Bagaimana proses internalisasi nilai-nilai moderasi beragama melalui ajaran spiritual Persaudaraan Setia Hati Terate Komisariat IAIN Ponorogo. Apa implikasi nilai moderasi beragama melalui ajaran spiritual bagi anggota Persaudaraan Setia Hati Terate Komisariat IAIN Ponorogo.
Sistematika Pembahasan
Selain itu bab ini memuat uraian atau gambaran umum tentang Sejarah Persaudaraan Setia Hati Terate Komisariat IAIN Ponorogo, Profil Persaudaraan Setia Hati Terate Komisariat IAIN Ponorogo, Tujuan Ajaran Persaudaraan Setia Terate, IAIN Komisariat Ponorogo, dan terakhir hasil wawancara dan observasi terkait Internalisasi Nilai-Nilai Moderasi Beragama Melalui Ajaran Rohani Persaudaraan Setia Hati Terate Komisariat IAIN Ponorogo.
Kajian Teori
Internalisasi Nilai
Nilai secara etimologis berasal dari kata valere yang berasal dari bahasa latin yang berarti bermanfaat, mampu, berdaya, sahih dan kuat.9 Dalam bahasa Inggris disebut dengan value, dan secara terminologis ada beberapa pengertian nilai, yaitu: martabat, keistimewaan. dan ekonomi. Merujuk pada sudut pandang filsafat, para filosof seperti Plato membedakan antara nilai instrumental, nilai perantara, dan nilai intrinsik.
Moderasi Beragama
Non-kekerasan dalam moderasi beragama merupakan sikap yang harus dimiliki oleh setiap umat beragama. Toleransi dalam moderasi beragama adalah toleransi yang mencakup permasalahan yang berkembang berupa keimanan pada setiap manusia.
Ajaran Kerohanian
Secara etimologis, kata rohani dalam kamus sinonim bahasa Indonesia berarti roh dan ada kaitannya juga dengan jasmani. Sedangkan padanan kata rohani adalah rohani.46 Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia Kontemporer dijelaskan bahwa kerohanian adalah keadaan batin seseorang, yang di dalamnya terbentuk hubungan seseorang dengan Tuhan Yang Maha Esa, yang diwujudkan dalam watak seseorang melalui hubungan manusia dengan sesama manusia. orang dengan ajaran agama yang dianutnya. 47.
Persaudaraan Setia Hati Terate
Ajaran dasar yang menjadi hakikat latihan pencak silat Persaudaraan Setia Hati Terate adalah sebagai berikut. Sebagaimana salah satu landasan utama dalam ajaran Setia Hati Terate adalah persaudaraan abadi. Kedua, ajaran Persaudaraan Hati Setia Terate juga dibekali dengan penguatan karakter kepemimpinan.
Pendidikan rohani merupakan landasan akhir dan tujuan utama dalam ajaran Persaudaraan Setia Hati Terate.
Telaah Hasil Penelitian Terdahulu
Kesamaan penelitian ini dengan penelitian sebelumnya adalah peneliti membahas subjek penelitian di lingkungan persaudaraan Setia Hati Terate. Bedanya, penelitian ini lebih fokus pada ajaran spiritual Persaudaraan Setia Hati Terate, sedangkan penelitian sebelumnya lebih fokus pada karakter peduli sosial yang dimiliki anggota Persaudaraan Setia Hati Terate. Persamaan penelitian ini dengan penelitian sebelumnya adalah peneliti membahas tentang agama di kalangan anggota persaudaraan Setia Hati Terate.
57 Bahroni Abusiri, “Penerapan Ajaran Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) dalam Perilaku Keagamaan Anggotanya Cabang Sleman Yogyakarta”, Skripsi (Yogyakarta: UIN Sunan Kalijaga, 2010).
Pendekatan dan Jenis Penelitian
Subyek penelitian ini adalah warga atau anggota Persaudaraan Setia Hati Terate Komisariat IAIN Ponorogo. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kasus, dimana yang dikaji adalah suatu entitas atau fenomena (kasus) tunggal dari suatu periode dan kegiatan tertentu (dapat berupa program, peristiwa, proses, lembaga atau kelompok sosial), serta sebagai pengumpulan informasi rinci dengan menggunakan berbagai prosedur pengumpulan data selama perkara berlangsung.62. Kasus yang akan dikaji dalam penelitian ini adalah internalisasi moderasi beragama yang terkandung dalam ajaran spiritual Persaudaraan Setia Hati Terate Komisariat IAIN Ponorogo.
Kehadiran Peneliti
Dalam penelitian ini peneliti berperan sebagai perencana, pelaksana, pengumpul data, analis, penafsir data dan terakhir sebagai pelapor hasil penelitian.66.
Lokasi Penelitian
Data dan Sumber Data
Sedangkan data kualitatif, yaitu data yang disajikan dalam bentuk kata verbal, bukan dalam bentuk angka.68. Sumber data utama diperoleh melalui wawancara yang menggali perkataan dan tindakan orang-orang yang diamati dan diwawancarai yaitu pengurus, pelatih dan warga atau anggota IAIN Ponorogo Komisariat Setia Hati Terate Persaudaraan.
Prosedur Pengumpulan Data
Melihat proses internalisasi nilai-nilai moderasi beragama melalui ajaran spiritual Persaudaraan Setia Hati Terate Komisariat IAIN Ponorogo. Pengurus Persaudaraan Setia Hati Terate Komisariat IAIN Ponorogo (melalui wawancara), karena melalui pengurus dapat mengetahui bagaimana nilai moderasi beragama dalam ajaran spiritual sudah terinternalisasi dalam ajaran Pencak Silat Persaudaraan Setia Hati Terate. Pelatih Persaudaraan Setia Hati Terate Komisariat IAIN Ponorogo karena dengan melakukan wawancara sebagai peneliti menemukan proses internalisasi nilai moderasi beragama dalam ajaran spiritual pada ajaran pencak silat Persaudaraan Setia Hati Terate.
Warga atau anggota (melalui wawancara) untuk mengetahui tingkat keberhasilan proses internalisasi moderasi beragama dalam ajaran spiritual Persaudaraan Setia Hati Terat.
Teknik Analisis Data
Saat mencari data dokumenter, peneliti berusaha mengumpulkan data yang berkaitan dengan penelitian yang dilakukan. Reduksi data dapat diartikan sebagai proses memilah data untuk menemukan yang lebih baik, serta menyusun dan memverifikasi kesimpulan dari data yang telah diperoleh dan konsisten dengan yang ada di lapangan. Data tampilan yang diperoleh dari hasil wawancara dibagi menjadi data-data yang akan ditampilkan dan tidak perlu dipisahkan lagi nantinya.74.
Pada langkah akhir analisis data yaitu penarikan kesimpulan, ditarik kesimpulan atas data yang diperlukan dan siap kemudian diverifikasi untuk sampai pada hasil penelitian yang dilakukan.
Pengecekan Keabsahan Data
Data dikatakan reliabel apabila dua penelitian atau lebih terhadap objek yang sama menghasilkan data yang sama, atau peneliti yang sama pada waktu yang berbeda menghasilkan data yang sama. Triangulasi dalam pengujian kredibilitas diartikan sebagai pemeriksaan data dari sumber yang berbeda dengan cara yang berbeda dan waktu yang berbeda. Triangulasi merupakan suatu teknik pemeriksaan keabsahan data yang menggunakan sesuatu selain data tersebut untuk keperluan pemeriksaan atau sebagai pembanding terhadap data tersebut.
Penelitian ini dilakukan dengan melakukan wawancara dengan pertanyaan yang sama kepada pengurus, dosen dan anggota atau warga, serta melihat langsung kondisi di lapangan berupa observasi pelaksanaan internalisasi nilai-nilai moderasi beragama.
Tahap Penelitian
Gambaran Umum Latar Penelitian
Hal ini terlihat dari banyaknya prestasi yang diraih di tingkat daerah maupun nasional oleh para pengurus Persaudaraan Religius Terate yang ikut serta dalam pemberdayaan masyarakat setelah lulus kuliah. Dalam melaksanakan kegiatan latihan di Persaudaraan Hati Setia Terate dilaksanakan secara berkala dengan interval waktu sesuai dengan tingkatan sabuk yang dicapai. Persaudaraan Setia Hati Terate merupakan organisasi terstruktur yang bertujuan untuk menumbuhkan karakter bangsa melalui pembelajaran dan pelestarian budaya pencak silat.
Komisariat merupakan struktur organisasi Persaudaraan Setia Hati Terate yang berada di bawah naungan lembaga setingkat cabang.
Paparan Data
Proses Internalisasi Nilai-Nilai Moderasi Beragama melalui Ajaran Kerohanian Persaudaraan Setia Hati Terate Komisariat IAIN Ponorogo
Dari penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa kegiatan pelatihan Persaudaraan Setia Terate terdiri dari dua komponen utama yaitu pemanasan dan materi. Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan maka dapat disimpulkan bahwa pelatihan Persaudaraan Setia Hati Terate Komisariat IAIN Ponorogo terbagi dalam beberapa latihan dalam satu komisariat. Bahwa kegiatan pelatihan Persaudaraan Setia Terate di Komisariat IAIN Ponorogo merupakan wadah pengembangan intelektual bagi mahasiswa yang sengaja tidak diperolehnya di perkuliahan.
Konsep Nilai Moderasi Beragama yang Diajarkan Melalui Spiritualitas pada Persaudaraan Setia Hati Terate Komisariat IAIN Ponorogo.
Konsep Nilai-Nilai Moderasi Beragama yang Diajarkan melalui Kerohanian pada Persaudaraan Setia Hati Terate Komisariat IAIN Ponorogo
Habib Mujahidin Ma'sum selaku pembina tetap Ikhwanul Setia Terate Komisariat IAIN Ponorogo mempunyai jabatan sebagai berikut. Persaudaraan Setia Terate bukan hanya berasal dari satu agama dan satu budaya saja, melainkan banyak agama dan budaya yang membentuk sebuah kekeluargaan, disinilah peran moderasi beragama kita adalah apakah kita bisa saling menghormati diantara segala perbedaan agama, suku, budaya. atau tidak.” 112. Oleh karena itu dapat disimpulkan bahwa adanya kegiatan pelatihan Persaudaraan Setia Terate di Komisariat IAIN Ponorogo merupakan upaya untuk membentuk karakter peserta didik, khususnya untuk menanamkan kebaikan dalam rangka melangsungkan kehidupan.
Implikasi Nilai Moderasi Beragama Melalui Ajaran Rohani Bagi Anggota Persaudaraan Setia Hati Terate Komisariat IAIN Ponorogo.
Implikasi Nilai Moderasi Beragama melalui Ajaran Kerohanian terhadap Anggota Persaudaraan Setia Hati Terate Komisariat IAIN Ponorogo
Ajaran Persaudaraan Setia Hati Terate tidak membedakan siapa diri, dari mana, dan agama apa. Karena ajaran persaudaraan dalam Persaudaraan Setia Hati Terate, maka persaudaraan yang kekal itu mampu melampaui keluarga sendiri.”121. Cara menyelesaikan permasalahan dalam hidup menurut ajaran Persaudaraan Setia Hati Terate adalah dengan menggunakan konsultasi kemudian mencari jalan tengah dari suatu permasalahan dengan menawarkan solusi.
Berdasarkan penjelasan di atas terlihat bahwa masuknya nilai-nilai moderasi beragama dalam ajaran spiritual Persaudaraan Hati Setia telah mempengaruhi kepribadian dan karakter anggotanya yaitu terbentuknya sikap toleransi. . dan saling menghormati dalam kerangka perbedaan kehidupan mereka.
Pembahasan
Persaudaraan Setia Hati Terate juga mempunyai materi inti yang sebenarnya menyerukan nilai-nilai nirkekerasan. Sebagai anggota Persaudaraan Setia Hati Terate, wajib membagi manfaat kepada sesama dan berpikir jernih. Implikasi Nilai Moderasi Beragama Melalui Ajaran Rohani Bagi Anggota Persaudaraan Setia Hati Terate Komisariat IAIN Ponorogo Persaudaraan Setia Hati Terate Komisariat IAIN Ponorogo.
Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan mengenai implikasi internalisasi nilai-nilai moderasi beragama dalam ajaran spiritual Persaudaraan Setia Terate Komisariat IAIN Ponorogo dapat memberikan dampak positif. Persaudaraan ini merupakan efek dari penanaman berbagai nilai moderasi dalam ajaran spiritual yang diberikan kepada seluruh anggota Persaudaraan Setia Hati Terate Komisariat IAIN Ponorogo. Pertimbangan dapat diartikan sebagai dampak yang dihasilkan dari penanaman nilai-nilai moderasi beragama dalam ajaran spiritual Persaudaraan Setia Hati Terate Komisariat IAIN Ponorogo.
Simpulan
Hal ini sesuai dengan ajaran Persaudaraan Hati Setia Terata yang berupaya menjaga keindahan dalam hubungan antarmanusia. Hal ini dapat tercapai karena prinsipnya yang menekankan pada pola-pola pengajaran, sehingga akan cenderung mempengaruhi kebiasaan-kebiasaan yang dilakukan oleh para anggota dan murid-murid Persaudaraan Setia Hati Terat. Oleh karena itu terlihat pada perkembangan pemahaman dalam interaksi antar individu yang dilakukan baik dalam kegiatan pendidikan dan latihan pencak silat yang diadakan rutin setiap minggunya, forum resmi, ceramah, maupun dalam kehidupan sehari-hari di rumah dan di rumah. di dalam komunitas.
Implikasi yang diperoleh setelah mendapat penguatan mendalam mengenai nilai moderasi beragama pada pencak silat Persaudaraan Setia Hati Terate Komisariat IAIN Ponorogo adalah;
Saran
Diharapkan para pelatih mencurahkan seluruh sumber daya dan kemampuannya dalam upaya pembentukan karakter peserta didik melalui berbagai program pelatihan yang disesuaikan dengan kurikulum pelatihan yang diberikan, termasuk dalam hal internalisasi moderasi beragama. Bagi para anggota dan mahasiswa Persaudaraan Setia Terate, Kombes IAIN Ponorogo, diharapkan agar selalu mempunyai semangat olah raga, menjaga kebersamaan, persaudaraan dan mempunyai sikap saling menghormati serta menjaga perdamaian dengan tidak menimbulkan permasalahan yang diselesaikan secara fisik. menghubungi tetapi mengutamakan musyawarah. Penerapan Ajaran Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) dalam Perilaku Keagamaan Anggotanya Cabang Sleman Yogyakarta.” Skripsi.
Komunikasi Organisasi Pencak Silat Persaudaraan Setia Terate Dalam Pembinaan Mental dan Spiritual Anggota Asrama Islam Baitussalam Desa Sumber Rejo Kecamatan Kemiling Kota Bandar Lampung.'”