• Tidak ada hasil yang ditemukan

hukum dan perkembangan masyarakat - Repository UMJ

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "hukum dan perkembangan masyarakat - Repository UMJ"

Copied!
417
0
0

Teks penuh

Misalnya saja ketentuan hukum pidana adat dalam Oendang-Oendang Simboer Tjahaja (UUSC) pada abad ke-16 di wilayah tersebut. Semangat Dekolonisasi dan Upaya Perintis Reformasi KUHAP Bagaimana seharusnya hukum pidana diterapkan dalam suatu proses.

Semangat Dekolonisasi Dan Upaya Merintis Pembaruan KUHAP Bagaimana hukum pidana harus direalisasikan dalam suatu proses

Ketentuan peralihan sebagaimana diatur di atas, HIR 1941 tetap berlaku, yang selanjutnya pada tahun 1951, melalui Undang-undang Hukum Pidana Nomor: penjelasan terhadap pasal-pasal pokok KUHP Belanda dan padanannya dalam KUHP Indonesia.

Menuju KUHAP Berkarakter Kebinekaan

Dengan demikian, ada kaitannya dengan tidak adanya P-21, sehingga hubungan antara penyidik ​​dan penuntut umum tetap berjalan hingga persidangan. Karakter peraturan perundang-undangan acara pidana mendatang akan ditandai dengan diterapkannya asas persamaan hak pembuktian sistemik antara jaksa dan penasihat hukum negara, sehingga peran aktif hakim akan sedikit dibatasi.

Penutup

Fakta tersebut merupakan potret tantangan bangsa Indonesia dalam membangun mekanisme peradilan pidana formal yang menjadi pedoman penegakan hukum pidana substantif. Semangat tersebut diwujudkan dengan menyelaraskan norma hukum pidana formil dengan realitas sosial bangsa Indonesia yang di dalamnya terdapat berbagai suku, ras, agama, dan adat istiadat, sehingga hukum acara pidana dengan pola yang beraneka ragam mendapat perhatian yang nyata.

Pendahuluan

Era globalisasi akan ditandai dengan persaingan ekonomi yang ketat seiring dengan revolusi teknologi informasi, teknologi komunikasi, dan teknologi industri. Oleh karena itu, terbukanya kerjasama dengan perguruan tinggi lain merupakan suatu keharusan untuk meningkatkan kualitas penyelenggaraan pendidikan tinggi.

Pendidikan dan Peradaban dalam Era globalisasi

Oleh karena itu, setiap langkah perubahan yang direncanakan tidak dapat dilihat terpisah dari arah yang diinginkan dunia pendidikan. Oleh karena itu, dunia pendidikan mempunyai kedudukan, peran dan fungsi yang strategis dalam pengembangan peradaban manusia.

Dengan demikian, setiap perguruan tinggi hendaknya menjadi “Pusat Pengembangan Ilmu Pengetahuan dan Peradaban (Garden of Knowledge and Civilization)”. Sebagai rumah produksi ilmu pengetahuan, perguruan tinggi harus mampu membangun ilmu pengetahuan baru (To generate new knowledge), menyebarkan ilmu pengetahuan kepada masyarakat luas (To disseminate ilmu pengetahuan) dan menggunakan ilmu pengetahuan untuk kesejahteraan masyarakat (To apply and use). pengetahuan).

Kondisi Obyektif Mengenai Korupsi di Indonesia

Menariknya lembaga KPK ini mempunyai kewenangan mengambil alih penyidikan yang dilakukan kepolisian dan kejaksaan. Singkat kata, bangsa ini sudah mencapai batas kesabaran menghadapi korupsi yang telah menggerogoti hampir seluruh aspek kehidupan.

Realitas Penegakan Hukum dan Peradilan

Pertama, karena perilaku koruptif bangsa dan aparat penegak hukum (pengacara profesional), dan kedua, cara kerja dan berpikir para pengacara Indonesia masih dibatasi oleh aliran pemikiran (paradigma) positivis legalistik. Aparat penegak hukum yang terlibat dalam pemberantasan tindak pidana korupsi adalah penyidik, penuntut umum, dan hakim.

Kritik Terhadap Realitas Birokrasi Pada Peradilan Kita

  • Masalah Birokrasi
  • Masalah Disintegrasi
  • Masalah Disharmoni
  • Masalah Independensi
  • Masalah Beban Birokrasi
  • Paradigma Hukum Positivistik – Legalistik

Beri aku hakim dan jaksa yang baik, maka dengan hukum yang buruk sekalipun, keadilan akan tetap ditegakkan”. Padahal, jika dikaji secara jujur, pengertian perbuatan melawan hukum sering kali lebih banyak diperdebatkan dengan latar belakang siapa yang memberi makna pada perbuatan melawan hukum itu sendiri. Dari segi kuantitatif dan kualitatif, kita mungkin sudah memiliki cukup banyak aturan hukum yang dapat dijadikan jaminan keamanan dan keadilan bagi orang-orang yang menghadapi permasalahan hukum.

Reformasi Birokrasi Sistem Peradilan dalam Upaya Pemberantasan Korupsi

Paradigma Hukum Positif : Solusi dari Krisis Penegakan Hukum di Indonesia

Eksponen sayap kanan progresif ini tidak secara apriori menentang sikap pembentuk undang-undang yang selalu berusaha merumuskan peraturan perundang-undangan secara rinci dan jelas, karena rumusan yang jelas memang diperlukan untuk menjamin prediktabilitas, yaitu tidak meniadakan peraturan yang sudah ada, sebagaimana dianjurkan oleh UU. supremasi hukum yang bebas. sekolah (freirechtlehre). Berkaitan dengan hal tersebut, Roeslan Saleh menyatakan bahwa: “Jika undang-undang yang dirumuskan tidak memberikan solusi yang mudah dilaksanakan, maka pendamping hukum juga harus memperhatikan asas-asas yang mendasari peraturan tersebut dan berorientasi pada nilai-nilai yang melatarbelakangi ketentuan hukum tersebut. . Dapat juga dikatakan bahwa apabila pemberi bantuan hukum tidak menemukan adanya aturan yang tegas dalam undang-undang mengenai pilihan hukum, maka ia harus kembali kepada asas-asas yang menjadi dasar undang-undang tersebut dan mengikuti asas-asas tersebut sebagai pedoman.

Pemberantasan Korupsi dengan Cara Luar Biasa

Pemberantasan korupsi di Indonesia, sebagaimana saya sampaikan pada pendahuluan, terus berjalan dan dilaksanakan sesuai undang-undang. Namun ironisnya, jika hukum diterima, dipahami, dan diterapkan menurut cara-cara klasik, maka peran hukum dalam pemberantasan korupsi akan semakin tidak lengkap, bahkan hukum berperan, malah sebaliknya, hukum justru menghambat pemberantasan korupsi. pemberantasan korupsi. Namun kini untuk melakukan terobosan dalam pemberantasan korupsi, kita perlu berpikir dan bertindak out of the box serta kritis terhadap apa pun yang kita anggap menghambat niat baik kita dalam pemberantasan korupsi.

Penutup

Identitas Nasional

Berdasarkan sistem UUD 1945 sebelum diubah, terdiri atas tiga bagian, yaitu: Pembukaan; Menyergap; Penjelasan. Keempat, Penjelasan UUD 1945 dihilangkan, namun persoalan normatif dalam Penjelasan tersebut dimasukkan ke dalam Pasal. Pembukaan UUD 1945 mempunyai nilai abstraksi yang sangat tinggi, sehingga mempunyai unsur-unsur yang sangat mendasar bagi pedoman pembangunan negara hukum Indonesia.

Internalisasi Identitas Nasional Dalam Produk Hukum

Penjelasan Friedman di atas menunjukkan bahwa substansi hukum mencakup hasil suatu struktur yang mencakup peraturan perundang-undangan, keputusan dan doktrin. Berdasarkan teori sistem hukum di atas, maka aktualisasi hukum dalam perubahan sosial diawali dengan terbentuknya peraturan perundang-undangan baik di tingkat nasional maupun daerah. Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2011 menjadi landasan hukum pembentukan peraturan perundang-undangan baik di pusat maupun daerah.

Penutup 1. Simpulan

Aidul Fitriaciada Azhari, UUD 1945 Sebagai Revolutiegrondwet, Interpretasi Pascakolonial Terhadap Gagasan Revolusioner Dalam Wacana Konstitusi Indonesia., Yogyakarta, Jalasutra, 2011. Susi Dwi Harijanti (ed), Negara Hukum yang Adil, Kumpulan Pemikiran dalam Prof. .Dr.H. Tahir Azhary, Hukum Negara, Kajian asas-asasnya dari sudut pandang hukum Islam, penerapannya pada masa Madinah dan masa kini.

Latar Belakang Masalah

Sebaliknya, dalam konfigurasi politik demokratis, dapat timbul undang-undang yang menjauhkan tatanan hukum dari realitas sosial.14. Terkait dengan konfigurasi politik demokrasi di Indonesia, salah satu produk hukum yang timbul dari keterlibatan partai politik dalam lembaga DPR adalah dirancangnya undang-undang tentang keberadaan DPR itu sendiri, yang dalam pembentukannya memuat peran riil partai politik. Jadi bisa dikatakan itulah hadirnya UU No. 2 Tahun 2018 sehubungan dengan perubahan kedua atas UU No. 17 Tahun 2014 tentang MPR, DPR, DPD, dan DPRD merupakan produk hukum yang dihasilkan oleh konfigurasi politik demokratis, namun menimbulkan undang-undang yang menjauhkan tatanan hukum dari realitas sosial.

Hubungan Keanggotaan Partai Politik dan Lembaga DPR Dalam Konteks Peraturan Perundang-undangan

Usai terpilih menjadi anggota DPR, ternyata anggota tersebut harus tetap menjadi anggota partai politik pengusungnya. Dalam hal ini, partai politik berperan dalam menjaring calon anggota DPR yang akan diusulkan dalam pemilihan umum. Sedangkan keterwakilan partai, individu-individu dalam lembaga perwakilan merupakan wakil dari partai politik yang diwakilinya.

Kesimpulan

Hal inilah yang kemudian membentuk konstitusi ketika dilakukan perubahan konstitusi pada tahun 1945, yang membentuk hak atas lingkungan hidup yang baik dan sehat. Alinea pertama Pasal 28 UUD 1945 kemudian dialihkan ke UU No. 39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia yaitu pada ayat ketiga Pasal 9 yaitu: “Setiap orang berhak atas lingkungan hidup yang baik dan sehat” (padahal Undang-Undang Nomor 39 Tahun 1999 telah dibuat sebelum amandemen UUD 1945. ) . Perlindungan hak atas lingkungan hidup yang baik dan sehat Lingkungan hidup dan hak asasi manusia merupakan hal yang saling berkaitan.

Perlindungan Hak Atas Lingkungan Hidup Yang Baik dan Sehat Lingkungan hidup dan hak asasi manusia adalah dua hal yang saling

Jimly mengatakan, hal ini berarti negara wajib menjamin terpenuhinya hak setiap orang untuk mencapai lingkungan hidup yang baik dan sehat, yang termasuk dalam kategori hak asasi manusia. Selain itu, negara dibebani kewajiban dan tanggung jawab untuk menjamin lingkungan hidup yang baik dan sehat serta berhak menuntut agar setiap orang menghormati hak orang lain dan bila perlu memaksa mereka untuk melakukannya. Kategori hak lingkungan hidup yang pertama adalah hak untuk hidup.

Pemenuhan Hak Atas Lingkungan Hidup

Masyarakat yang mengaku sebagai masyarakat adat seringkali menderita akibat perebutan sumber daya alam di sekitar tempat tinggalnya. Pembesaran dan pemanfaatan sumber daya alam yang dikuasainya dengan cara/adat istiadat tradisional; Pemberian izin usaha pengelolaan (eksploitasi) sumber daya alam yang menjadi kewenangan pemerintah daerah menimbulkan bencana ekologi di kemudian hari.

Buku

Jurnal, Artikel, Harian, Skripsi, dan Internet

Dalam Konvensi Hak Asasi Manusia II di Wina tahun 1993, kekerasan terhadap perempuan dinyatakan sebagai isu global dan ditetapkan sebagai pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM). Oleh karena itu, upaya perjuangan hak asasi manusia harus terus dilakukan dan negara berkewajiban memberikan perlindungan terhadap korban dan mengambil tindakan terhadap pelaku kekerasan terhadap perempuan. Segala bentuk kekerasan, khususnya kekerasan dalam rumah tangga, merupakan pelanggaran hak asasi manusia dan kejahatan terhadap martabat manusia serta merupakan bentuk diskriminasi yang harus dihilangkan.

Menegakkan Hak Asasi Perempuan

Meskipun berbagai instrumen internasional mengenai hak asasi perempuan dan konvensi CEDAW telah diterbitkan, namun kekerasan terhadap perempuan masih terus terjadi. Tahun Perempuan Internasional 1975 dimaksudkan untuk mengingatkan dunia dan menarik perhatian akan fakta bahwa diskriminasi terhadap perempuan masih terjadi di berbagai belahan dunia. Di antara berbagai instrumen yang berkaitan dengan pemeliharaan hak asasi perempuan, baik internasional maupun nasional, adalah prinsip menawarkan perlindungan terhadap perempuan di ruang publik dan privat.

Tindak Kekerasan Terhadap Perempuan

Hal ini bukan tanpa alasan, karena tindakan kekerasan terhadap perempuan merupakan tindakan yang melanggar hak asasi manusia dan tindakan tersebut merupakan pengabaian terhadap hak-hak perempuan. Meski tidak ada kekerasan khusus terhadap perempuan, namun seperti kita ketahui, perempuan selalu menjadi korban kekerasan. 23 Tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga dengan tegas menyatakan bahwa tindakan kekerasan terhadap perempuan merupakan bagian dari pelanggaran hak asasi manusia dan kejahatan terhadap martabat manusia, namun juga merupakan bentuk diskriminasi.

Peraturan Perundang-Undangan

Rechtshoogesschool dan mereka yang berkesempatan melanjutkan pendidikan tinggi bidang hukum di Belanda menjadi pendiri Indonesia sebagai negara merdeka yang bercirikan negara (hukum) modern.4. Meskipun berbeda pandangan, pendidikan tinggi hukum mempunyai peranan penting dalam mencapai tujuan bernegara. Saat ini pendidikan tinggi hukum yang terkait dengan fakultas hukum merupakan salah satu fakultas yang paling mapan di Indonesia.

Historis Orientasi Pendidikan Hukum

Lulusan pendidikan hukum baru ini diharapkan dapat menjadi hakim landraad atau pejabat hukum di kantor pemerintahan kolonial Belanda. 16 Mochtar Kusuma-Atmadja, Pendidikan Hukum di Indonesia: Penjelasan Kurikulum 1993, (Hukum dan Pembangunan, Nomor 6 XXIV, 1994) hlm. 493-494. 25 Erman Rajagukguk, Peran Hukum dalam Pembangunan di Era Globalisasi: Implikasinya Bagi Pendidikan Hukum di Indonesia, (Pidato pengukuhan disampaikan pada acara penerimaan jabatan Guru Besar Hukum Fakultas Hukum Universitas Indonesia, Jakarta, 4 Januari 1997), hal.4.

Revolusi Industri 4.0 sebagai Tantangan

Ada beberapa alasan mengapa berbagai tujuan pendidikan hukum nampaknya belum tercapai secara signifikan di kalangan lulusan fakultas hukum yang dihadapkan pada kebutuhan untuk beradaptasi dengan kebutuhan dan tantangan zaman. adalah. Secara singkat dapat disimpulkan bahwa beberapa tujuan pendidikan hukum yang dikemukakan sebenarnya tidak berdampak pada lulusan yang dihasilkan oleh fakultas hukum. Baik buruknya praktik hukum dapat ditelusuri dari muatan yang diajarkan oleh pendidikan tinggi hukum.62 Ilmu hukum tidak bisa lagi membatasi diri pada romantisme akademis masa lalu, dan dikukuhkan dalam rezim administratif-birokrasi pendidikan tinggi yang kaku. dan sulit diubah.

Budaya Riset dan Publikasi sebagai Faktor Kunci

Posisinya saat ini (per 2015) sudah ada 325 pimpinan daerah yang tertangkap tangan, baik masih berstatus tersangka maupun sudah dipenjara. Hal ini ditunjukkan dengan banyaknya kepala daerah yang terlibat kasus korupsi, sehingga membuka mata kita bahwa transisi menuju pemerintahan yang bersih dan berwibawa sangat sulit dicapai. Sistem pemilihan walikota daerah (Pemilukada) yang berlaku saat ini membuka peluang bagi siapa saja untuk menjadi walikota daerah.

Faktor-Faktor Penyebab Kepala Daerah Korupsi

Berdasarkan data Kementerian Dalam Negeri, terdapat 343 kepala daerah yang telah menjalani proses hukum hingga ke kejaksaan, kepolisian, dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Berdasarkan data yang menunjukkan banyaknya pengurus daerah yang melakukan korupsi dengan berbagai cara dan faktor penyebab terjadinya korupsi pengurus daerah17. Dari hasil observasi dan kajian diketahui bahwa faktor-faktor penyebab pemimpin daerah melakukan korupsi antara lain: a) Monopoli kekuasaan18.

Referensi

Dokumen terkait

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Berdasarkan hasil analisis data diketahui bahwa kemampuan membaca cerpen siswa kelas X SMA Negeri 1 Gunung Tuleh Kabupaten Pasaman Barat berada pada