karena saya yakin apa yang mereka berikan berupa masukan dan saran tersebut untuk kemajuan sekolah dan demi terlaksananya kegiatan tersebut. Saya pun menyakini bahea masukan tersebut menjadi hal yang santa baik karena mereka perduli dan ikut berkontribusi demi kemajuan sekolah.

Masukan dan umpan balik tersebut menunjukkan tanggungjawab mereka terhadap sekolah dan menunjukkan keperdulian sebagai warga sekolah. Oleh karena itu saya yakin masukan tersebut sangat baik untuk saya sebagai orang yang diberikan kepercayaan oleh Plt. Kepala Sekolah untuk mengkoordinasikan berbagai kegiatan di sekolah. Hal ini sangat baik untuk saya karena mengajarkan saya untuk menjalin kerjasama dengan yang lain serta belajar memadukan dan menyelaraskan berbagai macam masukan dan saran pada setiap kegiatan serta mendewasakan saya dalam mengambil keputusan yang bijaksana. Dengan demikian saya akan memahami bahwa keputusan yang diambil haruslah keputusan yang mempertimbangkan berbagai macam hal agar dapat

(5)

mengakomodir berbagai macam keinginan dan kebutuhan organisasi, walaupun tidak semuanya terakomodir, paling tidak mayoritas bisa dilaksanakan. Selain memanfaatkan masukan dan umpan balik dalam proses pengembangan diri Anda, Hal berbeda apa yang Anda lakukan untuk mendukung proses pengembangan diri Anda? Adakah cara-cara di luar kebiasaan yang Anda lakukan dimana hal tersebut membuat Anda kurang nyaman namun mendukung proses pembelajaran Anda? Hal yang berbeda yang saya lakukan untuk mendukung proses pengembangan diri saya adalah saya harus belajar mendengar dari mereka yang belum terbiasa melaksanakan kegiatan dan dari orang yang terbiasa berbicara tetapi tidak dapat berbuat banyak untuk organisasi. Hal ini semata-mata saya lakukan untuk mengakomodir keinginan mereka. Adapun cara-cara di luar kebiasaan yang saya lakukan untuk mendukung proses pembelajaran saya walaupun kurang nyaman adalah saya harus belajar tegas dan sedikit otoriter apabila jalan terbaik belum disepakati. hal ini bagi sebagian orang mungkin tidak menyenangkan tetapi hal ini harus saya lakukan karena tidak mungkin keputusan mengakomodir semua kepentingan. Dan sikap otoroter ini terkadang diperlukan karena adanya wewenang dan tanggung jawab yang diberikan kepada saya untuk mengambil keputusan. Selain itu cara otoriter ada juga cara di luar kebiasaan yang saya ambil yaitu meminta pertimbangan orang terdekat di luar organisasi sekolah misalnya teman satu angkatan atau dari pihak lain yang kompeten.

5. Ceritakan pengalaman anda melakukan pengembangan terhadap orang lain (contohnya dengan guru, rekan sejawat lainnya, komunitas, tokoh masyarakat, maupun lainnya), misalnya dalam kegiatan perlombaan, riset ilmiah, mempersiapkan orang lain pada tugas dan tanggung jawab baru atau lainnya. Kapan waktu kejadiannya? Siapa yang Anda kembangkan? Apa yang memotivasi Anda melakukan pengembangan tersebut? saya melakukan pengembangan terhadap orang lain ketika di awal tahun pembelajaran disaat seluruh pendidik dan tenaga kependidikan akan menerima tugas dan jabatan baru. Yang saya kembangkan adalah seluruh warga sekolah baik Pendidik maupun tenaga kependidikan seperti Tata Usaha, Pustakawan, Petugas Kebersihan dan Penjaga sekolah untuk membuat Fakta Integritas dan Kesanggupan mengajar. Yang memotivasi saya adalah agar semua pihak dapat menjalankan tugas dan tanggung jawabnya dengan baik sesuai dengan yang diberikan oleh Kepala Sekolah. Hal apa yang menjadi fokus pengembangan? Ceritakan pula cara Anda

membangun kesepakatan guna mencapai hasil pengembangan yang diharapkan. Yang menjadi Fokus pengembangan saya adalah Tugas dan Tanggung Jawab masing-masing bagian. Seperti kita ketahui kegiatan di sekolah adalah kegiatan yang sangat komplek melibatkan banyak pihak. Maka masing- masing orang harus mengetahui Tugas apa saja yang diberikannya dan dilaksanakan dengan baik sesuai dengan program yang direncanakan, juga tugas yang dilaksanakan harus dapat

dipertanggungjawabkan kepada sekolah baik terlaksana maupun tidak. Hal ini dilakukan sebagai upaya meningkatkan kinerja sekolah dalam mewujukan visi dan misi sekolah. Cara yang saya lakukan untuk membangun kesepakatan untuk mencapai hasil pengembangan yang diharapkan adalah dengan cara mengajak semua pihak untuk bersinergi dan berkolaborasi untuk misalnya dalam pembuatan program kerja, perencanaan kegiatan dan evaluasi kegiatan semua pihak dilibatkan untuk mendapatkan masukan dan saran agar kegiatan lebih terarah dan dapat dilaksanakan sesuai rencana.

Hal yang saya lakukan juga adalah membangun komitmen dengan dari awal Dukungan apa saja yang Anda berikan bagi orang tersebut? Hambatan apa yang Anda temui dan bagaimana cara Anda mengatasinya? Upaya-upaya apa saja yang Anda lakukan untuk mempertahankan motivasi orang tersebut? Dukungan yang saya berikan bagi orang tersebut adalah berupa motivasi bahwa semua orang bisa melakukan sesuatu apabila diberikan kesempatan. Sama halnya ketika sesorang diberikan tugas dan jabatan tambahan di sekolah misalnya menjadi Wakil Kepala Sekolah bidang kurikulum atau kesiswaan dan juga posisi yang lainnya, meraka pasti akan dapat melaksanakan tugas tersebut apabila diberikan kesempatan. Masalahnya adalah apakah orang tersebut mau memanfaatkan kesempatan yang diberikan tersebut atau tidak. Bagi orang yang ingin maju akan memegang prinsip bahwa kesempatan tidak akan datang dua kali, maka apabila ada kesempatan dilangsung ambil dan

(6)

laksnaklan secara optimal. Dan saya juga memberikan motivasi berupa dorongan bahwa semua orang akan bisa melaksanakan tugas yang diberikan apabila dia mau belajar dan berusaha untuk bisa.

Hambatan yang saya temua dalam meyakinkan hal tersebut adalah bahwa tidak semua orang memiliki sifat penjuang dan siap menghadapi tantangan. Ada diantara mereka yang belum melaksanakan tugas yang diberikan kurang yakin dan tidak percaya diri akan dapat melaksanakan tugas tersebut. Padahal tugas tersebut belum sepenuhnya dilaksanakan. Selain itu juga hambatan mengenai lingkungan kerja yang mendukung. tidak semua orang yang berada di sekitar orang tersebut memberikan dukungan dan dorongan. Bahkan banyak yang memberikan sikap pesimis mengenai tugas yang diberikan kepada seseorang tersebut. Upaya-upaya yang saya lakukan untuk mempertahankan motivasi terhadap orang tersebut adalah : 1. Tetap konsisten dan tidak putus asa meyakinkan bahwa bahwa kita semua bisa mengerjakan tugas yang diberikan atau diamanatkan kepada kita. 2. Mencari solusi cara lain untuk memotivasi orang tersebut secara perlahan-lahan dan terarah Bagaimana hasilnya? Hasilnya ketika saya memberikan motivasi dan dukungan kepada orang tersebut, orang tersebut mau menerima jabatan dan melaksanakan tugas yang diembannya

walaupun didalam pelaksanaannya menghadapi berbagai macam tantangan dan hambatan. Hasil ini menunjukkan kepada kita bahwa semua orang bisa apabila dia mau berusaha dan belajar mengenai sesuatu hal yang baru, dalam hal ini jabatan atau tugas yang akan diemban di sekolah baik itu kurikulum, kesiswaan, humas, sarpras atau jabatan yang lainnya. Keberhasilan ini sangat ditentukan oleh individu masing-masing yang mau berubah ke arah yang lebih baik

Referensi

Dokumen terkait

Maka Allah menurunkan ayat 190-191 surat Ali Imran ini sebagai jawaban bahwa dengan memperhatikan ciptaan Allah saja, sudah cukup sebagai tanda kekuasaan Allah bagi orang

Dan siswa dikatakan tidak tuntas bila belum mampu menjawab soal- soal evaluasi dengan baik dan tepat dan mendapat nilai dibawah KKM atau 79 ke bawah

Melalui pembelajaran dengan pengamatan, tanya jawab, peserta didik mampu berpikir kritis dalam menyebutkan nama-nama hewan berdasarkan jenis makanannya ,

Indikator sikap bekerjasama dalam kegiatan kelompok. Kurang baik jika sama sekali tidak berusaha untuk bekerjasama dalam kegiatan kelompok. Cukupjika menunjukkan ada sedikit usaha

 Secara berkelompok, peserta didik mengerjakan aktivitas 1 memahami masalah (see) di LKPD, dengan menuliskan apa yang diketahui dan ditanyakan, yaitu data jumlah

Kriteria Umum e Tidak sedang mengikuti kegiatan diklat latsar PNS, PPG, atau sedang bertugas sebagai asesor Pendidikan Guru Penggerak atau Program Sekolah Penggerak; f Tidak sedang

CGP mengikuti lokakarya perdana untuk membangun komunikasi dan motivasi, serta mendapat edukasi tentang program Guru

Esai ini membahas pentingnya membangun kota yang tahan bencana dan perubahan iklim, terutama karena peningkatan populasi perkotaan dan kejadian