• Tidak ada hasil yang ditemukan

idoc.pub departementalisasi bop bab 12 fix ppt

Agnesya Maharani

Academic year: 2024

Membagikan "idoc.pub departementalisasi bop bab 12 fix ppt"

Copied!
45
0
0

Teks penuh

(1)

Disusun Oleh:

Jubaidah (155121044)

Siti Ibtidaiyatul H (155121045) Winda Sailirrohmah (155121078)

DEPARTEMENTALISASI

BIAYA OVERHEAD PABRIK

(2)

PT. Marguna memiliki dua departemen produksi, yaitu A dan B dan dua departemen jasa, yaitu X dan Y. Anggaran BOP Departemen A sebesar Rp 20.000.000 dan Departemen B sebesar Rp 10.000.000. Anggaran biaya Departemen X sebesar Rp 500.000 dan Depatemen Y sebesar Rp 1.200.000.

Alokasi biaya Departemen X menggunakan dasar jumlah kwh dan Departemen Y menggunkan dasar jam pemeliharaan.

Jumlah konsumsi listrik Departemen A sebesar 1.000 kwh dan Departemen B sebesar 1.500 kwh. Jumlah jam pemeliharaan Departemen A sebesar 500 jam dan Departemen B sebesar 500 jam.

Diminta:

a. Alokasikan biaya departemen jasa ke departemen produksi menggunakan metode langsung.

b. Hitunglah anggaran BOP departemen produksi setelah alokasi dari departemen jasa.

12.1

(3)

A. Tabel Data Alokasi Anggaran Biaya Departemen Jasa

Keterangan

Departemen Produksi Departemen Jasa

A B X Y

Anggaran BOP

Sebelum Alokasi Rp20.000.000 Rp10.000.000 Anggaran Biaya

Dept. Jasa Rp500.000 Rp1.200.000

Dasar Alokasi Dept. X

(Jumlah Kwh) 1000 Kwh 1.500 Kwh Dept.Y

(Jam

Pemeliharaan)

500 Jam 500 Jam

(4)

B. Alokasi Anggaran Biaya Dept. Jasa Metode Langsung

Keterangan

Departemen Produksi Departemen Jasa

A B X Y

Anggaran Bop Sebelum Alokasi

Rp20.000.000 Rp10.000.000 - -

Anggaran Biaya

Departemen Jasa - - Rp500.000 Rp1.200.000

Dasar Alokasi Departemen X

(Jumlah Kwh) Rp200.000 Rp300.000 (R500.000) - Departemen Y (Jam

Pemeliharaan) Rp600.000 Rp600.000 - (Rp1.200.000)

Bop Setelah Alokasi Rp20.800.000 Rp10.900.000 - -

(5)

PERHITUNGAN

X A=(1.000 Kwh / 2.500 Kwh) x Rp500.000= Rp200.000 X B=(1.500 Kwh / 2.500 Kwh) x Rp500.000 = Rp300.000

Rp500.000,00 Y A= (500 Jam/ 1.000 Jam) x Rp1.200.000 = Rp 600.000 Y B=(500 Jam/ 1.000 Jam) x Rp1.200.000 = Rp 600.000

Rp1.200.000,00

(6)

12.2

PT. Smarty menggunakan alokasi bertahap dalam mengalokasikan biaya departemen jasanya, yaitu X

1

dan X

2

ke departemen produksinya, yaitu C

1

dan C

2

, Alokasi pertama dari X

1

berdasarkan jumlah karyawan dan alokasi kedua dari X

2

berdasarkan jumlah order.

Berikut ini data anggaran untuk tahun 2010.

(7)

Keterangan X1 X2 C1 C2

Anggaran Bop Rp2.000.000 Rp10.000.000 Rp100.000.000 Rp200.000.000

Jumlah Karyawan

100 Orang 50 Orang 650 Orang 1.300 Orang

Jumlah Order - - 200 Unit 400 Unit

Jam Kerja Mesin

- - 20.000 Jam 30.000 Jam

Tarif overhead pabrik di Departemen C

1

berdasarkan jumlah order dan di Departemen C

2

berdasarkan jam kerja mesin.

Diminta:

Hitunglah tarif ditentukan di muka untuk Departemen C

1

dan C

2

.

(8)

Tabel Data Alokasi Anggaran Biaya Departemen Jasa

Keterangan

Departemen Produksi Departemen Jasa

C1 C2 X1 X2

Anggaran Bop Sebelum Alokasi

Rp100.000.000,- Rp200.000.000, -

- Anggaran Biaya

Departemen Jasa

- Rp2.000.000 Rp10.000.000

Dasar Alokasi Departemen X1 (Jumlah Karyawan)

650 Org 1.300 Org 100 Org 50 Org

Departemen X2 (Jam Order)

200 Unit 400 Unit

(9)

Keterangan Dept Produksi C1 Dept Produksi C2 Dept Jasa X1 Dept Jasa X2 Anggaran Bop Rp100.000.000 Rp200.000.000

Anggaran Biaya Rp2.000.000 Rp10.000.000

Alokasi Dept Jasa

Departemen X1 Rp650.000 Rp1.300.000 (Rp2.000.000) Rp50.000

Departemen X2 Rp3.350.000 Rp6.700.000 - (Rp10.050.000)

Anggaran Bop Setelah Alokasi

Rp104.000.000 Rp208.000.000 Rp 0 Rp 0

Dasar

Pembebanan

200 Unit 30.000 Jam

Tarif Bop Rp520.000/ Unit Rp6.933,33/ Jam Kerja Mesin

Alokasi Anggaran Biaya Dept. Jasa Metode Bertahap

(10)

Perhitungan

X1-C1 = 650 ORG/2000 ORG X Rp 2.000.000 = Rp650.000 X1-C2 = 1.300 ORG/2000 ORG X Rp 2.000.000 = Rp1.300.000 X1-X2 = 50 ORG/2000 ORG X Rp 2.000.000 = Rp50.000 X2-C1= 200unit/600 Unit X Rp 10.050.000 = Rp3.350.000 X2-C2= 400 UNIT/600 Unitx Rp 10.050.000 = Rp6.700.000 TARIF BOP

Dasar Pembebanan:

Dept. C1= Rp 104.000.000/200 UNIT= Rp520.000/Unit

Dept. C2= Rp 208.000.000/ 30.000 JKM= Rp6.933,33/Jkm

(11)

12.3

PT. Sansay mempunyai dua departemen produksi dan dua departemen jasa.

Perusahaan menggunakan metode aljabar

dalam mengalokasikan anggaran biaya

departemen jasa. Berikut ini data yang

berhubungan dengan anggaran biaya

departemen yang bersangkutan.

(12)

Departemen Anggaran BOP/Biaya

Departemen Jasa 1

Departemen Jasa 2

Jasa 1 Rp 5.000.000 20%

Jasa 2 Rp 10.000.000 35% -

Produksi 1 Rp 24.000.000 15% 45%

Produksi 2 Rp 14.000.000 50% 35%

Diminta:

Alokasikan anggaran biaya departemen jasa ke departemen

produksi dan jasa dengan menggunakan metode aljabar.

(13)

Keterangan Departemen produksi Departemen jasa

1 2 1 2

Anggaran BOP Rp 24.000.000 Rp 14.000.000 Anggaran biaya

sebelum alokasi

Rp 5.000.000 Rp 10.000.000

Alokasi departemen jasa

Departemen 1 Rp 1.129.032,26 Rp 3.763.440,86 (Rp 7.526.881,72)

Rp 2.634.408,602

Departemen 2 Rp 5.685.483,87 Rp 4.422.043,01 Rp 2.526.881,72 (Rp

12.634.908,602) Anggaran BOP

setelah alokasi

Rp 30.814.516,13 Rp 22.185.483,87 Rp 0 Rp 0

(14)

Misal :

Departemen jasa 1 setelah alokasi = X Departemen jasa 2 setelah alokasi = Y X = Rp 5.000.000 + 0,20 Y

Y = Rp 10.000.000 + 0,35 X SUBTITUSI :

X = Rp 5.000.000 + 0,20 (Rp 10.000.000 + 0,35 X) X = Rp 5.000.000 + Rp 2.000.000 + 0,07 X

X-0,07X = Rp 7.000.000

0,93 X = Rp 7.000.000

X = Rp 7.526.881,72

(15)

Y = Rp 10.000.000 + 0,35 X

= Rp 10.000.000 + 0,35 (Rp 7.526.881,72)

= Rp 10.000.000 + Rp 2.634.408,602

= Rp 12.634.408,602

(16)

12.4

PT. Berjaya memilki dua departemen produksi, yaitu A dan B dan memiliki tiga departemen jasa, yaitu X, Y, dan Z.

Data anggaran biaya overhead pabrik departemen produksi sebagai berikut

Departemen A Rp 5.480.000

Departemen B Rp 6.640.000

Data anggaran biaya departemen jasa sebagai berikut.

Departemen X Rp 3.498.000

Departemen Y Rp 4.860.000

Departemen Z Rp 4.800.000

Untuk penyusunan tarif pembebanan BOP, anggaran biaya di Departemen X

dialokasikan berdasarkan luas lantai, Departemen Y berdasarkan jumlah tenaga kerja, dan Departemen Z, berdasarkan jam pemeliharaan. Berikut ini data masing-masing departemen (estimasi).

(17)

Departemen Luas Lantai (m

2

)

Jumlah Tenaga Kerja

Jam

Pemeliharaan

Jam Kerja Mesin

X 300 m

2

50 orang 200 jam -

Y 400 m

2

50 orang 160 jam -

Z 300 m

2

100 orang 180 jam -

A 500 m

2

350 orang 600 jam 850 jam

B 600 m

2

150 orang 400 jam 900 jam

Diminta:

1. Alokasikan biaya overhead pabrik departemen jasa dengan

metode langsung dan hitunglah tarif pembebanan biaya overhead pabrik departemen produksi atas dasar jam kerja mesin.

2. Alokasikan biaya departemen jasa dengan menggunakan alokasi

bertahap dimulai dari Departemen Z,X, dan terakhir Y.

(18)

METODE LANGSUNG

KETERANGAN

Departenen Produksi Departemen Jasa

A B X Y Z

Anggaran BOP Sebelum Alokasi

Rp.

5.480.000,-

Rp.

6.460.000,-

- - -

Anggaran B. Dept. Jasa - - Rp.

3.498.000,-

Rp.

4.860.000,-

Rp.

4.800.000 Dasar Alokasi:

Dept. X (Luas Lantai) 500 m2 600 m2 300 m2 400 m2 300 m2 Dept. Y (Jmh. TK) 350 org 150 org 50 org 50 org 100 org Dep. Z (Jmh. Jam

Pemeliharaan)

600 jam 400 jam 200 jam 160 jam 180 jam

(19)

TABEL ALOKASI BIAYA DEPT. JASA (METODE LANGSUNG)

KETERANGAN DEPARTEMEN PRODUKSI DEPARTEMEN JASA

A B X Y Z

BIAYA SBLM ALOKASI

RP5.480.000 RP6.460.000 - - -

BIAYA DEPT.

JASA

- - RP3.498.000 RP4.860.000 RP4.800.000

ALOKASI DEPT. JASA

DEPT. X RP1.590.000 RP1.908.000 (RP.3.498.000) - - DEPT. Y RP3.402.000 RP1.458.000 - (RP.4.860.000) -

DEPT. Z RP2.880.000 RP1.920.000 - - (RP4.800.000)

BOP SETELAH ALOKASI

RP13.352.000 RP11.746.000 0 0 0

(20)

X-A = 500m2/1100m2 x Rp3.498.000= Rp1.590.000 X-B = 600m2/1100m2 x Rp3.498.000= Rp1.908.000

Y-A = 350 org/500 org x Rp4.860.000= Rp3.402.000 Y-B = 150 org/500 org x Rp4.860.000 = Rp1.458.000

Z-A= 600 jam/1000 jam x Rp4.800.000 = Rp2.880.000 Z-B= 400 jam/1000 jam x Rp4.800.000= Rp1.920.000

Tarif Pembebanan

Dasar Pembebanan: Dept. A=850 JKM Dept. B= 900 JKM

Tarif BOP: Dept. A= Rp13.352.000/850 JKM= Rp15.708,23/JKM

Dept. B= Rp11.746.000/900 JKM= Rp13.051,11/JKM

(21)

KETERANGAN DEPT A DEPT B DEPT JASA X DEPT JASA Y DEP Z ANGGARAN BOP RP 5.480.000 RP 6.460.000

ANGGARAN BIAYA RP 3.498.000 RP 4.860.000 RP 4.800.000

ALOKASI DEPT JASA

DEPARTEMEN Z RP 2.117.647 RP 1.411.765 RP 750.882 RP 564.705 (RP 4.800.000) DEPARTEMEN X RP 1.401.294 RP 1.681.553 (RP 4.203.882) RP 1.121.035 -

DEPARTEMEN Y RP 4.582.018 RP 1.963.722 - (RP 6.545.740) - ANGGARAN BOP

SETELAH ALOKASI

RP 13.580.959 RP 11.517.040 0 0 0

(22)

PERHITUNGAN

Dari departemen Z

Dep A = 600 jam/ 1.360 jam x Rp 4.800.000 = Rp 2.117.647,05 Dep B = 400 jam / 1.360 jam x Rp 4.800.000 = Rp 1.411.764,70 Dep X = 200 jam / 1.360 jam x Rp 4.800.000 = Rp 705.882,35 Dep Y = 180 jam / 1.360 jam x Rp 4.800.000 = Rp 564.705,88 Dari departemen X

Dep A = 500 m2 /1500 m2 x Rp 4.203.882 = Rp 1.401.294 Dep B = 600 m2 / 1500 m2 x Rp 4.203.882 = Rp 1.681.552,8 Dep Y = 400 m2 / 1500 m2 x Rp 4.203.882 = Rp 1.121.035,2 Dari departemen Y

Dep A = 350 org / 500 org x Rp 6.545.740 = Rp 4.582.018

Dep B = 150 org / 500 org x Rp 6.545.740 = Rp 1.963.722

(23)

12.5

PT. Insani memiliki dua departemen produksi dan dua departemen jasa.

Data biaya overhead pabrik dan biaya dianggarkan dan aktivitas normal pada setiap departemen adalah sebagai berikut.

Keterangan Dept. Jasa A Dept. Jasa B Dept. Prod. X Dept. Prod. Y Anggaran biaya/

BOP

Rp 7.000.000 Rp 10.000.000 Rp 17.000.000 Rp 19.000.000 Luas lantai m

2

500 m

2

700 m

2

750 m

2

900 m

2

Jam

pemeliharaan

4.500 jam 3.600 jam 8.800 jam 7.500 jam

Jam kerja mesin 6.500 jam 9.500 jam

Jam tenaga kerja langsung

7.000 jam 9.500 jam

(24)

Biaya Departemen A dialokasikan dengan menggunakan luas lantai dan biaya Departemen B dialokasikan berdasarkan jam pemeliharaan. Dasar pembebanan BOP yang digunakan di Departemen X adalah jam kerja mesin dan dasar pembebanan di Departemen Y adalah jam tenaga kerja langsung.

Diminta:

Buatlah tabel alokasi biaya overhead pabrik dengan metode

aljabar dan hitunglah tarif per departemen produksi.

(25)

TABEL DATA ALOKASI ANGGARAN BIAYA DEPARTEMEN JASA

Keterangan Dep Produk X Dep Produk Y Dep Jasa A Dep Jasa B Anggaran Bop Seblm

Alokasi

Rp 17.000.000 Rp 19.000.000 Anggaran Biaya Dep.

Jasa

Rp 7.000.000 Rp 10.000.000 Dasar Alokasi

Dep A (Luas Lantai) 750 M2 900 M2 500 M2 700 M2

Dep B (Jmlh Jam Pemeliharaan)

8.800 Jam 7.500 Jam 4.500 Jam 3.600 Jam

(26)

PERHITUNGAN

Dimisalkan biaya departemen jasa A setelah alokasi adalah P dan biaya departemen jasa B setelah dialokasi adalah Q

P = Rp 7.000.000 + 0,216 Q = Rp 7.000.000 + 0,22 Q Q = Rp 10.000.000 + 0,297 P = Rp 10.000.000 + 0.30 P Subtitusi

# P = Rp 7.000.000 + 0,22 (10.000.000 + 0,30 P) P = Rp 7.000.000 + Rp 2.200.000 + 0,066 P 0,934 P = Rp 9.200.000

P = Rp 9.850.107,07

= Rp 9.850.107,07

# Q = Rp 10.000.000 + 0,30 P

= Rp 10.000.000 + (0,30 x Rp 9.850.107)

= Rp 10.000.000 + Rp 2.955.032,1

= Rp 12. 955.032,1

= Rp 12.955.032,1

(27)

Keterangan Dep Produksi X Dep Produksi Y Dep Jasa A Dep Jasa B Anggaran Bop Rp17.000.000 Rp19.000.000

Anggaran Biaya (Sblm Alokasi)

Rp7.000.000 Rp10.000.000 Alokasi Dep

Jasa

Dep A Rp3.143.651 Rp3.772.381,404 (Rp9.850.107) Rp2.954.074,476 Dep B Rp5.480.975 Rp 4.671.286 Rp 2.802.771 (Rp12.955.032) Anggaran Bop

Stelah Alokasi

Rp25.624.626 Rp 27.443.667,4 Dasar

Pembebanan

6500 Jkm 9500 Jkl Tarif Bop Rp3.942.250,154

/Jkm

Rp2.888.807,095/

Jkl

(28)

PERHITUNGAN

Dari departemen A:

Dep X = 750/2.350 x Rp 9.850.107 = Rp 3.143.651,17 Dep Y = 900 / 2.350 x Rp 9.850.107 = Rp 3.772.381,404 Dep B = 700 / 2.350 x Rp 9.850.107 = Rp 2.934.074,426 Dari departemen B:

Dep X = 8.800 jam / 20.800 jam x Rp 12.955.032 = Rp 5.480.975,007 Dep Y = 7.500 jam / 20.800 jam x Rp 12.955.032 = Rp 4.671.285,577 Dep A = 4. 500 jam / 20.800 jam x Rp 12.955.032 = Rp 2.802.771.346

(29)

12.6

PT. Tamagochi memiliki dua departemen produksi dan dua departemen jasa.

Berikut ini data biaya overhead pabrik dan biaya yang dianggarkan.

Departemen Produksi

Departemen pencampuran Rp 20.000.000 Departemen penyelesaian Rp 18.000.000 Departemen Jasa

Departemen tenaga kerja Rp 2.920.000 Departemen pemeliharaan Rp 10.000.000

Untuk penyusunan tarif pembebanan biaya overhead pabrik, anggaran biaya

departemen tenaga kerja dialokasikan berdasarkan jumlah karyawan dan anggaran biaya departemen pemeliharaan dialokasikan berdasarkan jam pemeliharaan. Berikut ini data estimasi jumlah karyawan dan jam pemeliharaan masing-masing departemen.

(30)

Departemen Jumlah Karyawan Jumlah Jam Pemeliharaan

Pencampuran 2.000 Orang 1.500 Jam

Penyelesaian 4.000 Orang 3.000 Jam

Tenaga Kerja 10.000 Orang 9.000 Jam

Pemeliharaan 6.000 Orang 4.500 Jam

Diminta:

a. Alokasikan anggaran biaya departemen jasa dengan metode aljabar.

b. Hitunglah tarif BOP untuk departemen pencampuran berdasarkan 10.000 jam kerja mesin dan departemen

penyelesaian menggunakan dasar pembebanan 5.000 jam

kerja langsung.

(31)

Keterangan Dept. Produksi Pencampuran

Dept. Produksi Penyelesaian

Dept. Jasa Tenaga Kerja

Dept. Jasa Pemeliharaan Anggaran Bop Rp20.000.000 Rp18.000.000

Anggaran Biaya Rp2.920.000 Rp10.000.000

Alokasi Departemen Jasa:

Departemen Tenaga Kerja

Rp1.760.000 Rp3.520.000 Rp5.280.000

Departemen Pemeliharaan

Rp6.977.777,78 Rp13.955.555,56 Rp41.866.666,67 Anggaran Bop

Stelah Alokasi

(32)

PERHITUNGAN:

Y = 6.000 = 0,5 12.000 Z = 4.500 = 0,5

9.000

Y = Rp 2.920.000 + 0,5 Z Z = Rp 10.000.000 + 0,5 Y

Y = Rp 2.920.000 + 0,5 (Rp 10.000.000 + 0,5 Y) Y = Rp 2.920.000 + Rp 5.000.000 + 0,25 Y 0,75 Y = Rp 7.920.000

Y = Rp 10.560.000

Z = Rp 10.000.000 + Rp 52.800.000

= Rp62.800.000

(33)

12.7

PT. Diva Line memiliki dua departemen produksi, meliputi Departemen A dan Departemen B. Berikut ini data departemen tersebut.

Departemen (1)

Pemakaian Sesungguhnya

(2)

Tarif BOP (3)

BOP Sesungguhnya (4)

Dept. Produksi A 10.000 jam kerja mesin

Rp2.000 Rp21.700.000

Dept. Produksi B 5.000 jam kerja langsung

Rp1.700 Rp8.300.000

(34)

Diminta:

a. Hitunglah biaya overhead pabrik dibebankan untuk setiap departemen produksi.

b. Buatlah jurnal untuk mencatat biaya overhead pabrik dibebankan untuk setiap departemen produksi.

c. Buatlah jurnal untuk mencatat biaya overhead pabrik sesungguhnya untuk setiap departemen produksi.

d. Buatlah jurnal untuk mencatat selisih biaya overhead pabrik

untuk setiap depatemen.

(35)

A. BOP Dibebankan

Dep Produksi A = TARIF BOP X PEMAKAIAN

= Rp 2000/JKM X 10.000 Jkm Bop Dibebankan Dept A = Rp 20.000.000

Dep Produksi B = TARIF BOP X PEMAKAIAN

= Rp 1.700/JKL X 5000 JKL Bop Dibebankan Dept B = Rp 8.500.000,-

(36)

Barang Dalam Proses Dept A Rp 20.000.000,- Barang Dalam Proses Dept B Rp 8.500.000,-

BOP Dibebankan Dept A Rp 20.000.000,-

BOP Dibebankan Dept B Rp 8.500.000

BOP Sesungguhnya Dep A Rp 21.700.000,- BOP Sesungguhnya Dep B Rp 8.300.000,-

Macam-macam rekening di kredit Rp 30.000.000,-

b. Jurnal pembebanan BOP ke setiap departemen

c. Jurnal mencatat BOP sesungguhnya setiap departemen

(37)

d. Jurnal mencatat selisih BOP

PERHITUNGAN SELISIH

DEP A = BOP Sesungguhnya Rp 21.700.000 BOP dibebankan Rp 20.000.000 Selisih (Rp 1.700.000)

DEP B = BOP Sesungguhnya Rp 8.300.000 BOP dibebankan Rp 8.500.000 Selisih Rp 200.000

BOP Sesungguhnya Dep B Rp 200.000,- Biaya Barang Terjual Rp 1.500.000,-

BOP Sesungguhnya Dep A Rp 1.700.000,-

(38)

12.8

PT. Karya Mukti adalah perusahaan yang memproduksi suku cadang mesin berdasrakan pesanan dari pelanggan. Perusahaan mengoperasikan dua departemen produksi, yaitu P

1

dan P

2

dan dua departemen jasa, yaitu J

1

dan J

2

. Anggaran biaya Departemen J

1

dialokasikan berdasarkan jumlah karyawan dan anggaran biaya

Departemen J

2

berdasarkan jam pemeliharaan. Dasar pembebanan yang digunakan di Departemen P

1

adalah jam kerja mesin dan

Departemen P

2

adalah jam kerja langsung. Berikut ini data anggaran

biaya departemen produksi dan anggaran biaya departemen jasa.

(39)

Keterangan Dep Produksi Dep Jasa

P1 P2 J1 J2

Anggaran Bop (Sblm Alokasi)

Rp 100.000.000,- Rp 70.000.000,- Anggaran B Dep

Jasa

Rp 20.000.000,- Rp 24.000.000,- Dasar Alokasi

DEP JASA J1 (Jml Karyawan)

90 Org 90 Org 40 Org 20 Org

DEP JASA J2 (Jam

Pemeliharaan)

15.000 Jam 9000 Jam 6000 Jam 2400 Jam

a. Alokasi anggaran biaya dep jasa , metode langsung

(40)

ALOKASI , METODE LANGSUNG

KETERANGAN DEP PRODUKSI DEPARTEMEN JASA

P1 P2 J1 J2

BOP Sebelum alokasi

Rp100.000.000 Rp70.000.000

Biaya Dep Jasa Rp20.000.000,- Rp24.000.000,-

Alokasi Dep Jasa

Dep J1 Rp10.000.000 Rp10.000.000 (Rp 20.000.000) -

Dep J2 Rp15.000.000 Rp9.000.000 - (Rp24.000.000)

BOP Setelah Alokasi

Rp125.000.000 Rp89.000.000 0 0

(41)

PERHITUNGAN

J1 P1 = 90 ORG/180 ORG x Rp 20.000.000,- = Rp 10.000.000,-

J1 P2 = 90 ORG/180 ORG x Rp 20.000.000,- = Rp 10.000.000,-

J2 P1 = 1500 JAM/2400 JAM x Rp 24.000.000,- = Rp 15.000.000,-

J2 P2 = 9000 JAM/2400 JAM x Rp 24.000.000,- = Rp 9.000.000,-

(42)

B. TARIF BOP DEP P1, P2

Dep P1 (jml JKM) = Rp 125.000.000 20.000 JKM tarif bop = Rp 6.250/JKM

Dep P2 (Jml JKL) = Rp 89.000.000

20.000 JKL

tarif bop= Rp 4.450/JKL

(43)

C. BOP DIBEBANKAN

• Dep P1 = Tarif BOP x Jml JKM

= Rp 6.250/JKM x 1000 JKM BOP Dibebankan = Rp 6.250.000

• Dep P2 = Tarif BOP x Jml JKL

= Rp 4.450/JKL x 2000 JKL

BOP Dibebankan = Rp 8.900.000

(44)

D. JURNAL PEMBEBANAN BOP

Barang Dalam Proses Dep P1 Rp 6.250.000,- Barang Dalam Proses Dep P2 Rp 8.900.000,-

BOP Dibebankan Dep P1 Rp 6.250.000,-

BOP Dibebankan Dep P2 Rp 8.900.000,-

e. Jurnal selisih BOP dibebankan dengan BOP sesungguhnya

BOP Sesungguhnya Dep P2 Rp 2.100.000,-

Biaya Barang Dijual Rp 350.000,-

BOP Sesungguhnya Dep P1 Rp 1.750.000,-

(45)

PERHITUNGAN SELISIH

DEP P1 = BOP Sesungguhnya Rp 8.000.000 BOP dibebankan Rp 6.250.000 Selisih ((Rp 1.750.000)

DEP P2 = BOP Sesungguhnya Rp 6.800.000

BOP dibebankan Rp 8.900.000

Selisih Rp 2.100.000

Gambar

Tabel Data Alokasi Anggaran Biaya Departemen Jasa
TABEL ALOKASI BIAYA DEPT. JASA  (METODE LANGSUNG)

Referensi

Dokumen terkait

Bagaimana manfaat opsi meninjau ulang atas perda No 12 Tahun 2011 tentang kenaikan retribusi parkir yang diperoleh dibanding biaya yang ditimbulkan3. 1.4

Bab IV analisis data dan pembahasan berisi data hasil pengujian kekerasan, struktur mikro, dan porositas pada material ADC 12 hasil pengecoran HPDC dengan variasi

Bab IV ANALISIS AKUNTABILITAS AKAD MUDHARABAH PROGRAM PENGELOLAAN BIAYA IBADAH HAJI DI IQRO’ MANAGEMENT SEMARANG berisi tentang Analisis akuntansi yang dipakai oleh

Komponen ekosistem Satuan ekosistem hubungan antar ekosistem pentingnya ekosistem pengaruh kepadatan peran manusia BAB 12 meliputi.. Kalian pernah melihat kupu–kupu beterbangan

1242 ANALISIS TERHADAP KONFLIK NORMA PASAL 9 HURUF G PERATURAN PRESIDEN NOMOR 12 TAHUN 2021 DENGAN LAMPIRAN BAB I HURUF E PENGGUNAAN ANGGARAN NOMOR 8 PERATURAN MENTERI DALAM

Pertemuan ke- 12 BAB VI TEORI PERMAINAN 6.1 Definisi Teori Permainan Teori permainan adalah bagian dari ilmu pengetahuan yang berkaitan dengan pembuatan keputusan pada saat dua pihak