• Tidak ada hasil yang ditemukan

INDIKATOR KEBERHASILAN PARTISIPASI

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "INDIKATOR KEBERHASILAN PARTISIPASI"

Copied!
16
0
0

Teks penuh

(1)

Sirmas Munte, ST, MT

PRODI: TEKNIK INDUSTRI FAKULTAS TEKNIK

UNIVERSITAS MEDAN AREA

KONSEP DAN TEORI PARTISIPASI

MATA KULIAH ERGONOMI MAKRO

( Macro Ergonomics ) 2 sks

PERTEMUAN - 3

(2)

PENGERTIAN PARTISIPASI

Konsep partisipasi menurut Totok Mardikanto yaitu keikutsertaan seseorang atau sekelompok anggota masyarakat dalam suatu kegiatan dan mengartikan partisipasi sebagai tindakan untuk “mengambil bagian” yaitu kegiatan atau pernyataan untuk mengambil bagian dari suatu kegiatan untuk memperoleh manfaat, menurut kamus sosiologi tersebut bahwa partisipasi merupakan keikutsertaan seseorang di dalam kelompok sosial untuk mengambil bagian dari kegiatan masyarakatnya, di luar pekerjaan atau profesinya sendiri.

(3)

Partisipasi menurut Fasli Djalal & Dedi Supriadi, (2001), menyatakan ”partisipasi berarti pembuat keputusan menyarankan kelompok atau masyarakat ikut terlibat dalam bentuk penyampaian saran dan pendapat, barang, keterampilan, bahan dan jasa. Partisipasi dapat juga berarti bahwa kelompok mengenal masalah mereka sendiri, mengkaji pilihan mereka, membuat keputusan, dan memecahkan masalahnya”.

Sedangkan menurut I Nyoman Sumaryadi (2010), partisipasi diartikan bahwa peran serta seseorang atau kelompok masyarakat dalam proses pembangunan baik dalam bentuk pernyataan maupun dalam bentuk kegiatan dengan memberi masukan pikiran, tenaga, waktu, keahlian, modal dan atau materi, serta ikut memanfaatkan dan menikmati hasil -hasil pembangunan”.

(4)

Menurut Sundariningrum, keterlibatan dalam partisipasi diklasifikasi menjadi 2 (dua), yaitu:

• Partisipasi langsung, terjadi apabila individu secara langsung menghadiri/menampilkan kegiatan seperti: “mengajukan pandangan, membahas pokok permasalahan, mengajukan keberatan baik terhadap pendapat orang lain atau terhadap ucapannya sendiri” dalam proses partisipasi.

• Partisipasi tidak langsung, terjadi apabila individu mendelegasikan hak partisipasinya.

(5)

Cohen dan Uphoff membedakan patisipasi menjadi 4 (empat) jenis, yaitu:

• Partisipasi dalam pengambilan keputusan, yaitu partisipasi dalam bentuk menyumbangkan gagasan, ide atau pemikiran, kehadiran dalam rapat, diskusi dan tanggapan atau penolakan terhadap program yang ditawarkan.

• Partisipasi dalam pelaksanaan, merupakan partisipasi dalam pelaksanaan rencana yang telah digagas sebelumnya meliputi menggerakkan sumber daya dana, kegiatan administrasi, koordinasi dan penjabaran program untuk mencapai tujuan.

(6)

• Partisipasi dalam pengambilan pemanfaatan, merupakan partisipasi dalam memanfaatkan hasil pelaksanaan yang telah dicapai baik yang berkaitan dengan kualitas maupun kuantitas. Dari segi kualitas dapat dilihat dari output, sedangkan dari segi kuantitas dapat dilihat dari presentase keberhasilan program.

• Partisipasi dalam evaluasi, berkaitan dengan pelaksanaan pogram yang sudah direncanakan sebelumnya, bertujuan untuk mengetahui ketercapaian dari program yang sudah direncanakan sebelumnya.

(7)

Dusseldorp membedakan partisipasi berdasarkan derajat kesukarelaannya, sebagai berikut:

• Partisipasi spontan, yaitu partsipasi yang terbentuk secara spontan dan tumbuh karena motivasi intrinsic berupa pemahaman, penghayatan, atau keyakinannya sendiri, tanpa adanya pengaruh yang diterimanya dari penyuluhan atau bujukan yang dilakukan oleh pihak lain (baik individu maupun lembaga masyarakat).

• Partisipasi terinduksi, yaitu partisipasi yang tumbuh karena terinduksi oleh adanya motivasi ekstrinsik (berupa bujukan, pengaruh, dorongan, penyuluhan) dari luar, meskipun yang bersangkutan tetap memiliki kebebasan penuh untuk berpartisipasi. Motivasi ekstrinsik tersebut bisa berasal dari pemerintah, lembaga masyarakat, maupun lembaga sosial setempat atau individu.

(8)

• Partisipasi tertekan oleh kebiasaan, yaitu partisipasi yang tumbuh karenaadanya tekanan yang dirasakan sebagaimana layaknya warga masyarakat pada umumnya.

• Partisipasi tertekan oleh alasan sosial ekonomi, yaitu partisipasi yang dilakukan karena takutakan kehilangan status sosial atau menderita kerugian/tidak memperoleh bagian manfaat dari kegiatanyang dilaksanakan.

• Partisipasi tertekan oleh peraturan, yaitu partisipasi yang dilakukan karena takut menerima hukuman dari peraturan/ketentuan-ketentuan yang sudah diberlakukan.

(9)

Hasil penelitian Goldsmith dan Blustain di Jamaica, bahwa masyarakat tergerak untuk berpartisipasi jika:

• Partisipasi itu dilakukan melalui organisasi yang sudah dikenal atau yang sudah ada di tengah-tengah masyarakat yang bersangkutan.

• Partisipasi itu memberikan manfaat langsung kepada masyarakat yang bersangkutan.

• Manfaat yang diperoleh dari partisipasi itu dapat memenuhi kepentingan masyarakat setempat.

• Dalam proses partisipasi itu terjamin adanya kontrol yang dilakukan oleh masyarakat. Partisipasi masyarakat ternyata berkurang jika mereka tidak atau kurang berperan dalam pengambilan keputusan.

(10)

JENIS-JENIS PARTISIPASI

Keith Davis mengemukakan jenis-jenis partisipasi adalah sebagai berikut:

• Partisipasi dengan pikiran (psycological partisipation)

• Partisipasi dengan tenaga (physical partisipation)

• Partisipasi dengan pikiran dan tenaga (activepartisipation)

• Partisipasi dengan keahlian (with skill partisipation)

• Partisipasi dengan barang (material partisipation)

• Partisipasi dengan uang (money partisipation)

• Partisipasi dengan jasa (services partisipation)

(11)

BENTUK PARTISIPASI

Menurut Basrowi, bentuk partisipasi bedakan menjadi 2 (dua), yaitu:

• Partisipasi fisik, yaitu partisipasi dalam bentuk ikut menyelenggarakan usaha-usaha pendidikan, seperti mendirikan dan menyelenggarakan usaha sekolah.

• Partisipasi non fisik, yaitu partisipasi halmana keikutsertaan dalam menentukan arah dan pendidikan nasional dan meratanya animo masyarakat untuk menuntut ilmu pengetahuan melalui pendidikan, sehingga pemerintah tidak ada kesulitan mengarahkan rakyat untuk bersekolah.

(12)

Sedangkan menurut Effendi, yaitu:

• Partisipasi vertikal, terjadi dalam bentuk kondisi masyarakat terlibat atau mengambil bagian dalam suatu program, dalam hubungan dimana masyarakat berada sebagai status bawahan, pengikut, atau klien.

• Partisipasi horizontal, yaitu masyarakat mempunyai prakarsa dimana setiap anggota atau kelompok masyarakat berpartisipasi horizontal satu dengan yang lainnya.

(13)

Model Tingkatan Partisipasi Masyarakat Menurut Para Ahli

(14)

INDIKATOR KEBERHASILAN PARTISIPASI

Keberhasilan partisipasi dapat diukur dengan beberapa indikator, yaitu:

Kontribusi/dedikasi stakeholders meningkat dalam hal jasa (pemikiran/keterampilan), finansial, moral dan material/barang.

Meningkatnya kepercayaan stakeholders kepada organisasi terutama menyangkut kewibawaan dan kebersihan.

Meningkatnya tanggungjawab stakeholders terhadap penyelenggaraan organisasi.

Meningkatnya kualitas dan kuantitas masukan (kritik dan saran) untuk peningkatan mutu organisasi.

Meningkatnya kepedulian stakeholders terhadap setiap langkah yang dilakukan organisasi untuk meningkatkan mutu.

Keputusan-keputusan yang mengekspresikan apresiasi dan pendapat stakeholders dan mampu meningkatkan kualitas organisasi.

(15)

Menurut Mulyasa Marzal (2008) indikator keberhasilan partisipasi sekolah akan membentuk:

• saling pengertian antar sekolah, orang tua, masyarakat dan lembaga-lembaga lain yang ada dalam masyarakat termasuk dunia kerja,

• saling membantu antara sekolah dan masyarakat karena mengetahui manfaat, arti dan pentingnya peranan masing- masing.

• kerjasama yang erat antara sekolah dengan berbagai pihak yang ada di masyarakat dan mereka merasa bangga dan ikut bertanggung jawab atas suksesnya pendidikan di sekolah.

(16)

Terima

Kasih

Referensi

Dokumen terkait

Manju Sharma Bhagwant University Rajasthan Ajmer Abstract:-The psychological term "identity crisis" is defined as "a time of ambiguity and disorientation during which a person's

v HALAMAN PERSETUJUAN PUBLIKASI UNTUK KEPENTINGAN AKADEMIK Sebagai sivitas akademika UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Saya yang bertanda tangan di bawah ini : Nama : Mohammad Amir