Laporan Dasar Perlindungan Hutan Medan, Desember 2022
STERILISASI ALAT
Dosen Penanggungjawab:
Dr. Ir. Yusnasfi, M.Si Disusun oleh:
Fajar Ikhsan Damanik 201201017 Dwika Putri Ananda 201201068
Aryanta Sembiring 201201097
Luthan Ariel Doufan Sihombing 201201134
Zahra Zalsabillah 201201174
Angel Br Ginting 201201202
Kelompok 4 MNH 5
PROGRAM STUDI KEHUTANAN FAKULTAS KEHUTANAN UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
MEDAN
2022
KATA PENGANTAR
Puji syukur penulis panjatkan kepada Tuhan yang Maha Esa, karena berkat dan kasih karunia-nya penulis dapat menyelesaikan Laporan Praktikum Dasar Perlindungan Hutan ini dengan baik. Laporan Praktikum Dasar Perlindungan Hutan yang berjudul “Strerilisasi Alat” ini dimaksudkan untuk memenuhi tugas Praktikum Dasar Perlindungan Hutan sebagai syarat masuk praktikum di minggu yang akan datang pada Program Studi Kehutanan, Fakultas Kehutanan, Universitas Sumatera Utara.
Penulis mengucapkan terima kasih kepada dosen penanggung jawab Praktikum Dasar Perlindungan Hutan Dr. Ir. Yunasfi, M.Si karena telah memberikan materi dengan baik dan benar. Penulis juga mengucapkan terima kasih kepada asisten yang telah memberikan bimbingan dan arahan selama penulis mengikuti kegiatan praktikum ini.
Penulis menyadari bahwa laporan ini masih jauh dari kesempurnaan. Oleh karena itu, saran dan kritik dari berbagai pihak dalam upaya untuk memperbaiki isi laporan ini akan sangat penulis hargai. Semoga tulisan ini bermanfaat bagi siapapun yang membacanya.
Medan, Desember 2022
Penulis
DAFTAR ISI
Halaman
KATA PENGANTAR...
DAFTAR ISI...
DAFTAR TABEL...
PENDAHULUAN
Latar Belakang...
Tujuan...
TINJAUAN PUSTAKA METODE PRAKTIKUM
Waktu dan Tempat...
Alat dan Bahan...
Prosedur Praktikum...
HASIL DAN PEMBAHASAN
Hasil...
Pembahasan...
KESIMPULAN DAN SARAN
Kesimpulan...
Saran...
DAFTAR PUSTAKA
PENDAHULUAN
Sterilisasi merupakan suatu usaha untuk membebaskan alat-alat dan bahan- bahan dari segala macam bentuk kehidupan, terutama mikroba, sehingga dalam sterilisasi nanti alat-alat tidak terkontaminasi dengan pihak luar. Oleh karena itu, bagi seorang pemula di bidang mikrobiologi sangat perlu mengenal teknik sterilisasi karena merupakan dasar-dasar kerja dalam laboratorium mikrobiologi, diperlukan teknik-teknik agarsterilisasi dapat dilakukan secara sempurna, dalam arti tidak ada mikroorganisme lain yang mengkontaminasi media. Berdasarkan uraian di atas, maka perlu diadakan praktikum sterilisasi alat dan bahan biakkan guna memberikan pemahaman tentang hal-hal yang berkaitan dengan sterilisasi serta menambah pengetahuan dan keterampilan tentang tekikatau tatau cara sterilisasi dalam mikrobiologi (Alqum et al., 2019).
Sterilisasi adalah proses pemanasan yang dilakukan untuk mematikan semua mikroorganisme pada bahan makanan. Sterilisasi biasanya dikombinasi dengan pengemasan hermetis untuk mencegah kontaminasi ulang. Yang dimaksud pengemasan hermetis adalah pengemasan yang sangat rapat, sehingga t idak dapat ditembus oleh mikroorganisme, air, ataupun udara. Tujuan pemanasan adalah memusnahkan bakteri patogen dan spora bakteri elostridium bolulinum yang berbahaya. Metode sterilisasi yang paling umum dilakukan adalah menggunakan kaleng atau kemasan tetra pack (Rahmadani et al., 2020).
Sterilisasi dapat dilakukan baik dengan cara fisik maupun kimia.
Metodefisik didasarkan pada tindakan pemanasan (proses autoclaving, sterilisasi ternalkering atau sterilisasi ternal basah), iradiasi (irradiation-y), atau pada pemisahan secara mekanis melalui filtrasi. Cara kimia mencakup sterilisasi gas dengan etilenoksida atau gas lainnya dan menyampurkan agens pensteril pada larutan desinfektan. Sterilisasi dengan panas kering dilakukan dengan menggunakan oven. Sterilisasi dengan panas kering sering kali digunakan untuk mensterilkan perangkat kaca. Dalam keadaan kering, struktur protein bersifat lebih sabil dantidak mudah rusak sehingga untuk mematikan organism diperlukan suhu panaskering yang jauh lebih tinggi dan lebih lama bila dibandingkan dengansuhupadapemanasanlembap (Fauzi et al., 2018).
Metode sterilisasi steam yaitu dengan cara penguapan dalam tekanan meresap ke dalam benda yang permeabel dan menyebabkan koagulasi protein selular, yang dapat mematikan mikroba dan spora. Dan metode sterilisasi kimiawi caranya yaitu dengan menghentikan metabolisme protein seluler sehingga mematikan mikroba dan spora. mengingat risiko kontaminasi kembali saat penyimpanan dan terutama pada saatakan digunakan dalam tindakan medis.
Metode sterilisasi dapat dilakukan baik dengan cara fisik maupun kimia. Metode fisik didasarkan pada tindakan pemanasan (proses autoclaving, sterilisasi ternalkering atau sterilisasi ternal basah), iradiasi (irradiation-ƴ), atau pada pemisahan secara mekanis melalui filtrasi. Cara kimia mencakup sterilisasi gas dengan etilenoksida atau gas lainnya dan menyampurkan agens pensteril (misalnya glutalar dehid) pada larutan (Budiprasojo et al., 2022).
Sterilisasi dengan panas kering dilakukan dengan menggunakan oven.
Sterilisasi dengan panas kering sering kali digunakan untuk mensterilkan perangkat kaca. Dalam keadaan kering, struktur protein bersifat lebih sabil dantidak mudah rusak sehingga untuk mematikan organism diperlukan suhu panas kering yang jauh lebih tinggi dan lebih lama bila dibandingkan dengan suhu pada pemanasan lembap. Metode sterilisasi steam yaitu dengan cara penguapan dalam tekanan meresap kedalam benda yang permeabel dan menyebabkan koagulasi protein selular, yang dapat mematikan mikroba dan spora. Dan metode sterilisasi kimiawi caranya yaitu dengan menghentikan metabolisme protein seluler sehingga mematikan mikroba dan spora. Metode sterilisasi yang biasa dilakukan untuk semua kirgi dan instrumen genggam adalah menggunakan autoklaf uap atau kimia. Instrument yang telah dibungkus kasa diautoklafkan selama 20 menit pada suhu 121ºC dan tekanan 15 psi. Ini akan membunuh semua bakteri, spora, dan virus (Arifah, 2019).
Tujuan
Tujuan dari pratikum Dasar Perlindungan Hutan yang berjudul “Sterilisasi Alat” adalah dapat mengetahui dan memahami hal-hal penting yang harus diperhatikan sebelum dan sesudah melakukan sterilisasi peralatan dalam pengamatan mikrobiologis menurut metode sterilisasi yang digunakan seperti sterilisasi fisik dan kimiawi.
TINJAUAN PUSTAKA
Autoklaf merupakan salah satu alat yang sangat penting dalam praktikum dan penelitian di laboratorium mikrobiologi. Autoklaf adalah alat pemanas tertutup yang digunakan untuk mensterilisasi suatu benda menggunakan uap bersuhu tinggi dan bertekanan tinggi. Kondisi yang baik yang digunakan untuk sterilisasi adalah pada temperature 121oC, 15 Psi selama kurang lebih 15 menit.
Agar penggunaan autoklaf efektif dan uap air dapat menembus setiap alat yang disterilkan, autoklaf tidak boleh terlalu penuh agar uap air benar benar menembus semua area. Autoklaf berfungsi untuk mensterilkan alat yang terdiri dari sebuah bejana yang didalamnya ada kumparan /lilitan tembaga yang jika dialiri listrik akan menghasilkan panas. Pada bagian inilah sebagai tempat air untuk menghantarkan/media pemanas atau menghasilkan uap yang berfungsi untuk mensterilkan. Untuk pembatas air dan bahan yang disterilkan dilengkapi dengan a ngsa. Sedangkan amplas besi digunakan untuk membersihkan kerak dan karat pada angsa dan kumparan tembaga (Winarsih et al., 2020).
Praktek sterilisasi medium dan alat-alat secara umum dapat dilakukan secara fisik (misalnya pemanasan, pembekuan, penge-ringan, liofilisasi, radiasi), secara kimiawi (misalnya antiseptik, disinfektan), secara bio-logis (dengan antibiotika). Sterilisasi dengan antibiotika tidak umum digunakan, tetapi lebih banyak digunakan untuk tujuan khemoterapi (pegobatan). Pemilihan cara sterilisasi yang akan dipakai tergantung dari beberapa hal misalnya macam bahan dan alat yang disterilkan, ketahanan terhadap panas, dan bentuk bahan yang disterilkan (padat, cair, atau berbentuk gas). Autoklaf ada yang model listrik tetapi ada pula yang harus diletakkan diatas kompor gas. Jika alat ini dipanaskan, maka akan terjadi uap air yang tidak dapat keluar karena bejana tertutup rapat, sehingga tekanan di dalam autoklaf naik sampai melebihi tekanan normal (Fitri et al., 2014).
Proses sterilisasi alat laboratorium umumnya dilakukan berdasarkan pemanasan basah yaitu autoklafisasi dan pemanasan kering melalui oven.
Pemantauan proses sterilisasi didasarkan dengan tiga cara yaitu secara fisika dengan mengukur temperatur, tekanan, dan waktu, secara kimia dengan
autoclave tape, sterilization pouch yang memperlihatkan perubahan warna bila telah tercapai siklus sterilisasi yang dilakukan secara biologis dengan menggunakan spore strip atau suspense biakan spora. Tujuan sterilisasi adalah membunuh semua bentuk mikroorganisme hidup termasuk sporanya pada alat-alat yang disterilkan. Setiap proses sterilisasi disertai kontrol positif dan negative.
Autoklaf merupakan alat sterilisasi yang mahal harganya. Inovasi oven sudah banyak diterapkan, diantaranya melalui penambahan ozon dan infrared, sehingga menjadi alat sterilisasi yang jauh lebih murah. Ruangan dalam oven itu dibagi menjadi 2, bagian atas dilengkapi ozon sedangkan bagian bawah dengan infrared (Meliawaty, 2012).
Metode sterilisasi dapat dibagi menjadi dua kelompok umum yaitu fisik dan kimia meskipun sterilisasi dapat dicapai dengan bahan kimia tertentu, umumnya metode fisik lebih handal. Salah satu metode paling efektif untuk mematikan mikroorganisme menggunakan suhu tinggi. Salah satu cara untuk mencegah terjadinya kontaminasi pada peralatan medis yaitu dengan melakukan sterilisasi. Instrumen kesehatan steril memberikan peran penting dalam mengurangi penyebaran penyakit infeksi dalam tindakan pelayanan kesehatan.
Sterilisasi dapat didefinisikan sebagai proses yang secara efektif membunuh atau menghilangkan mikroorganisme yang dapat berpindah (seperti jamur, bakteri, virus) dari permukaan peralatan (Hardono et al., 2020).
Sterilisasi adalah proses panas untuk mematikan semua mikroba dan merusak spora, sehingga produk bebas dari mikroba pathogen dan lama daya awet.
Sterilisasi adalah pengurangan mikroba kontaminan sampai tingkat tertentu.
Sterilisasi alat gelas dan metal dapat dilakukan dengan pemanasan melalui oven.
Agar terbebas dari bakteri yang resisten dan partikel spora, pemanasan harus dapat dilakukan terus menerus dalam waktu yang panjang. Sinar UV digunakan untuk sterilisasi ruangan. Alat yang akan digunakan dalam suatu penenlitian atau praktikum harus disterilisasi terlebih dahulu untuk membebaskan semua bahan ata u peralatan tersebut dari semua bentuk kehidupan. Sterilisasi merupakan suatu proses untuk mematikan semua organisme yang terdapat pada suatu benda. Proses sterilisasi dapat dibagi menjadi 3 macam, yaitu penggunaan panas (pemijaran dan udara panas), penyaringan, dan penggunaan bahan kimia (etilena oksida,
asamperasetat, formaldehida dan glutaraldehida alkalin) (Anggraini et al., 2020).
METODE PRAKTIKUM
Waktu dan Tempat
Praktikum Dasar Perlindungan Hutan yang berjudul, “Sterilisasi Alat”
dilaksanakan pada hari Senin, 05 Desember 2022 pukul 13:00 WIB sampai dengan selesai. Praktikum Dasar Perlindungan Hutan ini dilaksanakan di Laboraturium BDH, Fakultas Kehutanan, Universitas Sumatra Utara.
Alat dan Bahan
Alat yang digunakan adalah alat tulis, labu erlenmeyer, tabung reaksi, autoclaf, cawan petri, dan gelas ukur.
Bahan yang digunakan dalam praktikum ini adalah buku catatan, aquades, kapas, aluminium foil, plastic wrap, plastik tahan panas, karet, label name, dan kertas avs.
Prosedur Praktikum
1. Dilakukan sterilisasi alat dengan sterilisasi basah.
2. Disiapkan alat dan bahan yang digunakan untuk mensterilkan alat.
3. Dilakukan sterilisasi pada alat labu erlenmeyer dengan mengisi aquades.
4. Dimasukan aquades ke tabung reaksi, tabung reaksi yang akan disterilkan sebanyak 2 tabung reaksi dengan bantuan alat gelas ukur dengan ukuran 9 ml.
5. Disumpal atau ditutup kedua tabung reaksi dengan menggunakan kapas dan pastikan tidak ada cela untuk udara masuk ke dalam tabung reaksi.
6. Ditutup kedua tabung reaksi yang sudah disudah disumpal dengan kapas menggunakan aluminium foil.
7. Dibalut kedua tabung reaksi dengan menggunakan plastik wrap, dan pastikan pada saat membalut sampai tertutup kapas dan aluminium foilnya.
8. Dilakukan hal yang sama untuk mensterilkan labu erlenmeyer.
9. Dilakukan sterilisasi alat cawan petri dengan cara menggabungkan kedua cawan petri dengan posisi tertutup agar memastikan tidak ada rongga udara yang masuk.
10. Dibungkus cawan petri dengan menggunakan kertas avs dengan teknik membungkus yang benar sesuai yang diajarkan oleh asisten.
11. Diberi penanda alat-alat yang disterilisasikan dengan menggunakan label name yang berisikan nama kelompok, kemudian menempelkan label name ke masing-masing alat yang mau disterilkan.
12. Disatukan cawan petri yang sudah siap untuk disterilkan, dan dimasukan ke dalam plastik anti panas agar dapat meminimalisir akan terjadinya kerusakan dan tidak mudah berserakan.
13. Disatukaan tabung reaksi yang sudah siap untuk disterilkan dan membungkusnya dengan menggunakan kertas avs, kemudian diikat menggunakan karet sebanyak 2 ikatan.
14. Dibungkus labu erlenmeyer yang sudah siap disterilkan dengan menggunkan kertas avs, dan diikat engan menggunakan karet.
15. Dimasukan cawan petri, labu erlenmeyer, dan tabung reaksi ke dalam autoclaf . Dengan cara terlebih dahulu untuk mengisi air dengan ukuran garis yang ada di dalam autoclaf, lalu pasang penyangga dalam autoclaf, dan masukan semua alat yang sudah siap untuk disterilkan dan disusun rapi. Kemudian tutup autoclafe dan menguncinya. Setelah itu, atur suhu autoclaf dengan suhu 121°C dengan waktu 15 menit, dan pastikan menjaga suhu autoclafe 121°C selama 15 menit dan tidak boleh ada penurunan dan kenaikan suhu selama 15 menit.
HASIL DAN PEMBAHASAN
Hasil
Adapun hasil yang didapatkan dari praktikum Dasar Perlindungan Hutan yang berjudul “Sterilisasi Alat” adalah sebagai berikut:
Gambar 1. Autoklaf
Pembahasan
Autoklaf adalah alat untuk mensterilkan berbagai macam alat dan bahan yangmenggunakan tekanan 15 Psi (2 atm). Suhu dan tekanan tinggi yang diberikan kepada alat dan media yang disterilisasi memberikan kekuatan yang lebih besar un tuk membunuh sel disbanding dengan udara panas. Sterilisasi menggunakan autoklaf merupakan sterilisasi yang hasilnya mutlak steril, sehingga biasa dipergunakan di dalam rumah sakit dan laboratorium. Alat yang biasa disterilkan adalah alat dari kaca, kain kasa, media pembenihan, cairan injeksi, dan bahan makanan. Sterilisasi ini dilakukan dengan uap air yang panas lebih dari 100˚C. Hal ini sesuai dengan pernyataan oleh Mamang (2018) yang menyatakan bahwa autoklaf terutama ditujukan untuk membunuh endospora, yaitu sel resisten yang diproduksi oleh bakteri, Endospora dapat dibunuh pada suhu 100 °C, yang merupakan titik didih air pada tekanan atmosfer normal pada suhu 121 °C.
Faktor-faktor yang mempengaruhi sterilisasi adalah suhu dan waktu, jumlah organisme yang ada, apakah organisme memiliki kemampuan membuat spora dan jenis bahan yang dikandung untuk membunuh organisme. Hal ini sesuai dengan pernyataan Riadi (2018) yang menyatakan bahwa suhu yang digunakan disesuaikan dengan bahan yang akan disterilisasikan dan alat yang
digunakan untuk sterilisasi. Hal ini dikarenakan perbedaan jenis bahan alat yang d igunakan. Dalam hal waktu alat atau bahan yang akan disterilisasi tidak semua sama untuk perlakuan waktu yang digunakan. Alat cenderung memerlukan waktu yang lebih lama daripada bahan pada proses sterilisasi. Dan untuk organisme yang memiliki kemampuan membuat spora harus dibunuh juga dengan menggunakan bahan yang baik.
Cara kerja sterilisasi menggunakan autoklaf oleh Widodo (2017) yang menyatakan bahwa Pertama, Bungkus rapat semua alat dan bahan yang akan disterilisasi dengan plastik dan/atau alumunium foil. Kedua, Lakukan pengecekan banyak air pada autoklaf sebelum melakukan sterilisasi. Ketiga, Masukkan alat dan bahan kedalam tabung autoklaf. Jika mensterilisasi botol yang bertutup ulir, maka tutup harus dikendorkan. Keempat, Tutup autoklaf dengan rapat lalu kencangkan baut pengaman agar tidak ada udara yang keluar dari bibir autoklaf. J angan mengencangkan klep pengaman terlebih dahulu. Kelima, Atur timer dengan waktu minimal 15 menit pada suhu 121°C, kemudian nyalakan autoklaf. Keenam, Tunggu sampai air mendidih sehingga upaya memenuhi kompartemen autoklaf dan terdesak keluar klep pengaman. Kemudian klep pengaman ditutup (dikencangkan) dan tunggu hingga selesai. Perhitungan waktu 15’ dimulai sejak tekanan mencapai 1 Atm. Ketujuh, Jika alarm tanda selesai berbunyi, maka tunggu tekanan dalam kompartmen turun hingga sama dengan tekanan udara di lingkungan.
Sterilisasi menggunakan oven cenderung digunakan untuk mensterilisasi bahan yang terbuat dari besi, gelas, dan plastik yang tahan panas. Cara kerja sterilisasi dengan Oven: 1. Bungkus alat-alat gelas dengan menggunakan kertas atau alumunium foil. 2. Masukkan alat gelas yang sudah dibungkus rapat ke dalam oven 3. Tutup pintu oven lalu atur pengatur oven menjadi 180°C dan alat di sterilkan 1-2 jam dan mempunyai tujuan mensterilkan alat. Andriani (2016) yang menyatakan bahwa sterilisasi adalah suatu usaha untuk membebaskan alat – alat dan bahan sari segala macam bentuk kehidupan, terutama mikroba sehingga dengan proses sterilisasi dapat menghindarkan kontaminasi dari pihak luar. Tujuan dari sterilisasi yaitu agar terjadi denaturasi protein pada sel bakteri serta tidak aktifnya enzim yang digunakan untuk metabolism bakteri dan ada pun panas dari
proses ini adalah untuk mematikan spora bakteri.
KESIMPULAN DAN SARAN
Kesimpulan
1. Sterilisasi merupakan suatu usaha untuk membebaskan alat-alat dan bahan- bahan dari segala macam bentuk kehidupan, terutama mikroba, sehingga dalam sterilisasi nanti alat-alat tidak terkontaminasi dengan pihak luar.
2. Proses sterilisasi dapat dibagi menjadi 3 macam, yaitu penggunaan panas(pemijaran dan udara panas), penyaringan, dan penggunaan bahan kimia (etilena oksida, asamperasetat, formaldehida dan glutaraldehida alkalin).
3. Sterilisasi menggunakan oven cenderung digunakan untuk mensterilisasikan bahan yang terbuat dari besi, gelas, dan plastik yang tahan panas.
4. Pemantauan proses sterilisasi didasarkan dengan tiga cara yaitu secara fisika dengan mengukur temperatur, tekanan, dan waktu, secara kimia dengan autoclave tape, sterilization pouch yang memperlihatkan perubahan warna bila telah tercapai siklus sterilisasi yang dilakukan secara biologis dengan menggunakan spore strip atau suspense biakan spora.
5. Metode sterilisasi dapat dibagi menjadi dua kelompok umum yaitu fisik dan kimia meskipun sterilisasi dapat dicapai dengan bahan kimia tertentu, umumnya metode fisik lebih handal.
Saran
Sebaiknya praktikan mencatat setiap proses yang ada dan memahaminya.
Ketika membalut alat dengan kertas sebaiknya dilakukan perlahan-lahan.
Praktikan harus menjaga ketertiban dan kerapihan selama proses praktikum dilaksanakan.
DAFTAR PUSTAKA
Alqum A dan Tarsono N. 2019. Pemanfaatan Autoclave Model 1925x Sebagai Alat Suling dengan Model Kondensor Graham dan Kondensor Allihn untuk Mendukung Praktikum Mahasiswadi Laboratorium Produksi Tanaman II Politeknik Negeri Lampung. Indonesian Journal of Laboratory, 1(4), 34-40.
Andriani R. 2016. Pengenalan Alat-Alat Laboratorium Mikrobiologi untuk Mengatasi Keselamatan Kerja dan Keberhasilan Praktikum. Jurnal Mikrobiologi, 1(1): 12-25.
Anggraini II, Sagita D, dan Pratama S. 2020. Sensitivitas Kombinasi Antibakteri Amoksisilin dan Kotrimoksazol. Journal of Healthcare Technology and Medicine, 6(1):294-300.
Arifah AA. 2019. Gula Pasir Sebagai Pengganti Dektrosa Pada Komposisi Pda Untuk Efisiensi Biaya Praktikum Dan Penelitian Di Laboratorium Fitopatologi. Jurnal Temapela, 2(1), 28-32.
Budiprasojo A, Erawantini F, dan Rofi'i A. 2022. Penggunaan Alat Sterilisasi Sinar UV Type C Portable Untuk Meningkatkan Masa Simpan Susu Kemasan Pada UKM Susu Sapi Rembangan Desa Binaan Kemuning Lor Kecamatan Arjasa Kabupaten Jember. J-Dinamika: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 7(2), 163-172.
Fauzi A dan Thunru M. 2018. Pola kuman pada alat sterilisasi dan alat medis pakai ulang di instalasi sterilisasi Rumah Sakit Gigi dan Mulut Universitas Hasanuddin. Makassar Dental Journal, 7(3).
Fitri A, Wiranto A, Karina, Hawidah N, Lestari DE, dan Nurhidayati A. 2014.
Peralatan, Sterilisasi dan Media Pertumbuhan Mikroba. Jurrnal Praktikum Mikrobiologi Dasar, 1-10.
Hardono T dan Supriyadi K. 2020. Modifikasi Autoclave Berbasis Atmega 328 (Suhu). Jurnal Teknik Elektromedik Indonesia, 1(2):59-65.
Mamang M, Bilang M, dan Salengke S. 2018. Pengaruh Pemanasan Basah Dengan Autoklaf Terhadap Aktifitas Senyawa Toxalbumin Pada Biji Kemiri (Aleurites moluccana (L.) Willd). Indonesian Journal of Chemical Research, 5(2):53-57.
Meliawaty F. 2012. Efisiensi Sterilisasi Alat Bedah Mulut Melalui Inovasi Oven d engan Ozon dan Infrared, Jurnal Kesehatan Masyarakat, 11(2) : 147-167.
Rahmadani S dan Pratomo RHS. 2020. Pengembangan Perangkat Petunjuk Praktikum Berbasis Jigsaw Melalui Pendekatan Probing Pada Mata Kuliah Teknik Laboratorium. Jurnal Biotek, 8(2), 137-153.
Riady S, Maulana D, Suwarno A, dan Nugroho A. 2018. Implementasi Sistem Monitoring Suhu Pada Produk Makanan di Mesin Sterilisasi Menggunakan Fuzzy Logic Berbasis Internet of Things. InComTech:
Jurnal Telekomunikasi dan Komputer, 8(2), 121-132.
Widodo L. 2017. Dasar-dasar Praktikum Mikrobiologi. Microbiological Applications, A Laboratory Manual in General Microbiology, 1(1):1-61.
Winarssih L, Aprira, Susanto D, dan Edwar. 2020. Mencari Media Pemanas Autoclave yang Murah dan Bersih. Indonessian Journal of Laboratory, 3(1):34-38.