PENDAHULUAN
Rumusan Masalah
Tujuan Penelitian
Manfaat Penelitian
TINJAUAN PUSTAKA
Minat Belajar Siswa
Pengertian minat belajar siswa menurut Mahfuds Salahuddin adalah minat belajar siswa terdiri dari dua kata yaitu minat dan belajar, kedua kata tersebut mempunyai arti yang berbeda, untuk itu penulis akan mendefinisikan satu persatu sebagai berikut. Crow, (1996:31) Minat belajar adalah minat kebiasaan yang berkaitan dengan daya gerak yang mendorong kita cenderung atau merasa tertarik pada orang, benda, dan kegiatan. Minat belajar adalah kecenderungan untuk selalu memperhatikan memberi disertai dengan rasa senang Minat belajar adalah suatu kesukaan dan perasaan tertarik terhadap suatu hal atau kegiatan, tanpa disuruh. Secara terminologi, minat belajar adalah suatu kesukaan dan perasaan tertarik terhadap sesuatu atau kegiatan, tanpa ada yang menyuruhnya. Slameto maksudnya dapat dikaitkan dengan daya gerak yang mendorong kita untuk condong atau tertarik untuk merasakan kepada orang lain, objek atau aktivitas, atau dapat berupa pengalaman efektif yang dirangsang oleh aktivitas itu sendiri.
Menurut Jeane Rini P (2003:2) “prestasi belajar adalah penguasaan pengetahuan dan keterampilan yang dikembangkan mata pelajaran, biasanya ditunjukkan dengan hasil tes dan nilai yang diberikan oleh guru”. Di Indonesia, alat ukur hasil penilaian pembelajaran disebut dengan tes prestasi belajar. Berdasarkan pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa minat belajar merupakan suatu kecenderungan jiwa yang relatif tertanam dalam diri seseorang dan biasanya disertai dengan perasaan senang, menurut Bernard “Minat” muncul atau muncul tidak secara tiba-tiba, melainkan timbul. . sebagai akibat dari keikutsertaan, pengalaman, kebiasaan-kebiasaan pada waktu belajar atau bekerja, dengan kata lain minat dapat menjadi sebab beraktivitas dan menjadi sebab ikut serta dalam beraktivitas. Jadi yang dimaksud dengan minat belajar adalah aspek psikologis seseorang yang diwujudkan dalam beberapa gejala, seperti semangat, keinginan, perasaan setuju untuk melakukan proses perubahan perilaku melalui berbagai kegiatan yang melibatkan pencarian pengetahuan dan pengalaman. dengan kata lain minat belajar adalah perhatian, perasaan suka, minat belajar seseorang (siswa) yang ditunjukkan melalui semangat berpartisipasi dan aktif dalam belajar.
Pengaruh Penampilan Guru Terhadap Minat
Gaya mengajar kurikuler adalah cara mengajar guru yang disesuaikan dengan tujuan dan karakteristik mata pelajaran tertentu. Sedangkan gaya mengajar yang bersifat psikologis adalah cara mengajar guru yang menyesuaikan dengan motivasi siswa, pengelolaan kelas dan evaluasi hasil belajar. Komunikasi yang efektif dan efisien dapat tercapai apabila memperhatikan kondisi siswa, dalam mengajar guru harus mempunyai keterampilan mengajar, salah satunya adalah variasi gaya mengajar.
Faktor guru turut menentukan keberhasilan proses kegiatan belajar mengajar, sehingga guru dituntut untuk memiliki keterampilan mengajar, salah satunya adalah gaya mengajar yang berbeda-beda. Agar siswa mampu mempraktekkan apa yang disampaikan, maka dapat disimpulkan bahwa gaya mengajar guru adalah cara atau metode yang digunakan guru pada saat mengajar untuk mengatasi siswa agar tidak merasa bosan dalam proses mengajar dan sedang belajar. Pada dasarnya gaya mengajar guru adalah strategi yang digunakan guru untuk mentransfer informasi yang diberikan kepada siswa agar siswa termotivasi untuk belajar.
METODE PENELITIAN
Lokasi Dan Obyek Penelitian
Variabel Penelitian
Definisi Operasional Variabel
Kinerja mengajar guru di SMA Satria Makassar seperti penampilan guru pada umumnya yang mempunyai ciri-ciri sebagai seorang pendidik. Mengenai penampilan guru dalam menarik minat belajar siswanya, pastinya seluruh siswa SMA Satria Makassar, seluruh siswa (i) akan menjawab bahwa penampilan guru tersebut baik, baik hati dan sopan dalam mengajar, yaitu sangat disukai oleh semua siswa (i) . Aqil Muharram, ketua OSIS SMA Satria Makassar, mengaku punya guru yang menjadi.
Setelah penulis melakukan penelitian dapat disimpulkan bahwa minat belajar siswa di SMA Satria Makassar mengalami penurunan. Alasan-alasan yang dikemukakan siswa tersebut menjadi salah satu kendala dalam meningkatkan minat belajar siswa di SMA Satria Makassar. Dengan demikian jelas hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pengaruh kinerja guru di SMA Satria Makassar sangat tinggi atau sangat berpengaruh terhadap peningkatan minat belajar siswa.
Oleh karena itu, para guru di SMA Satria Makassar sepakat untuk menerapkan beberapa metode untuk meningkatkan minat belajar siswa di SMA Satria Makassar. Untuk lebih jelasnya pengaruh penampilan guru terhadap minat belajar siswa di SMA Satria Makassar dapat dilihat pada tabel dibawah ini. Respon responden terhadap penampilan mengajar guru mempengaruhi minat belajar siswa di SMA Satria Makassar.
Partisipasi dan partisipasi rekan-rekan dalam meningkatkan dan mengembangkan kinerja mengajar guru di SMA Satria Makassar.
Populasi dan Sampel
Instrument Penelitian
Salah satu kegiatan dalam merencanakan suatu penelitian adalah menentukan instrumen atau kriteria penelitian yang digunakan dalam pengumpulan data sesuai dengan masalah yang akan diteliti. Sugiono berpendapat bahwa instrumen penelitian adalah alat yang digunakan untuk mengukur fenomena alam atau sosial yang diteliti. Sementara itu, Suharsimi Arikunto berpendapat, alat pendataan sebenarnya tidak ada bedanya dengan membicarakan masalah evaluasi. Merupakan metode yang digunakan untuk memperoleh data dengan cara mewawancarai orang tua, pembina siswa, guru dan orang-orang yang mempunyai pengetahuan terkait dengan permasalahan yang dibicarakan.
Secara khusus metode pengumpulan data dengan cara menyebarkan angket tentang objek penelitian ini kepada siswa, yang berisi serangkaian pertanyaan terkait dengan masalah yang sedang dibahas. Artinya, metode yang digunakan untuk menentukan data dengan cara mencatat arsip atau data yang berkaitan dengan masalah yang sedang dibicarakan.
Teknik Pengumpulan Data
Yaitu dengan cara mengumpulkan data dengan terjun langsung ke lapangan untuk mendapatkan data yang ada hubungannya dengan pembahasan. Teknik pengumpulan data dengan cara melihat langsung objek yang diteliti sambil mencatat sambil mengamati hal-hal yang diamati merupakan penerapan nilai-nilai pendidikan Islam bagi peserta didik, oleh orang tua dan tokoh agama di Kecamatan Rappocini Banta-Bantaeng. Yaitu pengumpulan data melalui wawancara langsung terhadap objek yang diselidiki, metode ini sebagai pelengkap data-data yang diperlukan.
Wawancara sebagai metode pengumpulan data dilakukan dengan cara tanya jawab satu sisi yang dilakukan secara sistematis berdasarkan tujuan penelitian. Mengenai penyusunan skripsi ini, informan berjumlah 6 orang diantaranya adalah orang tua, pembina siswa, guru di kecamatan Rappocini desa Banta-bantaeng dengan menggunakan wawancara terarah dan tidak terarah. Merupakan metode yang digunakan untuk mengumpulkan data melalui dokumentasi, arsip dan catatan yang berkaitan dengan masalah yang akan dibahas.
TeknikAnalisisData
Setelah melakukan penelitian di SMA Satria Makassar, penulis menyimpulkan bahwa pengaruh penampilan guru terhadap minat belajar siswa di SMA Satria Makassar sangat berpengaruh, karena penampilan guru dapat menambah kebosanan siswa. proses siswa selalu menunjukkan ketekunan, antusiasme dan berpartisipasi aktif. Salah satu cara yang dilakukan oleh guru SMA Satria Makassar adalah berpenampilan baik, sopan dan rapi serta pantas untuk dikenakan oleh guru. Guru dapat yakin bahwa semakin besar kontribusinya terhadap pengembangan diri siswanya, dan juga menjadi teladan bagi siswa SMA Satria Makassar, salah satunya melalui penampilan guru.
Penampilan guru di SMA Satria Makassar selama ini kurang diperhatikan dalam mengajar, namun setelah penulis meneliti penampilan guru terhadap minat belajar siswa di SMA Satria Makassar, para guru memperhatikan penampilan saat mengajar. Para guru di SMA Satria Makassar sependapat dengan penulis bahwa penampilan yang baik, sopan dan rapi dalam mengajar sangat mempengaruhi minat belajar siswa di SMA Satria Makassar. Dan penampilan yang dapat menggugah minat siswa mulai diterapkan di SMA Satria Makassar.
Minat belajar siswa di SMA Satria Makassar pada awalnya mengalami penurunan, namun setelah penulis melakukan penelitian dapat disimpulkan bahwa penurunan minat belajar siswa dapat ditingkatkan dengan hadirnya guru yang baik, sopan dan sopan dalam proses belajar mengajar. . . Kesimpulannya, data di atas dapat dijadikan tolak ukur untuk memastikan bahwa pengaruh kinerja guru di SMA Satria Makassar sangat tinggi, karena siswa secara umum setuju bahwa penampilan guru mempunyai pengaruh yang besar terhadap minat belajar siswa dalam mengajar. dan proses belajar, dalam proses belajar mengajar: apabila seorang pendidik berpenampilan buruk maka akan mempengaruhi konsentrasi peserta didik.
HASIL PEMBAHASAN DAN PENELITIAN
Historikal SMA Satria Makassar
Visi Misi dan Tujuan SMA Satria Makassar
Visi SMA Satria Makassar adalah “mewujudkan peserta didik yang beriman, bertakwa, cerdas, inovatif, berkemampuan, kreatif dan mandiri, berlandaskan akhlak mulia. Pada dasarnya seorang pendidik mempunyai tanggung jawab penuh terhadap peserta didik atau siswa dimana demi kelangsungan masa depan bangsa terletak pada mereka yang akan meneruskan cita-cita bangsa menuju masyarakat yang cerdas, serta para pendidik yang berjumlah 18 orang guru di SMA Satria Makassar 136 siswa di SMA Satria Makassar, dengan segala perbedaannya seperti motivasi, minat, bakat, perhatian, harapan, latar belakang sosial budaya, tradisi keluarga, disatukan di dalam kelas dalam sistem pembelajaran.
Walaupun sekolah ini berdasarkan metode sekolah umum, tidak sespesifik sekolah berdasarkan prinsip Islam, namun para pendidik di SMA Satria Makassar khususnya guru semuanya menutup aurat atau berhijab. Wajib bagi seluruh guru di SMA Satria Makassar, dan dijelaskan langsung oleh ibu dari Yayasan Mochammad Nadzir dan Kepala Sekolah SMA Satria Makassar Dr. Dari hasil tabel diatas membuktikan bahwa dari 50 siswa yang menjadi subjek penelitian, sebanyak 97% atau 47 siswa yang menyatakan kinerja guru di SMA Satria Makassar sangat baik menyatakan menyukai sebanyak 3 % atau 7 siswa yang menyatakan suka dan menyatakan tidak suka dan tidak suka sebanyak 0% Penampilan guru yang rapi dan sopan dalam mengajar terlihat pada seluruh pendidik di SMA Satria Makassar yang melalui siswanya dapat ditiru ( i ) dan para pendidik dimanapun berada, tabel berikut membuktikan bahwa guru yang berpenampilan ceroboh, tidak sopan dan tidak sopan santun dalam mengajar kurang disukai siswa di SMA Satria Makassar dapat dilihat pada tabel berikut. Berdasarkan hasil tabel penelitian diatas membuktikan bahwa dari 50 siswa yang menjadi objek penelitian disebutkan bahwa sebanyak 9% siswa menyatakan bahwa kinerja guru yang baik harus diimbangi dengan pengajaran yang menyenangkan. disampaikan untuk tidak mengurangi penilaian siswa (i) di SMA Satria Makassar, dari 10 siswa 10% yang menyatakan mengurangi hanya nilai baik saja dan yang menjawab kurang dan tidak mengurangi 0% atau tidak ada siswa yang memilih tidak.
Untuk memperkuat hasil tabel diatas, penulis melakukan wawancara dengan salah satu siswa di SMA Satria Makassar, agar penelitian dan pembahasan ini lebih akurat. Oleh karena guru memegang peranan penting dalam proses belajar mengajar mengenai minat belajar siswa khususnya di SMA Satria Makassar, dan sangat berperan penting dalam peningkatan mutu pendidikan maka guru harus mampu meminimalisir penerapan pengajaran. dan kegiatan belajar, sehingga siswa dengan daerah baru akan melakukan upaya untuk menampungnya akan memperlancar kegiatan belajar mengajar yang efektif.