• Tidak ada hasil yang ditemukan

hukum kewarisan islam - UIN Sunan Ampel Surabaya

N/A
N/A
Nguyễn Gia Hào

Academic year: 2023

Membagikan "hukum kewarisan islam - UIN Sunan Ampel Surabaya"

Copied!
271
0
0

Teks penuh

Walaupun masih terdapat kekurangan, penulis berharap karya ini dapat memberikan kontribusi dalam kajian hukum waris Islam. Setelah kajian teoritis pada paket berikutnya, permasalahan praktis hukum waris Islam dibahas secara rinci dalam bentuk perhitungan.

ذمترلا هاور)

هاور

ناَدَِ

دواد وبا و ملسم هاور)

Atas sebab itu, ia hanya boleh dilakukan antara orang yang telah dewasa dan tahu bagaimana melakukannya. Dan orang-orang yang mempunyai pertalian darah lebih berhak (waris) dalam kitab Allah daripada orang-orang Mukmim dan Muhajirin, kecuali jika kamu berbuat baik kepada saudara-saudaramu (yang seagama).

م الْاو ناب نبا هاور)

Mauru>th atau tirkah ialah apa-apa yang ditinggalkan oleh si mati kepada orang yang masih hidup atau waris dan dibenarkan di bawah undang-undang Islam. Kemudian ditinggalkan kepada lelaki terdekat (hubungan kekerabatan dengan orang yang meninggal dunia).

اَمَك َ ْوِثرَي

Kata مكدلاوأ dalam bahasa Arab berarti putra dan putri, serta keturunan mereka, laki-laki dan perempuan, serta keturunan mereka nanti, laki-laki dan perempuan, dari kemegahan laki-laki. Namun, generasi penerus baik laki-laki maupun perempuan dari jenis kelamin perempuan tidak dikatakan مكدلاوأ.

نِّ لا ِنبِْلاَو

Dan juga berdasarkan hadits tentang pembagian harta warisan kepada anak perempuan, cucu perempuan dari anak laki-laki dan perempuan, sebagai berikut:

اا ِهْ َلَع

نْبا ٍدْوُعْلَم

Faruq ialah datuk kepada ghairu s}ah}i>h}a kerana hubungan persaudaraannya dengan orang yang meninggal (Farid) diputuskan oleh seorang wanita (Fatimah). Manakala Anwar ialah datuk kepada ghairu s}ah}i>h} kerana nasabnya kepada orang yang mati ("Alimah") telah diganggu oleh seorang wanita (Aminah).

ىاال لاونع

تَءاَ

ةنَّدَاْا َ ِإ

اا

انَّ لا

دسُّللا

ثِماَم

اَ َفْ نَ فاَله

دسُّللا ْ ِ َف

باَ ْصَأنَ سُّللا

Hubungan kekerabatan antara yang meninggal dengan mereka adalah hubungan kekerabatan dengan arah menyamping. Dan jika mereka (para ahli waris itu sendiri) terdiri dari saudara laki-laki dan perempuan, maka bagian seorang saudara laki-laki adalah sebanyak dua saudara perempuan.

ثُلسُّ ثلا

Putra dari saudara kandung dan putra dari generasi penerus, meski jauh di bawah, tanpa diganggu oleh putrinya. Anak laki-laki dari saudara laki-laki ayah yang sama dan anak laki-laki dari generasi berikutnya, meski jauh di bawah, tanpa diganggu oleh putrinya.

مكااا ااور)

Asas perorangan juga dapat diartikan sebagai hak setiap ahli waris (perseorangan) untuk mendapatkan bagian yang menjadi miliknya, tanpa terikat oleh ahli waris lainnya. Setiap ahli waris bebas menentukan bagian yang diperolehnya tanpa campur tangan ahli waris lainnya.

دحما اا )

Tentang banyaknya bagian yang diterima ahli waris dapat dilihat pada Q.S Al-Nisa>„>„ ayat 11 dan 12 :. Hal ini jelas tertera dalam Al-Qur'an Surat Al-Nisa>„>„ ayat 7. Al-Nisa>„>„: 11 Dari ayat tersebut ayah dan ibu memiliki bagian yang sama yaitu.

Begitu pula pada surat Al-Nisa>„ ayat 12>„ saudara laki-laki (seibu) dan saudara perempuan (seibu) mendapatkan bagian yang sama, yaitu 1/6. Dan bagian suami 2 kali lebih banyak dari bagian istri, seperti yang tertulis dalam surat Al-Nisa>„>„ ayat 12, yaitu suami ½ jika ada anak, dan ¼ jika ada anak. Selanjutnya jika kita lihat pada fitrah manusia, pada ayat di atas (Al-Nisa>„>„: 11) memang ada perbedaan antara laki-laki dan perempuan, tetapi tidak ada perbedaan.

دحمأ هاور)

كلام هاور)

ئاسنلا هاور)

مرادلا هاور)

Padahal, pembunuhan yang menjadi penghalang harta warisan adalah pembunuhan yang terkait dengan sanksi qisas atau kaffah, yang termasuk pembunuhan sengaja, serupa dengan niat dan zalim. Sanksi pembunuhan secara kisa, yaitu pembunuhan yang dilakukan dengan sengaja dan menggunakan alat yang dapat meremukkan anggota badan, seperti tongkat tajam, besi dan pistol. Sanksi pembunuhan kafa>rah, yaitu pembunuhan yang diwajibkan untuk menebus kelalaian dengan dalih.

Membunuh karena hak, yaitu pembunuhan yang dilakukan untuk qis}a>s}, atau membela diri dan kehormatan. Pembunuhan oleh orang yang tidak mampu bertindak, yaitu oleh anak-anak yang belum dewasa, orang gila dan orang gila. Padahal, pembunuhan yang menghalangi pewarisan adalah pembunuhan yang disengaja dan disertai permusuhan, baik yang dilakukan secara langsung maupun tidak langsung.

ىِعاَصِف "

Bahwa pembunuhan itu mutlak menghalangi pewarisan, baik pembunuhan yang disengaja maupun tidak disengaja, baik secara langsung maupun tidak langsung, baik yang dilakukan sebagai akibat dari pelaksanaan haknya maupun tidak, baik yang membunuh itu orang yang sudah dewasa maupun yang belum dewasa. Menurut mazhab Sya>fi'i, pembunuhan dengan segala cara dan jenisnya tetap tidak sah dalam hukum waris, sekalipun hanya memberikan kesaksian palsu dalam pelaksanaan rajam, atau bahkan sekadar pengukuhan kesaksian saksi lain dalam pelaksanaan qisa>s} atau hukuman mati pada umumnya. Dan ini diperkuat dengan analisis yang menyatakan bahwa segala macam pembunuhan memutuskan tali perwalian yang notabene menjadi dasar pewarisan.

Bahwa pembunuhan yang menghalangi pewarisan adalah pembunuhan tanpa hak yang dikenakan sanksi qisa>s}, diyat, penebusan dosa, seperti pembunuhan sengaja, sama dengan disengaja, tidak langsung, atau dilakukan oleh anak kecil, orang gila dan orang yang sedang tidur. Sedangkan pembunuhan yang tidak menjadi halangan untuk menerima warisan adalah pembunuhan yang tidak dibebani dengan sanksi tersebut. Menurut para sarjana hukum, berbagai jenis pembunuhan adalah dan bukan merupakan halangan dalam menerima warisan.

ويلع قفتم)

Dalam Kompilasi Hukum Islam, perbezaan agama bukanlah penghalang untuk mewarisi harta, tetapi penghalang untuk menjadi ahli waris. Harta dan hak si mati adalah harta pusaka dan akan menjadi hak milik ahli waris. Rasulullah SAW bersabda “sesungguhnya Allah telah memberikan setiap orang yang berhak atas haknya, maka tidak ada wasiat bagi ahli waris”.

Ada yang mengatakan Hadis itu untuk ahli waris yang boleh menerima harta pusaka. Adapun golongan Hanafiyyah tidak boleh walaupun sedikit jika tidak dibenarkan oleh si mati pewasiat. Kerana ahli waris hanya mempunyai hak pemilikan ke atas harta pusaka selepas pewasiat meninggal dunia.

لخا(

Tidak ada laki-laki yang mendapat as}a>bah, yaitu saudara laki-laki dari satu ibu dan satu ayah. Tidak seorangpun mendapat as}a>bah, yaitu: saudara laki-laki bapak. Karena Allah telah menjelaskan hukum tentang pembagian saudara laki-laki dan perempuan pada saudara kandung di akhir surat Al-Nisa>'>'.

Dia juga menjelaskan hukum tentang bagian saudara laki-laki dan perempuan dari ayah yang sama dalam ayat yang sama.8. Menurut kesepakatan para ulama, saudara laki-laki dari ibu atau bapak yang sama tidak dapat mewarisi bersama-sama dengan bapaknya. Jadi, jika anak perempuan mengambil ½ bagian, maka sisa 2/3 yaitu 1/6 menjadi bagian cucu perempuan dari cucu laki-laki.

ينِضْقََ

يراخبلا هاور)

Hal ini karena anak yang masih disusui pun berhak ikut as}a>bah dan menerima semua harta jika ia sendirian. As}a>bah terbagi menjadi dua, yaitu: as}a>bah nasabijeh (karena warisan) dan as}a>bah sabAbi>jeh (karena suatu sebab) atau lebih tepatnya. As}a>bah bi al-nafsi (keturunannya tidak bercampur dengan unsur feminin) As}a>bah bi al-nafsi adalah as}a>bah karena dirinya sendiri dan bukan karena sebab lain.

Mereka yang termasuk as}a>bah bi al-nafsi adalah semua waris lelaki kecuali saudara seibu. Ahli waris as}a>bah bi al-nafsi boleh menerima seluruh harta pusaka, menerima baki harta pusaka, atau tidak menerima sama sekali dalam keadaan tertentu. As}a>bah bi al-ghairi adalah as}a>bah kerana ada ahli waris lain yang setaraf dengannya.

يااسنلاو ا لسم ا ةعا لجا هاور)

Dalam as}a>bah bi al-ghair, baik orang yang mendapat bagian as}a>-bah maupun muas}s}ib sama-sama menerima „us}bah dari as}h}a>b al-furu>d}. Sedangkan pada as}a>bah ma'a al-ghairi, muas}s}ib us}bah juga tidak menerima. As}a>bah bi al-ghair ketika bersama saudara-saudaranya, dan.

Sebagai as}a>bah ma'a al-ghairi semasa bersama anak perempuan atau cucu perempuan lelaki. Baik mereka yang termasuk dalam golongan pewaris golongan as}h}a>b al-furu>d}, golongan as}a>bah dan golongan lain. Semua saudara perempuan yang tidak tertarik untuk menjadi as}a>bah bi al-ghair oleh waris lelaki setaraf dengannya.

هدنسم في دعسلا هاور)

Sama seperti kakek yang dihalangi oleh ayah, saudara tiri dihalangi oleh saudara kandung oleh ayah. Saudara dari ayah Jika tidak ada saudara laki-laki dari ayah dan juga tidak ada saudara perempuan dari saudara yang sama, ia mendapat 1/6. Catatan: Saudara kandung dari ayah yang sama jika mereka mengatakan dapat menggugurkan saudara perempuan ayah jika mereka tidak bersama saudara laki-laki ayah.

Catatan: Saudara laki-laki ayah jika bersama saudara laki-laki ayah tidak dapat digugurkan oleh saudara perempuan meskipun mereka mengatakan demikian. Catatan: Anak perempuan tidak dapat menggugurkan cucu laki-laki meskipun anak perempuan lebih dekat dengan ahli waris, karena umumnya ahli waris perempuan tidak menggugurkan ahli waris laki-laki. Catatan: Anak perempuan tidak menggugurkan saudara laki-laki atau ayah dan keturunannya karena ahli waris perempuan pada umumnya tidak menggugurkan ahli waris laki-laki.

Anak li’a>n, ialah anak yang lahir dari seorang ibu yang dituduh zina (melakukan perbuatan zina) oleh suaminya, dan anak yang

ي اخبا )ا

Muslich Maruzi mendefinisikan khuntha sebagai orang yang jenis kelaminnya diragukan apakah dia laki-laki atau perempuan. Jika tidak memiliki ciri-ciri di atas, maka disebut Khuntha > Mushkil dan bagiannya akan dibahas kemudian. Ada 2 ahli waris Khuntha > Mushkil yang tergabung dalam kill ini yaitu anak cucu.

Hanya ada satu ahli waris yang merupakan Khuntha> Mushkil dari golongan ini, yaitu maulal-mu'tiq (penguasa yang membebaskan budak-budaknya). Berikan bagian yang lebih kecil dari yang terburuk dari dua kemungkinan baik laki-laki atau perempuan kepada Khuntha>. Jika khuntha> ditentukan oleh seorang laki-laki, maka paman tidak mendapat bagian, sedangkan saudara laki-laki sebagai „as}a>bah mendapatkan seluruh warisan.

اَاااَوُ

Para ulama sepakat menetapkan bahwa harta al-mafku>d harus disimpan sampai ada berita yang jelas. Persoalannya, berapa lama penangguhan itu akan berlangsung, mereka berbeda pendapat, apakah ditentukan berdasarkan hitungan waktu saja, atau diserahkan kepada ijtihad hakim.

قاَعُلمْققِ

Imam Ahmad bin Hanbal menekankan pertimbangan situasi hilangnya al-mafqu>d, pada saat kepergiannya. Intinya, harta mafqu>d harus ditahan sampai ada berita yang menyatakan dia benar-benar mati atau hakim memutuskan kematiannya. Artinya bagian mafqu>d yang akan diterima olehnya akan ditahan sampai perkaranya jelas.

Satu-satunya cara untuk menghindari bahaya bagi ahli waris adalah dengan menganggap kematian mafqu>d. Ahli warisnya terdiri dari: istri, anak laki-laki (sekarang) dan anak mafqu>d. Jelaslah sekarang, kalaupun diperkirakan si mafqu>d masih hidup atau sudah meninggal, istri mendapat bagian yang sama, yaitu 3 ha.

Referensi

Dokumen terkait

The result of the study revealed two findings, namely: (1) the process and activities during the teaching and learning process during the pandemic in Aura Sukma Insani