• Tidak ada hasil yang ditemukan

KECAMATAN MAMAJANG KOTA MAKASSAR

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "KECAMATAN MAMAJANG KOTA MAKASSAR "

Copied!
68
0
0

Teks penuh

PutriAyuYustina, 2018. Pengaruh motivasi belajar terhadap hasil belajar IPA siswa IV. kelas di SDI Connect Jawa I, Kecamatan Mamajang, Kota Makassar Skripsi untuk Jurusan Pendidikan Dasar dan Pendidikan Guru Universitas Muhammadiyah Makassar Pembimbing I Irmawanty dan Pembimbing II Hilmi Hambali. Ada siswa yang melaksanakan kegiatan belajarnya dengan lancar dan berhasil tanpa kendala, namun di sisi lain banyak juga siswa yang mengalami rendahnya motivasi belajar. Sumber utama rendahnya motivasi belajar ada dua, yaitu berasal dari dalam diri sendiri dan dari luar siswa itu sendiri.

Dari dalam diri siswa biasa berupa kelainan otak, gangguan panca indera, cacat fisik, dan gangguan jiwa, sedangkan dari luar siswa berupa keadaan keluarga, sarana dan prasarana sekolah, serta kondisi lingkungan masyarakat. Siswa mengalami rendahnya motivasi belajar karena pembelajaran yang monoton yaitu siswa hanya mendengarkan dan mencatat dan selain itu juga terdapat indikator yang mempengaruhi rendahnya motivasi belajar. Pengajaran IPA dihadapkan pada permasalahan antara lain perangkat pembelajaran IPA yang mampu mengintegrasikan berbagai disiplin ilmu melalui tema-tema tertentu, antara konsep dalam satu mata pelajaran dengan konsep dalam mata pelajaran lain, konsep dalam mata pelajaran sehingga guru dan siswa memiliki bekal kompetensi dari beberapa disiplin ilmu.

Gambar                                                                                                        Halaman  2.1 Gambar kerangka berpikir..............................................................................
Gambar Halaman 2.1 Gambar kerangka berpikir..............................................................................

Rumusan Masalah

Pada mata pelajaran sains, siswa diarahkan pada pemahaman yang lebih mendalam tentang alam disekitarnya. Hasil observasi awal di SDI Connect Jawa I Kecamatan Mamajang Kota Makassar menunjukkan bahwa selama pembelajaran IPA di kelas masih banyak siswa yang mengalami kesulitan dan tidak bersemangat belajar, terbukti dengan masih adanya siswa yang mencoret-coret. buku atau menggambar sendiri. , ngobrol dengan teman sebaya saat guru menjelaskan materi, permasalahan yang muncul mungkin disebabkan oleh kurangnya motivasi belajar. Berdasarkan pemaparan di atas, penulis berpendapat perlu adanya penelitian mengenai permasalahan tersebut dengan mengangkat judul “Pengaruh Motivasi Belajar Terhadap Hasil Belajar IPA Siswa Kelas IV SDI Connect Jawa I Kecamatan Mamajang Kota Makassar”.

Tujuan Penelitian

Manfaat Penelitian

Hakikat Motivasi Belajar a. Pengertian Motivasi Belajar

Hamalik (2004) berpendapat bahwa motivasi intrinsik adalah motivasi yang terlibat dalam situasi belajar yang bersumber dari kebutuhan dan tujuan siswa itu sendiri, sedangkan menurut Sardiman (2006) motivasi intrinsik adalah motif-motif yang menjadi aktif dan bekerja tanpa perlu dilakukan. terstimulasi. dari luar karena dalam setiap individu mempunyai keinginan untuk melakukan sesuatu. Berdasarkan pemikiran-pemikiran tersebut di atas maka dapat dikatakan bahwa motivasi intrinsik adalah motivasi yang terlibat dalam situasi belajar yang bersumber dari kebutuhan dan tujuan siswa itu sendiri atau dengan kata lain motivasi intrinsik tidak memerlukan rangsangan dari luar melainkan berasal dari dalam diri sendiri. siswa itu sendiri. Dengan kata lain motivasi internal ditinjau dari tujuan kegiatan yang dilakukan adalah tercapainya tujuan yang terkandung dalam tindakan itu sendiri (Sardiman, 2001), Siswa yang mempunyai motivasi internal menunjukkan keterlibatan dan keaktifan yang tinggi dalam belajar.

Motivasi internal juga diperlukan dalam kegiatan belajar, karena tidak semua siswa mempunyai motivasi internal yang kuat dalam belajar. Pemberian motivasi ekstrinsik harus disesuaikan dengan kebutuhan siswa, karena jika siswa diberikan motivasi ekstrinsik yang berlebihan maka motivasi intrinsik yang sudah ada dalam diri siswa akan hilang. Dimyanti (2006) mengemukakan bahwa motivasi ekstrinsik dapat diubah menjadi motivasi intrinsik jika siswa menyadari pentingnya belajar.

Hasil Belajar

Dalam proses pembelajaran di sekolah, guru selalu mengharapkan siswanya mencapai hasil yang maksimal. Namun kenyataannya tidak semua siswa dapat seperti yang diharapkan karena ada berbagai faktor yang mempengaruhinya. Faktor keluarga, terdiri dari cara orang tua mendidik, hubungan antar anggota keluarga, suasana rumah, dan latar belakang budaya.

Faktor Sekolah, terdiri dari metode pengajaran, kurikulum, hubungan guru-siswa, disiplin sekolah, sumber belajar, waktu sekolah, standar ukuran pengajaran, kondisi gedung, model dan metode pembelajaran, dan pekerjaan rumah. Faktor komunitas, terdiri dari aktivitas mahasiswa di masyarakat, media massa, pegawai dan bentuk kehidupan di masyarakat.

Hakikat Pembelajaran IPA a. Pengertian Pembelajaran IPA

Hal ini menunjukkan bahwa hakikat sains sebagai suatu proses diperlukan untuk menciptakan pembelajaran ilmiah yang empiris dan faktual. Asy'ari dan Muslichah berpendapat bahwa keterampilan proses yang harus dilatih dalam pembelajaran saintifik mencakup keterampilan proses dasar. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa keterampilan proses dalam pembelajaran IPA dasar di sekolah dasar meliputi keterampilan dasar dan keterampilan terpadu.

Oleh karena itu, perlu diciptakan kondisi pembelajaran IPA di sekolah dasar yang dapat mendorong siswa untuk aktif dan ingin tahu. Terlaksananya pembelajaran saintifik seperti di atas dipengaruhi oleh tujuan yang ingin dicapai melalui pembelajaran tersebut. Tujuan pembelajaran IPA di sekolah dasar dirumuskan dalam kurikulum yang berlaku di Indonesia saat ini.

Tujuan pengajaran IPA di sekolah dasar menurut Kurikulum KTSP (Departemen Pendidikan Nasional, 2006) secara rinci adalah: (1) memperoleh keimanan terhadap kebesaran Tuhan Yang Maha Esa berdasarkan keberadaan, keindahan dan keteraturan alam ciptaan-Nya, 2 ) mengembangkan pengetahuan dan pemahaman konsep-konsep Sains yang berguna dan aplikatif dalam kehidupan sehari-hari, (3) mengembangkan rasa ingin tahu, sikap positif dan kesadaran akan pergaulan. Pada prinsipnya pembelajaran ilmu-ilmu alam adalah suatu cara untuk menemukan dan bagaimana melakukan atau berbuat serta membantu siswa memahami alam lingkungan lebih dalam hakikat belajar ilmu pengetahuan (Depdiknas dalam Suyitno, 2002: 7). Berdasarkan pendapat para ahli yang telah dikemukakan, maka dapat disimpulkan bahwa pengajaran sains adalah salah satu ilmu yang mempelajari tentang alam semesta, seperti ilmu yang mempelajari alam semesta dengan mengamati berbagai jenis dan perangkat lingkungan alam dan lingkungan buatan.

Ilmu Pengetahuan Alam adalah ilmu yang berupaya menemukan alam dan dilakukan secara sistematis untuk menguasai pengetahuan, fakta, konsep, prinsip, proses penemuannya dan mempunyai sikap ilmiah. Pembelajaran IPA menekankan pada kegiatan pembelajaran yang memberikan pengalaman langsung kepada siswa untuk mengembangkan potensi yang dimiliki siswa. Samatowa (2011:10) mencantumkan beberapa aspek penting yang harus diperhatikan guru ketika mengajar IPA di sekolah dasar, yaitu: . A. Pentingnya pemahaman bahwa ketika siswa memulai kegiatan belajar, mereka sudah mempunyai ide-ide dan pengetahuan berbeda yang penting bagi apa yang dipelajarinya. Pemahaman terhadap ilmu yang dibawa siswa dalam pembelajaran akan membantu siswa memperoleh pengetahuan yang seharusnya dimilikinya. B. Dalam pembelajaran IPA, aktivitas utama siswa adalah melalui berbagai aktivitas nyata dengan alam.

Melalui kegiatan bertanya, siswa akan berlatih mengkomunikasikan gagasan dan memberikan jawaban yang relevan terhadap suatu permasalahan yang muncul. D. Pembelajaran sains memberikan kesempatan kepada anak untuk mengembangkan kemampuan berpikirnya dalam menjelaskan suatu permasalahan.

Kerangka Berfikir

Hipotesis

Jenis Penelitian

Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif karena menggambarkan pengaruh variabel-variabel yang mempengaruhi keadaan tanpa memanipulasi variabel-variabel tersebut. Penelitian ini dilakukan dengan mengumpulkan data kualitatif, yang kemudian disajikan dalam bentuk kuesioner untuk diuji kebenarannya dengan desain analisis data.

Desain Penelitian

Populasi Dan Sampel 1. Populasi

Sampel

Variabel Penelitian

Operasional Variabel

Instrument Penelitian

Teknik Pengumpulan Data 1. Angket

Variabel motivasi belajar diperoleh dari data 36 siswa melalui skor angket yang berisi pertanyaan kepada siswa tentang motivasi belajar. Dari data angket motivasi belajar diketahui skor sebesar 2868 dengan skor tertinggi 99 dan skor terendah 63 dengan nilai mean 7,45.

Tabel 3.3 Tabel Kategori Motivasi
Tabel 3.3 Tabel Kategori Motivasi

Uji Validitas dan Reabilitas Angket

Teknik pengumpulan data dengan mengumpulkan data atau pernyataan tertulis yang berkaitan dengan subjek penelitian. Dengan ini kita ingin mengetahui apakah item dan pertanyaan kuesioner yang dicantumkan relevan dan sesuai dengan kondisi lapangan. Dengan ini kami ingin mengetahui validitas instrumen kuesioner yang akan digunakan untuk mengumpulkan data penelitian.

Teknik Analisis Data 1. Renata dan Varian

  • Uji Nominalitas
  • Uji Homogenitas
  • Deskripsi Data
  • Analisis Data
  • Uji Hipotesis

Uji Nominalitas bertujuan untuk melihat apakah data berdistribusi normal atau tidak, dengan menggunakan uji Lilies oleh Sudjana sebagai berikut. Untuk masing-masing bilangan standar tersebut, dan menggunakan daftar distribusi normal standar, probabilitas dihitung dengan rumus: = P(Z

Uji homogenitas bertujuan untuk melihat apakah kedua kelompok sampel mempunyai varian yang homogen atau tidak. Apabila diperoleh nilai Fhitung, maka dibandingkan dengan Ftabel berdistribusi normal dengan pembilang dk = n1 – 1 dan penyebut dk = n2 - 1. Setelah dilakukan uji normalitas dengan uji Liliefors dan uji homogenitas dengan uji F, kemudian dilakukan uji hipotesis dengan uji t, untuk menguji signifikansi kelompok.

Dari tabel di atas dapat dijelaskan bahwa data angket motivasi belajar dengan sampel 36 orang mencapai nilai total 2868 dengan skor rata-rata 79,67 dan standar 7,94. Skor tertinggi yang diperoleh adalah 99 dan skor terendah adalah 99 adalah 63. Untuk hasil belajar IPA data dengan jumlah sampel 36 orang, kemudian jumlahnya 2682, dengan mean 74,5, dan standar deviasi 11,31 , nilai tertinggi yang diperoleh adalah 95 dan terendah 55. Sebelum menjalankan uji hipotesis untuk melihat kontribusi dan variabelnya, sebaiknya dilakukan uji normalitas data yang kedua terlebih dahulu, uji normalitas data dapat dijelaskan sebagai berikut.

Dari hasil perhitungan diperoleh nilai Fhitung dan Ftabel seperti terlihat pada tabel berikut: Tabel 4.3 Hasil analisis uji homogenitas.

Tabel 4.1 Deskripsi data penelitian
Tabel 4.1 Deskripsi data penelitian

Pembahasan

Dengan demikian terdapat pengaruh motivasi belajar terhadap hasil belajar IPA siswa kelas IV SD Connect Jawa I Kota Makassar. Sardiman (2007:84) Motivasi belajar adalah suatu keadaan dimana belajar, semakin tepat motivasi yang diberikan maka belajar akan berhasil. Berdasarkan hasil penelitian melalui observasi langsung, sebagian besar siswa yang memiliki motivasi tinggi akan berusaha keras, tampil berani, tidak mau menyerah, dan giat membaca untuk meningkatkan hasil belajarnya dan menyelesaikan permasalahan yang dihadapinya.

Kajian mengenai motivasi akan mengungkapkan mengapa individu akan melakukan sesuatu karena motivasi individu tidak dapat diamati secara langsung, sedangkan yang dapat diamati adalah wujud dari motivasi itu dalam bentuk tingkah laku yang nampak pada individu paling tidak mendekati kebenaran apa yang dimaksud dengan motivasi tersebut. individu yang bersangkutan. Pentingnya motivasi dalam meningkatkan hasil belajar, banyak sekali teknik yang digunakan guru untuk meningkatkan motivasi belajar, di SDI Connect Jawa I guru selalu mengingat betapa pentingnya memberikan alasan kepada siswa mengapa harus belajar. Seorang guru juga berusaha agar siswanya mengetahui tujuan jangka pendek dan jangka panjang dari mata pelajaran yang dipelajarinya.Selain itu, di dalam kelas guru melakukan sesuatu yang menimbulkan kekaguman pada siswa untuk merangsang rasa ingin tahunya, misalnya dengan memberikan contoh-contoh yang khas dalam konsep dan prinsip terapan.

Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh motivasi belajar terhadap hasil belajar sains siswa kelas IV SDI Connect Java I Kota Makassar.

Saran

DAFTAR PUSTAKA

Dengan demikian disimpulkan bahwa “terdapat pengaruh motivasi belajar terhadap hasil belajar sains siswa kelas IVB SDI Connect Java Kota Makassar.

DOKUMENTASI

Gambar

Gambar                                                                                                        Halaman  2.1 Gambar kerangka berpikir..............................................................................
Gambar 2.1 Kerangka Pikir  Pembelajaran IPA di SD
Gambar 3.1 Desain Penelitian  Dengan:
Tabel 3.1 Klasifikasi Populasi
+6

Referensi

Garis besar

Dokumen terkait

Patke / How I Came to be Associated with Kritika Kultura 103 Kritika Kultura 30 2018: 103–104 © Ateneo de Manila University The story of my association with Kritika Kultura starts