PT. Semen indonesia (persero)
Manajemen produksi & OPERASI
Nadiya Riska (05201059), N aufal Rafi (05201061), Ricky Erianto (05201077), Winda Fatimahtuz (05201088)
SEJARAH PT. SEMEN INDONESIA
Diresmikan di Gresik pada tanggal 7 Agustus 1957 oleh Presiden RI pertama dengan kapasitas terpasang 250.000 ton semen per tahun. Pada tanggal 8 Juli 1991 Semen Gresik tercatat di Bursa Efek Jakarta dan Bursa Efek Surabaya sehingga menjadikannya BUMN pertama yang go public dengan menjual 40 juta lembar saham kepada masyarakat.
Diresmikan Pada tanggal 20 Desember 2012, melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) Perseroan, resmi mengganti nama dari PT Semen Gresik (Persero) Tbk, menjadi PT Semen Indonesia (Persero) Tbk. Penggantian nama tersebut, sekaligus merupakan langkah awal dari upaya merealisasikan terbentuknya holding BUMN yang bergerak di bidang produksi semen.
Komite Audit
Komite Nasional dan Remuneresi
Komite Strategic
Komite Good Corporate Governance
Restrukturisasi Komisaris
2006
Komisaris Utama Komisaris
Komisaris Independent
Direktur Utama
Direktur Bisnis dan Pemasaran Direktur SDM dan Umum
DIrektur Operasi
Direktur Supply Chain
Direktur Keuangan dan Manajemen Resiko
2021
Manajemen Produksi
PT. Semen indonesia (persero)
Manajemen produksi & OPERASI
Nadiya Riska (05201059), N aufal Rafi (05201061), Ricky Erianto (05201077), Winda Fatimahtuz (05201088)
Pemilihan Sistem Produksi
Sistem Continous
menyediakan produk turunan semen seperti mortar dan menyentuh end
consumer dengan meluncurkan teknologi monolitik
Strategi Produksi
KUALITAS : Direktur Supply Chain
Menggunakan Sistem Manajemen Mutu, lingkungan, K3, Laboratorium, Risiko,
Inovasi
KUANTITAS DAN WAKTU : Direktur Operasi dan Direktur Bisnis dan Pemasaran
Menyediakan berbagai solusi beton seperti Minimix, SpeedCrete penyelesaian kontruksi jalan dengan cepat, ThruCrete menyediakan daerah
resapan air, dan Dyna Home melakukan pembangunan rumah 12 kali lebih cepat
Strategi Bisnis
Nadiya Riska (05201059), N aufal Rafi (05201061), Ricky Erianto (05201077), Winda Fatimahtuz (05201088)
Pabrik di Gresik Pabrik di Tuban
Pengadaan Bahan Baku
Penyiapan Bahan Baku
Bahan Baku Koreksi
Produk PT. Semen Indonesia
PT. Semen indonesia (persero)
Manajemen produksi & OPERASI
Manajemen Operasi
& Material
Biaya Pemesanan merupakan biaya yang berkaitan dengan biaya yang dikeluarkan selama pemesanan bahan baku, meliputi administrasi dan biaya telepon.
Biaya Penyimpanan merupakan biaya yang dikeluarkan perusahaan terkait penyimpanan bahan baku dalam jangka waktu tertentu meliputi biaya pemeliharaan, listrik, dan kesempatan.
Pengadaan bahan baku produksi dan sumber energi lainnya oleh PT.
Semen Indonesia dilakukan dengan mengandalkan anak perusahaan dan afiliasi yang bergerak di bidang sesuai dengan kebutuhan. Adapun, biaya yang dibutuhkan meliputi biaya pemesanan dan biaya penyimpanan dengan pendanaan yang didapatkan melalui strategi Join Borrower.
Batu Kapur (CaCO₃)
Penambangan terletak di daerah Sumber arum, Pongpongan dan tanah milik perhutani yang berjarak 4-5 km dari plant site Tanah Liat Diambil dari desa Tobo, Sugihan, Temandang, Sembungrejo dan Pongpongan.
Jarak quarry ke plant site sekitar 3 – 4 km.
Pasir silika dan copper slag diperoleh dari pemasok
Batu Kapur (CaCO₃) Tanah Liat
Copper Slag Pasir Silika
OPC (Ordinary Portland Cement)
PPC (Portland Pozzolan Cement)
SBC ( Special Blended
Cement)
Nadiya Riska (05201059), N aufal Rafi (05201061), Ricky Erianto (05201077), Winda Fatimahtuz (05201088)
Raw Material Crushing Penyimpanan dan
pengumpanan
Penggilingan dan
pengeringan Pencampuran Pre-heating
firring
PT. Semen indonesia (persero)
Proses Produksi semen
cooling Penggilingan Akhir
Penyimpanan
packing
Nadiya Riska (05201059), N aufal Rafi (05201061), Ricky Erianto (05201077), Winda Fatimahtuz (05201088)
Pengendalian Proses
Pengemasan dan Distribusi
Semen dikemas dengan berat 40 kg, 50 kg atau curah, pada unit pengisian (packing plant)
Distribusi Darat Pabrik terletak kurang lebih 9 kilometer dari tepi jalan raya yang menghubungkan kota-kota besar, misalnya Surabaya dan Semarang
Distribusi Laut Pabrik terletak dekat dengan pantai Tuban dan memiliki pelabuhan sendiri dengan jarak sekitar 12 km.
Metode Penyimpanan
Unit Kerja Laboratorium Strategi Pemasaran
Distribusi penjualan semen tidak hanya didalam negeri (Indonesia), melainkan ekspor ke beberapa negara antara lain: Singapura, Malaysia, Korea, Vietnam, Australia, dan sebagainya. Dengan dibentuknya unit Coorporate Marketing agar perusahaan dapat mengubah paradigma dari fokus produksi ke fokus pelanggan dengan adanya diversifikasi produk hingga permintaan semen curah dalam jumlah besar kepada perusahaan-perusahaan yang membutuhkan produk semen dalam kegiatan bisnisnya. Dengan mempertahankan kualitas dan ketersediaan barang.
Strategi Penjualan
PT. Semen indonesia (persero)
Manajemen produksi & OPERASI
Mengendalikan proses operasi di pabrik dengan menguji dan menganalisis komposisi bahan. Analisis dilakukan di laboratorium X-Ray dengan metode QCX.
Hasil analisis menjadi acuan menentukan kondisi operasi.
Jaminan Mutu
Menganalisis kualitas bahan baku, batu bara, dan produk semen. Proses pengujian dilakukan secara rutin satu hari sekali secara manual dan dibawa ke laboratorium jaminan mutu untuk diuji.
Penyimpanan bahan baku dilakukan dengan menggunakan stock pile yang dilengkapi dengan reclaimer. Dimana reclaimer ini berfungsi untuk memindahkan atau mengambil, serta menghomogenkan raw material dari stock pile ke belt conveyor dengan kapasitas tertentu. Selanjutnya, belt conveyor menuju tempat penyimpanan selanjutnya yaitu Bin.
Papan nama toko Bilboard
Iklan televisi
Melalui penjualan produk baik produk semen maupun verifikasi produk (turunan produk semen) yang selalu memperhatikan kualitas dan standar sesuai SNI. Promosi juga dilakukan sebagai tahap untuk meningkatkan penjualan dan permintaan dari pasar yang dilakukan melalui :