KELOMPOK 6
Helda Viniasari (K3317036) Nanda Putri Pertiwi (K3317052)
Stya Rahma (K3317068)
Yuli Iswanti (K3317076) Jawaban pertanyaan dari kelompok 1 Diah Ayu Saputri (K3317022)
Jika kekurangan yodium dapat menyebabkan penyakit gondok, bagaimana mekanisme bermanfaatnya yodium yg terkandung dalam garam meja pada penyakit tersebut ? Yodium dalam tubuh adalah untuk sintesis hormon tiroid yang berlangsung didalam kelenjar tiroid, kelenjar tiroid atau gondok yang membesar merupakan defisiensi yodium yang paling nyata. Jika yodium tidak diperoleh dari konsumsi,maka tubuh akan mengaktifkan mekanisme stimulasi melalui rangsangan hormon lain yang diproduksi oleh kelenjar di daerah otak dikenal sebagai Thyroid Stimulating Hormon (TSH). Akibat mekanisme tersebut akan terjadi gangguan keseimbangan metabolisme yang dapat menimbulkan berbagai kelainan fisiologis.
Kondisi inilah yang disebut sebagai Gangguan Akibat Kekurangan Yodium dengan kelainan yang timbul dapat berupa : a). Pembesaran kelenjar gondok pada leher, b).Gangguan perkembangan fisik, c). Gangguan fungsi mental, yang dapat berpengaruh terhadap kehilangan Intelligence Quotient (IQ) point yang identik dengan kecerdasan dan produktivitas. Maka, secara patofisiologis terdapat hubungan antara variasi metabolisme yodium dan hormon tiroid pada berbagai tingkat tumbuh kembang manusia. Makin dini terjadinya defisiensi yodium akan semakin berat dan ireversibel akibatnya. Makin lama menderita gondok endemik akan makin sering ditemukan gondok noduler dan hipotiroidi, terutama setelah pemberian suplementasi yodium.
Jawaban pertanyaan dari kelompok 2
Bagaimana reaksi kimia yg terjadi dalam pembuatan garam meja? (Retno Kusuma Astuti K3317060)
Pelarutan garam pada air :
NaCl (s)+ H2O(l) NaCl (s) + H2O(g)
Penghilangan impuritis dari produk garam dapat dilakukan dengan proses kimia, yaitu mereaksikannya dengan Na2CO3 dan NaOH sehingga terbentuk endapan CaCO3 dan Mg(OH)2. Reaksi kimia yang terjadi adalah sebagai berikut:
CaSO4 + Na2CO3 CaCO3 + Na2SO4
putih
MgSO4 + 2NaOH Mg(OH)2 + Na2SO4
putih
CaCl2 + Na2SO4 CaSO4 + 2NaCl
putih
MgCl2 + 2NaOH Mg(OH)2 + 2NaCl
putih
CaCl2 + Na2CO3 CaCO3 + 2NaCl
Putih
Jawaban Pertanyaan kelompok 3
Apakah penggunaan natrium siklamat dan natrium benzoat bisa digantikan dengan zat lain?
kalo bisa gantinya pake zat apa?
Jawab:
Mohon maaf untuk percobaan pembuatan garam meja tidak menggunakan bahan natrium benzoat ataupun natrium siklamat, kami memakai natrium phospat/natrium karbonat seperti pada modul. Dimana penambahan natrium karbonat pada percobaan digunakan untuk mengikat kotoran sehingga dapat memutihkan kristal garam (sebagai pemutih). Lalu endapan yang terbentuk disaring dan tapisan terakhir diuapkan sampai airnya habis menguap sehingga tinggal kristal-kristal garam yang terbentuk. Fungsi natrium phospat untuk mempertahankan kondisi yang stabil yaitu menetralkan efek asam dari klorin (berasal dari garam dapur) dan meningkatkan pH. Sehingga akan menghasilkan garam yang memliki tekstur yang lebih baik.
Jadi pada percobaan tidak menggunakan natrium benzoat ataupun natrium salisilat Jawaban Pertanyaan kelompok 4
apakah ada spesifikasi khusus garam yg akan dibuat? Kemudian apa bedanya dengan garam yg biasa kita pakai? Jika menggunakan garam kasar, apakah ada perbedaan? Bedanya apa?
Jawab :
Garam yang akan dibuat adalah Garam meja merupakan garam yang biasa digunakan saat memasak. Garam ini sudah melewati banyak pengolahan sehingga mempunyai tekstur yang sangat halus dan juga sudah diperkaya dengan yodium.
Bedanya garam meja dengan garam dapur yang biasa kita pakai adalah Garam dapur dibuat dengan proses yang sederhana, tepatnya dengan cara penguapan air laut. Karena alasan inilah garam ini disebut ssebagai garam yang paling alami dan memiliki tekstur yang masih cenderung kasar. Sementara itu, garam meja didapatkan dari hasil pertambangan yang biasanya berasal dari dalam tanah. Setelahnya, garam ini harus melalui beberapa proses yang
rumit demi menghilangkan berbagai kandungan mineral lain yang menempel. Berbagai proses ini membuat garap meja memiliki tekstur yang cenderung lebih halus dan juga lebih mudah terlarut dalam air. Kita juga bisa menemukan garam meja yang diberi zat adiktif dan tambahan kandungan gizi lainnya agar tidak mudah menggumpal dan menyerupai garam dapur. Jadi bedanya tampak pada bentuk dimana garam meja lebih halus dan garam dapur kasar.
Pembuatan garam meja dari garam kasar akan menghasilkan hasil yang sama yaitu garam meja yang berbentuk halus dan bersih karena telah melewati proses pemutihan dengan bahan natirum karbonat yang akan mengikat kotoran-kotoran.
Jawaban dari Kelompok 8
menurut anda bagaimana mempertahankan persediaan garam pada saat musim hujan dan minin sinar matahari?
Jawab :
Petani garam setiap kali panen tidak langsung menjualkan seluruh hasil panennya tetapi hanya sebagian saja yang dijual sehingga saat musim hujan masih ada persediaan garam. Hal ini dilakukan karna saat musim hujan, petani garam tidak dapat menghasilkan garam mengingat pembuatan garam membutuhkan sinar matahari.
Jawaban pertanyaan kelompok 6
Kenapa digunakan panci email? Lalu apa kegunaan dari natrium phosphat dalam pembuatan garam meja?
Jawab :
karena panci email aman di gunakan tidak mempengaruhi rasa dan bau,, tahan panas, asam dan garam.
Fungsi natrium fosfat : meningkatkan efisiensi pencuci dari surfaktan dengan cara menon- aktifkan mineral penyebab kesadahan air.
Jawaban kelompok 7
Salah satu tantangan pembuatan garam meja adalah prosesnya yang lebih rumit dari pembuatan garam-garam yang lain. Dimana ada penghilangan mineral yang ikut dalam penambangan. Kira-kira inovasi apa yang bisa dilakukan agar proses ini lebih efektif dan efisien. Lalu bagaimana cara kalian ketika musim penghujan mengingat negara Indonesia memiliki intensitas curah hujan yang tinggi agar kalian bisa tetap produksi garam meja.
Apakah membutuhkan pemanasan dgn sinar matahari yang lama seperti garam laut atau bagaimana? Dan jelaskan bagaimana creative marketing yang akan kalian lakukan agar dapat menjual produk garam meja ini di pasaran mengingat banyak jenis garam yang lain.
Jawab :
untuk lebih efisein bisa menggunakan cara modern. proses produksi garam dari air laut telah menggunakan berbagai macam teknologi sehingga tidak lagi bergantung terhadap panas matahari. Contoh teknologinya adalah evaporasi cahaya buatan (artificial evaporation), evaporasi tekanan (vacuum evaporation), dan ion-exchange membrane electrodialysis.
Artificial evaporation adalah metode sederhana di dalam ruangan dengan memasak air laut yang akan diambil garamnya, atau menggunakan cahaya lampu sebagai pengganti panas matahari untuk melakukan proses penguapan air laut. Proses produksi garam dengan teknologi vacuum evaporation adalah dengan cara memasukkan air laut ke dalam sebuah bejana vakum guna menurunkan titik didih dari air laut tersebut sehingga air laut akan menguap pada suhu rendah dan menyisakan kerak garam pada bejana. Untuk lbh menarik bisa di perbaiki secara pengemasan dan promisinya.