MAKALAH
FIQH MUAMMALAT SEBAGAI STUDI TERAPAN Tugas Mata Kuliah: Studi Fiqh Terapan
Dosen Pengampu:
Disusun Oleh Kelompok 10:
Rizka Cahaya Rahmadani 2310110075 Fitri Ayu Amelia 2310110076 Bagas Banu Saputra 2310110078
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM FAKULTAS TARBIYAH
INSTITUT AGAMA ISLAN NEGERI KUDUS
TAHUN AKADEMIK 2023
KATA PENGANTAR
Segala puji syukur kehadirat Allah SWT, karena dengan diberikanya berkah dan rahmat-NYA sehingga kelompok 10 mampu menyelesaikan tugas makalah yang bertema “FIQH MUAMMALAT SEBAGAI STUDI TERAPAN” dengan baik dan tepat pada waktunya.
Makalah ini dibuat dengan tujuan guna mememnuhi salah satu tugas mata kuliah “Studi Fikih Terapan” yang dibimbing oleh bapak Afham Kami mengucapkan terima kasih kepada bapak dosen mata kuliah Studi Fiqh Terapan, karena dengan diberikanya tugas ini dapat berpotensi untuk memperdalam pemahaman kami mengenai materi tersebut.
Kami dari kelompok 10 menyadari bahwa makalah ini masih banyak kekurangan dan belum sempurna, serta memohon maaf apabila terdapat kesalahan penulisan maupun penyebutan makna makna yang tertera pada makalah ini. Untuk itu kelompok kami memerlukan koreksi, masukan dan saranya dari para pembaca untuk tahapan penyempurnaan dan untuk menjadikan makalah kami kedepanya lebih baik lagi.
Kudus, 17 November 2023
Penulis
DAFTAR ISI KATA PENGANTAR
DAFTAR IAI
BAB I PENDAHULUAN A. Latar belakang B. Rumusan Masalah C. Tujuan Penelitian BAB II PEMBAHASAN A. Pengertian Fiqh Muamalat
B. Hukum Jual Beli Secara Online Menurut Syari’at Agama Islam
C. Syarat jual beli secara online dikatakan halal dan sah menurut syari’at agama Islam
BAB III PENUTUP Simpulan
DAFTAR PUSTAKA
BAB 1 PENDAHULUAN A. Latar Belakang
Fiqh adalah serangkaian hukum-hukum syara' yang mengatur hubungan antara manusia dengan manusia di bidang ekonomi. Prinsip yang berlaku dalam muamalat adalah semuanya boleh, kecuali yang dilarang. dengan demikian, semua jenis transaksi yang dilakukan oleh manusia di dunia, sejak zaman sebelum islam sampai zaman modern sekarang ini hukumnya diperbolehkan, sepanjang tidak bertentangan dengan ketentuan-ketentuan umum yang ada dalam syara'. Transaksi- Transaksi di zaman modern sekarang ini seperti bank, asuransi pasar modal, kartu kredit dan lain lain, yang pada zaman nabi tidak ada, hukumnya diperbolehkan, asal unsur riba yang terkandung di dalamnya dihilangkan. Di indonesia, para majelis Ulama Indonesia dengan fatwa-fatwanya dalam masalah yang berhubungan dengan muamalat, sangat penting untuk menjadikan transaksi-transaksi tersebut sebagai transaksi yang sesuai dengan ketentuan syara'.1
Dan dalam perkembangan zaman saat ini, kita tak dapat mengelak bahwa fenomena jual beli online telah tumbuh dan menjamur ditengah-tengah kehidupan kita sehari-hari. Mulai dari penjualan pakaian jadi, sepatu, tas, buku, dll.
Lantas bagaimanakah hukum jual beli online dalam perspektif islam?. Dan bagaimanakah jual beli online yang diperbolehkan (halal) dalam perspektif islam?. Jawaban-jawaban atas pertanyaan tersebut akan kami ulas satu persatu dalam makalah ini sehingga nantinya memunculkan suatu kesimpulan yang tepat dan dapat diterima oleh para pembaca dengan bahasa yang insya allah mudah dipahami. Sehingga pengetahuan
1 H Ahmad Wardi Muslich, Fiqh muamalat (Jakarta: Sinar Grafika, 2022)
pembaca akan hukum jual beli online dalam perspektif islam lebih jelas.
B. Rumusan Masalah
1. Apa Pengertian Fiqh Muamalat?
2. Bagaimana Hukum Jual Beli Secara Online Menurut Syari’at Agama Islam ?
3. Apa saja Syarat yang dapat kita lakukan agar jual beli secara online dikatakan halal dan sah menurut syari’at agama Islam ?
C. Tujuan
1. Untuk Mengetahui Pengertian Fiqh Muamalat
2. Untuk Mengetahui Hukum Jual Beli Secara Online Menurut Syari’at Agama Islam
3. Untuk Mengetahui Syarat jual beli secara online dikatakan halal dan sah menurut syari’at agama Islam
BAB II PEMBAHASAN A. Pengertian Fiqh Muamalat
Fiqh muamalat terdiri atas dua kata, yaitu fiqh dan muamalat. Pengertian fiqh menurut bahasa berasal dari kata faqiha, yafqahu, fiqhan yang berarti mengerti, atau memahami.2 Pengertian Fiqh menurut istilah, sebagaimana dikemukakan oleh Abdul Wahab Khallaf seabagi berikut
وَهُ وْأَ ةِيَّلِيَّصِفْتَلا اهَتَلدِأَ نْمِ بِسَتَكْمُلا ةِيَّلِمُعَلا ةِيَّعِرْشَّلا ماكْحلأاب مُلِعَلا وَهُ هِقْفْلا مُلِعِ
ةِيَّلِيَّصِفْتَلا اهَتَلدِأَ نْمِ ةِدِافْتَسَمُلا ةِيَّلِمُعَلا ةِيَّعِرْشَّلا ماكْحلأا ةِعِوَمُجْمِ
2 Abdul Wahab Khallaf, Ilmu Ushul Al-Figh, Ad-Dar Al-Kuwaitiyah, lihat VIII, hlm. 11
Fiqh adalah ilmu tentang hukum-hukum syara’ yang bersifat amaliah yang diambil dari dalil-dalil yang terperinci. Atau fiqh adalah himpunan hukum-hukum syara' yang bersifat amaliah yang diambil dari dalil-dalil yang terperinci.3
Adapun lafal muamalat berasal dari kata 'amala, yu'ämilu, muamalatan yang artinya:
هِوَحْنَوْ عِيَّب يفِ هِعَمِ فَرْصِتَ
Melakukan interaksi dengan orang lain dalam jual beli dan semacamnya.4
Dari pengertian menurut bahasa tersebut dapat dirumuskan pengertian menurut istilah bahwa fiqh muamalat adalah ilmu tentang hukum-hukum syara' yang mengatur hubungan atau interaksi antara manusia dengan manusia yang lain dalam bidang kegiatan ekonomi.
Termasuk dalam muamalat yakni jual beli, hutang piutang, pemberian upah, serikat usaha, urunan atau patungan, dan lain- lain. Adapun Jual beli adalah suatu kegiatan tukar menukar barang dengan barang lain dengan tata cara tertentu. Termasuk dalam hal ini adalah jasa dan juga penggunaan alat tukar seperti uang.
B. Hukum Jual Beli Secara Online Menurut Syari’at Agama Islam
a. Rukun Jual Beli Online
Dalam menetapkan rukun jual beli, di antara para ulama terjadi perbedaan pendapat. Menurut ulama Hanafiyah, rukun jual beli adalah ijabdan qabul yang menunjukkan pertukaran barang secara ridha, baik dengan ucapan maupun perbuatan.5
3 Ibid
4 Ibrahim Unais, et.al., Al-Mu'jam Al-Wasith, Juz II, Dar Ihya' At-Turats Al-Arabi, cetakan II,hlm.628.
5 Ibn Abidin, Radd Al-Mukhtar Ala Dar Al-Mukhtar, Juz IV, h. 5
Adapun rukun jual-beli menurut jumhur ulama ada empat, diantaranya :
1. Bai’ (Penjual).
2. Mustari (Pembeli).
3. Shighat (Ijab dan Qabul).
4. Ma’qud ‘alaih (Benda atau barang).
b. Larangan Jual-Beli
Di antara larangan dalam jual-beli ialah :
1. Membeli barang di atas dari harga pasaran.
2. Membeli barang yang sudah di beli atau di pesan oleh orang lain.
3. Menjual atau membeli barang dengan cara mengecoh/menipu (bohong).
4. Menimbun barang yang dijual agar harga naik karena dibutuhkan masyarakat.
5. Menghambat orang lain mengetahui harga pasar agar membeli barangnya.
6. Menyakiti penjual atau pembeli untuk melakukan transaksi.
7. Menyembunyikan cacat barang kepada pembeli.
8. Menjual barang dengan cara kredit dengan imbalan bunga yang ditetapkan.
9. Menjual atau membeli barang haram.Jual-beli dengan tujuan buruk seperti untuk merusak ketentraman umum, menyempitkan gerakan pasar, mencelakai para pesaing, dll.
c. Syarat-Syarat Sah Jual Beli
Syarat-syarat untuk pelaku akad yaitu harus berakal dan memiliki kemampuan untuk memilih. Tidak di syaratkan untuk orang gila, orang yang mabuk, anak kecil yang belum bisa
membedakan, maka yang demikian tidak bias dinyatakan sah dalam jual beli.
Adapun syarat-syarat untuk barang yang diakadkan diantaranya : 1. Suci (halal dan baik).
2. Bermanfaat.
3. Milik orang yang melakukan akad.
4. Mampu diserahkan oleh pelaku akad.
5. Mengetahui status barang (kualitas, kuantitas, jenis dan lain-lain)
6. Barang tersebut dapat diterima oleh pihak yang melakukan akad.
d. Keuntungan Berbelanja Online:
1. Praktis dan Menghemat Waktu
Dengan duduk atau tiduran di depan computer kita sedah bisa berbelanja berbagai macam barang baik pakaian, alat elektronik alat kesehatan dan sebagainya. Misalnya kita kalau kita pengen beli baju gak perlu ke butik atau mall.
Tinggal buka website toko baju online kemudian tinggal milih barang yang kita inginkan. Belanja dapat dilakukan kapan saja dan dimana saja asal ada akses internet.
2. Banyak pilihan barang
Toko online menyediakan apa yang kita butuhkan. Semuanya hampir ada. Dari sekedar barang sederhana dan murah sampai barang yang berharga mahal. Semuanya ada, tinggal kita buka website yang menyediakan kebutuhan kita. Kalau kita mau beli alat elektronik tinggal buka aja website toko elektronik dan sebagainya. Yang lebih asyik lagi kita dapat dengan mudah membandingkan harga dari toko satu dengan toko lainnya dan
Mudah Mendapatkan jenis atau model barang terbaru. Dan terkadang kita sulit mencari barang yang di inginkan di kota kita tetapi di toko online banyak yang menyediakan.
3. Harga relative lebih murah.
Kebanyakan toko online harganya lebih murah daripada toko konvensional. Asal pintar-pintar kita membandingkan harga di pasaran. Karena pemilik toko online biasanya tidak perlu menyediakan kios khusus sehingga mereka mampu menghemat biaya operasional dan lainnya sehingga toko online biasanya bisa menjual barang lebih murah daripada di pasaran. Bahkan beberapa juga menyediakan barang grosir sehingga sehingga harga lebih murah.
e. Kerugian belanja Online : 1. Barang tidak bisa dicoba
Bila berbelanja pakaian terutama baju ataupun yang lainnya nggak bisa kita coba. Tapi biasanya toko online menyediakan ukurannya. Kita harus memperhatikan ukuran yang tertera di toko online tersebut. Tidak bisa memegang kainnya, bagaimana kehalusan kainnya dsb.
2. Kualitas barang tidak sesuai
Dalam website toko online yang di pajang adalah foto/gambar barang yang di jual. Kesamaan barang hasil foto/gambar dengan yang kita lihat di monitor tidak bisa 100% sama. Mungkin kesamaan dengan barang yang asli hanya 75-90% saja. Hal itu di pengaruhi dari efek pencahayaan dan monitor komputer pembeli.
3. Ongkos Kirim Mahal.
Tentunya barang yang kita beli tidak serta merta langsung dapat kita ambil. Pemilik toko online masih memerlukan jasa pengiriman. Dan yang menentukan biaya kirim barang adalah pemilik jasa pengirimaan barang seperti JNE, TIKI, Pos Indonesia, dan sebagainya.
4. Resiko Penipuan
hati-hati kita terhadap toko online yang Cuma menipu.
Pastikan website tempat belanja online terpercaya.
Resikonya: uang sudah ditransfer tapi barang tidak di kirim dan gak pernah dikirim selamanya.6
f. Jual Beli Dengan Akad Salam Secara Online (E-Commerce) Transaksi secara online merupakan transakasi pesanan dalam model bisnis era global yang non face, dengan hanya melakukan transfer data lewat maya (data intercange) via internet, yang mana kedua belah pihak, antara originator dan adresse (penjual dan pembeli), Atau menembus batas system pemasaran dan Bisnis-Online dengan menggunakan Sentral shop, Sentral Shop merupakan sebuah Rancangan Web Ecommerce smart dan sekaligus sebagai Bussiness Intelligent yang sangat stabil untuk diguakan dalam memulai, menjalankan, mengembangkan, dan mengontrol Bisnis.
Perkembangan teknologi inilah yang bisa memudahkan transaksi jarak jauh, dimana manusia bisa dapat berinteraksi secara singkat walaupun tanpa face to face, akan tetapi didalam bisnis adalah yang terpenting memberikan informasi dan mencari keuntungan.
6 https://www.seniberpikir.com/internet-jual-beli-online-dan-perkembangannya-di-indonesia/ Di akses pada tanggal 20 jam 03:12 pagi
Adapun mengenai definisi mengenai E-Commerce secara umumnya adalah dengan merujuk pada semua bentuk transaksikomersial, yang menyangkut organisasi dan transmisi data yang digeneralisasikan dalam bentuk teks, suara, dan gambar secara lengkap. Sedangkan pihak-pihak yang terlibat sebagaiman yang telah diungkapkan dalam akad salam diatas, mungkin tidak beda jauh, hanya saja persyaratan tempat yang berbeda.
Jual beli secara online ini sejenis dengan jual beli salam (pesanan). Kata salam ataupun salaf memiliki makna satu, yaitu
“pesanan”. Adapun secara terminologi ialah menjual suatu barang yang telah ditetapkan dengan sifat dalam suatu tanggungan.
Akad salam itu pada hakikatnya adalah jual-beli dengan hutang. Tapi bedanya, yang dihutang bukan uang pembayarannya, melainkan barangnya. Sedangkan uang pembayarannya justru diserahkan tunai. Jadi akad salam ini kebalikan dari kredit.
Kalau jual-beli kredit, barangnya diserahkan terlebih dahulu dan uang pembayarannya jadi hutang. Sedangkan akad salam, uangnya diserahkan terlebih dahulu sedangkan barangnya belum diserahkan dan menjadi hutang.
Akad salam di tetapkan kebolehannya di dalam Al-Qur’an, As- Sunnah dan Ijma’. Dalil Al-Qur’an yang memperbolehkan akad salam terdapat dalam surah Al-Baqarah (2) ayat 282 :
لٍجَأَ ىلٰإِ نٍيْدَبِ مْتُنْيْادَتَ اذَإِ اوْنْمَا نٍيْذِلٰا اهَيْأَيْ
وْبُتُكْافَ ى#مًّسَمَ
هُۗ
Artinya : “Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu bermu'amalah tidak secara tunai untuk waktu yang ditentukan, hendaklah kamu menuliskannya”.7
Adapun dalil As-Sunnah, dalil dengan salam ini di sebutkan dalam hadist riwayat Ibnu Abbas RA. :
Ibnu Abbas RA berkata bahwa ketika Nabi SAW baru tiba di Madinah, orang-orang madinah biasa meminjamkan buah kurma satu tahun dan dua tahun. Maka Nabi SAW bersabda : “Siapa yang meminjamkan buah kurma maka harus meminjamkan dengan timbangan yang tertentu dan sampai pada masa yang tertentu”. (HR. Bukhari dan Muslim)
Sedangkan dalil ijma’, Ibnu Al-Munzir menyebutkan bahwa semua orang yang kami kenal sebagai ahli ilmu telah bersepakat bahwa akadsalam itu merupakan akad yang dibolehkan.8
Dalam transaksi salam ini diperlukan syarat-syarat ijab qabul, Pernyataan dalam ijab qabul ini bisa disampaikan secara lisan, tulisan (surat menyurat, isyarat yang dapat memberi pengertian yang jelas), hingga perbuatan atau kebiasaan dalam melakukan ijab qabul. Adapun syarat-syaratnya adalah :
1. Dilakukan dalam satu tempo.
2. Antara ijab dan qabul
7 . Alquran Kudus Cetakan ke 19 2015
8 bnu Qudamah, Al-Mughni, Beirut : Dar Al-Fikr, Juz IV, h. 304
3. sejalan Menggunakan kata assalam atau assalaf
4. Tidak ada khiyar syarat (hak bagi pemesan untuk menerima pesanan atau tidak).
g. Tinjauan Hukum Islam Terhadap Jual Beli Secara Online
Sebagaimana keterangan dan penjelasan mengenai dasar hukum hingga persyaratan transaksi salam dalam hukum islam, kalau dilihat secara sepintas mungkin mengarah pada ketidak dibolehkannya transaksi secara online (E-commerce), disebabkan ketidak jelasan tempat dan tidak hadirnya kedua pihak yang terlibat dalam tempat.
Tetapi kalau kita mencoba menelaah kembali dengan mencoba mengkolaborasikan antara ungkapan al-Qur’an, hadits dan ijmma’, dengan sebuah landasan :
هِمِرْحْتَ
ىلِعَل ليَّلدلا لدي ىتَح ةِحابلإا ةِلِمِاعَمُلا
يفِ
لصلأا
“Pada asalnya semua Muamalah diperbolehkan sehingga ada dalil yang menunjukkan keharamannya”.9
Dengan melihat keterangan diatas, maka hal tersebut bisa dijadikan sebagai pemula dan pembuka cenel keterlibatan hukum islam terhadap permasalahan kontemporer. Karena dalam Al- Qur’an permasalahan trasnsaksi online masih bersifat global, selanjutnya hanya mengarahkan kepada peluncuran teks hadits yang dikolaborasikan dalam permasalahan sekarang dengan menarik sebuah pengkiyasan.
9 Daud, Ali Mahmud, Pengantar Hukum Islam dan Tata Hukum Islam di Indonesia, Jakarta : PT.
Grafindo, 1993 Hlm 46
Sebagaimana ungkapan Abdullah bin Mas’ud : Bahwa apa yang telah dipandang baik oleh muslim maka baiklah dihadapan Allah, akan tetapi sebaliknya.
Dan yang paling penting adalah kejujuran, keadilan, dan kejelasan dengan memberikan data secara lengkap, dan tidak ada niatan untuk menipu atau merugikan orang lain, sebagaimana firman Allah dalam surat Al-Baqarah ayat 282 diatas
C. Syarat Jual Beli Secara Online Dikatakan Halal dan Sah Menurut Syari’at Agama Islam
Langkah-langkah yang dapat kita tempuh agar jual beli secara online ini di perbolehkan, halal, dan sah menurut syari’at Islam diantaranya :
1. Produk yang di jual maupun yang di beli Halal.
Kewajiban menjaga hukum halal-haram dalam objek perniagaan tetap berlaku, termasuk dalam perniagaan secara online, mengingat Islam mengharamkan hasil perniagaan barang atau layanan jasa yang haram, sebagaimana ditegaskan dalam hadis: “Sesungguhnya bila Allah telah mengharamkan atas suatu kaum untuk memakan sesuatu, pasti Ia mengharamkan pula hasil penjualannya.” (HR Ahmad, dan lainnya). Boleh jadi ketika berniaga secara online, rasa sungkan atau segan kepada orang lain sirna atau berkurang.
Namun kita pasti menyadari bahwa Allah ‘Azza wa Jalla tetap mencatat halal atau haram perniagaan kita.
2. Kejelasan status.
Di antara poin penting yang harus kita perhatikan dalam setiap perniagaan adalah kejelasan status. Apakah sebagai pemilik, atau paling kurang sebagai perwakilan dari pemilik
barang, sehingga berwenang menjual barang. Ataukah kita hanya menawaran jasa pengadaan barang, dan atas jasa ini kita mensyaratkan imbalan tertentu. Ataukah sekedar seorang pedagang yang tidak memiliki barang namun bisa mendatangkan barang yang kita tawarkan.
3. Kesesuaian harga dengan kualitas barang.
Dalam jual beli online, kerap kali kita jumpai banyak pembeli merasa kecewa setelah melihat pakaian yang telah dibeli secara online. Entah itu kualitas barangnya, ataukah ukuran yang ternyata tidak pas dengan yang dikehendaki. Sebelum hal ini terjadi kembali pada kita, patutnya kita mempertimbangkan apakah harga yang ditawarkan telah sesuai dengan kualitas barang yang akan dibeli. Sebaiknya juga kita meminta foto real dari keadaan barang yang akan dijual.
4. Kejujuran dalam jual beli online
Berniaga secara online, walaupun memiliki banyak keunggulan dan kemudahan, namun bukan berarti tanpa masalah. Berbagai masalah dapat saja muncul pada perniagaan secara online. Terutama masalah yang berkaitan dengan tingkat amanah kedua belah pihak.
Bisa jadi ada orang yang melakukan pembelian atau pemesanan. Namun setelah barang kita kirim kepadanya, ia tidak melakukan pembayaran atau tidak melunasi sisa pembayarannya.
Bila kita sebagai pembeli, bisa jadi setelah kita melakukan pembayaran, atau paling kurang mengirim uang muka, ternyata penjual berkhianat, dan tidak mengirimkan barang. Bisa jadi barang yang dikirim ternyata tidak sesuai dengan apa yang ia
gambarkan di situsnya atau tidak sesuai dengan yang kita inginkan.
Kita bisa bayangkan betapa susah dan repotnya bila mengalami kejadian seperti itu. Karena itu, walaupun kejujuran ditekankan dalam setiap perniagaan, pada perniagan secara online tentu lebih ditekankan lagi.
BAB III
PENUTUP Kesimpulan
Bisnis online sama seperti bisnis offline. Ada yang halal ada yang haram, ada yang legal ada yang ilegal. Hukum dasar bisnis online sama seperti akad jual beli dan akad as-salam, ini diperbolehkan dalam Islam. Adapun keharaman bisnis online karena beberapa sebab :
1. Sistemnya haram, seperti money gambling. Judi itu haram baik di darat maupun di udara (online).
2. Barang/jasa yang menjadi objek transaksi adalah barang yang diharamkan, seperti narkoba, video porno, online sex, pelanggaran hak cipta, situs-situs yang bisa membawa pengunjung ke dalam perzinaan.
3. Karena melanggar perjanjian (TOS) atau mengandung unsur penipuan.
4. Tidak membawa kemanfaatan tapi justru mengakibatkan kemudharatan.
Sebagaima telah disebutkan diatas, hukum asal mu’amalah adalah al-ibaahah (boleh) selama tidak ada dalil yang melarangnya. Namun demikian, bukan berarti tidak ada rambu- rambu yang mengaturnya.
Transaksi online diperbolehkan menurut Islam selama tidak mengandung unsur-unsur yang dapat merusaknya seperti riba, kezhaliman, penipuan, kecurangan dan yang sejenisnya serta memenuhi rukun-rukun dan syarat-syarat didalam jual belinya.
Hal yang perlu juga diperhatikan oleh konsumen dalam bertransaksi adalah memastikan bahwa barang/jasa yang akan
dibelinya sesuai dengan yang disifatkan oleh si penjual sehingga tidak menimbulkan perselisihan di kemudian hari.
DAFTAR PUSTAKA