• Tidak ada hasil yang ditemukan

hubungan metode pengajaran dengan peningkatan

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "hubungan metode pengajaran dengan peningkatan"

Copied!
69
0
0

Teks penuh

Tesis ini berjudul “Hubungan Metode Pengajaran Dengan Peningkatan Hasil Belajar PAI Siswa MAN Kajuara Kelas X Kecamatan Kajuara Kabupaten Bone”. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui (1) metode pengajaran guru PAI di MAN Kajuara kelas meningkatkan hasil belajar PAI siswa Kelas X MAN Kajuara Kecamatan.

Hasil belajar siswa adalah hasil belajar yang dicapai siswa pada saat mengikuti dan melaksanakan tugas serta kegiatan belajar di sekolah. Jadi, hasil belajar siswa fokus pada nilai atau angka yang dicapai siswa dalam proses pembelajaran di sekolah.

Rumusan Masalah

Tujuan Penelitian

Manfaat penelitian

  • Pengertian Metode Pengajaran
  • Jenis-Jenis Metode Pengajaran
  • Faktor-Faktor yang Perlu Diperhatikan dalam Pemilihan Metode Mengajar
  • Manfaat mempelajari Metode Pembelajaran PAI
  • Tujuan pengajaran

Secara umum atau dalam arti luas, metode atau metodologi berarti pengetahuan tentang cara-cara yang ditempuh untuk mengajar peserta didik agar tujuan belajar dan mengajar dapat tercapai. Dan penting juga untuk memperhatikan jenis siswa yang ingin dilatih dan materi ajar yang ingin disampaikan. Metode pengajaran memungkinkan bahan ajar disajikan kepada siswa untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan.1 Dengan demikian, salah satu keterampilan guru yang memegang peranan penting dalam mengajar adalah keterampilan memilih metode. Pemilihan metode berkaitan langsung dengan upaya guru dalam menyajikan pengajaran. yang sesuai dengan situasi dan keadaan, sehingga tercapainya tujuan pembelajaran secara optimal. Oleh karena itu, salah satu hal paling mendasar yang perlu dipahami guru adalah bagaimana memahami kedudukan metode sebagai bagian keberhasilan belajar mengajar. kegiatan yang sama pentingnya dengan komponen lain dari keseluruhan komponen pendidikan.

Oleh karena itu fungsi metode pengajaran tidak bisa diabaikan begitu saja karena metode pengajaran juga menentukan berhasil atau tidaknya suatu proses. Pengalaman menunjukkan bahwa kesalahan mengajar diakibatkan oleh pemilihan metode yang tidak tepat, kelas yang kurang antusias, dan siswa yang kurang kreatif karena metode yang tidak ditentukan kaitannya dengan tujuan pengajaran. Metode ceramah merupakan suatu metode pengajaran dengan cara menyampaikan informasi dan pengetahuan secara lisan kepada seluruh peserta didik yang pada umumnya berpartisipasi secara pasif.

34;Tuhanku yang menghidupkan dan mematikan,” kata laki-laki itu: “Aku dapat menghidupkan dan mematikan.” petunjuk kepada orang-orang yang zalim. 5. Metode tanya jawab adalah cara menyajikan pelajaran dalam bentuk pertanyaan , yang harus dijawab, terutama dari guru kepada siswa, tetapi bisa juga dari siswa kepada guru Al-Qur'an dan Hadits banyak mengedit cerita dalam penyajiannya Pesan-pesannya, seperti kisah malaikat , sebelumnya nabi dll, dalam narasi tersebut mengandung nilai-nilai pendidikan keagamaan yang menjadikan siswa mampu menyerapnya, oleh karena itu pemilihan metode pengajaran harus didasarkan pada tujuan pembelajaran yang akan dicapai siswa.

Karena hal ini pasti akan menimbulkan konflik bagi siswa mana pun yang merasa tidak nyaman dengan hal tersebut. Ada banyak bentuk metode pengajaran yang bertujuan untuk memudahkan siswa dalam memahami pembelajaran, seperti metode ceramah, metode latihan, metode tanya jawab, metode diskusi, metode demonstrasi dan masih banyak lagi metode lainnya yang dapat digunakan. Dengan demikian, siswa menjadi pusat dimana anak dapat lebih mengembangkan kreativitasnya.

Peningkatan Hasil Belajar

Tipe-Tipe Hasil Belajar PAI

Semakin luas dan mendalam cakupan bahan kajian yang memuat ajaran agama, maka bidang pengembangannya akan semakin banyak dan bervariasi, sesuai dengan keluasan dan banyaknya aspek kehidupan yang sesuai dengan ajaran agama tersebut. Keistimewaan. Keberhasilan suatu proses belajar mengajar diukur dari sejauh mana siswa telah mencapai hasil belajar, serta dari prosesnya. Jenis hasil belajar harus terlihat pada tujuan pembelajaran, karena tujuan inilah yang dicapai dalam proses belajar mengajar. . A.

Hal ini berdasarkan pendapat beberapa ahli yang mengatakan bahwa perubahan sikap seseorang dapat diprediksi apabila seseorang telah menguasai bidang kognitif tingkat tinggi. Beberapa tingkatan bidang afektif sebagai tujuan dan jenis hasil belajar dari yang sederhana sampai yang lebih kompleks, yaitu.

Indikator Hasil Belajar PAI

Oleh karena itu, yang dapat dilakukan guru dalam hal ini adalah hanya mengambil potret perubahan perilaku yang dianggap penting dan diharapkan mencerminkan perubahan yang terjadi sebagai hasil belajar siswa, baik pada dimensi kreativitas dan perasaan, maupun pada dimensi kreativitas. niat. Kunci terpenting untuk memperoleh pengukuran dan data hasil belajar siswa sebagaimana diuraikan di atas adalah dengan mengetahui garis besar indikator (indikator prestasi tertentu) yang berkaitan dengan jenis prestasi yang ingin diungkapkan dan diukur.

Batas Minimal Hasil Belajar PAI

Terdapat beberapa alternatif norma untuk mengukur tingkat keberhasilan siswa setelah mengikuti proses belajar mengajar, antara lain norma pengukuran tersebut adalah: Jadi pada prinsipnya jika seorang siswa dapat menyelesaikan lebih dari separuh tugas atau lebih dari separuh instrumen evaluasi. benar, ia dianggap telah mencapai target minimal keberhasilan belajar. Kepastian proses belajar mengajar bermula dari jelas atau tidaknya rumusan tujuan pengajaran. Semakin jelas dan operasional tujuan yang ingin dicapai, semakin mudah menentukan alat dan cara untuk mencapainya.

Siswa dengan segala perbedaannya seperti motivasi, minat, bakat, perhatian, harapan, latar belakang, tradisi keluarga, disatukan dalam satu sistem pembelajaran di kelas. Apabila guru tidak mempunyai ketelitian dan ketrampilan dalam mengelola perbedaan potensi yang dimiliki siswa, maka proses pembelajaran akan sulit mencapai tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan. Menurut Muhammad Ali (1992), gaya mengajar dibedakan menjadi empat jenis, yaitu gaya mengajar klasik, gaya mengajar teknologi, gaya mengajar personal, dan gaya mengajar interaktif.

Gaya mengajar individual biasanya berusaha memahami siswa sebagai makhluk individu dengan segala persamaan dan perbedaannya. Dengan berbeda-beda gaya mengajar yang dapat digunakan guru, maka kegiatan belajar mengajar yang berbeda akan menimbulkan hasil yang berbeda pula. Evaluasi mempunyai cakupan tidak hanya pada, tetapi pada keseluruhan proses belajar mengajar, bahkan pada alat dan bentuk evaluasi itu sendiri.

Dalam penelitian ini peneliti ingin mencoba menjelaskan hubungan metode pengajaran dengan peningkatan hasil belajar PAI siswa kelas X di MAN Kajuara Kecamatan Kajuara Kabupaten Bone.

Lokasi Dan Objek Penelitian

Dalam penelitian ini peneliti memperoleh data dari tempat peneliti melakukan penelitian di sekolah tertentu.

Variabel penelitan

Sampel Penelitian

Menurut Malhotra, sampel adalah subkelompok elemen dari populasi yang dipilih untuk ikut serta dalam suatu penelitian. Dari pengertian di atas, penulis dapat menarik kesimpulan bahwa sampel berarti sekelompok kecil yang terlibat dalam penelitian dan dianggap mampu mewakili secara logis seluruh objek yang membentuk populasi. Cara meneliti populasi dalam penelitian ini adalah penulis menggunakan teknik simple random sampling yaitu dengan cara pengundian sebesar 10%.

Hal ini sesuai dengan pendapat yang diungkapkan oleh Suharsimi Arikunto bahwa “Jika subjeknya kurang dari 100,. Mengenai metode pengambilan sampel, peneliti menggunakan teknik random sampling yaitu pengambilan sampel dengan mencampurkan subjek tanpa mempertimbangkan tingkatan yang ada dalam populasi.

Instrumen Penelitian

Berdasarkan instrumen penelitian diatas maka dapat disimpulkan bahwa alat yang digunakan antara lain panduan wawancara, angket, panduan observasi, dokumentasi.

Teknik Pengumpulan Data

Kuesioner adalah daftar pertanyaan yang dikirimkan secara langsung atau tidak langsung (melalui wawancara) kepada responden. Daftar pertanyaan; yaitu penelitian yang dilakukan dengan mengajukan berbagai pertanyaan yang kemudian dibagikan kepada siswa untuk keperluan penelitian. 6.

Teknik Analisis Data

Gambaran Umum MAN Kajuara 1. Gambaran Singkat MAN Kajuara

Visi dan Misi Sekolah a. Visi MAN Kajuara

Metode Pengajaran Siswa di Kelas X MAN Kajuara

Bahwa guru dalam proses pembelajaran di kelas selalu menggunakan metode pengajaran agar proses pembelajaran menjadi lebih efisien dan seluruh siswa berpartisipasi aktif sehingga diharapkan mencapai tingkat kompetensi yang diinginkan.1. Tujuan penggunaan metode diskusi adalah untuk memotivasi dan merangsang siswa berpikir reflektif. Penggunaan metode diskusi sangat berguna dalam proses pengajaran, agar siswa mudah memahami materi pembelajaran, dan sebelum guru menggunakan metode ini, guru juga memberikan petunjuk kepada siswa tentang cara berdiskusi atau berforum di sekolah. kelas dan menyiapkan materi yang akan dibahas, serta membantu kelompok diskusi, dan mengatur model diskusi serta memberikan bimbingan kepada setiap kelompok mengenai materi yang akan dibahas.2.

Menurut saya, memiliki metode mengajar sambil belajar itu sangat baik karena di sana kita bisa mengetahui metode apa yang diberikan guru kepada siswa agar pembelajaran efektif.3.

Hasil Belajar PAI Siswa Kelas X MAN Kajuara

Berdasarkan hasil survei lapangan menunjukkan bahwa metode pengajaran MAN Kajuara Kabupaten Bone berada pada kategori “baik” ditinjau dari hasil mata pelajaran. Hal ini membuktikan bahwa baik atau tidaknya metode pengajaran juga akan menentukan sejauh mana hasil belajar siswa khususnya pada mata pelajaran pendidikan agama Islam. Hasil penelitian ini sejalan dengan kajian teori dan hasil penelitian bahwa metode pengajaran dapat mempengaruhi tingkat keberhasilan belajar.

Dari tabel diatas terlihat bahwa dari 75 responden terdapat 15 dari 75 responden atau 20% memilih sangat berhubungan, 30 dari 75 responden 40% memilih berhubungan dan 15 dari 75 responden. Berdasarkan tabulasi kuesioner di atas , dapat dipandang sebagai penerapan metode mengajar guru dengan memberikan kesempatan kepada siswa untuk menyalurkan kemampuan penalarannya di atas kelas. Peneliti menyimpulkan cara guru dalam membuktikan kreativitas siswa dalam belajar dapat dilihat dari keterangan di atas yaitu 27% sangat berhubungan, 33% berhubungan, 20% berhubungan cukup dan 20% berhubungan.

Dari tabel angket diatas terlihat cara guru menciptakan kreativitas siswa pada setiap pembelajaran di kelas. Penelitian menyimpulkan bahwa dari tabel diatas dapat dibuktikan bahwa kemampuan siswa dalam memahami setiap materi yang telah diteliti dapat dilihat dari , bahwa 25% memilih sangat meningkat, 33% menyatakan meningkat, 25% menjawab cukup meningkat dan 14%. Penelitian ini menyimpulkan bahwa dari tabel diatas dapat dibuktikan apakah metode yang digunakan guru sudah jelas atau belum, terlihat dari 20% yang memilih sangat meningkat, 46% menjawab meningkat, 27% menyatakan cukup meningkat dan 7% tidak. meningkat. .

Tabel angket menunjukkan bahwa siswa MAN Kajuara yakin bahwa metode pengajaran yang ditawarkan sudah jelas. Sebagian besar siswa menyatakan mengalami peningkatan dengan persentase 46%.

PENUTUP

Kesimpulan

Saran

Drs, (2005) Strategi Belajar Mengajar, Bandung: Strategi Belajar Mengajar Armico Kementerian Agama Republik Indonesia, Dirjen Bimas Islam, Jakarta.

IDENTITAS RESPONDEN 1. Nama

6 Guru adalah guru yang terampil atau menguasai alat peraga yang tersedia dan cocok dengan materi yang diajarkan.

Referensi

Dokumen terkait

Algorithm 1Retrospective DAgger for Fixed Size 1: Inputs:,N the number of iterations,π1an initial policy trained on expert traces, αthe mixing parameter,{Pj}a set of training problem