• Tidak ada hasil yang ditemukan

FAKULTAS AGAMA ISLAM

N/A
N/A
Nguyễn Gia Hào

Academic year: 2023

Membagikan "FAKULTAS AGAMA ISLAM "

Copied!
153
0
0

Teks penuh

Peran masyarakat dalam menanamkan nilai-nilai religi di geng pemuda Sate Rt.011/007 Kec.Cilincing Jakarta Utara. Puji dan syukur ke hadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat dan kasih sayangnya sehingga penulis dapat menyelesaikan disertasi ini sesuai dengan waktu yang telah ditentukan. Tesis ini ditulis dalam upaya untuk menguji salah satu tugas akhir dalam menyelesaikan pendidikan Sarjana (S1) pada program Studi Pendidikan Agama Islam, Fakultas Agama Islam, Universitas Muhammadiyah, Jakarta, pada tahun 2019.

Suharsiwi, M.Si. Pd, pembimbing skripsi yang telah mengorbankan waktu, tenaga dan pikirannya dalam proses bimbingan. Bapak Iwan (ketua RT 011/007 Gang Sate), Ustadz Nasrullah dan istri (pemuka agama) yang membantu mengeluarkan izin tempat penelitian dan memberikan dukungan data. Seluruh dosen dan staf Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Jakarta yang telah memberikan pelayanan akademik dan administrasi terbaik.

Suami tercinta M.Rizal yang selalu membantu dan menyemangati untuk selalu menyelesaikan skripsi ini dan juga terima kasih kepada putra tercinta M.Alif Hamzah yang selalu sabar saat berangkat ke kampus. Kepada kedua orang tua tercinta, Bapak Abdul Jalil dan Ibu Siti Sulaeha, yang telah memberikan kasih sayang, dorongan moril dan dukungan material, sehingga memungkinkan keberhasilan akademik.

MOTTO

SELALU ADA HARAPAN

SELALU ADA JALAN

Fokus Dan Subfokus Penelitian 1. Fokus Penelitian

Agar penelitian ini tidak terlalu luas dan lebih terarah, maka penulis memfokuskan penelitian ini. Dalam Focus Thinking memuat rumusan latar belakang penelitian dan permasalahannya.3 Sub-fokus penelitian ini adalah.

Rumusan masalah

Kegunaan Hasil Penelitian

Sistematika Penulisan

HAKIKAT PERANAN LINGKUNGAN 1. Definisi peran

  • Definisi Masyarakat
  • Macam-macam lingkungan

Ayat 6 Surah At-Tahrim al-Quran menunjukkan bahawa ibu bapa berkewajipan memberikan didikan agama kepada anak-anak dalam usaha menyelamatkan mereka daripada azab Neraka. Terjemahan ayat tersebut ialah “Wahai orang-orang yang beriman, peliharalah diri kamu dan keluarga kamu daripada api neraka”. Mengenai kepentingan peranan ibu bapa dalam pendidikan agama kepada anak-anak, Nabi Muhammad a.s. telah bersabda: "Mana-mana anak yang dilahirkan dalam keadaan fitri (suci), maka kedua ibu bapanya menjadi Yahudi, Nashran atau ahli sihir."

Peran keluarga terkait dengan upaya orang tua menanamkan nilai-nilai agama pada anak yang prosesnya berkesinambungan. Hasil observasi tersebut menunjukkan bahwa gangguan jiwa mereka dipengaruhi oleh keadaan emosi atau sikap orang tuanya (khususnya ibu) ketika masih dalam kandungan. Orang tua adalah pendidik utama dan pertama bagi anaknya, karena dari merekalah anak mulai belajar.

Dalam hal ini, faktor penting yang berperan dalam menentukan kehidupan anak adalah pendidikan orang tua. 15 Angga Setyawan, Anak juga manusia, jadilah orang tua yang terbaik, siapkan hati untuk anak, (Jakarta: Mizan Rompia, 2013), hal.25.

PENANAMAN NILAI MORAL AGAMA

Lingkungan masyarakat baik berupa keluarga, teman maupun tetangga merupakan faktor yang sangat berpengaruh dalam perkembangan nilai moral agama pada remaja. Adapun pengertian lain menurut beberapa ahli, menurut Kimball Young, nilai-nilai merupakan unsur-unsur yang abstrak dan seringkali tidak menyadari kebenaran dan maknanya. Menurut A.W. Green, nilai adalah kesadaran yang terjadi secara relatif, disertai emosi terhadap objek atau gagasan individu.

Lamm berpendapat bahwa nilai adalah konsep kolektif tentang apa yang dianggap baik, penting, diinginkan, dan sesuai dalam suatu budaya. Ini tentang fakta bahwa nilai adalah ide atau pemikiran tentang baik atau buruk, atau dapat juga dianggap sebagai sesuatu yang sangat penting, berguna dan bernilai bagi umat manusia. Ada juga pengertian lain, Moralitas adalah tatanan perilaku yang mengandung nilai-nilai tertentu yang harus dilaksanakan individu dalam hubungannya dengan masyarakat.

Atau, agama adalah kumpulan keyakinan, sistem budaya, dan pandangan dunia yang terorganisir yang menghubungkan manusia dengan tatanan kehidupan. Maka penanaman nilai moral agama merupakan salah satu cara mencerdaskan masyarakat agar sikap dan kepribadian remaja menjadi lebih baik lagi.

REMAJA

24 Dalam perkembangan kepribadian seseorang, pemuda mempunyai arti khusus Upaya pembinaan nilai dan moral juga diharapkan efektif dikembangkan di lingkungan sekolah lebih kepada pendidikan akhlak di sekolah.

رمع نع ملسم هاور{ ِهِّرَشَو

Hasil Penelitian Yang Relevan

  • Gambaran Umum tentang Latar Penelitian
  • Temuan Hasil Penelitian
    • KEGIATAN REMAJA
    • KEGIATAN MASYARAKAT
    • Lingkungan Tetangga / Masyarakat sekitar
    • Lingkungan Keluarga / Orang tua
    • Lingkungan Teman
    • Profil keperibadian anak remaja
    • Kegiatan sehari-hari masyarakat Gang Sate RT.011/007 terutama remaja
    • Peran lingkungan dalam menanamkan nilai moral agama pada remaja
    • Faktor penghambat dalam menanamkan nilai moral agama pada remaja

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peran lingkungan dalam menanamkan nilai moral agama pada remaja di Jalan Gang Sate RT.011/007 Kelurahan Kalibaru Kecamatan Cilincing Jakarta Utara. Apa saja kendala dalam penanaman nilai moral agama pada remaja di Jalan Gang Sate RT.011/007 Kelurahan Kalibaru Kecamatan Cilincing. Jalan Gang Sate RT.011/007 tidak terlalu besar, 2 sepeda motor yang berlawanan arah tidak bisa lewat.

Pewawancara: Bagaimana pendapat Anda tentang lingkungan di sini ketika Anda tinggal di Gang Sate RT.011/007? Sarana dan prasarana yang tersedia di Gang Sate RT.011/007 dapat dilihat pada tabel di bawah ini dan sebagai berikut. Berdasarkan hasil observasi terhadap kegiatan keagamaan yang ditunjukkan remaja Gang Sate RT.011/007, kriterianya adalah sebagai berikut: a) Sholat berjamaah.

Remaja di kawasan Gang Sate RT.011/007 memiliki kegiatan religi atau keagamaan seperti musala remaja. Sedangkan para remaja yang biasa nongkrong di jalan hingga tengah malam di Gang Sate RT.011/007, tidak ada satupun yang tertarik untuk ikut musala remaja. Berdasarkan hasil observasi, kegiatan positif remaja di Gang Sate RT.011/007 memiliki kriteria sebagai berikut.

Berdasarkan hasil observasi, kegiatan religi yang ditampilkan remaja di Gang Sate RT.011/007 memiliki kriteria sebagai berikut: a) Membantu mengatur lalu lintas di gang sempit Sate. Berdasarkan hasil observasi, kegiatan positif yang ditunjukkan anggota komunitas Gang Sate RT.011/007 memiliki kriteria sebagai berikut. Hasil dokumentasi menunjukkan perilaku anak yang bercanda saat sholat sebagai berikut:

Ia selalu didukung berbagai pihak dalam membangun kegiatan positif di kawasan Gang Sate RT.011/007. Menurut masyarakat, remaja dari Gang Sate Rt.011/007 terkadang masih bermasalah, seperti mengganggu warga lain, mencuri, dll. Itupun dilakukan oleh salah satu orang tua di Gang Sate RT.011/007 untuk mendidik anak remajanya jika melakukan kesalahan. D.

Berdasarkan hasil observasi, hambatan asal usul keluarga yang dilaporkan anggota komunitas Gang Sate RT.011/007 meliputi kriteria sebagai berikut. Dan tempat yang selalu terlihat jorok adalah tempat nongkrong para remaja di Gang Sate RT.011/007. Hal itu dilakukan beberapa orang tua di Gang Sate RT.011/007 untuk menanamkan keimanan kepada anaknya.

Begitu juga dengan para remaja di Gang Sate RT.011/007, mereka berinteraksi sosial dengan teman bermain dan teman sekolahnya.

Gambar di atas ujung Gang Sate dilihat dari dua arah, yaitu utara ,  Jln.  Tanah  Merdeka  dan  selatan,  Jln  Raya  Cilincing
Gambar di atas ujung Gang Sate dilihat dari dua arah, yaitu utara , Jln. Tanah Merdeka dan selatan, Jln Raya Cilincing

KESIMPULAN DAN SARAN

Kesimpulan

Rekomendasi

Para orang tua yang merupakan sekolah pertama bagi anaknya hendaknya tetap menerapkan nilai-nilai agama kepada anaknya meskipun sudah menginjak usia remaja. Karena di masa muda mereka mencari jati diri dan orang tua harus selalu membimbing mereka untuk tidak melekat pada hal-hal buruk. Selain itu, orang tua remaja bernama Oca yang saat ini terlantar diminta untuk memperhatikan remaja tersebut dengan cara mendekatinya karena masih rindu merasakan kasih sayang orang tuanya.

Begitu juga dengan adik-adiknya, harap waspadai Oca karena dia adalah gadis remaja yang berbahaya jika dibiarkan sendiri. Selain itu, bagi orang tua yang suka marah-marah kepada anaknya, sebaiknya tidak menggunakan kata-kata kasar dan berbicara dengan lantang, karena selain tidak enak didengar tetangga juga dapat merusak mental anak nantinya.

DAFTAR PUSTAKA

Sofyan, Ahmadi, 2007. Mendidik Anak di Bulan Ramadhan, Kiat Mengenalkan Pendidikan Agama Islam dan Akhlak Pada Anak.

Gambar

Gambar di atas ujung Gang Sate dilihat dari dua arah, yaitu utara ,  Jln.  Tanah  Merdeka  dan  selatan,  Jln  Raya  Cilincing
Gambar  Foto  4  menunjukan  lorong  yang  dijadikan  tempat  nongkrong remaja juga sebagai tempat sempat menjadi keresahan warga
Foto 6  Foto 7
Foto 10  Foto 9
+4

Referensi

Dokumen terkait

The results of this study indicate that there is a relationship between the level of knowledge and the utilization of the elderly posyandu in the working area of the