Bagaimana penerapan Tahfizh Al-Qur'an pada program kelas Takhasus Tahfizh di SMP Adzkia Islamic School. Sesungguhnya, atas Kami untuk mengumpulkan Al-Qur'an (di dada) dan (menjadikan Anda bijaksana) untuk membacanya.
Jenis dan Metode Penelitian
Penelitian adalah suatu proses pengumpulan dan analisis data yang dilakukan secara sistematis dan logis untuk mencapai tujuan tertentu. Sedangkan menurut Whitney, penelitian adalah pencarian sesuatu (penyelidikan) secara sistematis dengan penekanan bahwa pencarian ini dilakukan terhadap masalah yang dapat dipecahkan.
Sumber Data
Jenis Data
Disini penulis mewawancarai kepala sekolah, pengasuh tahfizh Ponpes Daarut Tauhid Jakarta, guru tahfizh dan santri SMP Adzkia Islamic School sebagai narasumber untuk melengkapi data yang diperlukan dalam pengerjaan skripsi. Jenis data berupa kata-kata dan tindakan diperoleh peneliti melalui wawancara dan observasi dengan menggunakan alat perekam berupa handphone dan kamera.
Teknik Pengumpulan Data
Yang dimaksud dengan wawancara adalah proses memperoleh informasi untuk kepentingan penelitian dengan cara tanya jawab, sambil bertatap muka antara penanya atau pewawancara dengan responden atau responden dengan menggunakan alat yang disebut pedoman wawancara.5 Wawancara dalam penelitian kualitatif biasanya jenis wawancara tidak langsung.terstruktur. Wawancara tidak terstruktur adalah wawancara yang diputuskan sendiri oleh pewawancara.6 Pada awalnya, pertanyaan khusus tidak disiapkan, karena belum dapat memprediksi informasi yang akan diberikan oleh responden dan belum jelas arah yang akan dituju. untuk melakukan percakapan. Metode ini digunakan penulis untuk memperoleh berbagai data antara lain sejarah perkembangan SMP Adzkia Islamic School, pengelolaan dan pengelolaannya, serta gambaran umum model penerapan metode pembelajaran pada program Tahfizh classroom di SMP Adzkia Islame Shkolla, serta faktor pendukung dan penghambat.
Dokumen adalah semua bahan tertulis atau film, kecuali rekaman yang dibuat bukan atas permintaan penyidik.7 Metode ini digunakan untuk mengumpulkan informasi tentang latar belakang berdirinya sekolah, identitas sekolah, visi, kurikulum, struktur kepemimpinan. . , sarana prasarana dan kegiatan kemahasiswaan yang dilakukan mengikuti program kelas khusus tahfizh.
Teknik Analisis Data
Pada tahap ini, penulis menarik kesimpulan tentatif untuk membantu mengingat temuan yang disorot, kemudian penulis mencari data kembali untuk menyempurnakan temuannya dan menguji kebenaran makna yang diperoleh dari data yang diperoleh.
Gambaran Umun Subjek Penelitian 1. Latar Belakang Pendirian
Identitas Sekolah
Struktur Kepemimpinan SMPAdzkia Islamic School
Visi SMP Adzkia Islamic School
Target Lulusan SMP Adzkia Islamic School Setiap lulusan SMP Adzkia Islamic School
Kurikulum SMP Adzkia Islamic School
3 Pemberian Ijazah Tahfizh Hafalan Al Quran 4 Hari Bahasa Pelaksanaan Hari Bahasa Arab. 6 Kegiatan Halaqah Keputrian khusus santri putri pada saat Sholat Jum'at 7 Kegiatan Pesantren Kilat untuk.
Keunggulan SMP Adzkia Islamic School a. Lingkungan yang asri dan rindang
Sarana dan Prasarana SMP Adzkia Islamic School
Prestasi SMP Adzkia Islamic School Periode 2016-2017
Juara 2 Lomba MHQ Putra di Jagat Arsy Festival di Sekolah Jagat Arsy Kota Tangerang Selatan.
Latar Belakang pelaksanaan Program Kelas Takhasus Tahfizh
Artinya, saat pertama kali masuk ke Pesantren Adzkia, semua siswa diuji oleh guru PAI/Musyrif/Musyrifah tentang membaca Al-Qur'an. Artinya, seluruh santri yang telah lulus dan pandai membaca Al-Qur'an wajib mengikuti program Tahfizh Al-Qur'an. Tujuan pemilihan ini adalah untuk memudahkan siswa agar nantinya dalam proses pembelajaran Al-Qur’an tidak banyak menemui hambatan dalam hal kesulitan membaca.
Pada dasarnya setiap mahasiswa yang telah mengikuti program kelas Spesialis tahfizh adalah mahasiswa yang telah hafal Al-Qur'an atau yang berminat untuk menghafal Al-Qur'an, adapun tujuan yang telah dicapai adalah : . Semester. Untuk selanjutnya tujuan menghafal Al-Qur'an disesuaikan dengan kemampuan masing-masing santri untuk meningkatkan hafalannya.
Faktor-Faktor Pendukung dan Penghambat dalam Proses Menghafal Al-Qur’an di SMP
Faktor yang mendukung Efektifitas Menghafal Al-Qur’an
Dengan diadakannya program kelas Takhasus Tahfizh yang bertujuan agar siswa dapat menghafal Al-Quran dengan baik dan benar, maka dari itu SMP Adzkia Islamic School telah menetapkan cara-cara yang harus diikuti siswa. Tempat menghafal Al-Quran yang mendukung tempat nyaman dan asri seperti masjid, pondok belajar dan lingkungan sekolah yang bersih. Membagi siswa menjadi beberapa kelompok sesuai dengan minat hafalannya dan kemampuan membaca Al-Quran yang lancar.
Menggunakan Mushaf Al-Qur'an standar Rasm Ottoman yang biasa disebut sudut Al-Qur'an. Dari sekian banyak siswa SMP Islam Adzkia, hanya ada 29 siswa yang mendaftar dan berminat mengikuti Program Kelas Khusus Takhasus Tahfizh Al-Qur'an.
Faktor yang menghambat Efektifitas Menghafal Al-Qur’an
Minat adalah kecenderungan hati yang kuat terhadap sesuatu yang berupa benda atau kegiatan, minat ini sering disebut dengan passion atau keinginan dan yang dimaksud dalam skripsi ini adalah minat siswa SMP Islam Adzkia untuk selalu tekun mengejar Al-Quran. Untuk mengatasi hal-hal tersebut di atas, telah dilakukan langkah-langkah yang dilakukan oleh SMP Adzkia Islamic School dan Pesantren Daarut Tauhid Jakarta. Menjaring alumni untuk mengabdi dan membantu menjadi ustadz di SMP Adzkia dan Pesantren Daarut Tauhid Jakarta.
Hasil Yang Dicapai Oleh Siswa SMP Adzkia Islamic School Dalam Keefektifannya Menghafal
Yang kami maksud disini adalah kemampuan siswa dalam menyelesaikan program hafalan dengan target yang telah ditentukan. Dari tabel tersebut dapat diketahui hasil yang dicapai oleh siswi SMP Adzkia Islamic School secara keseluruhan, dan jika dirinci menurut target tiap tahapan, maka hasil di atas sudah sesuai atau bahkan melebihi target. ditentukan oleh sekolah. Target yang ditetapkan adalah menghafal juz 29 dan 30, sedangkan yang dicapai rata-rata siswa mampu menghafal juz 29 dan juz 1 (awal surah Al-Baqarah).
Di antara siswa ada yang melebihi target yang telah ditentukan, ada yang hafal sampai Juz 5 bahkan Juz 10. Dari hasil tersebut dapat dikatakan SMP Adzkia Islamic School dalam kegiatan operasional proses pelaksanaan Program kelas Takhasus Tahfizh Al-Quran berhasil mencapai target. target yang ditetapkan, ini merupakan upaya yang sangat menggembirakan bagi umat Islam karena melahirkan kader-kader Islam yang hafal Al-Qur'an dan diharapkan mampu menjaga keaslian Al-Qur'an.
Kesimpulan
Meski santri diwajibkan menghafal Al-Quran, mereka juga harus belajar mengikuti kurikulum pesantren yang diterapkan oleh Pesantren Daarut Tauhid Jakarta. Faktor pendukung pelaksanaan Tahfizh di SMP Adzkia Islamic School adalah faktor usia siswa, faktor kecerdasan siswa, faktor tujuan hafalan, faktor minat menghafal Al-Quran. Faktor penghambatnya adalah munculnya kemalasan pada siswa, kesulitan siswa dalam menghafal, siswa lupa ayat hafalan, kurangnya guru, kegiatan pembelajaran yang begitu dekat.
Untuk memperbaiki hal-hal tersebut di atas, maka langkah yang dilakukan oleh SMP Adzkia Islamic School adalah menjadwalkan kegiatan harian seluruh siswa, mengawasi siswa secara ketat, menerapkan sanksi bagi siswa, menarik alumni pusat untuk menjadi ustadz dan. Hasil yang diperoleh siswa SMP Adzkia dalam keefektifan hafalan Al-Qur'an dari 29 siswa yang menjadi responden sampel sebagai sumber data seluruh kegiatan hafalan Al-Qur'an di pondok pesantren, di Dari segi hasil hafalan, dapat kita peroleh informasi bahwa diantara seluruh siswa pada program Kelas Khusus Tahasus Tahfizh rata-rata telah hafal Juz 29-30 dan Juz 1, ada juga beberapa siswa yang hafalannya lebih dari tujuan hafalan 5-10 Juz, biasanya yang sudah hafal 5-10 Juz adalah mereka yang hafal Al Quran sebelum menjadi siswa SMP di Madrasah Adzkia.
Saran-saran
Al-Zarqani, Muhammad Abdul Adzim Manahil al Irfan Fi Ulumi Al-Qur'an, Beiroet: Jaar 1400 H. Al Munawar, Said Agil Husin, Al-Qur'an Building Tradition of True Piety, Jakarta: Ciputat Press, 2002. Muhaimin Zen, Prosedures/Problematics of Memorizing the Qur'an and Instructions, Jakarta: Pustaka al-Husna, 1985.
Skripsi berjudul “Metode Pembelajaran Tahfizh Al-Qur’an di Program Kelas Takhasus Tahfizh (Studi Kasus SMP Islam Adzkia Serua Ciputat Tangerang Selatan)”. Menyatakan bahwa skripsi ini berjudul “Metode Pembelajaran Tahfizh Al-Qur’an Pada Program Kelas Khusus Tahfizh”.
Vocal Panjang
Diftong
Fakultas Tarbiyah, Institut Ilmu Al-Qur'an (IIQ) Jakarta yang memungkinkan penulis menempuh pendidikan di program sarjana (S.1) IIQ Jakarta dengan berbagai bantuan. Ag., selaku pembimbing yang telah memberikan waktu berharga, membimbing dan mengarahkan proses penyelesaian skripsi ini. Para pengelola perpustakaan dan staf Institut Ilmu Al-Qur'an (IIQ) Jakarta, yang telah memfasilitasi akses penulis terhadap informasi dan referensi dalam menyelesaikan skripsi ini.
Suhartini tercinta, S.Pd.I yang telah memberikan semangat dan dukungan dalam menyelesaikan kuliah dan disertasi ini. Semua pihak yang tidak dapat penulis sebutkan satu persatu yang telah membantu terwujudnya skripsi ini.
PENDAHULUAN
BAB II: KERANGKA TEORI : METODE TAHFIZH AL- QUR’AN
METODOLOGI PENELITIAN A. Tempat dan Waktu Penelitian
HASIL PENELITIAN
ABSTRAKSI
Latar Belakang Masalah
Al-Qur'an dan hadis adalah dua sumber ajaran Islam dan pedoman hidup umat Islam. Maka hendaklah mereka bertindak seperti Al-Quran jika mereka adalah orang-orang yang benar (terhadap tuduhan). Sesungguhnya Kamilah yang menurunkan Al-Quran dan sesungguhnya Kami memeliharanya.” (QS. Al-Hijr [15]:9).
Fungsi hadits sebagai penjelasan tentang apa yang terkandung dalam Al-Qur'an. 2 Said Agil Husin Al Munawar, Al-Qur'an Membangun Tradisi Kesalehan Esensial, (Jakarta: Ciputat Press, 2002, II), hal.17.
Identifikasi Masalah
Al-Qur'an Tahfizh Learning Method in Tahfidz Takhosus Class Program (študija primera izvajanja programa Tahfizh Al-Qur'an na SMP Adzkia Islamic School Serua Ciputat, South Tangerang).
Pembatasan Masalah
Rumusan Masalah
Tujuan Penelitian
Manfaat Penelitian
Dan dapat dijadikan sebagai motivasi bagi siswa untuk mengulang hafalan Al Quran setiap saat.
Tinjauan Pustaka
Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah pelaksanaan pembelajaran Tahfizh Al-Qur’an di sekolah cukup baik dan lancar. Dalam naskah artikelnya berjudul “Model Pembelajaran Tahfizhul Qur’an Dalam Meningkatkan Hafalan Siswa Pecinta Al-Qur’an”. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan model pembelajaran Tahfizhul Qur'an untuk meningkatkan hasil belajar Siswa Pecinta Al-Qur'an.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pengajaran Tahfizh Al-Qur'an di Pondok Pesantren Anak Roudlatul Qur'an sudah baik. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode studi lapangan dengan pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan tes latihan membaca Al-Qur'an.
Metodologi Penelitian 1. Jenis Penelitian
- Sistematika Penulisan
Wawancara dimaknai sebagai proses memperoleh informasi untuk kepentingan penelitian dengan cara tanya jawab, selama pergaulan pribadi antara penanya atau penanya dengan responden atau responden dengan menggunakan alat yang disebut pedoman wawancara.9 Wawancara dalam penelitian kualitatif. mereka biasanya merupakan jenis wawancara tidak langsung. Dokumen adalah semua bahan tertulis atau film, kecuali rekaman yang dibuat bukan atas permintaan penyidik.11 Metode ini digunakan untuk memperoleh data terkait gambaran umum SMP Adzkia yang meliputi letak geografis, riwayat pendirian, kondisi sarana dan prasarana, guru, siswa, kurikulum, jadwal pelajaran dan kegiatan sehari-hari. Ketiga, inferensi dibuat dari data yang disajikan pada tahap kedua dengan menyimpulkan dari setiap formulasi.
Pemahaman program kelas takhosus tahfidz Al-Qur'an di SMP Islam Adzkia, faktor pendukung dan penghambat pelaksanaan, tujuan pembelajaran pembelajaran tahfidz Al-Qur'an. BAB IV Hasil penelitian yang meliputi: Metode pembelajaran tahfidz, permasalahan yang dihadapi dan solusinya, serta hasil penerapan metode pembelajaran tahfidz.
PENDAHULUAN
KERANGKA TEORI : METODE TAHFIZH AL-QUR’AN
HASIL PENELITIAN
PENUTUP A. Kesimpulan