• Tidak ada hasil yang ditemukan

ISLAM LOMBOK :

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "ISLAM LOMBOK : "

Copied!
302
0
0

Teks penuh

Permasalahannya saat ini, banyak masyarakat Sasak di Lombok yang sadar atau tidak meninggalkan konsep dan penerapan budaya asli mereka sendiri. Dengan ungkapan orang Sasak di Lombok “nenek kaji sak yang maha kuasa”, maka nenek moyang orang Sasak pada dasarnya adalah penganut kepercayaan tauhid;

Kata Sambutan

PENDAHULUAN

  • Pendidikan Karakter Sebagai Ruh Pendidikan di Indonesia
    • Pendidikan Akhlak Ibnu Miskawaih

Syakur, Islam dan Kebudayaan: Pembudayaan Nilai-Nilai Islam pada Kebudayaan Sasak (Yogyakarta: Penerbit Adab Press. 14Fathurrahman Muhtar, “Penguatan Nilai-Nilai dalam Pendidikan Keagamaan dan Budaya (Menciptakan Karakter Setia dan Kompetitif)” dalam Warni Djuwita dkk., Membangun masyarakat masa depan: Kumpulan pemikiran ulama Lombok tentang pendidikan karakter (Mataram: Dewan Riset Daerah NTB.

الْ

ﻠﻨﱠ ﺲِ ﻔْ

ﻋِﻴَ دَاﺔٌ

وِيﱠ رَ

حَﺎلُ

اﳌِْ

جِ ﺰَاﻹِْنكَﺎ

نِ ﺎﺬِاﻟﱠ

أيْ

ﺬِ ﺎﻟﱠيْ

أدْنَ

ﻰﺻَ

كًﺎﻣُ

ﺎﻟُ

وَاﻟﺘﱠ

أ َوﱠ

ﺄ َوﱠ

Pendidikan Akhlak Imam al-Ghazali

Lihat juga Hasyim Asy'ari, Pendidikan Karakter Ciri-ciri Pondok Pesantren (Adab al-'Alim wa al-Muta'allim) trans. Lebih lanjut Imam al-Ghazali menegaskan, akhlak harus berupa ketaatan dan ibadah yang sesuai dengan perintah Allah SWT.

ﺎ اﻟْ

ﻟْﻌِ اﻠْ

وَاﻟْﻌَ

ءِ ﺪَااﻟ

Pendidikan Karakter Thomas Lickona

Karyanya ditampilkan sebagai cerita sampul di majalah New York Times, “Mengajar Johnny menjadi Tuhan” dan dianugerahi Penghargaan Prestasi Seumur Hidup Sanford N. McDonnell tahun 2001 dalam Pendidikan Karakter. Thomas Lickona mengemukakan enam pengetahuan moral, enam perasaan moral, dan tiga tindakan moral yang merupakan ciri-ciri karakter yang baik.

Local Wisdom Masyarakat Sasak dalam Ragam Budaya di Indonesia

Kearifan ekologis menjadikan masyarakat arif dan bijaksana terhadap lingkungannya 47 Kearifan ekologis ini merupakan wujud ekspresi budaya material (budaya benda) maupun budaya takbenda masyarakat Sasak. Dalam realitas sosial sehari-hari, masyarakat Sasak merupakan masyarakat yang rukun, naturalistik (menyatu dengan alam: darat dan laut), tidak menyukai konflik, mudah menerima orang lain (multikultural), sederhana, tidak ambisius (makna politik), ramah. , tidak suka dikhianati, mempunyai ikatan kekeluargaan yang kuat dan taat kepada penguasa (sosial, politik, agama) yang sebenarnya berkuasa.

Model Implementasi Budaya dalam Pendidikan Karakter Moderasi Beragama

  • Internalisasi Nilai
  • Moderasi Beragama Kemendikbud

Proses internalisasi nilai menggunakan tahapan Muhaimin yang membaginya menjadi tiga tahapan, yaitu transformasi nilai, transaksi nilai, dan transinternalisasi nilai. Teori internalisasi nilai tersebut di atas digunakan untuk mengungkap tahapan proses internalisasi nilai pendidikan karakter moderat religius pada masyarakat Sasak Lombok Nusa Tenggara Barat.

اﻟﺘﱠ

ﺳﱡﻂُ

ﺎدﱠ ﻦِ ﻳْ

ﺑِﺎﻟ ﻤَﺎ

ﺘﱠﺄ Cِ، ﺛِBْ

اﻟﻄﱠ

اﳌُْ

ﻳَﺄﺧُ

ىﻣُ

ﺑِﻠِ ﻘَﺎﮫِ

Moderasi adalah posisi tengah antara dua pihak yang sama atau berbeda, sehingga tidak menimbulkan perilaku berlebihan dengan mengambil hak dari pihak lain. Menurut Abdurrahman Hasan Habkah al-Maidani, posisi tengah bukan berarti benar hanya pada posisi tengah saja.

أنﱠ

ﻴﱠﺔَ

أنْ

اﺋِ دَ

ﻨِّ اﻟﻒِﺼْ

ﺎﻣً

ﺎﻳَ

أﻣْ

اﻟﻨﱠ

تِ ﻴﱠﺎ وَ

اﻟﺴﱡ

ﻦﱠاﳌُْ

اﻟْ

ﺔِ ﻴﱠأَ

ﺎدﱠ ﻦِ ﻳْ

ﻤَﺎﻃَ

نِ ﺎﻣُﺘَ

Moderasi Beragama MUI

75 https://www.besarislam.co/moderasi-pendidikan-muhammadiyah- dan-nu-di-indonesia/ diakses 10 Februari 2020 pukul 08.40 WIB. Lebih lanjut Azyumardi Azra mengungkapkan, moderasi Islam di Indonesia sebenarnya sudah mapan karena konsep Islam Nusantara ala NU dan Islam progresif ala Muhammadiyah sebenarnya adalah Islam wasathiyyah (Islam moderat). Oleh karena itu, perlu dilakukan penguatan kembali moderasi Islam melalui ormas-ormas Islam, khususnya NU dan Muhammadiyah.77.

Seluruh lembaga pendidikan yang ada di masyarakat mulai dari informal, nonformal hingga formal; Mulai dari tingkat keluarga hingga tingkat negara, terdapat bagian-bagian yang saling mendukung untuk mewujudkan pendidikan karakter. Pembentukan karakter moderasi beragama termasuk dalam rangka pendidikan nilai di lingkungan keluarga dan masyarakat. Dalam lingkup yang lebih luas, keluarga dan masyarakat lokal tidak bisa lepas dari kerangka budaya, dalam hal ini budaya Sasak.

Oleh karena itu pada bab ini membahas tiga hal yaitu apa yang menjadi acuan masyarakat Sasak dalam bidang pendidikan karakter untuk moderasi beragama.

Kerangka Budaya Masyarakat Sasak dan Nilai Moderasi Beragama

Peristiwa-peristiwa besar dalam kehidupan manusia, mulai dari masa kanak-kanak hingga kematian, juga kaya akan perpaduan ajaran Islam dan ekspresi budaya dalam kehidupan masyarakat Sasak. Tradisi merariq (perkawinan) pada masyarakat Sasak diakhiri dengan acara begawe (walīmah al-'ursy) yang sebenarnya kuat dalam ajaran ta'āwun dan persahabatan dalam ajaran Islam. Secara sukarela, anggota masyarakat lainnya akan datang dan membawa beras atau gula ke rumah epen gawe (shāhibul hājat) sebagai perwujudan semangat gotong royong antar individu dalam masyarakat Sasak.

Dalam patennya, masyarakat Sasak akan mengadakan peringatan malam setelah satu hari berlalu sejak pemakaman almarhum. Hal tersebut merupakan bagian tidak terpisahkan dari adat istiadat yang menjadi acuan masyarakat Sasak dalam mengatur kehidupan dan pergaulan sosialnya. Dalam lembaga adat yang dianut masyarakat Sasak seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, terdapat nilai-nilai dan ajaran Islam yang menjadi ruhnya.

Masyarakat Sasak mempunyai nilai-nilai induk dan turunan dalam peraturan atau lembaga teknis adat yang kesemuanya berkaitan dengan nilai dan ajaran Islam.

Pemahaman Masyarakat Sasak tentang Moderasi Beragama

Sebaliknya, kita belajar untuk tidak mencela agama masing-masing dan itu juga diajar di sekolah. Jika ada penyembahan agama lain, contohnya, agama lain melakukan ibadat di dalam gereja, kita tidak boleh mengkritik agama lain dan kita sentiasa menghormati mereka 113. Dalam konteks ini, saya belajar bahawa, seperti menghormati apabila ada agama lain yang menyembah, kita tidak boleh mengganggu mereka.

Kami ajari mereka untuk tidak mengganggu orang lain yang sedang menjalankan ibadahnya.”122 Arudi mengatakan, “Misalnya, kalau agama lain salat, saya ajarkan anak-anak untuk menghargai antaragama karena kita juga sangat dihormati oleh agama lain.” 123 Kata Istiarah. Saya belajar bahwa kita tidak boleh mengganggu upacara keagamaan lain seperti Nyepi, kita tidak boleh mengganggu apa yang dipahami dalam agama itu, kita tidak boleh mengganggu dengan cara seperti itu.”124 Herniwati menekankan, “Bagaimana agar aman dari pemeluk agama lain. ” 125. Itu yang saya ajarkan kepada anak-anak.”128 Saripah menekankan: “Yang paling sederhana adalah saya mengajarkan mereka untuk tidak berkelahi dan selalu menghormati pendapat agama lain.”129 Rusihan menambahkan: “Seperti yang saya katakan sebelumnya, kita harus menghormati satu sama lain. “130.

Saya masih mengajar anak saya untuk memeluk Islam sahaja, saya tidak pernah mengajarnya untuk memeluk agama lain, tetapi kami tetap mengingatkannya. 161.

Pendidikan Karakter Moderasi Beragama di Lingkungan Keluarga Sasak

Sosok dan peran guru menduduki posisi penting dalam topik pendidikan di lingkungan keluarga Sasak. Saat ini tidak mungkin membicarakan masyarakat Sasak tanpa menyertakan peran guru dalam mewarnai pendidikan di lingkungan keluarga Sasak. Peran pendidikan guru pada umumnya melekat pada nama gelarnya; Tuhan (Yang Mulia Yang Maha Agung, yang menunaikan ibadah haji) dan Guru (pendidik yang ilmu agamanya luas dan mendalam).

Masyarakat Sasak mengenal ajaran seseorang setelah melihat, mendengar, merasakan kedalaman akhlak dan ilmu gurunya. Turmuzi Bagu, Tuan Guru Abhar Pagutan, dan sebagainya dari sekian banyak guru ulung yang berpengaruh di masyarakat Sasak.230. Membaca Islam Sasak berarti membaca dakwah, pendidikan dan keteladanan para waliyullah dan guru ulung tersebut.

233Masnun Tahir, "Tuan Guru and the Dynamics of Islamic Law in Lombok" Asy-Syir'ah Journal 42, no.

Identitas, Karakteristik Budaya, dan Pola Pendidikan Moderasi Beragama Keluarga Sasak

Tetraloginya yang paling terkenal adalah serangkaian kritik terhadap nalar Arab (naqd al-'aql al-'arabī), diawali dengan pembentukan nalar Arab (takwīn al-'aql al-'arabī), struktur nalar Arab (bunyah al-'arabi). -'aql al-'arabī), alasan politik Arab (al-'aql al-siyāsī al-'arabī), dan alasan etika Arab (al-'Āl al-akhlāqī al-'arabī). Jawabannya tidak sederhana karena identitas terdiri dari banyak elemen dan lapisan; terbuka terhadap perubahan; dan bergerak dari kondisi aktual ke kondisi ideal.248 Semuanya harus dianggap sebagai jawaban yang mendekati kebenaran tentang apa sebenarnya jati diri orang Sasak. Dalam banyak literatur, Sasak Lombok adalah dua kata yang tidak dapat dipisahkan; dua kata yang menggambarkan Pulau Lombok sebagai rumah suku Sasak atau menggambarkan budaya/cara hidup yang tumbuh dan berkembang di sana.

Mata air dan hutan secara historis dilindungi.”252 Sebagian besar mata air yang mengalir melalui Pulau Lombok berasal dari Gunung Rinjani. 254 Yang unik dalam konteks ini adalah hari bau nyale (penangkapan nyale, sejenis cacing laut yang muncul setahun sekali) didasarkan pada penanggalan Rowot, yaitu penanggalan Sasak yang terutama dijadikan patokan pengelolaan. pertanian. negara. Terdapat unsur penduduk asli/asli penduduk Pulau Lombok sejak zaman prasejarah, terdapat unsur kebudayaan Jawa Majapahit yang meluas ke Lombok pada masa Raja Hayam Wuruk, unsur kebudayaan Bali yang dibawa pada masa penaklukan Kerajaan Karangasem sejak tahun 1672. , dan – tentunya – pengaruh penyatuan kekuasaan di bawah NKRI sejak proklamasi kemerdekaan Indonesia pada tahun 1945.

Artinya ketika Islam masuk ke Lombok, masyarakat Sasak sudah mapan dengan sistem dan adat istiadatnya.

أ َﻣﱠﺎ

Husain Mu'nis, seorang sejarawan Mesir, menulis buku "al-Islām al-Fātih" untuk membuktikan bahwa Islam menaklukkan hati masyarakat Andalusia, Cina, Asia Tenggara, Afrika dan banyak negara lainnya dengan cara yang tidak terbayangkan sebelumnya. . .

ﺎﻟِ ﺴَ

ﻹِْ اﺳْ

اﻷَْ

اﻧْ

ﻹِْ اﺳْ

ﺑِﺎﻟ مُ

وَاﻟْﺒَ

ﺑِﺎلْ

اﺧْ

جِﺒَ الْ

ﺎلُ

وَاﻟ

وَأوْ

لِ ﺎأَ

اﺷْ

ﻔﱠﺎ وَﻣِ رَ،

ﺪﱠثُ

اﻟﻨﱠﺎ

ﻮا ﺘِّ اﻟ

ﺎرَ

وَاﻷَْ

وَأﺧَ

اﻟﺪﱠ

عِ ﺮَاﺑِﺎﻧْ

ﺎرِ ﺸَ

ﻴَﺎوَا

ﺎحَ

ﻴَﺎﺣَ

ﻤﱠهَﺎ

ﻠﱠهَ

Pendidikan Karakter Moderasi pada Pranata Budaya Sasak

Terdapat kepercayaan mendalam yang tertanam dalam minda jemaah atau masyarakat Sasak apabila diberi nasihat oleh Tuan Guru. Guru, anda mempunyai banyak sumber ilmu berkat dunia ini. Kedua, kata guru, mereka yang lari daripada guru akan diberikan pemimpin yang zalim.

Apalagi pandangan guru tidak lepas dari kehidupan masyarakat di seribu masjid tersebut. Telah disebutkan sebelumnya bahwa orang yang menentukan rencana wacana keagamaan dalam masyarakat Saxon adalah guru utama. Sebab para guru Lombok satu jaringan pendidikan/ilmiah/tempur dengan ulama militan di nusantara.

Ini adalah bagian yang berbeda dari sejarah guru-guru master di Gumi Lombok dibandingkan di tempat lain.

Upaya Masyarakat Sasak dalam Mengkonservasi dan Mengembangkan Karakter Moderasi Beragama

Sejak masa Kerajaan Selaparang, masa pendudukan Belanda dan Jepang, masa mempertahankan kemerdekaan hingga kemerdekaan Indonesia, para guru ulung tidak pernah lepas sepenuhnya dari ranah politik kekuasaan. Para guru pengajar hadir agar kesejahteraan rakyat terus terjaga, agar tidak dizalimi oleh pihak-pihak yang tidak punya belas kasihan dan peduli terhadap nasib rakyat.325. Infrastruktur jalan telah meningkat secara drastis; hotel-hotel baru muncul; kawasan wisata Mandalika menjadi favorit nasional; Pulau Lombok bahkan telah mendapatkan beberapa penghargaan internasional di bidang wisata halal.

Ada lompatan besar ke depan untuk mengejar ketertinggalan daerah lain, namun di saat yang sama pelestarian nilai-nilai kearifan lokal warisan nenek moyang semakin mendesak untuk dirawat dan dikembangkan agar tidak tergerus. oleh arus perubahan zaman. Ketika kemajuan dalam dimensi materi mengalami lompatan yang signifikan, NTB bahkan ditugasi seorang gubernur yang berprofesi sebagai guru dan dilanjutkan oleh seorang intelektual ahli ekonomi dengan latar belakang partai Islam yang terbukti; ketika arus masyarakat khususnya wisatawan lokal dan mancanegara dari berbagai latar belakang dan gaya hidup mulai berdatangan melalui Bandara Internasional Lombok (BIL), Pulau Lombok hadir dengan program/branding pariwisata halal yang mendapat pengakuan internasional; ketika beberapa produsen di bidang ekonomi dan keuangan mulai tumbuh pesat, Bank NTB bertransformasi total menjadi bank syariah; Ketika ada kekhawatiran nilai-nilai luhur Islam sebagai ciri khas masyarakat Lombok akan terkikis oleh perubahan besar tersebut, maka tiga masjid ikonik/Islamic center hadir di Pulau Seribu Masjid, yakni Masjid Hubbul Wathan Islamic Center di Kota Mataram, Masjid Nurul Bilad di kawasan wisata Mandalika dan Masjid Raya Indah di Kota Praya Lombok Tengah. Dalam perspektif nilai-nilai moderasi beragama, gerakan-gerakan yang berlawanan ini akan bertemu di tengah-tengah untuk menjaga masyarakat Sasak pada jalur yang moderat, jalur yang terbuka terhadap perubahan namun tidak kehilangan nilai-nilai aslinya.

Masyarakat Sasak berupaya untuk terus melestarikan bentang alam Pulau Lombok dengan tetap mencerminkan Islam dan Sasa pada saat yang bersamaan.

Referensi

Dokumen terkait

ibn Iyad, Imam Muhammad ibn Syafi’i.15 Aliran Syafi’i memiliki jumlah besar murid yang berasal dari berbagai penjuru, diantara yang terkenal adalah: ar-Rabi’ ibn Sulaiman al-Marawi,