Nama: Esther Carolina Kelas: DK6C
NPM: 19321033
1. Jelaskan yang dimaksud dengan : a. Metode penelitian b. Metodologi penelitian
2. Sebutkan dan jelaskanlah secara rinci 3 (tiga) tahapan proses penelitian.
3. Bagaimana cara mengidentifikasi masalah dalam penelitian? Jelaskan dengan rinci disertai contoh!
4. Jelaskan secara rinci yang dimaksud dengan pendekatan penelitian berikut disertai karakteristik masing-masing pendekatan!
a. Penelitian kuantitatif b. Penelitian kualitatif c. Penelitian mix method
5. Berikan contoh Topik dan judul penelitian yang berkaitan dengan bidang keilmuan Desain Komunikasi Visual!
Jawaban:
1. Maksud metode penelitian dan metodologi penelitian:
a. Metode penelitian adalah langkah yang dimiliki dan dilakukan oleh peneliti dalam rangka untuk mengumpulkan informasi atau data serta melakukan investigasi pada data yang telah didapatkan tersebut. Metode penelitian memberikan gambaran rancangan penelitian yang meliputi antara lain: prosedur dan langkah-langkah yang harus ditempuh, waktu penelitian, sumber data, dan dengan langkah apa data-data tersebut diperoleh dan selanjutnya diolah dan dianalisis.
b. Pengertian metodologi penelitian (research methods) adalah ilmu yang
menerangkan bagaimana sebaiknya dan seharusnya penelitian itu dilaksanakan.
Jadi, metode penelitian akan datang kemudian setelah seorang peneliti memahami secara benar-benar ilmu meneliti itu sendiri (metodologi penelitian), yaitu
bagaimana sebuah penelitian harus dilakukan agar memenuhi kaidah-kaidah keilmiahan (scientifical reasoning).
Pengertian lain dari metodologi penelitian adalah cara atau teknik yang disusun secara teratur yang digunakan oleh seorang peneliti untuk mengumpulkan
data/informasi dalam melakukan penelitian yang disesuaikan dengan subjek/objek yang diteliti. Metodologi penelitian akan lebih baik jika disesuaikan dengan subjek atau objek penelitian. Metodologi yang tidak tepat dalam melakukan penelitian
akan menimbulkan kerancuan yang pada akhirnya menyebabkan hasil penelitian tidak valid dan tidak bisa dipertanggungjawabkan.
2. Tahap Penelitian adalah sebagai berikut:
A. Tahap Perencanaan a. Tema/Topik Penelitian
Untuk memilih tema atau topik penelitian, seorang peneliti haus memiliki kepekaan terhadap kehidupan yang dihadapi. Seorang peneliti dapat memilih tema dari berbagai sumber seperti:
Fenomena sosial yang terjadi dalam kehidupan
Kajian kepustakaan
Informasi yang diberikan oleh pihak lain.
b. Mengidentifikasi Masalah
Pada tahap ini , seorang peneliti harus terlebih dahulu mencari apa masalah yang akan di teliti
c. Merumuskan masalah
Dalam tahapan ini, peneliti membuat rumusan masalah dari penemuan masalah yang ada berdasarkan masalah-masalah yang akan diteliti.
d. Mengadakan studi pendahuluan
Tahapan ini dilakukan untuk mengumpulkan informasi berkaitan dengan masalah yang akan diteliti, dengan begitu maka akan diketahui keadaan atau kedudukan masalah yang akan diteliti. Hasil yang didapat dari studi pendahuluan berguna untuk menyusun kerangka teoritis tentang pemecahan masalah dalam bentuk hipotesis yang akan di uji kebenarannya melalui pelaksanaan penelitian lapangan. Studi pendahuluan dapat dilakukan dengan melakukan studi dokumenter, kepustakaan dan studi lapangan.
e. Merumuskan hipotesis
Hipotesa merupakan dugaan sementara yang akan dibuktikan kebenarannya dari masalah yang sedang di teliti.
f. Menentukan sampel penelitian
Dalam tahapan ini merupakan untuk menentukan obyek yang akan diteliti.
Keseluruhan obyek yang diteliti disebut sebagai populasi penelitian.
g. Menyusun rencana penelitian
Tahap ini merupakan pedoman selama melaksanakan penelitian sebagai suatu pola perencanaan harus dapat mengungkapkan hal-hal yang berhubungan dengan kegiatan pelaksanaan penelitian yang memuat hal-hal berikut :
Masalah yang diteliti dan alasan mengapa melakukan penelitian
Bentuk atau jenis data yang dibutuhkan
Tujuan dilakukannya penelitian
Manfaat atau kegunaan penelitian
Dimana dilakukannya penelitian
Jangka waktu pelaksanaan penelitian
Organisasi kegiatan dan pembiayaan
Hipotesis yang di ajukan
Teknik pengumpulan dan pengolahan data
Sistematis laporan yang di rencanakan
Merumuskan alat penelitian B. Tahap Pelaksanaan
a. Pengumpulan Data
Pada tahap pengumpulan data didasarkan pada pedoman yang sudah dipersiapkan dalam rancangan penelitian. Data yang dikumpulkan melalui kegiatan penelitian dan dijadikan sebagai dasar untuk menguji hipotesis yang diajukan.
b. Analisis Data
Tahapan ini dilakukan setelah data terkumpul semua kemudian dilakukan analisis dan hipotesis yang diajukan dan diuji kebenarannya melalui analisis tersebut.
c. Tahap penulisan Laporan
Penulisan pelaporan merupakan tahap akhir dari rangkaian proses penelitian.
Tahapan ini yaitu membuat laporan mengenai hasil penelitian secara tertulis.
Laporan secara tertulis perlu dibuat agar peneliti dapat mengkomunkasikan hasil penelitiannya kepada para pembaca atau penyandang dana.
3. Cara Mengidentifikasi Masalah
Teknik Membuat Identifikasi Masalah yang Benar
Adapun langkah-langkah yang harus dilakukan oleh seorang peneliti dalam melakukan identifikasi masalah, yaitu:
1) Pernyataan Masalah Secara Umum
Pada tahap ini, peneliti perlu mengartikan permasalah secara umum. Misalnya saja;
“Apakah berita yang negatif lebih menarik minat orang apabila dibandingkan dengan berita yang positif?”
Selanjutnya permasalahan dipersempit dengan memikirkan kembali permasalah (pertimbangkan kelayakan masalah), sehingga menjadi;
“Apakah berita yang negatif seperti korupsi, perampokan, pembunuhan dapat menarik minat orang lebih dari pada berita yang positif seperti pertumbuhan ekonomi negara?” Lalu, bagaimanakah cara mendefinisikan secara umumnya?”
Yang perlu dilakukan dari proses identifikasi masalah ini adalah mempelajari terlebih dahulu subjek terkait secara menyeluruh, lakukan survei pendahuluan.
2) Memahami Sifat Permasalahan
Cara yang dapat dilakukan oleh peneliti untuk memahami sifat permasalahan penelitian yaitu melalui diskusi. Peneliti perlu melakukan diskusi dengan orang-orang yang memiliki
pengetahuan yang baik tentang masalah tersebut.
3) Survei Literatur yang Tersedia
Peneliti perlu melakukan bentuk survei terhadap semua penelitian yang sudah pernah dilakukan sebelumnya terkait dengan permasalahan yang akan dikaji. Hal itu dapat membantu untuk:
Mempersempit masalah
Mengidentifikasi kesenjangan penelitian
Memberikan ide-ide baru di bidang terkait
Membantu untuk menentukan desain penelitian.
4) Mengembangkan Ide-Ide Melalui Diskusi
Melalui diskusi akan dihadilkan informasi yang bermanfaat, berbagai ide baru dapat dikembangkan melalui kegiatan semacam ini. Para peneliti harus dapat mendiskusikan masalahnya dengan rekannya dan orang lain yang memiliki pengetahuan yang cukup di bidang yang sama atau dalam mengatasi masalah sama.
5) Memulihkan Masalah Penelitian
Langkah terakhir yang harus dilakukan peneliti adalah menyusun kembali rumusan masalah penelitian menjadi istilah operasional. Misalnya, pernyataan penelitian awal, yaitu;
“Mengapa produktivitas di negara Jepang jauh lebih tinggi jika dibandingkan dengan India?”
Selanjutnya, apabila permasalahan penelitian sudah dipahami, literatur yang dibutuhkan telah tersedia dan diskusi tentang masalah telah dilakukan. Maka, pertanyaannya dapat diulang kembali, yaitu:
“Faktor-faktor apa saja yang bertanggung jawab terhadap produktivitas tenaga kerja yang lebih tinggi dari industri manufaktur di Jepang pada tahun 1971 hingga 1980 apabila dibandingkan dengan industri manufaktur di India?”
4. Pendekatan Penelitian yaitu:
a. Penelitian Kuantitatif
Pendekatan penelitian kuantitatif adalah pendekatan yang berlandaskan pada filsafat positivisme, dipakai untuk meneliti pada populasi ataupun sampel tertentu, pengumpulan data menggunakan alat ukur (instrumen) penelitian, analisa data bersifat kuantitatif/statistik, dengan tujuan untuk menguji dan membuktikan hipotesis yang telah dibuat/ditetapkan. Secara umum metode kuantitatif terdiri atas metode survei dan metode eksperimen.
1) Metode Survei
Metode penelitian survei ialah salah satu pendekatan penelitian kuantitatif yang digunakan untuk mendapatkan data yang terjadi pada masa lampau atau saat ini, tentang keyakinan, pendapat, karakteristik perilaku, hubungan variabel dan untuk menguji beberapa hipotesis tentang variabel sosiologis dan psikologis dari sampel yang diambil dari populasi tertentu. Teknik pengumpulan data dengan pengamatan (wawancara atau kuesioner) dan hasil penelitian cenderung untuk digeneralisasikan.
2) Metode Eksperimen
Pendekatan penelitian selanjutnya adalah menggunakan eksperimen. Pendekatan penelitian ini digunakan digunakan untuk mengetahui pengaruh variabel
independen (treatment/perlakuan) terhadap variabel dependen (hasil) dalam kondisi yang terkendalikan. Kondisi dikendalikan agar tidak ada variabel lain (selain variabel treatment) yang mempengaruhi variabel dependen. Agar kondisi dapat dikendalikan, maka dalam penelitian eksperimen menggunakan kelompok kontrol.
Penelitian eksperimen sering dilakukan di laboratorium.
b. Penelitian Kuantitatif
Pendekatan penelitian kualitatif merupakan pendekatan yang lebih menekankan pada aspek pemahaman secara mendalam terhadap suatu masalah daripada melihat permasalahan untuk penelitian generalisasi. Metode penelitian ini lebih suka menggunakan teknik analisis mendalam (in-depth analysis ), yakni mengkaji masalah secara kasus per kasus karena metodologi kualitatif yakin bahwa sifat suatu masalah satu akan berbeda dengan sifat dari masalah lainnya.
Tujuan dari pendekatan penelitian kualitatif ini bukan suatu generalisasi tetapi pemahaman secara mendalam terhadap suatu masalah. Penelitian kualitatif berfungsi memberikan kategori substantif dan hipotesis penelitian kualitatif.
c. Metode Campuran
Metode Campuran atau Mixed Methods adalah jenis penelitian di mana peneliti menggabungkan unsur-unsur pendekatan penelitian kualitatif dan kuantitatif.
Metode campuran berfokus pada pengumpulan, analisis, dan pencampuran data kuantitatif dan kualitatif dalam satu studi atau serangkaian studi.
Premis dasar penggunaan metode campuran adalah bahwa menggabungkan lebih dari satu jenis sumber data memberikan pemahaman yang lebih lengkap tentang masalah penelitian daripada pendekatan tunggal atau mono-metode.
Tujuan umum metode campuran adalah menggabungkan komponen penelitian kualitatif dan kuantitatif guna memperluas dan memperkuat kesimpulan penelitian.
Penggunaan metode campuran harus berkontribusi dalam menjawab pertanyaan penelitian dan bagaimana pengetahuan serta validitasnya akurat. Satu sumber data mungkin tidak cukup, seperti Hasil awal perlu dijelaskan lebih lanjut; metode kedua diperlukan untuk mendukung metode utama; dan proyek yang diteliti memiliki multi-fase.
5. Perancangan buku komik "perjuangan soekarta dan bumi" berlatar zaman perjuangan kemerdekaan indonesia untuk remaja generasi z
Abstract:
Penelitian dilatarbelakangi oleh berkurangnya rasa nasionalisme para generasi muda khususnya remaja generasi z yang ditandai dengan kurangnya generasi muda dalam mengenal tokoh ataupun peristiwa sejarah kemerdekaan Indonesia. Dibutuhkan suatu media yang dapat menarik minat generasi muda sekaligus dapat mengingatkan atau mengenalkan mereka dengan konten sejarah. Media tersebut adalah komik sebagai media popular. Komik diminati oleh berbagai kalangan. Konten sejarah dan nilai nasionalisme dapat dimasukkan melalui media komik. Komik yang akan dihasilkan dalam penelitian ini berjudul Perjuangan Soekarta dan Bumi bercerita tentang sekelompok anak yang berjuang untuk bisa bebas dari belenggu tanam paksa. Diharapkan juga bermunculan komik-
komikdengan muatan sejarah dengan nilai nasionalisme di masa mendatang Penelitian akan berfokus dalam penerapan ilmu desain khususnya perancangan komik. Perancangan komik mengutamakan riset dalam pengambilan datanya terkait dengan materi sejarah di dalamnya walaupun cerita komik meruoakan cerita fiksi. Perancangan komik dibagi menjadi dua dalam prosesnya yaitu perancangan kosep cerita dan konsep visual. Produk hasil penelitian adalah buku komik dengan spesifikasi ukuran kertas A5 halaman isi sejumlah 92 halaman
menggunakan kertas HVS 80 gram dan kertas jenis krungkut untuk halaman cover.