• Tidak ada hasil yang ditemukan

gambaran perilaku siswa sekolah dasar

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "gambaran perilaku siswa sekolah dasar"

Copied!
63
0
0

Teks penuh

PENDAHULUAN

Perumusan Masalah

Tujuan Penelitian

Manfaat Penelitian

TINJAUAN PUSTAKA

  • Domain (Ranah) Perilaku
  • Perkembangan Anak
  • Kebiasaan Makan Pada Siswa Sekolah Dasar
  • Usaha Kesehatan Sekolah
  • Jajanan Kaki Lima
  • Kerangka Kosep

Berdasarkan bentuk respon terhadap stimulus tersebut, perilaku dibedakan menjadi dua, yaitu (Notoadmodjo, 2007). Pada masa ini, masa kanak-kanak terbagi menjadi dua masa yang berbeda, yaitu masa kanak-kanak awal dan masa kanak-kanak akhir. Pada masa ini, anak berada pada usia kelompok, masa dimana anak mempelajari dasar-dasar perilaku sosial yang diperlukan untuk adaptasi dalam persiapan menghadapi kehidupan sosial yang lebih tinggi.

Pada anak usia dini disebut juga masa eksplorasi, karena anak usia dini mengalami perkembangan seputar penguasaan dan penguasaan terhadap lingkungan dimana anak ingin mengetahui keadaan lingkungannya, bagaimana mekanismenya, bagaimana perasaannya dan bagaimana dirinya dapat menjadi seorang anak. bagian dari itu Lingkungan. Seiring berjalannya masa anak usia dini, anak semakin banyak melakukan kontak dengan teman sebayanya sehingga berpengaruh terhadap pembentukan konsep diri anak (Hurlock, 2005). Akhir masa kanak-kanak berlangsung sejak usia enam tahun hingga saat individu menjadi dewasa secara seksual.

Para ahli psikologi mengatakan bahwa akhir masa kanak-kanak merupakan masa kelompok yang menitikberatkan pada keinginan untuk diterima oleh teman sebaya sebagai anggota suatu kelompok, terutama kelompok yang bergengsi di mata teman. Masa kanak-kanak akhir merupakan masa pertumbuhan yang lambat dan relatif seragam hingga perubahan pubertas mulai terjadi. Keterampilan yang dipelajari anak-anak sebagian bergantung pada kesempatan untuk belajar, sebagian lagi pada bentuk tubuh mereka, dan sebagian lagi pada keinginan teman-temannya.

Di penghujung masa kanak-kanak, ada kalanya anak kerap mengalami emosi yang kuat. Organisasi Pangan dan Pertanian (FAO) mendefinisikan jajanan kaki lima sebagai makanan dan minuman yang disiapkan dan dijual oleh pedagang kaki lima dan tempat umum lainnya, yang dimakan dan dikonsumsi langsung tanpa pengolahan dan penyiapan yang benar. Komposisi zat yang terkandung dalam jajanan pinggir jalan pada umumnya sama dengan makanan sejenis yang dijual di tempat lain.

Pewarna sintetis ini tidak hanya berbahaya bagi anak kecil yang hipersensitif, tetapi juga menimbulkan gejala akut yaitu kulit merah, meradang dan bengkak, bercak ungu pada kulit, penglihatan kabur pada penderita asma atau alergi lainnya. Ada beberapa keuntungan bagi konsumen jajanan kaki lima, termasuk anak sekolah yang cenderung lebih suka menyantap makanan yang dijual di food court. Makan di PKL sudah menjadi kebutuhan sehari-hari, selain harganya yang relatif murah, masyarakat juga biasanya memilih makan di PKL karena letaknya yang strategis dan mudah dijangkau.

Makanan yang dijual di PKL hanya mengandung karbohidrat dan garam sehingga hanya akan membuat Anda cepat kenyang dan disukai banyak anak. Dalam kerangka konseptual, variabel yang diteliti adalah variabel bebas perilaku siswa sekolah yang terdiri dari pengetahuan, sikap dan tindakan, karena kaitannya dengan variabel terikat kebiasaan jajanan kaki lima siswa dalam kategori baik dan buruk.

Gambar 2.1 Kerangka Konsep
Gambar 2.1 Kerangka Konsep

METODOLOGI PENELITIAN

Lokasi dan Waktu Penelitian

Populasi dan Sampel

  • Metode Pengumpulan Data
  • Instrumen Penelitian
  • Defenisi Operasional
  • Aspek Pengukuran
  • Tekhnik Analisa Data

Data primer diperoleh dari wawancara menggunakan kuesioner yang meliputi data karakteristik responden (nama, jenis kelamin, umur dan uang jajan), sumber informasi tentang jajanan kaki lima (keluarga/kerabat, petugas kesehatan, media cetak), pengetahuan jajanan kaki lima, sikap. . terhadap jajanan kaki lima, dan tindakan terhadap jajanan kaki lima. Pengetahuan merupakan hasil pengetahuan yang terjadi ketika masyarakat mempersepsikan jajanan kaki lima. Sikap merupakan reaksi atau tanggapan yang masih tertutup oleh anak-anak SD Negeri 200401 Poken Jior Kecamatan Angkola Julu Kota Padangsidimpuan terhadap jajanan kaki lima.

Implementasi tindakan tersebut berupa tindakan nyata anak-anak SD Negeri 200401 Poken Jior Kecamatan Angkola Julu Kota Padangsidimpuan mengenai jajanan kaki lima. Rata-rata pengetahuan, jika skor responden dari total skor seluruh pertanyaan yang berkaitan dengan pengetahuan jajanan pinggir jalan). Sikap rata-rata, jika skor responden dari total skor seluruh pertanyaan tentang sikap terhadap jajanan kaki lima).

Tindakan sedang, jika skor responden berasal dari total skor seluruh pertanyaan tentang aksi jajanan pinggir jalan). Analisis data dilakukan dengan menggunakan analisis deskriptif yaitu untuk mengetahui gambaran perilaku siswa sekolah dasar terhadap jajanan kaki lima di kalangan siswa SD Negeri 200401 Poken Jior Kecamatan Angkola Julu Kota Padangsidimpuan. Hasil pengumpulan data melalui angket pengetahuan, sikap dan tindakan siswa sekolah dasar terhadap jajanan kaki lima di SD N 200401 Poken Jior Kecamatan Angkola Julu Kota Padangsidimpuan tahun 2015 dapat dilihat sebagai berikut.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis kelamin laki-laki mempunyai pengaruh yang kuat terhadap perilaku siswa sekolah dasar terhadap jajanan pinggir jalan, dengan mayoritas responden memiliki pengetahuan pada kategori baik dan sedang pada kategori sikap dan tindakan. Hasil tersebut menunjukkan bahwa usia mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap perilaku siswa sekolah dasar terhadap jajanan pinggir jalan, dengan semakin tua usia siswa maka pengetahuannya tentang jajanan pinggir jalan akan semakin baik sehingga mempengaruhi sikap dan perilakunya. Penyakit akibat mengonsumsi makanan jajanan dengan bahan tambahan yang berlebihan dan tidak murni yaitu.

12 jajanan pinggir jalan yang mengandung perasa berlebihan bisa menyebabkan kanker dalam jangka panjang. 18 Mengonsumsi makanan di jalan dalam jumlah berlebihan dapat menurunkan konsentrasi belajar dan membuat Anda mudah mengantuk. 19 Pewarna tekstil yang digunakan pada jajanan kaki lima sangat berbahaya bagi kesehatan 20 Makanan jajanan kaki lima merupakan jajanan yang menyehatkan.

Tabel 2. Distribusi Frekuensi Jenis Kelamin Responden, Umur Responden, Uang Saku Responden di SDN 200401 Poken Jior Kecamatan Angkola Julu Kota Padangsidimpuan Tahun 2015
Tabel 2. Distribusi Frekuensi Jenis Kelamin Responden, Umur Responden, Uang Saku Responden di SDN 200401 Poken Jior Kecamatan Angkola Julu Kota Padangsidimpuan Tahun 2015

HASIL PENELITIAN

Tingkat Pengetahuan Siswa SDN 200401 Poken Jior Kecamatan

Berdasarkan hasil penelitian pengetahuan siswa SDN 200401 Poken Jior Kecamatan Ankola Julu Kota Padangsidimpuan tahun 2015 diperoleh hasil sebagai berikut. Distribusi Frekuensi Tingkat Pengetahuan Siswa SDN 200401 Poken Jior Angkola Kecamatan Julu Kota Padangsidimpuan Tahun 2015 Tingkat Pengetahuan Frekuensi Persentase (%). Berdasarkan tabel diatas terlihat bahwa dari 64 responden yang disurvei, tingkat pengetahuan sebagian besar responden berada pada kategori baik yaitu sebanyak 38 orang atau 59,37%, dan tingkat pengetahuan sebagian kecil responden berada pada kategori baik. kategori buruk kategori tadi. 3 orang atau 4,68.

Tingkat Sikap Siswa SDN 200401 Poken Jior Kecamatan Angkola Julu

Berdasarkan tabel diatas diperoleh hasil bahwa dari 64 responden yang diteliti diperoleh hasil bahwa tindakan responden sebagian besar berada pada kategori sedang sebanyak 49 orang atau 76,57%, dan sebagian kecil responden berada pada kategori kurang sebanyak 3 orang. . atau 4,68. Hal ini berdampak besar pada perilaku siswa sekolah dasar terhadap jajanan kaki lima, dimana uang jajan akan mempengaruhi seberapa banyak makanan yang akan dibeli siswa. Hasil penelitian tingkat pengetahuan mayoritas berada pada kategori baik sebanyak 38 orang (59,37%) dan minoritas berada pada kategori kurang baik sebanyak 3 orang (4,68%).

Hasil survei tingkat sikap mayoritas berada pada kategori sedang sebanyak 44 orang (68,75%), dan minoritas berada pada kategori baik sebanyak 20 orang (31,25%). Hasil survei tingkat tindakan mayoritas berada pada kategori sedang sebanyak 49 orang (76,57%) dan minoritas berada pada kategori kurang sebanyak 3 orang (4,68%).

Gambar

Gambar 2.1 Kerangka Konsep
Tabel 2. Distribusi Frekuensi Jenis Kelamin Responden, Umur Responden, Uang Saku Responden di SDN 200401 Poken Jior Kecamatan Angkola Julu Kota Padangsidimpuan Tahun 2015
Tabel 3. Distribusi Frekuensi Tingkat Pengetahuan Siswa SDN 200401 Poken Jior Kecamatan Angkola Julu Kota Padangsidimpuan Tahun No 2015 Tingkat Pengetahuan Frekuensi Persen(%)
Tabel 5. Distribusi Frekuensi Tingkat Tindakan Siswa SDN 200401 Poken Jior Kecamatan Angkola Julu Kota Padangsidimpuan Tahun 2015
+2

Referensi

Dokumen terkait

Hubungan Antara Pengetahuan Dengan Sikap Anak Usia Sekolah Akhir (10-12 Tahun) Tentang Makanan Jajanan Di SD Negeri II Tagog.. Apu Padalarang Kabupaten Bandung Barat

Berdasarkan Tabel 4.9 terlihat katagori tingkat sikap responden dalam hal pendidikan kesehatan reproduksi terhadap upaya pencegahan kekerasan seksual pada anak berada pada

Hasil penelitian menunjukkan bahwa sosialisasi teman sebaya tidak berpengaruh signifikan terhadap sikap atas perilaku baik pada responden dari kelompok sekolah yang

Berdasarkan hasil pengkategorian ter- hadap pengetahuan responden diketahui bahwa pengetahuan responden tentang makanan dan minuman jajanan yang mengandung bahan tamba-

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui fungsi perpustakaan sekolah terhadap prestasi belajar siswa di SD Negeri 33 Buton. Prosedur pengumpulan data dan

Sikap siswa kelas V tentang mencuci tangan yang benar di Sekolah Dasar Negeri Mojosongo 2 Jebres Surakarta Tahun 2015 berdasarkan karakteristik responden sebagian besar

Karakteristik Responden Dari hasil pengumpulan data melalui kuisioner terhadap pengetahuan, sikap, dan tindakan ibu terhadap status gizi pada balita di Desa Panompuan Jae Kecamatan

Hasil Penelitian : Anak di SD Negeri Selang yang memiliki perilaku menyikat gigi kriteria baik sejumlah 13 responden 27,7%, kriteria sedang sejumlah 8 responden 17,0%, dan kriteria