• Tidak ada hasil yang ditemukan

AN INSIGHT INTO MATERNAL DEATH CAUSED BY POSTPARTUM HEMORRHAGE IN WESTERN TIMOR, INDONESIA

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2024

Membagikan "AN INSIGHT INTO MATERNAL DEATH CAUSED BY POSTPARTUM HEMORRHAGE IN WESTERN TIMOR, INDONESIA "

Copied!
82
0
0

Teks penuh

According to the midwife, the husband was not with the mother while she was dying. The furthest distance from home to Puskesmas is 10 kilometers, but in the case of Mrs.

Table 1. Characteristic of Mothers and Region
Table 1. Characteristic of Mothers and Region

DAMPAK FREKUENSI PERNAPASAN PREDIALISIS TERHADAP KRAM OTOT INTRADIALISIS

Pendahuluan

Perawatan hemodialisis dilakukan dua kali dalam seminggu dengan waktu proses hemodialisis sekitar 4-5 jam (Afsar, Elsurer, Kirkpantur, 2013; Ferrario, et al., 2014). Selama proses hemodialisis, tidak jarang timbul berbagai keluhan komplikasi, salah satunya kram otot (Afsar, Elsurer, & Kirkpantur, 2013; Ferrario, et al., 2014).

Metode

Hal ini dikarenakan kurang lebih dua kali dalam seminggu mereka harus meninggalkan segala aktivitasnya dan pergi ke rumah sakit untuk melakukan proses hemodialisis (Ishii, et al., 2017; Setyaningsih, Mustikasari, & Nuraini, 2016). Perawat juga perlu mengetahui bagaimana status pernafasan pasien sebelum hemodialisis dimulai dan apakah akibatnya dapat menyebabkan kram otot selama hemodialisis (Angraini & Putri, 2016; S.A.M., Rustina & Syahreni, 2013).

Hasil

Pembahasan

Perubahan frekuensi pernafasan yang sering terjadi adalah bradypnea atau pernafasan lambat (kurang dari 12 kali per menit) dan tachypnea atau pernafasan cepat (lebih dari 20 kali per menit) (Watanabe, Ooishi, & Kashino, 2015; Wertheim, et al., 2013). . Kram otot intradialisis merupakan suatu kondisi yang disebabkan oleh stres oksidatif dalam tubuh (Mori, et al., 2014).

Kesimpulan

Jika kram otot masih terjadi selama proses hemodialisis, perawat dapat mengajarkan relaksasi nafas dalam atau memberikan kompres air hangat pada area yang mengalami kram (Andrews, et al., 2018; Behringer, et al., 2014; Behringer, et al. , 2017 ; Debroy, 2017). Relaksasi nafas dalam bertujuan untuk meningkatkan respirasi sel, sedangkan kompres air hangat membantu melebarkan pembuluh darah sehingga oksigenasi sel juga tercukupi (Andrews, 2018; Nekada, dkk., 2015; Priyanto, dkk., 2011).

Tujuan pemberian terapi oksigen adalah untuk meminimalkan stres oksidatif intradialisis, sehingga sel otot tetap dapat melakukan proses metabolisme secara aerobik, selain itu perawat bila diperlukan dapat bekerjasama dengan tenaga medis untuk pemberian kalsium (Laliberte, 2017; Mori ), dkk., 2014; Reilly, 2015). Pengaruh kelebihan cairan terhadap variabilitas denyut jantung pada pasien penyakit ginjal kronis yang menjalani hemodialisis.

KEPUASAN PASIEN TERHADAP PENERAPAN KESELAMATAN PASIEN DI RUMAH SAKIT

Hasil penelitian menunjukkan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara jenis kelamin dengan kepuasan pasien (p= 0,818). Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara penerapan keselamatan pasien oleh perawat dengan kepuasan pasien. Kepuasan pasien sangat dipengaruhi oleh sikap dan pendekatan perawat di rumah sakit terhadap pasien, kualitas pelayanan keperawatan yang diterima pasien.

Perawat yang menerapkan keselamatan pasien dalam keperawatan selama di rumah sakit meningkatkan kepuasan pasien. Penelitian ini membuktikan adanya hubungan antara penerapan keselamatan pasien dengan kepuasan pasien di bagian perantara dan rawat inap di RS X (p= 0.0001, OR= 1.216). Hasil penelitian penerapan keselamatan pasien dan kepuasan pasien di Rumah Sakit

Tabel  2  menunjukkan  bahwa  penerapan  kese- kese-lamatan  pasien  sebanyak  57,3%  menyatakan  telah dilakukan
Tabel 2 menunjukkan bahwa penerapan kese- kese-lamatan pasien sebanyak 57,3% menyatakan telah dilakukan

Ucapan Terima Kasih

Belum ada instrumen penelitian yang baku mengenai penerapan keselamatan pasien, khususnya persepsi pasien, sehingga harus diuji validitas dan reliabilitasnya di rumah sakit pusat seperti RS Y. Sektor pelayanan keperawatan perlu meningkatkan monitoring dan evaluasi penerapannya. keselamatan pasien bagi seluruh perawat di rumah sakit Hubungan kinerja perawat dengan tingkat kepuasan pasien dalam menggunakan pelayanan medis pada pelayanan keperawatan di RSUD Syech Yusuf Kabupaten Gowa.

Faktor yang berhubungan dengan tingkat kepuasan pasien rawat inap terhadap pelayanan keperawatan di Bangsal Dalam RSUD Noongan. Analisis tingkat kepuasan pasien rawat inap di Rumah Sakit Islam Sultan Agung Semarang dilihat dari dimensi kualitas pelayanan. Hubungan antara kehadiran perawat dengan kepuasan pasien di Ruang Rawat Inap SMC RSUD Telogorejo (Karya Ilmiah, STIKES Telogorejo Semarang).

LATIHAN PERNAPASAN DIAFRAGMA

MENINGKATKAN ARUS PUNCAK EKSPIRASI (APE) DAN MENURUNKAN FREKUENSI KEKAMBUHAN PASIEN ASMA

Kartikasari, dkk., Latihan pernafasan diafragma meningkatkan APE dan menurunkan angka kekambuhan pada pasien asma JKI, Vol. Dalam penelitian ini, seluruh pasien asma ringan hingga sedang mengalami penurunan APE baik pada kelompok intervensi maupun kontrol. Pada penelitian ini terdapat peningkatan APE pada pasien asma ringan sampai sedang setelah dilakukan latihan pernafasan diafragma pada kelompok intervensi.

Pada penelitian ini terdapat peningkatan APE pada pasien asma ringan-sedang setelah intervensi pada kelompok kontrol. Pada penelitian ini terdapat penurunan frekuensi kekambuhan pada pasien asma ringan-sedang setelah intervensi pada kelompok kontrol. Pada penelitian ini terdapat penurunan frekuensi kekambuhan yang signifikan pada pasien asma ringan-sedang pada kelompok intervensi dibandingkan dengan kelompok kontrol.

Tabel 1. Karakteristik Subjek Penelitian
Tabel 1. Karakteristik Subjek Penelitian

HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN DAN DIABETES SELF-MANAGEMENT DENGAN TINGKAT STRES PASIEN

DIABETES MELITUS YANG MENJALANI DIET

Kuesioner tingkat stres pasien diabetes selama menjalani diet diabetes diadaptasi dari kuesioner yang dikembangkan oleh Marcy, Britton, dan Harrison (2011) serta Chin, Lai, dan Chia. Stres yang dialami pasien DM pada penelitian ini sebagian besar bersifat ringan. Dukungan keluarga yang besar terhadap pasien diabetes dapat menurunkan tingkat stres pada pasien diabetes dan mencapai kesehatan yang lebih baik (Kumah, Sciolli, Toraldo, & Murante, 2018).

Berdasarkan data penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa sebagian besar penderita DM mempunyai pengobatan mandiri yang sedang dan mempunyai tingkat stres yang tinggi dalam menjalankan anjuran diet DM. Pasien DM dengan pengaruh situasional yang lebih besar mempunyai skor manajemen diri yang lebih tinggi. Manajemen diri diabetes mempunyai hubungan yang lebih kuat dengan tingkat stres dalam mengikuti diet pada pasien DM dibandingkan dengan hubungan antara tingkat pengetahuan dengan tingkat stres dalam mengikuti diet pada pasien DM.

Tabel 1. Distribusi Karakteristik Demografi Responden Pasien DM
Tabel 1. Distribusi Karakteristik Demografi Responden Pasien DM

PROGRAM PERENCANAAN PULANG DAPAT MENINGKATKAN PENGETAHUAN DAN KETERAMPILAN IBU YANG MELAHIRKAN

BAYI PREMATUR MERAWAT BAYINYA

Julianti, dkk., Dicharge Planning Program Tingkatkan Pengetahuan dan Keterampilan Ibu Bayi Preterm JKI, Vol. Rata-rata pengetahuan ibu tentang perawatan bayi prematur, keterampilan menyusui, dan keterampilan FMD meningkat setelah sekolah. Namun tidak terdapat hubungan antara tingkat pendidikan ibu, usia ibu, dan keterampilan ibu dalam merawat bayi prematur khususnya menyusui dan FMD.

Hal ini disebabkan oleh faktor lain yang mempengaruhi keterampilan ibu dalam merawat bayi prematur, yaitu proses perencanaan pemulangan. Edukasi dalam perencanaan pemulangan bayi secara signifikan dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan ibu dalam merawat bayi prematur di rumah. Missing” tentang kesiapan ibu dalam merawat bayi prematur sepulang dari rumah sakit di Kediri (Skripsi, Tidak diterbitkan).

Tabel 1. Distribusi Responden Berdasarkan Pendidikan Ibu dan Jumlah Anak
Tabel 1. Distribusi Responden Berdasarkan Pendidikan Ibu dan Jumlah Anak

PREDIKTOR KEGAGALAN MENYUSUI EKSKLUSIF: STUDI

DI PUSKESMAS BUARAN KABUPATEN PEKALONGAN JAWA TENGAH INDONESIA

Pada aspek mitos, 72,8% mempercayai mitos negatif tentang ASI dan ASI eksklusif dan angka kegagalannya mencapai 78,2%. Faktor paritas walaupun tidak berhubungan dengan kegagalan memberikan ASI eksklusif, namun mempunyai angka kegagalan pemberian ASI eksklusif yang lebih tinggi pada ibu primipara dibandingkan dengan multiparitas. Jika dilihat persentasenya, 99,34% ibu mendapat dukungan dari suami, namun 70% tidak memberikan ASI eksklusif.

Penelitian ini menunjukkan bahwa ibu yang tidak bekerja juga perlu diberikan edukasi mengenai ASI agar dapat memberikan ASI eksklusif. Dalam analisis multivariat, faktor pengetahuan merupakan faktor yang paling menentukan kegagalan pemberian ASI eksklusif setelah faktor mitologi. Demikian pula penelitian Morga, Dery, dan Gaa (2016) mengidentifikasi mitos-mitos negatif tentang menyusui yang menyebabkan kegagalan dalam pemberian ASI eksklusif.

Tabel 2 menunjukkan sebanyak 72% responden  multiparitas dengan angka kegagalan menyusui  eksklusif  sebesar  66,7%
Tabel 2 menunjukkan sebanyak 72% responden multiparitas dengan angka kegagalan menyusui eksklusif sebesar 66,7%

DISTRACTION TECHNIQUES: TELLING STORIES TO DECREASE PAIN FOR PRESCHOOL CHILDREN DURING INFUSION

Introduction

Identifying a way to reduce the pain response during medical procedures, such as infusions, could potentially affect thousands of preschool children. Wong (2013) revealed that preschool children show reactions, such as protest, despair and regression, when they are hospitalized. Preschool children who are hospitalized will often experience psychosocial conflicts as a result of painful experiences, such as infusions, blood samples for laboratory tests and other actions.

Hockenberry and Wilson (2016) assert that the distraction technique is an atraumatic caregiving action because it can reduce physical and psychological stress. The narrative distraction technique can be used with pediatric patients who are undergoing invasive procedures, such as infusions and blood sampling. In addition, there were no media, such as colorful story books and hand puppets, that could have been used to support the story distraction technique that was suitable for preschoolers.

Results

The research was conducted from September to December 2017, in a private hospital in the Eastern Bekasi area, using a quantitative study, with quasi-experimental methods. The children who participated in the study were divided into an intervention group, which received the storytelling intervention, and a control group, which did not. The population was drawn from preschoolers, aged 3-6 years, in the childcare room of the hospital in East Bekasi, in 2016, where the total population is approximately 150 people/.

The use of purposive sampling allowed the researcher to select the sample based on characteristics of the population that were previously known (Notoatmojo, 2012). The number was rounded down to 46 samples, of which 75% would fall into the intervention group, while 25% would be assigned to the control group. Regarding previous infusion experience, most respondents in the intervention group (58.8% or 20 respondents) had no previous infusion experience, as did a majority of respondents (83.3% or 10 respondents) in the control group (Table 3). .

Discussions

A p-value > 0.05 in the Normality test indicates that the data is normally distributed in both groups, declaring the data feasible to be analyzed by the Independent T-test. The result of pain response by intervention and control groups similar to the results of Purwati's research (2010) on "Reducing the pain response of preschool children during the installation of intravenous infusions by music therapy" shows that most children in the intervention groups treated with music experienced a pain response of "a little pain" while 50% of the children in the control group reported experiencing "feeling pain". Most of the respondents in the intervention were also more cooperative and able to follow the story line that was given so that the goal of the researchers to distract them from pain with the storytelling technique was achieved.

With children in the intervention group, the researcher found that respondents could follow the storyline well and were distracted by the atmosphere of the story. Muttaqien (2008) revealed that the distraction technique can activate the limbic system in the anterior part of the brain to inhibit the transmission of pain impulses from the thalamus to the cortical structure. This explanation is consistent with the results of this study, where members of the intervention group were not focused on the pain caused by the infusion, therefore experiencing less pain than members of the control group.

Conclusions

No side effects were reported by the patient, and almost all patients said that their moods were calmer and more relaxed, and that they had a better quality of sleep at night.

Referensi

Dokumen terkait