• Tidak ada hasil yang ditemukan

148130041 - Jean Glusevic Purba - Fulltext

N/A
N/A
Muara Jalai

Academic year: 2023

Membagikan "148130041 - Jean Glusevic Purba - Fulltext"

Copied!
65
0
0

Teks penuh

Tugas akhir merupakan salah satu syarat untuk memperoleh gelar sarjana teknik mesin dari UNIVERSITAS MEDAN AREA. Dengan menggunakan mesin pengering diperoleh hasil dalam satu kali produksi bertahan 1 jam dan kadar air yang diuapkan sebesar 10,97% pada suhu 70 0C. Penulis memanjatkan puji dan syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas kasih dan karunia-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan tugas akhir ini tepat pada waktunya.

Tugas akhir ini merupakan salah satu syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Program Studi Teknik Mesin UNIVERSITAS MEDAN AREA. Tn. Zulfikar, ST, MT, selaku dosen pembimbing II yang membantu menyempurnakan tugas akhir penulis. Kepada para dosen dan staf di Jurusan Teknik Mesin yang telah membimbing dan membimbing penulis dalam menyelesaikan tugas akhirnya.

Rekan-rekan Fakultas Teknik Mesin Universitas Medan Area yang telah memberikan dukungan dan semangat kepada penulis dalam menyelesaikan skripsinya. Cindy Claudya Siahaan yang selalu setia mendampingi penulis dan mendukungnya dalam menyelesaikan tugas terbarunya. Akhir kata penulis berharap semoga skripsi ini dapat bermanfaat bagi perkembangan teknologi khususnya dalam bidang proses manufaktur, namun disisi lain penulis sadar masih banyak kekurangan dan kesalahan dalam penulisan, penelitian dan pengisian. laporan dan sejenisnya, sehingga penulis tetap sangat mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun demi penyempurnaan skripsi ini.

Segala puji penulis panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, semoga tugas akhir ini bermanfaat bagi para pembaca dan akhir kata penulis ucapkan terima kasih.

PENDAHULUAN

Latar Belakang

Saat ini proses pengeringan bawang merah di Sumut masih dilakukan secara konvensional yaitu dengan pengeringan menggunakan bantuan tenaga surya. Namun ketika musim hujan, bawang merah tidak bisa dijemur dan kualitasnya menjadi rendah sehingga harga jualnya pun rendah. Selain menjemur di bawah terik matahari, penjemuran di kawasan Samosir dilakukan dengan cara menjemur di loteng rumah.

Saat ini banyak peneliti yang mengembangkan alat pengering, termasuk desain pengeringan biji kopi dengan menggunakan sinar matahari [1]. Namun alat ini masih mempunyai kekurangan yaitu kurang maksimal karena bergantung pada sinar matahari dan harus digunakan pada tempat yang cukup tinggi untuk mencapai suhu tertinggi, selalu bergantung pada sinar matahari dan cuaca. Alat pengering sudah banyak diciptakan di masyarakat, namun masih terdapat kekurangan dari alat pengering tersebut seperti yang diteliti oleh [2].

Rumusan Masalah

Maksud Penelitian

Batasan Permasalahan

  • Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pengeringan
  • Prinsip Perancangan Alat Pengeringan
  • Macam-macam Alat Pengering 1. Pengering untuk Zat Padat dan Tapal

Dasar dari proses pengeringan adalah air yang ada di udara menguap karena adanya perbedaan kandungan uap air antara udara dan bahan yang akan dikeringkan. Suatu proses pengeringan dimana bahan dimasukkan ke dalam mesin pengering hingga produk keringnya keluar, setelah itu ditambahkan bahan berikutnya. Pada sistem ini panas pengeringan diperoleh dari dinding pemanas yang bersentuhan dengan bahan yang akan dikeringkan secara konduksi.

Pengeringan dipengaruhi oleh dua kelompok faktor, yaitu faktor yang berhubungan dengan udara pengering dan faktor yang berhubungan dengan sifat-sifat bahan yang dikeringkan. Faktor-faktor yang termasuk pada kelompok pertama adalah suhu, kecepatan volumetrik, aliran udara pengeringan dan kelembaban udara. Faktor yang termasuk dalam kelompok kedua adalah ukuran bahan, kadar air awal dan tekanan parsial dalam bahan.

Suhu dan waktu pengeringan dikontrol dengan melengkapi kotak pengering dengan alat pemanas, seperti aliran udara panas atau alat pemanas lainnya. Suhu pengeringan akan mempengaruhi kelembaban dalam pengering dan kecepatan pengeringan bahan. Perbedaan suhu ini disebabkan oleh adanya aliran udara panas pada permukaan benda yang akan dikeringkan yang suhunya lebih dingin.

Lapisan bahan yang akan dikeringkan secara perlahan dialirkan ke atas logam melalui pengering atau terowongan yang dilengkapi kipas angin dan pemanas udara. Baki atau rak pengering berbentuk persegi dan berisi rak-rak yang digunakan sebagai tempat mengeringkan bahan. Beberapa mesin pengering jenis ini memiliki rak dengan roda sehingga dapat dikeluarkan dari mesin pengering.

Dengan alat pengering ini, selain bisa langsung meletakkan bahan di rak, Anda juga bisa menyebarkannya di wadah lain, misalnya di nampan dan nampan. Kipas angin biasanya digunakan selain pemanas udara untuk mengatur sirkulasi udara pada mesin pengering. Arah aliran udara panas pada alat pengering dapat dari atas ke bawah atau dari bawah ke atas, tergantung dari besar kecilnya bahan yang dikeringkan.

Karakteristik Bawang Merah

  • Kadar Air Pada Bawang Merah

Udara yang telah melewati kipas masuk ke dalam alat pemanas, pada alat ini udara dipanaskan terlebih dahulu kemudian didistribusikan ke rak-rak yang berisi bahan. Kadar air bawang merah sebelum dikeringkan adalah 75-80%, dimana bawang dalam keadaan seperti ini lebih mudah membusuk karena lapisan bawang merah sangat rentan terhadap air, oleh karena itu agar bawang merah lebih awet maka kadar airnya dikurangi. melalui proses pengeringan.

Blower

  • Prinsip kerja Blower

7 Alasannya pertama-tama adalah pengurangan arus start yang tinggi (yang berarti menghemat energi dan melindungi motor). Dan yang kedua, khusus untuk blower atau hiburan, untuk mengurangi daya hisap yang tinggi, agar tidak ada benda atau bahkan orang yang tersedot ke dalam rotor sehingga merugikan kita atau merusak rotor. Pengalaman menunjukkan bahwa sudu-sudu rotor kendor dan housing-nya robek, sehingga agar sudu-sudu terlempar, arah rotor harus radial atau mengelilingi rotor.

Thermometer

  • Jenis – jenis Thermometer

Termometer jenis ini digunakan khusus untuk mendiagnosis penyakit dan umumnya diisi dengan air raksa atau alkohol. Termometer klinis memiliki lekukan agak sempit di bagian atas wadahnya, yang berfungsi untuk memastikan suhu yang ditampilkan setelah pengukuran tidak berubah setelah termometer dikeluarkan dari tubuh pasien, dan skala termometer ini berubah dari 35 derajat Celcius menjadi 42 derajat Celcius.. Agar termometer ini peka terhadap perubahan suhu, maka dinding termometer dibuat setipis mungkin dan jika memungkinkan terbuat dari bahan yang bersifat konduktif.

Termometer ini sama dengan termometer lainnya hanya saja skalanya saja yang berbeda, skala pada termometer ini berkisar antara -50 derajat celcius hingga 50 derajat celcius. Prinsip kerja termometer digital sama dengan prinsip kerja termometer lainnya yaitu dengan cara pemuaian, termometer ini menggunakan bahan logam sebagai sensor suhu, yang kemudian memuai, kemudian pemuaian tersebut diterjemahkan oleh rangkaian elektronik dan ditampilkan dalam bentuk digital. nomor yang bisa dibaca. Termometer ini menggunakan bimetal sebagai bahan utamanya, bila terkena panas maka bimetal akan mempunyai koefisien yang lebih rendah.

Sambungan tersebut kemudian akan disambungkan pada jarum dan jarum tersebut akan menunjukkan angka tertentu, angka yang ditunjukkan oleh jarum tersebut adalah suhu benda yang diukur.

Pemeriksaan Karakteristik Besi dan plat

Mesin Gerinda

Fungsi Utama Mesin Gerinda

  • Kecepatan Putaran Mesin Gerinda
  • Pengelasan
  • Perancanaan pengelasan
  • Konstruksi Rangka Rak
  • Teori Kegagalan
    • Teori Tegangan maksimum (Maximum sheare stress)
    • Teori Energi Distrorsi (Distrotion energy)
  • Pengujian Mesin
  • Kapasitas Mesin
  • Suhu Ruangan
  • Pelaksanaan Pembuatan
  • Metode Kajian
  • Tahap Persiapan Bahan Dan Alat a. Bahan
  • Proses Pembuatan
    • Proses Pemotongan
    • Proses Pemasangan
    • Metode penyambungan
    • Proses Finising
  • Kesimpulan
  • Saran

Dalam pembuatan mesin pengering bawang merah, perlu diketahui tekanan geser pada rangkanya agar dapat diketahui berapa besar tekanan geser yang ada. Untuk menghitung kuat tekan geser pada mesin pengering bawang merah dapat dihitung secara teoritis dengan menggunakan rumus. Masing-masing mesin pengering mempunyai ruang untuk menampung bahan olahan atau bahan yang akan dikeringkan, yang mempunyai kapasitas muat yang ditentukan sesuai dengan tempat penggunaan alat tersebut, dimana mesin pengering bawang merah yang dirancang untuk produksi dalam negeri ini mempunyai kapasitas yang telah ditentukan yaitu 7 kg Kapasitas ini dirancang karena mesin tersebut dibuat untuk produksi dalam negeri saja.

Pada mesin pengering terdapat rak/nampan pada mesin ini yang digunakan pada mesin yang berfungsi sebagai tempat mengeringkan bawang merah. Pelat yang digunakan pada mesin ini berfungsi sebagai penutup bodi mesin agar uap panas yang dihasilkan terkumpul di dalam mesin. Besi siku yang digunakan pada mesin berfungsi sebagai penyangga setiap rak penyimpanan bawang pada mesin.

Pipa besi pada mesin berfungsi sebagai saluran keluarnya uap panas, yang kemudian dialirkan ke blower. Mesin pengering mempunyai engsel pada mesin yang berfungsi sebagai penopang pintu mesin dan berfungsi sebagai alat untuk membuka dan menutup pintu mesin. Cat dan kuas yang terdapat pada proses pembuatan mesin digunakan untuk melapisi permukaan luar mesin untuk mencegah korosi akibat air dan perubahan cuaca.

Poxi digunakan pada mesin sebagai pelapis body mesin sebelum pengecatan agar warna terlihat seragam. Pada bagian pengering terdapat tabung yang berfungsi untuk menyalurkan gas dari silinder ke tungku gas. Tabung udara pada mesin ini berfungsi untuk memindahkan uap panas ke tabung yang terpasang pada blower.

Seperti diketahui bahan yang digunakan dalam pembuatan rangka pengering ini terbuat dari besi, sehingga untuk penyambungan bahan digunakan mesin las dan kawat las sebagai bahan penyambung, dimana tegangan yang diperlukan pada proses pengelasan adalah 75 – 80 volt. Proses finishing merupakan langkah terakhir dalam pembuatan suatu mesin sebelum dilakukan pengujian. Proses finishing yang dilakukan pada mesin adalah pemeriksaan bagian-bagian mesin. Perancangan mesin pengering bawang dibuat menggunakan Autocad dengan ukuran panjang 600mm, lebar 700mm dan tinggi 1700mm, struktur rangka mesin terbuat dari bahan AISI bukan baja.

Telah dibangun mesin pengering bawang merah dengan kapasitas 7 kg/jam dan telah diuji fungsi alatnya. Hasil yang diperoleh dari percobaan adalah mesin pengering dapat mengeringkan bawang bombay dimana waktu yang dibutuhkan untuk proses pengeringan adalah satu jam dengan hasil yang sama dengan mengeringkan bawang merah dengan sinar matahari selama 3 hari.

Tabel 3.1 Waktu danTempat  Pembuatan dan
Tabel 3.1 Waktu danTempat Pembuatan dan

PERALATAN

PENGERJAAN

MESIN PENGERING

Gambar

Tabel 3.1 Waktu danTempat  Pembuatan dan
Gambar 3.2 Plat pipih   3. Besi Siku 50x50 mm
Gambar 3.1 Rak/tray  2. 4  Lembar plat dengan tebal 1,5 mm
Gambar 3.3 Besi siku 50x50
+7

Referensi

Dokumen terkait

Hal ini bisa dilihat dimana setelah pengairan persawahan dapat dilakukan secara merata dan dengan bertambahnya area persawahan maka hasil panen para petani meningkat yang

Penelitian ini dilakukan di Kecamatan Sanden Kabupaten Bantul dengan tujuan mengetahui: 1) perilaku komunikasi petani bawang merah lahan pasir pantai, 2) faktor-faktor

Penelitian ini dilakukan di Kecamatan Sanden Kabupaten Bantul dengan tujuan mengetahui: 1) perilaku komunikasi petani bawang merah lahan pasir pantai, 2) faktor-faktor

Setelah dilakukan penelitian maka hasil penelitian ini sesuai dengan teori bahwa pengetahuan dapat dipengaruhi oleh faktor usia, dimana dari hasil penelitian

Dimana jenis arsitektur jaringan ADSL, faktor-faktor yang menjadi kendala dan solusi yang dapat dilakukan untuk mengurangi kendala-kendala tersebut menjadi perhatian penting

Penghentian pemberian air pada umur 60 hari yaitu pada saat keadaan cuaca sangat kering dan panas dimana panen daun tembakau dilakukan pada umur 71 hari mengakibatkan

Bekerja sampingan adalah tindakan rasional yang dilakukan petani bawang merah saat mengalami gagal panen seperti yang disampaikan oleh salah satu informan penelitian yang bernama Bapak