Sementara itu, buku ini menyampaikan kompleksitas benturan peradaban yang terjadi antara Islam dan Barat, dengan memperhatikan keberagaman Islam dan Barat. Konflik antara Al Qaeda dan AS bukanlah benturan peradaban antara Islam dan Barat.
IDEOLOGI YANG SALING BERTOLAK BELAKANG
- Ideologi Islam, Barat, dan Amerika
- T he Clash of Civilizations sebagai Informasi Argumentatif
- Latar Belakang Historis Konfl ik
- Pandangan terhadap Islam dan Amerika
- Radikalisme Islam
Sekitar 6.000 orang tewas dalam bentrokan yang terjadi di wilayah Irak dan Suriah. Ia menegaskan, konflik antara Islam dan Kristen, baik Ortodoks maupun Kristen Barat, merupakan konflik nyata.
Dari Kekuasaan hingga Finansial
Melalui tulisannya, Sayyid Qutb menyerang para penguasa Mesir dan menuduh siapapun yang tidak mengikuti ideologi kerasnya adalah murtad, kafir, dan darahnya dianggap halal (harus dibunuh). Dalam konteks Timur Tengah, media digunakan sebagai alat yang efektif untuk menyebarkan ajaran berdasarkan tafsir Islam radikal, seperti tulisan Hassan Al Banna dan Sayyid Qutb.
AL QAEDA : ANTARA IDEOLOGI DAN APOLOGI
Ideologi Fundamentalisme
Osama bin Laden lahir di Jeddah, Arab Saudi pada tahun 1957, anak ke-17 dari 52 bersaudara. Osama bin Laden belajar Teknik Sipil di Universitas King Abdul Aziz, Jeddah.
Osama bin Laden sebagai Sosok Sentral
Pada bulan Agustus 1998, Al Qaeda yang dipimpin oleh Osama bin Laden dan Ayman al Zawahiri menyatakan perang terhadap AS. Setelah Osama bin Laden terbunuh dalam serangan pasukan AS, ia menjadi pemimpin Al Qaeda saat itu.
A l Qaeda , Terorisme, dan Strategi Nasional AS
Sebagian besar serangan teroris sejak 11 September terjadi di negara-negara Muslim dan sebagian besar korbannya adalah Muslim. Negara-negara yang tidak ikut koalisi di Irak pun tak luput dari serangan teroris.
THE LOOMING TOWER
MEMBACA” AL QAEDA
Apologi Perlawanan dan Naratologi
Dalam apologia ini terlihat bahwa bukan Socrates yang harus disalahkan, melainkan kelas aristokrat dan kaum sofis. Baik teori naratologi maupun wacana naratif (teks) didefinisikan sebagai seperangkat konsep yang berkaitan dengan cerita dan penceritaan.
Hal ini menunjukkan bahwa TLT menarik karena memberikan pemahaman baru tentang Al Qaeda dan Islam yang direpresentasikan secara berbeda kepada masyarakat Amerika pada khususnya dan dunia pada umumnya. Dari berbagai penghargaan yang diterima, TLT masuk dalam kategori nonfiksi dan narasi sejarah. Data yang dikumpulkan sebagai bahan adalah data obyektif, hasil wawancara dan catatan yang diambil dari sumber, orang-orang yang dianggap dekat dengan organisasi Al Qaeda dan berbagai sumber yang berkaitan dengan topik yang sedang ditulis.
Melalui bacaan awal, kita dapat berasumsi bahwa narasi TLT merupakan narasi apologetic yang memberikan alasan dan latar belakang operasi Al Qaeda dengan melihat Al Qaeda dalam geopolitik Amerika, situasi politik dalam negeri, ketidakadilan, dan relasi kekuasaan yang timpang dengan Amerika. TLT juga mempertanyakan teks representasi Al Qaeda, Islam dan Barat dengan menampilkan dirinya sebagai representasi Al Qaeda. Representasi Al Qaeda dan Islam ditampilkan lebih kompleks dibandingkan stereotipikal, sehingga narasi ini diposisikan di antara teks-teks sebelumnya sebagai posisi yang menegasikan dan melengkapinya.
Re presentasi Tokoh dan Retorika Pathos-Logos
Jika diurutkan berdasarkan peranannya, maka tokoh Osama bin Laden ditampilkan sebagai sosok yang paling banyak disorot kehidupannya (1380 kali tokoh tersebut disebutkan dalam berbagai peristiwa), diurutan kedua adalah tokoh Ayman al Zawahiri ( 541 kali) dan selanjutnya adalah tokoh Sayyid Qutb (263 kali). Osama bin Laden, sebagai sosok paling positif yang terwakili dalam teks tersebut, ditampilkan lebih memperhatikan putranya. Tokoh Osama bin Laden sebagai tokoh protagonis juga dikontraskan dengan tokoh Ayman al Zawahiri sebagai tokoh antagonis.
Aspek pembelaan terhadap tokoh Osama bin Laden terlihat pada kontras antara Osama bin Laden dengan Ayman al Zawahiri yang terlihat pada cerita tokoh Deraz. Osama bin Laden menafsirkannya atas dasar balas dendam terhadap AS dan Ayman al Zawahiri menafsirkan Islam atas dasar ideologi kekerasan dan intoleransi. Jika Ayman al Zawahiri memaparkan konsepnya dengan sangat ekstrim, ternyata Osama bin Laden lebih lembut dalam menafsirkan konsep jihad.
Ideologi dalam Labelling yang Bias
Bin Laden akan menyambut mereka dan kemudian para peserta pelatihan al-Qaeda akan memulai kursus terorisme mereka. Mereka direkatkan oleh kepribadian karismatik Osama bin Laden, yang mengandung kedua aliran, idealisme dan nihilisme, dalam perpaduan yang kuat. Di lingkungan keluarga, Osama bin Laden bersikap lebih lembut dibandingkan saat ia menyampaikan ajarannya di luar.
Mengenai larangan menampilkan gambar dan musik, Bin Laden menoleransi anak-anak yang mendengarkan musik. Uraian di atas juga menunjukkan adanya ambiguitas dan standar ganda pada tokoh Osama bin Laden dalam penerapan perilaku yang menjadi penafsirannya terhadap ajaran agama.6 Melalui uraian tersebut penulis di satu sisi memberikan empati pada sisi kemanusiaannya, namun di sisi lain sisi , tunjukkan Osama bin Laden yang menunjukkan. Bias ideologis penulis terlihat dalam menyoroti sisi lemah Osama bin Laden sebagai bagian dari penggambaran kurangnya keistimewaan karakter tersebut yang berbeda dengan mitos yang beredar.
Islam vs Barat, Al Qaeda vs AS
Tindakan kekerasan yang dilakukan Al Qaeda merupakan akibat dari kebijakan politik Amerika yang tidak memenuhi rasa keadilan. Tugas Al-Qaeda adalah menyadarkan bangsa Islam terhadap ancaman Barat yang sekuler dan modern. Dalam uraian tersebut terlihat bahwa Al Qaeda tidak sama dengan Islam dan bukanlah sebuah identitas yang dapat mewakili Islam yang begitu beragam.
Penulis berusaha bersikap netral, namun cenderung membela Al Qaeda dan mengkritik Amerika Serikat. Dalam teks ini terlihat bahwa Islam begitu kompleks sehingga sulit untuk mengatakan bahwa bahasa Arab mewakili Islam dan Al Qaeda. Al Qaeda, di bawah kepemimpinan Osama bin Laden dan Ayman al Zawahiri, mengambil tindakan keras terhadap Amerika Serikat.
Strategi Naratif dalam TLT
Radikalisme yang muncul pada tokoh Ayman al-Zawahiri dan Osama bin Laden ditampilkan sebagai pengaruh orang lain yang dekat dengannya. Soal gaya hidup barat, Sayyid Qutb terbukti punya kemiripan dengan Osama bin Laden dan Ayman al Zawahiri. Gambaran psikologis tokoh ini tidak ditampilkan sedetail tokoh Osama bin Laden dan Ayman al Zawahiri.
Karakter Osama bin Laden muncul dalam plot yang menganut ideologi yang sama dengan Sayyid Qutb dan Ayman al Zawahiri. Penampilan fisik Osama bin Laden dan Ayman al Zawahiri dijelaskan dalam teks, namun Sayyid Qutb tidak. Dalam penyajian tokohnya terlihat bahwa antara Osama bin Laden dan Ayman al Zawahiri terdapat kesamaan dalam perkembangan fisik dan mentalnya.
Pera n Amerika dalam Konstruksi Ideologi Al Qaeda
Gambaran tersebut disampaikan oleh tokoh Osama bin Laden yang mengutarakan pendapatnya tentang Amerika yang menjadi sasaran balas dendam. Representasi Al-Qaeda menjadi bermasalah ketika Osama bin Laden mewakili dirinya sebagai Islam dan dia menuduh AS melakukan terorisme dan menerapkan standar ganda. Terlihat dalam uraian ini, kebencian Osama bin Laden terhadap Amerika dan keinginannya untuk melakukan apa yang Amerika lakukan terhadap Uni Soviet dan dengan bantuannya.
Teks di atas memberikan gambaran tentang tokoh Osama bin Laden yang ingin meniru perilaku Amerika dalam menghancurkan Uni Soviet. Bin Laden mengatakan pemboman tersebut memberikan gambaran kepada warga AS mengenai kekejaman yang dialami umat Islam. Kemarahan dan kekecewaan Osama bin Laden terhadap Amerika terlihat jelas pada uraian di bawah ini.
Dehum anisasi sebagai Penyebab Sikap Radikal
Dalam uraian di atas, tokoh Ayman al Zawahiri seolah menyalahkan Barat atas kerugian dan penghinaan yang dialami komunitas Muslim. Dua tokoh, Sayyid Qutb dan Ayman al Zawahiri ditampilkan sebagai sosok yang paling banyak mengalami penyiksaan dan penghinaan. Pandangan tokoh Ayman al Zawahiri ditunjukkan melalui seruannya untuk mendirikan negara Islam dan masyarakat Islam.
Melalui tuturan langsung tokoh Ayman al Zawahiri, suasana terlihat dihidupkan melalui pengalaman yang disampaikan langsung melalui ungkapan kekejaman kejam yang menimpa mereka. Tokoh Ayman al Zawahiri kemudian bersaksi dalam kasus yang diajukan ke Unit Intelijen 75 yang telah melakukan interogasi di penjara. Ia diperkuat dengan kesaksian seorang perwira intelijen yang mengaku melihat sosok Ayman al Zawahiri di penjara disiksa.
NILAI-NILAI HARMONI YANG DIHARAPKAN
TLT sebagai Teks Jurnalisme Sastrawi
Sekitar tahun 1962, jurnalisme sastra berkembang di Amerika, ditemukan oleh Thomas Kenney Wolfe dalam karya Gay Talase. Jika penulisan jurnalistik biasanya terbatas pada unsur siapa, di mana, kapan, mengapa, bagaimana, dan bahasa penjelas yang kaku; Hal ini tidak terjadi dalam jurnalisme sastra. Ada beberapa hal dalam penulisan jurnalisme sastra agar tulisan lebih familiar bagi pembaca.
Sebuah karya dapat dikategorikan jurnalisme sastra menurut Farid Gaban (2008), yakni ada keakuratannya, tulisannya dapat dipercaya, ada keterlibatannya, mengarahkan wartawannya untuk menyajikan secara detail, yang menjadi kunci membangkitkan emosi pembaca. Untuk memudahkan penulis mencari bahan, penulis jurnalisme sastra biasanya mencari bahan di tempat-tempat yang bisa dikunjungi. Kerangka tersebut akan terlihat pada teks TLT yang secara jelas memuat beberapa unsur yang disebutkan dalam teknik penulisan jurnalistik sastra.
Penghargaan terhadap Cermin Kebenaran
Kisah TLT ditulis sebagian dan memuat kisah hidup sederet individu yaitu tokoh Osama bin Laden, Ayman al Zawahiri dan Sayyid Qutb yang seolah-olah tidak ada hubungannya, menggambarkan bagaimana Al-Qaeda muncul dan mengapa peristiwa tersebut terjadi. " 11 September". Teks tersebut menjelaskan mengapa Amerika Serikat diserang, dan merangkai peristiwa-peristiwa penting dalam proses yang menyebabkan keinginan tokoh-tokoh al-Qaeda untuk menyerang Amerika. Dari judulnya, The Looming Tower: Al Qaeda and The Road to 9/11, terlihat jelas bahwa plotnya dibangun menuju peristiwa 9/11.
Bagian pertama berfokus pada pengetahuan pembaca tentang latar belakang asal usul Islam militan dan Al Qaeda. Aspek simbolik sudah terlihat jelas pada judul ceritanya, yakni The Looming Tower: Al Qaeda dan The Road to 9/11. Jika dilihat dalam konteks keseluruhan cerita, frasa The Looming Tower: Al Qaeda and The Road to 9/11 menunjukkan bahwa terdapat gambaran penyebab terjadinya 9/11, dan hal ini penting untuk dijelaskan guna mencegah kejadian serupa. . di masa depan.
Peran Narasi Apologi dalam Pembentukan Persepsi
Al Qaeda dihadirkan sebagai kelompok yang menjaga identitas Islam dan memiliki cita-cita mendirikan negara Islam dan kekhalifahan di dunia. Membangun dan Mendekonstruksi Islam di Negara-negara Barat: Pandangan Perbandingan Politisasi Agama di Perancis, Inggris dan Amerika Serikat, 1945-2008. Apakah ini orang di belakang Bin Laden?” The Guardian, 1 November http://www.eramuslim.com/berita/dunia/saudi-larang-dua-buku-sayyidqutb (5 November 2001).
Images of Terror: What We Can and Can't Know about Terrorism, New York: Walter de Gruyter, Inc. New York: Anchor, Random House Inc. Islam and the United States: Stream of Convergence, Strand of Divergence”, Third World Quarterly, Vol. Exploring "The Clash of Civilization as a Paradigm" and the "Cause of the Civilizational Clash": a review of literature.