• Tidak ada hasil yang ditemukan

fiks skripsiku (AutoRecovered)

N/A
N/A
aku kesel

Academic year: 2025

Membagikan "fiks skripsiku (AutoRecovered)"

Copied!
35
0
0

Teks penuh

(1)

NILAI-NILAI PENDIDIKAN ISLAM DALAM KESENIAN HADRAH DI MTs NURUL UMMAH YOGYAKARTA

Proposal Skripsi

Diajukan untuk memenuhi sebagian Syarat-syarat penyusunan

Skripsi pada Program Studi Pendidikan Agama Islam Fakultas Agama Islam Universitas Cokroaminoto Yogyakarta

Oleh:

Muhammad Ilyas NIM: 21101022

PROGAM STUDI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM FAKULTAS AGAMA ISLAM

UNIVERSITAS COKROAMINOTO YOGYAKARTA

2025

(2)

BAB 1

PENDAHULUAN

A. Penegasan judul

Judul dari suatu karya ilmiah merupakan materi inti dari suatu masalah yang akan dikaji secara sistematis. Penegasan judul ini dimaksudkan untuk memperjelas dan membatasi pengertian istilah-istilah pada judul skripsi sehingga tidak terjadi kesalah pahaman. Dalam hal ini penulis menetapkan judul yaitu:

Nilai-Nilai Pendidikan Islam dalam Kesenian Hadrah Siswa di MTs Nurul Ummah Yogyakarta.

1. Nilai-Nilai

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, nilai berarti “harga (taksiran, perbandingan), harga, derajat (pandangan), angka, mutu”.1 Nilai adalah sesuatu yang berlaku, sesuatu yang memikat atau menghimbau kita.

Secara spesifik nilai (value) berarti harga, makna, isi dan pesan, semangat, atau jiwa yang tersurat atau tersirat dalam fakta, konsep dan teori, sehingga bermakna secara fungsional. Di sini, nilai difungsikan untuk mengarahkan, mengendalikan, dan menentukan kelakuan seseorang, karena nilai dijadikan standar perilaku.2

1 J.S Badudu, Sutan Muhammad Zain, Kamus Umum Bahasa Indonesia, (Jakarta : Pustaka Sinar Harapan, 1994), hal. 944.

2 Subur, Pembelajaran Nilai Moral Berbasis Kisah, (Yogyakarta: Kalimedia, 2015), 51.

(3)

Nilai merupakan kepercayaan seseorang mengenai kebenaran, keindahan, dan makna dari tiap pemikiran, benda, atau perilaku. Nilai memberikan arahan dan arti bagi hidup serta memandu proses pengambilan keputusan. Nilai juga menentukan perilaku dengan memandu respons terhadap pengalaman dan pilihan dalam hidup.3

2. Pendidikan islam

Pendidikan adalah suatu proses pembelajaran dan pengembangan diri yang bertujuan untuk menghasilkan perubahan perilaku, pengetahuan, keterampilan, dan sikap pada individu. Proses pendidikan melibatkan transfer informasi, nilai-nilai, dan norma-norma kebudayaan dari satu generasi ke generasi berikutnya. Pendekatan pendidikan dapat melibatkan berbagai metode, termasuk pengajaran langsung, diskusi, eksperimen, dan pengalaman praktis.4

Beberapa pengertian yang dikemukakan para pakar Pendidikan Agama Islam, Pendidikan Agama Islam merupakan upaya sadar dan terencana dalam menyiapkan peserta didik untuk mengenal, memehami, menghayati, mengimani, bertakwa berakhlak mulia, mengamalkan ajaran agama Islam dari sumber utamanya kitab suci Alquran dan Hadis, melalui kegiatan bimbingan, pengajaran latihan, serta penggunaan pengalaman.5

3 Lisa Kennedy Sheldon, Communication For Nurses: Talking with Patients: Second Edition, (Jakarta:

PENERBIT ERLANGGA, 2009), 31.

4 Ruang Guru, ‘Pengertian Pendidikan Menurut Ahli’, 2020 [accessed 23 November 2023].

5 Ramayulis, Metodologi Pendidikan Agama Islam, (Jakarta: Kalam Mulia, 2010), cet. VI, h. 21

(4)

Menurut Muhaimin (2003), Pendidikan Agama Islam adalah bagian dari pendidikan Islam yang bertujuan menanamkan ajaran dan nilai-nilai Islam agar menjadi pandangan dan sikap hidup seseorang.6 Pendidikan ini dilakukan melalui berbagai upaya, baik secara formal maupun nonformal, untuk membimbing peserta didik dalam memahami, menghayati, dan mengamalkan ajaran Islam dalam kehidupan sehari-hari.

Pendidikan Agama Islam dapat terwujud dalam dua bentuk utama.

Pertama, melalui berbagai kegiatan yang membantu peserta didik menumbuhkan dan mengembangkan nilai-nilai Islam sehingga menjadi pedoman dalam bersikap dan bertindak. Kedua, melalui interaksi dan perjumpaan antara individu yang memberikan dampak positif, di mana nilai- nilai Islam tertanam dan berkembang dalam diri salah satu atau beberapa pihak. Dengan demikian, Pendidikan Agama Islam tidak hanya berfokus pada pemahaman teori, tetapi juga pada pembentukan karakter, sikap, dan keterampilan hidup yang selaras dengan ajaran Islam.7

3. Kesenian

Ada beberapa pengertian kesenian menurut para ahli. Pengertian Kesenian adalah bagian dari budaya dan merupakan sarana yang digunakan untuk mengekspresikan rasa keindahan dari dalam jiwa manusia. Selain

6 Muhaimin, Pengembangan Kurikulum Pendidikan Agama Islam di Sekolah, Madrasah, dan Perguruan Tinggi, (Jakarta: PT Rajagrafindo Persada, 2010), cet. IV, h. 6

7 Muhaimin, Nuansa Baru Pendidikan Islam: Mengurai Benang Kusut Dunia  Pendidikan, (Jakarta:

PT Rajagrafindo Persada, 2006), h.5-6.

(5)

mengekspresikan rasa keindahan dari dalam jiwa manusia, kesenian juga mempunyai fungsi lain. Misalnya, mitos berfungsi menentukan norma untuk perilaku yang teratur serta meneruskan adat dan nilai-nilai kebudayaan.

Menurut Koentjaraningrat Kesenian adalah suatu kompleks dari ide- ide, gagasan, nilai-nilai, norma-norma, dan peraturan dimana kompleks aktivitas dan tindakan berpola dari manusia dalam masyarakat dan biasanya berwujud benda-benda hasil manusia. Sedangkan menurut William A.

Haviland Kesenian adalah keseluruhan sistem yang melibatkan proses penggunaan imajinasi manusia secara kreatif di dalam sebuah kelompok masyarakat dengan kebudayaan tertentu.8

4. Hadrah

Hadrah (bahasa Arab:ةرضح) adalah ritual kolektif yang dilakukan dalam suatu tarekat atau kelompok Sufi. Hal ini umumnya dilakukan pada malam hari, setelah shalat malam, dan ada juga yang menyelenggarakannya pada hari-hari besar Islam. Hadrah dapat diadakan di rumah, di masjid, di zawiyah-zawiyah sufi, atau di tempat lainnya. Istilah ini dalam Bahasa Arab secara harafiah berarti "kehadiran".9

Hadroh adalah bentuk kesenian yang menggabungkan elemen musik tradisional Arab dengan nuansa budaya lokal, khususnya di Indonesia. Alat musik utama dalam hadroh adalah rebana, yang sering diiringi dengan alat

8 https://www.e-jurnal.com/2013/11/pengertian-kesenian-menurut-ahli.html

9 https://id.wikipedia.org/wiki/Hadrah

(6)

musik perkusi lainnya. Pertunjukan hadroh biasanya disertai dengan vokal yang mengandung lirik pujian kepada Allah dan Nabi Muhammad.

Dari segi fungsi sosial, musik hadroh berperan sebagai sarana dakwah yang efektif. Melalui lirik yang bermakna, hadroh dapat menyampaikan pesan moral dan spiritual kepada masyarakat dan menjadi sarana hiburan yang menyatukan berbagai kalangan, menciptakan ikatan sosial yang kuat. Dengan demikian, hadroh tidak hanya sekadar pertunjukan musik, tetapi juga menjadi wadah untuk memperkuat komunitas.10

5. Mts Nurul Ummah Yogyakarta

Madrasah Tsanawiyah Nurul Ummah merupakan salah satu lembaga pendidikan formal yang berada di bawah naungan Pondok Pesantren Nurul Ummah Kotagede dan Yayasan Pendidikan Bina Putra Yogyakarta yang berdiri pada tanggal 1 Juli 2005. Pondok Pesantren Nurul Ummah (PPNU) Kotagede sendiri sebagai induk MTs NU didirikan pada tanggal 09 Februari 1986 oleh KH. Ahmad Marzuqi.11dengan pengasuh pertamanya adalah KH.

Asyhari Marzuqi. Kini pesantren tersebut diasuh oleh KH. Aahmad Zabidi Marzuqi.

Pendirian pesantren ini, pada hakikatnya dilandasi oleh rasa tanggung jawab pribadi beliau selaku hamba Allah untuk menyeru kepada kebajikan, dan mencegah kemungkaran, dan rasa tanggung jawab sosial

10 Faradyan Erwanto 2024 “Musik Hadroh, Harmoni Tradisi dan Spiritualitas”

11 Subegjo P.W. dkk, Panduan PPNU (Pondok Pesantren Nurul Ummah), (Yogyakarta: Nurma Media Idea, 2005) hal. 1

(7)

sebagai anggota masyarakat untuk membina dan mendidik umat dalam mempelajari, memahami, dan mengamalkan ajaran-ajaran Islam dalam kehidupan sehari-hari.12

Pengasuh PPNU yang pertama adalah KH. Asyhari Marzuqi (alm) yakni putra KH. Ahmad Marzuqi (alm). Adapun untuk saat ini PPNU diasuh oleh KH. Aahmad Zabidi Marzuqi. Dan atas ide pengasuh pertama inilah muncul wacana pendirian lembaga formal di bawah naungan pesantren.

B. Latar belakang masalah

Kesenian tradisional sering kali dianggap kuno dan kalah menarik dibandingkan dengan budaya populer seperti musik modern atau hiburan digital.

Hal ini menyebabkan kesenian tradisional kehilangan audiensnya, terutama dari kalangan muda.13Minimnya Dukungan Finansial Keterbatasan dana untuk pengembangan dan pelestarian seni tradisional juga menjadi kendala utama bagi banyak kelompok seni. Hal ini menyebabkan mereka sulit untuk menggelar pertunjukan, membeli alat, atau melatih generasi baru.14

Hadrah merupakan kesenian Islam yang ditampilkan dengan iringan- iringan rebana (alat perkusi) sambil melantunkan syair-syair serta pujian terhadap akhlak mulia Nabi Muhammad SAW, terkadang disertai pula dengan

12 Ibid. Hal. 1

13 Wahyudi, A. (2019). "Dinamika Kesenian Tradisional di Tengah Arus Globalisasi." Jurnal Seni dan Perubahan Sosial, 12(4), 33-44.

14 Setiawan, M. (2021). Kesenian Tradisional dan Tantangan Pendanaannya di Indonesia. Bandung:

Pustaka Seni.

(8)

gerak tari.15Kesenian ini selain sebagai media untuk menyebarkan ajaran agama Islam juga sebagai sebuah hiburan. Tapi naifnya, para penikmat atau pemain banyak yang belum mengetahui nilai-nilai yang terkandung dalam kesenian ini, mereka hanya asik melantunkan sholawat dan memainkan peralatan tanpa tau nilai-nilai apa saja di dalamnya, sehingga mereka belum bisa mengaplikasikan nilai-nilai yang ada.

Permasalahan yang dihadapi dalam ekstrakurikuler kesenian hadrah di MTs Nurul Ummah Yogyakarta adalah kurangnya ketersediaan alat musik rebana. Hal ini disebabkan oleh jadwal latihan yang dilaksanakan secara bersamaan antara siswa putra dan siswa putri, yaitu pada hari Sabtu pukul 13.00 siang, sehingga jumlah alat yang tersedia tidak mencukupi untuk digunakan secara bersamaan. Selain itu, permasalahan lain yang muncul adalah kurangnya guru vokal yang bertugas untuk mengajar siswa kelas 7, sehingga pembelajaran vokal dalam kegiatan ekstrakurikuler ini belum dapat berjalan secara optimal.16

Kurangnya kesadaran masyarakat untuk menjaga budaya lokal sekarang ini masih terbilang minim. Makanya pembinaan tekhnis dan mutu produk budaya terutama kesenian, memperkenalkan, mempromosikan nilai-nilai budaya yang utuh dan alami, mengadakan dialog, seminar, simposium budaya, Menggelar event-event dan festival budaya, promosi budaya, misi budaya dan lain-lain.17

15 Bagus Nirwanto, Jurnal Seni Musik (Musik Hadrah Nurul Ikhwan Di Kabupaten Pemalang: Kajian Aransemen Dan Analisis Musik), (Semarang: 2015) hlm.30

16 Wawancara dengan Pak Bahroni guru kelas 7 dan selaku seksi kesiswaan

17 Jurnal Pendidikan and others, ‘KECAMATAN BANJARMASIN BARAT’, 5 (2015), pp. 679–86.

(9)

Seni hadrah semakin berkurang, namun hanya ada beberapa generasi muda saja yang berminat melanjutkannya, dikarenakan kurangnya perhatian dari pemerintah dalam melestarikan seni hadrah tersebut. Padahal sebagai salah satu asset, seni hadrah selain bernuansa melayu yang kental juga berfungsi sebagai seni yang menggunakan nada dan lagam (gaya permainan yang khas) di setiap lirik lagunya. Para penikmat atau pemain banyak yang belum mengetahui nilainilai yang terkandung dalam kesenian ini, mereka hanya asik melantunkan sholawat dan memainkan peralatan tanpa tau nilai-nilai apa saja didalamnya, sehingga mereka belum bisa mengaplikasikan nilai-nilai yang ada.

Saat ini sangat jarang menemukan seni hadrah yang memang teroganisir dalam suatu wadah kesenian melayu, dan seiring berkembangnya era modernisasi ternyata mampu menggusur eksistensi kesenian hadrah ini.

Sehingga keberadaan kesenian hadrah tidak lagi dilihat sebagai aset budaya namun lebih kepada hiburan saja.18

C. Rumusan masalah

Berdasarkan latar belakang permasalahan di atas, maka rumusan masalah dalam penelitian ini ialah sebagai berikut:

1. Bagaimana Pelaksanaan kegiatan hadrah di MTs Nurul Ummah Yogyakarta?

18 Ensiklopedi Islam Nusantara, ‘No Title’, 1, 1961, pp. 1–15.

(10)

2. Apa Faktor Pendukung dan Penghambat dalam Pelaksanaan hadrah di MTs Nurul Ummah Yogyakarta?

3. Apa saja nilai-nilai pendidikan Islam yang terkandung dalam hadrah di MTs Nurul Ummah Yogyakarta?

D. Tujuan dan Kegunaan Penelitian

Berdasarkan rumusan masalah yang telah dirumus oleh peneliti, maka tujuan penelitian ini adalah:

1. Mendeskripsikan proses pelaksanaan kegiatan hadrah di MTs Nurul Ummah Yogyakarta

2. Menjelaskan Faktor Pendukung dan Penghambat dalam Pelaksanaan kegiatan hadrah di MTs Nurul Ummah Yogyakarta

3. Untuk mengetahui nilai-nilai pendidikan Islam yang terkandung dalam sholawat hadrah di MTs Nurul Ummah Yogyakarta

Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat dari segi teoritis dan segi praktis:

a. Secara teoritik

Dari hasil penelitian ini diharapkan mampu memberikan pengetahuan serta wawasan mengenai bagaimana nilai-nilai pendidikan Islam dalam kegiatan hadrah serta Menambah dan memperkaya keilmuan khazanah nilai-nilai pendidikan Islam dalam dunia pendidikan. Dengan adanya penelitian ini juga diharapkan mampu memberikan gambaran

(11)

terhadap para pembaca mengenai nilai-nilai pendidikan Islam dalam kegiatan hadrah.

b. Secara Praktik

a. Bagi Peneliti, Menambah pengetahuan dan wawasan bagi peneliti serta untuk mengimplementasikan ilmu yang telah didapat selama kuliah, dan syarat untuk meraih gelar strata satu.

b. Bagi Lembaga Pendidikan, Memberikan kontribusi keilmuan dalam bidang pendidikan dan menjadikan masukan agar bisa mengaktualisasikan nilai-nilai pendidikan Islam dalam hadrah oleh peserta didik.

c. Kegunaan bagi Universitas Cokroaminoto Yogyakarta, Kegunaan penelitian bagi Universitas Cokroaminoto Yogyakarta yaitu, dapat menjadi tambahan informasi dan referensi bagi peneliti selanjutnya.

E. Alasan Memilih Judul

Dalam penelitian ini penulis memperoleh ide atau gagasan yang

mendasari judul tersebut dari pengalaman dan informasi yang telah didapatkan dan dikumpulkan, sebagai berikut:

1. Pemilihan judul skripsi ini didasarkan pada ketertarikan pribadi penulis terhadap Nilai-Nilai Pendidikan Islaam yang terkandung dalam Kesenian Hadrah di MTs Nurul Ummah Yogyakarta.

(12)

2. Mengambil judul ini karena Kesenian Hadrah adalah bagian penting dari warisan budaya dan agama di Indonesia untuk itu keberadaannya penting untuk di pertahankan hingga saat ini.

3. Pemilihan judul skripsi ini juga didasarkan pada ketersediaan sumber daya dan data yang memadai untuk mendukung penelitian.

F. Metode Penelitian

1. Jenis penelitian

Dalam melakukan penelitian tentunya diperlukan sebuah metode penelitian, metode penelitian ini pada dasarnya merupakan cara ilmiah untuk mendapatkan data dengan tujuan dan kegunaan tertentu.19 Pada penelitian ini, penulis menggunakan metode kualitatif jenis studi kasus dan pendekatan deskriptif. Penelitian kualitatif deskriptif adalah berupa penelitian dengan metode atau pendekatan studi kasus. Penelitian ini memusatkan diri secara intensif pada satu obyek tertentu yang mempelajarinya sebagai suatu kasus.

Studi kasus atau Case Study adalah metode pengumpulan data yang holistik dan menyeluruh. Holistik berarti metode ini menggabungkan berbagai pendekatan teknik secara menyeluruh, berarti data yang diperoleh mencakup aspek keseluruhan. Pendekatan ini melibatkan pemeriksaan

19 Sugiono. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R&D. (Alfabeta: Bandung. 2009), hal. 2.

(13)

menyeluruh terhadap suatu situasi atau peristiwa tertentu, yang disebut sebagai kasus, dengan menggunakan metode penentuan subjek dan objek.20

Dalam menentukan objek pada penelitian ini adalah untuk memahami situasi sosial secara mendalam, menemukan pola, hipotesis, dan teori. Keadaan yang diuraikan dalam penelitian ini adalah nilai-nilai yang terdapat pada kesenian hadrah di di MTs Nurul Ummah Yogyakarta. Subyek penelitian adalah orang atau pihak yang dapat memberikan informasi dari suatu penelitian. Artinya data yang akan dikumpulkan diperoleh dari sumber penelitian.

2. Metode Pengumpulan Data

Metode pengumpulan data adalah cara yang digunakan peneliti untuk mengumpulkan dan menganalisis data, disesuaikan dengan jenis dan tujuan penelitian agar hasilnya valid dan reliabel.Sedangkan, instrumen pengumpulan data adalah alat yang mendukung metode tersebut, seperti kuesioner, wawancara, observasi, atau dokumentasi, guna memperoleh data yang akurat dan relevan.21

Pengumpulan data merupakan langkah awal dalam penelitian yang menentukan kualitas dan validitas hasilnya. Data yang dikumpulkan harus sesuai dengan tujuan penelitian agar dapat dianalisis secara akurat.

20 Ahmad Ramzi, ‘Penyebaran Akhlak Negatif Siswa-Santri Di MTs Nasy-Atul Muta’allim Candi Madura’, Skripsi Universitas Cokroaminoto Yogyakarta, 2022.

21 Nyoman Kutha Ratna, Metodologi Penelitian; Kajian Budaya dan Ilmu Soial Humaniora Pada Umumnya, (Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2010), hlm. 246.

(14)

Prosedur pengumpulan data mencakup berbagai metode seperti observasi, wawancara, kuesioner, atau studi dokumentasi. Pemilihan metode yang tepat bergantung pada jenis penelitian dan karakteristik responden agar data yang diperoleh valid dan dapat di pertanggungjawabkan:

a. Observasi

Observasi atau yang sering disebut dengan pengamatan meliputi kegiatan pemusatan perhatian terhadap sesuatu objek dengan menggunakan seluruh indra.22Dengan kata lain disini penulis mengamati secara langsung (dengan mata) maupun tidak langsung (dengan alat bantu tertentu). Menurut Nana Sudjana observasi adalah pengamatan dan pencatatan yang sistematis terhadap gejala-gejala yang diteliti.23

b. Wawancara

Metode wawancara atau interview merupakan proses pengumpulan data yang dilakukan melalui pertanyaan dan jawaban secara sepihak, dilaksanakan secara sistematis dan berorientasi pada tujuan tertentu. Dalam penelitian ini, penulis akan menerapkan wawancara atau interview dengan pendekatan nonformal dan terpimpin.

24

22 Sugiono, “Metode Penelitian”…, hal. 145.

23 Nana Sudjana, Penelitian dan Penilaian ( Bandung: Sinar Baru,1989),hlm.84.

24 Ramzi, hal. 11.

(15)

Pertanyaan awal yang penting dalam wawancara adalah menentukan siapa yang sebaiknya diwawancarai. Untuk memastikan keberhasilan dalam mengumpulkan data yang kredibel, wawancara perlu dilakukan dengan responden yang memiliki pengetahuan yang memadai dan mampu menyampaikan fenomena yang diteliti secara akurat.25

c. Dokumentasi

Metode dokumentasi yaitu mengumpulkan data dari sejumlah data yang tersedia yang biasanya berupa tulisan, benda, laporan, dan catatan harian.26 Metode ini digunakan untuk memperoleh data-data mengenai gambaran umum Mts Nurul Ummah Yogyakarta foto kegiatan, alat-alat yang digunakan dalam kegiatan hadrah.

3. Analisis Data

Menurut William H. Inmon, analisis data adalah proses penggalian pemahaman dari data yang besar untuk menemukan pola, hubungan, dan informasi yang berguna. Pemahaman ini akan mendukung pengambilan keputusan yang lebih baik.27 Proses analisis data yang dilakukan dalam penelitian ini mengacau pada proses analisis data yang disampaikan oleh

25 Iryana and Risky Kawasati, ‘Teknik Pengumpulan Data Metode Kualitatif’, Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri Sorong

26 Koetjoroningrat, Metode Penelitian Masyarakat, (Jakarta: Gramedia, 1976), hal. 63.

27 Para Ahli Mendefinisikan Analisis Data: Memahami Pentingnya Menganalisis Data dengan Baik - RedaSamudera.id

(16)

Miles & Huberman yaitu : “setelah data dibaca, dipelajari, dan ditelaah, maka selanjutnya data direduksi, disajikan, dan ditarik kesimpulan serta verifikasinya.28

a. Reduksi data

Menurut Sugiyono Reduksi data adalah merangkum, memilih hal-hal yang pokok, memfokuskan pada hal-hal yang penting yang sesuai dengan topik penelitian, mencari tema dan polanya, pada akhirnya memberikan gambaran yang lebih jelas dan mempermudah untuk melakukan pengumpulan data selanjutnya. Dalam mereduksi data akan dipandu oleh tujuan yang akan dicapai dan telah ditentukan sebelumnya. Reduksi data juga merupakan suatu proses berfikir kritis yang memerlukan kecerdasan dan kedalaman wawasan yang tinggi.

b. Penyajian data

Dengan melakukan tindakan penyajian data, proses pemahaman terhadap kejadian atau fenomena tertentu menjadi lebih terfasilitasi.

Dengan menganalisis data tersebut, informasi yang terkandung dalam dataset dapat diorganisir secara sistematis dan terstruktur dalam pola hubungan tertentu, sehingga memudahkan pemahaman atas konteks yang sedang dijelajahi serta lebih jelas dan terarah.29

c. Penarikan Kesimpulan

28 Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldana, J. (2014). Qualitative Data Analysis; A Methods Sourcebook. Arizona State: SAGE

29 Ramzi, h. 12.

(17)

Langkah terakhir dalam menganalisis penelitian kualitatif adalah penarikan kesimpulan. Menurut Sugiyono kesimpulan dalam penelitian kualitatif dapat menjawab rumusan masalah yang dirumuskan sejak awal, tetapi mungkin juga tidak, karena seperti telah dikemukakan bahwa masalah dan perumusan masalah dalam penelitian kualitatif masih bersifat sementara dan akan berkembang setelah penelitian berada dilapangan. Kesimpulan dalam penelitian kualitatif merupakan temuan baru yang sebelumnya belum pernah ada. Temuan dapat berupa deskripsi atau gambaran suatu objek yang sebelumnya masih belum jelas sehingga setelah diteliti menjadi jelas.30

G. Tinjaun Pustaka

Setelah peneliti melakukan pengamatan dan penelusuran terdapat beberapa penelitian yang relevan dengan penelitian ini, diharapkan dapat membantu memberikan arahan agar penelitian ini lebih fokus, penelitian tersebut antara lain sebagai berikut:

1. Dari skripsi yang ditulis oleh mahasiswi Siti Aisyah jurusan Pendidikan Agama Islam IAIN Salatiga 2018 dengan judul Nilai-nilai Pendidikan Islam dalam Kegiatan Majelis Ta’lim Manaqiban kitab Manaqib Jawahirul Ma’any di Desa Sruwen Kecamatan Tangeran Kabupaten Semarang.31

30 Ahmad Rijali. (2018). Analisis Data Kualitatif. Jurnal Alhadharah Nomor 33, Vol. 17, h.82-94

31 Aisyah, Siti. 2018. Nilai-Nilai Pendidikan Islam dalam kegiatan Majelis Ta’lim Manaqiban Kitab Manaqib Jawahirul Ma’any (di Desa Sruwen Kecamatan Tengaran Kabupaten Semarang Tahun 2018).

Skripsi. Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan.

(18)

a. Dalam penelitian ini penulis menggunakan metode kualitatif, dan menganalisisnya dengan metode analisis data kualitatif. Adapun nilai- nilai pendidikan Islam didalamnya adalah nilai iman kepada Allah, cinta Rasulullah, zuhud, menjalin silaturahmi, ukhuwah Islamiyah, amaliyah, dakwah, dan tolabul ilmi.

b. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan majelis ta’lim Manaqiban mengandung nilai-nilai pendidikan Islam, seperti iman kepada Allah, cinta kepada Rasulullah, kezuhudan, silaturahmi, ukhuwah Islamiyah, amaliah, dakwah, dan thalabul ilmi. Nilai-nilai ini diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari melalui ibadah yang ikhlas, bershalawat, meninggalkan kesenangan dunia, mempererat silaturahmi, bersedekah, mengajak anak-anak mengikuti majelis, menyimak nasihat, serta mengamalkan bacaan Manaqiban.

c. Persamaan dengan penelitian ini memiliki persamaan dari segi metodenya. Kedua penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif untuk menggali makna dan nilai-nilai yang terkandung dalam kegiatan tersebut. Metode pengumpulan data seperti wawancara, observasi, dan dokumentasi juga dapat digunakan dalam penelitian tentang kesenian Hadrah untuk memahami bagaimana nilai-nilai pendidikan Islam diinternalisasi melalui seni.

d. Perbedaan utama terletak pada fokus kajian. Majelis Ta’lim Manaqiban berfokus pada pengajian dan pembacaan kitab Manaqib Jawahirul

(19)

Ma’any yang bersifat ritual dan ibadah kolektif, sementara Kesenian Hadrah lebih menitikberatkan pada seni Islam seperti syair, musik, dan pertunjukan yang menyampaikan pesan keislaman secara estetis melalui lirik, irama, dan ekspresi seni.

2. Dari skripsi yang ditulis oleh Nailufar Elmi Khayati (Jurusan Pendidikan Agama Islam Fakultas Tarbiyah Dan Keguruan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta) dengan judul: “Nilai-Nilai Pendidikan Islam Dalam Syair Kesenian Sholawat Zan-Zanen Di Kentengsari Barat Parakan Temanggung”.

32

a. Penelitian ini menyimpulkan bahwa syair shalawat Zan-Zanen tidak hanya bersifat seni, tetapi juga mengandung nilai pendidikan Islam, seperti aqidah, syariah, dan akhlak, yang relevan untuk pengembangan pendidikan agama Islam saat ini.

b. Persamaan dalam penelitian ini terletak pada metode bahwa peneliti menggunakan pendekatan penelitian lapangan dengan pendekatan kualitatif yang bersifat deskriptif. Selain itu, dalam proses pengumpulan data, penulis menggunakan teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi.

c. Perbedaannya meskipun keduanya membahas nilai pendidikan Islam dalam seni tradisional, skripsi tentang Zan-Zanen lebih berfokus pada syair,

32 Nailufar Elmi Khayati, “Nilai-Nilai Pendidikan Islam Dalam Syair Kesenian Shalawat Zan-Zanen di Kentengsari Barat Parakan Temanggung”, Skripsi, Fakultas Tarbiyah UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, 2007, hal. 75-76.

(20)

sedangkan skripsi nilai-nilai kesenian Hadrah lebih luas dalam aspek seni pertunjukan dan dampak sosialnya.

3. Dari skripsi yang ditulis oleh mahasiswi Ahmad Nukman Hakim Jurusan Pendidikan Agama Islam Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Institut Agama Islam Negeri Ponorogo. Dengan judul penanaman nilai-nilai pendidikan Islam melalui ekstrakurikuler seni karawitan di SMPN 2 Ponorogo.33

a. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif Dalam hal ini jenis penelitian yang digunakan Peneliti Lapangan adalah StudiKasus yaitu uraian dan penjelasan komprehensif mengenai berbagai aspek seorang individu, suatu kelompok, suatu organisasi (kumunitas), suatu program atau suatu situasi sosial. Instrumen penelitian menggunakan wawancara, observasi dan dokumentasi.

b. Hasil penelitian Seni Karawitan bertujuan menanamkan cinta budaya dan nilai-nilai luhur kepada peserta didik, agar mereka tidak hanya mahir secara intelektual tetapi juga berakhlak mulia. Nilai-nilai pendidikan Islam, seperti akidah, ibadah, dan akhlak, tidak disampaikan secara langsung dalam kegiatan ini. Strategi penanamannya dilakukan melalui pemahaman historis dan filosofis tentang Seni Karawitan, pembiasaan, serta keteladanan tanpa hukuman. Para pelatih menerapkan metode ini dengan

33 Ahmad Nukman Hakim “penanaman nilai-nilai pendidikan Islam melalui ekstrakurikuler seni karawitan di SMPN 2 Ponorogo”Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Institut Agama Islam Negeri Ponorogo.2019

(21)

keyakinan bahwa mencintai budaya harus berasal dari hati tanpa unsur pemaksaan, sehingga nilai-nilai yang terkandung dapat diserap dengan sempurna.

c. Persamaan Menggunakan seni sebagai media pendidikan baik Karawitan maupun Hadrah dijadikan sebagai sarana untuk menanamkan nilai-nilai Islam, baik secara langsung melalui lirik dalam Hadrah maupun tidak langsung melalui filosofi dan pembiasaan dalam Karawitan.

d. Perbedaan Secara keseluruhan, meskipun keduanya membahas hubungan antara seni dan nilai-nilai pendidikan Islam, Seni Karawitan lebih berfokus pada budaya Jawa dengan pendekatan tidak langsung, sedangkan Hadrah lebih condong ke kesenian Islami yang secara langsung mengandung pesan keagamaan.

4. Dari skripsi yang ditulis oleh Kartika (Jurusan Pendidikan Agama Islam Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Institut Agama Islam Negeri Ponorogo) dengan judul: “Nilai-Nilai Religiusitas dalam Shalawat Burdah karya Imam Syarafuddin Abu Abdillah Muhammad Bin Zaid Al-Bushiri dan Relevansinya terhadap Pendidikan Akhlak”.34

a. Hasil penelitian Shalawat Burdah karya Imam Al-Bushiri mengandung nilai religiusitas seperti kecintaan kepada Rasulullah SAW, peringatan bahaya hawa nafsu, pujian kepada Nabi, maulid, mukjizat, kemuliaan Al-Qur’an,

34 Kartika : “Nilai-Nilai Religiusitas dalam Shalawat Burdah karya Imam Syarafuddin Abu Abdillah Muhammad Bin Zaid Al-Bushiri dan Relevansinya terhadap Pendidikan Akhlak”.Jurusan Pendidikan Agama Islam Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Institut Agama Islam Negeri Ponorogo 2020

(22)

isra’ mi’raj, perjuangan Rasulullah, tawassul, dan munajat. Nilai-nilai ini relevan dengan pendidikan akhlak, seperti kecintaan kepada Nabi dengan shalat tahajud, pengendalian hawa nafsu dengan kesabaran, serta pujian kepada Nabi dengan sifat santun. Selain itu, maulid menanamkan kejujuran, mukjizat mengajarkan kesabaran, isra’ mi’raj menekankan pentingnya shalat, serta tawassul dan munajat mendorong ketaatan kepada Allah SWT.

b. Persamaannya Baik Shalawat Burdah maupun hadrah adalah seni Islam yang memuat shalawat, pujian kepada Nabi, dan pesan moral. Kedua skripsi mengkaji implementasi nilai-nilainya dalam pendidikan Islam, terutama pembentukan akhlak dan kecintaan kepada Rasulullah SAW.

c. Perbedaan terdapat pada metodenya, Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian library research atau penelitian telaah pustaka. Adapun pengumpulan data dengan menggunakan teknik pengumpulan data literer yakni penggalian bahan-bahan pustaka yang relevan dengan objek pembahasan.

5. Dari skripsi yang ditulis oleh Ifa Khusniatul Wahyuni Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Program Studi Pendidikan Agama Islam dengan judul Nilai- nilai Pendidikan Islam pada Kegiatan Jam’iyyah Hadrah Al-Banjari Muhibbul Musthofa IAIN Jember.35

35 Ifa Khusniatul Wahyuni ‘’Nilai-nilai Pendidikan Islam pada Kegiatan Jam’iyyah Hadrah Al-Banjari Muhibbul Musthofa IAIN Jember’’INSTITUSI AGAMA ISLAM NEGERI JEMBER 2019

(23)

a. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan di Jam’iyyah Hadrah Al- Banjari Muhibbul Musthafa IAIN Jember mengandung tiga nilai pendidikan Islam:

1. Nilai i’tiqodiyyah dalam lantunan syair shalawat, dzikir, dan Rattibul Haddad.

2. Nilai khuluqiyyah melalui sikap peduli, tanggung jawab, dan kebersamaan.

3. Nilai amaliyyah dalam sholat tasbih, istighosah, dan pembacaan Rattibul Haddad untuk memohon perlindungan Allah SWT.

b. Persamaan dalam penelitian ini sama-sama menggunakan penelitian kualitatif deskriptif dengan jenis penelitian field reasech, dan menggunakan teknik pengumpulan data: 1) Wawancara 2) Observasi, dan 3) Dokumenasi. Keabsahan data pada penelitian ini ada dua macam: 1) Triangulasi sumber, dan 2) Triangulasi teknik. Dan analisis data dalam penelitian ini menggunakan model Milles dan Huberman.

c. Adapun perbedaan dalam penelitian ini terletak pada fokus kajian, yang mana penelitian ini membahas tentang nilai-nilai pendidikan Islam dalam kegiatan Jam’iyyah Hadrah Al-Banjari Muhibbul Musthofa, mencakup aspek keimanan (i’tiqodiyyah), akhlak (khuluqiyyah), dan ibadah (amaliyyah). Sementara itu, peneliti Nilai-nilai Pendidikan Islam dalam Kesenian Hadrah lebih luas, membahas nilai-nilai pendidikan Islam dalam

(24)

kesenian hadrah secara umum, bukan terbatas pada satu komunitas atau jam’iyyah tertentu.

H. Kerangka Teoritis

Kerangka teoritis yang disajikan adalah teori-teori yang akan dijadikan landasan dalam dan acuan dalam mengumpulkan data maupun menganalisis data.

Untuk itu, cakupan teori yang diangkat, harus sejalan dengan rumusan masalah, tidak keluar dari konteksnya. Dengan teori yang ada dimungkinkan untuk merumuskan hipotesis penelitian.36

1. Nilai-Nilai

Secara etimologi kata nilai berasal dari value (Inggris) yang mempunyai makna kuat, berharga, dan baik. Sedangkan secara terminologi nilai didefinisikan sebagai tujuan sosial atau sasaran sosial yang dianggap pantas dan berharga untuk dicapai. Nilai adalah sifat yang melekat pada suatu sistem kepercayaan mengenai pantas atau tidak pantas, benar atau salah yang berhubungan dengan subjek.37 Menurut kamus besar bahasa Indonesia nilai adalah sifat-sifat yang penting dan berguna bagi kemanusiaan atau segala sesuatu yang dapat menyempurnakan manusia. Selain itu nilai juga dapat dianggap baik, benar, dan diyakini baik oleh seseorang maupun

36 Tim Penyusun, Pedoman Penulisan

37 Ahmad Muhajir Ansori, “Strategi Penanaman Nilai-Nilai Pendidikan Islam Kepada Peserta Didik,”

Jurnal Pusaka 8 (2016): 16

(25)

kelompok sehingga prevensinya tercermin dalam sikap, perilaku dan segala perbuatannya.

Dalam kemasyarakatan, kata nilai pada umumnya merupakan suatu tatanan aturan yang bersifat dasar dan penting bagi masyarakat, yang dijadikan sebagai pedoman dalam menjalankan aktifitas kehidupan masyarakat yang meyakininya. Kluckhohn mendefinisikan nilai sebagai konsepsi (tersirat atau tersurat, yang sifatnya membedakan individu atau ciri- ciri kelompok) dari apa yang diinginkan, yang mempengaruhi pilihan terhadap cara, tujuan antara dan tujuan akhir tindakan.38 Jadi nilai di sini merupakan sesuatu yang diinginkan sehingga melahirkan pada tindakan seseorang, dengan kata lain, nilai yang sesungguhnya hanya dapat lahir kalau diwujudkan dalam praktik tindakan.

Beberapa tokoh mendefinisihkan nilai sebagai berikut:

a. Ngalim Purwanto mengatakan bahwa nilai yang ada pada seseorang dipengaruhi oleh adanya adat istiadat, etika, kepercayaan dan agama yang dianutnya. Semua itu memengaruhi sikap, pendapat dan pandangan individu yang selanjutnya tercermin dalam cara bertindak dan bertingkah laku dalam memberikan penilaian.

b. Menurut Kartono Kartini dan Dali Guno nilai sebagai hal yang dianggap penting dan baik. Semacam keyakinan seseorang terhadap yang seharusnya

38 Mulyana Rohmat, Transformasi Nilai-Nilai Pendidikan Islam, (Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2008)

(26)

atau tidak seharusnya dilakukan misalnya jujur, ikhlas atau cita-cita yang ingin dicapai oleh seseorang misalnya kebahagiaan, kebebasan.

c. Sedangkan nilai menurut Qiqi Yulianti Zakiyah bahwa nilai adalah segala hal yang berhubungan dengan tingkah laku manusia mengenai baik buruk yang diukur oleh agama, tradisi, etika, moral dan kebudayaan yang berlaku dalam masyarakat.39

Jadi penulis menyimpulkan bahwa nilai disini merupakan sesuatu yang diinginkan sehingga melahirkan pada tindakan seseorang, dengan kata lain, nilai yang sesungguhnya hanya dapat lahir kalau diwujudkan dalam praktik tindakan.

2. Pendidikan Agama Islam

Kata pendidikan adalah terjemahan dari education, berasal dari kata educate dari bahasa Latin educo. Educo berarti mengembangkan dari dalam; mendidik; melaksanakan hukum kegunaan.40 Pendidikan adalah proses mengubah sikap dan perilaku peserta didik menuju kedewasaan melalui pengajaran dan latihan. Pendidikan Islam lebih khusus, yakni proses transfer nilai oleh pendidik untuk mengembangkan sikap, perilaku, dan kognitif peserta didik agar dapat berperan sebagai hamba Allah dan khalifah di bumi sesuai ajaran Islam.41

39 Qiqi Yuliati Zakiyah, Pendidikann Nilai Kajian Teori dan Praktik di Sekolah, (Bandung: Pustaka Setia, 2014)

40 Sutrisno, Pembaharuan Dan Pengembangan Pendidikan Islam, (Yogyakarta: fadilatama. 2011)

41 A.Susanto, Pemikiran Pendidikan Islam, (Jakarta: Amzah, 2015), h.3

(27)

Pendidikan Islam adalah pembentukan kepribadian muslim.42 Pendidikan Islam juga memiliki pengertian sebagai usaha sadar yang dilakukan seorang pendidik dalam rangka mempersiapkan peserta didik untuk menyakini, memahami, dan mengamalkan agama Islam melalui bimbingan, pengajaran atau pelatihan yang telah ditentukan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.43

Menurut Achmadi, pendidikan Islam dapat diartikan sebagai segala usaha untuk memelihara dan mengembangkan fitrah manusia serta sumber daya manusia yang ada padanya menuju terbentuknya manusia seutuhnya(insan kamil) sesuai dengan moral Islam, yakni untuk membentuk manusia yang beriman dan bertakwa serta memiliki berbagai kemampuan yang teraktualisasi dalam hubungannya dengan Allah SWT, dengan sesama manusia dan alam sekitarnya. 44

Menurut Zakiah Daradjat merumuskan bahwa pendidikan agama Islam adalah sebagai berikut:

a. Pendidikan agama Islam adalah usaha berupa bimbingang dan asuhan terhadap anak didik agar setelah selesai dari pendidikanya dapat memahami dan mengamalkan ajaran agama Islam serta menjadikanya sebagai pandangan hidup (way of life).

42 Derajat, Zakiah, dkk, Ilmu Pendidikan Islam, Jakarta: Bumi Aksara, 2009.

43 Abdul Majid & Diyan Adayani, Pendidikan Islam Berbasis Kompetensi (Bandung : Remaja Rosdakarya, 2004), hal. 132.

44 Achmadi, Ideologi Pendidikan Islam; Paradigma Humanisme Teosentris, (Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2005), h. 28-29.

(28)

b. Pendidikan agama Islam adalah adalah pendidikan yang melaksanakan berdasarkan ajaran Islam. Pendidikan agama Islam adalah pendidikan dengan melalui ajaranajaran agama Islam, yang berupa bimbingan dan asuhan terhadap anak didik agar nantinya setelah selesai dari pendidikan ia dapat memahami, dan mengamalkan ajaran agama Islam yang telah diyakini menyeluruh, serta menjadikan keselamatan hidup di dunia dan di akhirat kelak.45

Dapat paparan di atas penulis meniyimpulkan bahwa pendidikan agama Islam merupakan suatu proses perubahan ilmu pengetahuan yang mempersiapkan kepada terbentuknya (Insan Kamil) sesuai dengan ajaran Islam yang memadukan agama dan ilmu pengetahuan dengan bersumber pada al-Quran dan hadits.

3. Kesenian Hadrah

Hadrah adalah seni Islam yang di dalamnya ada nilai agama yang mempengaruhi kespiritual hadrah tersebut. Islam sangat kuat mempengaruhi kebudayaan Indonesia di bidang kemasyarakatan dan kenegaraan. Unsur- unsur yang termuat di dalamnya tentang adil, adab, rakyat, hikmat, musyawarah, atau para ulama menyebutnya ra‟s al-hikmah al-mashurah,

“kebijaksanaan adalah musyawarah”.

45 Aziz, Ilmu Pendidikan Islam, 1.

(29)

Hadrah adalah kesenian lokal yang keberadaannya penting untuk dipertahankan sampai saat ini. Kesenian adalah penjelmaan dari rasa keindahan untuk kesejahteraan hidup, rasa disusun dan dinyatakan oleh pikiran sehingga ia menjadi bentuk yang dapat disalurkan dan dimiliki.

Kesenian juga berfungsi untuk menciptakan bentuk-bentuk kesenangan.

Perpaduan antara kesenian dan nilai-nilai Islam mewujudkan sebuah kombinasi, sehingga berpengaruh terhadap fungsi dan peran kesenian.46

Hadrah adalah kesenian Islami sejak zaman Nabi Muhammad SAW yang dalam tasawuf berfungsi membuka hati untuk merasakan kehadiran Allah dan Rasul-Nya. Lagu-lagu rohani disusun secara puitis agar umat khusyuk dan bertemu secara iman dengan Sang Khalik. Ciri khasnya adalah pemujaan terhadap kebesaran-Nya, yang membentuk karakter manusia dan bangsa..47

Keseneian Hadrah sebagai tontonan atau sajian estetis yang bertujuan untuk menghibur para penontonya dikemas dengan sederhana baik dari segi gerak maupun pola lantainya. Pola lantai yang digunakan hanya vertikal dan gerak yang dibawakan dilakukan berulangulang sehingga terkesan monoton. Durasi penampilannya cukup panjang khususnya untuk hajatan dan acara besar Islam bisanya bisa dilakukan semalaman suntuk

46Taufiq H. Idris,“Mengenal Kebudayaan Islam”. (Surabaya : PT Bina Ilmu, 1983), 38

47 Nyoman Kutha Ratna, Peranan Karya Sastra, Seni, dan Budaya dalam Pendidikan Karakter (Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2014),360-361.

(30)

Kesenian hadrah berfungsi menenangkan pikiran, mengurangi beban kehidupan, serta memperbaiki tabiat manusia. Selain itu, hadrah menjadi sarana untuk meningkatkan moralitas dan spiritualitas, khususnya bagi remaja. Hadrah juga berperan sebagai media zikir dan ungkapan syukur kepada Allah SWT atas nikmat-Nya.

Selain memiliki nilai spiritual, hadrah juga diyakini bermanfaat bagi kesehatan. Beberapa masyarakat percaya bahwa hadrah dapat membantu menyembuhkan stroke dan melancarkan peredaran darah, karena alat musiknya dimainkan dengan tangan kosong. Selain bernilai sejarah, hadrah memberikan dampak positif dalam kehidupan sehari-hari, sehingga perlu dilestarikan sesuai perkembangan zaman.

Hadrah adalah salah satu bentuk seni pertunjukan kerakyatan yang berjenis salawatan yang didalam nya banyak mengandung nilai-nilai Pendidikan islam beberapa contohnya yaitu sebagai sarana dakawah islamiyah melalui syair yang disampaikan dan juga sebagai sana kepentingan masyarakat untuk mengisi upacara dalam siklus kehidupan manusia dan juga sebagai hiburan.

I. Sistematika Penulisan

Bagian Formalitas meliputi Halaman Judul, Halaman Nota Dinas, Halaman Pengesahan, Kata pengantar, Daftar Isi, dan kalau diperlukan Daftar Tabel, Daftar Gambar.

(31)

Bagian Inti terdiri dari empat Bab, yaitu Bab I, Pendahuluan; Bab II, Gambaran Umum Lokasi Penelitian ( bagi penelitian lapangan) dan Data yang melingkupi Data Inti ( dalam penelitian Pustaka) Bab III, Laporan dan analisis terhadap Data Inti yaitu data yang sesuai dengan Rumusan Masalah; dan Bab IV, Penutup yang terdiri dari Kesimpulan, Saran-saran (bagi penelitian lapangan), dan Kata Penutup.

Bagian Akhir, disampaikan Daftar Pustaka, lampiran-lampiran, dan Daftar Riwayat Pendidikan Penulis.

DAFTAR PUSTAKA

Sugiono. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R&D. Alfabeta:

Bandung. 2009, hal. 2.

Ahmad Ramzi, ‘Penyebaran Akhlak Negatif Siswa-Santri Di MTs Nasy-Atul Muta’allim Candi Madura’, Skripsi Universitas Cokroaminoto Yogyakarta, 2022.

J.S Badudu, Sutan Muhammad Zain, Kamus Umum Bahasa Indonesia, Jakarta : Pustaka Sinar Harapan, 1994, hal. 944.

Subur, Pembelajaran Nilai Moral Berbasis Kisah, Yogyakarta:

Kalimedia, 2015, 51.

Lisa Kennedy Sheldon, Communication For Nurses: Talking with Patients: Second Edition, Jakarta: PENERBIT ERLANGGA, 2009, 31.

Ruang Guru, ‘Pengertian Pendidikan Menurut Ahli’, 2020 accessed 23 November 2023.

(32)

Ramayulis, Metodologi Pendidikan Agama Islam, Jakarta: Kalam Mulia, 2010, cet. VI, h. 21

Muhaimin, Pengembangan Kurikulum Pendidikan Agama Islam di Sekolah, Madrasah, dan Perguruan Tinggi, (Jakarta: PT Rajagrafindo Persada, 2010), cet. IV, h. 6

Muhaimin, Nuansa Baru Pendidikan Islam: Mengurai Benang Kusut Dunia  Pendidikan, Jakarta: PT Rajagrafindo Persada, 2006, h.5- 6.

Faradyan Erwanto 2024 “Musik Hadroh, Harmoni Tradisi dan Spiritualitas”

Subegjo P.W. dkk, Panduan PPNU Pondok Pesantren Nurul Ummah, (Yogyakarta: Nurma Media Idea, 2005) hal. 1

https://www.e-jurnal.com/2013/11/pengertian-kesenian-menurut- ahli.html

https://id.wikipedia.org/wiki/Hadrah

Wahyudi, A. (2019). "Dinamika Kesenian Tradisional di Tengah Arus Globalisasi." Jurnal Seni dan Perubahan Sosial, 12(4), 33-44.

Setiawan, M. (2021). Kesenian Tradisional dan Tantangan Pendanaannya di Indonesia. Bandung: Pustaka Seni.

Bagus Nirwanto, Jurnal Seni Musik Musik Hadrah Nurul Ikhwan Di Kabupaten Pemalang: Kajian Aransemen Dan Analisis Musik, Semarang: 2015 hlm.30

Jurnal Pendidikan and others, ‘KECAMATAN BANJARMASIN BARAT’, 5 (2015), pp. 679–86.

Ensiklopedi Islam Nusantara , 1961, pp. 1–15.

Nyoman Kutha Ratna, Metodologi Penelitian; Kajian Budaya dan Ilmu Soial Humaniora Pada Umumnya, (Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2010), hlm. 246.

Nana Sudjana, Penelitian dan Penilaian Bandung: Sinar Baru,1989,hlm.84.

(33)

Iryana and Risky Kawasati, ‘Teknik Pengumpulan Data Metode Kualitatif’, Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri Sorong

Koetjoroningrat, Metode Penelitian Masyarakat, Jakarta: Gramedia, 1976, hal. 63.

Para Ahli Mendefinisikan Analisis Data: Memahami Pentingnya Menganalisis Data dengan Baik - RedaSamudera.id

Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldana, J. 2014. Qualitative Data Analysis; A Methods Sourcebook. Arizona State: SAGE

Ahmad Rijali. 2018. Analisis Data Kualitatif. Jurnal Alhadharah Nomor 33, Vol. 17, h.82-94

Aisyah, Siti. 2018. Nilai-Nilai Pendidikan Islam dalam kegiatan Majelis Ta’lim Manaqiban Kitab Manaqib Jawahirul Ma’any di Desa Sruwen Kecamatan Tengaran Kabupaten Semarang Tahun 2018.

Skripsi. Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan.

Nailufar Elmi Khayati, “Nilai-Nilai Pendidikan Islam Dalam Syair Kesenian Shalawat Zan-Zanen di Kentengsari Barat Parakan Temanggung”, Skripsi, Fakultas Tarbiyah UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, 2007, hal. 75-76.

Eliana Nurlaeli. “Pelaksanaan Ektrakurikuler Kesenian Karawitan dalam Menanamkan Nilai- Nilai Pendidikan Islam pada Siswa di Sekolah Menengah Pertama Negeri 2 Yosowilangun”, Skripsi, IAIN Jember. 2018.

Mukhlis Wahyudi, “Nilai-nilai Pendidikan Islam dalam Kasidah Burdah karya Imam Al-Bushiri”, Skripsi, Fakultas Tarbiyah UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, 2008, hal. 8.

Nurhayatun, Nurhayatun (2019) NILAI-NILAI AJARAN ISLAM DALAM TRADISI PEMBACAAN SHOLAWAT JAWA STUDI ANALISIS PADA KESENIAN SHOLAWAT JAWA DI KEBASEN BANYUMAS

Tim Penyusun, Pedoman Penulisan skripsi UCY 2016

Ahmad Muhajir Ansori, “Strategi Penanaman Nilai-Nilai Pendidikan Islam Kepada Peserta Didik,” Jurnal Pusaka 8 (2016): 16

(34)

Mulyana Rohmat, Transformasi Nilai-Nilai Pendidikan Islam, Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2008

Qiqi Yuliati Zakiyah, Pendidikann Nilai Kajian Teori dan Praktik di Sekolah, Bandung: Pustaka Setia, 2014

Sutrisno, Pembaharuan Dan Pengembangan Pendidikan Islam, Yogyakarta: fadilatama. 2011

A.Susanto, Pemikiran Pendidikan Islam, Jakarta: Amzah, 2015, h.3 Derajat, Zakiah, dkk, Ilmu Pendidikan Islam, Jakarta: Bumi Aksara,

2009.

Abdul Majid & Diyan Adayani, Pendidikan Islam Berbasis Kompetensi Bandung : Remaja Rosdakarya, 2004, hal. 132.

Taufiq H. Idris,“Mengenal Kebudayaan Islam”. Surabaya : PT Bina Ilmu, 1983, 38

Nyoman Kutha Ratna, Peranan Karya Sastra, Seni, dan Budaya dalam Pendidikan Karakter Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2014,360-361.

(35)

Referensi

Dokumen terkait

Setelah melakukan proses pengambilan data yang dilakukan dengan teknik observasi dan wawancara, dilakukan analisis terhadap perilaku konsumen baik di retail modern dan

Metode analisis data yang digunakan yaitu analisis faktor untuk menganalisis faktor atribu yang mempengaruhi proses pengambilan keputusan konsumen, dan analisis

Sistem Pendukung Keputusan merupakan suatu sistem interaktif yang mendukung keputusan dalam proses pengambilan keputusan melalui alternatif– alternatif

Enam (6) Karakteristik Sistem Penunjang Keputusan yaitu: [8]. 1) Mendukung suatu proses pengambilan keputusan dari suatu organisasi atau perusahaan. 2) Dengan

Menganalisis proses pengambilan keputusan pembelian, maka perlu dilakukan analisis deskriptif. Langkah awal analisis deskriptif dengan membuat tabel frekuensi

Keputusan adalah pemilihan suatu pilihan dari alternatif lain yang dianggap paling baik untuk dilakukan. Sedangkan pengambilan keputusan adalah proses kita memilih

Analisis Data Analisis data dilakukan berdasarkan hasil wawancara dengan kuesioner yang didapatkan dari lapang, kemudian dipersentasekan berdasarkan setiap pengambilan keputusan dalam

Intervensi keperawatan pada studi kasus ini yang berfokus baik pada kasus 1 maupun kasus 2 pada nyeri melahirkan memiliki tujuan setelah dilakukan tindakan keperawatan diharapkan klien