B. DASAR TEORI
Pemeriksaan kadar organic adalah pemeriksaan yang dilakukan untuk mengetahui besarnya konsentrasi dari bahan-bahan organic yang disebabkan oleh kotoran dari pelapukan tumbuhan atau dedaunan yang nantnya agregat halus yang telah direndam dengan larutan NaOH dengan kadar 3% dan nantinya akan dibandingkan dengan larutan pembanding yang warnanya seperti teh bening encer. Agregat yang diperkenankan digunakan pada pekerjaan konstruksi adalah yang warnanya jauh lebih muda dari warna larutan pembanding. Adapun pengaruh kadar organic dalam agregat untuk campuran beton adalah :
1. Mengurangi kekuatan isi beton
2. Mengakibatkan terkelupas dan lunturnya warna beton 3. Mempengaruhi kekuatan terhadap serangan karat.
Maka dengan adanya perbandingan warna standar yang ditentukan, dimana apabila warna lebih tua atau sama berarti kandungan bahan organik tinggi sehingga harus di filter terlebih dahulu sebelum digunakan untuk campuran beton, berdasarkan SK SNI S-04-1989-F apabila warna yang dihasilkan lebih muda dari warna perbandingan (≤ No.3), berarti agregat halus (pasir) tersebut memenuhi syarat untuk dugunakan.
C. ALAT DAN BAHAN 1. Alat
a. Tabung kaca, dilengkapi skala isi
KELOMPOK 1
2C D3 TEKNIK KONSTRUKSI SIPIL
b. Skala pembanding warna standar
c. Saringan No.4
d. Sendok sampel
2. Bahan
a. Agregat halus (pasir)
b. Larutan NaOH kadar 3% + Air 97%
D. LANGKAH KERJA
1. Menyiapkan alat bahan yang diperlukan.
2. Mengambil benda uji (pasir alam) dalam kondisi asli
3. Mengisi botol dengan pasir ±1/3 bagian botol
KELOMPOK 1
2C D3 TEKNIK KONSTRUKSI SIPIL
4. Menambahkan larutan NaOH 3% sebanyak ±3/4 bagian batok.
5. Menutup botol rapat-rapat lalu mengocok selama ± 10 menit agar benar- benar tercampur
6. Mendiamkan botol selama ±24 jam agar terjadi reaksi sempurna antara larutan NaOH 3% dengan bahan organic yang terdapat pada pasir
7. Mengamati warna larutan/cairan diatas permukaan pasir yang ada di dalam botol lalu dibandingkan dengan warna standar.
E. DATA DAN PERHITUNGAN
F. KESIMPULAN
Dari hasil percobaan kadar organic agregat halus, dapat disimpulkan bahwa benda uji yang diujikan kedua-duanya dapat dimaksudkan dalam standar nomor 2 dengan warna kuning kecokelatan. Sehingga agregat yang diuji ini dapat digunakan untuk campuran beton karena memenuhi persyaratan yaitu
<No. 3.
KELOMPOK 1
2C D3 TEKNIK KONSTRUKSI SIPIL
Larutan NaOH % 3 3
Warna setelah didiamkan selama ±24 jam - 2 1