RESUME KEPERAWATAN PADA TN. J DENGAN GANGGUAN SISTEM PERSYARAFAN
“DIABETES MELITUS (DM)”
DI RS SUFINA AZIZ
Disusun Oleh :
Nama : APRIANTA TARIGAN Nim : P07520220006
POLTEKKES KEMENKES MEDAN JURUSAN KEPERAWATAN
2023
A. Identitas psien Nama : Arso pasaribu Jenis kelamin : Laki-laki Umur : 48 thn
Status kawin : Kawin Suku/Bangsa : Batak/WNI Agama : Kristen
Pendidikan : SMA Pekerjaan : Wiraswasta Alamat : Medan Helvetia Tanggal masuk : 21 – 10 - 2023 No RM : 097174
Diagnosa medis : Diabetes Melitus (DM)
Identitas penaggung jawab Nama : Layla Natasya
Hubungan dengan pasien : Istri Pekerjaan : Ibur rumahtangga Alamat : Medan Helvetia
B. Keluhan Utama
Klien mengatakan bahwa mulanya saat dia sangat haus dan selalu minum air, selalu buang air kecil. Badannya terasa lemas dan tidak nafsu makan, badan keringat dingin.
C. Pemeriksaan yang dilakukan a. Keadaan umum
- Kesadaran : Compos mentis
b. Tanda-tanda vital - TD : 120/80 mmhg - S : 34 C
- BB : 70 kg - N : 80 x/i - RR : 20 x/i - SPO2 : 98%
- Skala nyeri : 5
D. Pemeriksaan penunjang
D. Analisa Data N
o
Data Masalah Etiologi
1 DS :
Pasien mengatakan lemas dan pusing
Pasien mengatakan, untuk mandi, makan, minum danke kamar mandi dibantu oleh anaknya
DO :
Pasien tampak lemah
TD 100/70 mmHg
Defisit perawatan diri Kelemahan fisik
2 DS : - DO :
Terpasang infus NaCl 0,9% di punggung tangan kiri pasien
Resiko infeski Prosedur invasive
E. Diagnosa keperawatan
1. Risiko infeksi b/dprocedure invasive 2. Defisit perawatan diri b/d nyeri, kelemahan
F. Intervensi keperawatan N
o Diagnosa keperawatan Tujuan & Kriteria hasil Intervensi 1 Risiko Infeksi b/d procedure
invasive DS :
Pasien mengatakan lemas dan pusing
Pasien mengatakan nafsumakan berkurang, pasien hanya habis setengah porsi dari diet RS Pasien mengatakan mempunyai riwayat penyakit DM sejak 3 tahun yang lalu
Anak pasien mengatakan pasien kontrol rutin di puskesmas, namun pasien terkadang lupa untuk meminum obat rutinnya
DO :
GDS 529 mg/dL
Pasien tampak lemas
Setelah dilakukan asuhan keperawatan selama 3 x 24 jam, risiko ketidakstabilan kadar glukosa darah teratasi dengan
Kriteria hasil :
a. Tidak ada tanda-tanda infeksi (dolor, kalor, rubor, tumor, fungtio laesa)
b. Luka bersih, tidak lembab dan tidak kotor.
c. Balutan infus bersih, tidak, lembab, dan tidak kotor
d. Tanda-tanda vital dalam batas normal.
(TD: 110-120/60-80 mmHg,
N: 60-100 x/mnt, RR: 16- 20x/mnt, S :36- 36,5°C).
a. Pantau tanda-tanda vital.
b. Lakukan perawatan terhadap prosedur invasif seperti infus, kateter, drainase luka c. Jika ditemukan tanda infeksi kolaborasi untuk pemeriksaan darah, seperti Hb dan leukosit d. Kelola untuk
pemberian antibiotik ceftriaxone 1 gr/24 jam
2 Defisit perawatan diri b/d nyeri, kelemahan
DS :
Pasien mengatakan lemas dan pusing
Pasien mengatakan, untuk mandi, makan, minum danke kamar mandi dibantu oleh anaknya
telah dilakukan asuhan keperawatan selama 3 x 24 jam infeksi tidak terjadi dengan
Kriteria hasil :
- kebersihan pasien terjaga - pasien tidak bau
1. Observasi tingkat kemandirian pasien dalam melakukan personal hygiene 2. Berikan Air hangat 3. Motivasi pasien untuk personal hygiene 2 kali sehari pagi dan sore 4. Motivasi keluarga untuk menjaga kebersihan diri dan
DO :
Pasien tampak lemah
TD 100/70 mmHg
lingkungan ketika membesuk
F. Implementasi dan evaluasi N
o
Diagnosa keperawatan
Hari/
Tanggal
Jam Implementasi Evaluasi
1 Risiko Infeksi b/d procedure invasive 16
Senin /10/2023
09.0 0
10.0 0
11.0 0
Melakukan
kolaborasi dengan dokter pemberian antibiotik
ceftriaxone 1 gram/12jam/ IV
Melakukan
kolaborasi dengan dokter pemberian antibiotic
ceftriaxone 1 gram/12jam/ IV
S : Pasien mengatakan tidak sakit saat obat disuntikkan
O : Injeksi
ceftriaxone 1 gram berhasil disuntikkan melalui infus pasien ditangan kiri
S : Pasien mengatakan tidak sakit saat obat disuntikkan
O : Injeksi
ceftriaxone1 gram berhasil disuntikkan melalui kateter infus pasien ditangan kiri A : Risiko infeksi teratasi sebagian P : Lanjutkan intervensi
S : Pasien mengatakan tidak sakit saat obat disuntikkan
O : Injeksi ceftriaxone 1 gram berhasil disuntikkan melalui kateter infus pasien
Selasa 17/10/202 3
Rabu 18/10/202 3
09.0 0
10.0 0
09.0 0
Melakukan dressing infus
Melakukan
kolaborasi dengan dokter pemberian antibiotic
ceftriaxone 1 gram/12jam/ IV
Melakukan
kolaborasi dengan dokter pemberian antibiotic
ceftriaxone 1 gram/12jam/ IV
Melakukan up infus
ditangan kiri A : Risiko infeksi teratasi sebagian P : Lanjutkan intervensi
S : Pasien mengatakan infusnya tidak terasa gatal
O : Tidak nampak tanda-tanda infeksi pada pemasangan infus ditangan kiri pasien
S : Pasien mengatakan infusnya tidak terasa gatal
O : Tidak Nampak tanda-tanda infeksi pada pemasangan infus ditangan kiri pasien, Injeksi ceftriaxone 1 gram berhasil disuntikkan melalui kateter infus pasien ditangan kiri A : Risiko infeksi teratasi sebagian P : Lanjutkan intervensi
S : Pasien mengatakan tidak sakit saat obat disuntikkan
O : Injeksi
ceftriaxone 1 gram berhasil disuntikkan melalui
S : Pasien mengatakan tidak sakit saat obat
10.0 0
disuntikkan, Pasien mengatakan terasa lega setelah infus dan kateter dilepas
O : Injeksi
ceftriaxone 1 gram berhasil disuntikkan melalui kateter infus pasien ditangan kiri, Kateter infus berhasil diaff
A : Risiko infeksi teratasi
P : Hentikan intervensi, 2 Defisit perawatan diri
b/d kelemahan fisik Senin 16/10/202 3
Selasa 17/10/202 3
09.0 0
10.0 0
09.0 0
Mengobservasi tingkat kemandirian pasien dalam melakukan personal hygiene
Memotivasi pasien untuk personal hygiene 2 kali sehari, pagi dan sore
- Mengobservasi tingkat kemandirian pasien dalam melakukan personal hygiene
- Memotivasi pasien untuk personal hygiene 2 kali sehari, pagi dan sore
S : Pasien mengatakan mandi dibantu oleh anaknya karena masih terasa pusing
O : Pasien tampak lemah dan pucat
S : Pasien mengatakan mandi sehari sekali pada pagi hari, karena pasien tidak bisa mandi sendiri, harus dibantu oleh anaknya O : Wajah pasien nampak berminnyak dan kulitnya terasa lengket.
Lanjutkan intervensi S: Pasien mengatakan masih agak lemas Pasien mengatakan sudah mandi, dan bersedia mandi 2 kali sehari pagi ini sama nanti sore
O : Pasien tampak bersih dan pakiannya rapi Terpasang verban ransel di bahu kanan
10.0 0
- Mengobservasi tingkat kemandirian pasien dalam melakukan personal hygiene
- Memotivasi pasien untuk personal hygiene 2 kali sehari, pagi dan sore
pasien
A : Defisit perawatan diri belum teratasi
S : Pasien belajar mandi sendiri Pasien mengatakan sudah mandi
O : Pasien tampak bersih dan pakiannya rapi Pasien tampak lebih bugar
A : Defisit perawatan teratasi
P : Hentikan intervensi