Puji syukur kehadirat ALLAH SWT, karena atas rahmat dan karuniaNYA peneliti dapat menulis skripsi ini dengan judul “Hubungan Kepala Rumah Tangga dengan Penyediaan Kamar Mandi Keluarga di Desa Aek Suhat Kecamatan Padang Bolak Utara Kabupaten Padang Lawas pada tahun 2015”, sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Kesehatan Masyarakat pada Program Studi Ilmu Kesehatan Masyarakat Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Aufa Royhan Padangsidimpuan. MS. Nurul Rahmah Siregar, SKM, M.Kes, selaku Ketua Program Studi Ilmu Kesehatan Masyarakat Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Aufa Royhan Padangsidimpuan dan Penguji II.
PENDAHULUAN
- Perumusan Masalah
- Tujuan Khusus
- Manfaat Penelitian
- Institusi
- Responden
- Puskesmas
Data tahun 2015 diperoleh dari Puskesmas Siunggam, dimana dari 9 desa yang berada dalam wilayah kerja Puskesmas Siunggam terdapat 1 desa yaitu desa Aek Suhat dengan jumlah penduduk 817 jiwa dan jumlah kepala desa sebanyak 217 jiwa. Di desa ini, hanya 20 rumah tangga yang menggunakan jamban sanitasi. Untuk mengetahui hubungan perilaku kepala keluarga dengan penyediaan toilet keluarga di desa Aek Suhat kecamatan Padang Bolak kabupaten Padang Lawas Utara tahun 2015.
TINJAUAN PUSTAKA
Konsep Perilaku 2. Pengertian Perilaku
- Perilaku Kesehatan
Perilaku pola makan (makan dan minum), makan dan minum dapat menjaga dan meningkatkan kesehatan seseorang, namun sebaliknya makan dan minum dapat menyebabkan menurunnya kesehatan seseorang bahkan menimbulkan penyakit.
Perilaku Kesehatan Lingkungan
- Pengetahuan 1. Defenisi
- Tingkat Pengetahuan
- Kriteria Tingkat Pengetahuan
- Komponen Sikap
- Fungsi Sikap
Dari sudut pandang sosiologi, orang sakit (pasien) mempunyai peranan yang mencakup hak (hak) dan kewajiban orang sakit sebagai orang sakit. Hak dan kewajiban tersebut harus diketahui oleh orang sakit dan orang lain (khususnya keluarga), yang selanjutnya disebut dengan perilaku orang sakit (peran orang sakit). Mengetahui hak-hak (misalnya: hak untuk berobat, mendapatkan pelayanan kesehatan, dan lain-lain) dan kewajiban orang sakit untuk memberitahukan penyakitnya kepada orang lain, terutama kepada dokter/tenaga kesehatan, bukan untuk menularkan penyakitnya kepada orang lain, dan seterusnya.
Tingkat pengetahuan ini mencakup mengingat secara spesifik semua materi yang dipelajari atau rangsangan yang diterima. Misalnya seseorang yang paham proses perencanaan harus bisa merencanakan program kesehatan di tempat dia bekerja atau dimanapun, seseorang yang paham metodologi penelitian dimanapun, dan sebagainya. Misalnya, Anda dapat membuat atau merangkum dengan kata-kata atau kalimat Anda sendiri tentang hal-hal yang telah Anda baca dan dengar, dan Anda dapat membuat kesimpulan tentang artikel yang telah Anda baca.
Pengetahuan dapat dikategorikan ke dalam tingkatan berdasarkan kriteria yang ditentukan sendiri atau menggunakan kriteria yang ada.
Fungsi pertahanan ego
Tendency to act (kecenderungan untuk berperilaku), artinya sikap merupakan komponen yang mendahului tindakan atau perilaku yang terang-terangan.
Fungsi nilai ekspresi
Fungsi Pengetahuan
- Jenis Sikap
- Ciri – Ciri Sikap
- Keluarga
- Defenisi Keluarga
- Struktur Keluarga
- Ciri – Ciri Struktur Keluarga
- Tipe/Bentuk Keluarga
- Peranan Keluarga
- Jamban Sehat
- Syarat Jamban Sehat
- Tekhnologi Pembuangan Kotoran Manusia secara Sederhana
Sikap Positif (+) merupakan perilaku baik yang sesuai dengan nilai dan norma kehidupan yang berlaku di masyarakat. Sikap negatif (-) adalah sikap yang tidak sesuai dengan nilai dan norma kehidupan yang berlaku di masyarakat, sikap positif, kecenderungan tidak mendekat, suka berharap pada objek tertentu, dalam sikap negatif ada kecenderungan menjauhi, menghindari, membenci, tidak menyukai objek tertentu (Syafrudin, 2008). Mampu melakukan sesuatu dengan urutan yang benar sesuai contoh merupakan indikator tindakan tingkat dua.
Patrilineal adalah keluarga yang terdiri dari saudara sedarah, dalam beberapa generasi dimana hubungan tersebut tersusun melalui garis ayah. Matrilineal adalah keluarga yang terdiri dari saudara sedarah, dalam beberapa generasi yang hubungan kekerabatannya diatur melalui garis ibu. Anak memenuhi peran psikososial sesuai dengan tingkat perkembangan fisik, mental, sosial dan spiritualnya.
Sesuai dengan daerah pedesaan, rumah jamban dapat dibuat dari bambu, dinding bambu, dan atap dari daun kelapa atau daun padi.
Proses Kimiawi
Di dalam tangki ini feses tertinggal selama beberapa hari, selama itu feses mengalami dua proses yaitu.
Proses Biologis
- Tekhnik Pembuangan Tinja Dengan Sistem Jamban
- Tekhnik yang menggunakan jamban Tipe Utama
- Tekhnik Menggunakan Jamban Tipe Yang Tidak Dianjurkan
- Kerangka Konsep
- Hipotesis Penelitian
Dua jenis toilet utama yang paling memenuhi persyaratan adalah toilet cubluk dan toilet gooseneck. Jamban Cubluk banyak digunakan di negara-negara Barat, termasuk Eropa, dan negara-negara Afrika, serta di Timur Tengah. Dengan sedikit kehati-hatian dalam penempatan dan konstruksinya, toilet jenis ini tidak akan mencemari tanah atau air permukaan.
Toilet gooseneck atau toilet siram yang menggunakan penyaring air, lantai dengan penutup air dapat dipasang di atas lubang tangki atau di atas tangki air pada toilet air. Toilet jenis ini dapat digunakan secara sanitasi atau sangat tidak sanitasi, tergantung pada kepatuhan pengguna terhadap ketentuan yang harus dipatuhi. Toilet ini sering digunakan di daerah yang secara berkala tergenang air, terutama air laut atau di daerah pasang surut.
Masyarakat yang menggunakan toilet ini memanfaatkan kotoran yang dihasilkannya langsung untuk memberi makan ikannya.
Desain Penelitian
Lokasi dan Waktu Penelitian 1. Lokasi Penelitian
- Waktu Penelitian
Populasi dan Sampel 1. Populasi penelitian
- Sampel Penelitian
- Etika Penelitian
Sehubungan dengan penelitian tersebut, peneliti meminta izin kepada ketua program studi ilmu kesehatan masyarakat, Stikes Aufa Royhan. Sebelum diberikan informed consent, peneliti terlebih dahulu menjelaskan tujuan penelitian dan dampaknya terhadap responden.
Alat Pengumpulan Data a. Instrumen Penelitian
Kuesioner terdiri dari 4 bagian, yaitu: pertama karakteristik Kepala Keluarga yang berisi tentang identitas Kepala Keluarga, yang kedua adalah angket pengetahuan Kepala Keluarga mengenai penyediaan jamban keluarga, ketiga angket sikap kepala keluarga terhadap penyediaan jamban keluarga, keempat angket tindakan kepala keluarga terhadap penyediaan jamban keluarga. Bentuk soal yang digunakan peneliti adalah soal pilihan ganda dengan pilihan jawaban yang diberikan peneliti kepada Kepala Keluarga yang telah dipersiapkan sebelumnya, sehingga responden tinggal memilih jawaban atau memberi tanda silang (X) pada bagian tersebut. menjawab. pilihan yang sesuai menurut responden (Notoatmodjo, 2008) Kuesioner terdiri dari 10 pertanyaan tertutup dengan pertanyaan pilihan ganda dengan jawaban a, b dan c. Setiap kategori soal yang jawabannya benar diberi skor 1 (satu) dan soal yang jawabannya salah diberi skor 0 (nol) sehingga total skornya 10.
Kuesioner sikap kepala keluarga terdiri dari pertanyaan dengan pilihan jawaban setuju, tidak setuju, dan tidak setuju. Kuesioner terdiri dari 5 pertanyaan yang terdiri dari pertanyaan positif, jawaban setuju mendapat nilai 2, tidak setuju mendapat nilai 1, tidak setuju mendapat nilai 0. Kuesioner terdiri dari 5 pertanyaan, dimana pertanyaan dengan jawaban yang dilakukan mendapat nilai 1, dan yang tidak tuntas diberi nilai 0, dimana total skor dengan respon yang dilakukan adalah 4 dan tidak dilakukan adalah 1.
Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data tersebut berupa lembar observasi, dimana responden cukup memilih atau memberi tanda centang (√) pada pilihan jawaban yang sesuai menurut responden dengan pilihan jawaban mempunyai toilet keluarga. . diberi nilai 1, tidak ada toilet keluarga yang diberi nilai 0.
Prosedur Pengumpulan Data
Identifikasi Variabel
Defenisi Operasional
Analisa Data
- Pengolahan Data
- Penyajian Data (Data Output)
- Analisis Univariat
- Karakteristik Responden
- Tingkat Pengetahuan Kepala Keluarga Terhadap Pengadaan Jamban Keluarga di Desa Aek Suhat Kecamatan Padang Bolak Tahun 2015
- Sikap Kepala Keluarga Terhadap Pengadaan Jamban Keluarga di Desa Aek Suhat Kecamatan Padang Bolak Tahun 2015
- Tindakan Kepala Keluarga Terhadap Pengadaan Jamban Keluarga di Desa Aek Suhat Kecamatan Padang Bolak Tahun 2015
- Pengadaan Jamban Keluarga di Desa Aek Suhat Kecamatan Padang Bolak Tahun 201
- Analisis Bivariat
- Hubungan Pengetahuan Kepala Keluarga terhadap Pengadaan Jamban Keluarga Tabel 5 Hubungan antara pengetahuan Kepala Keluarga terhadap pengadaan
- Hubungan Sikap Kepala Keluarga terhadap Pengadaan Jamban Keluarga
- Hubungan Tindakan Kepala Keluarga terhadap Pengadaan Jamban Keluarga Tabel 7 Hubungan antara tindakan Kepala Keluarga terhadap pengadaan
Berdasarkan penelitian yang dilakukan mengenai hubungan perilaku kepala keluarga dengan penyediaan toilet keluarga di Desa Aek Suhat Kecamatan Padang Bolak Kabupaten Padang Lawas Utara Tahun 2015 adalah sebagai berikut. Tingkat pengetahuan kepala rumah tangga mengenai pengadaan toilet keluarga di Desa Aek Suhat Kecamatan Padang Bolak Tahun 2015. Berdasarkan tabel 2 diatas diketahui tingkat pengetahuan responden yang tertinggi mengenai pengadaan toilet keluarga di Desa Aek Suhat Kecamatan Padang Bolak memiliki pengetahuan kurang yaitu sebanyak 42 orang (60,9%), pengetahuan baik sebanyak 17 orang (24,6%), dan pengetahuan kurang sebanyak 10 orang (14,5%).
Berdasarkan tabel 4 diatas diketahui sikap sebagian besar responden terhadap penyediaan jamban keluarga di Desa Aek Suhat Kecamatan Padang Bolak sikap positif sebanyak 66 orang (95,7%) dan sikap negatif sebanyak 3 orang (4,3). Berdasarkan tabel 5 diatas terlihat bahwa sebagian besar tindakan responden mengenai penyediaan jamban keluarga di Desa Aek Suhat Kecamatan Padang Bolak pada tahun 2015 dilakukan oleh 6 orang (8,7%) dan yang dilakukan sebanyak 63 orang (91,3%). . Hal ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara sikap kepala keluarga terhadap penyediaan jamban keluarga di Desa Aek Suhat.
Hal ini menunjukkan adanya keterkaitan antara tindakan kepala keluarga terhadap penyediaan toilet keluarga di Desa Aek Suhat.
PEMBAHASAN
Karakteristik Responden a. Umur
Hasil penelitian menunjukkan nilai signifikansi p-value sebesar 0,0001, karena nilai signifikansi 0,0001 < (0,05), maka hipotesis alternatif (Ha) diterima atau disetujui, sedangkan hipotesis nol (Ho) ditolak. . Dengan pendidikan yang tinggi, seseorang akan cenderung mendapatkan informasi, baik dari orang lain maupun dari media massa. Hal ini juga sesuai dengan hasil penelitian yang dilakukan terhadap 69 responden yang menunjukkan bahwa sebagian besar responden berpendidikan terakhir SMA/sederajat yaitu sebanyak 43 orang (62,3%) dan minimal 1 orang berpendidikan terakhir terakhir. ada yang belum selesai. sekolah dasar (1,4%).
Pengetahuan erat kaitannya dengan pendidikan, dimana dengan pendidikan yang tinggi diharapkan seseorang akan mempunyai pengetahuan yang lebih luas. Semakin banyak objek positif yang Anda ketahui, maka semakin positif pula sikap Anda terhadap objek tersebut. Jika dilihat dari pendapatan responden, kita dapat melihat bahwa sebagian besar responden mempunyai pendapatan sedang yaitu sebanyak 40 responden (58%), dimana hanya sedikit dari responden tersebut yang mempunyai toilet keluarga.
Begitu pula dengan responden yang berpendapatan tinggi sebanyak 24 orang (34,8%), dan tidak semua responden mempunyai toilet keluarga.
Pengetahuan, Sikap dan Tindakan Kepala Keluarga terhdapa Pengadaan Jamban Keluarga
Dari hasil uji statistik antara pengetahuan responden terhadap penyediaan toilet keluarga dengan menggunakan uji Chi-Square diperoleh hasil p=0,006 (p<0,05) yang berarti terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan dengan penyediaan toilet keluarga. . Intervensi yang dapat diterapkan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang jamban keluarga antara lain adalah petugas kesehatan dan aparat desa yang memberikan edukasi yang menarik dan berkelanjutan tentang pentingnya jamban keluarga dengan menggunakan berbagai metode. Berdasarkan hasil survei terhadap 66 responden (95,7%), diperoleh hasil dengan sikap positif, dengan 20 responden mempunyai jamban keluarga.
Dari hasil uji statistik antara sikap responden terhadap penyediaan toilet keluarga menggunakan uji chi-square diperoleh hasil p=0,003 (p<0,05) yang berarti terdapat hubungan yang signifikan antara sikap dengan penyediaan. toilet keluarga. . Dari hasil survei yang dilakukan terhadap 69 responden diketahui bahwa hanya 20 responden (29%) yang melakukan tindakan penyediaan toilet keluarga, sehingga dapat diasumsikan bahwa kesadaran akan pentingnya penyediaan toilet keluarga masih sangat rendah. Hubungan pengetahuan, sikap dan tindakan kepala keluarga terhadap penyediaan toilet keluarga di Desa Aek Suhat Kecamatan Padang Bolak.
Hubungan Pengetahuan, Sikap dan Tindakan Kepala Keluarga Terhadap Pengadaan Jamban Keluarga di Desa Aek Suhat Kecamatan Padang Bolak
PENUTUP
Saran
Peneliti berharap penelitian ini dapat digunakan untuk menambah pengetahuan pembaca tentang hubungan perilaku kepala rumah tangga dengan ketersediaan toilet keluarga di Desa Aek Suhat Kecamatan Padang Bolak Kabupaten Padang Lawas Utara. Peneliti berharap kepala rumah tangga menyadari pentingnya menyediakan toilet keluarga, sehingga dapat meningkatkan derajat kesehatan masyarakat dan menjadikan Desa Aek Suhat sebagai desa pemberhentian buang air besar. Penelitian ini dapat memberikan landasan dan pembelajaran yang dapat dijadikan informasi awal bagi peneliti lain yang berminat untuk melakukan penelitian lebih lanjut.
Diharapkan ada peningkatan lebih lanjut dalam promosi kesehatan terkait pentingnya kamar mandi keluarga bagi seluruh lapisan masyarakat. Membentuk Unit Kesehatan Berbasis Komunitas seperti kegiatan arisan di toilet di Desa Aek Suhat sebagai wujud Pemberdayaan masyarakat. Diharapkan Dinas Kesehatan dan Pendidikan Kabupaten Padang Lawas Utara memasukkan materi dasar kesehatan seperti mandi keluarga sehat ke dalam kurikulum pendidikan formal sehingga dapat terbentuk pengetahuan dan kesadaran menjaga kesehatan sejak dini.