KERANGKA ACUAN KERJA (KAK)
Kegiatan :
Fasilitasi Materi dan Komunikasi Pimpinan
Pekerjaan :
Coffee Morning Sambung Rasa Pimpinan
Tema: Memandang Kemiskinan dari Sisi Sosial dan Literasi
Tahun Anggaran : 2023
BIRO UMUM HUMAS DAN PROTOKOL
SEKRETARIAT DAERAH DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA TAHUN ANGGARAN 2023
1
I. LATAR BELAKANG
1) ASPEK SOSIAL DALAM MEMANDANG KEMISKINAN
Sosiologi memandang kemiskinan sebagai fenomena kompleks yang dipengaruhi oleh berbagai faktor sosial, ekonomi, dan politik. Dalam konteks pemerintahan, aparat pemerintah memiliki peran penting dalam mengatasi kemiskinan di daerah. Berikut adalah pandangan sosiologi tentang kemiskinan dan potensi tindakan aparat pemerintah:
• Strukturalisme Sosial: Sosiologi melihat kemiskinan sebagai hasil dari struktur sosial yang tidak merata. Faktor seperti ketidaksetaraan ekonomi, akses terhadap pendidikan, pekerjaan yang tidak layak, dan ketidaksetaraan dalam distribusi sumber daya dapat menyebabkan kemiskinan. Aparat pemerintah dapat bekerja untuk mengubah struktur ini melalui kebijakan yang mendukung redistribusi kekayaan dan akses yang lebih adil terhadap sumber daya.
• Siklus Kemiskinan: Sosiologi juga mengidentifikasi siklus kemiskinan, di mana kemiskinan dapat diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya. Aparat pemerintah dapat berperan dalam menghentikan siklus ini dengan memberikan dukungan pendidikan dan pelatihan kepada keluarga miskin, sehingga mereka memiliki peluang yang lebih baik untuk meningkatkan kondisi ekonomi mereka.
• Faktor Budaya dan Sosial: Sosiologi mengakui bahwa faktor budaya dan sosial juga dapat mempengaruhi kemiskinan. Stigma sosial atau ketidakpercayaan terhadap institusi pemerintah dapat menghambat partisipasi masyarakat miskin dalam program-program bantuan. Oleh karena itu, aparat pemerintah perlu melakukan upaya komunikasi dan pendekatan budaya yang sensitif untuk memperkuat hubungan dengan masyarakat.
• Kolaborasi dengan Pihak Lain: Sosiologi menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, organisasi non-pemerintah, dan sektor swasta dalam mengatasi kemiskinan. Kolaborasi ini dapat membantu dalam mengidentifikasi solusi yang lebih efektif dan berkelanjutan.
2) LITERASI KEUANGAN SEBAGAI SALAH SATU SOLUSI PENGENTASAN KEMISKINAN
Pencegahan kemiskinan dengan literasi keuangan adalah langkah penting dalam memperkuat keberlanjutan ekonomi masyarakat. Dengan pemahaman yang lebih baik tentang bagaimana mengelola uang dan aset mereka, individu dan keluarga dapat menghindari jatuh ke dalam perangkap kemiskinan.
2
Berikut adalah beberapa cara bagaimana literasi keuangan dapat berkontribusi pada penurunan kemiskinan:
a. Mengurangi Utang yang Tidak Sehat: Dengan pengetahuan tentang literasi keuangan, masyarakat dapat memahami risiko dan konsekuensi dari utang yang tidak sehat, seperti utang konsumen dengan suku bunga tinggi. Ini dapat membantu mereka menghindari utang yang berlebihan dan beban keuangan yang berkepanjangan.
b. Investasi yang Bijak: Literasi keuangan memberdayakan individu untuk membuat keputusan investasi yang cerdas. Mereka dapat memahami berbagai pilihan investasi, risiko yang terlibat, dan potensi pengembalian. Investasi yang baik dapat membantu meningkatkan kekayaan mereka.
c. Pengelolaan Anggaran yang Efisien: Literasi keuangan membantu masyarakat dalam merencanakan dan mengelola anggaran mereka dengan lebih baik. Hal ini dapat menghindari pemborosan dan memastikan bahwa pendapatan mereka digunakan dengan bijak untuk memenuhi kebutuhan dasar seperti makanan, pendidikan, dan kesehatan.
d. Kewaspadaan terhadap Penipuan Keuangan: Dengan pengetahuan tentang literasi keuangan, masyarakat lebih cenderung mengidentifikasi dan menghindari penipuan keuangan. Mereka dapat mengenali tanda-tanda peringatan dan melindungi diri mereka dari praktik keuangan yang merugikan.
e. Akses ke Lebih Banyak Peluang Ekonomi: Literasi keuangan juga dapat membantu individu mengakses lebih banyak peluang ekonomi, seperti pembiayaan usaha kecil, yang dapat membantu mereka keluar dari kemiskinan dan menciptakan lapangan kerja.
Literasi keuangan memungkinkan mereka untuk membuat keputusan keuangan yang bijaksana, mengelola utang dengan lebih efektif, dan menginvestasikan pendapatan mereka dengan cerdas. Hal ini juga membantu masyarakat menghindari penipuan keuangan dan praktik berisiko yang dapat merusak stabilitas keuangan mereka. Dengan demikian, literasi keuangan bukan hanya alat untuk meningkatkan kekayaan pribadi, tetapi juga merupakan pondasi yang kokoh dalam upaya pencegahan kemiskinan yang lebih luas.
3
3) LITERASI MEDIA DAN POTENSI PENINGKATAN EKONOMI MASYARAKAT
Literasi media memiliki peran yang sangat penting dalam meningkatkan perekonomian masyarakat. Ketika individu memiliki kemampuan untuk memahami, menilai, dan menginterpretasikan informasi dari berbagai sumber media, mereka menjadi lebih siap untuk menghadapi tantangan ekonomi.
Dengan literasi media yang baik, mereka dapat dengan lebih efektif mencari peluang kerja, mengembangkan keterampilan yang diperlukan untuk sukses di pasar kerja, dan bahkan memulai bisnis mereka sendiri. Selain itu, literasi media memungkinkan masyarakat untuk mengakses informasi tentang investasi yang cerdas, memahami tren pasar, dan membuat keputusan finansial yang lebih baik.
Hal ini tidak hanya meningkatkan kesejahteraan individu tetapi juga berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dalam komunitas mereka. Dengan demikian, literasi media bukan hanya tentang pemahaman informasi, tetapi juga merupakan investasi yang berharga dalam masa depan ekonomi masyarakat.
Berikut adalah beberapa cara bagaimana literasi media dapat berkontribusi pada peningkatan perekonomian:
a. Meningkatkan Akses Informasi: Literasi media membantu masyarakat untuk mengakses dan memahami informasi yang relevan tentang peluang kerja, pendidikan, pelatihan, dan pasar. Ini memungkinkan mereka membuat keputusan yang lebih baik tentang karir dan investasi.
b. Pengembangan Keterampilan: Dengan literasi media yang baik, individu dapat mempelajari keterampilan baru melalui berbagai sumber informasi seperti tutorial online, kursus e-learning, dan sumber daya media lainnya. Ini dapat membantu mereka untuk menjadi lebih kompeten di berbagai bidang pekerjaan.
c. Kewirausahaan: Literasi media juga dapat mendorong semangat kewirausahaan dengan memberikan wawasan tentang peluang bisnis yang ada. Orang yang memiliki pemahaman yang baik tentang pasar dan tren bisnis cenderung lebih sukses dalam memulai dan mengelola usaha mereka sendiri.
d. Peningkatan Kualitas Pekerjaan: Literasi media dapat membantu orang mencari pekerjaan yang sesuai dengan minat dan keterampilan mereka. Ini dapat berdampak positif pada produktivitas dan penghasilan mereka, yang pada gilirannya meningkatkan perekonomian masyarakat secara keseluruhan.
e. Pendidikan Lanjutan: Literasi media juga dapat menginspirasi masyarakat untuk mengejar pendidikan lanjutan. Dengan akses yang lebih baik ke informasi, mereka dapat membuat keputusan yang lebih baik tentang program pendidikan yang cocok untuk mereka, yang dapat meningkatkan kualifikasi mereka di pasar kerja.
4
f. Promosi Bisnis Lokal: Bagi para pemilik bisnis lokal, literasi media dapat membantu mereka memahami cara memasarkan produk atau layanan mereka secara efektif melalui media sosial dan platform online lainnya, yang dapat meningkatkan visibilitas dan penjualan mereka.
g. Pemberdayaan Masyarakat: Literasi media dapat memberdayakan masyarakat untuk berpartisipasi dalam perdebatan dan keputusan yang berkaitan dengan kebijakan ekonomi lokal. Ini dapat membantu memastikan bahwa kebijakan yang diadopsi mendukung pertumbuhan ekonomi yang inklusif.
4) POTENSI PERENCANAAN PEMBANGUNAN MULTIHELIX UNTUK PENGENTASAN KEMISKINAN
Kerjasama dan kolaborasi antar instansi di lingkungan Pemerintah Daerah Yogyakarta Special Region (DIY) dapat menjadi kunci dalam mengentaskan kemiskinan, terutama ketika dimulai dari aspek perencanaan pembangunan. Untuk mencapai tujuan ini, perlu adanya koordinasi yang erat antara berbagai departemen dan lembaga pemerintah terkait. Misalnya, instansi perencanaan pembangunan dapat berkolaborasi dengan instansi pertanian, pendidikan, kesehatan, dan ekonomi untuk mengintegrasikan rencana-rencana mereka. Ini memungkinkan penyusunan program dan proyek yang lebih holistik dan berkelanjutan yang mampu mengatasi akar permasalahan kemiskinan.
Peran masing-masing instansi juga harus diperjelas dalam perencanaan tersebut.
Departemen pertanian dapat fokus pada meningkatkan produktivitas pertanian dan mendukung petani miskin. Departemen pendidikan harus menargetkan upaya untuk meningkatkan akses dan mutu pendidikan bagi anak-anak dari keluarga miskin.
Departemen kesehatan harus memastikan akses layanan kesehatan yang terjangkau.
Departemen ekonomi dapat berfokus pada pengembangan lapangan kerja dan usaha kecil dan menengah untuk mengurangi tingkat pengangguran.
Dengan kolaborasi yang baik dan pemahaman peran masing-masing instansi, perencanaan pembangunan dapat menjadi instrumen yang kuat dalam upaya mengentaskan kemiskinan di DIY. Ini akan menghasilkan program-program yang terintegrasi dan berkelanjutan yang secara efektif mengatasi masalah kemiskinan dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat setempat.
Pemda DIY perlu menyusun perencanaan yang lebih holistik dan menghindari ego sectoral, serta memerlukan pendekatan yang berfokus pada kepentingan bersama dan tujuan akhir yang lebih besar. Berikut adalah beberapa langkah yang dapat membantu dalam menyusun perencanaan yang holistik:
5
1) Komunikasi Terbuka: Penting untuk memiliki komunikasi yang terbuka antara berbagai departemen dan lembaga terkait. Ini menciptakan ruang untuk berbagi informasi, ide, dan pandangan tanpa rasa takut atau pertahanan ego sektoral.
2) Identifikasi Tujuan Bersama: Identifikasi tujuan akhir yang sama atau visi bersama yang ingin dicapai. Ini bisa berupa tujuan umum seperti meningkatkan kesejahteraan masyarakat atau mengentaskan kemiskinan. Memahami bahwa setiap sektor berkontribusi pada pencapaian tujuan ini dapat mengurangi ego sektoral.
3) Pemahaman Peran Masing-Masing: Setiap departemen atau sektor harus memiliki pemahaman yang jelas tentang peran dan kontribusinya dalam mencapai tujuan bersama. Ini membantu dalam menghindari tumpang tindih dan meningkatkan efisiensi.
4) Sinergi Program: Identifikasi peluang sinergi antara program-program yang berbeda. Misalnya, jika departemen pendidikan dan departemen kesehatan bekerja sama, mereka dapat meningkatkan pendidikan kesehatan di sekolah- sekolah. Ini bisa membantu mencapai tujuan kesehatan dan pendidikan secara bersamaan.
5) Komitmen Pemimpin: Pemimpin di tingkat pemerintah harus berkomitmen untuk menyatukan berbagai sektor dan menghindari pembagian yang berlebihan. Mereka harus menunjukkan bahwa tujuan bersama lebih penting daripada kepentingan ego sektoral.
6) Evaluasi dan Pengukuran Kinerja: Buat sistem evaluasi yang mencakup semua sektor yang terlibat. Ini membantu dalam melihat bagaimana kontribusi masing-masing sektor terhadap tujuan bersama dan dapat memotivasi perubahan jika diperlukan.
7) Partisipasi Masyarakat: Libatkan masyarakat dalam proses perencanaan. Ini dapat membantu dalam memastikan bahwa rencana benar-benar mencerminkan kebutuhan dan aspirasi mereka, bukan hanya ego sektoral.
8) Pendidikan dan Kesadaran: Edukasi tentang pentingnya pendekatan holistik dan kerja sama antar-sektor dapat membantu mengurangi resistensi terhadap perubahan dan meningkatkan pemahaman tentang manfaatnya.
Di sisi lain, RB Tematik adalah program reformasi birokrasi yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik dan mengentaskan kemiskinan. ASN dapat turut mengentaskan kemiskinan dengan menerapkan RB Tematik dengan cara sebagai berikut:
1. Meningkatkan akuntabilitas dan transparansi dalam pengelolaan anggaran dan program penanggulangan kemiskinan
6
2. Fokus pada pengentasan kemiskinan sebagai salah satu area utama RB Tematik 3. Mengatasi permasalahan secara konkret dengan langsung mengatasi pada akar
masalah yang terkait dengan tata kelola pada isu-isu prioritas nasional
4. Fokus pada digitalisasi administrasi pemerintahan untuk menciptakan birokrasi tangkas dan pelayanan publik berbasis digital untuk memudahkan rakyat
Dengan menerapkan RB Tematik, ASN dapat membantu pemerintah dalam mengentaskan kemiskinan dan meningkatkan kualitas pelayanan publik. Dengan pendekatan sosial dan teknokratis, aparat pemerintah dapat memanfaatkan potensi untuk memperbaiki kualitas hidup masyarakat.
II. DASAR HUKUM
1. Undang undang Nomor 3 Tahun 1950 tentang pembentukan Daerah Istimewa Yogyakarta sebagaimana telah diubah beberapa kali, terakhir dengan, Undang undang Nomor 9 Tahun 1955;
2. Undang-undang No. 13 Tahun 2012 tentang Keistimewaan Daerah Istimewa Yogyakarta;
3. Peraturan Menteri (Permen) PANRB Nomor 28 Tahun 2019 tentang Penyetaraan Jabatan Administrasi Ke Dalam Jabatan Fungsional;
4. Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 1 Tahun 2023 tentang Jabatan Fungsional
5. Peraturan Gubernur DIY Nomor 15 Tahun 2020 tentang Perubahan kedua atas Peraturan Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Nomor 53 Tahun 2019 tentang Kedudukan, Susunan Organisasi, Tugas, Fungsi dan Tata Kerja Sekretariat Daerah Undang-Undang Nomor 14 tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik;
6. DPA Biro Umum Humas dan Protokol Tahun 2023, Nomor:
DPPA/A.2/4.01.2.10.1.03.01.0000/001/2023 Tanggal 27 Februari 2022.
III. MAKSUD DAN TUJUAN KEGIATAN Maksud:
1. Terlaksananya diskusi terkait isu kemiskinan dari berbagai aspek
2. Meningkatkan komunikasi antar perangkat daerah sebagai jejaring lintas sektor dalam mendukung pelaksanaan pembangunan di DIY
7 Tujuan:
1. Meningkatnya motivasi peserta di lingkungan Pemda DIY dalam pengentasan kemiskinan.
2. Meningkatnya kolaborasi antar perangkat daerah di lingkungan Pemda DIY.
IV. WAKTU PELAKSANAAN
Kegiatan Coffee Morning dilaksanakan pada tanggal 27 September 2023, pukul 08.00- selesai.
V. SUSUNAN ACARA
Jam Keterangan
08.00-08.30 WIB Registrasi Peserta
08.30-09.00 WIB Pembukaan oleh Kepala Biro Umum Humas dan Protokol SETDA DIY
09.00-09.20 WIB Materi Sosiologi Kemiskinan oleh Ibu Nurul Aini 09.20-09.40 WIB Materi Literasi Finansial untuk Kesejahteraan
09.40-10.00 WIB Materi Literasi Media untuk Penguatan Ekonomi Masyarakat
10.00-10.20 WIB Materi Perencanaan Lintas Sektor untuk Mendukung Pengentasan Kemiskinan
10.20-11.30 WIB Diskusi
11.30 WIB Penutupan
VI. LOKASI PELAKSANAAN
Ruang Abimanyu Gedung Unit VIII Lantai III Kompleks Kepatihan
VII. NARASUMBER:
a) Unsur Pimpinan Daerah
b) Sosiolog/ Akademisi Ilmu Sosial c) Otoritas Jasa Keuangan
d) Praktisi Literasi Media
8 e) Praktisi/ Akademisi Pemerintahan
VIII. SUMBER DANA (PEMBIAYAAN) APBD Tahun 2023
IX. PENUTUP
Demikian Kerangka Acuan Kerja ini guna mendapat petunjuk dan arahan serta verifikasi agar dapat dijadikan pedoman pelaksanaan kegiatan Coffee Morning.
Yogyakarta, September 2023 Pranata Humas Ahli Muda Biro Umum Humas dan Protokol
SETDA DIY
Anang Fitrianto Sapto Nugroho, S.Sos.
NIP. 198008122010011025