• Tidak ada hasil yang ditemukan

FILSAFAT ILMU E-BOOK

N/A
N/A
Siti Aisyah

Academic year: 2024

Membagikan "FILSAFAT ILMU E-BOOK"

Copied!
60
0
0

Teks penuh

Buku Filsafat Ilmu Pengetahuan ini berupaya memberikan sumbangan pemikiran dan pencerahan tentang ilmu pengetahuan serta membahasnya secara filosofis. Bagian pertama menyajikan pengenalan singkat tentang filsafat ilmu, yaitu pembahasan filsafat tentang ilmu pengetahuan. Perkuliahan kita pahami hanya sebagai suatu proses pemindahan atau penyampaian ilmu pengetahuan (transfer of knowledge), tetapi bukan sebagai suatu proses pembelajaran bagi mahasiswa, agar mereka dapat melakukan kegiatan ilmiah, yaitu kegiatan observasi, menanya, mencari dan menguji. menyelidiki pertanyaan atau permasalahan yang ada sehingga kemudian dapat menemukan langkah dan cara untuk menemukan jawaban dan solusi sehingga dapat menangkap kebenaran ilmiah dan kemudian menerapkannya pada manfaat dalam kehidupan nyata (transfer pembelajaran).

Filsafat ilmu adalah filsafat tertentu yang membahas berbagai hal yang berkaitan dengan ilmu pengetahuan. Sebagai filsafat, filsafat ilmu berupaya membahas ilmu pengetahuan sebagai objeknya secara rasional (kritis, logis, dan sistematis), komprehensif, dan fundamental. Landasan epistemologis memberikan landasan untuk membahas bagaimana ilmu pengetahuan bekerja dalam upaya mencapai aktivitas ilmiah.

Selain nilai kebenaran, perlu diwaspadai berbagai nilai guna yang terdapat dalam ilmu pengetahuan sebagai implikasinya. Pembahasan ilmu pengetahuan secara menyeluruh berarti membahas segala jenis ilmu pengetahuan, mulai dari dasar hingga dasar. Filsafat ilmu secara khusus mengajak manusia dan pelajar untuk berpikir tentang kegiatan ilmiah yang dilakukannya.

Terakhir, dengan adanya filsafat ilmu diharapkan peserta didik mampu menemukan makna dan nilai dari kegiatan ilmiah yang dilakukannya, sehingga dapat dimanfaatkan untuk kesejahteraan hidup manusia. Mata kuliah filsafat sains sebisa mungkin tidak menyediakan tumpukan materi tentang sains yang dapat dicatat dan dihafal oleh mahasiswa. Kita diharapkan tidak hanya melakukan kegiatan ilmiah berdasarkan kebiasaan yang sering tidak kita sadari orientasinya.

Melalui pemikiran rasional (kritis, logis dan sistematis) kita berharap dapat menemukan pemahaman yang jelas tentang ilmu pengetahuan dengan segala unsurnya dan arah tujuan kegiatan ilmiah yang kita lakukan. Landasan pembahasan epistemologis hendaknya memberikan penjelasan tentang metode dan langkah-langkah yang penting untuk mencapai tujuan kegiatan ilmiah yang dilakukan. Filsafat ilmu mengarahkan peserta didik untuk berpikir rasional (kritis, logis dan sistematis), obyektif, radikal (mendalam) dan komprehensif (holistik) untuk mempertanyakan dan mencoba menemukan pemahaman ilmu pengetahuan yang dapat diandalkan.

Membuktikan bahwa filsafat ilmu diharapkan dapat membantu siswa memahami ilmu pengetahuan secara jelas, utuh, dan benar. Menjelaskan bahwa pembahasan filsafat ilmu dalam Filsafat Ilmu bersifat rasional, komprehensif, dan radikal. Aristoteles: Filsafat adalah ilmu yang selalu mencari prinsip dan sebab-sebab dari realitas yang ada.

Sains tidak mampu menguji kebenaran prinsip yang menjadi asas sains itu sendiri.

Kemudian lambat laun, satu demi satu, berbagai ilmu tersebut lepas dari filsafat dan menjadi ilmu-ilmu yang berdiri sendiri. Namun kenyataan menunjukkan bahwa sebenarnya banyak hal yang tidak dapat dijawab dan dipecahkan oleh berbagai ilmu tersebut. Karena banyaknya pertanyaan yang diajukan dalam berbagai bidang ilmu pengetahuan telah melampaui kompetensi bidang itu sendiri dan jawaban harus dicari filsafat, maka timbullah filsafat-filsafat tersendiri untuk disiplin ilmu yang berbeda.

Setiap disiplin ilmu memerlukan filsafat, sehingga pada hakikatnya jumlah filsafat tentang disiplin ilmu yang berbeda sama banyaknya dengan jumlah disiplin ilmu yang ada, misalnya: Filsafat Politik, Filsafat Hukum, Filsafat Sosial, Filsafat Bahasa. Sebagai ahli kosmologi, mereka mengajukan pertanyaan tentang hal-hal yang ada di balik realitas fisik yang terlihat. Oleh karena itu, etika deskriptif tergolong dalam bidang ilmu empiris dan berkaitan erat dengan sosiologi.

Satu hal yang menonjol adalah bahwa baik di India, Tiongkok, dan dunia Barat, kehidupan intelektual menjadi matang (meninggalkan cara berpikir mitos) dalam periode antara 800 dan 200 SM. Dengan membahas filsafat dalam kaitannya dengan ilmu pengetahuan, kita berharap masyarakat memperoleh pemahaman ilmu pengetahuan yang obyektif, jelas, komprehensif, mendalam dan dapat diverifikasi. Selain berusaha memperoleh penjelasan dari para filosof, sebagai pelaku kegiatan filsafat, kita juga memperoleh informasi secara etimologis bahwa filsafat mempunyai arti “cinta terhadap kebijaksanaan”, yaitu suatu keinginan yang begitu besar, yang disertai dengan usaha keras untuk memahaminya sejelas-jelasnya. benar, mendalam dan menyeluruh tentang hal-hal yang dibicarakan atau dipikirkannya.

Filsafat berasal dari kehidupan manusia yang sering kali menjumpai berbagai hal yang tidak biasa, aneh sehingga menimbulkan perasaan. Sebagai cara berpikir yang handal, orang dapat menggunakan filsafat untuk memikirkan berbagai hal yang diminatinya. Hal-hal yang kita pikirkan secara filosofis dapat digolongkan ke dalam beberapa cabang filsafat, misalnya: filsafat pengetahuan (epistemologi), filsafat moral (etika), filsafat keindahan (estetika), filsafat alam semesta (kosmologi); Selain itu, filsafat juga digunakan untuk memikirkan berbagai bidang kehidupan manusia, sehingga terdapat hal-hal yang berbeda-beda.

Membandingkan ciri-ciri khas filsafat dibandingkan dengan semua ilmu pengetahuan lainnya berdasarkan apa yang diselidikinya, sudut pandang yang digunakannya, dan metode yang digunakannya. Dampak Ilmu Pengetahuan Terhadap Masyarakat (diterjemahkan oleh Irwanto dan Robert Haryono Imam dengan kata pengantar oleh K. Bertens). Hierarki ilmu pengetahuan: tingkatan pengetahuan berdasarkan spektrum luas dari hal-hal yang dibahas; dari yang lebar ke yang lebih sempit.

Identitas: ciri khas yang secara hakiki melekat pada benda yang bersangkutan, dan dapat menjadi ciri yang membedakannya dengan benda lain, sehingga orang akan lebih mudah menemukan benda yang dimaksud. Konsep: gagasan umum yang mewakili sekumpulan benda dan memberikan gambaran lebih lengkap mengenai suatu benda; dan dibedakan dari persepsi atau persepsi terhadap suatu hal tertentu satu persatu.

Referensi

Dokumen terkait

Disebut lebih bercorak “filosofis - populer” karena Filsafat Ilmu karya Suriasumantri ini, lebih banyak menampilkan aspek aplikatif dari sebuah ilmu, bukan

Dengan pemahaman yang mendalam mengenai filsafat maka seorang mahasiswa atau lulusan teknik industri akan terus menggali ilmu – ilmu yang berhubungan

Menurut pandangan ini, adalah merupakan tugas filsuf ilmu untuk mengelaborasi implikasi yang lebih luas dari ilmu; (2) filsafat ilmu adalah eksposisi dari

Dengan demikian, dapat dikatakan hermeneutika merupakan seni pemahaman sebagai bagian dari filsafat ilmu yang dapat digunakan dalam interpretasi untuk menjelaskan bahasa teks

Bertrand Russel mendefinisikan filsafat sebagai “daerah tak bertuan” antara teologi dan ilmu pengetahuan, yang berisi spekulasi terhadap semesta, namun juga memiliki sifat

Dengan pemahaman diatas, pengembangan hukum islam di lihat dari kaca mata filsafat, hukum Islam yang pertama dan sumber hukum Islam adalah pembuat hukum Islam itu sendiri.sumber

Kemampuan Akhir dan Materi Pokok Mata Kuliah Filsafat Ilmu Pengetahuan Arsitektur 1 Mahasiswa dapat menjelaskan dua sisi pemahaman filsafat ilmu, yaitu dari disiplin ilmu dan landasan

Latar Belakang Dalam dunia yang kompleks ini, pemahaman terhadap filsafat, pengetahuan, dan agama memiliki peran yang penting dalam membimbing manusia dalam pencarian kebenaran dan