PENDAHULUAN
Latar Belakang Masalah
Peristiwa pada tahun kedua pemerintahan Sultan Sulaiman ini menandai dimulainya kebijakan perlawanan tanpa kekerasan. Perlahan-lahan, Sultan Sulaiman berusaha sedikit demi sedikit meredam hegemoni kekuasaan politik yang selama ini dikuasai koloni Belanda. Dalam perjalanannya memimpin Kerajaan Serdang, Sultan Sulaiman mempunyai kebijakan politik yang ia terapkan pada masa pemerintahannya.
Rumusan Masalah
Kebijakan yang dilakukan Sultan Suleimani, baik secara politik maupun ekonomi, membuatnya mendapatkan Penghargaan Bintang Mahaputera Adipradana pada tahun 2011. Mendapat penghargaan jasa dari pemerintah Republik Indonesia menunjukkan bahwa perang yang dilancarkannya merupakan perang anti kolonial yang merupakan perang anti penjajahan. penghuni tanah Melayu.
Tujuan dan manfaat Penelitian
117 Ikhwan dkk, Perkembangan Islam Kesultanan Serdang pada masa pemerintahan Sultan Sulaiman Shariful Alamshah (Jakarta: Pusat Penelitian dan Pengembangan Ceramah dan Khazanah Keagamaan, Badan Penelitian dan Pengembangan serta Diklat Kementerian Agama Republik Indonesia, edisi pertama 2013 ) ,. 133Ikhwan dkk, Perkembangan Silam Kesultanan Serdang pada Masa Pemerintahan Sultan Sulaiman Shariful Alamshah (Jakarta: Lektur Puslitbang dan Perbendaharaan Keagamaan Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Agama Republik Indonesia, Cetakan Pertama 2013), 96. 169Ikhwan dkk, Perkembangan Silam Kesultanan Serdang pada Masa Pemerintahan Sultan Sulaiman Shariful Alamshah (Jakarta: Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkuliahan dan Khazanah Keagamaan, Badan Penelitian dan Pengembangan serta Diklat Kementerian Agama Republik Indonesia, edisi pertama 2013).
Tinjauan Pustaka
Kerangka Teori
Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori gerakan sosial yang fokus pada kajian perlawanan sosial. Hasil dari kekuatan-kekuatan budaya menjadi lebih nyata dan dapat diselidiki secara empiris ketika mereka ditransformasikan menjadi motivasi-motivasi pribadi, kecenderungan-kecenderungan, dan kecenderungan-kecenderungan untuk membentuk suatu gerakan sosial. Suatu gerakan sosial harus mempunyai ciri-ciri suatu aksi kolektif yang dilakukan secara terorganisir, mempunyai potensi cakupan yang luas, dengan menggunakan cara atau metode.
Metode Penelitian Penelitian
Sintesis, yaitu menentukan pendapat mana yang memperkaya atau mendistorsi, dan menghilangkan pendapat yang tidak sesuai. Sumber data dalam penulisan ini terbagi menjadi dua sumber data, yaitu sumber data primer dan sumber data sekunder. Sumber data primer merupakan sumber data utama yang diperoleh dari informasi melalui wawancara yang dilakukan penulis dengan informan penelitian dan juga data hasil observasi.
Sistematika Pembahasan
SEKILAS TENTANG KERAJAAN SERDANG DI SUMATERA
Politik Kerajaan Serdang
Biografi Sultan Sulaiman Shariful Alamsyah
Sultan Sulaiman sendiri dikenal sebagai sosok yang cukup durhaka terhadap peraturan yang ditetapkan Pemerintah Hindia Belanda. Serdang pada masa pemerintahan Sultan Sulaiman merupakan masyarakat yang kompleks baik dari segi suku, agama, dan budaya. Secara politis, gagasan dan pemikiran Sultan Sulaiman menggunakan politik Pembangkangan Sipil untuk melawan pemerintah Hindia Belanda.
Namun usulan tersebut ditolak oleh Sultan Suleimani berdasarkan Kontrak Politik yang disepakati oleh pemerintah Hindia Belanda dan Kesultanan Serdang.127. Pendapat ini didasarkan pada pendapat bahwa Sultan Suleimani adalah orang yang dekat dengan al-Waslijah. Sultan Suleimani juga mempunyai ide dan konsep terpendam dalam memberikan ruang bagi pergerakan ormas Islam.
Selain itu Dokter Sutomo juga aktif memberikan laporan kepada Sultan Sulaiman mengenai keadaan masyarakat Serdang.143. Keberhasilan Sultan Sulaiman menyulap wilayahnya menjadi lahan pertanian membuahkan hasil bagi Kerajaan Serdang pada Perang Dunia II. Selain itu, Sultan Sulaiman berusaha mengimbangi pesatnya pertumbuhan perkebunan yang dibuka oleh asing yang bekerja sama dengan pemerintah Hindia Belanda.
Sultan Sulaiman Shariful Alamsyah mempunyai strategi politik yang dikenal dengan istilah pembangkangan sipil (perlawanan tanpa senjata).
Kehidupan Sosial dan Politik Melayu Serdang di Sumatera Timur
Kondisi Sosial, Politik, di Kerajaan Serdang Sebelum dan Sesudah Sultan
TINDAKAN SOSIAL DAN POLITIK SEBAGAI KEBIJAKAN
Tindakan Sosial dan Politik Sultan Sulaiman
Kebijakan Politik Sultan Sulaiman Shariful Alamsyah
- Pembangunan Pusat Pendididikan
- Pembentukan Majelis Syar‘i Kerajaan Serdang
- Memberikan Ruang Gerak Bagi Organisasi-Organisasi Islam
- Pelayanan Kesehatan Rakyat
- Membuka Lahan Pertanian dan Perkebunan
- Bidang Kesenian
Saat memimpin rakyat Serdang, Sultan Sulaiman memahami kondisi masyarakat Serdang dan luar Serdang saat itu yang menjadi subyek kekuasaannya. Dari segi kekuasaan, Sultan Sulaiman juga mendapat kendala dari pemerintah Hindia Belanda yang merupakan penguasa yang berkuasa baik dari segi kebijakan, politik, dan ekonomi. Strategi politik pembangkangan sipil mengharuskan Sultan Sulaiman mengkhianati kebijakan-kebijakan cerdas ketika memimpin.
Selain itu, Sultan Sulaiman juga memberikan bantuan pendidikan berupa bantuan dana bagi pelajar dalam keputusannya. 59 Setelah Tuan. Ketika Syekh Haji Zainuddin berhenti menjadi mufti pada tahun 1928, Sultan Sulaiman mendirikan "Dewan Syar'i Kerajaan Serdang". Kewenangan tersebut karena Sultan Sulaiman memberikan sepenuhnya hak kepada lembaga tersebut untuk mengatur urusan Syariat Islam di Kerajaan Serdang.
Selain itu, keberadaan Dewan Syar'i menjadikan Sultan Suleiman sebagai raja yang dekat dengan beberapa tokoh agama (ulama). Selain keberadaan Dewan Syar'i, kebijakan lain yang dilakukan Sultan Suleimani adalah memberikan peluang berkembangnya organisasi-organisasi Islam di wilayah Kesultanan Serdang. Perluasan dan pembukaan perkebunan yang dibuka Sultan Suleimani merupakan bentuk perlawanan yang dilakukannya dengan cerdik.
Kewujudan perladangan dan pertanian yang dibuka oleh Sultan Sulaiman menjadikan pendapatan tunai kerajaan semakin banyak. Pada akhir Abad XIX, Sultan Sulaiman membawa penari Makyong dari Perlis (Malaya) ke Serdang. Kecintaan Sultan Sulaiman terhadap dunia seni adalah satu sifat yang mengalir dalam tubuh Melayunya.
Latar Belakang dan Proses Kebijakan Politik
Implikasi yang diambil Sultan Suleimani juga bertahan lama sebagai tanda perjuangan atas kebijakan yang diterapkannya. Kebijakan Sultan Suleiman yang menggunakan gerakan sosial untuk menentang Pembangkangan Sipil menimbulkan dua dampak yang kontradiktif. Setelah menerapkan kebijakan perlawanan tanpa senjata, Sultan Suleimani pun merasakan akibat dan akibat dari kebijakan yang diterapkannya.
Kesadaran akan memiliki tenaga kerja yang berkualitas muncul ketika Sultan Sulaiman memberikan ruang bagi organisasi Islam dan adanya pusat pengembangan pendidikan. Sikap politik yang membanggakan dari hasil kebijakan politik Sultan Sulaiman adalah ketika ia menyerahkan sepenuhnya wilayah Serdang. Sisi positifnya, Sultan Sulaiman berhasil menciptakan lapangan kerja dan secara bertahap meningkatkan kesejahteraan masyarakat Serdang.
Labuan Deli, Kota Pelabuhan Tradisional‖. Perkembangan Islam Kesultanan Serdang pada Masa Pemerintahan Sultan Suleiman Shariful Alamshah, Jakarta: Pusat Penelitian dan Pengembangan Ceramah Keagamaan dan Perbendaharaan Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Agama Republik Indonesia, Cetakan Pertama 2013. 100 (Penulis dengan narasumbernya adalah Pak Syarifuddin yang masih berkesempatan menemui Sultan Sulaiman Shariful Alamsyah dalam kebingungan). Perkembangan Islam Kesultanan Serdang pada Masa Pemerintahan Sultan Sulaiman Shariful Alamshah, Jakarta: Pusat Penelitian dan Pengembangan Pengkajian dan Pengembangan Keagamaan Badan Perbendaharaan dan Diklat Kementerian Agama Republik Indonesia, Cetakan Pertama 2013.
100 (Penulis dan narasumber yaitu Bapak Syarifuddin yang masih berkesempatan bertemu dengan Sultan Sulaiman Shariful Alamsyah di Perbaungan).
DAMPAK DAN IMPLIKASI KEBIJAKAN POLITIK SULTAN
Dampak Kebijakan Politik Sultan Sulaiman Shariful Alamsyah
- Terbukanya Lapangan Pekerjaan
- Terbentuknya Sumber Daya Manusia Yang Berkualitas
- Dianggap Dekat Dengan Pemerintahan Belanda
Keadaan ini terjadi karena Sultan Suleimani menyediakan produk beras dari wilayahnya untuk perbekalan militer Jepang sebelum Perang Dunia Kedua.165. Kedekatan ini bermula ketika Sultan Suleimani menolak menghadap Ratu Belanda dan lebih memilih mengunjungi Jepang. Sultan Suleimani menampung dan menyediakan tanah bagi orang-orang Jawa yang melarikan diri dari para buruh kontrak perusahaan Belanda.
Sultan Sulaiman bahkan memberi mereka beberapa jabatan penting seperti Penghulu di daerah tempat mereka tinggal. 167. Keterbukaan dan toleransi Sultan Sulaiman dalam menerima orang asing membawa dampak yang sangat positif di kemudian hari. Ketika Sultan Sulaiman memberi kesempatan memberikan ruang kepada ormas Islam untuk menguatkan anggapan bahwa dirinya adalah orang yang memahami bahwa SDM di Serdang harus berkualitas.
Secara sadar, kalangan terpelajar dan bangsawan tersebut, tanpa perlu berdebat panjang lebar, menyetujui sikap dan keputusan Sultan Sulaiman. Sultan Sulaiman sendiri saat itu tidak bisa berbuat banyak karena sakit parah akibat usia lanjut. Implikasi Kebijakan Sultan Sulaiman Sulaiman Shraiful Alamsyah Sultan Sulaiman meninggal pada tanggal 13 Oktober 1946 setelah mendeklarasikan Serdang bergabung dengan Republik Indonesia. Pada periode berikutnya setelah Indonesia merdeka, peran Kesultanan Serdang tidak terlalu terlihat dalam pemerintahan, baik di tingkat daerah maupun pusat di Negara Kesatuan Republik Indonesia. .
Pada awal era politik saat ini, berbagai keturunan Sultan Sulaiman mulai bermunculan di panggung sistem demokrasi politik Indonesia.
Implikasi Dari Kebijakan Sultan Sulaiman Shariful Alamsyah
PENUTUP
Kesimpulan
Kerajaan Serdang merupakan salah satu pecahan Kerajaan Deli yang terpecah akibat konflik perebutan kekuasaan.Pada masa pemerintahan Sultan Basyaruddin, Serdang berada di bawah kekuasaan Belanda melalui perjanjian Perjanjian Siak. Selanjutnya Kerajaan Serdang diserahkan sepenuhnya kepada pemerintah Hindia Belanda setelah mengalami kekalahan dalam perang yang dikenal dengan Ekspedisi Melawan. Setelah mengalami kekalahan, hampir seluruh kekuasaan di Kesultanan Serdang berada di bawah kekuasaan Hindia Belanda dan dimulailah era Serdang yang dipimpin oleh sistem kolonial.
Bentuk politik pemerintahan Kerajaan Serdang menerapkan tiga ciri dalam kepemimpinan, yaitu: Sultan sebagai Khalifatullah Fi al Ard atau sultan sebagai pemimpin agama, Sultan sebagai kepala pemerintahan, dan Sultan sebagai pemimpin adat. Sultan juga berhasil membangun sumber daya manusia yang berkualitas melalui pendidikan dan kepengurusan ormas melalui ruang bebas di kawasan Serdang. Sedangkan dampak negatifnya adalah ketika NKRI merdeka, terjadi salah paham dengan organisasi PKI yang menganggap tokoh-tokoh Melayu di Sumatera Timur (termasuk Serdang) dekat dengan Belanda.
Akibatnya Kerajaan Serdang dibakar rakyat pada tahun 1946, padahal Sultan sebenarnya mengirimkan surat melalui telegram kepada Presiden Soekarno untuk bergabung dengan NKRI.
Saran
Para sejarawan agar mengkaji dan memberi perhatian lebih terhadap kerajaan-kerajaan di Sumatera Timur yang kajiannya masih sangat terbatas. kepada masyarakat Serdang Bedagai agar mencintai dan turut serta mengembangkan Kesultanan Serdang sebagai ikon kebanggaan masyarakat Melayu Sumatera Timur dan Kabupaten Serdang Bedagai karena memiliki sejarah dan budaya yang tinggi. Pembangunan tersebut dapat diwujudkan dengan mempertemukan seluruh elemen baik masyarakat maupun pemerintah dalam m. “Dinamika Umat Islam Indonesia Pada Masa Kolonial Belanda”, dalam Jurnal Rihlah. Latar Belakang Revolusi Sosial di Kesultanan Serdang Tahun 1946', makalah yang dipresentasikan di Universitas Sumatera Utara tahun 1977.
Lantai satu Perpustakaan Tengku Lukman Sinar yang berisi banyak data sejarah dan budaya Melayu Sumatera Timur dan juga data asli kuno pemerintahan Kerajaan Melayu Serdang. Perpustakaan ini terletak di. Penulis sekaligus narasumber adalah Datuk Azminsyah, cucu raja Lima Laras kesepuluh Datuk Mad Yudha di Dusun Dua Desa Lima Liras). Bahwa pemerintah lebih memperhatikan dan peduli terhadap sisa-sisa Kerajaan Serdang karena banyak yang terbengkalai.
Memberikan perhatian terhadap Kerajaan Serdang dapat dilakukan dengan mengaktifkan kembali Darul Arif sebagai tempat wisata dan situs warisan budaya Melayu dan nasional Serdang. Perkembangan tersebut dapat dicapai dengan menyatukan seluruh elemen baik masyarakat maupun pemerintah dalam m. Dinamika Umat Islam Indonesia Pada Masa Penjajahan Belanda”, dalam Jurnal Rihlah. Latar Belakang Revolusi Sosial di Kesultanan Serdang Tahun 1946”, makalah yang dipresentasikan pada Universitas Sumatera Utara pada tahun 1977.
Penulis dan narasumber adalah Datuk Azminsyah yang merupakan cucu dari Raja Lima Laras kesepuluh Datuk Mad Yudha di Dusun Dua Desa Lima Liras).