PENDAHULUAN
Rumusan Masalah
Tujuan Penelitian
Manfaat Penelitian
KAJIAN PUSTAKA
- Gaya Hidup
- Westernisasi
- Hedonisme
- Pragmatisme
- Apatisme
- Landasan Teori
- Kerangka Pikir
Secara umum dapat diartikan sebagai gaya hidup yang diidentifikasi berdasarkan cara orang menghabiskan waktunya (aktivitas), apa yang orang anggap penting dalam lingkungannya (kepentingan), dan apa yang orang pikirkan tentang dirinya dan dunia di sekitarnya (pendapat). Contoh gaya hidup remaja yang mengikuti fashion barat dalam kehidupan sehari-hari adalah sebuah permasalahan. Yang lebih menyedihkan lagi, banyak stasiun televisi yang menayangkan contoh gaya pakaian remaja yang mengikuti mode Barat.
METODE PENELITIAN
Lokus Penelitian
Lokasi: Penelitian ini dilakukan di sebuah rumah kos mahasiswa di Jalan Sultan Alauddin Kota Makassar. Alasan dipilihnya santri pesantren karena peneliti melihat adanya gaya hidup bebas di masyarakat tersebut. Setelah melakukan penelitian dan wawancara mendalam kepada para santri, serta berbagai kegiatan yang sering mereka lakukan dan ikuti, maka diputuskan bahwa Pondok Pesantren di Jalan Sultan Alauddin cocok sebagai lokasi penelitian terkait masalah gaya hidup bebas. di kalangan siswa.
Penentuan informan dalam penelitian ini dilakukan dengan menggunakan teknik purposive sampling dimana pemilihan informan sengaja dipilih berdasarkan kriteria yang telah ditentukan dan ditentukan berdasarkan tujuan penelitian. Kriteria informan yang dipekerjakan atau dipilih dalam penelitian ini adalah informan yang mengetahui dan memahami kondisi serta aktivitas santri di Pondok Pesantren Jalan Sultan Alauddin, selain itu informan terpilih juga sudah menunjukkan gaya hidup hedonisnya, hal ini dilakukan melalui teknik observasi peneliti yaitu dukungannya melalui teknik kajian pustaka terkait ciri-ciri remaja hedonis seperti yang dikemukakan oleh Rahardjo dan Silalahi yaitu remaja yang mempunyai gaya hidup serba instan, mengejar modernitas fisik, mempunyai relativitas kesenangan di atas rata-rata dan mempunyai keinginan-keinginan spontan yang harus segera dipenuhi. Fokus penelitian ini adalah gaya hidup santri asrama di Jalan Sultan Alauddin Kota Makassar.
Merupakan alat untuk keperluan penelitian seperti kamera, alat perekam, lembar observasi, angket dan peneliti sendiri.ss.
Jenis dan Sumber Data Penelitian
Dalam penelitian kualitatif, informan adalah sejumlah objek yang akan diteliti atau diambil dan dijadikan parameter dalam pengumpulan data, informan yang dapat memberikan informasi dan data yang dibutuhkan dalam penelitian, jumlah informan tidak ditentukan, karena data dapat diperoleh. sewaktu-waktu sesuai fakta di lapangan. Dengan ditetapkannya informan sebagai informan kunci/inti dalam suatu rencana, dapat berubah sewaktu-waktu sesuai kondisi di lapangan. Menurut Koenjtaraningrat, informan dipilih dari beberapa orang yang benar-benar terpercaya dan mengetahui objek yang diteliti.
Informan dasar (kunci) dapat memberikan petunjuk tentang individu lain dalam masyarakat yang dapat memberikan informasi lebih lanjut yang diperlukan untuk penyelidikan. Siswa yang dijadikan informan dalam penelitian ini adalah siswa yang teridentifikasi sebagai siswa hedonis. Alasan pemilihan informan adalah orang atau siswa yang benar-benar dapat memberikan informasi sehingga peneliti memperoleh data yang diperlukan untuk penelitian.
Dokumen berupa foto dapat memberikan atau menggambarkan kondisi lingkungan serta perilaku atau aktivitas dan karakteristik informan, baik melalui wawancara maupun observasi di lapangan. Dokumen berupa foto dalam penelitian ini adalah foto-foto yang dihasilkan oleh peneliti sendiri selama berada di lapangan, yaitu yang berkaitan dengan fokus penelitian.
Teknik Pengumpulan Data
Peneliti melakukan wawancara mendalam mengenai motif dan bentuk gaya hidup hedonis pada mahasiswa yang tinggal di kos-kosan di Jalan Sultan Alauddin. Hal ini dimaksudkan agar pertanyaan yang diajukan peneliti tetap fokus, tanpa mengurangi kebebasan mengembangkan pertanyaan, dan menjaga suasana agar terlihat kesan dialogis informan. Teknik ini dilakukan dengan cara mencari literatur atau membaca buku yang memuat teori, informasi atau laporan yang berkaitan dengan penelitian ini.
Seperti yang dilakukan peneliti dengan mencari buku, jurnal, skripsi dan penelitian terdahulu lainnya yang dapat dijadikan referensi bagi peneliti. Observasi partisipatif merupakan suatu proses observasi yang dilakukan oleh pengamat (peneliti) dengan ikut serta dalam kehidupan orang yang diamati (informan). Dalam observasi non partisipan, pengamat tidak ikut serta dalam kehidupan informan dan bertindak sendiri-sendiri sebagai pengamat.
Dalam penelitian ini peneliti memanfaatkan observasi non partisipan dengan memanfaatkan media sosial informan, sehingga peneliti tetap bisa mengamati aktivitas informan meskipun tidak berpartisipasi secara langsung. Peneliti mengamati perilaku, bentuk dan jenis kegiatan yang dilakukan dan dilaksanakan mahasiswa di luar jadwal perkuliahan.
Analisis Data
- Teknik Keabsahan Data
Baik yang sudah mengetahui maupun yang tidak setuju bahwa siswa yang jauh dari orang tuanya sebaiknya tidak melakukan hal tersebut. Kemudian tidak hanya lingkungan saja yang mempunyai pengaruh besar terhadap perilaku sosial mahasiswa yang tinggal di rumah kos. Namun selain itu, masih banyak pelajar yang sering melanggar hal tersebut karena sering memasukkan lawan jenis ke dalam kosnya.
Banyak laki-laki yang tinggal di sana namun malah mengajak lawan jenisnya untuk bergabung dengan laki-laki tersebut, menurut AD, salah satu pelajar yang juga tinggal di sana mengatakan hal tersebut. Dengan adanya aktivitas sehari-hari siswa yang demikian maka akan timbul perilaku menyimpang, karena dengan aktivitas tersebut siswa merasa bosan dengan kehidupannya sehari-hari. Pembahasan diatas mengenai kelakuan sehari-hari siswa yang aktivitasnya negatif, ada pula aktivitas positif seperti belajar, membaca dan lain sebagainya ketika berada di asramanya.
Menurut beberapa informan mengenai perilaku sosial negatif santri di ponpes, pemilik kos mendapat informasi mengenai perilaku menyimpang santri yang tinggal di ponpesnya. Ketika aturan tersebut dibuat oleh pemilik kos, maka pemilik berharap agar santri yang tinggal di kosnya menaati aturan tersebut. Namun masih ada saja mahasiswa yang kerap melanggar aturan pemilik kos.
Berdasarkan pandangan para santri di atas terlihat bahwa para santri yang tinggal di pondok pesantren tersebut, meskipun pemilik pondok pesantren telah mengeluarkan peraturan kepada warganya, namun tetap saja warga melanggar peraturan tersebut. Perilaku menyimpang ini penulis sajikan dalam beberapa jenis, yaitu santri yang mengabaikan shalat wajib, santri. Hal ini diungkapkan oleh seorang siswa yang mengatakan bahwa ketika tidak mempunyai uang, ia menunggu seseorang untuk mengajaknya melakukan perilaku menyimpang.
GAMBARAN DAN HISTORIS LOKASI PENELITIAN
Letak Geografis dan Bataw Wilayah Kecamatan Tamalate
Jumlah Penduduk
Hal ini menunjukkan adanya peningkatan jumlah penduduk sebanyak 6.092 jiwa dibandingkan jumlah penduduk pada tahun 2015 sebanyak 176.947 jiwa. Berdasarkan jenis kelamin, jumlah penduduk laki-laki sekitar 90.644 jiwa dan perempuan sekitar 92.395 jiwa. Dengan demikian, sex rasionya sekitar 98,10 persen, artinya setiap 100 penduduk perempuan terdapat sekitar 98 penduduk laki-laki. Jika dilihat sebaran penduduk Kecamatan Tamalate menurut kelompok umur, terlihat bahwa kelompok umur 20-24 tahun tua. kelompok umur tercatat mempunyai jumlah penduduk terbesar setelah umur 15-19 tahun.
Pendidikan
Di Kecamatan Tamalate terdapat Kampus Universitas Negeri Makassar yang terletak di Desa Parang Tambung, namun kantor pusatnya berada di Desa Gunung Sari Kecamatan Rappocini.
Kesehatan
Agama
Ekonomi dan Mata Pencaharian
Santri yang seharusnya menjadi teladan atau teladan bagi masyarakatnya sering kali melalaikan shalat fardhu dengan berbagai alasan, ada yang pada dasarnya malas menunaikan shalat fardhu, ada juga yang melalaikan waktunya hingga lupa akan waktu yang telah tiba. menunaikan shalat. Merokok merupakan suatu kebiasaan bagi pelajar yang sudah lama menjadi perokok aktif, dan akan sangat sulit untuk menghilangkan konsumsi rokok dari kehidupan sehari-harinya. Siswa yang menjadi perokok hal tersebut dikarenakan mereka sejak kecil terpapar asap rokok karena ayahnya adalah seorang perokok sejak kecil.
Minuman beralkohol memang dapat meracuni generasi anak bangsa, termasuk para pelajar yang sering mengonsumsi minuman beralkohol atau minuman beralkohol. Ironis sekali jika mahasiswa yang seharusnya menjadi agen perubahan bangsa Indonesia malah merusak diri sendiri dengan melakukan tindakan yang tidak pantas dilakukan oleh mahasiswa yang belum menikah. Banyak sekali pelajar yang terjerumus dalam perilaku menyimpang, padahal bangsa Indonesia membutuhkan generasi muda yang pekerja keras dan mampu bersaing dengan negara lain, namun jika melihat banyaknya pelajar yang terjerumus dalam perilaku menyimpang sungguh sangat mengagetkan, karena hal tersebut Berbeda dengan keadaan yang mengharuskan generasi muda atau .
Orang tua santri, hingga orang tua yang menitipkan anaknya di pondok pesantren, pilihlah asrama yang aman dan mempunyai aturan yang tegas untuk mencegah terjadinya perkumpulan santri yang menyimpang, karena santri dikenal ugal-ugalan, ketika santri diberi kesempatan maka perilaku menyimpang akan muncul terlebih dahulu. Pemilik asrama, kepada pemilik asrama agar rutin mengunjungi dan mengontrol siswa yang masuk ke tempatnya.
Kebiasaan dan Pola Hidup
- Gambaran Kehidupan Sosial Masyarakat
PEMBAHASAN DAN PENELITIAN
Pembahasan
- Perilaku Mahasiswa Kos-kosan di Jalan Sultan Alauddin Kota
Peran orang tua sangat penting dalam membentuk perilaku anak, karena orang tua merupakan tempat dimana anak perlu diawasi selama berada di lingkungan keluarganya. Begitu pula dengan anak-anak yang harus berpisah dengan orang tuanya karena kuliah, sehingga kurang adanya kontrol orang tua sehingga membuat siswa bebas melakukan apa pun, apalagi orang tuanya tidak tahu apa yang harus dilakukan selama studi. Dengan tinggal di asrama, mereka lebih leluasa dalam menggunakan asrama tersebut tanpa harus dikontrol oleh orang tuanya karena orang tuanya jauh darinya.
Kurangnya pengawasan orang tua menyebabkan siswa mudah menunjukkan perilaku menyimpang karena jauhnya jarak dari rumah ke kota, sehingga pengawasan orang tua tidak maksimal. Kehidupan anak-anak di kos-kosan yang jauh dari orang tuanya membuat sebagian dari mereka merasa lepas dari aturan-aturan yang membatasinya. Jauh dari orang tua bukan berarti mereka bebas melakukan apa pun. Anak-anak pesantren jauh dari orang tuanya karena alasannya untuk kuliah dan belajar, bukan untuk bersenang-senang.
Jadi, sebagai seorang santri yang tinggal jauh dari orang tuanya, hendaknya ia tidak merasa lepas dari segala aturan dan leluasa berbuat apa saja. Jika orang tua tidak mengirimkan uang, siswa tidak mempunyai peluang untuk berperilaku menyimpang. Ketika menerima uang kiriman orang tuanya, siswa tersebut berperilaku menyimpang karena tertopang oleh dana yang baru diperoleh.
Sayang sekali orang tuaku membiayaiku untuk belajar di kampus, bukan untuk belajar bermain dengan perempuan atau mempelajari hal-hal menyimpang.