• Tidak ada hasil yang ditemukan

KABUPATEN WAJO

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "KABUPATEN WAJO"

Copied!
93
0
0

Teks penuh

PENDAHULUAN

Latar Belakang

Sesuai dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 20 Tahun 2018 yang menyatakan bahwa keuangan desa dikelola berdasarkan prinsip transparansi, akuntabilitas, partisipasi dan dilaksanakan secara tertib dan anggaran. Dengan adanya peraturan ini maka pemerintah desa mempunyai landasan dalam mengelola keuangan desa, dan diharapkan pemerintah desa mampu mengelola keuangan desa dengan baik. Untuk menghindari penyalahgunaan dana desa, harus ada transparansi agar tidak ada sikap apatis dalam pengelolaan keuangan desa.

Desa Botto Tanre yang menjadi objek penelitian ini merupakan salah satu desa yang terletak di Kecamatan Majauleng Kabupaten Wajo yang mempunyai alokasi dana desa pada tahun 2020 sebesar Rp untuk tahun 2021 sebesar Rp dimana dana tersebut memerlukan pengelolaan keuangan yang baik sesuai dengan prinsip transparansi. , akuntabilitas, partisipatif dan dilaksanakan secara tertib dan disiplin anggaran. Beberapa penelitian terdahulu telah menguji pengelolaan keuangan desa seperti Stefanus Dimasias Aditya (2018) yang menunjukkan bahwa pengelolaan keuangan pemerintahan Desa Sambirejo Kecamatan Ngawen Kabupaten Kidul sudah sesuai dengan prinsip transparansi, akuntabilitas, partisipatif, tertib dan anggaran. disiplin dengan kepatuhan terhadap semua indikator yang ditentukan. Berdasarkan beberapa penelitian terdahulu, Pemerintah Desa rata-rata mengelola keuangannya dengan baik dan sesuai dengan prinsip pengelolaan keuangan Desa.

Oleh karena itu peneliti tertarik untuk melakukan penelitian evaluasi pengelolaan keuangan desa di Desa Bottotanre Kecamatan Majauleng Kabupaten Wajo.

Rumusan Masalah

Tujuan Penelitian

Manfaat Penelitian

Wawancara dilakukan kepada pihak-pihak yang terkait dengan tahapan pengelolaan keuangan desa yaitu Kepala Desa Botto Tanre, Ibu. Hj. Kepala Desa Botto Tanre juga mengetahui perannya dalam mengelola keuangan Desa Botto Tanre. Hal ini berdasarkan hasil wawancara mengenai perannya dalam tahapan pengelolaan keuangan desa Botto Tanre.

Keuangan desa Botto Tanre berasal dari dana transfer, pendapatan asli desa dan pendapatan lainnya. Kemudian narasumber ditanya apakah ada aturan tertentu yang mengatur pengelolaan keuangan desa Botto Tanre. Sedangkan proses pelaksanaan data pengelolaan keuangan Desa Botto Tanre dilakukan oleh Direktur Keuangan selaku pelaksana fungsi perbendaharaan.

Mengenai pertanggungjawaban pengelolaan keuangan desa Botto Tanre, menurut hasil wawancara yang dilakukan di kantor Walikota Desa Botto Tanre, Ny. Hj.

TINJAUAN PUSTAKA

Tinjauan Teori

Pengelolaan keuangan desa merupakan upaya menunjang penyelenggaraan pemerintahan desa, penyelenggaraan pemerintahan desa, pembangunan desa, pengembangan masyarakat desa, dan pemberdayaan masyarakat desa. Sedangkan pengelolaan keuangan desa menjelaskan segala kegiatan yang meliputi perencanaan, pelaksanaan, penatausahaan, pelaporan dan pertanggungjawaban keuangan desa. Prinsip yang dimaksud memunculkan prinsip-prinsip yang bersifat mendasar dan harus tercermin dalam setiap tindakan pengelolaan keuangan desa.

Artinya pengelolaan keuangan desa harus sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Kualitas Proses pelaksanaan pengelolaan keuangan desa di desa Kedung Maling tidak berjalan dengan baik karena hasil yang dicapai tidak sesuai kebijakan. Sementara itu, proses pelaksanaan pengelolaan keuangan desa di Desa Kumitir sudah berjalan dengan baik karena hasil yang dihasilkan sesuai dengan tujuan kebijakan.

Secara kualitatif, pemerintah desa Candi Binangun telah melaksanakan setiap tahapan pengelolaan keuangan desa dengan baik dan sesuai dengan prinsip transparansi, akuntabilitas, partisipasi dan tertib serta disiplin anggaran.

Kerangka Pikir

Jumlah penduduk Desa Botto Tanre sebanyak 1.658 (seribu enam ratus lima puluh delapan) jiwa, laki-laki sebanyak 787 (tujuh ratus delapan puluh tujuh) orang dan perempuan sebanyak 871 (delapan ratus tujuh puluh satu) jiwa.

Gambar 2.1 Kerangka Pemikiran
Gambar 2.1 Kerangka Pemikiran

METODE PENELITIAN

Jenis Penelitian

Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif dimana penelitian ini memberikan pemahaman mendalam terhadap suatu permasalahan dengan tujuan utama mendeskripsikan suatu keadaan secara obyektif atau sesuai dengan keadaan sebenarnya yang ingin diberikan. Menurut Sugiyono (2016:9), metode deskriptif kualitatif adalah metode penelitian yang didasarkan pada kondisi alam objek (bukan eksperimen) dimana peneliti sebagai alat kuncinya.Teknik pengumpulan datanya dilakukan dengan triangulasi (kombinasi). ), data bersifat analisis induktif/kualitatif, dan hasil penelitian kualitatif lebih menekankan makna daripada generalisasi. Penelitian deskriptif kualitatif bertujuan untuk mendeskripsikan, melukiskan, menjelaskan, menjelaskan dan menjawab secara lebih rinci permasalahan yang akan diteliti dengan cara mempelajari seseorang, suatu kelompok atau suatu peristiwa sedekat mungkin.

Dalam penelitian kualitatif, oranglah yang menjadi instrumen penelitian, dan hasil yang dicatat berupa kata-kata atau pernyataan yang sesuai dengan keadaan sebenarnya.

Fokus Penelitian

Lokasi dan Waktu Penelitian

Jenis dan Sumber Data

Dalam penelitian ini data sekunder diperoleh dari institusi dan perusahaan atau klien yang terkait dengan penelitian ini.

Informan

Metode Pengumpulan Data

Studi dokumentasi adalah proses pengumpulan data dengan mempelajari atau menganalisis seluruh dokumen yang berkaitan dengan penelitian.

Metode Analisis Data

HASIL DAN PEMBAHASAN

Gambaran Umum Objek Penelitian

Hasil Penelitian

Namun kenyataannya di Desa Botto Tanre penyusunan laporan pertanggungjawaban dinilai tepat waktu. Pengelolaan keuangan desa diatur dalam dua rencana kerja, yaitu RPJM Desa (Rencana Pembangunan Jangka Menengah) dan RKP Desa (Rencana Kerja Pembangunan) yang direncanakan dalam APBDes (Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa) yang memuat informasi. di desa Botto Tanre. program pemerintah yang akan dilaksanakan dalam satu tahun berjalan. Hal ini diungkapkan Kepala Desa Botto Tanre berdasarkan wawancara mengenai dari mana sumber keuangan Desa Botto Tanre.

Dari hasil wawancara diatas peneliti dapat menyimpulkan bahwa Desa Botto Tanre secara umum mengelola keuangan desanya sesuai dengan Pemdagri no. Sekretaris tersebut kemudian ditanya apakah semakin banyak masyarakat yang mempercayai berfungsinya pemerintahan desa Botto Tanra. Dalam perencanaan pengelolaan keuangan desa desa Botto Tanre dengan hasil wawancara yang dilakukan di kantor kepala desa Botto Tanre, Hj. Besse Erfianti, S.Sos pada hari Kamis tanggal 9 Juni 2022 pukul 10.00 WITA mengenai tahapan perencanaan pengelolaan keuangan desa Botto Tanre.

Hal ini sesuai dengan hasil wawancara apakah terdapat dokumen tertentu dalam pelaksanaan anggaran desa Botto Tanre. Berdasarkan hasil wawancara dengan Ibu Hj Besse Erfianti, S.Sos (Kepala Desa Botto Tanre) dan Ibu Darnawati (Bendahara Desa Botto Tanre), peneliti menemukan bahwa pelaksanaan pengelolaan keuangan di Desa Botto Tanre sudah sesuai. sesuai dengan Indikator Akuntabilitas Penyelenggaraan Kementerian Dalam Negeri no. Pengelolaan keuangan desa Botto Tanre, berdasarkan hasil wawancara yang dilakukan pada hari Kamis tanggal 9 Juni 2022 oleh bendahara desa Botto Tanre yaitu Ibu. Darnawati, tentang tingkatan pengelolaan pengelolaan keuangan. desa Botto Tanre.

Dari hasil wawancara diatas, peneliti menyimpulkan bahwa Desa Botto Tanre dalam tahap pelaporannya sudah sesuai dengan Indikator Dalam Negeri No. Berikut informasi yang diperoleh dari wawancara di kantor Lurah Botto Tanre, Ny. Hj. Dari hasil wawancara diatas, peneliti dapat menyimpulkan bahwa pemerintah desa Botto Tanre melibatkan masyarakat dalam setiap perencanaan APBD Desa dan kegiatan lainnya.

Dari hasil wawancara diatas peneliti dapat menyimpulkan bahwa pemerintah Desa Botto Tanre secara teknis telah mengelola anggaran sesuai indikator No. Hal ini sesuai dengan pernyataan yang disampaikan dalam wawancara pada hari Kamis tanggal 9 Juni 2022 di Botto Tanre kantor desa mengenai pertanyaan apakah. Dari hasil wawancara diatas peneliti dapat menyimpulkan bahwa pemerintah Desa Botto Tanre menggunakan anggaran sesuai peraturan bupati.

Selain itu, pemerintah desa Botto Tanre juga terus melakukan sosialisasi APBD desa tahun 2021 melalui pertemuan masyarakat lainnya.

Tabel rekapitulasi
Tabel rekapitulasi

Pembahasan

Aktivitas kepala desa Botto Tanra selalu diawasi oleh pihak lain seperti masyarakat, BPD, kecamatan dan lembaga lainnya. Jika kepala desa Botto Tanre tidak bertanggung jawab maka masyarakat bisa memberikan penilaian dan berhak protes, yang tentu saja akan mengakibatkan pengelolaan keuangan desa tidak optimal. Hal ini ditandai dengan membiarkan masyarakat ikut serta dalam pembangunan desa selama masyarakat desa menyetujui dan sejalan dengan kemampuan masyarakat, dibandingkan dengan mempekerjakan tenaga kerja dari luar, misalnya masyarakat Desa Botto Tanre ikut serta dalam perbaikan jalan. jalan pertanian, untuk melaksanakan pembangunan jalan pertanian dengan melibatkan tenaga kerja lokal, cukup untuk meningkatkan pendapatan masyarakat penerima.

Kepala desa, Botto Tanre, berupaya semaksimal mungkin menerapkan prinsip ketertiban dan disiplin anggaran dalam menjalankan pemerintahannya. Hal ini terlihat dari anggaran yang disusun sesuai kebutuhan masyarakat dengan skala prioritas dan pelaporan akuntabilitas dari Desa Botto Tanre yang selalu tepat waktu. Oleh karena itu, kepala desa Botto Tanre menerapkan prinsip ketertiban dan disiplin anggaran dalam pelaporan keuangannya.

Keuangan desa yang dianggarkan dan diterima Desa Botto Tanre hendaknya dikelola secara bertahap untuk menilai realisasi pendapatan dan tujuan, sejauh mana hasil yang dicapai dapat memenuhi kebutuhan dan memberi manfaat bagi masyarakat berdasarkan kebijakan yang telah ditetapkan. Hasil evaluasi penelitian di kantor desa Botto Tanre menunjukkan bahwa pengelolaan keuangan pemerintah desa Botto Tanre Kecamatan Majauleng Kabupaten Wajo sudah sesuai dengan prinsip transparansi, akuntabilitas, partisipasi, tertib dan disiplin anggaran dengan dipenuhi oleh seluruh pihak. indikator yang ditentukan, sehingga dapat dikatakan evaluasi pengelolaan dana desa telah selesai berjalan dengan baik. Kesimpulan dari hasil penelitian di kantor desa Botto Tanre menunjukkan bahwa pengelolaan keuangan pemerintah desa Botto Tanre Kecamatan Majauleng Kabupaten Wajo sudah sesuai dengan prinsip transparansi, akuntabilitas, partisipatif, tertib dan disiplin anggaran dengan terpenuhinya seluruh indikator yang ditetapkan dalam pengelolaan keuangan desa, artinya sejalan dan mampu memberikan manfaat yang cukup bagi warga Desa Botto Tenre.

Setelah melakukan survei mengenai penilaian pengelolaan keuangan desa di Desa Botto Tanre Kecamatan Majauleng, saran yang ingin kami sampaikan adalah sebagai berikut. Disarankan bagi peneliti selanjutnya agar peneliti membahas komponen pengelolaan keuangan desa secara detail dan agar pemerintah desa Botto Tanre lebih meningkatkan pengelolaan keuangan desa guna meningkatkan kesejahteraan masyarakatnya. Evaluasi Pengelolaan Keuangan Desa Berbasis Bbbbb Transparan, Akuntabel, Partisipatif, Tertib dan Disiplin Anggaran (BbbbbStudi kasus Desa Sambirejo Kecamatan Ngawen Kabupaten Gunung Kidull.

Evaluasi Pengelolaan Keuangan Desa Berbasis Prinsip (Studi Empiris di Desa Candibinangun Kecamatan Pakem Kabupaten Sleman), Jurnal Ilmu dan Penelitian Akuntansi, 1-23. Pengelolaan Keuangan Desa: Perencanaan Menuju Akuntabilitas Desa di Kecamatan Cilongok Banyumas Jurnal Penelitian Akuntansi & Perpajakan (JRAP.

KESIMPULAN DAN SARAN

Kesimpulan

Saran

Akuntabilitas dan Transparansi Pemerintah Desa dalam Pengelolaan Dana Desa (Studi Kasus: Desa Panggung Harjo, Kecamatan Sewon, Kabupaten Bantul). Pramesti, C., Yusuarsono, and Kader, B.A.C (2021) Evaluasi Penggunaan Anggaran Dana Desa Dalam Mendukung Pembangunan Desa Tahun 2017 Jurnal Komunikasi dan Profesi FISUNIEF. Analisis Pengelolaan Dana Desa (Studi Kasus di Desa Sekitar Kecamatan Lubuk Alung Kabupaten Padang Pariaman).

Akuntabilitas dan Transparansi Pemerintah Desa dalam Pengelolaan Alokasi Dana Desa (ADD) di Desa Borong Pala'la Kecamatan Pattallassang Kabupaten Gowa.

Gambar

Gambar 2.1 Kerangka Pemikiran
Gambar 4.1 Struktur Organisasi
Tabel rekapitulasi

Referensi

Dokumen terkait

Pada saat berjalannya peroses pembatalan tahapan perkawinan akan dihadiri oleh mempelai laki-laki dan calon memepelai perempuan, kepala Desa, tokoh adat, tokoh masyarakat serta keluarga