Dapat diajukan ke Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam Jurusan Ekonomi Syariah Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar sarjana Ekonomi Islam. Tidak ada kata-kata yang mampu mengungkapkan rasa syukur atas limpahan rahmat Allah SWT, hanya melalui kekuasaan-Nya. Dua orang yang selalu mempersembahkan namaku di setiap doaku yaitu kedua orang tuaku, Romo Darwis dan Ibu Siti Husna, terima kasih atas pemberiannya.
Transliterasi kata Arab yang digunakan dalam skripsi ini berpedoman pada keputusan bersama Menteri Agama dan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor: 158/1987 dan 0543b/U/1987. Semua ta' mabuttah ditulis dengan huruf h, baik di satu kata maupun di tengah gabungan kata (kata yang diikuti kata ganti “al”). Ketentuan ini tidak diperlukan bagi kata-kata Arab yang telah diserap ke dalam bahasa Indonesia, seperti doa, zakat, dan sebagainya, kecuali jika diinginkan kata aslinya.
Vokal Rangkap 1
Vokal Pendek Berurutan dalam Satu Kata yang Dipisahkan dengan Apostrof
Kata sandang Alif + Lam
Penulis senantiasa memanjatkan puji syukur ke hadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat, hidayah, dan hidayahnya kepada saya sehingga saya dapat menyelesaikan penyusunan skripsi ini yang berjudul “ANALISIS DETERMINAN EKSPOR NIKEL INDONESIA MENGGUNAKAN PENDEKATAN ERROR CORRECTION MODEL”. Bapak Achmad Nurdany, S.E.I., S.E., M.E.K, selaku pembimbing skripsi yang telah meluangkan waktunya untuk membimbing dan membimbing penulis dari awal hingga akhir penyusunan skripsi ini. Ibu Riswanti Budi Sekaringsih, M.Sc selaku dosen pembimbing akademik yang dengan sabar membimbing penulis dari awal perkuliahan hingga saat ini.
Seluruh dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta yang telah banyak memberikan ilmu dan pengalaman kepada penulis selama masa perkuliahan. Teman-teman bersenjata yang sudah mendampingi Dewi, Mita, Lysa dan Rohalina sejak awal semester, terima kasih sudah menjadi alarm dalam setiap kesalahan. Segenap anggota asrama Cut Nyak Dhien yang mendampingi dan memberikan pengalaman berharga, terima kasih telah menjadi tempat pulang paling nyaman di Jogja.
Teman-temanku di perantauan Fina, Gebi, Nadia dan Aida, terima kasih sudah mendampingi kami dalam proses bersama di luar negeri dari awal perkuliahan hingga saat ini. Kawan-kawan Ekonomi Syariah 2016 khususnya ES A yang berbagi pengalaman, hikmah dan kenangan dari awal perkuliahan hingga saat ini. Semua pihak yang telah membantu penulis dalam penelitian dan penyusunan skripsi akhir ini, yang tidak dapat penulis sebutkan secara spesifik.
Segala kebaikan dan bantuan yang telah diberikan, semoga mendapat balasan yang terbaik dari Allah SWT.
Latar Belakang
Penjualan mineral dan batu bara atau yang biasa disebut pertambangan merupakan penyumbang penerimaan negara yang besar. Sebagaimana dijelaskan pada tabel di atas, pendapatan pertambangan pada tahun 2015 adalah sebesar 11,95 triliun atau mewakili 39%. Dari tabel di atas dapat disimpulkan bahwa penjualan pertambangan, mineral, dan batubara hampir mencapai 50% penerimaan negara, sehingga dapat dikatakan mineral dan batubara mempunyai peranan penting dalam penerimaan kas negara. Nikel merupakan mineral yang memiliki unsur kimia logam; dalam tabel periodik, nikel memiliki lambang Ni dan nomor atom 28.
Sifat nikel adalah tahan terhadap karat dan kuat, namun dapat dibentuk, karena sifat fisik dan mekaniknya tahan terhadap karat, nikel tetap stabil walaupun terkena suhu ekstrim (PT. Vale Indonesia, 2020). Nikel merupakan salah satu logam yang sangat bermanfaat dan mempunyai banyak manfaat, sehingga nikel menjadi komponen penting dalam berbagai benda, mulai dari uang logam. Saat ini kita hampir tidak bisa dipisahkan dari nikel, kita seolah hidup berdampingan dengan nikel, baterai smartphone lithium yang kita gunakan saat ini terbuat dari nikel, tidak dapat dipungkiri bahwa nikel memberikan kontribusi yang besar bagi kehidupan kita saat ini dan di masa yang akan datang.
Proses terbentuknya nikel diawali dengan ditemukannya endapan nikel, proses penemuan terdiri dari penyelidikan, prospeksi atau penemuan, apabila ditemukan adanya endapan nikel maka proses penyelidikan dilanjutkan ke tahap eksplorasi, eksplorasi adalah kegiatan yang dilakukan. setelah ditemukannya endapan nikel, tujuan eksplorasi adalah mengetahui keberadaan endapan material nikel yang meliputi bentuk, ketebalan, luas endapan, kualitas endapan nikel, ukuran dan juga sifat-sifat lainnya, setelah selesainya eksplorasi. tahap eksplorasi, tahap selanjutnya adalah perencanaan penambangan, setelah penambangan selesai, tahap selanjutnya adalah proses pengolahan, mineral tersebut akan mengalami proses pengolahan dan pemurnian dari nikel mentah menjadi nikel olahan yaitu dalam bentuk nikel matte, ferro nikel dan nikel mentah. Setelah dilakukan pengolahan terhadap nikel yang semula bahan bakunya akan menjadi nikel yang terolah dan mempunyai nilai tambah dibandingkan nikel mentah, kemudian tahap terakhir adalah pemasaran, pada tahap ini nikel yang sudah diolah akan diperjualbelikan dengan harga dalam dan luar negeri, namun pemasaran bukanlah tahap terakhir, perusahaan pertambangan harus melakukan pengolahan terlebih dahulu. Indonesia mengawali sejarah penambangan nikel pada tahun 1901 oleh seorang berkewarganegaraan Belanda bernama Kruyt yang mengamati bijih besi di pegunungan sulawesi khususnya gunung Verbeek, pengamatan ini dilanjutkan pada tahun 1909 oleh EC Abendanon, EC Abendanon juga merupakan warga negara belanda sekaligus ahli geologi bijih nikel ditemukan di Kecamatan Pomalaa, Kabupaten Kolaka, Provinsi Sulawesi Tenggara.
Setelah ditemukannya bijih nikel, kegiatan eksplorasi dilanjutkan pada tahun 1934 oleh East Borneo Company (OBM) dan temannya Bone Tole Company, setelah itu pada tahun 1937 seorang ahli geologi menyelidiki keberadaan nikel-lateral di Dataran Elf Soroako. Pengiriman nikel pertama kali terjadi pada tahun 1938 berupa 150.000 ton bijih nikel oleh OBM ke Jepang menggunakan kapal (APNI, 2020). PT.INCO mengoperasikan 3 perusahaan di Pulau Sulawesi, ketiga perusahaan tersebut berlokasi di Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah dan Sulawesi Tenggara.
Namun saat ini PT INCO telah diakuisisi dan dikelola oleh perusahaan pertambangan nikel asal Brazil yang kemudian berganti nama menjadi PT Vale Indonesia (APNI, 2020). Berdasarkan data Asosiasi Penambang Nikel Indonesia (APNI), nikel Indonesia tersebar di 7 provinsi yaitu Sulawesi Tenggara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, Maluku, Maluku Utara, Papua Barat, dan Papua. Melimpahnya sumber daya nikel di tujuh provinsi tersebut tidak menutup kemungkinan para pengusaha pertambangan akan menjadikan ketujuh provinsi tersebut sebagai rujukan usahanya. Saat ini banyak perusahaan pertambangan nikel yang aktif, termasuk 151 perusahaan di Sultra dengan wilayah pertambangan seluas.
Produsen Nikel Terbesar Dunia
Rumusan Masalah
Tujuan Penelitian
Manfaat Penelitian
Kami berharap tulisan ini dapat memberikan wawasan dan referensi bagi para peneliti selanjutnya yang ingin melakukan penelitian lebih lanjut, sehingga penelitian selanjutnya akan lebih lengkap dengan penelitian ini. Penelitian ini dapat menambah wawasan baru bagi masyarakat yang masih belum memahami sistematika ekspor nikel, sehingga masyarakat dapat memahami roda perekonomian Indonesia yang meliputi kegiatan ekspor nikel.
Sistematika Pembahasan
Pada akhir bab ini terdapat kerangka pemikiran dan pengembangan hipotesis yang menjadi dasar topik penelitian. Bab ini juga menjelaskan tentang subjek penelitian yaitu sumber data, jenis penelitian dan juga alat yang akan digunakan untuk analisis.
Kesimpulan
Variabel nilai tukar (exchange rate) mempunyai pengaruh positif dan signifikan dalam jangka panjang terhadap variabel volume ekspor nikel, hal ini sejalan dengan pendapat Soekartawi yang berpendapat bahwa salah satu aspek yang dapat mempengaruhi ekspor adalah nilai tukar, padahal jika nilai tukar naik, maka ekspor akan lebih efisien karena pendapatan pemerintah meningkat dibandingkan sebelumnya. Dalam jangka panjang, variabel inflasi tidak mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap volume ekspor nikel, karena inflasi di Indonesia masih dapat dikategorikan sebagai inflasi ringan yang tidak menimbulkan penyimpangan harga relatif yang berlebihan. Dalam jangka pendek, hanya variabel inflasi yang mempunyai pengaruh positif dan signifikan terhadap volume ekspor nikel Indonesia, hal ini sejalan dengan pendapat Sukirn yaitu jika inflasi suatu daerah meningkat maka investasi akan menurun yang juga dapat menyebabkan ekspor menjadi menurun. menurun dan impor meningkat.
Keterbatasan
Saran
Pengaruh jumlah produksi, tenaga kerja dan nilai tukar mata uang asing terhadap ekspor perhiasan perak di Kabupaten Gianyar.