PENDAHULUAN
Pertanyaan Penelitian
Tujuan dan Manfaat Penelitian
Berdasarkan latar belakang masalah diatas, agar pembahasan dalam penelitian ini lebih terarah dan sistematis, maka peneliti merumuskan pokok permasalahan. Secara teoritis, penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi pengetahuan tentang aturan hukum pengelolaan dana pensiun syariah di Indonesia. Dalam pelaksanaannya, penelitian ini sangat bermanfaat bagi masyarakat pada umumnya sebagai pengetahuan, khususnya tentang aturan hukum pengelolaan dana pensiun syariah di Indonesia.
Penelitian Relevan
13 Muhammad Fadel, Pendekatan Analisis SWOT Terhadap Produk Dana Pensiun Lembaga Keuangan Syariah, Fakultas: Syariah dan Hukum, Syarif Hidayatullah Jakarta, pdf, (2015). Sedangkan penelitian yang akan peneliti kaji lebih menitikberatkan pada kajian aturan hukum pengelolaan dana pensiun syariah di Indonesia. Penelitian ketiga adalah penelitian Dwi Riski Meicaecaria (NIM B4B005109) dengan judul “Implementasi Perjanjian Dana Pensiun Lembaga Keuangan PT.
11 Tahun 1992 tentang Dana Pensiun.15 Sedangkan penelitian yang akan diteliti oleh peneliti lebih menitikberatkan pada kajian aturan hukum pengelolaan dana pensiun syariah di Indonesia. Berdasarkan hasil pencarian judul penelitian, belum ada penelitian yang mengangkat judul dengan fokus penelitian pada kajian kaidah hukum pengelolaan dana pensiun syariah di Indonesia.
Metode Penelitian
- Jenis dan Sifat Penelitian
- Sumber Data
- Teknik Pengumpulan Data
- Teknis Analisis Data
Bahan hukum primer, yaitu bahan hukum yang mengikat20, merupakan bahan utama yang diperlukan untuk mengkaji masalah yang sedang dibahas. Bahan hukum sekunder yang memberikan interpretasi terhadap bahan hukum primer.21 Bahan hukum primer yang dimaksud di sini adalah data sekunder yang dihasilkan dari rancangan para ahli hukum seperti ulama dan ulama lain yang membahas permasalahan dalam penelitian ini. Bahan hukum tersier Sumber tambahan antara lain kamus, ensiklopedia dan internet.22 Oleh karena itu, peneliti menggunakan buku ensiklopedis, majalah, artikel, dll.
Menurut Suharsimi Arikunto, dokumentasi berarti menemukan data tentang masalah atau variabel dalam bentuk catatan atau transkrip, buku, surat kabar, majalah, prasasti, risalah rapat, agenda, dll. Dana Pensiun Syariah di Indonesia. Topik penelitian yang diperoleh adalah tentang Peraturan Perundang-undangan Pengelolaan Dana Pensiun Syari'ah di Indonesia dan menjelaskan Peraturan Perundang-undangan Pengelolaan Dana Pensiun Syari'ah di Indonesia yang dijadikan subjek dalam menganalisis data agar data dapat diperoleh. dalam penelitian lebih akurat, dan terdapat kitab-kitab fikih dan fatwa kontemporer untuk mendukung analisis data.
LANDASAN TEORI
- Pengertian Dana Pensiun Syari’ah
- Tujuan Dana Pensiun
- Macam-macam dan Manfaat Dana Pensiun Syari’ah
- Dasar Hukum Dana Pensiun Syari’ah
- Pengelolaan Dana Pensiun Syari’ah
- Pengelolaan Dana Pensiun Syari’ah
- Investasi Dana Pensiun Syaria’ah
- Investasi Dana Pensiun Konvensional
- Kebijakan dan Kendala Pengembangan
Keberadaan undang-undang tentang dana pensiun merupakan bentuk kepedulian masyarakat terhadap kesejahteraan rakyatnya. Jadi kegiatan perusahaan dana pensiun mengumpulkan dana dari iuran yang dipotong dari penghasilan karyawan suatu perusahaan. Ada 2 (dua) jenis dana pensiun yaitu dana pensiun pemberi kerja dan dana pensiun bank.
Dalam hal dana pensiun lembaga keuangan, kepesertaannya terbuka untuk perorangan, baik yang bekerja maupun wiraswasta. Sedangkan ketentuan dana pensiun syariah umumnya merupakan hasil kajian dan mudzakarah yang dilakukan antara DSN-MUI dengan IKNB OJK (Otoritas Jasa Keuangan Industri Keuangan Non Bank) dan. Dengan demikian dapat dikatakan dana pensiun adalah untuk mencapai kemajuan hidup dan tujuan hidup.
Pedoman pengelolaan dana pensiun diharapkan dapat disusun dengan mengacu pada prinsip-prinsip seperti transparansi dan akuntabilitas. Bagi dana pensiun yang beroperasi secara syariah, kebijakan investasinya harus sesuai dengan prinsip syariah. Selain memenuhi prinsip syariah, kebijakan investasi dana pensiun syariah sekurang-kurangnya mencakup komponen-komponen sebagai berikut:
Investasi pada dana pensiun konvensional lebih luas dan beragam dibandingkan dengan investasi pada dana pensiun syariah. Dengan berkembangnya lembaga dan bisnis syari'ah, maka sumber daya manusia yang bekerja di lembaga tersebut dengan sendirinya akan menjadi pasar khusus yang jelas bagi dana pensiun syari'ah. Kebijakan ini cukup untuk mendorong pertumbuhan dari sisi penawaran dan permintaan yang berimbang serta memperkuat permodalan, manajemen dan sumber daya manusia (SDM) Dana Pensiun Syari'ah.
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
Sejarah Dana Pensiun Syari’ah
Padahal, di Indonesia pada tahun 1995 hanya ada satu dana pensiun yang menerapkan prinsip syariah, yaitu dana pensiun syariah yang diterbitkan oleh PT Prinsipal Indonesia. Sedangkan pada tahun 1997 sudah ada perusahaan pengelola dana pensiun syariah antara lain Bank Muamalat Indonesia (BMI), Manulife (Principal Indonesia) dan Alianz. 69 Bank Muamalat Indonesia Tbk. Sejak beroperasi pada tahun 1992, Bank Muamalat telah menunjukkan kinerja yang terus meningkat, baik dari segi peningkatan aset maupun perluasan jaringan.
Bank Muamalat Indonesia merupakan bank yang beroperasi berdasarkan prinsip syariah Islam yaitu tidak menggunakan instrumen bunga, melainkan sistem bagi hasil. Bank Muamalat Indonesia menghindari alat bunga karena masih banyak umat Islam yang meyakini tata cara penggunaannya dikhawatirkan mengandung unsur riba. Melalui dukungan jaringan Bank Muamalat terbesar di Indonesia, DPLK siap memberikan layanan di setiap gerai BMI untuk pendaftaran, penyetoran, dan pembayaran manfaat pensiun di masa mendatang.
Dari sejarah dana pensiun syariah di atas, besar kemungkinan dana pensiun syariah dapat berkembang luas di Indonesia. 70 Ahmad Rahadian, Analisis Akad Dana Pensiun Lembaga Keuangan Syariah Ditinjau dari Fatwa Dewan Syariah Nasional NO. Undang-Undang yang Mengatur Dana Pensiun Syariah Secara umum, peraturan Dana Pensiun Syariah masih sama.
Undang-undang yang Mengatur
Bab ini menjelaskan 3 pasal yang berkaitan dengan jenis dan undang-undang dana pensiun, yaitu: Jenis dana pensiun, status dana pensiun dan kewajiban mendapatkan persetujuan menteri sebelum menyelenggarakan dan menyelenggarakan skema dana pensiun. Bab ini memiliki 6 bagian, yaitu: pendirian dan tata cara pengesahan, pengelolaan dana pensiun, iuran dana pensiun, hak peserta, kekayaan dana pensiun dan pengelolaannya, pembubaran dan likuidasi dana pensiun. Ada 9 pasal dalam bab ini, yaitu: Lembaga yang dapat membentuk DPLK, ketentuan yang harus dimuat dalam peraturan dana pensiun, kepesertaan dalam dana pensiun, pendiri dana pensiun lembaga keuangan, kekayaan lembaga keuangan.
Aturan mengenai dana pensiun syariah diatur dalam Fatwa DSN-MUI No. 88/DSN-MUI/XI/2013 tentang Petunjuk Umum. Definisi tersebut adalah pengertian Dana Pensiun, Dana Pensiun Syariah, Dana Pensiun Pemberi Kerja (DPPK), Dana Pensiun Lembaga Keuangan (DPLK), Program Pensiun, Program Pensiun Iuran Pasti (PPIP), PPIN Iuran, PPIP-Tanpa Iuran, Iuran Pasti Skema Pensiun (SSP), Skema Pensiun Syariah, Iuran, Manfaat Pensiun, Peraturan Dana Pensiun, Hak Wakaf, Penutupan, Peserta Penerima Manfaat Pensiun, Akad Hibah, Akad Hibah Bi Syarth, Akad Hibah Muqoyyadah, Akad Wakalah, Akad Wakalah Bil Ujrah dan Mudhorobah Perjanjian. 76. Keputusan fatwa ini menjelaskan 4 hal terkait ketentuan PPIP bagi DPLK yaitu: ketentuan para pihak dan akad PPIP tentang.
Selanjutnya terdapat isi penjelasan sengketa yaitu “Apabila terjadi perselisihan antara para pihak dalam penyelenggaraan pensiun berdasarkan prinsip syariah melalui musyawarah, mediasi, arbitrase atau pengadilan sesuai dengan hukum yang berlaku.” Sedangkan isi penjelasan tentang penetapan dikeluarkannya fatwa tersebut adalah: fatwa ini. Fatwa DSN-MUI No.88/DSN-MUI/XI/2013 Tentang Pedoman Umum Penyelenggaraan Program Pensiun Berdasarkan Prinsip Syariah, Kemudian Diperkuat dengan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 33/POJK.05/2016 Tentang Penyelenggaraan Program Pensiun berdasarkan Prinsip Syariah yang mengatur 12 (dua belas) ketentuan. Pengertian tersebut adalah pengertian dana pensiun, dana pensiun syariah, prinsip syariah, dana pensiun pemberi kerja (DPPK), dana pensiun lembaga keuangan (DPLK), program pensiun, program pensiun berdasarkan prinsip syariah, unit syariah. ah, Pengelola Unit Syariah, Pendiri, Dewan Pengawas Syariah (DPS), Dewan Syari'ah Nasional Majelis Ulama Indonesia, Peraturan Dana Pensiun (PDP), Akad, Akad Hibah, Akad Hibah Bi Syarth, Akad Hibah Muqoyyadah, Akad Wakalah, Akad Wakalah bil Ujrah, Akad.
Pembubaran Dana Pensiun Syari'ah, Penutupan Unit Syari'ah Dana Pensiun Pemberi Kerja (DPPK) dan Penutupan penjualan Paket Investasi Syariah Dana Pensiun Lembaga Keuangan (DPLK). 11 tahun 1992 merupakan sumber hukum untuk membuat peraturan tentang dana pensiun syariah yang tertuang dalam DSN MUI No. 88/DSN-MUI/XI/2013 tentang Pedoman Umum Penyelenggaraan Program Pensiun Berdasarkan Prinsip Syariah. Revisi Aturan Hukum Pengelolaan Dana Pensiun Syariah Dana pensiun merupakan salah satu alternatif pemberian.
Telaah Terhadap Aturan Hukum
88/DSN-MUI/XI/2013 digunakan untuk Dana Pensiun Lembaga Keuangan (DPLK) pada bank syariah. Akad yang digunakan dalam pengelolaan dana pensiun syariah adalah sesuai dengan kesepakatan antara pemberi kerja (Wahib) dan pekerja (Mauhub lah). 84 Fatwa Dewan Syariah Nasional Nomor 88/DSN-MUI/XI/2013, Pedoman Umum Penyelenggaraan Program Pensiun Berdasarkan Prinsip Syariah, hal.
Selain memenuhi prinsip syariah, kebijakan investasi dana pensiun syariah juga mencakup setidaknya satu komponen. 88/DSN-MUI/XI/2013 pada bagian 2 poin 3 tentang Pengelolaan Aset Dana Pensiun Syariah tersebut di atas. Kendala regulasi, instrumen investasi yang terbatas, model tata kelola dana pensiun syariah yang tidak jelas, kurangnya sosialisasi dan edukasi tentang pentingnya dana pensiun syariah.
Pertumbuhan lembaga keuangan syariah di Indonesia juga perlahan namun pasti mendorong berkembangnya dana pensiun yang beroperasi sesuai prinsip syariah. Padahal dana pensiun syariah memiliki potensi besar untuk dikembangkan, mengingat sebagian besar masyarakat di Indonesia beragama Islam. Akan sangat bermanfaat bagi masyarakat apabila dana pensiun syariah ini dapat berkembang pesat di Indonesia.
Pemerintah perlu mengadopsi peraturan hukum khusus yang akan mengatur dana pensiun syariah, terutama mengenai pengelolaan atau jenis investasi syariah. Ahmad Rahadian, Analisis Akad Dana Pensiun Lembaga Keuangan Syariah Ditinjau dari Fatwa Dewan Syariah Nasional NO. Fatwa Dewan Syariah Nasional No. 88/DSN-MUI/XI/2013, Pedoman Umum Pelaksanaan Program Pensiun Berbasis Syariah.
PENUTUP
Saran
Pengelolaan dana pensiun syariah lebih ditingkatkan lagi dalam sosialisasi dana pensiun syariah agar masyarakat mengetahui manfaat ikut serta dalam dana pensiun syariah. Muhammad Fadel, Pendekatan Analisis SWOT Terhadap Produk Dana Pensiun Lembaga Keuangan Syariah, Fakultas: Syariah dan Hukum, Syarif Hidayatullah Jakarta, pdf, 2015. Nurul Huda dan Mohamad Heykal, Tinjauan Teoritis dan Praktis Lembaga Keuangan Syariah, Jakarta: Kencana Prenada Grup Media, 2010 .
Tri Puji Lestari, Overensstemmelsesanalyse af implementeringen af islamiske pensionsfonde mod DSN MUI Fatwa nummer 88/DSN-MUI/2013, Fakultet: Sharia og Jura, Syarif Hidayatullah Jakarta pdf, 2015. Center for Study of Islamic Law and Civil Society ( PPHIMM), Compilation of Economic Law Syari'ah, Jakarta: Kencana Prenada Media Group, 2009.