Rizka Setyo Hidayah, 2023 : Penyelenggaraan program ekstrakurikuler keagamaan sebagai upaya pembentukan nilai-nilai karakter religius dan tanggung jawab siswa di MA Al-Mubarok Gilimanuk Tahun Pelajaran 2022/2023. Kata kunci : Pelaksanaan program ekstrakurikuler keagamaan, Pembentukan nilai dan tanggung jawab karakter keagamaan, MA Al-Mubarok Gilimanuk.
Fokus Penelitian
Tujuan Penelitian
Manfaat Penelitian
Ekstrakurikuler keagamaan sebagai upaya pembentukan nilai-nilai karakter keagamaan dan tanggung jawab siswa serta faktor apa saja yang dapat mendukung dan menghambat program ekstrakurikuler keagamaan. Selain itu dapat juga dijadikan referensi bahwa mata kuliah rekreasi keagamaan merupakan salah satu upaya pembentukan nilai-nilai karakter keagamaan dan tanggung jawab mahasiswa. D.
Definisi Istilah
Penyelenggaraan program keagamaan sebagai upaya pembentukan karakter religius siswa di MTsN 2 Ma'had Roudhotul Ulum Kediri”.17. 17 Mukrim Nugroho, Implementasi program keagamaan sebagai upaya pembentukan karakter religius siswa di Ma'had Roudhotul Ulum MTsN 2 Kediri, (skripsi pascasarjana: UIN Maliki Malang, 2019).
Kajian Teori
Implementasi Program Ekstrakurikuler PAI a. Pengertian Implementasi
Kegiatan ekstrakurikuler adalah pengajaran yang bersifat mendidik yang berlangsung di luar jam efektif pengajaran yang direncanakan secara resmi.41. Menciptakan kegiatan ekstrakurikuler yang memiliki suasana santai, ceria dan menyenangkan untuk menginspirasi siswa dan mendorong perkembangannya.
Faktor Pendukung dan Faktor Penghambat Implementasi Program Ekstrakurikuler Pendidikan Agama Islam
Apabila terdapat faktor pendukung dalam program ekstrakurikuler maka tidak lepas dari faktor penghambat. Faktor penghambat adalah segala sesuatu yang menghambat dan menghambat jalannya kegiatan, termasuk PAI suatu program ekstrakurikuler.
Pembentukan Karakter
Strategi pendidikan dalam pembentukan karakter yang dapat dilakukan guru adalah dengan memberikan apresiasi kepada siswa. Memberikan kesempatan kepada siswa untuk menjadi pemimpin pada gilirannya merupakan salah satu upaya membangun karakter siswa di sekolah.
Nilai Karakter Religius dan Tanggung Jawab a. Nilai-Nilai Karakter
7 Mandiri Sikap dan perilaku yang tidak mudah bergantung pada orang lain dalam menyelesaikan tugas. 8 Cara berpikir, berperilaku dan demokratis. 17 Kepedulian Sosial Sikap dan tindakan yang selalu ingin memberikan bantuan kepada orang lain dan masyarakat yang membutuhkan.
Lokasi Penelitian
Menurut peneliti, lokasi sekolah ini sangat strategis karena terletak di dekat Masjid Agung Al-Mubarok. Selain itu sekolah ini merupakan satu-satunya Madrasah Aliya yang ada di desa Gilimanuk dan belum pernah dijadikan sebagai fasilitas penelitian, sehingga hasil penelitian ini akan membantu untuk mengembangkan dan meningkatkan kegiatan di sekolah ini.
Subyek Penelitian
Alasan peneliti memilih sekolah ini karena lokasinya yang berada di Bali dan merupakan daerah minoritas muslim membuat peneliti tertarik karena sekolah ini masih bisa menyelenggarakan program ekstrakurikuler keagamaan yang bertujuan untuk melindungi siswa dari faktor lingkungan di desa Gilimanuk dan untuk melindungi siswa dari faktor lingkungan. meningkatkan karakter. membangun usaha siswa. A. Bapak Supriyato, S.Pd selaku Kepala Sekolah MA Al-Mubarok Gilimanuk, untuk memperoleh informasi mengenai latar belakang, bentuk program ekstrakurikuler keagamaan, pelaksanaan, faktor pendukung dan penghambat serta dokumen dari program ekstrakurikuler keagamaan.
Teknik Pengumpulan Data
Metode observasi ini digunakan untuk mengetahui pelaksanaan program ekstrakurikuler keagamaan sebagai upaya membangun nilai karakter keagamaan dan tanggung jawab siswa di MA-Al Mubarok. Dalam hal ini peneliti akan mengamati proses kegiatan program ekstrakurikuler keagamaan yang dilakukan oleh siswa dan guru untuk mengetahui hal-hal apa saja yang dilakukan guru untuk dapat membentuk nilai-nilai karakter keagamaan dan tanggung jawab pada diri siswa melalui program ekstrakurikuler keagamaan ini juga sebagai penunjang observasi. dan faktor penghambat dalam pelaksanaan program ekstrakurikuler keagamaan.
Analisis Data
Rangkuman data yang dilakukan salah satunya adalah dengan merangkum hasil wawancara mengenai faktor pendukung dan penghambat berdasarkan setiap kegiatan pada program ekstrakurikuler keagamaan. Data yang disajikan dalam penelitian ini bersifat menggambarkan hasil data yang diperoleh sesuai dengan fokus penelitian dan telah melewati tahapan pengumpulan dan kondensasi data.
Uji Keabsahan Data
Triangulasi sumber adalah menilai kredibilitas data, yang dilakukan dengan cara memeriksa data yang diperoleh melalui berbagai sumber. Teknik triangulasi adalah menguji kredibilitas data, yang dilakukan dengan cara mengecek data dari sumber yang sama dengan teknik yang berbeda.91.
Tahap Penelitian
Tahap analisis data Tahap ini meliputi kegiatan pengolahan dan pengorganisasian data yang diperoleh melalui observasi partisipan, wawancara mendalam dan dokumentasi, setelah itu data diinterpretasikan sesuai dengan konteks masalah yang diteliti. Kemudian, validasi data dilakukan dengan cara memeriksa sumber data dan metode yang digunakan untuk memperoleh data tersebut sebagai data yang valid, dapat dipertanggungjawabkan sebagai dasar dan bahan untuk memberi makna atau interpretasi terhadap data yang merupakan proses penentu untuk memahami konteks penelitian. sedang dipelajari.
Gambaran Objek Penelitian 1. Sejarah Madrasah
- Visi Madrasah Aliyah Al-Mubarok
- Misi Madrasah Aliyah Al-Mubarok
- Ektsrakurikuler MA Al-Mubarok Gilimanuk a. Mapel Matematika
- Ketenagaan Madrasah
- Sarana dan Prasarana
Pada tahun pelajaran 2011/2012 yang merupakan tahun pertama Madrasah Aliyah Al-Mubarok Gilimanuk hanya mempunyai 18 orang siswa yang 100% diantaranya adalah warga masyarakat setempat.Persiapannya begitu cepat karena terdesaknya waktu pendaftaran, sehingga kami tidak dapat melakukan promosi dan sosialisasi secara maksimal. Data sarana dan prasarana Madrasah Aliyah Al-Mubarok Gilimanuk dapat dilihat pada tabel berikut.
Penyajian dan Analisis Data
Sholat Duha dan Sholat Dzuhur Berjamaah
Kegiatan jemaah sore dan siang ini juga memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk menjadi pemimpin sholat magrib. Kegiatan salat magrib dan zuhur berjamaah dilakukan sebagai upaya membangun nilai-nilai karakter religius peserta didik.
Baca Tulis Al-Qur’an (BTA)
Hasil wawancara juga diperkuat dengan penjelasan singkat dari pengawas kelas Al-Qur'an yaitu Ibu Dini Sekti Suardani, SS. Kebanyakan santri yang masuk pada kelas kitab adalah santri yang sudah fasih membaca Al-Quran sesuai kaidah tajwid yang benar.
Jum’at Berkah
Berdasarkan hasil dokumentasi di atas terlihat bahwa pembacaan yasin dan tahlil dilakukan oleh seluruh siswa dan dipimpin oleh salah satu ustadz di luar kelas. Hal ini juga didukung dengan pendapat yang disampaikan oleh salah satu guru pembimbing program keagamaan sepulang sekolah yaitu Bapak. Slamet Hadi Purnomo, S.Kom yang menyatakan bahwa dalam Islam kita diperintahkan untuk menjadi individu yang suci, lahiriah dan batiniah.
Faktor Pendukung dan Faktor Penghambat dalam Implementasi Program Ekstrakurikuler Keagamaan
Kerjasama antar guru, kepala sekolah, karyawan dan siswa
Adanya kerjasama dan dukungan dari seluruh guru dalam program rekreasi keagamaan ini karena hanya ada 3 orang guru yang melakukan kegiatan ini dan 1 orang ustadz dari musala terdekat. Guru siswa juga memberikan sedikit pernyataan mengenai faktor pendukung diadakannya program rekreasi keagamaan ini, yaitu kerjasama antar pihak terkait.
Faktor pendukung pelaksanaan ekstrakurikuler keagamaan khususnya kelas baca tulis Al-Quran adalah tersedianya Al-Quran yang diberikan kepada MA ini oleh pihak yayasan. Berikut sarana dan prasarana yang diperuntukkan untuk menunjang program ekstrakurikuler keagamaan di MA Al-Mubarok Gilimanuk.
Faktor Penghambat Implementasi Program Ekstrakurikuler Keagamaan
Selain itu, hal ini didukung dengan sarana prasarana yang memadai seperti fasilitas wudhu bagi siswa dan tersedianya buku Nubdatul Bayan dan Al-Qur'an yang disediakan pihak sekolah sehingga memudahkan siswa dan membuat mereka bersemangat untuk belajar.
Kurangnya disiplin siswa laki-laki
Suryanto, S.HI : “Disiplin siswa kurang karena disini ada yang disiplin waktu dan ada pula yang tidak, apalagi siswa laki-laki sangat pandai dalam bernalar, sehingga guru berusaha ekstra untuk mengarahkan siswanya dalam menunaikan shalat. segera.” 194. Tidak hanya itu, di kelas Iqra Ustazd Suryanto, S.HI juga mempunyai kendala yang sama, yaitu kurang disiplinnya siswa laki-laki.
Jarak Tempuh Rumah ke Sekolah
Dengan demikian, dapat kita simpulkan bahwa ketidakdisiplinan dikalangan pelajar, khususnya laki-laki, menyebabkan pelaksanaan kegiatan ekstrakurikuler keagamaan menjadi lebih sulit, sehingga kegiatan agak tertunda dan tidak sesuai dengan jam yang tersedia. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa faktor penghambat pelaksanaan program ekstrakurikuler keagamaan sebagai upaya membangun nilai-nilai keagamaan dan tanggung jawab siswa adalah sebagian siswa berasal dari luar desa Gilimanuk sehingga sering terlambat karena kendala kendaraan atau cuaca. kondisi.
Kesulitan Siswa dalam Menghafal
Faktor pendukung terselenggaranya program ekstrakurikuler keagamaan sebagai upaya membangun nilai karakter keagamaan dan tanggung jawab. Apa saja faktor penghambat pelaksanaan ekstrakurikuler keagamaan sebagai upaya pembentukan karakter religius dan tanggung jawab siswa di MA Al-Mubarok tahun ajaran 2022/2023.
Pembahasan Hasil Temuan
Implementasi Program Ekstrakurikuler Keagamaan Sebagai Upaya Pembentukan Nilai Karakter Religius dan Tanggung
Jadi, pembiasaan kegiatan senam kelompok di MA Al-Mubarok merupakan salah satu upaya untuk membentuk karakter religius siswa. Hal ini relevan dengan salah satu teori yaitu: ‘Indikator nilai karakter keagamaan adalah rasa percaya diri yaitu keberanian.
Faktor Pendukung dan Faktor Penghambat Implementasi Program Ekstrakurikuler Keagamaan Sebagai Upaya
Kegiatan bersuci juga menjadi salah satu indikator nilai karakter keagamaan karena kita diperintahkan untuk hidup sehat. Teorinya adalah, “makanan sehat, menjaga kebersihan, dan rutin berolahraga merupakan ciri-ciri pola hidup sehat yang dapat meningkatkan karakter keagamaan.”219.
Kerjasama yang baik antar guru, kepala sekolah, karyawan dan siswa
Karena kepala sekolah merupakan orang pertama di sekolah yang memiliki kepemimpinan yang baik untuk merencanakan program-program ekstremis PAI, sehingga harus ada kerjasama dan komunikasi antara guru dan kepala sekolah. 221. Kerja sama antar pihak terkait dengan demikian sangat mendukung terlaksananya program rekreasi keagamaan di MA Al-Mubarok Gilimanuk, karena dengan kerjasama dan komunikasi yang baik maka seluruh kegiatan akan berjalan lancar dan sesuai dengan perencanaan.
Tersedianya sarana dan prasarana yang cukup memadai Adanya sarana seperti kitab Al-Qur’an, Kitab
Sarana dan prasarana yang memadai akan memudahkan siswa dalam mengikuti kegiatan dengan baik. Hal ini penting karena salah satu teori menyatakan: “Faktor pendukung program PAI sepulang sekolah adalah tersedianya sarana dan prasarana yang memadai.”222.
Adanya semangat dan bakat minat pada diri siswa
Pemberian sanksi bagi siswa yang terlambat
Kesulitan Siswa dalam Menghafal
Faktor pendukung terselenggaranya program ekstrakurikuler keagamaan di MA Al-Mubarok Gilimanuk terdiri dari kerjasama yang baik antar pihak terkait, tersedianya sarana prasarana yang memadai, antusias siswa, dan penggunaan sanksi bagi siswa yang terlambat. Faktor penghambat pelaksanaan program ekstrakurikuler keagamaan di MA Al-Mubarok Gilimanuk adalah kurangnya kedisiplinan siswa, jarak rumah siswa yang jauh, dan kesulitan siswa dalam menghafal.
Saran
Untuk Kepala Sekolah dan Pembina Program Ekstrakurikuler Keagamaan
Untuk Waka Kesiswaan dan Guru Pembina
Implementasi program keagamaan untuk membentuk karakter religius siswa MTs Putri Nurul Masyithah Lumajang, skripsi: UIN Khas Jember, 2021. Ekstrakurikuler Pendidikan Agama Islam (PAI), Konsep Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) dalam Upaya Mencerdaskan Siswa di Lingkungan Sekolah melakukan deradikalisasi.
MATRIKS PENELITIAN
Pedoman Wawancara Kepala Sekolah
Bagaimana proses atau upaya program ekstrakurikuler keagamaan untuk membentuk nilai-nilai karakter pada diri siswa dalam setiap kegiatan program ekstrakurikuler? Faktor pendukung apa saja yang dirasakan dalam pelaksanaan ekstrakurikuler keagamaan untuk membentuk nilai karakter keagamaan dan tanggung jawab siswa?
Pedoman wawancara kepada Guru Pembina Program Ekstrakurikuler Keagamaan 1. Pembiasaan Sholat duha dan dzuhur berjamaah
- Kelas Baca Tulis Al-Qur’an (Iqra’)
- Kelas Baca Tulis Al-Qur’an (Al-Qur’an)
- Jumat berkah ( yasin dan tahlil)
- Jumat Berkah (Istigosah Bersama)
- Jumat Berkah (Kebersihan Bersama)
- Wawancara kepada Siswa
Bagaimana implementasi atau langkah program ekstrakurikuler keagamaan kelas BTQ Iqra untuk membentuk nilai-nilai karakter keagamaan pada siswa. Bagaimana pelaksanaan atau langkah program ekstrakurikuler keagamaan Yasin dan Tahlil untuk membentuk nilai-nilai karakter keagamaan dan tanggung jawab pada diri siswa.