Disusun Oleh:
Jubaidah (155121044)
Siti Ibtidaiyatul H (155121045) Winda Sailirrohmah (155121078)
DEPARTEMENTALISASI
BIAYA OVERHEAD PABRIK
PT. Marguna memiliki dua departemen produksi, yaitu A dan B dan dua departemen jasa, yaitu X dan Y. Anggaran BOP Departemen A sebesar Rp 20.000.000 dan Departemen B sebesar Rp 10.000.000. Anggaran biaya Departemen X sebesar Rp 500.000 dan Depatemen Y sebesar Rp 1.200.000.
Alokasi biaya Departemen X menggunakan dasar jumlah kwh dan Departemen Y menggunkan dasar jam pemeliharaan.
Jumlah konsumsi listrik Departemen A sebesar 1.000 kwh dan Departemen B sebesar 1.500 kwh. Jumlah jam pemeliharaan Departemen A sebesar 500 jam dan Departemen B sebesar 500 jam.
Diminta:
a. Alokasikan biaya departemen jasa ke departemen produksi menggunakan metode langsung.
b. Hitunglah anggaran BOP departemen produksi setelah alokasi dari departemen jasa.
12.1
A. Tabel Data Alokasi Anggaran Biaya Departemen Jasa
Keterangan
Departemen Produksi Departemen Jasa
A B X Y
Anggaran BOP
Sebelum Alokasi Rp20.000.000 Rp10.000.000 Anggaran Biaya
Dept. Jasa Rp500.000 Rp1.200.000
Dasar Alokasi Dept. X
(Jumlah Kwh) 1000 Kwh 1.500 Kwh Dept.Y
(Jam
Pemeliharaan)
500 Jam 500 Jam
B. Alokasi Anggaran Biaya Dept. Jasa Metode Langsung
Keterangan
Departemen Produksi Departemen Jasa
A B X Y
Anggaran Bop Sebelum Alokasi
Rp20.000.000 Rp10.000.000 - -
Anggaran Biaya
Departemen Jasa - - Rp500.000 Rp1.200.000
Dasar Alokasi Departemen X
(Jumlah Kwh) Rp200.000 Rp300.000 (R500.000) - Departemen Y (Jam
Pemeliharaan) Rp600.000 Rp600.000 - (Rp1.200.000)
Bop Setelah Alokasi Rp20.800.000 Rp10.900.000 - -
PERHITUNGAN
X A=(1.000 Kwh / 2.500 Kwh) x Rp500.000= Rp200.000 X B=(1.500 Kwh / 2.500 Kwh) x Rp500.000 = Rp300.000
Rp500.000,00 Y A= (500 Jam/ 1.000 Jam) x Rp1.200.000 = Rp 600.000 Y B=(500 Jam/ 1.000 Jam) x Rp1.200.000 = Rp 600.000
Rp1.200.000,00
12.2
PT. Smarty menggunakan alokasi bertahap dalam mengalokasikan biaya departemen jasanya, yaitu X
1dan X
2ke departemen produksinya, yaitu C
1dan C
2, Alokasi pertama dari X
1berdasarkan jumlah karyawan dan alokasi kedua dari X
2berdasarkan jumlah order.
Berikut ini data anggaran untuk tahun 2010.
Keterangan X1 X2 C1 C2
Anggaran Bop Rp2.000.000 Rp10.000.000 Rp100.000.000 Rp200.000.000
Jumlah Karyawan
100 Orang 50 Orang 650 Orang 1.300 Orang
Jumlah Order - - 200 Unit 400 Unit
Jam Kerja Mesin
- - 20.000 Jam 30.000 Jam
Tarif overhead pabrik di Departemen C
1berdasarkan jumlah order dan di Departemen C
2berdasarkan jam kerja mesin.
Diminta:
Hitunglah tarif ditentukan di muka untuk Departemen C
1dan C
2.
Tabel Data Alokasi Anggaran Biaya Departemen Jasa
Keterangan
Departemen Produksi Departemen Jasa
C1 C2 X1 X2
Anggaran Bop Sebelum Alokasi
Rp100.000.000,- Rp200.000.000, -
- Anggaran Biaya
Departemen Jasa
- Rp2.000.000 Rp10.000.000
Dasar Alokasi Departemen X1 (Jumlah Karyawan)
650 Org 1.300 Org 100 Org 50 Org
Departemen X2 (Jam Order)
200 Unit 400 Unit
Keterangan Dept Produksi C1 Dept Produksi C2 Dept Jasa X1 Dept Jasa X2 Anggaran Bop Rp100.000.000 Rp200.000.000
Anggaran Biaya Rp2.000.000 Rp10.000.000
Alokasi Dept Jasa
Departemen X1 Rp650.000 Rp1.300.000 (Rp2.000.000) Rp50.000
Departemen X2 Rp3.350.000 Rp6.700.000 - (Rp10.050.000)
Anggaran Bop Setelah Alokasi
Rp104.000.000 Rp208.000.000 Rp 0 Rp 0
Dasar
Pembebanan
200 Unit 30.000 Jam
Tarif Bop Rp520.000/ Unit Rp6.933,33/ Jam Kerja Mesin
Alokasi Anggaran Biaya Dept. Jasa Metode Bertahap
Perhitungan
X1-C1 = 650 ORG/2000 ORG X Rp 2.000.000 = Rp650.000 X1-C2 = 1.300 ORG/2000 ORG X Rp 2.000.000 = Rp1.300.000 X1-X2 = 50 ORG/2000 ORG X Rp 2.000.000 = Rp50.000 X2-C1= 200unit/600 Unit X Rp 10.050.000 = Rp3.350.000 X2-C2= 400 UNIT/600 Unitx Rp 10.050.000 = Rp6.700.000 TARIF BOP
Dasar Pembebanan:
Dept. C1= Rp 104.000.000/200 UNIT= Rp520.000/Unit
Dept. C2= Rp 208.000.000/ 30.000 JKM= Rp6.933,33/Jkm
12.3
PT. Sansay mempunyai dua departemen produksi dan dua departemen jasa.
Perusahaan menggunakan metode aljabar
dalam mengalokasikan anggaran biaya
departemen jasa. Berikut ini data yang
berhubungan dengan anggaran biaya
departemen yang bersangkutan.
Departemen Anggaran BOP/Biaya
Departemen Jasa 1
Departemen Jasa 2
Jasa 1 Rp 5.000.000 20%
Jasa 2 Rp 10.000.000 35% -
Produksi 1 Rp 24.000.000 15% 45%
Produksi 2 Rp 14.000.000 50% 35%
Diminta:
Alokasikan anggaran biaya departemen jasa ke departemen
produksi dan jasa dengan menggunakan metode aljabar.
Keterangan Departemen produksi Departemen jasa
1 2 1 2
Anggaran BOP Rp 24.000.000 Rp 14.000.000 Anggaran biaya
sebelum alokasi
Rp 5.000.000 Rp 10.000.000
Alokasi departemen jasa
Departemen 1 Rp 1.129.032,26 Rp 3.763.440,86 (Rp 7.526.881,72)
Rp 2.634.408,602
Departemen 2 Rp 5.685.483,87 Rp 4.422.043,01 Rp 2.526.881,72 (Rp
12.634.908,602) Anggaran BOP
setelah alokasi
Rp 30.814.516,13 Rp 22.185.483,87 Rp 0 Rp 0
Misal :
Departemen jasa 1 setelah alokasi = X Departemen jasa 2 setelah alokasi = Y X = Rp 5.000.000 + 0,20 Y
Y = Rp 10.000.000 + 0,35 X SUBTITUSI :
X = Rp 5.000.000 + 0,20 (Rp 10.000.000 + 0,35 X) X = Rp 5.000.000 + Rp 2.000.000 + 0,07 X
X-0,07X = Rp 7.000.000
0,93 X = Rp 7.000.000
X = Rp 7.526.881,72
Y = Rp 10.000.000 + 0,35 X
= Rp 10.000.000 + 0,35 (Rp 7.526.881,72)
= Rp 10.000.000 + Rp 2.634.408,602
= Rp 12.634.408,602
12.4
PT. Berjaya memilki dua departemen produksi, yaitu A dan B dan memiliki tiga departemen jasa, yaitu X, Y, dan Z.
Data anggaran biaya overhead pabrik departemen produksi sebagai berikut
Departemen A Rp 5.480.000
Departemen B Rp 6.640.000
Data anggaran biaya departemen jasa sebagai berikut.
Departemen X Rp 3.498.000
Departemen Y Rp 4.860.000
Departemen Z Rp 4.800.000
Untuk penyusunan tarif pembebanan BOP, anggaran biaya di Departemen X
dialokasikan berdasarkan luas lantai, Departemen Y berdasarkan jumlah tenaga kerja, dan Departemen Z, berdasarkan jam pemeliharaan. Berikut ini data masing-masing departemen (estimasi).
Departemen Luas Lantai (m
2)
Jumlah Tenaga Kerja
Jam
Pemeliharaan
Jam Kerja Mesin
X 300 m
250 orang 200 jam -
Y 400 m
250 orang 160 jam -
Z 300 m
2100 orang 180 jam -
A 500 m
2350 orang 600 jam 850 jam
B 600 m
2150 orang 400 jam 900 jam
Diminta:
1. Alokasikan biaya overhead pabrik departemen jasa dengan
metode langsung dan hitunglah tarif pembebanan biaya overhead pabrik departemen produksi atas dasar jam kerja mesin.
2. Alokasikan biaya departemen jasa dengan menggunakan alokasi
bertahap dimulai dari Departemen Z,X, dan terakhir Y.
METODE LANGSUNG
KETERANGAN
Departenen Produksi Departemen JasaA B X Y Z
Anggaran BOP Sebelum Alokasi
Rp.
5.480.000,-
Rp.
6.460.000,-
- - -
Anggaran B. Dept. Jasa - - Rp.
3.498.000,-
Rp.
4.860.000,-
Rp.
4.800.000 Dasar Alokasi:
Dept. X (Luas Lantai) 500 m2 600 m2 300 m2 400 m2 300 m2 Dept. Y (Jmh. TK) 350 org 150 org 50 org 50 org 100 org Dep. Z (Jmh. Jam
Pemeliharaan)
600 jam 400 jam 200 jam 160 jam 180 jam
TABEL ALOKASI BIAYA DEPT. JASA (METODE LANGSUNG)
KETERANGAN DEPARTEMEN PRODUKSI DEPARTEMEN JASA
A B X Y Z
BIAYA SBLM ALOKASI
RP5.480.000 RP6.460.000 - - -
BIAYA DEPT.
JASA
- - RP3.498.000 RP4.860.000 RP4.800.000
ALOKASI DEPT. JASA
DEPT. X RP1.590.000 RP1.908.000 (RP.3.498.000) - - DEPT. Y RP3.402.000 RP1.458.000 - (RP.4.860.000) -
DEPT. Z RP2.880.000 RP1.920.000 - - (RP4.800.000)
BOP SETELAH ALOKASI
RP13.352.000 RP11.746.000 0 0 0
X-A = 500m2/1100m2 x Rp3.498.000= Rp1.590.000 X-B = 600m2/1100m2 x Rp3.498.000= Rp1.908.000
Y-A = 350 org/500 org x Rp4.860.000= Rp3.402.000 Y-B = 150 org/500 org x Rp4.860.000 = Rp1.458.000
Z-A= 600 jam/1000 jam x Rp4.800.000 = Rp2.880.000 Z-B= 400 jam/1000 jam x Rp4.800.000= Rp1.920.000
Tarif Pembebanan
Dasar Pembebanan: Dept. A=850 JKM Dept. B= 900 JKM
Tarif BOP: Dept. A= Rp13.352.000/850 JKM= Rp15.708,23/JKM
Dept. B= Rp11.746.000/900 JKM= Rp13.051,11/JKM
KETERANGAN DEPT A DEPT B DEPT JASA X DEPT JASA Y DEP Z ANGGARAN BOP RP 5.480.000 RP 6.460.000
ANGGARAN BIAYA RP 3.498.000 RP 4.860.000 RP 4.800.000
ALOKASI DEPT JASA
DEPARTEMEN Z RP 2.117.647 RP 1.411.765 RP 750.882 RP 564.705 (RP 4.800.000) DEPARTEMEN X RP 1.401.294 RP 1.681.553 (RP 4.203.882) RP 1.121.035 -
DEPARTEMEN Y RP 4.582.018 RP 1.963.722 - (RP 6.545.740) - ANGGARAN BOP
SETELAH ALOKASI
RP 13.580.959 RP 11.517.040 0 0 0
PERHITUNGAN
Dari departemen Z
Dep A = 600 jam/ 1.360 jam x Rp 4.800.000 = Rp 2.117.647,05 Dep B = 400 jam / 1.360 jam x Rp 4.800.000 = Rp 1.411.764,70 Dep X = 200 jam / 1.360 jam x Rp 4.800.000 = Rp 705.882,35 Dep Y = 180 jam / 1.360 jam x Rp 4.800.000 = Rp 564.705,88 Dari departemen X
Dep A = 500 m2 /1500 m2 x Rp 4.203.882 = Rp 1.401.294 Dep B = 600 m2 / 1500 m2 x Rp 4.203.882 = Rp 1.681.552,8 Dep Y = 400 m2 / 1500 m2 x Rp 4.203.882 = Rp 1.121.035,2 Dari departemen Y
Dep A = 350 org / 500 org x Rp 6.545.740 = Rp 4.582.018
Dep B = 150 org / 500 org x Rp 6.545.740 = Rp 1.963.722
12.5
PT. Insani memiliki dua departemen produksi dan dua departemen jasa.
Data biaya overhead pabrik dan biaya dianggarkan dan aktivitas normal pada setiap departemen adalah sebagai berikut.
Keterangan Dept. Jasa A Dept. Jasa B Dept. Prod. X Dept. Prod. Y Anggaran biaya/
BOP
Rp 7.000.000 Rp 10.000.000 Rp 17.000.000 Rp 19.000.000 Luas lantai m
2500 m
2700 m
2750 m
2900 m
2Jam
pemeliharaan
4.500 jam 3.600 jam 8.800 jam 7.500 jam
Jam kerja mesin 6.500 jam 9.500 jam
Jam tenaga kerja langsung
7.000 jam 9.500 jam
Biaya Departemen A dialokasikan dengan menggunakan luas lantai dan biaya Departemen B dialokasikan berdasarkan jam pemeliharaan. Dasar pembebanan BOP yang digunakan di Departemen X adalah jam kerja mesin dan dasar pembebanan di Departemen Y adalah jam tenaga kerja langsung.
Diminta:
Buatlah tabel alokasi biaya overhead pabrik dengan metode
aljabar dan hitunglah tarif per departemen produksi.
TABEL DATA ALOKASI ANGGARAN BIAYA DEPARTEMEN JASA
Keterangan Dep Produk X Dep Produk Y Dep Jasa A Dep Jasa B Anggaran Bop Seblm
Alokasi
Rp 17.000.000 Rp 19.000.000 Anggaran Biaya Dep.
Jasa
Rp 7.000.000 Rp 10.000.000 Dasar Alokasi
Dep A (Luas Lantai) 750 M2 900 M2 500 M2 700 M2
Dep B (Jmlh Jam Pemeliharaan)
8.800 Jam 7.500 Jam 4.500 Jam 3.600 Jam
PERHITUNGAN
Dimisalkan biaya departemen jasa A setelah alokasi adalah P dan biaya departemen jasa B setelah dialokasi adalah Q
P = Rp 7.000.000 + 0,216 Q = Rp 7.000.000 + 0,22 Q Q = Rp 10.000.000 + 0,297 P = Rp 10.000.000 + 0.30 P Subtitusi
# P = Rp 7.000.000 + 0,22 (10.000.000 + 0,30 P) P = Rp 7.000.000 + Rp 2.200.000 + 0,066 P 0,934 P = Rp 9.200.000
P = Rp 9.850.107,07
= Rp 9.850.107,07
# Q = Rp 10.000.000 + 0,30 P
= Rp 10.000.000 + (0,30 x Rp 9.850.107)
= Rp 10.000.000 + Rp 2.955.032,1
= Rp 12. 955.032,1
= Rp 12.955.032,1
Keterangan Dep Produksi X Dep Produksi Y Dep Jasa A Dep Jasa B Anggaran Bop Rp17.000.000 Rp19.000.000
Anggaran Biaya (Sblm Alokasi)
Rp7.000.000 Rp10.000.000 Alokasi Dep
Jasa
Dep A Rp3.143.651 Rp3.772.381,404 (Rp9.850.107) Rp2.954.074,476 Dep B Rp5.480.975 Rp 4.671.286 Rp 2.802.771 (Rp12.955.032) Anggaran Bop
Stelah Alokasi
Rp25.624.626 Rp 27.443.667,4 Dasar
Pembebanan
6500 Jkm 9500 Jkl Tarif Bop Rp3.942.250,154
/Jkm
Rp2.888.807,095/
Jkl
PERHITUNGAN
Dari departemen A:
Dep X = 750/2.350 x Rp 9.850.107 = Rp 3.143.651,17 Dep Y = 900 / 2.350 x Rp 9.850.107 = Rp 3.772.381,404 Dep B = 700 / 2.350 x Rp 9.850.107 = Rp 2.934.074,426 Dari departemen B:
Dep X = 8.800 jam / 20.800 jam x Rp 12.955.032 = Rp 5.480.975,007 Dep Y = 7.500 jam / 20.800 jam x Rp 12.955.032 = Rp 4.671.285,577 Dep A = 4. 500 jam / 20.800 jam x Rp 12.955.032 = Rp 2.802.771.346
12.6
PT. Tamagochi memiliki dua departemen produksi dan dua departemen jasa.
Berikut ini data biaya overhead pabrik dan biaya yang dianggarkan.
Departemen Produksi
Departemen pencampuran Rp 20.000.000 Departemen penyelesaian Rp 18.000.000 Departemen Jasa
Departemen tenaga kerja Rp 2.920.000 Departemen pemeliharaan Rp 10.000.000
Untuk penyusunan tarif pembebanan biaya overhead pabrik, anggaran biaya
departemen tenaga kerja dialokasikan berdasarkan jumlah karyawan dan anggaran biaya departemen pemeliharaan dialokasikan berdasarkan jam pemeliharaan. Berikut ini data estimasi jumlah karyawan dan jam pemeliharaan masing-masing departemen.
Departemen Jumlah Karyawan Jumlah Jam Pemeliharaan
Pencampuran 2.000 Orang 1.500 Jam
Penyelesaian 4.000 Orang 3.000 Jam
Tenaga Kerja 10.000 Orang 9.000 Jam
Pemeliharaan 6.000 Orang 4.500 Jam
Diminta:
a. Alokasikan anggaran biaya departemen jasa dengan metode aljabar.
b. Hitunglah tarif BOP untuk departemen pencampuran berdasarkan 10.000 jam kerja mesin dan departemen
penyelesaian menggunakan dasar pembebanan 5.000 jam
kerja langsung.
Keterangan Dept. Produksi Pencampuran
Dept. Produksi Penyelesaian
Dept. Jasa Tenaga Kerja
Dept. Jasa Pemeliharaan Anggaran Bop Rp20.000.000 Rp18.000.000
Anggaran Biaya Rp2.920.000 Rp10.000.000
Alokasi Departemen Jasa:
Departemen Tenaga Kerja
Rp1.760.000 Rp3.520.000 Rp5.280.000
Departemen Pemeliharaan
Rp6.977.777,78 Rp13.955.555,56 Rp41.866.666,67 Anggaran Bop
Stelah Alokasi
PERHITUNGAN:
Y = 6.000 = 0,5 12.000 Z = 4.500 = 0,5
9.000
Y = Rp 2.920.000 + 0,5 Z Z = Rp 10.000.000 + 0,5 Y
Y = Rp 2.920.000 + 0,5 (Rp 10.000.000 + 0,5 Y) Y = Rp 2.920.000 + Rp 5.000.000 + 0,25 Y 0,75 Y = Rp 7.920.000
Y = Rp 10.560.000
Z = Rp 10.000.000 + Rp 52.800.000
= Rp62.800.000
12.7
PT. Diva Line memiliki dua departemen produksi, meliputi Departemen A dan Departemen B. Berikut ini data departemen tersebut.
Departemen (1)
Pemakaian Sesungguhnya
(2)
Tarif BOP (3)
BOP Sesungguhnya (4)
Dept. Produksi A 10.000 jam kerja mesin
Rp2.000 Rp21.700.000
Dept. Produksi B 5.000 jam kerja langsung
Rp1.700 Rp8.300.000
Diminta:
a. Hitunglah biaya overhead pabrik dibebankan untuk setiap departemen produksi.
b. Buatlah jurnal untuk mencatat biaya overhead pabrik dibebankan untuk setiap departemen produksi.
c. Buatlah jurnal untuk mencatat biaya overhead pabrik sesungguhnya untuk setiap departemen produksi.
d. Buatlah jurnal untuk mencatat selisih biaya overhead pabrik
untuk setiap depatemen.
A. BOP Dibebankan
Dep Produksi A = TARIF BOP X PEMAKAIAN
= Rp 2000/JKM X 10.000 Jkm Bop Dibebankan Dept A = Rp 20.000.000
Dep Produksi B = TARIF BOP X PEMAKAIAN
= Rp 1.700/JKL X 5000 JKL Bop Dibebankan Dept B = Rp 8.500.000,-
Barang Dalam Proses Dept A Rp 20.000.000,- Barang Dalam Proses Dept B Rp 8.500.000,-
BOP Dibebankan Dept A Rp 20.000.000,-
BOP Dibebankan Dept B Rp 8.500.000
BOP Sesungguhnya Dep A Rp 21.700.000,- BOP Sesungguhnya Dep B Rp 8.300.000,-
Macam-macam rekening di kredit Rp 30.000.000,-
b. Jurnal pembebanan BOP ke setiap departemen
c. Jurnal mencatat BOP sesungguhnya setiap departemen
d. Jurnal mencatat selisih BOP
PERHITUNGAN SELISIH
DEP A = BOP Sesungguhnya Rp 21.700.000 BOP dibebankan Rp 20.000.000 Selisih (Rp 1.700.000)
DEP B = BOP Sesungguhnya Rp 8.300.000 BOP dibebankan Rp 8.500.000 Selisih Rp 200.000
BOP Sesungguhnya Dep B Rp 200.000,- Biaya Barang Terjual Rp 1.500.000,-
BOP Sesungguhnya Dep A Rp 1.700.000,-
12.8
PT. Karya Mukti adalah perusahaan yang memproduksi suku cadang mesin berdasrakan pesanan dari pelanggan. Perusahaan mengoperasikan dua departemen produksi, yaitu P
1dan P
2dan dua departemen jasa, yaitu J
1dan J
2. Anggaran biaya Departemen J
1dialokasikan berdasarkan jumlah karyawan dan anggaran biaya
Departemen J
2berdasarkan jam pemeliharaan. Dasar pembebanan yang digunakan di Departemen P
1adalah jam kerja mesin dan
Departemen P
2adalah jam kerja langsung. Berikut ini data anggaran
biaya departemen produksi dan anggaran biaya departemen jasa.
Keterangan Dep Produksi Dep Jasa
P1 P2 J1 J2
Anggaran Bop (Sblm Alokasi)
Rp 100.000.000,- Rp 70.000.000,- Anggaran B Dep
Jasa
Rp 20.000.000,- Rp 24.000.000,- Dasar Alokasi
DEP JASA J1 (Jml Karyawan)
90 Org 90 Org 40 Org 20 Org
DEP JASA J2 (Jam
Pemeliharaan)
15.000 Jam 9000 Jam 6000 Jam 2400 Jam
a. Alokasi anggaran biaya dep jasa , metode langsung
ALOKASI , METODE LANGSUNG
KETERANGAN DEP PRODUKSI DEPARTEMEN JASA
P1 P2 J1 J2
BOP Sebelum alokasi
Rp100.000.000 Rp70.000.000
Biaya Dep Jasa Rp20.000.000,- Rp24.000.000,-
Alokasi Dep Jasa
Dep J1 Rp10.000.000 Rp10.000.000 (Rp 20.000.000) -
Dep J2 Rp15.000.000 Rp9.000.000 - (Rp24.000.000)
BOP Setelah Alokasi
Rp125.000.000 Rp89.000.000 0 0
PERHITUNGAN
J1 P1 = 90 ORG/180 ORG x Rp 20.000.000,- = Rp 10.000.000,-
J1 P2 = 90 ORG/180 ORG x Rp 20.000.000,- = Rp 10.000.000,-
J2 P1 = 1500 JAM/2400 JAM x Rp 24.000.000,- = Rp 15.000.000,-
J2 P2 = 9000 JAM/2400 JAM x Rp 24.000.000,- = Rp 9.000.000,-
B. TARIF BOP DEP P1, P2
Dep P1 (jml JKM) = Rp 125.000.000 20.000 JKM tarif bop = Rp 6.250/JKM
Dep P2 (Jml JKL) = Rp 89.000.000
20.000 JKL
tarif bop= Rp 4.450/JKL
C. BOP DIBEBANKAN
• Dep P1 = Tarif BOP x Jml JKM
= Rp 6.250/JKM x 1000 JKM BOP Dibebankan = Rp 6.250.000
• Dep P2 = Tarif BOP x Jml JKL
= Rp 4.450/JKL x 2000 JKL
BOP Dibebankan = Rp 8.900.000
D. JURNAL PEMBEBANAN BOP
Barang Dalam Proses Dep P1 Rp 6.250.000,- Barang Dalam Proses Dep P2 Rp 8.900.000,-
BOP Dibebankan Dep P1 Rp 6.250.000,-
BOP Dibebankan Dep P2 Rp 8.900.000,-
e. Jurnal selisih BOP dibebankan dengan BOP sesungguhnya
BOP Sesungguhnya Dep P2 Rp 2.100.000,-
Biaya Barang Dijual Rp 350.000,-
BOP Sesungguhnya Dep P1 Rp 1.750.000,-
PERHITUNGAN SELISIH
DEP P1 = BOP Sesungguhnya Rp 8.000.000 BOP dibebankan Rp 6.250.000 Selisih ((Rp 1.750.000)
DEP P2 = BOP Sesungguhnya Rp 6.800.000
BOP dibebankan Rp 8.900.000
Selisih Rp 2.100.000