Evaluasi pencahayaan alami di ruang kelas oleh kelompok 3
Cahaya adalah energi elektromagnetik yang dapat dilihat oleh mata manusia.
Dalam fisika bangunan, pencahayaan memainkan peran penting dalam kenyamanan visual, produktivitas, dan efisiensi energi.
cahaya dibagi menjadi alami dan buatan, alami berasal dari matahari dan buatan yaitu dari cahaya lampu.
Lokasi pengukuran dan waktu pengukuran cahaya oleh kelompok 3 Lokasi : Gedung D lantai 2
Hari/tgl : Rabu, 20-11-2024 Rabu, 27-11-2024
Rabu, 04-11-2024
Waktu : 16.00-selesai (WITA)
pengukuran dilakukan pada meja kerja dengan titik titik yang sudah di
tentukan. Dengan keadaan ruang, semua lampu dimatikan, pintu di tutup dan keadaan ruang kosong, hanya diisi oleh kelompok pengamat.
Hasil observasi
WEEK 1: RABU, 20-11-2024, 16:00-16:14
WEEK 2: RABU, 27-11-2024, 16:17 - 16:42
A B C D E F
1 170,5 125,0 246,6 212,0 227,6 158,2
2 67,6 54,5 80,1 92,0 70,3 42,3
3 35,5 37,3 37,5 36,4 34,7 28,9
4 31,6 29,7 33,3 28,8 30,1 24,8
A B C D E F
1 157,0 81,3 113,5 85,7 114,5 99,2
2 54,0 30,4 27,1 28,9 35,4 23,5
3 26,1 20,1 14,0 15,0 20,0 16,1
4 18,1 17,1 12,7 13,8 18,8 15,9
WEEK 3: RABU, 4-12-2024, 16:14 - 16:35
Faktor penentu
Ada beberapa faktor yang dapat memengaruhi perbedaan hasil pengukuran cahaya di dalam ruangan (Gedung D, lantai 3), seperti berikut ini:
Kondisi Cuaca
Kondisi cuaca yang berubah ubah mempengaruhi hasil yang kami dapatkan pada hari hari tersebut.
WEEK 1; Rabu, 20 Nov 2024
cuaca cerah, tidak hujan dan tidak mendung
WEEK 2; Rabu, 27 Nov 2024
Cuaca sedikit mendung tidak sampai hujan.
WEEK 3; Rabu, 04 Des 2024
Cuaca sangat mendung namun tidak hujan.
Pergerakan Awan
Awan yang bergerak dapat mempengaruhi jumlah cahaya matahari yang masuk ke ruangan pada saat pengukuran dilakukan. Meskipun cuaca terlihat sama, pola awan bisa berbeda-beda.
WEEK 1; Rabu, 20 Nov 2024
Langit cerah sedikit awan tidak menutupi area ruang
WEEK 2; Rabu, 27 Nov 2024
Awan tipis dan halus menutupi langit secara merata
WEEK 3; Rabu, 04 Des 2024
Awan mendung menutupi langit dan arah cahaya matahari
A B C D E F
1 27,5 23,0 44,3 44,4 58,1 46,1
2 10,3 8,0 12,6 15,3 11,7 9,3
3 8,0 7,8 8,1 8,4 8,3 6,3
4 9,0 8,4 7,7 7,4 7,0 6,7
Kebersihan Jendela dan Ruangan
Debu atau kotoran yang mungkin menumpuk pada jendela, hal ini juga mengurangi jumlah cahaya yang masuk.
WEEK 1; Rabu, 20 Nov 2024 Jendela kotor dan berdebu.
WEEK 2; Rabu, 27 Nov 2024 Jendela kotor dan berdebu.
WEEK 3; Rabu, 04 Des 2024 Jendela kotor dan berdebu.
Analisis SNI
Standar Nasional Indonesia (SNI) memberikan panduan yang jelas mengenai tingkat pencahayaan yang diperlukan untuk ruang kelas, yaitu 250 lux sesuai dengan SNI 03-6575-2001.
WEEK 1: WEDNESDAY, 20-11-2024, 16:00-16:14
A B C D E F Averag
e score SNI standar
t
differenc
e descriptio n 1 170,
5 125,
0 246,
6 212,
0 227,
6 158,
2 189,98 250 -60,02 fail to meet the standards 2 67,6 54,5 80,1 92,0 70,3 42,3 67,8 250 -182,8 fail to
meet the standards 3 35,5 37,3 37,5 36,4 34,7 28,9 35,5 250 -214,5 fail to
meet the standards 4 31,6 29,7 33,3 28,8 30,1 24,8 29,7 250 -220,3 fail to
meet the standards
WEEK 2: WEDNESDAY, 27-11-2024, 16:17 - 16:42
WEEK 3: WEDNESDAY, 4-12-2024, 16:14 - 16:35
A B C D E F Averag
e score SNI standar
t
differenc
e descriptio n 1 157,
0 81,
3 113,
5 85,
7 114,
5 99,
2 108,5 250 -141,5 fail to
meet the standards 2 54,0 30,
4 27,1 28,
9 35,4 23,
5 33,3 250 -216,7 fail to
meet the standards 3 26,1 20,
1 14,0 15,
0 20,0 16,
1 18,5 250 -231,5 fail to
meet the standards 4 18,1 17,
1 12,7 13,
8 18,8 15,
9 27 250 -223 fail to
meet the standards
A B C D E F Average
score SNI standar
t
difference description
1 27,5 23,0 44,3 44,4 58,1 46,1 40,56 250 -209,44 fail to meet the standards 2 10,3 8,0 12,6 15,3 11,7 9,3 11,2 250 -238,8 fail to
meet the standards
3 8,0 7,8 8,1 8,4 8,3 6,3 7,81 250 -242,19 fail to
meet the standards
4 9,0 8,4 7,7 7,4 7,0 6,7 7,7 250 -242,3 fail to
meet the standards
Kesimpulan
Kesimpulan dari evaluasi pencahayaan alami di ruang kelas oleh kelompok 3 menunjukkan bahwa pencahayaan yang dihasilkan di Gedung D lantai 2 tidak memenuhi standar yang ditetapkan oleh SNI, yaitu 250 lux.
Selama tiga minggu pengukuran, hasil rata-rata pencahayaan yang diperoleh jauh di bawah standar, dengan perbedaan signifikan yang menunjukkan bahwa ruang kelas tersebut mengalami kekurangan pencahayaan alami. Faktor-faktor seperti kondisi cuaca, pergerakan awan, dan kebersihan jendela berkontribusi terhadap variasi hasil pengukuran. Jendela yang kotor dan berdebu juga mengurangi jumlah cahaya yang masuk ke dalam ruangan. Oleh karena itu, perlu dilakukan perbaikan dalam hal kebersihan jendela dan mungkin penataan ruang untuk meningkatkan pencahayaan alami, sehingga dapat menciptakan lingkungan belajar yang lebih baik dan nyaman bagi siswa.