• Tidak ada hasil yang ditemukan

kekuatan pembuktian keterangan saksi testimonium de

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "kekuatan pembuktian keterangan saksi testimonium de"

Copied!
2
0
0

Teks penuh

(1)

x

KEKUATAN PEMBUKTIAN KETERANGAN SAKSI TESTIMONIUM DE AUDITU DALAM PERKARA TINDAK PIDANA PENCABULAN

TERHADAP ANAK DI BAWAH UMUR

Oleh Agnis Matulisy NIM. 180574201048

ABSTRAK

Objek penelitian adalah tindak pidana pencabulan terhadap anak di bawah umur pada putusan No.14/Pid/Sus/2015/PN. Batang. Jenis penelitian yang akan dilakukan penulis adalah penelitian hukum normatif. Melakukan penelitian terhadap keputusan pengadilan atau teori hukum terkait pada suatu peristiwa hukum. Penelitian dalam penulisan ini merupakan penelitian hukum normatif.

Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan undang-undang dan kasus. Penelitian ini menggunakan data sekunder. Data-data yang telah diperoleh dianalisis dengan cara memilih data yang relevan dengan tujuan penelitian, mengklasifikasikan dan menyajikan data sesuai dengan pokok permasalahan, dan menyusun data secara sistematis untuk mencapai kejelasan terhadap permasalahan yang diteliti. Terhadap hasil penelitian dan pembahasan diperoleh kesimpulan yaitu berdasarkan Putusan Nomor 14/Pid/Sus/2015/PN.

Batang, kesesuaian menghadirkan saksi testimonium de auditu di persidangan dalam perkara pencabulan yang dilakukan terdakwa tidak sesuai dengan Pasal 1 angka 27 jo penjelasan Pasal 185 ayat 1 KUHAP yang menyatakan bahwa keterangan saksi adalah salah satu alat bukti dalam perkara pidana yang berupa keterangan dari saksi mengenai suatu peristiwa pidana yang ia dengar sendiri, dan ia alami sendiri dengan menyebutkan dengan alasan dan pengetahuannya. Karena pada dasarnya kesaksian yang diperoleh dari orang lain atau testimonium de auditu dalam KUHAP menyatakan kesaksian tersebut tidak termasuk alat bukti yang sah.

Namun berdasarkan Keputusan Mahkamah Konstitusi Nomor 65/PUU-VIII. 2010 terdapat perluasan makna saksi mengenai suatu peristiwa yang ia lihat sendiri, dan ia alami sendiri. Serta terletak pada sejauh mana relevansi kesaksian yang diberikan terhadap perkara yang diperiksa dihubungkan dengan alat bukti yang sah lainnya dan barang bukti.

Kunci: Kekuatan Pembuktian, Testimonium De Auditu, Pencabulan Terhadap Anak.

(2)

xi

THE POWER OF EVIDENCE OF THE WITNESS TESTIMONIALS DE AUDITU IN THE CASE OF THE CRIMINAL ACTION OF ABUSE OF

UNDERAGES

By Agnis Matulisy NIM. 180574201048

ABSTRACT

The object of research is the crime of sexual abuse of minors in decision No.

14/Pid/Sus/2015/PN. Batang. The type of research that the writer will do is normative legal research. Conduct research on court decisionc or legal theories related to a legal event. Research in this writing is normative leagl research. The approach used in this study is the law and case approach. This study uses secondary data. The data that has been obtained is analyzed by selecting data that is relevant to the research objectives, classifying and presenting the data according to the subject matter, and compiling the data systematically to achieve clarity on the issues studied. Based on the results of the research and discussion, it is concluded that based on decicion number 14/Pid/Sus/2015/PN. Batang, the suitability of presenting testimonium de auditu witness at trial in the case of obscenity with article 1 number 27 in conjunction with the elucidation of article 185 paragraf 1 of the criminal procedure code which states that witness testimony is one of the pieces of evidence in a criminal case in the form of statements from witnesses regarding a criminal events that he himself heard about and experienced himself by mentioning them with his reasons an knowledge. Because basically the testimony ob the decicion of the constitutional court Number 65/PUU-VIII/2010 there is an expansion of the meaning of the witness regarding an event that he saw and experienced himself. It also lies in the extent to which the relevance of the testimony given to the case being examined is connected with other valid evidence

Key Word: Evidentiary Power, Tesimonials De Auditu, Obscenity

Referensi

Dokumen terkait

Tujuan penelitian hukum ini adalah untuk menganalisis kewajiban jaksa penuntut umum dalam menghadirkan saksi di persidangan berdasarkan hukum acara pidana berikut

Sistem pembuktian yang berlaku di Indonesia yaitu sistem pembuktian berdasarkan Undang-Undang secara negatif (negatief wetteljik) yang menyatakan bahwa hakim hanya

Terkait dalam mengambilan keputusan, majelis hakim mengacu pada pertimbangan yuridis berupa fakta-fakta dipersidangan yang mempunyai nilai kekuatan pembuktian penuh

Penelitian ini berjudul tinjauan terhadap pelaksanaan pasal 65 kuhap tentang hak tersangka atau terdakwa untuk menghadirkan saksi yang menguntungkan (saksi/saksi ahli) di

Penelitian ini memperoleh hasil yaitu yang pertama keterangan saksi-saksi dalam pemeriksaan perkara kekerasan terhadap anak di Pengadilan Negeri Makassar menurut Pasal 1

Berdasarkan hal tersebut maka penulis tertarik untuk mengambil judul dalam penelitian tentang KEKUATAN PEMBUKTIAN SAKSI MAHKOTA DALAM PROSES PERSIDANGAN PERKARA PIDANA

Tujuan penelitian hukum ini adalah untuk menganalisis kewajiban jaksa penuntut umum dalam menghadirkan saksi di persidangan berdasarkan hukum acara pidana berikut

Amry Agusta Nanda Sahputra Umara Kasus yang akan penulis analisis pada putusan perkara Nomor 93/Pid.B/2013/2013/PN.TK., adalah sebagai berikut: bahwa berdasarkan kepada pengertian