Tercapainya kegiatan aktualisasi dan sosialisasi yang dilakukan adalah 100% karena seluruh kegiatan terlaksana dan diperoleh hasil/hasil sesuai harapan yang diinginkan yaitu Optimalisasi Alat Penyuluhan Asuransi Usaha Pertanian Padi (AUTP) Bagi Petani di Desa distrik Benar. , Kabupaten Purworejo. Puji syukur kehadirat Allah SWT atas segala karunia, nikmat dan nikmat-Nya yang selalu dilimpahkan sehingga penulis dapat mengikuti Diklat Dasar Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Kelompok III Kelas 78 dan menyelesaikan laporan update dan kebiasaannya. Penyusunan laporan aktualisasi dan pembiasaan nilai-nilai dasar, kedudukan dan peran Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Negara Republik Indonesia dijadikan acuan dalam pelaksanaan experiential learning di dunia kerja, sehingga dapat membentuk suatu PNS yang profesional. karakter dalam melaksanakan tugas pokok dan fungsinya.
Terselesaikannya laporan pemutakhiran dan sosialisasi ini tidak lepas dari bantuan berbagai pihak, untuk itu penulis mengucapkan terima kasih. Pamungkas nggul Wasana, M.Si selaku narasumber yang memberikan saran dan masukan agar laporan pemutakhiran dan pembiasaan ini menjadi lebih baik. Bapak Agus Pujianto, SH, MM., selaku pembina yang memberikan arahan dan bimbingan dalam menyusun laporan pemutakhiran dan pembiasaan ini.
Eko Anang S.W, M.MA., selaku Kepala Departemen Prasarana dan Penyuluhan Pertanian sekaligus mentor yang telah memberikan masukan dan bimbingan kepada penulis sehingga rancangan aktualisasi dan adaptasi ini dapat terlaksana dengan baik. Staf BPP Kabupaten Bener yang telah memberikan dukungan kepada penulis dalam penyusunan laporan pemutakhiran dan aklimatisasi ini.
PROFIL ORGANISASI DAN TUGAS PESERTA
GAMBARAN UMUM ORGANISASI
- Dasar Hukum Pembentukan Organisasi
- Tugas Dan Fungsi Organisasi
- Struktur Organisasi
- Visi dan Misi Organisasi
- Tujuan Organisasi
Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Purworejo membawahi 16 Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) se-Kabupaten Purworejo. Tugas dan fungsi Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Purworejo diatur dalam Peraturan Bupati Purworejo Nomor 88 Tahun 2021 tentang Kedudukan, Susunan Organisasi, Tugas dan Fungsi, serta Tata Kerja Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Purworejo. Tugas Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Purworejo adalah membantu Bupati dalam pelaksanaan urusan pemerintahan di bidang pangan dan pertanian sesuai dengan kewenangan daerah.
Meningkatkan daya saing Sumber Daya Manusia unggul secara luas dengan mengedepankan kompetensi keterampilan dan keilmuan yang berbasis pada religiusitas masyarakat. Meningkatkan daya saing sektor pertanian dalam arti luas yang disinergikan dengan pengembangan UKM, perdagangan dan industri. Tujuan jangka menengah Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Purworejo dalam mewujudkan visi Kabupaten Purworejo tertuang dalam Rencana Strategis Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Purworejo Tahun 2021-2026.
Nilai-nilai budaya kerja di Lingkungan Pemerintahan Daerah Bupati Purworejo diatur dalam Peraturan Bupati Purworejo Nomor 36 Tahun 2014 tentang pengembangan budaya kerja di Lingkungan Pemerintahan Kabupaten Purworejo yaitu bersih, ikhlas, mengabdi, bertanggung jawab dan profesional, yang disebut "BERIMAN". -PROFESIONAL". Berikut penjelasan nilai-nilai budaya kerja di lingkungan Pemerintahan Daerah Bupati Purworejo berdasarkan Peraturan Bupati Purworejo Nomor 36 Tahun 2014 tentang pengembangan budaya kerja di Lingkungan Pemerintahan Kabupaten Purworejo, khususnya pada Pasal 6 dan 7. a) Bersih artinya bersih berpikir, bertindak dan bekerja, sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
TUGAS PESERTA
- Tupoksi Jabatan Penyuluh Pertanian Ahli Pertama
- Jenjang Jabatan Fungsional Penyuluh Pertanian Ahli Pertama
- Uraian Tugas Jabatan Peserta
ROLE MODEL
Alasan penulis menjadikan beliau sebagai panutan karena beliau selalu menerapkan nilai-nilai dasar ASN AKHLAK dalam menjalankan tugasnya. Dalam memberikan pendampingan kepada petani beliau selalu ramah, tangkas dan memberikan solusi agar petani selalu puas dengan bimbingan yang beliau berikan pada saat pendampingan perorangan maupun pendampingan kelompok tani (Service Oriented). Ia juga menggunakan sumber daya negara secara bertanggung jawab, efektif dan efisien, menggunakan fasilitas kendaraan bermotor Badan Keamanan Pangan dan Pertanian hanya untuk kegiatan perluasan dan tidak untuk keperluan lain.
Untuk melaksanakan kegiatan ekspansi dengan kinerja terbaik, beliau aktif dan selalu meningkatkan kompetensi diri untuk menjawab tantangan yang selalu berubah dengan mengikuti pelatihan bimbingan teknis, baik secara online maupun offline. Sebagai koordinator BPP Kabupaten Bener, beliau selalu berusaha menciptakan lingkungan kerja yang kondusif dengan selalu mengedepankan kekompakan tim penyuluh pertanian BPP Kabupaten Bener agar dapat bersinergi. Sebagai guru pertanian beliau selalu melakukan inovasi terhadap materi yang disampaikan dengan selalu mengikuti perubahan di bidang pertanian.
Berkaitan dengan aktualisasi yang akan dilakukan penulis memberikan dukungan terhadap ide kegiatan yang akan penulis lakukan. Penulis berharap dapat mencontoh Ibu Febtory Setya Harsanti, S.P, M.MA dan melakukan apa yang dilakukannya sesuai dengan kemampuan dan perannya di lingkungan kerja penulis.
RANCANGAN AKTUALISASI DAN HABITUASI
Identifikasi Isu
Ketersediaan pupuk NPK/Phonska bersubsidi di Kios Pupuk Total (KPL) di Kabupaten Bener terkadang kosong sehingga petani tidak bisa segera menebus pupuk tersebut. Tidak terdistribusinya Kartu Tani disebabkan kurang optimalnya koordinasi antara BPP Kabupaten Bener dan BRI Bener. Petugas Pupuk Bersubsidi dari BPP Kabupaten Bener harus melakukan monitoring dan evaluasi secara berkala untuk mengendalikan ketersediaan pupuk di KPL.
Namun kenyataannya, media sosial BPP Kabupaten Bener masih belum dimanfaatkan untuk berbagi informasi terkait budidaya pertanian atau isu lainnya. Permasalahan kurang aktifnya media sosial di BPP Kecamatan Bener disebabkan oleh kurangnya instruktur yang ditunjuk secara resmi sebagai pengelola akun media sosial tersebut. Lahan ini harus dikelola dengan baik agar dapat dijadikan model tanam yang dapat dijadikan media pembelajaran bagi para petani di Kabupaten Bener.
Namun karena penyuluh di BPP Kabupaten Bener tidak sempat mengelola lahan tersebut, lahan tersebut terbengkalai dan ditumbuhi rumput liar. Upaya optimalisasi lahan telah dilakukan dengan menggandeng kelompok tani di kabupaten Bener untuk mengelola lahan.
Analisis Isu
Pedoman penilaian skor dengan teknik APKL terhadap permasalahan yang telah teridentifikasi di lingkungan kerja dengan menggunakan kriteria penilaian sesuai tabel berikut. Setelah diperoleh tiga permasalahan teratas, permasalahan tersebut kemudian disaring lebih lanjut dengan menggunakan metode USG (Urgency, Seriousness, dan Growth) sehingga diperoleh permasalahan terpilih untuk diselesaikan. Berdasarkan hasil analisis dengan pendekatan USG, maka permasalahan prioritas yang ingin diselesaikan adalah belum optimalnya pelatihan mengenai Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP) di Kecamatan Bener Kabupaten Purworejo yang mana sumber permasalahannya adalah Manajemen ASN dan Smart. ASN.
Analisis Penyebab
Berdasarkan hasil analisis dengan metode APKL dan USG diperoleh hasil bahwa permasalahan yang dipilih untuk diatasi adalah belum optimalnya pelatihan mengenai Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP) di Kecamatan Bener Kabupaten Purworejo. Setelah menganalisis penyebab masalah prioritas saat menggunakan Fishbone, kami menemukan penyebab prioritas yang perlu diatasi, antara lain:
Dampak Bila Isu Tidak Diselesaikan
Gagasan Pemecahan Isu
Kegiatan ini menyelesaikan permasalahan terbatasnya media sosialisasi terkait AUTP dan AUTP dinilai hanya membuang-buang uang. Melakukan sosialisasi terkait AUTP pada Pertemuan Kelompok Tani. Kegiatan ini mengatasi permasalahan metode perkuliahan yang membosankan.
Rancangan Aktualisasi Dan Habituasi
Hasil analisis evaluasi akan digunakan untuk mengukur sejauh mana kemampuan petani dan perbaikan yang perlu dilakukan akibat ketidakjelasan pada konsultasi AUTP sebelumnya di Kabupaten Bener. Kegiatan ini mengatasi permasalahan kurangnya media pemberitaan tentang AUTP dan dianggap hanya membuang-buang uang. Saya akan membuat leaflet terkait materi AUTP, sehingga saya akan terus berinovasi dan mengembangkan kreativitas untuk membantu pembelajaran petani.
Saya berinovasi (fleksibel) menggunakan media penyuluhan berupa leaflet untuk membantu petani belajar (kompeten) tentang materi AUTP. Sosialisasi AUTP pada pertemuan kelompok tani saya berikan dengan cara yang ramah, tangkas, berbasis solusi dan terpercaya sehingga saya dapat memenuhi kebutuhan petani akan materi AUTP. Dalam diskusi yang bersahabat (berorientasi pelayanan) dengan sekelompok petani, sebaiknya saya mengadakan pertemuan kelompok agar pertemuan kelompok dapat berlangsung selaras dengan tujuan awal diadakannya pertemuan yaitu untuk meningkatkan kesadaran tentang AUTP.
Saya melakukan inovasi (adaptif) dan perbaikan berkelanjutan (berorientasi pelayanan) dengan menggunakan media sosialisasi berupa konten media sosial sehingga dapat membantu petani dalam mempelajari (kompeten) materi AUTP.
Perubahan Kegiatan dari Rancangan Awal
Tahap kegiatannya adalah melakukan konsultasi dengan pendamping mengenai kegiatan sosialisasi terkait AUTP pada pertemuan Kelompok Tani (kegiatan ketiga). Tahapan pembagian leaflet kepada petani yang menghadiri pertemuan kelompok dan tahapan melakukan sosialisasi materi AUTP dengan menggunakan leaflet.
Pelaksanaan Aktualisasi dan Habituasi
Saya dengan cekatan (service orienteed) segera mencetak brosur agar bisa segera disebarluaskan. Gambar 3.14 Mencetak folder AUTP 6) Arsipkan soft file folder tersebut di link Google Drive.
Kondisi Sebelum dan Sesudah
Luas Lahan Sawah Kecamatan Bener