• Tidak ada hasil yang ditemukan

KATA PENGANTAR

N/A
N/A
Nguyễn Gia Hào

Academic year: 2023

Membagikan "KATA PENGANTAR "

Copied!
76
0
0

Teks penuh

(1)

LAPORAN KERJA PRAKTEK PT. PLN RAYON BENGKALIS

SISTEM PEMELIHARAAN TRANSFORMATOR

WAN DEDEK SWENDI RAMADHAN 3204171166

JURUSAN TEKNIK ELEKTRO PROGRAM STUDI D-IV TEKNIK LISTRIK POLITEKNIK NEGERI BENGKALIS

BENGKALIS - RIAU 2021

(2)

(3)

iii

KATA PENGANTAR

Dengan mengucap rasa Puji dan Syukur penulis panjatkan ke-hadirat Allah SWT, yang telah melimpahkan Rahmat dan Hidayah-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan Laporan Praktek Kerja Lapangan yang di laksanakan di PT. PLN Rayon Bengkalis.

Penulis menyadari sepenuhnya bahwa dalam penyusunan Laporan ini tidak sedikit kesulitan dan hambatan yang dialami penulis, baik dalam segi isi, penulisan maupun kata-katanya yang tidak tersusun secara baik, namun berkat bantuan dan bimbingan dari berbagai pihak akhirnya Laporan Kerja Praktek ini dapat diselesaikan.

Dengan hati yang tulus dan ikhlas, penulis ingin menyampaikan rasa syukur dan terima kasih serta penghargaan yang tak terhingga sedalam-dalamnya kepada:

1. Yth. Bapak Abdul Hadi S.ST., MT Selaku Koordinator KP.

2. Yth. Ibu Muharnis ST., MT Selaku Ketua Prodi Teknik Listrik.

3. Yth. Bapak Adam S.ST., MT Selaku Dosen Wali Teknik Listrik.

4. Yth. Bapak Agustiawan S.ST., MT Selaku Dosen Pembimbing.

5. Yth. Bapak Andiko Bestari Selaku Manajer ULP PT.PLN Rayon Bengkalis.

6. Yth. Staff dan Karyawan PT. PLN Rayon Bengkalis.

Akhir kata penulis mengucapkan Alhamdulillah, semoga Allah SWT selalu menyertai langkah penulis dan mudah-mudahan Laporan Praktek Kerja Lapangan ini dapat bermanfaat dan menambah wawasan berfikir serta sebagai bahan referensi dan informasi yang bermanfaat bagi pengetahuan, khususnya bidang Teknik Elektro.

Bengkalis, 9 Februari 2021

Wan Dedek Swendi Ramadhan 3204171166

(4)

iv

DAFTAR ISI

Halaman

COVER DEPAN ...i

LEMBAR PENGESAHAAN ... ii

KATA PENGANTAR... iii

DAFTAR ISI ...iv

DAFTAR GAMBAR...vi

BAB I GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN ... 1

1.1 Sejarah Singkat Perusahaan ... 1

1.2 Visi dan Misi Perusahaan ... 2

1.3 Struktur Organisasi Perusahaan ... 3

1.4 Ruang Lingkup Perusahaan ... 4

BAB II DESKRIPSI KEGIATAN KP ... 5

2.1 Spesifikasi Tugas yang Dilaksanakan... 5

2.2 Target yang Diharapkan ... 54

2.3 Kendala-kendala yang Dihadapi Dalam Menyelesaikan Tugas ... 54

BAB III SISTEM PEMELIHARAAN TRANSFORMATOR ... 55

3.1 Pendahuluan ... 55

3.2 Tinjauan Pustaka ... 55

3.2.1 Proses penyampaian tenaga listrik ke pelanggan ... 55

3.2.2 Transformator ... 56

3.3 Metodologi Pemeliharaan Transformator ... 58

3.3.1 Pemeliharaan transformator distribusi ... 58

3.3.2 SOP (Standar Operasi Prosedur) pemeliharaan transformator ... 60

3.3.3 Pemadaman sebelum pemeliharaan ... 61

3.3.4 Langkah kerja pemeliharaan transformator ... 62

3.3.5 Pengoperasian kembali setelah pemeliharaan... 63

BAB IV PENUTUP ... 65

4.1 Kesimpulan ... 65

4.2 Saran untuk Penulis ... 65

(5)

v

4.3 Saran untuk Petugas ... 66 DAFTAR PUSTAKA ... 67 LAMPIRAN ... 68

(6)

vi

DAFTAR GAMBAR

Halaman

Gambar 2. 1 Brifing bersama anggota PT.PLN Rayon Bengkalis ... 5

Gambar 2. 2 Pemasangan KWh meter Pascabayar ... 7

Gambar 2. 3 Penggantian kabel trafo rusak/terbakar ... 8

Gambar 2. 4 Perbaikan TM condong akibat pohon kelapa ... 10

Gambar 2. 5 Pemasangan MCB pada AC ... 11

Gambar 2. 6 Pemeriksaan gangguan di tower Telkomsel ... 13

Gambar 2. 7 Melakukan penyeimbang beban trafo ... 14

Gambar 2. 8 Melakukan penggantian KWh meter rusak ... 16

Gambar 2. 9 Melakukan penggantian KWh meter rusak ... 17

Gambar 2. 10 Melakukan penyeimbang beban trafo ... 18

Gambar 2. 11 Melakukan inspeksi trafo ... 19

Gambar 2. 12 Melakukan penggantian KWh meter rusak ... 21

Gambar 2. 13 Melakukan perbaikan KWh meter periksa ... 22

Gambar 2. 14 Melakukan pemeriksaan gangguan pada Recrosser ... 23

Gambar 2. 15 Melakukan perbaikan kabel SR putus ... 24

Gambar 2. 16 Melakukan inspeksi peralatan kerja ... 25

Gambar 2. 17 Melakukan Penggantian MCB pada KWh meter ... 26

Gambar 2. 18 Melakukan perbaikan kabel SR putus ... 28

Gambar 2. 19 Melakukan penggantian FCO putus ... 29

Gambar 2. 20 Melakukan Penggantian MCB pada KWh meter ... 30

Gambar 2. 21 Melakukan Perbaikan trafo di PDAM ... 31

Gambar 2. 22 Melakukan penggantian KWh meter rusak ... 33

Gambar 2. 23 Melakukan perbaikan KWh meter ... 34

Gambar 2. 24 Melakukan perbaikan KWh meter periksa ... 35

Gambar 2. 25 Melakukan perbaikan kabel SR putus ... 36

Gambar 2. 26 Melakukan perbaikan piercing lost contact ... 37

Gambar 2. 27 Melakukan penggantian KWh meter rusak ... 39

Gambar 2. 28 Melakukan perbaikan kabel SR putus ... 41

(7)

vii

Gambar 2. 29 Melakukan penggantian FCO putus ... 42

Gambar 2. 30 Melakukan penggantian KWh meter rusak ... 43

Gambar 2. 31 Melakukan perbaikan KWh meter periksa ... 44

Gambar 2. 32 Melakukan perbaikan kabel SR putus ... 46

Gambar 2. 33 Melakukan penyeimbang beban trafo ... 47

Gambar 2. 34 Melakukan perbaikan kabel SR putus ... 48

Gambar 2. 35 Melakukan penggantian KWh meter rusak ... 49

Gambar 2. 36 Melakukan penggantian FCO putus ... 50

Gambar 2. 37 Melakukan penggantian KWh meter rusak ... 51

Gambar 2. 38 Melakukan pemeliharaan rutin trafo ... 52

Gambar 3. 1 Diagram satu garis system kelistrikan ... 56

Gambar 3. 2 Konstruksi dasar transformator dua lilitan terpisah ... 57

Gambar 3. 3 Trafo Starlite 100KVA ... 59

Gambar 3. 4 Mengukur beban pada trafo sebelum melakukan pemeliharaan ... 60

Gambar 3. 5Melepaskan FCO (Fuse Cut Out ... 61

Gambar 3. 6Membersihkan Bushing trafo ... 62

Gambar 3. 7 Melakukan pengukuran beban pada trafo setelah pemeliharaan ... 63

(8)

1

BAB I

GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN

1.1 Sejarah Singkat Perusahaan

Berawal di akhir abad 19, bidang pabrik gula dan pabrik ketenagalistrikan di Indonesia mulai ditingkatkan saat beberapa perusahaan asal Belanda yang bergerak di bidang pabrik gula dan pabrik teh mendirikan pembangkit tenaga listrik untuk keperluan sendiri.

Antara tahun 1942-1945 terjadi peralihan pengelolaan perusahaan-perusahaan Belanda tersebut oleh Jepang, setelah Belanda menyerah kepada pasukan tentara Jepang di awal Perang Dunia II.

Proses peralihan kekuasaan kembali terjadi di akhir Perang Dunia II pada Agustus 1945, saat Jepang menyerah kepada Sekutu. Kesempatan ini dimanfaatkan oleh para pemuda dan buruh listrik melalui delagasi Buruh/Pegawai Listrik dan Gas yang bersama-sama dengan Pemimpin KNI Pusat berinisiatif menghadap Presiden Soekarno untuk menyerahkan perusahaan-perusahaan tersebut kepada Pemerintah Republik Indonesia. Pada 27 Oktober 1945, Presiden Soekarno membentuk Jawatan Listrik dan Gas di bawah Departemen Pekerjaan Umum dan Tenaga dengan kapasitas pembangkit tenaga listrik sebesar 157,5 MW.

Pada tanggal 1 januari 1961, Jawatan Listrik dan Gas diubah menjadi BPU- PLN (Badan Pemimpin Umum Perusahaan Listrik Negara) yang bergerak di bidang listrik, gas dan kokas yang dibubarkan pada tanggal 1 Januari 1965. Pada saat yang sama, 2 (dua) perusahaan negara yaitu Perusahaan Listrik Negara (PLN) sebagai pengelola tenaga listrik milik negara dan Perusahaan Gas Negara (PGN) sebagai pengelola gas diresmikan.

Pada tahun 1972, sesuai dengan Peraturan Pemerintah No. 17, status Perusahaan Listrik Negara (PLN) ditetapkan sebagai Perusahaan Umum Listrik

(9)

2 Negara dan sebagai Pemegang Kuasa Usaha Ketenagalistrikan (PKUK) dengan tugas menyediakan tenaga listrik bagi kepentingan umum.

Seiring dengan kebijakan Pemerintah yang memberikan kesempatan kepada sektor swasta untuk bergerak dalam bisnis penyediaan listrik, maka sejak tahun 1994 status PLN beralih dari Perusahaan Umum menjadi Perusahaan Perseroan (Persero) dan juga sebagai PKUK dalam menyediakan listrik bagi kepentingan umum hingga sekarang.

1.2 Visi dan Misi Perusahaan

Visi

Menjadi Perusahaan Listrik Terkemuka se-Asia Tenggara dan #1 Pilihan Pelanggan untuk Solusi Energi.

Misi

Misi PT. PLN adalah sebagai berikut:

1. Menjalankan bisnis kelistrikan dan bidang lain yang terkait, berorientasi pada kepuasan pelanggan, anggota perusahaan dan pemegang saham.

2. Menjadikan tenaga listrik sebagai media untuk meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat.

3. Mengupayakan agar tenaga listrik menjadi pendorong kegiatan ekonomi.

4. Menjalankan kegiatan usaha yang berwawasan lingkungan.

(10)

3 1.3 Struktur Organisasi Perusahaan

Manager ULP Rayon Bengkalis ANDIKO BESTARI

8508010-R2

SPV PA RAHMAN BUDIMAN

7296076-R

SPV TEKNIK NURIL AZWAR

8808047-R2

SPV TE MHD FANY

9115130-ZY

SPV K3L FIRRIZQI PRATAMA 95171263-ZY

JA PA KRISMANTORO

8808029-R2

AO OPDIST RIDUAN 6895078-R AO OPDIST YENDRI MARSON

Yendri Marson JO OPDIST MHD ILHAM

RAHMAD 9312036-R2Y

JE OPDIST ANNISA UTAMY

RAMBE AMD.T 9720333-ZY

AN KINERJA ERWIN 6893103-R

(11)

4 1.4 Ruang Lingkup Perusahaan

Ruang lingkup PT.PLN (Persero) yang meliputi:

a. Usaha Penyediaan Tenaga Listrik, diataranya pembangkitan, penyaluran, distribusi, perencanaan, pembangunan sarana penyediaan tenaga listrik dan pengembangan penyediaan tenaga listrik.

b. Usaha Penunjang Tenaga Listrik, diantaranya konsultasi yang berhubungan ketenagalistrikan, pembangunan dan pemasangan peralatan ketenagalistrikan, pemeliharaan peralatan ketenagalistrikan dan pengembangan teknologi peralatan yang menunjang penyediaan tenaga listrik.

c. Usaha lain, diantaranya kegiatan usaha dan pemanfaatan sumber daya alam dan sumber energi terkait penyediaan ketenagalistrikan, jasa operasi dan pengaturan bidang pembangkit, penyaluran, distribusi dan retail tenaga listrik, kegiatan perindustrian perangkat keras dan luas bidang ketenagalistrikan, kerjasama dengan badan lain dan usaha lainnya.

(12)

5

BAB II

DESKRIPSI KEGIATAN KP

2.1 Spesifikasi Tugas yang Dilaksanakan

Selama melaksanakan kegiatan PKL di PT.PLN Rayon Bengkalis berlangsung selama kurang lebih 62 hari kerja mulai dari tanggal 1 November – 31 Desember 2020, penulis ditempatkan di bidang Pelayan Teknik (Yantek) di daerah Sungai Pakning mengikuti shift pagi dari jam 08.00 - 16.00 hari kerja. Bidang Yantek di daerah Sungai Pakning di pimpin oleh Pengawas (Riduan) dan bidang Yantek juga terdapat 10 biro/petugas.

Dibawah ini adalah tugas-tugas dan kegiatan penulis selama menjalani kegiatan PKL di PT. PLN Rayon Bengkalis.

1. Kegiatan harian minggu ke -1:

a. Hari : Rabu

Tanggal : 04 November 2020

Kegiatan harian yang dilakukan penulis adalah sebagai berikut:.

1. Melakukan brifing bersama anggota PT. PLN Rayon Bengkalis.

Gambar 2. 1 Brifing bersama anggota PT. PLN Rayon Bengkalis.

(13)

6 Kegiatan brifing setiap hari dilakukan di PT. PLN Rayon Bengkalis sebelum memulai kegiatan, dan untuk menyambut mahasiwa Politeknik Negeri Bengkalis yang akan magang. Serta penyampaian visi dan misi manajer PT. PLN Rayon Bengkalis yang baru yaitu Bpk. Andiko Bestari.

2. Pembagian divisi kepada masing - masing anggota KP.

Pembagian divisi kepada anggota KP dilakukan oleh Supervisor bagian TE (Transaksi Energi) yaitu Bpk. Muhammad Fany. Divisi yang ada di PT.

PLN Rayon Bengkalis ada 4 divisi utama yaitu divisi Pelayanan Pelanggan (Rahman Budiman), divisi Teknik (Nuril Azwar), divisi Transaksi Energi (Muhammad Fany), divisi K3L (Firizqi Pratama) dan diantara divisi tersebut terdapat divisi lain yang berada di bawah 4 divisi diatas. Penulis di tempatkan di divisi Gudang yang termasuk bagian dari divisi Pelayanan Pelanggan dengan Bpk. Krismantoro. Karena di hari pertama KP penulis diminta melakukan kegiatan di divisi Gudang untuk sementara dan untuk seterusnya penulis di tempatkan di bagian Pelayan Teknik di Sungai Pakning.

3. Pengenalan alat dan material di Gudang PLN Rayon Bengkalis.

Pengenalan alat dan material di jelaskan oleh Bpk. Krismantoro di Gudang PT. PLN Rayon Bengkalis, mulai dari alat-alat yang digunakan untuk memasang KWh meter, instalasi rumah tangga, dan instalasi gedung bertingkat harus sesuai dengan standart PLN. Misalnya menggunakan MCB SNI dengan switch (saklar) yang berwarna biru.

(14)

7 4. Melakukan pemasangan KWh meter (Pascabayar) di depan kantor PLN.

Gambar 2. 2 Pemasangan KWh Meter Pascabayar.

Pemasangan KWh meter pascabayar dengan daya 2200 VA dan memakai MCB 10 A sesuai standar PLN, KWh tersebut untuk menambah daya dari KWh meter utama apabila kekurangan daya dan sebagai cadangan ketika KWh utama rusak.

a. Alat dan material yang digunakan adalah sebagai berikut:

1. KWh meter daya 2200 VA.

2. MCB 10 A.

3. Tang.

4. Obeng plus/minus.

5. Bor listrik.

6. Tespen.

7. Kabel SR (Sambungan Rumah) 2x10 mm 15 meter.

8. Tangga.

9. Isolasi.

(15)

8 b. Peralatan K3 yang digunakan adalah sebagai berikut:

1. Helm safety.

2. Sepatu safety.

b. Hari : Khamis

Tanggal : 05 November 2020

Kegiatan harian yang dilakukan penulis adalah sebagai berikut:

1. Melakukan brifing bersama anggota PT. PLN Sei Pakning.

Kegiatan brifing setiap hari dilakukan di PT. PLN Sungai Pakning sebelum memulai kegiatan, dan pengenalan penulis dengan Bpk. Riduan sebagai pengawas di PT. PLN Sungai Pakning serta dengan petugas Pelayan Teknik.

2. Melakukan perbaikan kabel trafo rusak/terbakar di Jalan Bambu Kuning Kelurahan Sungai Pakning.

Gambar 2. 3 Penggantian kabel trafo rusak/terbakar.

Melakukan penggantian kabel dari output trafo ke Jaringan Tegangan Rendah yang terbakar karena sudah lama tidak diganti dan beban yang terlalu besar menyebakan kabel lebih mudah panas dan terbakar. Petugas juga

(16)

9 menghitung beban pada trafo apabila ada yang berlebih maka di lakukan penyeimbang beban dengan cara memindahkan beban pada jurusan berlebih ke jurusan yang lebih rendah agar tidak terjadi beban berlebih (Over Load).

a. Alat dan material yang digunakan adalah sebagai berikut:

1. Toolkit set.

2. Tang.

3. Shackle stock (Stick) 20 kV.

4. Kabel JTR 4x7 mm 8 meter.

5. Tangga.

6. Isolasi.

b. Peralatan K3 yang digunakan adalah sebagai berikut:

1. Helm safety.

2. Safety vest.

3. Sepatu safety.

4. Kacamata hitam.

c. Alat ukur yang digunakan adalah sebagai berikut : 1. Tang amper.

c. Hari : Jum’at

Tanggal : 06 November 2020

Kegiatan harian yang dilakukan penulis adalah sebagai berikut:

1. Melakukan mengganti stop kontak pelanggan di Desa Sungai Selari.

Melakukan penggantian stop kontak yang sudah rusak atau sudah terbakar karena sudah lama dan sering digunakan menyebabkan stop kontak tersebut panas dan terbakar.

(17)

10 a. Alat dan material yang digunakan adalah sebagai berikut:

1. Obeng plus/minus.

2. Tang.

3. Isolasi.

b. Peralatan K3 yang digunakan adalah sebagai berikut:

1. Helm safety.

2. Safety vest.

3. Sepatu safety.

2. Melakukan perbaikan TM condong akibat pohon kelapa tumbang mengenai TM Di Desa Lubuk Muda.

Gambar 2. 4 Perbaikan TM condong akibat pohon kelapa.

Melakukan perbaikan TM condong akibat pelanggan yang menebang pohon kelapa mengenai Jaringan Tegangan Menengah dan membuat TM 3 yang ada di persimpangan jalan tertarik, petugas menarik kembali treck sckor atau guy wire menggunakan katrek agar TM 3 kembali lurus. Petugas juga mengganti Fuse link pada FCO (Fused Cut Out) yang sudah putus dan mengukur kembali tegangan dan arus pada trafo untuk mengecek apakah ada

(18)

11 kabel putus atau tidak.

a. Alat dan material yang digunakan adalah sebagai berikut:

1. Toolkit set.

2. Tang.

3. Shackle stock (Stick) 20 kV.

4. Fuse link 4 A.

5. Tangga.

6. Isolasi.

b. Peralatan K3 yang digunakan adalah sebagai berikut:

1. Helm safety.

2. Safety vest.

3. Sepatu safety.

4. Kacamata hitam.

c. Alat ukur yang di gunakan adalah sebagai berikut : 1. Tang amper.

3. Melakukan pemasangan MCB pada AC di rumah pelanggan Di Desa Batang Duku.

Gambar 2. 5 Pemasangan MCB pada AC.

(19)

12 Melakukan pemasangan MCB pada AC (Air Conditioner) karena pada KWh muncul logo tangan artinya ada gangguan pada peralatan atau instalasi pelanggan, petugas mengecek gangguan tersebut berada pada AC karena 1 (Fasa) dan 0 (Netral) dipasang terbalik oleh petugas AC dan di hubung langsung pada instalasi membuat KWh tersebut tidak bisa diisikan token listrik sebelum petugas datang memperbaiki dan masukan CT (Clear Tamper) KWh kembali normal.

a. Alat dan material yang digunakan adalah sebagai berikut:

1. Obeng plus/minus.

2. Tang.

3. Tangga.

4. Isolasi.

5. Tespen.

b. Peralatan K3 yang digunakan adalah sebagai berikut:

1. Helm safety.

2. Safety vest.

3. Sepatu safety.

2. Kegiatan harian minggu ke -2:

a. Hari : Senin

Tanggal : 09 November 2020

Kegiatan harian yang dilakukan penulis adalah sebagai berikut:

1. Pemeriksaan TM di Desa Batang Duku.

Pemeriksaan TM dilakukan karena ada gangguan di rumah pelanggan yang tidak hidup listrik, setelah diperiksa gangguan tersebut berada pada TM yang putus akibat hewan (monyet). Petugas melakukan perbaikan dengan menyambung kembali kabel yang berada di TM dan mengecek tegangan dan arus pada KWh meter apakah sudah kembali normal.

(20)

13 a. Alat dan material yang digunakan adalah sebagai berikut:

1. Obeng plus/minus.

2. Tang.

3. Tangga.

4. Isolasi.

5. Tespen.

b. Peralatan K3 yang digunakan adalah sebagai berikut:

1. Helm safety.

2. Safety vest.

3. Sepatu safety.

2. Perbaikan trafo tower Telkomsel di Kelurahan Sungai Pakning.

Gambar 2. 6 Pemeriksaan gangguan di tower Telkomsel.

Perbaikan trafo tower Telkomsel dilakukan karena arus dan tegangan dari sumber PLN tidak masuk menyebabkan tower tersebut mati. Petugas melakukan pemeriksaan gangguan tersebut berada pada handle (Saklar) pada trafo tersebut tidak bekerja / lost kontak menyebabkan arus dan tegangan dari sumber PLN tidak bisa masuk. Petugas meminta kepada pengawas tower

(21)

14 tersebut untuk mengganti handle tersebut.

a. Alat dan material yang digunakan adalah sebagai berikut:

1. Obeng plus/minus.

2. Tang.

3. Tespen.

b. Peralatan K3 yang digunakan adalah sebagai berikut:

1. Helm safety.

2. Safety vest.

3. Sepatu safety.

c. Alat ukur yang digunakan adalah sebagai berikut : 1. Tang amper.

b. Hari : Selasa

Tanggal : 10 November 2020

Kegiatan harian yang dilakukan penulis adalah sebagai berikut:

1. Melakukan penyeimbang beban pada Trafo di Desa Batang Duku.

Gambar 2. 7 Melakukan penyeimbang beban trafo.

(22)

15 Penyeimbang beban dilakukan oleh petugas setiap sebulan sekali ditempat yang berbeda agar beban di setiap trafo stabil dan tidak terjadi beban berlebih (Over Load). Penyeimbang beban dilakukan dengan mengecek beban pada trafo dan dicatat di jurnal kegiatan penyeimbang beban apabila ada beban pada jurusan yang besar/berlebih di pindahkan ke jurusan yang lebih rendah agar trafo dapat bekerja maksimal.

a. Alat dan material yang digunakan adalah sebagai berikut:

1. Obeng plus/minus.

2. Tang.

3. Tangga.

4. Tespen.

5. Jurnal penyeimbang beban.

b. Peralatan K3 yang digunakan adalah sebagai berikut:

1. Helm safety.

2. Safety vest.

3. Sepatu safety.

4. Kacamata hitam.

5. Body harness.

c. Alat ukur yang digunakan adalah sebagai berikut : 1. Tang amper.

(23)

16 c. Hari : Rabu

Tanggal : 11 November 2020

Kegiatan harian yang dilakukan penulis adalah sebagai berikut:

1. Melakukan penggantian KWh meter di Desa Kampung Baru.

Gambar 2. 8 Melakukan penggantian KWh meter rusak.

Melakukan penggantian KWh meter yang tidak bsia ditekan keypad (Rusak) harus di ganti dengan KWh sementara (Dummy) sampai KWh baru sudah masuk baru bisa diganti dengan yang baru.

a. Alat dan material yang digunakan adalah sebagai berikut:

1. Obeng plus/minus.

2. Tang.

3. Tespen.

b. Peralatan K3 yang digunakan adalah sebagai berikut:

1. Helm safety.

2. Safety vest.

3. Sepatu safety.

(24)

17 d. Hari : Khamis

Tanggal : 12 November 2020

Kegiatan harian yang dilakukan penulis adalah sebagai berikut:

1. Melakukan penggantian KWh meter di Desa Suka Jadi jumlah 2 rumah.

Gambar 2. 9 Melakukan penggantian KWh meter rusak.

Melakukan penggantian KWh meter rusak karena layar LCD (Liquid Crystal Display) tidak muncul akibat sambaran petir harus di ganti dengan KWh sementara (Dummy) sampai KWh baru sudah masuk baru bisa diganti dengan yang baru.

a. Alat dan material yang digunakan adalah sebagai berikut:

1. Obeng plus/minus.

2. Tang.

3. Tespen.

b. Peralatan K3 yang digunakan adalah sebagai berikut:

1. Helm safety.

2. Safety vest.

3. Sepatu safety.

(25)

18 e. Hari : Jum’at

Tanggal : 13 November 2020

Kegiatan harian yang dilakukan penulis adalah sebagai berikut:

1. Melakukan penyeimbang beban trafo di Desa Sungai Selari dan Kelurahan Sungai Pakning.

Gambar 2. 10 Melakukan penyeimbang beban trafo.

Penyeimbang beban dilakukan oleh petugas setiap sebulan sekali ditempat yang berbeda agar beban di setiap trafo stabil dan tidak terjadi beban berlebih (Over Load). Penyeimbang beban dilakukan dengan mengecek beban pada trafo dan dicatat di jurnal kegiatan penyeimbang beban apabila ada beban pada jurusan yang besar/berlebih di pindahkan ke jurusan yang lebih rendah agar trafo dapat bekerja maksimal.

a. Alat dan material yang digunakan adalah sebagai berikut:

1. Obeng plus/minus.

2. Tang.

3. Tangga.

4. Tespen.

(26)

19 5. Jurnal penyeimbang beban.

b. Peralatan K3 yang digunakan adalah sebagai berikut:

1. Helm safety.

2. Safety vest.

3. Sepatu safety.

4. Kacamata hitam.

5. Body harness.

c. Alat ukur yang digunakan adalah sebagai berikut : 1. Tang amper.

3. Kegiatan harian minggu ke -3:

a. Hari : Senin

Tanggal : 16 November 2020

Kegiatan harian yang dilakukan penulis adalah sebagai berikut:

1. Melakukan inspeksi trafo di Desa Pangkalan Jambi dan Lubuk Muda ada 5 unit dan melanjutkan inspeksi trafo di Desa Liang Banir ada 3 unit.

Gambar 2. 11 Melakukan inspeksi trafo.

(27)

20

Melakukan inspeksi trafo dilakukan setiap sebulan sekali oleh petugas, yaitu melakukan pengecekan mulai arus, tegangan, grounding, dan beban pada trafo, dicatat pada jurnal kegiatan inspeksi trafo sebagai bukti target petugas. Inspeksi dilakukan agar kondisi trafo mempertahan kan kondisi trafo dalam kondisi baik. Inspeksi dilakukan di Desa Pangkalan Jambi dan Lubuk Muda ada 5 Unit dan Melanjutkan Inspeksi Trafo di Desa Liang Banir ada 3 Unit.

a. Alat dan material yang digunakan adalah sebagai berikut:

1. Jurnal penyeimbang beban.

b. Peralatan K3 yang digunakan adalah sebagai berikut:

1. Helm safety.

2. Safety vest.

3. Sepatu safety.

c. Alat ukur yang digunakan adalah sebagai berikut : 1. Tang amper.

2. Earth tester.

(28)

21 b. Hari : Selasa

Tanggal : 17 November 2020

Kegiatan harian yang dilakukan penulis adalah sebagai berikut:

1. Melakukan penggantian KWh meter di Desa Sungai Selari dan Kelurahan Sungai Pakning.

Gambar 2. 12 Melakukan penggantian KWh meter rusak.

Melakukan penggantian KWh meter rusak karena layar LCD (Liquid Crystal Display) tidak muncul akibat sambaran petir harus di ganti dengan KWh sementara (Dummy) sampai KWh baru sudah masuk baru bisa diganti dengan yang baru.

a. Alat dan material yang digunakan adalah sebagai berikut:

1. Obeng plus/minus.

2. Tang.

3. Tespen.

b. Peralatan K3 yang digunakan adalah sebagai berikut:

1. Helm safety.

2. Safety vest.

(29)

22 3. Sepatu safety.

c. Hari : Rabu

Tanggal : 18 November 2020

Kegiatan harian yang dilakukan penulis adalah sebagai berikut:

1. Melakukan perbaikan KWh meter di Desa Sejangat ada 3 Unit.

Gambar 2. 13 Melakukan perbaikan KWh meter periksa.

Melakukan perbaikan KWh meter bertuliskan (PERIKSA) pada layar LCD (Liquid Crystal Display) di KWh meter, petugas mengcek gangguan tersebut penyebab nya adalah mesin air yang terendam banjir membuat karat pada dinamo mesin air tersebut, pelanggan tidak bisa memasukan kode token listrik sebelum petugas datang memasukan CT (Clear Tamper) agar KWh kembali normal. Petugas meminta kepada pelangan untuk memperbaiki mesin air tersebut dan jangan digunakan sebelum diperbaiki.

a. Peralatan K3 yang digunakan adalah sebagai berikut:

1. Helm safety.

2. Safety vest.

3. Sepatu safety.

(30)

23 d. Hari : Khamis

Tanggal : 19 November 2020

Kegiatan harian yang dilakukan penulis adalah sebagai berikut:.

1. Melakukan pemeriksaan gangguan pada TM di Desa Sei Siput – Muara Dua.

Gambar 2. 14 Melakukan pemeriksaan gangguan pada RC (Recrosser).

Melakukan pemeriksaan pada RC (Recrosser) karena ada gangguan trip pada RC tersebut. Petugas mengecek pada RC tersebut gangguan berada di jarak 34 KM dari RC tersebut. Petugas melakukan pengecekan Jaringan Tegangan Menengah dari Desa Sungai Siput sampai Desa Muara 2 untuk mencari penyebab trip tersebut dan tidak ditemukan. Biasanya penyebab nya adalah hewan (monyet) yang memanjat di jaringan TM membuat hubungan pendek atau korsleting.

a. Peralatan K3 yang digunakan adalah sebagai berikut:

1. Helm safety.

2. Safety vest.

3. Sepatu safety.

(31)

24 2. Melakukan perbaikan kabel putus akibat mobil di Desa Lubuk Muda.

Gambar 2. 15 Melakukan perbaikan kabel SR putus.

Melakukan perbaikan kabel SR (Sambungan Rumah) yang putus akibat mobil Truck lewat mengenai kabel tersebut. Petugas menyambung kembali kabel tersebut dan meninggikan penyangga kabel agar mobil yang lewat tidak mengenai kabel lagi.

a. Alat dan material yang digunakan adalah sebagai berikut:

1. Obeng plus/minus.

2. Tang.

3. Tangga.

4. Tespen.

b. Peralatan K3 yang digunakan adalah sebagai berikut:

1. Helm safety.

2. Safety vest.

3. Sepatu safety.

4. Body harness.

(32)

25 e. Hari : Jum’at

Tanggal : 20 November 2020

Kegiatan harian yang dilakukan penulis adalah sebagai berikut:

1. Melakukan inspeksi peralatan kerja di kantor PLN Sei Pakning.

Gambar 2. 16 Melakukan inspeksi peralatan kerja dikantor PLN Sei Pakning.

Melakukan inspeksi semua peralatan kerja dari perlatan yang digunakan petugas saat ada gangguan sampai kendaraan yang digunakan./ inspeksi ini bertujuan agar memeriksa semua peralatan kerja yang digunakan masih dalam kondisi baik saat digunakan dan apabila ada perlatan yang rusak petugas dapat meminta ganti yang baru kepada perusahaan agar semua peralatan dapat bekerja dengan baik saat digunakan.

a. Peralatan yang di inspeksi adalah : 1. Toolkit set

2. Jas hujan 3. Senter

4. Body harness

(33)

26 5. Rambu lalu lintas

6. Sepatu boots

7. Sarung tangan 20 kV 8. Tali rami panjat.

9. Katreck

10. Pemotong kawat 11. Earth tester 12. dll.

b. Kendaraan yang di inspeksi adalah sebagai berikut : 1. 1 Unit mobil Toyota Hilux

2. 2 Unit motor Kawasaki KLX 150

2. Melakukan penggantian MCB pada KWh meter di Desa Lubuk Muda.

Gambar 2. 17 Melakukan penggantian MCB pada KWh meter.

Melakukan penggantian MCB pada KWh meter yang lost contact (Rusak), penyebabnya adalah MCB tersebut sudah lama di gunakan dan penyebab lain ada peralatan yang rusak atau korsleting sehingga MCB sering trip membuat coil MCB tersebut tidak bekerja dan harus diganti yang baru.

(34)

27 a. Alat dan material yang digunakan adalah sebagai berikut:

1. Obeng plus/minus.

2. Tang.

3. Tespen.

b. Peralatan K3 yang digunakan adalah sebagai berikut:

1. Helm safety.

2. Safety vest.

3. Sepatu safety.

4. Kegiatan harian minggu ke -4:

a. Hari : Senin

Tanggal : 23 November 2020

Kegiatan harian yang dilakukan penulis adalah sebagai berikut:

1. Melakukan perbaikan KWh meter di Kelurahan Sungai Pakning

Melakukan perbaikan KWh meter bertuliskan (PERIKSA) pada layar LCD (Liquid Crystal Display) di KWh meter, petugas mengcek gangguan tersebut penyebab nya adalah AC (Air Conditioner) yang sudah lama tidak dibersihkan, pelanggan tidak bisa memasukan kode token listrik sebelum petugas datang memasukan CT (Clear Tamper) agar KWh kembali normal.

Petugas meminta kepada pelangan untuk memperbaiki AC tersebut dan jangan digunakan sebelum diperbaiki.

a. Peralatan K3 yang digunakan adalah sebagai berikut:

1. Helm safety.

2. Safety vest.

3. Sepatu safety.

(35)

28 b. Hari : Selasa

Tanggal : 24 November 2020

Kegiatan harian yang dilakukan penulis adalah sebagai berikut:

1. Melakukan perbaikan kabel putus akibat mobil di Desa Pangkalan Jambi.

Gambar 2. 18 Melakukan perbaikan kabel SR putus.

Melakukan perbaikan kabel SR (Sambungan Rumah) yang putus akibat mobil Truck lewat mengenai kabel tersebut. Petugas menyambung kembali kabel tersebut dan meninggikan penyangga kabel agar mobil yang lewat tidak mengenai kabel lagi.

a. Alat dan material yang digunakan adalah sebagai berikut:

1. Obeng plus/minus.

2. Tang.

3. Tangga.

4. Tespen.

b. Peralatan K3 yang digunakan adalah sebagai berikut:

1. Helm safety.

(36)

29 2. Safety vest.

3. Sepatu safety.

4. Body harness.

2. Melakukan perbaikan FCO yang putus di Desa Tanjung Belit.

Gambar 2. 19 Melakukan penggantian FCO (Fused Cut Out) putus.

Melakukan penggantian FCO (Fused Cut Out) yang putus akibat hewan (monyet) yang memanjat di JTM (Jaringan Tegangan Menengah) sehingga menimbulkan hubung singkat atau korsleting.

a. Alat dan material yang digunakan adalah sebagai berikut:

1. Shackle stock (stick) 20 kV.

2. Fuse link 4 A.

3. Tang.

b. Peralatan K3 yang digunakan adalah sebagai berikut:

1. Helm safety.

2. Safety vest.

3. Sepatu safety.

(37)

30 c. Hari : Rabu

Tanggal : 25 November 2020

Kegiatan harian yang dilakukan penulis adalah sebagai berikut:

1. Melakukan penggantian MCB di Desa Sungai Selari.

Gambar 2. 20 Melakukan penggantian MCB yang rusak.

Melakukan penggantian MCB pada KWh meter yang lost contact (Rusak), penyebabnya adalah MCB tersebut sudah lama di gunakan dan penyebab lain ada peralatan yang rusak atau korsleting sehingga MCB sering trip membuat coil MCB tersebut tidak bekerja dan harus diganti yang baru.

a. Alat dan material yang digunakan adalah sebagai berikut:

1. Obeng plus/minus.

2. Tang.

3. Tespen.

b. Peralatan K3 yang digunakan adalah sebagai berikut:

1. Helm safety.

(38)

31 2. Safety vest.

3. Sepatu safety.

d. Hari : Khamis

Tanggal : 26 November 2020

Kegiatan harian yang dilakukan penulis adalah sebagai berikut:

1. Melakukan mengisi data-data inspeksi trafo di kantor PLN Sei Pakning.

Melakukan mengisi data-data inspeksi trafo yaitu arus, tegangan, grounding. Inspeksi ini dilakukan pada 5 unit trafo di Desa Pangkalan Jambi bertujuan agar mempertahankan kondisi trafo dalam kondisi baik .

a. Alat dan material yang digunakan adalah sebagai berikut:

1. Jurnal kegiatan inspeksi trafo.

2. Pena.

e. Hari : Jum’at

Tanggal : 27 November 2020

Kegiatan harian yang dilakukan penulis adalah sebagai berikut:

1. Melakukan perbaikan trafo PDAM di Desa Dompas.

Gambar 2. 21 Melakukan perbaikan trafo di PDAM.

(39)

32

Perbaikan trafo tower di PDAM (Perusahaan Daerah Air Minum) dilakukan karena arus dan tegangan dari sumber PLN tidak masuk menyebabkan seluruh area PDAM tersebut mati. Petugas melakukan pemeriksaan gangguan tersebut berada pada handle (Saklar) pada trafo tersebut tidak bekerja/lost kontak menyebabkan arus dan tegangan dari sumber PLN tidak bisa masuk. Petugas meminta kepada teknisi PDAM tersebut untuk mengganti handle tersebut.

a. Alat dan material yang digunakan adalah sebagai berikut:

1. Obeng plus/minus.

2. Tang.

3. Tespen.

b. Peralatan K3 yang digunakan adalah sebagai berikut:

1. Helm safety.

2. Safety vest.

3. Sepatu safety.

c. Alat ukur yang digunakan adalah sebagai berikut : 1. Tang amper.

(40)

33 5. Kegiatan harian minggu ke -5:

a. Hari : Senin

Tanggal : 30 November 2020

Kegiatan harian yang dilakukan penulis adalah sebagai berikut:

1. Melakukan perbaikan KWh meter di Kelurahan Sungai Pakning.

Gambar 2. 22 Melakukan penggantian KWh meter rusak.

Melakukan penggantian KWh meter rusak karena layar LCD (Liquid Crystal Display) tidak muncul akibat sambaran petir harus di ganti dengan KWh sementara (Dummy) sampai KWh baru sudah masuk baru bisa diganti dengan yang baru.

a. Alat dan material yang digunakan adalah sebagai berikut:

1. Obeng plus/minus.

2. Tang.

3. Tespen.

b. Peralatan K3 yang digunakan adalah sebagai berikut:

1. Helm safety.

2. Safety vest.

(41)

34 3. Sepatu safety.

b. Hari : Selasa

Tanggal : 1 Desember 2020

Kegiatan harian yang dilakukan penulis adalah sebagai berikut:

1. Melakukan perbaikan KWh meter di Desa Sepotong.

Gambar 2. 23 Melakukan perbaikan KWh meter.

Petugas melakukan pengecekan arus dan tegangan yang tidak masuk ke MCB didalam rumah dan menemukan penyebab berada pada KWh yang tereset akibat Trip. Petugas mereset kembali KWh meter agar kembali normal.

a. Alat dan material yang digunakan adalah sebagai berikut:

1. Obeng plus/minus.

2. Tang.

3. Tespen.

b. Peralatan K3 yang digunakan adalah sebagai berikut:

1. Helm safety.

2. Safety vest.

3. Sepatu safety.

(42)

35 c. Hari : Rabu

Tanggal : 2 Desember 2020

Kegiatan harian yang dilakukan penulis adalah sebagai berikut:

1. Melakukan perbaikan KWh meter di Desa Sungai Selari.

Gambar 2. 24 Melakukan perbaikan KWh meter periksa.

Melakukan perbaikan KWh meter bertuliskan (PERIKSA) pada layar LCD (Liquid Crystal Display) di KWh meter, petugas mengcek gangguan tersebut penyebab nya adalah mesin air yang terendam banjir membuat karat pada dinamo mesin air tersebut, pelanggan tidak bisa memasukan kode token listrik sebelum petugas datang memasukan CT (Clear Tamper) agar KWh kembali normal. Petugas meminta kepada pelangan untuk memperbaiki mesin air tersebut dan jangan digunakan sebelum diperbaiki.

a. Peralatan K3 yang digunakan adalah sebagai berikut:

1. Helm safety.

2. Safety vest.

3. Sepatu safety.

(43)

36 d. Hari : Khamis

Tanggal : 3 Desember 2020

Kegiatan harian yang dilakukan penulis adalah sebagai berikut:

1. Melakukan perbaikan kabel SR putus di Desa Liang Banir.

Gambar 2. 25 Melakukan perbaikan kabel SR putus.

Petugas melakukan pengecekan piercing pada JTR (Jaringan Tegangan Rendah) yang putus akibat dahan pohon sawit yang jatuh mengenai kabel SR. Petugas pun membersihkan dahan-dahan sawit menggunakan yang mengenai kabel dan menyambung kembali kabel yang putus.

a. Alat dan material yang digunakan adalah sebagai berikut:

1. Enggrek.

2. Tang.

3. Tangga.

4. Tespen.

b. Peralatan K3 yang digunakan adalah sebagai berikut:

1. Helm safety.

2. Safety vest.

3. Sepatu safety.

(44)

37 5. Melakukan perbaikan kabel SR lost contact di Desa Tanjung Belit.

Gambar 2. 26 Melakukan perbaikan piercing lost contact

Petugas melakukan pengecekan piercing pada JTR (Jaringan Tegangan Rendah) yang lost contact akibat hewan (monyet) yang memanjat pada kabel tersebut membuat piercing jadi longgar atau lost contact. Petugas mengencangkan kembali piercing dan mengecek tegangan dan arus pada KWh meter.

a. Alat dan material yang digunakan adalah sebagai berikut:

1. Tang.

2. Tangga.

3. Tespen.

b. Peralatan K3 yang digunakan adalah sebagai berikut:

1. Helm safety.

2. Safety vest.

3. Sepatu safety.

(45)

38 e. Hari : Jum’at

Tanggal : 4 Desember 2020

Kegiatan harian yang dilakukan penulis adalah sebagai berikut:

1. Melakukan perbaikan KWh meter di Desa Batang Duku.

Melakukan penggantian KWh meter rusak karena layar LCD (Liquid Crystal Display) tidak muncul akibat sambaran petir harus di ganti dengan KWh sementara (Dummy) sampai KWh baru sudah masuk baru bisa diganti dengan yang baru.

a. Alat dan material yang digunakan adalah sebagai berikut:

1. Obeng plus/minus.

2. Tang.

3. Tespen.

b. Peralatan K3 yang digunakan adalah sebagai berikut:

1. Helm safety.

2. Safety vest.

3. Sepatu safety.

6. Kegiatan harian minggu ke -6:

a. Hari : Senin

Tanggal : 7 Desember 2020

Kegiatan harian yang dilakukan penulis adalah sebagai berikut:

1. Melakukan penggantian KWh meter di Desa Muara Dua.

(46)

39 Gambar 2. 27 Melakukan pengggantian KWh meter yang rusak.

Melakukan penggantian KWh meter rusak karena layar LCD (Liquid Crystal Display) tidak muncul akibat sambaran petir harus di ganti dengan KWh sementara (Dummy) sampai KWh baru sudah masuk baru bisa diganti dengan yang baru.

a. Alat dan material yang digunakan adalah sebagai berikut:

1. Obeng plus/minus.

2. Tang.

3. Tespen.

b. Peralatan K3 yang digunakan adalah sebagai berikut:

1. Helm safety.

2. Safety vest.

3. Sepatu safety.

(47)

40 b. Hari : Selasa

Tanggal : 8 Desember 2020

Kegiatan harian yang dilakukan penulis adalah sebagai berikut:

1. Melakukan pemeriksaan trafo 3 Phasa di Tower Telkomsel Desa Lubuk Muda.

Petugas melakukan pengecekan tegangan dan arus pada trafo 3 phasa yang rendah menyebab kan tower tidak ada signal. Penyebabnya adalah tegangan drop dari pembangkit yang berada di dumai. Petugas meminta kepada pengawas untuk menunggu sampai pembangkit diperbaiki dan kembali normal.

a. Alat dan material yang digunakan adalah sebagai berikut:

1. Obeng plus/minus.

2. Tang.

3. Tespen.

b. Peralatan K3 yang digunakan adalah sebagai berikut:

1. Helm safety.

2. Safety vest.

3. Sepatu safety.

c. Alat ukur yang digunakan adalah sebagai berikut : 1. Tang amper.

(48)

41 c. Hari : Khamis

Tanggal : 10 Desember 2020

Kegiatan harian yang dilakukan penulis adalah sebagai berikut:

1. Melakukan perbaikan kabel SR putus di Desa Pangkalan Jambi.

Gambar 2. 28 Melakukan perbaikan kabel SR yang putus.

Petugas melakukan pengecekan piercing pada JTR (Jaringan Tegangan Rendah) yang lost contact akibat dahan pohon mangga yang patah mengenai kabel tersebut membuat piercing jadi longgar atau lost contact. Petugas mengencangkan kembali piercing dan mengecek tegangan dan arus pada KWh meter.

a. Alat dan material yang digunakan adalah sebagai berikut:

1. Tang.

2. Tali rami panjat.

3. Tespen.

4. Kabel SR 4x7 mm 2 meter.

b. Peralatan K3 yang digunakan adalah sebagai berikut:

1. Helm safety.

(49)

42 2. Safety vest.

3. Sepatu safety.

d. Hari : Jum;at

Tanggal : 11 Desember 2020

Kegiatan harian yang dilakukan penulis adalah sebagai berikut:

1. Melakukan perbaikan FCO putus di Desa Sungai Linau.

Gambar 2. 29 Melakukan penggantian FCO yang putus.

Melakukan penggantian FCO (Fused Cut Out) yang putus akibat hewan (monyet) yang memanjat di JTM (Jaringan Tegangan Menengah) sehingga menimbulkan hubung singkat atau korsleting.

a. Alat dan material yang digunakan adalah sebagai berikut:

1. Shackle stock (stick) 20 kV.

2. Fuse link 4 A.

3. Tang.

b. Peralatan K3 yang digunakan adalah sebagai berikut:

1. Helm safety.

2. Safety vest.

3. Sepatu safety.

(50)

43 7. Kegiatan harian minggu ke -7:

a. Hari : Senin

Tanggal : 14 Desember 2020

Kegiatan harian yang dilakukan penulis adalah sebagai berikut:

1. Melakukan penggantian KWh meter rusak di Desa Pakning Asal.

Gambar 2. 30 Melakukan penggantian KWh meter yang rusak.

Melakukan penggantian KWh meter yang tidak bsia ditekan keypad (Rusak) harus di ganti dengan KWh sementara (Dummy) sampai KWh baru sudah masuk baru bisa diganti dengan yang baru.

a. Alat dan material yang digunakan adalah sebagai berikut:

1. Obeng plus/minus.

2. Tang.

3. Tespen.

b. Peralatan K3 yang digunakan adalah sebagai berikut:

1. Helm safety.

2. Safety vest.

3. Sepatu safety.

(51)

44 b. Hari : Selasa

Tanggal : 15 Desember 2020

Kegiatan harian yang dilakukan penulis adalah sebagai berikut:

1. Melakukan pemeriksaan KWh meter di Desa Sejangat.

Gambar 2. 31 Melakukan pemeriksaan KWh meter periksa.

Melakukan perbaikan KWh meter bertuliskan (PERIKSA) pada layar LCD (Liquid Crystal Display) di KWh meter, petugas mengcek gangguan tersebut penyebab nya adalah mesin air yang terendam banjir membuat karat pada dinamo mesin air tersebut dan pelanggan tidak bisa memasukan kode token listrik sebelum petugas datang memasukan CT (Clear Tamper) agar KWh kembali normal. Petugas meminta kepada pelangan untuk memperbaiki mesin air tersebut dan jangan digunakan sebelum diperbaiki.

a. Peralatan K3 yang digunakan adalah sebagai berikut:

1. Helm safety.

2. Safety vest.

3. Sepatu safety.

(52)

45 c. Hari : Rabu

Tanggal : 16 Desember 2020

Kegiatan harian yang dilakukan penulis adalah sebagai berikut:

1. Melakukan penggantian KWh meter rusak di Desa Sungai Selari.

Melakukan penggantian KWh meter yang tidak bsia ditekan keypad (Rusak) harus di ganti dengan KWh sementara (Dummy) sampai KWh baru sudah masuk baru bisa diganti dengan yang baru.

a. Alat dan material yang digunakan adalah sebagai berikut:

1. Obeng plus/minus.

2. Tang.

3. Tespen.

b. Peralatan K3 yang digunakan adalah sebagai berikut:

1. Helm safety.

2. Safety vest.

3. Sepatu safety.

d. Hari : Khamis

Tanggal : 17 Desember 2020

Kegiatan harian yang dilakukan penulis adalah sebagai berikut:

1. Melakukan perbaikan kabel SR putus di Desa Liang Banir.

(53)

46 Gambar 2. 32 Melakukan perbaikan kabel SR putus.

Petugas melakukan pengecekan piercing pada JTR (Jaringan Tegangan Rendah) yang lost contact akibat dahan pohon mangga yang patah mengenai kabel tersebut membuat piercing jadi longgar atau lost contact.

Petugas mengencangkan kembali piercing dan mengecek tegangan dan arus pada KWh meter.

a. Alat dan material yang digunakan adalah sebagai berikut:

1. Tang.

2. Tangga 3. Tespen.

4. Kabel SR 4x7 mm 1 meter.

b. Peralatan K3 yang digunakan adalah sebagai berikut:

1. Helm safety.

2. Safety vest.

3. Sepatu safety.

(54)

47 e. Hari : Jum’at

Tanggal : 18 Desember 2020

Kegiatan harian yang dilakukan penulis adalah sebagai berikut:

1. Melakukan penyeimbang beban trafo di Desa Pangkalan Jambi.

Gambar 2. 33 Melakukan penyeimbang beban trafo.

Penyeimbang beban dilakukan oleh petugas setiap sebulan sekali ditempat yang berbeda agar beban di setiap trafo stabil dan tidak terjadi beban berlebih (Over Load). Penyeimbang beban dilakukan dengan mengecek beban pada trafo dan dicatat di jurnal kegiatan penyeimbang beban apabila ada beban pada jurusan yang besar/berlebih di pindahkan ke jurusan yang lebih rendah agar trafo dapat bekerja maksimal.

a. Alat dan material yang digunakan adalah sebagai berikut:

1. Obeng plus/minus.

2. Tang.

3. Tangga.

4. Tespen.

5. Jurnal penyeimbang beban.

(55)

48 b. Peralatan K3 yang digunakan adalah sebagai berikut:

1. Helm safety.

2. Safety vest.

3. Sepatu safety.

4. Kacamata hitam.

5. Body harness.

c. Alat ukur yang digunakan adalah sebagai berikut : 1. Tang amper.

2. Melakukan perbaikan kabel SR putus di Desa Lubuk Muda.

Gambar 2. 34 Melakukan perbaikan kabel SR putus.

Petugas melakukan pengecekan piercing pada JTR (Jaringan Tegangan Rendah) yang lost contact akibat hewan (monyet) yang memanjat pada kabel tersebut membuat piercing jadi longgar atau lost contact. Petugas mengencangkan kembali piercing dan mengecek tegangan dan arus pada KWh meter.

a. Alat dan material yang digunakan adalah sebagai berikut:

1. Tang.

2. Tangga.

(56)

49 3. Tespen.

b. Peralatan K3 yang digunakan adalah sebagai berikut:

1. Helm safety.

2. Safety vest.

3. Sepatu safety.

8. Kegiatan harian minggu ke -8:

a. Hari : Senin

Tanggal : 21 Desember 2020

Kegiatan harian yang dilakukan penulis adalah sebagai berikut:

1. Melakukan penggantian KWh meter rusak di Desa Tanjung Belit.

Gambar 2. 35 Melakukan penggantian KWh meter rusak.

Melakukan penggantian KWh meter yang tidak bsia ditekan keypad (Rusak) harus di ganti dengan KWh sementara (Dummy) sampai KWh baru sudah masuk baru bisa diganti dengan yang baru.

a. Alat dan material yang digunakan adalah sebagai berikut:

1. Obeng plus/minus.

2. Tang.

3. Tespen.

(57)

50 b. Peralatan K3 yang digunakan adalah sebagai berikut:

1. Helm safety.

2. Safety vest.

3. Sepatu safety.

b. Hari : Selasa

Tanggal : 22 Desember 2020

Kegiatan harian yang dilakukan penulis adalah sebagai berikut:

1. Melakukan penggantian FCO putus di Desa Tanjung Belit.

Gambar 2. 36 Melakukan penggantian FCO putus.

Melakukan penggantian FCO (Fused Cut Out) yang putus akibat hewan (monyet) yang memanjat di JTM (Jaringan Tegangan Menengah) sehingga menimbulkan hubung singkat atau korsleting.

a. Alat dan material yang digunakan adalah sebagai berikut:

1. Shackle stock (stick) 20 kV.

2. Fuse link 4 A.

3. Tang.

(58)

51 b. Peralatan K3 yang digunakan adalah sebagai berikut:

1. Helm safety.

2. Safety vest.

3. Sepatu safety.

c. Hari : Rabu

Tanggal : 23 Desember 2020

Kegiatan harian yang dilakukan penulis adalah sebagai berikut:

1. Melakukan penggantian KWh meter rusak di Desa Sejangat.

Gambar 2. 37 Melakukan penggantian KWh meter rusak.

Melakukan penggantian KWh meter yang tidak bsia ditekan keypad (Rusak) harus di ganti dengan KWh sementara (Dummy) sampai KWh baru sudah masuk baru bisa diganti dengan yang baru.

a. Alat dan material yang digunakan adalah sebagai berikut:

1. Obeng plus/minus.

2. Tang.

3. Tespen.

(59)

52 b. Peralatan K3 yang digunakan adalah sebagai berikut:

1. Helm safety.

2. Safety vest.

3. Sepatu safety.

d. Hari : Khamis

Tanggal : 24 Desember 2020

Kegiatan harian yang dilakukan penulis adalah sebagai berikut:

1. Melakukan pemeliharaan rutin trafo di Desa Tanjung Belit.

Gambar 2. 38 Melakukan pemeliharaan rutin trafo.

Pemeliharaan trafo dilakukan petugas Yantek sebulan sekali sebagai target. Pemeliharaan dilakukan dengan memeriksa, membersihkan, dan memperbaiki trafo distribusi. Tujuan pemeliharaan trafo untuk mempertahankan kondisi trafo agar bisa bekerja dengan maksimal dan mengurangi jumlah kerusakan pada trafo.

a. Alat dan material yang digunakan adalah sebagai berikut:

1. Toolkit set.

2. Tang.

3. Tangga.

(60)

53 4. Shackle stock 20 kV

5. Tali rami panjat.

6. Jurnal pemeliharaan trafo.

b. Peralatan K3 yang digunakan adalah sebagai berikut:

1. Helm safety.

2. Safety vest.

3. Sepatu safety.

4. Kacamata hitam.

5. Body harness.

6. Sepatu lars karet 20 kV.

7. Sarung tangan karet 20 kV.

c. Alat ukur yang digunakan adalah sebagai berikut : 1. Tang amper.

(61)

54 2.2 Target yang diharapkan

1. Untuk mengaplikasikan ilmu yang diperoleh mahasiswa selama di perguruan tinggi tidak hanya sebatas mengetahui teorinya saja tetapi dapat mempraktikan secara langsung.

2. Membentuk karakter mahasiswa untuk menjadi pekerja yang jujur, displin, tepat waktu, dan baik bekerja sama dalam kelompok maupun individu.

3. Meningkatkan wawasan kepada praktikan supaya merasakan pengalaman- pengalaman baru khususnya didunia kerja.

2.3 Kendala-kendala yang Dihadapi Dalam Menyelesaikan Tugas Tersebut Adapun kendala-kendala yang dihadapi adalah sebagai berikut.

1. Masih minimnya pengetahuan penulis dalam bidang perbaikan kelistrikan di PLN.Yang dimana penulis belum terbiasa dengan sistem perbaikan kelistrikan di perusahaan PLN.

2. Kurangnya peralatan yang dimiliki oleh penulis sehingga tidak bisa membantu dalam beberapa perbaikan.

(62)

55

BAB III

SISTEM PEMELIHARAAN TRANSFORMATOR PT. PLN RAYON BENGKALIS

3.1 Pendahuluan

Sebagaimana peralatan pada umumnya, peralatan yang beroperasi dalam trafo distribusi perlu dipelihara. Pemeliharaan trafo distribusi diperlukan agar unjuk kerja peralatan dapat dipertahankan. Karena trafo distribusi yang beroperasi jumlahnya cukup banyak maka pemeliharaannya memerlukan perencanaan yang baik. Pemeliharaan peralatan trafo distribusi yang sering terjadi pada bagian- bagian tertentu diantaranya :

a. Pemeliharaan pada bushing trafo distribusi.

b. Pemeliharaan titik sambung pada instalasi trafo.

c. Pemeliharaan minyak trafo.

d. pemeliharaan silica gel (pernapasan) trafo.

3.2 Tinjauan Pustaka

3.2.1. Proses penyampaian tenaga listrik ke pelanggan.

Karena berbagai permasalahan teknis, tenaga listrik hanya dibangkitkan ditempat tempat tertentu. sedangkan pemakaian tenaga listrik atau pelanggan tenaga listrik tersebar diberbagai tempat, maka penyampaian tenaga listrik dari tempat dibangkitkan sampai ke pelanggan memerlukan berbagai penanganan teknis. Tenaga listrik dibangkitkan dalam pusat-pusat Listrik seperti PLTA, PLTU, PLTG, PLTP, dan PLTD kemudian disalurkan melalui saluran transmisi setelah terlebih dahulu dinaikan tegangannya oleh Transformator penaik tegangan (Step Up Transformator) yang ada di Pusat Listrik. Saluran tegangan tinggi di

(63)

56 PLN kebanyakan mempunyai tegangan 70 kV, 150 kV dan 500 kV. Setelah tenaga listrik disalurkan melalui saluran transmisi maka sampailah tenaga listrik ke Gardu Induk (GI) untuk diturunkan tegangannya melalui Transformator penurun tegangan (Step down Transformator) menjadi tegangan menengah atau yang disebut juga tegangan distribusi primer . Hal ini digambarkan pada Gambar 3.1

Gambar . 3. 1 . Diagram satu garis system kelistrikan.

3.2.2 Transformator

Transformator atau trafo adalah suatu alat listrik statis yang dapat memindahkan daya listrik arus bolak-balik dari suatu rangkaian ke rangkaian yang lain melalui gandengan magnet dan bekerja berdasarkan prinsip induksi elektromagnetik.

Trafo penurun tegangan (Step Down Transformer), yaitu suatu trafo yang menerima daya pada suatu tegangan tertentu dan mengeluarkannya pada tegangan yang lebih rendah. Sedangkan trafo penaik tegangan (Step Up Transformer), yaitu bila trafo menerima daya pada tegangan tertentu dan mengeluarkannya pada tegangan yang lebih tinggi. Sesuai dengan tujuan penggunaannya maka trafo terbagi menjadi beberapa macam. Penggunaan trafo dijaringan pembangkitan, transmisi dan distribusi tenaga listrik dapat dibagi dalam 5 golongan:

(64)

57 a. Trafo generator, digunakan dipusat pembangkitan untuk menaikkan tegangan

generator ketegangan lebih tinggi untuk keperluan transmisi/penyaluraan.

b. Trafo gardu induk, digunakan untuk menurunkan tegangan tinggi dari suatu sistim transmisi ke-tegangan menengah untuk keperluan distribusi.

c. Trafo distribusi, digunakan untuk menurunkan tegangan menengah ketegangan rendah untuk keperluan distribusi atau pemakaian.

d. Trafo pengukuran, dipergunakan untuk tujuan pengukuran listrik.

3.2.2.1 Konstruksi dasar

Kontruksi dasar trafo diperlihatkan pada gambar 3.2 berikut :

Gambar 3. 2 Konstruksi dasar transformator dua lilitan terpisah.

Keterangan :

V1 : Tegangan primer atau tegangan sumber (Volt).

V2 : Tegangan sekunder (Volt).

N1 : Lilitan primer.

N2 : Lilitan sekunder.

E1 : Ggl induksi pada lilitan primer (Volt).

E2 : Ggl induksi pada lilitan sekunder (Volt).

(65)

58 3.2.2.2 Prinsip kerja transformator

Pada kumparan primer akan mengalir arus jika kumparan primer dihubungkan ke sumber listrik arus bolakbalik, sehingga pada inti transformator yang terbuat dari bahan ferromagnet akan terbentuk sejumlah garis-garis gaya magnet ( flux = Φ ). Karena arus yang mengalir merupakan arus bolak-balik maka flux yang terbentuk pada inti akan mempunyai arah dan jumlah yang berubah-ubah. Jika arus yang mengalir berbentuk sinus maka flux yang terjadi akan berbentuk sinus pula. Karena flux tersebut mengalir melalui inti yang mana pada inti tersebut terdapat lilitan primer dan lilitan sekunder maka pada lilitan primer dan sekunder tersebut akan timbul GGL ( Gaya Gerak Listrik ) induksi, tetapi arah dari GGL induksi primer berlawanan dengan arah GGL induksi sekunder sedangkan frekuensi masing-masing tegangan tersebut sama dengan frekuensi sumbernya.

3.3 Metodologi Pemeliharaan Transformator

Ada beberapa hal yang perlu dilaksanakan untuk pemeliharaan Transformator adalah sebagai berikut:

3.3.1 Pemeliharaan trafo distribusi

Trafo distribusi yang sudah lama terpasang akan terjadi kerusakan terutama pada bagian titik sambung yang mur- bautnya kendor dan kena korosi, sehingga akan mengakibatkan terjadinya unjuk kerja peralatan terpasang tidak sesuai dengan desainnya, untuk mencegah terjadinya hal tersebut maka dilakukan pemeliharaan berbagai sistem, diantaranya :

a. Pemeliharaan Preventif

Pemeliharaan untuk mencegah terjadinya kerusakan peralatan yang lebih parah.

b. Pemeliharaan rutin

Pekerjaan pemeliharaan yang dilakukan secara berkala dan terus menerus untuk

(66)

59 mempertahankan kondisi jaringan agar tetap berada dalam kondisi baik dan prima.

c. Pemeliharaan prediktif

Sistem pemeliharaan yang berbasis kondisi (Condition base maintenance) dengan cara memonitor kondisi peralatan / jaringan secara on line maupun off line.

d. Pemeliharaan khusus / Darurat Pekerjaan

Pemeliharaan untuk memperbaiki peralatan / jaringan yang rusak akibat bencana alam , kebakaran, huru-hara dll.

Pemeliharaan trafo yang dilakukan oleh petugas Yantek PT. PLN Sungai Pakning adalah pemeliharaan rutin yang dilakukan terus menerus sebagai target bulanan petugas. Pemeliharaan dilakukan di Desa Tanjung Damai dengan spesifikasi dan gambar trafo sebagai berikut:

Gambar 3. 3 Trafo Starlite 100KVA.

Sumber : https://tarunaberkahmandiri.com

(67)

60

Merk Trafo : Trafo Starlite

Type Trafo : T100N50

Tegangan primer : 20 kV

Tegangan Sekunder : 400 V

Frekuensi : 50 Hz

Kerugian ada beban : 1750 Watt

Kerugian tidak ada beban : 320 Watt

Impedansi : 4%

Vektor grub : Yzn5

Panas maksimal : 75 ℃

3.3.2 SOP (Standar Operasi Prosedur) pemeliharaan transformator

Sebagai panduan dalam melaksanakan pekerjaan pemeliharaan diperlukan Standar Operasi Prosedur (SOP) yang harus dibaca pada setiap point- point pekerjaan yang akan dilaksanakan, agar pelaksanaannya tidak menympang dan sesuai yang direncanakan. Prosedur pelaksanaan pekerjaan pemeliharaan trafo adalah sebagai berikut :

Gambar 3. 4 Mengukur beban pada trafo sebelum melakukan pemeliharaan. [1]

(68)

61 a. Periksa kelengkapan Alat kerja dan material serta peralatan K-3, bila sudah lengkap bawa dan dekatkan kelokasi pekerjaan untuk mempermudah pengambilan peralatan.

b. Pasang tangga ke salah satu tiang.

c. Ukur tegangan dan beban pemakaian dengan tang ampere sebelum dilaksanakan pekerjaan pemeliharaan. [1]

3.3.3 Pemadaman sebelum pemeliharaan

Sebelum pekerjaan dimulai lakukan komunikasi ke petugas piket dengan berbicara secara langsung di posko dan informasikan bahwa petugas pemeliharaan siap melaksanakan pekerjaan sekekalian mohon ijin untuk melepaskan beban trafo/mematikan trafo. Bila sudah diijinkan keluarkan beban dengan langkah-langkah sebagai berikut :

Gambar 3. 5 Melepaskan FCO (Fuse Cut Out). [2]

(69)

62 a. Menurunkan handle (saklar) pada Panel Hubung Bagi Tegangan Rendah

(PHB-TR).

b. Lepas beban trafo dengan cara melepas satu persatu NH fuse.

c. Buka Fuse Cut Out dengan alat pelepas (Schakle stock 20 kV). [2]

3.3.4 Langkah kerja pemeliharaan transformator rutin setiap bulan.

Langkah kerja pemeliharan dilakukan sebagai berikut:

Gambar 3. 6 Membersihkan bushing trafo. [3]

a. Bersihkan baud bushing trafo dengan kain lap yang kering dan bersih, catat data trafo / name plat-nya. [3]

b. Memeriksa level minyak dalam tutupnya agar tidak turun di bawah batas yang disarankan.

c. Periksa kebersihan silika gel untuk menjaga lubang pernapasan pada trafo.

d. Silika gel sekurang-kurangnya tiga perempat harus berwarna biru. Jika sudah berubah menjadi merah muda harus diganti kembali.

e. Periksa sambungan kabel turunan ke jurusan apabila terlepas atau longgar sambung kembali.

(70)

63 f. Periksa sticker penanda pada kabel turunan apabila sudah lepas atau hilang

pasangkan kembali sesuai dengan warna fasa (R,S,T).

g. Yakinkan pemeliharaan sudah selesai dilakukan dan trafo siap dioperasikan kembali.

3.3.5 Pengoperasian kembali setelah pemeliharaan:

Gambar 3. 7 Melakukan pengukuran beban pada trafo setelah pemeliharaan. [4]

a. Periksa dan inventarisir kelengkapan alat kerja dan peralatan K-3 apakah semua sudah lengkap .

b. Laporkan ke petugas piket bahwa pekerjaan sudah selesai dan trafo siap dioperasikan kembali menggunakan aplikasi WA (Whatsapp), sampai menunggu jawaban ijin pengoperasian.

c. Masukan FCO (Fuse Cut Out) dengan Schakle stock 20 kV.

d. Menaikkan handle (saklar) pada Panel Hubung Bagi Tegangan Rendah (PHB-TR).

e. Ukur tegangan dan urutan fasa sisi tegangan rendah, dan yakinkan besarnya

(71)

64 tegangan dan urutan fasa sudah benar. [4]

f. Ukur tegangan pada busbar dan yakinkan bahwa tegangan fasa-netral dan fasa-fasa sesuai.standar tegangan pelayanan .

a. Alat dan material yang digunakan adalah sebagai berikut:

1. Toolkit set.

2. Tang.

3. Tangga.

4. Shackle stock 20 kV 5. Tali rami panjat.

6. Jurnal pemeliharaan trafo.

b. Peralatan K3 yang digunakan adalah sebagai berikut:

1. Helm safety.

2. Safety vest.

3. Sepatu safety.

4. Kacamata hitam.

5. Body harness.

6. Sepatu lars karet 20 kV.

7. Sarung tangan karet 20 kV.

c. Alat ukur yang digunakan adalah sebagai berikut : 1. Tang amper.

Gambar

Gambar 2. 1 Brifing bersama anggota PT. PLN Rayon Bengkalis.
Gambar 2. 2 Pemasangan KWh Meter Pascabayar.
Gambar 2. 3 Penggantian kabel trafo rusak/terbakar.
Gambar 2. 5 Pemasangan MCB pada AC.
+7

Referensi

Dokumen terkait

Evaluation of Artificial Neural Network ANN, Adative Neuro-Fuzzy Inference System ANFIS and Regression Models in Prediction of Particulate Organic Matter-Carbon POM-C in the