• Tidak ada hasil yang ditemukan

Etika Pemeriksaan Psikologi

N/A
N/A
Rolistianto Prayogo

Academic year: 2023

Membagikan "Etika Pemeriksaan Psikologi"

Copied!
9
0
0

Teks penuh

(1)

Etika

Pemeriksaan

Psikologi

(2)

Tujuan

Instruksional

Mengenalkan kode etik secara umum dalam bidang psikologi

Mengenalkan siapa yang berhak melakukan diagnosa psikologis.

Mengenalkan siapa yang bertanggung jawab mengamankan aparatus tes.

Mengenal bagaimana psikodiagnostikus

seharusnya bersikap & bertingkah laku

dlm suatu pemeriksaan psikologi.

(3)

Kode Etik Psikologi

Dari APA (American Psychological Association)  click di

www.APA.com)

Dari HIMPSI (Himpunan Psikologi Indonesia)  (click di

www.himpsi.org)

(4)

Siapa yang berhak

melakukan diagnosa Psikologis ?

Ahli psikologi  psikolog yang memiliki SIP (Surat Ijin Praktek).

Bukan ahli psikologi  harus mendapat pelatihan khusus

(sertified), dan di bawah supervisi

seorang ahli (Psikolog).

(5)

Siapa yang

bertanggung jawab mengamankan

aparatus tes?

Tes Level A  dpt dilaksanakan oleh administrator dg bimbingan manual tes.

Contoh : tes prestasi, tes vokasional.

Tes Level B  dpt dilaksanakan oleh mereka yg telah mdpt pelatihan khusus & mempunyai

pengetahuan psikologi.

Contoh : tes inteligensi, tes bakat, tes minat, tes personality inventory.

Tes Level C  dpt dilaksanakan oleh mereka yg mdpt kemampuan khusus yg mendalam utk

penyelenggaraannya melalui supervisi yg ketat seorang ahli psikologi (dg SIP).

(6)

Sikap & Tingkah laku Psikodiagnostikus dlm pemeriksaan & diagnosa psikologi.

Etika pengetesan.

Etika dlm tes meramalkan.

Etika dlm tes mendeskripsikan.

Etika dlm tes menemukan diri sendiri.

Relasi Pemeriksa dg Subjek yg diperiksa.

Perlakukan Subjek sbg individu (prinsip humanistik).

Jaga rahasia pribadi subjek.

Buat diagnosa dg hati-hati.

Pahami kesulitan2 subjek.

(7)

Kode etik Himpsi yg terkait dg

pemeriksaan psikologi.

Bab III: Kompetensi (dlm pemeriksaan psikologi)

Bab IV: Hubungan Antar Manusia

Bab V: Kerahasiaan Rekam dan Hasil Pemeriksaan Psikologi

Bab XI: Asesmen

(8)

Pasal yang mengatur Asesmen

dlm Kode Etik Psikologi

Pasal 62: Dasar Asesmen

Pasal 63: Penggunaan Asesmen

Pasal 64: Informend Consent dlm Asesmen

Pasal 65: Interpretasi Hasil Asesmen

Pasal 66: Penyampaian Data & Hasil Asesmen

Pasal 67: Menjaga alat, Data dan Hasil

(9)

Diskusi

Diskusikan salah satu kasus

pelanggaran etika pemeriksaan

psikologi.

Referensi

Dokumen terkait

Walaupun ada undang-undang yang mengatur tentang keperawatan gawat darurat yaitu Pasal 11 Peraturan Menteri Kesehatan tentang Informed Consent

62 Zaenal Abidin, S.Kep.Ns RSUD Gambiran Kediri 63 Ida Ernawati, S.Kep.Ns RSUD Gambiran Kediri 64 Nofita Larasanti.,S.Kep.Ns RSUD Gambiran Kediri 65 Putri Oktaviani.,S.Kep.Ns

[email protected] 68 [email protected] 67 [email protected] 69 62 63 64 [email protected] 65 [email protected] 66 WILAYAH SUMEDANG WILAYAH INDRAMAYU

bahwa berdasarkan ketentuan pasal 63, pasal 64 danpasal 65 Peraturan Pemerintah Nomor 72 Tahun 2005 tentang desa, bahwa pemerintah desa berkewajiban untuk membuat

Selanjutnya, berdasarkan Pasal 64 Peraturan Presiden Nomor 148 Tahun 2015 mengatur bahwa: “Dalam hal pemilihan Penilai sebagaimana dimaksud dalam Pasal 63 tidak dapat dilaksanakan,

BAGELEN 60 NILASARIAYU WIDYASMARA BAGELEN 61 PUTUT PRIAMBODO BAGELEN 62 RUKIYATI BAGELEN 63 SUMITRO BAGELEN 64 SUNAH BAGELEN 65 TRI HANDOKO BAGELEN 66 TUMIRIN BAGELEN

PTN 61 UNIVERSITAS JAMBI 62 UNIVERSITAS JEMBER 63 UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN 64 UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT 65 UNIVERSITAS LAMPUNG 66 UNIVERSITAS MALIKUSSALEH 67 UNIVERSITAS

Kepala sekolah 62 Publikasi sekolah Kepala sekolah 63 Peningkatan kompetensi guru KepSek wakasek 64 Pelatihan mengemas program Kepala sekolah 65 Perencanaan program Kepala sekolah