(10) Identifikasi dan Perumusan Masalah
1. Pada bab ini, semua faktor yang diidentifikasikan sebagai penyebab permasalahan utama disajikan dahulu, faktor tersebt harus mengacu pada studi literatur atau hasil dari beberapa penelitian. Walaupun ada faktor-faktor lain yang hanya masalah yang menimbulkan masalah lain, hanya faktor dan permasalahan yang dapat diakses dan dipahami oleh peneliti yang teridentifikasi.
Misalnya:
Identifikasi permasalahan “rendahnya kinerja”
disebabkan oleh faktor-faktor diantaranya maslah sarana prasarana belajar, rendahnya tingkat kemahiran guru, budaya kerja buruk dan bakat kepemimpinan yang kurang sehingga kinerja yang dihasilkan kurang baik.
Permasalahan utamanya adalah produktivitas rendah yang disebabkan oleh berbagai faktor.
Oleh karenanya, identifikasi yang diperlukan adalah faktor penyebab dari hal tersebut. Dalam hal ini, banyak faktor penyebab yang sesuai dengan ilmu pengetahuan.
2. Setelah teridentifikasinya semua faktor penyebab permasalahanan ini, selanjutnya dilakukan pemilihan beberapa faktor yang bisa dicapai berdasar pada kemampuan ilmiah peneliti dan menarik untuk dikaji lebih dalam.
Fase ini dikenal sebagai fase penempatan batasan pada masalah.
Misalnya, peneliti memilih untuk membatasi penelitiannya pada dua faktor yaitu iklim dan kemahiran yang mengakibatkan kinerja buruk.
Dari contoh diatas, faktor kepemimpinan tidak dipilih untuk masuk ke dalam penelitian karena mungkin menurut peneliti faktor tersebut kurang menarik untuk diteliti atau karena peneliti merasa kurang punya pengetahuan yang cukup tentang faktor tersebut.
3. Langkah selanjurnya setelah memilih dan mempersempit berbagai faktor yang akan diteliti adalah merumuskan masalah ke dalam kalimat tanya yang operasional, terukur, dapat diamati, ringkas, jelas dan tegas.
Misalnya:
Beberapa faktor yang mempengaruhi prestasi siswa dalam belajar seperti sarana prasarana belajar, keprofesionalitas guru, budaya kerja di sekolah, iklim pembelajaran, ketrerampilan manajemen kepala sekolah dan lainnya (Jam’an, 2008: 2). Diantara faktor-faktor tersebut peneliti tertarik untuk memfokuskan penelitian pada keprofesionalitas guru dan budaya kerja di sekolah. Keduanya menjadi subjek penelitian yang menarik dan menantang karena belum dikaji oleh banyak orang dan masalah ini merupakan masalah yang peneliti kuasai.
Maka dari itu, pertanyaan yang harus dijawab adalah sebagai berikut:
a. Bagaimana keprofesionalitasan guru mempengaruhi kinerja seorang guru?
b. Sejauh mana budaya kerja yang ada pada sekolah mempengaruhi kinerja guru/
Pertanyaan masalah sebaiknya diakhiri dengan tanda tanya karena merupakan kalimat tanya.