• Tidak ada hasil yang ditemukan

interpretasi tuan guru komisi fatwa mui

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "interpretasi tuan guru komisi fatwa mui"

Copied!
89
0
0

Teks penuh

Laporan Penelitian berjudul “Tafsir Tuan Guru Komisi Fatwa Mui Lombok Barat Tentang Ayat Moderasi Beragama: Kajian Tafsir dan Pembaharuan pada Masyarakat Lombok Barat”, No. Dan bagaimana hasil penafsiran guru yang tergabung dalam MUI Barat tersebut Fatwa Lombok- panitia pemutakhiran ayat-ayat moderasi; Pluralitas agama terkait dengan keyakinan dalam kehidupan masyarakat di Lombok Barat?. Maklum, aktivitas utama para guru MUI Lombok Barat adalah berdakwah di sejumlah pertemuan taklim.

  • Latar Belakang Masalah
  • Identifikasi dan Batasan Masalah
  • Rumusan Masalah
  • Tujuan dan Kegunaan Penelitian
    • Tujuan
    • Kegunaan Penelitian
  • Kerangka Teoritik
    • Definisi Tuan Guru dan Tipologinya di Kalangan Masyarakat Lombok . 10
  • Kajian Terdahulu yang Relevan
  • Metode dan Pendekatan Penelitian
  • Sistematika Laporan Penelitian

Perspektif teoritis berupa tambahan wawasan dan pengetahuan tentang moderasi; pluralitas agama dalam perspektif Al-Quran yang muncul dari tafsir para guru besar yang tergabung dalam panitia fatwa MUI Lombok Barat. Al-Qur'an menginformasikan sikap moderat ini; Pluralitas agama khususnya berkaitan dengan aqidah, dalam kehidupan ini adalah sunnatullāh, dan dengan pluralitas itulah manusia diciptakan. Al-Quran menyatakan bahwa “setiap komunitas mempunyai kiblatnya masing-masing.

Dengan pemikiran di atas, kami ingin menekankan bahwa Al-Qur'an dan penerapan pemahamannya (penafsiran kontekstual) mengakui adanya moderasi beragama dengan berbagai aspeknya, termasuk pluralitas agama, dan menyerukan umat Islam untuk hidup berdampingan. kehidupan sampingan. berpihak secara damai dalam kerangka pluralitas (pluralisme). Moqsith berjudul: Perspektif Al-Qur'an Terhadap Kemajemukan Umat Beragama (Pascasarjana UIN Syarif Hidayatullah Jakarta: 2007).

Profil MUI Lombok Barat

  • Letak Geografis MUI Lombok Barat
  • Orientasi Program MUI
  • Garis-Garis Besar Program MUI Lombok Barat

Orientasi program MUI Lombok Barat 2020-2025 mengacu pada sembilan orientasi pelayanan MUI, yaitu: (1) Diniyah (keagamaan); (2) Irshādiyah (memberi arahan); (3) Istijābiyah (Responsif); (4) Hurriyah (mandiri); (5) Ta'āwuniyah (Mohon bantuannya); (6) Syuriah (Musyawarah); (7) Tasāmuḥ (Toleran dan Moderat); (8) Qudwah/Qiyadiyah (Terobosan); dan (9) Duwaliyah (Global). Sasaran program MUI Lombok Barat adalah seluruh umat Islam dan Ormas Islam Indonesia di Kabupaten Lombok Barat untuk: (1) mencegah segala bentuk separatisme, liberalisme, ekstremisme, radikalisme dan segala bentuk penyimpangan yang mengatasnamakan agama; (2) menyebarluaskan dan menginternalisasikan. Program umum merupakan program untuk jangka waktu lima tahun sebagai pedoman penyusunan program tahunan pada rapat kerja daerah (Rakerda) yang akan dilaksanakan oleh MUI Kabupaten Lombok Barat dan dapat dijadikan acuan dalam menentukan Kabupaten. program MUI.

Analisis Interpretasi Tuan Guru MUI Lombok Barat Terhadap Ayat-Ayat

  • Keimanan dan Kekufuran sebagai Urusan Pribadi
  • Petunjuk dan Hidayah Hanya Milik Allah SWT
  • Perbedaan dan Keragaman Kepercayaan sebagai Kehendak (Irādah) Allah

Terkait dengan moderasi beragama, kedua ayat tersebut telah dimaknai secara tepat oleh banyak guru MUI Lombok Barat. Ia juga pernah menjadi anggota DPR Kabupaten Lombok Barat dan DPR Provinsi NTB dari Partai PKS. Pattimura memandang kedua ayat tersebut merupakan ayat yang relevan untuk digunakan dalam konteks dakwah.

Selain itu ayat ini bertujuan untuk memberikan motivasi kepada setiap individu agar tidak berlebihan dalam berdakwah dan lalai dalam memaksakan kehendak, karena bagaimanapun setiap orang mempunyai hak dan pilihannya masing-masing. Jika ia mengikuti petunjuk Allah dan petunjuk Rasulullah, maka ia akan selamat, sebaliknya jika ia memilih jalan kesesatan, berarti orang yang menyimpang dari petunjuk Al-Qur'an akan menderita. Abdul Kahar menegaskan bahwa orang-orang yang beriman kepada Allah sebelum Rasulullah diutus, yakni kaum Yahudi dan Nasrani, serta orang-orang yang dianggap agama palsu oleh kaum Yahudi dan Nasrani, jika mereka beriman kepada Allah setelah Rasulullah. Allah diutus, lalu mereka.

Namun menurut para mutakalim/ulama yang dimaksud dengan “man āmana bi Allāh” adalah orang-orang yang beriman kepada Allah pada masa lampau (misalnya Yahudi dan Nasrani), kemudian memutuskan dan meneruskan keimanannya. Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan menyukai Anda sampai Anda mengikuti agama mereka. Begitulah, Yahudi dan Kristen merasa terpinggirkan, sehingga timbul rasa benci pada diri sendiri.

Nawawi pun mencoba membantah sebagian orang atau kelompok yang mengatakan bahwa ayat-ayat tersebut menunjukkan eksklusivitas Islam sehingga Islam dianggap sebagai agama radikal. Selain itu, ayat-ayat tersebut memberikan pilihan bagi orang-orang yang ingin berbeda keyakinan, sekalipun itu termasuk kekafiran sejati dan bid’ah. Penafsiran serupa juga disampaikan Ustadz Prosmala Hadisaputra Ph.D (candid.), Sekretaris Komisi Fatwa MUI Lombok Barat.

Gambar 1: Peta Konsep (Mind Map)  Tema-Tema Moderasi  dari Aspek  Akidah dalam al-Qur’an (Didesain oleh Peneliti)
Gambar 1: Peta Konsep (Mind Map) Tema-Tema Moderasi dari Aspek Akidah dalam al-Qur’an (Didesain oleh Peneliti)

Analisis Aktualisasi Ayat-ayat Moderasi Beragama pada Masyarakat Lombok

  • Do’a Lintas Agama
  • Perang Topat
  • Pelibatan Non-Muslim dalam Event Islami
  • Pelibatan Non-Muslim dalam Acara PHBI
  • Program Desa Sadar Kerukunan
  • Begawe Rapah
  • Gotong Royong Lintas Agama

Peristiwa tahunan sebagai aktualisasi ayat-ayat moderasi beragama di kalangan masyarakat Lombok Barat adalah perang Topat (Ketupat). Peristiwa Perang Topat yang melibatkan masyarakat Muslim dan Hindu Lombok Barat berlangsung di Pura dan Kemaliq Lingsar, Lombok Barat, NTB. Lebih lanjut, I Made Diate, anggota FKUB Lombok Barat, menambahkan salah satu bentuk tradisi kerukunan umat beragama yang masih kuat hingga saat ini adalah ritual perang tapat antara umat Islam dan Hindu.

Salah satu bentuk aktualisasi moderasi beragama pada masyarakat Lombok Barat adalah dengan keterlibatan non-Muslim dalam acara-acara Islam. Selain mengikuti pawai ta'aruf menyambut Hari Raya Idul Fitri, sikap moderasi beragama juga diwujudkan dengan sikap peduli terhadap generasi muda dan. Mereka berjaga sambil membagikan masker kepada jamaah Salat Idul Fitri di berbagai musala dan masjid di Desa Kuripan, Kecamatan Kuripan, Kabupaten Lombok Barat.

Aktualisasi moderasi beragama di kalangan warga Lombok Barat juga ditunjukkan dengan diadakannya program Desa Sadar Harmoni. Baru-baru ini warga dan pemerintah Desa Mareje bersama Pemerintah Kabupaten Lombok Barat (Lobar) menggelar Gawe Rapah. Pertarakan menjadi kuat karena adanya kerja sama semua pihak untuk menghidupkan, memperkuat dan memajukan pertarakan keagamaan.

Di Lombok Barat, salah satu bentuk aktualisasi moderasi beragama adalah toleransi dan kerjasama antar umat beragama yang diwujudkan dalam pembangunan masjid.

Gambar  1:  Aktualisasi  Moderasi  Beragama  pada  Masyarakat
Gambar 1: Aktualisasi Moderasi Beragama pada Masyarakat

52

Interpretasi Tuan Guru MUI Lombok Barat Terhadap Ayat-Ayat Moderasi

  • Keimanan dan Kekufuran sebagai Urusan Pribadi dalam Q.s. al-Isra’ (17)
  • Petunjuk dan Hidayah Hanya Milik Allah SWT dalam Q.s. al-Zumar: 36-

9 ـ سورة حزين كاظم «الرسالة المحمدية وعلامت الإسلام» في المعتمر 4. لصحتي وسلامتي وميراثي يطلبون أرضاً قاحلة وقد أعطيتها الكثير. من المواد الغذائية.. لا نمو في منطقة سهل البقاع. 9 سعد الدين مسعد الهلالي، "الاعتدال والواسطية عند الإمام محمد عبده"، 8. مجلة دار الإفتاء 9، رقم. يقول أبو سعيد بهوا يانغ بيجيلي إيتو أدالا فرمانيا، "دان جيليجي (بولا) كامي تيلاه كاليان (أومات الإسلام) أومات يانغ عادل" (البقرة: 143)، الوسط أرتينيا عادل.

Siapakah saksi kamu?" Nabi menjawab: "Muhammad dan kaumnya". Kemudian Muhammad dan kaumnya dipanggil dan dia berkata kepada mereka: "Adakah Nabi ini telah menyampaikan kepada kaumnya?" Mereka menjawab: "Ya" . Dan dia bertanya: "Bagaimana kamu tahu?" Mereka menjawab: "Nabi kami datang kepada kami dan memberitahu kami bahawa para rasul telah menghantar mesej mereka." Demikian firman-Nya, Imam Ahmad berkata, yang diriwayatkan kepada kami oleh Yunus ibn Muhammad, menceritakan kepada kami. oleh Daud bin Abul Furat, daripada Abdullah bin Buraidah, daripada Abul Aswadi yang meriwayatkan hadis berikut: Saya datang ke Madinah dan mendapati kota Madinah dilanda wabak, sehingga ramai di antara mereka meninggal dunia Ibnu Murdawaih berkata, Ahmed Ibn Usman Ibn Yahya memberitahu kami, Abu Kilaba Ar-Raqqas memberitahu kami, Abul Walid memberitahuku, Nafi' Ibn Omar memberitahu kami, Umayyah Ibn S̩afwan memberitahuku, daripada Abu Bakar Ibn Abu Zuhair al-Thakafi, daripada bapa itu yang berkata bahawa dia mendengar Rasulullah saw. Allah berfirman ketika dia berada di al-Banawah.

Menurut informan yang ditemubual penulis, terdapat empat perkara penting dalam kandungan Q.s. 1 Kazhim, "al-Risaleh al-Muhamadij wa Alamitat al-Islam", 441. Ibnu Abu Hatim berkata, ayahku menceritakan kepada kami, Abdurrahman ibnu Saleh menceritakan kepada kami, Abdurrahman ibnu Muhammad ibnu Abdullah al-Farazi menceritakan kepada kami. , dari Syeiban Nahwiu, diriwayatkan kepadaku oleh Qatadeh, dari Ikrime, dari Ibnu Abbasi, dari Nabi saw, yang bersabda: هي َلَع ْت َ. راحلا نِماtrak ْو ِةهنجْلاِ ااارْach: لاق,) ۙااريِذ ِذنهواesa ِشdam. Iklan memberitahu kami Daud , Falih Ibnu Suleiman memberitahu kami, daripada Hilal Ibnu Ali, daripada Ata IbnuJasar yang berkata bahawa dia pernah bertemu dengan Abdullah Ibnu Amr Ibnu al-'As, lalu bertanya: Ceritakan kepadaku tentang akhlak Rasulullah di dalam kitab Taurat. " Maka Abdullah Ibnu Amr Ibnu al-As menjawab: "Baiklah, demi Allah, ciri-ciri bala yang disebut dalam kitab Taurat adalah sama dengan yang disebutkan dalam al-Quran", iaitu seperti berikut.

Allah telah berbuat baik kepada kamu, dan janganlah kamu mencari kerosakan di dunia dan di bumi.” Allah tidak menyukai orang yang melakukan kerosakan.” Al-Qasas: 77. 1 Khadijah Musta'id, "al-Wastiyyah wa al-I'tidal: al-Thariq li Fahmi Ma'ni al-Islam", al-Jazeera, 1 9. 1 Samiyah Abd al-Wahhab Sha 'ban, "Mabda' al-Wasatiyyah wa al-I'tidal wa al-'Amal li al-2 0.

Aktualisasi Ayat-ayat Moderasi Beragama pada Masyarakat Lombok Barat 70

Menurut Suprapto, ditegaskan Widodo, makna simbolis dari perang Topat adalah kerukunan, dimana dua agama yang berbeda bisa secara bersamaan melakukan ritual di waktu dan tempat yang sama. Perang yang disimbolkan dalam Perang Topat tidak menimbulkan kerusakan atau kerugian di antara kedua belah pihak, namun semakin mengobarkan perasaan kekeluargaan. Dengan demikian, perang Topat merupakan bagian dari aktualisasi moderasi beragama yang ditunjukkan umat Islam dan Hindu di Lombok Barat.

Menurut Suprapto, upaya komunitas Muslim Lingsar Lombok Barat sebagai komunitas yang mengikuti ritual perang Topat dapat dilihat sebagai strategi membangun perdamaian antar komunitas suku dan agama yang berbeda. Selain itu, kehadiran pemerintah menjadikan tradisi perang topat sebagai acara budaya tahunan menjadi strategi tambahan. Pemerintah tidak hanya menjadikan Perang Topat sebagai strategi untuk memperkuat moderasi beragama, tetapi juga sebagai ajang pariwisata berbasis budaya.

Keterlibatan non-Muslim dalam acara-acara Islam merupakan wujud aktualisasi moderasi beragama pada masyarakat Lombok Barat. Begitu pula dengan perayaan umat Hindu seperti parade Ogoh-Ogoh yang secara tidak langsung juga didukung oleh umat Islam di Lombok Barat. Salah satu bentuk aktualisasi moderasi beragama pada masyarakat Lombok Barat adalah dengan dilibatkannya non-Muslim dalam acara PHBI.

Gotong royong dalam kearifan lokal masyarakat Lombok Barat tidak hanya berlaku bagi umat yang berbeda keyakinan, namun juga bagi umat yang berbeda agama.

Kesimpulan

Saran-Saran

Gambar

Gambar 1: Peta Konsep (Mind Map)  Tema-Tema Moderasi  dari Aspek  Akidah dalam al-Qur’an (Didesain oleh Peneliti)
Gambar  2:  Poster  Acara  Perang  Topat  di  Taman  Lingsar,  Lombok  Barat, Nusa Tenggara Barat
Gambar  1:  Aktualisasi  Moderasi  Beragama  pada  Masyarakat
Gambar 4 menunjukkan keikut-sertaan umat Budha desa Mareje, Lombok  Barat  dalam  pawai  MTQ
+5

Referensi

Dokumen terkait

Hasil pemaparan tafsir QS. al-Jum'ah oleh Tafsir al-Misbah dan Tafsir al-Wasith, tidak menemukan perbedaan pendapat yang signifikan mengenai penafsiran mereka terhadap

4/3/22, 7:24 AM IST AKPRIND Mail - [Jurnal Teknologi] Submission Acknowledgement "An Effect of Spray Configuration And Adsorbent Materi…