• Tidak ada hasil yang ditemukan

kelompok 1 asmaaaaaaa

N/A
N/A
Hortensia Amarila

Academic year: 2025

Membagikan "kelompok 1 asmaaaaaaa"

Copied!
50
0
0

Teks penuh

(1)

ASM

A

(2)

KELOMPOK 1

1. Adisha Rizky Masdia 2. Agung Gumelar

3. Alvina Agelia

4. Aprilia Putri Pratama 5. Azas Riadi Imani

6. Muhamad Fahlepi M 7. Serli Sapitri

8. Siti Nurul Rofiah M 9. Siva Panajua Maulida 10.Susiliawati

11. Synavel Desta Maharani

12.Widiyanti Ainnayah Y

(3)

ANATOMI ASMA

(4)

Paru-paru manusia terletak pada rongga dada, bentuk dari paru-paru berbentuk kerucut yang ujungnya berada di atas tulang iga pertama dan dasarnya berada pada diafragma. Paru terbagi menjadi dua bagian yaitu, paru kanan dan paru kiri.

Paru-paru kanan mempunyai tiga lobus

sedangkan paru-paru kiri mempunyai dua

lobus. Setiap paru terbagi lagi menjadi

beberapa sub-bagian, terdapat sekitar

sepuluh unit terkecil yang disebut

bronchopulmonary segments. Paru-paru

bagian kanan dan bagian kiri dipisahkan

oleh sebuah ruang yang disebut

mediastinum (Evelyn, 2016).

(5)

Menurut Evelyn (2016) sistem

pernafasan manusia dapat dibagi ke dalam sistem pernafasan bagian atas dan pernafasan bagian bawah Pernafasan bagian atas meliputi hidung, rongga hidung, sinus paranasal, dan faring.

Pernafasan bagian bawah meliputi laring, trakea, bronkus, bronkiolus dan alveolus parusistem pernapasan terbagi menjadi dari dua proses,

yaitu inspirasi dan ekspirasi.

3 2 1

4 5

(6)

Pengertian Asma

Asma merupakan suatu penyakit inflamasi kronis pada saluran pernafasan yang menyebabkan

peningkatan sensitifitas saluran pernafasan,

pembengkakan mukosa, dan produksi lendir

(FitzGerald et al., 2020).

(7)

Penyebab Asma

01

Paparan zat tertentu yang bersifat iritan.

Seperti serbuk sari, rumput, bulu

binatang, dan debu.

02

03

04 Beberapa hal yang menjadi penyebab dan

mempengaruhi perkembangan asma bronkial antara lain:

Alergi merupakan faktor predisposisi utama

Olahraga berlebihan dan

Udara dingin atau penurunan suhu

tress atau gangguan emosional juga bisa menjadipemicu timbulnya serangan.

(8)

PHATWAY

(9)

Komplikasi Asma

60 

% 100 

% 50 

% 75 

%

1. Pneumonia (infeksi paru-paru) Rusaknya paru-paru sebagian atau keseluruhan

2. Kegagalan pernapasan, di mana kadar oksigen dalam darah menjadi sangat rendah, atau kadar karbon dioksida menjadi sangat tinggi

3. Status asmatikus (serangan asma

berat yang tidak merespons

pengobatan).

(10)

1 2 3

PEMERIKSAAN DIAGNOSIS

(11)

1. Pengukuran Fungsi Paru (Spirometri) Pengukuran ini dilakukan sebelum dan sesudah pemberian bronkodilator aerosol golongan adrenergik.

2. Tes Provokasi BronkhusTes ini dilakukan pada Spirometri internal.

3. Pemeriksaan Kulit Untuk menunjukan adanya antibodi IgE hipersensitif yang spesifik dalam tubuh.

4. Pemeriksaan Laboratorium - Analisa Gas

- Sputum Adanya badan kreola adalah karakteristik untuk serangan asma yang berat

- Sel eosinofil pada klien dengan status asmatikus dapat mencapai 1000-1500/

- Pemeriksaan darah rutin dan kimia. Jumlah sel leukosit yang lebih dari

15.000/mm³ terjadi karena adanya infeksi. SGOT dan SGPT meningkat

disebabkan kerusakan hati akibat hipoksia atau hiperkapnea.

(12)

ASUHAN KEPERAWATAN

(13)

Pasien datang ke IGD RS PKU Muhammadiyah Gombong pada tanggal 18 Mei 2021 jam 09.00 WIB, dengan keluhan sesak nafas, batuk, badan menggigil sejak tadi malam, lemas dan nafsu makan berkurang. Hasil pemeriksaan fisik TD 130/88 mmHg, Nadi 92 x/menit, RR: 28 x/menit, Suhu 36,5°C. Pasien terpasang 02 nassal kanul 4 liter/menit, pasien terpasang IVFD RL 20 tpm,diberikan obat combivent 20 mg, Ventolin 2.5 mg, inj.

ceftriaxone 1 gr, inj. MP 5 mg, Ambroxol 3x1, curcuma 3x1. Pasien dikirim ke ruang barokah pada tanggal 18 Mei 2021 jam 13.00 WIB. Pada saat dikaji pada tanggal 18 Mei 2021 jam 14.30 WIB, pasien mengeluh sesak nafas berat, batuk terus menerus, punggung terasa sakit dan tidak nafsu makan. Pasien terlihat sesak, terdapat bunyi tambahan ronkhi dan wheezing, pasien terlihat gelisah dengan kondisinya, mukosa bibir kering, pasien terlihat lemas dan letih, TD: 130/90 mmHg, Nadi: 98 x/menit, RR: 28 x/menit, Suhu: 36,2 °C, SPO2: 97%.

(14)

1. DATA SUBYEKTIF

A. Identitas pasien

Nama : Tn. A

Umur : 63 Tahun

Jenis kelamin : Laki-laki Agama : Islam

Pendidikan : SMP Pekerjaan : : Buruh

Alamat : Karanganyar, Kebumen Diagnose medis : Asma Bronkhial No. RM : 0042xxxxxxxx

B. Penanggung jawab

Nama : Ny. T

Umur : 36 Tahun

Jenis kelamin : Perempuan

Alamat : Karanganyar, Kebumen Agama : Islam

Pendidikan : SMA

Pekerjaan : Ibu Rumah Tangga

Hubungan dengan pasien: Anak

(15)

C. Keluhan utama

Sesak Nafas dan batuk terus-menerus

D. Riwayat kesehatan

1) Riwayat kesehatan saat iniPasien datang ke IGD RS PKU Muhammadiyah Gombong pada tanggal 18 Mei 2021 jam 09.00 WIB, dengan keluhan sesak nafas, batuk, badan menggigil sejak tadi malam, lemas dan nafsu makan berkurang.

Hasil pemeriksaan fisik TD 130/88 mmHg, Nadi 92 x/menit, RR: 28 x/menit, Suhu 36,5°C. Pasien terpasang 02 nassal9kanul 4 liter/menit, pasien terpasang IVFD RL 20 tpm,diberikan obat combivent 20 mg, Ventolin 2.5 mg, inj.

ceftriaxone 1 gr, inj. MP 5 mg, Ambroxol 3x1, curcuma 3x1. Pasien dikirim ke ruang barokah pada tanggal 18 Mei 2021 jam 13.00 WIB. Pada saat dikaji pada tanggal 18 Mei 2021 jam 14.30 WIB, pasien mengeluh sesak nafas berat, batuk terus menerus, punggung terasa sakit dan tidak nafsu makan. Pasien terlihat sesak, terdapat bunyi tambahan ronkhi dan wheezing, pasien terlihat gelisah dengan kondisinya, mukosa bibir kering, pasien terlihat lemas dan letih, TD: 130/90 mmHg, Nadi: 98 x/menit, RR: 28 x/menit, Suhu: 36,2 °C, SPO2: 97%

2) Riwayat kesehatan dahuluPasien mengatakan sebelumnya belum pernah sakit seperti ini.

3) Riwayat kesehatan keluargaDalam keluarga pasien tidak ada vang memiliki riwavat penvakit keturunan seperti hipertensi, DM, Jantung dan tidak ada riwayat penyakit menular seperti TB, HIV, dll.

(16)

E. Pola pemenuhan kebutuhan dasar Virginia Henderson 1) Pola pernafasan

Sebelum sakit : pasien mengatakan tidak memiliki gangguan dalam pernafasannya. Saat dikaji: pasien mengalami gangguan dalam saluran pernafasannya, RR 28 x/menit, terdapat bunyi tambahan wheezing dan ronkhi

2) Pola nutrisi

Sebelum sakit : pasien mengatakan makan 3x sehari 1 porsi, komposisi nasi, sayur, lauk, dan minum kurang lebih 8 gelas/hari dengan menggunakan air putih dan teh. Saat dikaji: pasien mengatakan tidak nafsu makan karena sesak nafas dan batuk, makanan hanya habis 1⁄2 porsi dari yang disediakan oleh RS dan minuman yang diberikan rumah sakit, minum sekitar 3 gelas/hari

3) Pola eliminasi

Sebelum sakit : pasien mengatakan BAB normal 1 kali sehari pagi hari, berkonsistensi lunak, berwarna kuning, tidak ada lender dan BAK 2-3 x/hari dengan warna jernih. Saat dikaji: pasien mengatakan belum BAB sejak masuk RS.10

4) Pola aktivitas

Sebelum sakit : pasien mengatakan mampu beraktivitas secara madiri tanpa bantuan orang lain. Saat dikaji pasien mengatakan semua aktivitasnya dibantu keluarga

(17)

5) Pola istirahat dan tidur

Sebelum sakit : pasien mengatakan mampu beraktivitas secara mandiri tanpa bantuan orang lain, pasien istirahat 5-8 jam perhari. Saat dikaji : pasien mengatakan susah tidur karena sesak nafas dan bat uterus menerus, pasien istiraht hanya sekitar 3-4 jam perhari.

6) Pola aman nyaman

Sebelum sakit : pasien mengatakan aman dan nyaman didekat keluarga dan kondisinya. Saat dikaji: pasien terlihat kurang nyaman atas kondisi kesehatannya saat ini

7) Pola personal hygine

Sebelum sakit: pasien mengatakan mandi dua kali sehari dan sikat gigi 2x sehari secara mandiri, memakai sampo 2x seminggu dan memakai sabun setiap mandiSaat dikaji: pasien mandi sehari 1 kali dengan cara di elap.

8) Pola berpakaian

Sebelum sakit : pasien mengatakan dapat berpakaian secara mandiri, ganti baju 2x/ hari. Saat dikaji: pasien dibantu keluarga dalam memakai pakaian.

(18)

9) Pola spiritual

Sebelum sakit : pasien mengatakan dapat melakukan ibadah sholat 5 waktu dengan rutin. Saat dikaji: pasien melakukan ibadah sholat dan berdoa di tempat tidur

10) Pola berkomunikasi

Sebelum sakit : pasien mengatakan dapat berkomunikasi dengan orang lain dengan baik dan lancer, serta dapat dimengerti oleh orang lain dengan jelas. pasien dapat berkomunikasi dengan baik dan jelas, serta dapat dipahami oleh orang lain.

11) Pola bermain dan rekreasi

Sebelum sakit : pasien mengatakan jika ada waktu luang pergi rekreaksi dengan keluarga. Saat dikaji: pasien mengatakan hanya bisa berbaring ditempat tidur saja.

2) Pola pertahanan suhu

Sebelum sakit : pasien mengatakan memakai pakaian tebel saat merasakan dingin dan menggunakan pakaian yang tipis jika merasa kepananasan. Saat dikaji: pasien menggunakan baju dan selimut tipis S: 36,5 derajat celcius

(19)

13) Pola bekerja

Sebelum sakit : pasien mengatakan dapat bekerja sebagai buruh serabutan. Saat dikaji: Pasien mengatakan hanya berbaring ditempat tidur

14) Pola belajar

Sebelum sakit : pasien mengatakan mencari informasi melalui televise dan HP. Saat dikaji: pasien hanya berbaring ditempat tidur dan bertanya kepada keluarga dan perawat.

(20)

2. DATA OBYEKTIF

A. Pemeriksaan umum 1) Keadaan umum (KU) : Baik

2) Kesadaran : Composmetis (E4, V5, M6) 3) TD : 130/90 mmHg

4) Nadi : 98 x/menit 5) Suhu : 36,2°C 6) RR: 28 x/menit

B. Pemeriksaan fisik 1) Kepala

Mesochepal, tidak ada lesi, rambut agak beruban, tidak ada benjolan dan bersih 2) Mata

Konjungtiva tidak anemis, sklera tidak ikterik, isokor, reflek pupil 2/2, reflek cahaya +/+.

(21)

3) Hidung

Simetris, tidak ada lesi, tidak ada sumbatan, tidak ada perdarahan dan tidak ada tanda- tanda infeksi.

4) Mulut

Mukosa bibir kering, tidak ada peradangan, tidak sariawan 5) Telinga

Simetris, bersih, terdapat serumen dalam batas normal, tidak menggunakan alat bantu pendengaran.

6) Leher

Baik, tidak ada pembesaran kelenjar tyroid 7) Dada

a. Paru

Inspeksi: Simetris, tidak ada lesi, terdapat ada retraksi dinding dada, menggunakan otot bantu pernapasan, dan pernapasan dada.

Palpasi: Ekspansi dinding dada simetris.

Perkusi: Terdengar bunyi hipersonor.

Auskultasi: Terdengar bunyi wheezing dan ronkhi.

(22)

b) Jantung

Inspeksi: Tidak terlihat pulsasi ictus cordis.

Palpasi: Ictus cordis teraba di ICS ke 5.

Perkusi :Terdengar bunyi pekak

Auskultasi: Terdengar bunyi lub dub di S1-S2.

8) Abdomen

Inspeksi: Cembung, tidak ada luka dan jejas.

Auskultasi: Bising usus 12 x/menit Palpasi: Tidak ada nyeri tekan.

Perkusi :Terdengar bunyi tympani.

9) Ektremitas

a) Atas: Kekuatan otot kanan kiri 5/5, CRT < 2 detik, tidak ada luka dan tidak ada edema, terpasang IVFD RL 20 tpm di tangan kanan.

b) Bawah: Kekuatan otot kanan kiri 5/5, CRT < 2 detik, tidak ada luka dan tidak ada edema.

(23)

10) Kulit Turgor kulit lembab, bersih, tidak ada edema, dan akral hangat 11) GenetaliaJenis kelamin laki-laki, tidak terpasang kateter, genetalia bersih.

(24)
(25)

Pemeriksaan X-FOTO THORAX PA pada tanggal 18 Mei 2021 Kesan:

• Tampak pelebaran sela iga dan flattening diafragma kanan kiri

• Hemidiafragma kanan setinggi kosta 10 posterior

• Sinus kostofrenikus kanan kiri lancip

• Cor tak membesar

• Tidak dapat infiltrat

(26)
(27)

ANALISA DATA

(28)
(29)
(30)

Prioritas diagnose keperawatan

1. Ketidakefektifan bersihan jalan nafas berhubungan dengan penumpukan secret berlebih

2. Intoleransi aktivitas berhubungan dengan kurangnya suplay dan kebutuhan oksigen

(31)

INTRERVENSI

(32)
(33)
(34)
(35)

IMPLEMENTASI

(36)
(37)
(38)
(39)
(40)
(41)
(42)
(43)
(44)

EVALUASI

(45)
(46)
(47)
(48)
(49)

Keperawatan Komplementer yang bisa dilakukan pada penyakit asma

Penyakit asma tidak dapat disembuhkan dan obat-obatan yang ada saat ini hanya berfungsi menghilangkan gejala. Terapi komplementer

dianggap sebagai terapi yang melengkapi pengobatan sehingga bisa diberikan bersam aandengan terapi konvensional. Tujuan terapi

komplementer adalah untuk membantu penderita merasa dan berfungsi lebih baik dan mengurangi kebutuhan mereka dari obat yang dapat memiliki efek samping buruk bagi tubuh. Salah satu metode untuk memperbaiki cara bernapas adalah teknik olah napas berupa thai chi, yoga, qigong,buteyko brithing technique, papworth, dan latihan otot inspirasi. Buteyko merupakan teknik pernapasan dengan cara

mengurangi volume pernapasan dan menggunakan teknik menahan napas, meningkatkan kadar CO2 dan mengembalikan Bronkokontriksi.

Buteyko lebih menekankan pada perbaikan tanda dan gejala yang ditimbulkan oleh asma yaitu hiperventilasi. Hiperventilasi dapat

menyebabkan karbon dioksida yang rendah dalam darah (hypocapnea), dan dapat mengganggu keseimbangan nilai asam-basa dalam darah dan kadar oksigen di jaringan menjadi rendah.

(50)

TERIMAKASIH

Referensi

Dokumen terkait

Gejala suspect TB paru yaitu batuk berdahak selama 2 minggu atau lebih, batuk dapat diikuti dengan gejala tambahan dahak bercampur darah, sesak nafas, badan lemas, turunnya nafsu

S mengatakan nafsu makannya mulai meningkat, makan sudah enak, tapi masih habis 1/3 porsi dan minum sekitar 4 gelas. S mengatakan badannya sudah tidak panas lagi, tidak

Kaji pernafasan pasien. Keluhan yang dialami pasien dengan Penyakit Paru Obstruksi Kronik ialah batuk produktif/non produktif, dan sesak nafas... b)

• Sesak nafas tiba- tiba, semakin berat • Nyeri dada • Batuk lama ± 3 bulan • Batuk berdahak • Dahak terdapat bercak darah • Demam malam hari • Keringat dingin • Badan

Saat di lakukan pengkajian pasien mengeluhkan batuk berdahak disertai sesak, tidak nafsu makan dan tidurnya tidak nyenyak sehingga kami mengangkat diagnosa keperawatan

Selama dirawat pasien tidak mengalami gangguan pola makan, klien makan habis 1 porsi dengan menu yang disajikan rumah sakit, minum jenis air putih ± 8 gelas/hari..

Ibu klien mengatakan saat sakit dan dirawat dirumah sakit, klien makan habis ½ porsi (200 kalori), klien mengatakan malas makan, tidak tertarik dengan penyajian makanan, nafsu

Laporan kasus pasien tuberkulosis paru dengan gejala batuk berdarah, sesak, demam, dan penurunan nafsu makan di Rumah Sakit Dr. Drajat Prawiraganagara