KATA PENGANTAR
Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena dengan rahmat, karunia, serta taufik dan hidayah-Nya kami dapat menyelesaikan buku tentang “budidaya tanaman mawar” dengan baik meskipun banyak kekurangan didalamnya. Dan juga kami berterima kasih pada ibu, selaku Dosen mata kuliah Pendidikan praktikum struktur tumbuhan yang telah memberikan tugas ini kepada kami.Kami sangat berharap buku ini dapat berguna dalam rangka menambah wawasan serta pengetahuan kita tentang pembudidayaan tanaman mawar sebagai mana yang dicangkup dalam buku ini. Kami juga menyadari sepenuhnya bahwa di dalam buku ini terdapat kekurangan dan jauh dari kata sempurna. Oleh sebab itu, kami berharap adanya kritik, saran dan usulan demi perbaikan buku yang telah kami buat di masa yang akan datang, mengingat tidak ada sesuatu yang sempurna tanpa saran yang membangun.Semoga buku sederhana ini dapat dipahami bagi siapapun yang membacanya. Sekiranya laporan yang telah disusun ini dapat berguna bagi kami sendiri maupun orang yang membacanya. Sebelumnya kami mohon maaf apabila terdapat kesalahan kata-kata yang kurang berkenan dan kami memohon kritik dan saran yang membangun demi perbaikan di masa depan.
Medan 19 desember 2023
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR...1
DAFTAR ISI...2
BAB I... 4
PENDAHULUAN...4
1.1. Latar Belakang...4
BAB 2... 9
PEMBAHASAN...9
2.1. Pengertian bunga mawar dan media tanam...9
GLOSARIUM...20
BAB 3... 21
PENUTUP... 21
3.1. Kesimpulan...21
DAFTAR PUSTAKA...24
DAFTAR GAMBAR
Gambar2.1.Bunga mawar dengan media sekam dan cocopeat
Gambar2.2 Bunga mawar dengan media awal sabut kelapa lalu diganti dengan sekam bakar
BAB I PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
Morfologi Tanaman, Mawar tumbuh dengan baik di daerah berketinggian 700-1000 dpl (diatas permukaan laut), memiliki udara sejuk serta lembab. Tanaman mawar berbentuk semak dan tergolong tanaman yang mempunyai umur panjang atau tahunan. Memiliki stuktur batang berkayu, bercabang banyak, menghasilkan bunga secara terus menerus. Selama siklus hidupnya tanaman mawar terus tumbuh seolah- olah tidak terbatas dan masa produksinya berulang- ulang (Rukmana, 1995). Bunga mawar memiliki malai yang berbentuk sederhana hingga seperti karangan bunga. Helaian mahkota bunganya ada yang selapis danada yang bersusun. Semua jenis bunga mawar yang ada berduri melengkung ke bawah dan tajam . Bunga mawar termasuk bunga yang sempurna yang dapat membentuk biji dan mudah untuk memperoleh tanaman hibrida baru. Warna bunga mawar bervariasi dari putih, merah, merah muda, kuning dan lain-lain.
Manfaat mawar, Bunga Mawar memiliki bau harum, bentuk yang indah, variasi warna bunga yang beragam serta menarik. Manfaat bunga mawar secara umum yaitu sebagai tanaman untuk penghias kebun dan taman, penghias ruangan dan teras rumah, dengan ukuran pohon yang tidak terlalu tinggi dan dapat ditanam di dalam pot, atau dapat juga dimanfaatkan sebagai bunga potong. Selain itu bunga mawar dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku dalam pembuatan parfum, bahan pembuatan obat, dan juga sebagai bahan tambahan dalam makanan/minuman olahan, dikarena bunga ini mempunyai kandungan Vitamin C yang cukup tinggi.
Khasiat bunga mawar antara lain dapat digunakan sebagai antidepresan, antiviral, antibakteri, antiperadangan, antioksdan dan sumber vitamin C. Minyak mawar dapat diperoleh dengan cara penyulingan dan penguapan mahkota bunga sehingga dapat dibuat menjadi parfum.Bunga mawar dapat juga dimanfaatkan untuk sediaan teh, jelly, dan selai. Bunga
mawar dari spesies R. chinensis mengandung senyawa yang dapat berfungsi sebagai antioksidan. Rubanthron A pada daunnya memiliki aktivitas sitotoksik terhadap sel line kanker payudara. Selain itu mengobati batuk kering, kaki bengkak, haid tidak lancar, nyeri haid dan obat radang sendi.
Mawar adalah tanaman hias yang paling populer di antara puluhan ribu jenis tanaman hias lainnya. Tidak seorang pun penggemar tanaman hias di muka bumi yang tidak mengenal mawar. Orang awam sekalipun akan mudah mengenali bunga mawar. Bentuk dan aroma bunganya sangat mudah dikenali.
Sejarah budi daya mawar telah ada ribuan tahun sebelum Masehi.
Kepopuleran mawar sangat akrab di kalangan masyarakat luas. Di berbagai belahan dunia, kecantikan mawar dijadikan simbol untuk menyatakan keindahan. Budayawan menjulukinya sebagai bunga para dewa sedangkan para aristokrat menjadikannya sebagai bunga para bangsawan. Secara luas mawar dianggap PRAKΑΤΑ sebagai lambang cinta, suka cita, dan kejayaan.
Mawar berasal dari daerah beriklim sedang di daerah subtropis. Habitat alaminya daerah bertemperatur dingin. Dalam perkembangan selanjutnya, penyebaran mawar meluas di seluruh dunia baik daerah subtropis ataupun tropis. Hanya di daerah gurun pasir yang panas dan kutub bersalju abadi tanaman mawar tidak dapat ditemukan.Di daerah tropis, mawar tumbuh dengan baik di dataran tinggi beriklim sejuk. Di dataran rendah yang panas, pertumbuhan mawar tidak sebaik mawar yang tumbuh di dataran tinggi yang sejuk. Karena tertarik akan keindahannya, masyarakat yang tinggal di daerah panas tetap ingin membudidayakannya. Berbagai cara diupayakan agar mereka dapat menikmati kemolekan mawar, baik untuk penghias taman ataupun rangkaian bunga segar. Banyak orang beranggapan bahwa mawar tidak dapat tumbuh baik di daerah tropis. Dari banyak percobaan dan penelitian, mawar dapat tumbuh baik di daerah tropis asal syarat tumbuhnya
terpenuhi. Kultur teknis yang benar juga menjadi syarat untuk membudidayakan mawar di daerah tropis.
Buku ini akan menjelaskan syarat tumbuh dan budi daya mawar khusus untuk daerah tropis yang iklimnya panas dan lembab seperti di Indonesia. Berbeda dengan mawar di negara subtropis yang tidak dapat tumbuh saat musim dingin, di negara tropis seperti di Indonesia keindahan mawar tetap dapat dinikmati sepanjang tahun tanpa kendala musim yang menyebabkan tanaman mawar dorman. Hal itulah yang memungkinkan mawar dibudidayakan di daerah tropis. Kultur teknis mawar di daerah tropis sedikit berbeda dengan yang biasa dilakukan di daerah sub tropis. Ada hal yang perlu diketahui tentang pemilihan kultivar serta teknik perawatannya agar diperoleh hasil yang optimal.Ada ratusan spesies dan puluhan ribu hibrida dan klon mawar.
Masing-masing memiliki ciri khas dan fungsi yang berbeda.
Meskipun ada beragam sosok tanaman dan penampakan bentuk bunga, mawar tetap mudah dikenali. Agar memperoleh hasil maksimum dalam budi daya mawar, perlu diketahui sifat tumbuh dan ciri khas tanaman sesuai dengan keunggulan yang dimiliki masing-masing jenis. Berdasarkan sifat tumbuhnya dikenal adanya mawar perdu, mawar merambat, dan mawar mini.
Masing-masing memiliki keunggulan yang berbeda. Ada pula berbagai spesies mawar liar yang memiliki keunggulan sebagai batang bawah okulasi atau sebagai bahan baku untuk industri. Sejarah Budi Daya Mawar.Mawar atau rose adalah tanaman hias yang dikenal masyarakat luas.
Sejak awal peradaban manusia mawar telah dikenal sebagai tanaman hias. Menurut catatan sejarah bangsa Sumeria, tanaman mawar mulai dibudidayakan 5000 tahun yang lalu atau tiga hingga empat milenium sebelum masehi. Budi daya mawar pertama kali dilakukan di Persia dan
Babilonia.Pada abad 1200 sebelum masehi mawar telah dibudidayakan di Cina untuk pembuatan parfum. Mawar melambangkan kejayaan kaisar dan digunakan untuk berbagai keperluan upacara kerajaan. Sejarah kuno mencatat bahwa ekstrak minyak mawar digunakan sebagai campuran balsam pengawet jenazah saat jenazah kaisar mangkat sebelum dikremasi. Kaisar Nero menggunakan gambar bunga mawar sebagai emblem resmi kerajaan.
Pada saat pemerintahannya, mawar menjadi bunga utama kerajaan Romawi.
Setiap acara resmi kerajaan, diperlukan hingga puluhan ton mawar sebagai simbol kejayaan kekaisaran Romawi. Dicatat dalam sejarah, bantal yang digunakan oleh KaisarNero berisi bunga mawar kering untuk tujuan pengobatan dan aromaterapi.Tahun 1272 Raja Edward I dari Inggris melakukan penanaman. mawar untuk pertama kalinya di taman istana. Oleh anggota kerajaan Inggris, keindahan bunga mawar dijadikan ungkapan untuk berbagai peristiwa, baik yang sifatnya resmi atau tidak resmi saat suasana sukacita ataupun dukacita. Pada abad ke-15 saat pemerintahan Raja Henry Tudor VII bunga mawar tanpa duri dijadikan lambang resmi kerajaan Inggris. Dewasa ini industri pertanian dan pengolahan mawar secara modern tersebar di seluruh dunia. Mawar menjadi pilihan pengusaha agribisnis di banyak negara maju untuk dibudidayakan atau sebagai bahan baku industri karena nilai ekonomi yang dihasilkan cukup besar.
Pasar mawar dunia meliputi bunga potong, tanaman hias pot, tanaman penghias taman (landscaped plant), air mawar (rose water), parfum, herbal, dan produk kosmetik berbasis aroma mawar. utamaPrancis adalah negara penghasil air mawar dan minyak mawar terbesar di dunia.
Penghasilan dari mawar hampir mendekati setengah dari hasil pertanian secara keseluruhan setelah buah anggur.Sedangkan Belanda adalah penghasil bunga potong mawar terbesar di dunia dengan total nilai produk bruto tertinggi di antara jenis bunga potong. Tingginya permintaan bunga mawar
potong dunia mendorong Belanda melakukan ekspansi penanaman di Afrika Selatan, Kenya, Turki, Meksiko,Vietnam dan berbagai wilayah di dunia.
Klasifikasi :
Kingdom Plantae
divisi Magnoliophyta
Ordo Rosales c
Familia Rosaceae
Genus Rosa
Species Rosa sp.
BAB 2 PEMBAHASAN 2.1. Pengertian bunga mawar dan media tanam
Bunga mawar merupakan tanaman hias dengan ciri-ciri spesifik, yaitu:
termasuk tanaman habitus (semak, dengan tinggi mencapai 2 meter), batang berkayu dan berduri, berdaun majemuk denganpertulangan menyirip, bunganya majemuk dengan kelopak berbentuk lonceng, berakar tunggang,
bentuk bijinya bulat berwarna coklat, sedangkan buahnya berbentuk lonjong.Bunga ini memiliki banyak khasiat, minyak maupun ekstraknya sudah sejak dulu digunakan dalam produk sabun mandi, parfum, lotion kulit, dan obat-obatan Bagian mahkota bunga merupakan bagian yang paling sering dimanfaatkan, mahkota bunga selanjutnya diolah menjadi minyak mawar dan telah digunakan sebagai terapi tradisional untuk mengatasi depresi, kesedihan, meringankan gejala batuk, membantu penyembuhan luka, dan memelihara kesehatan kulit. Penggunaan minyak mawar yang diuapkan juga bermanfaat bagi orang yang mengalami alergi dan migrain.
Secara farmakologis, minyak atsiri bunga mawar terbukti memiliki efek antikonvulsan, bronkodilator, antibakteri, antiseptik, dan antioksidan.
Antioksidan adalah senyawa yang bertugas menetralisir radikal bebas dan menghambat oksidasi sehingga tubuh terlindungi dari berbagai macam penyakit degeneratif dan kanker. Contoh antioksidan alami antara lain vitamin C dan vitamin E.
Banyak tanaman yang mengandung antioksidan digunakan sebagai produk kecantikan dan obat-obatan . Antiseptik adalah senyawa kimia yang digunakan untuk membunuh atau menghambat pertumbuhan mikroorganisme pada jaringan yang hidup, seperti pada permukaan kulit dan membran mukota Tujuannya ialah untuk mengurangi kemungkinaninfeksi, sepsis atau pembusukan (putrefaction), sehingga digunakan antiseptik.
Mawar berasal dari dataran Cina, Timur Tengah, dan Eropa Timur. Dalam perkembangannya, mawar menyebar luas di daerah-daerah beriklim dingin (sub-tropis) dan panas (tropis). Daerah pusat penyebaran tanaman mawar semula terkonsentrasi di kawasan Alaska atauSiberia, India, Afrika Utara, dan Indonesia, kemudian menyebar luas ke seluruh penjuru dunia. Bunga mawar tidak hanya dinikmati keindahannya saja sebagai tanaman bunga potong dan tanaman pot, tetapi dapat digunakan untuk bunga tabur, bahan
pengobatan, dan kosmetik dari air sulingannya, serta untuk parfumdari jenis mawar tertentu yang sangat harumbaunya. (Imran, 2023) Kepala negara memilik hak veto (pembatalan keputusan) yang diajukan oleh parlemen (senat dan kongres)
Bunga mawar dikenal mempunyaibanyak varietas sehingga disebut Rosaceaeatau keluarga mawar mawaran. Kemajuan teknologi semakin membuat tanaman bunga mawar beraneka ragam dengan warna warninya mulai dari merah, ungu, hitam dan bahkan campuran beberapa warna.
Disamping itu kelopak bunganya juga semakin variatif, dari yang berkuntum tunggal, ganda sampai yang bertumpuk. Pertumbuhan tanaman mawar sangat dipengaruhi oleh ketersediaan air dan unsur hara. Untuk itulah media tanam yang baik sangat diperlukan untuk mendukung pertumbuhan tanaman. Media tanam berfungsi sebagai tempattumbuh dan berkembangnya akar serta menahan unsur hara dan air sementara waktu. Jenis dan sifat media tanam akan mempengaruhi ketersediaan unsur hara dan air di daerah perakaran.
Beberapa macam media berbeda pengaruhnya terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman. Perbedaan ini berhubungan dengan daya mengikat air dan unsur hara bagi tanaman serta porositas, kelembaban dan aerasi dalam media tanam .Pada masa sekarang, media tanam yang sering digunakan, selain tanah untuk tanaman pot, misalnya kompos daun bambu adalah kompos pinus, kompos tandan kosong kelapa sawit, serutan kayu, sekam padi, bagas tebu, serbuk sabut kelapa, . Media tanam tanpa tanah mempunyai peluang untuk dikembangkan karena lebih bersih, ramah lingkungan, dan bahan- bahannya tersedia di alam Indonesia. Pupuk kandang sapi sering digunakan sebagai media tanam Karena pupuk kandang sapi merupakan bahan organik yang mengalami proses dekomposisi oleh mikroorganisme pengurai, disamping itu pupuk kandang sapi mempunyai sifat fisik yang baik, diantaranya porus, menahan air, dan nutrisi tanaman dengan baik. Sekam
adalah hasil penggilingan padi dan hasil limbah pertanian yang baik digunakan untuk media tanam karena mempunyai sifat fisik yang baik . (fahmi, 2019)
Media tanam yang baik harus memiliki persyaratan-persyaratan sebagai tempat berpijak tanaman, memiliki kemampuan mengikat air dan menyuplai unsur hara yang dibutuhkan tanaman, mampu mengontrol kelebihan air (drainase) serta memiliki sirkulasi dan ketersediaan udara (aerasi) yang baik, dapat mempertahankan kelembaban di sekitar akar tanaman dan tidak mudah lapuk atau rapuh. Stek seringkali mengalami kegagalan dengan tidak tumbuhnya akar. Salah satu usaha untuk mengatasi kegagalan dalam pertumbuhan akar pada stek adalah dengan memberikan Zat Pengatur Tumbuh (ZPT) (Prayugo, 2007).
Dalam mengaplikasikan ZPT perlu diperhatikan ketepatan dosis, karena jika dosis terlampau tinggi bukannya memacu pertumbuhan tanaman tetapi malah menghambat pertumbuhan tanaman dan menyebabkan keracunan pada seluruh bagian tanaman. Lama perendaman harus disesuaikan dengan konsentrasi larutan yang digunakan. Lamanya stek dalam larutan zat pengatur tumbuh bertujuan agar penyerapan ZPT berlangsung dengan baik.
Perendaman juga harus dilakukan ditempat yang teduh dan lembab agar penyerapan ZPT yang diberikan berjalan teratur, tidak fluktuatif karena pengaruh lingkungan. (Murni, 2023)
Gambar2.1.Bunga mawar dengan media sekam dan cocopeat
Jika bunga mawar dipindahkan dari media tanah ke media sekam dan cocopeat, beberapa perubahan yang mungkin terjadi adalah sebagai berikut:
Drainase yang lebih baik: Media sekam dan cocopeat memiliki sifat yang lebih longgar dan memiliki kemampuan drainase yang baik. Ini dapat membantu menghindari penumpukan air berlebih di sekitar akar bunga mawar, yang dapat menyebabkan pembusukan akar.
Penyediaan nutrisi yang berbeda: Media tanah umumnya mengandung nutrisi alami yang cukup untuk pertumbuhan bunga mawar. Namun, media sekam dan cocopeat mungkin memiliki kandungan nutrisi yang lebih rendah. Oleh karena itu, Anda mungkin perlu memberikan pupuk tambahan secara teratur untuk memastikan bunga mawar tetap mendapatkan nutrisi yang cukup.
Retensi air yang berbeda: Media sekam dan cocopeat cenderung dapat menahan air lebih baik daripada media tanah. Ini dapat
membantu menjaga kelembaban tanah yang lebih konsisten, sehingga mencegah kekeringan atau kelebihan air yang berlebihan.l
Perubahan pH tanah: Media sekam dan cocopeat umumnya memiliki pH yang lebih rendah daripada media tanah. Ini dapat mempengaruhi tingkat keasaman tanah dan mempengaruhi ketersediaan nutrisi bagi bunga mawar. Oleh karena itu, Anda perlu memantau dan menyesuaikan pH tanah secara teratur.
Perubahan pertumbuhan tanaman: Bunga mawar mungkin mengalami perubahan dalam pertumbuhan dan perkembangan mereka setelah dipindahkan ke media sekam dan cocopeat. Beberapa tanaman mungkin menunjukkan pertumbuhan yang lebih baik, sementara yang lain mungkin membutuhkan penyesuaian dan waktu untuk beradaptasi dengan media baru.
Penting untuk memantau kondisi tanaman secara teratur setelah pemindahan dan melakukan perawatan yang tepat, termasuk penyiraman yang cukup, pemupukan yang tepat, dan pemantauan pH tanah.
Cocopeat adalah serbuk serat kelapa yang digunakan sebagai media tanam alternatif. Cocopeat memiliki kemampuan yang baik dalam menahan air dan udara, sehingga dapat membantu menjaga kelembaban dan sirkulasi udara di sekitar akar tanaman. Ini dapat memberikan kondisi tumbuh yang baik bagi tanaman mawar.
Sekam adalah sisa kulit padi yang telah diolah. Sekam juga dapat digunakan sebagai media tanam alternatif. Sekam memiliki kemampuan menahan air yang baik dan juga memberikan nutrisi tambahan bagi tanaman.
Namun, perlu diingat bahwa sekam memiliki keasaman yang tinggi, sehingga perlu diimbangi dengan pemupukan yang tepat.
Kombinasi cocopeat dan sekam dapat memberikan keuntungan bagi tanaman mawar. Cocopeat membantu menjaga kelembaban dan sirkulasi udara di sekitar akar, sedangkan sekam memberikan nutrisi tambahan.
Namun, perlu diingat bahwa setiap tanaman memiliki kebutuhan yang berbeda, jadi penting untuk memantau kondisi tanaman dan melakukan pemupukan yang tepat sesuai dengan kebutuhan mawar.
Selain itu, perlu diingat bahwa pemilihan media tanam juga harus disesuaikan dengan kondisi lingkungan tempat tumbuhnya tanaman mawar, seperti suhu, kelembaban udara, dan intensitas cahaya.Perawatan bunga mawar dengan media cocopeat dan sekam cukup mudah dilakukan. Berikut adalah langkah-langkah perawatan yang dapat diikuti:
Persiapan pot: Pilih pot yang memiliki lubang drainase di bagian bawahnya untuk menghindari genangan air. Pastikan pot memiliki ukuran yang sesuai dengan ukuran tanaman mawar Anda.
Media tanam: Campurkan cocopeat dan seka dalam perbandingan1:1 untuk membuat media tanam. Cocopeat adalah serbuk serat kelapa yang memiliki kemampuan baik dalam menahan air dan memberikan drainase yang baik. Seka adalah serbuk kayu yang membantu mencegah kelembaban berlebih pada akar tanaman.
Penanaman: Letakkan lapisan kecil kerikil atau potongan pecahan pot di bagian bawah pot untuk memastikan drainase yang baik.
Kemudian, tambahkan campuran media tanam cocopeat dan seka ke dalam pot. Buat lubang di tengah media tanam dan letakkan bibit
mawar dengan hati-hati. Tutupi akar dengan media tanam hingga bibit mawar terpasang dengan baik.
Penyiraman: Siram tanaman mawar secara teratur, tetapi hindari genangan air di dalam pot. Pastikan media tanam tetap lembab, tetapi tidak terlalu basah. Periksa kelembaban media tanam dengan menyentuhnya sebelum melakukan penyiraman.
Pemupukan: Berikan pupuk yang kaya akan nutrisi untuk tanaman mawar setiap2-3 minggu sekali. Pilih pupuk yang mengandung nitrogen, fosfor, dan kalium dalam proporsi yang seimbang. Ikuti petunjuk pemakaian yang tertera pada kemasan pupuk.
Penyulaman: Jika tanaman mawar tumbuh dengan rapat, Anda mungkin perlu melakukan penyulaman. Pindahkan tanaman mawar ke pot yang lebih besar agar akar memiliki ruang yang cukup untuk tumbuh.
Pemangkasan: Lakukan pemangkasan secara teratur untuk merawat bentuk dan pertumbuhan tanaman mawar. Pemangkasan juga membantu merangsang pertumbuhan bunga baru.
Perlindungan dari hama dan penyakit: Perhatikan tanda-tanda serangan hama atau penyakit pada tanaman mawar. Jika terjadi, segera lakukan tindakan pengendalian seperti menggunakan insektisida atau fungisida yang sesuai. Dengan perawatan yang tepat, bunga mawar Anda akan tumbuh subur dan berbunga indah.
Gambar2.2 Bunga mawar dengan media awal sabut kelapa lalu diganti dengan sekam bakar
Menanam bunga mawar dengan media sabut kelapa dapat menjadi pilihan yang baik karena sabut kelapa memiliki sifat yang ringan, dapat menyimpan air dengan baik, dan memberikan drainase yang cukup bagi tanaman. Berikut adalah langkah-langkah umum untuk menanam bunga mawar dengan media sabut kelapa:
Langkah 1: Persiapan Pot dan Media Tanam
1. Pilih Pot yang Sesuai:Pastikan pot memiliki lubang drainase di bagian bawah untuk mencegah genangan air.Pilih pot yang cukup besar untuk memberikan ruang bagi akar mawar untuk tumbuh.
2. Campur Media Tanam:Campur sabut kelapa dengan pupuk organik atau kompos untuk memberikan nutrisi yang cukup.Pastikan campuran tersebut memiliki keseimbangan yang baik antara kemampuan penyimpanan air dan drainase.
Langkah 2: Pemilihan Bibit Mawar
1. Pilih Bibit Mawar yang Berkualitas:Pilih bibit mawar yang sehat dan bebas dari penyakit.Pastikan akar bibit dalam kondisi baik.
Langkah 3: Penanaman
1. Isi Pot dengan Media Tanam:Isi pot dengan campuran sabut kelapa dan pupuk organik hingga sekitar 2/3 tinggi pot.
2. Tanam Bibit Mawar:Buat lubang di tengah pot yang cukup besar untuk menampung akar bibit mawar.Tanam bibit mawar di tengah pot dan pastikan akarnya tertutup sepenuhnya oleh media tanam.Tutupi Akar dengan Media Tanam:Tutupi akar bibit dengan sisa campuran sabut kelapa dan pupuk hingga bibit tersebut duduk dengan stabil.
Langkah 4: Perawatan
1. Penyiraman:Siram tanaman secara teratur, tetapi hindari genangan air.Pastikan sabut kelapa tetap lembab, namun tidak terlalu basah.
2. Pupuk Tambahan:Berikan pupuk yang mengandung nutrisi seimbang sesuai petunjuk pada kemasan.Pupuk dapat diberikan secara berkala, terutama selama musim tumbuh.
3. Penyulaman:Jika diperlukan, lakukan penyulaman untuk memastikan tanaman tetap kokoh.
4. Pemangkasan:Lakukan pemangkasan sesuai kebutuhan untuk merawat bentuk dan kesehatan tanaman.
5. Perlindungan dari Hama dan Penyakit:Awasi tanaman untuk mengidentifikasi potensi masalah seperti hama atau penyakit.Ambil tindakan pencegahan atau obati segera jika diperlukan.
Dengan memperhatikan langkah-langkah di atas dan memberikan perawatan yang baik, kita dapat menikmati pertumbuhan yang sehat dan indah dari bunga mawar dalam pot dengan media sabut kelapa.Ada beberapa alasan mengapa mawar mungkin mati saat ditanam menggunakan media sabut kelapa. Berikut adalah beberapa kemungkinan penyebab:
1. Overwatering atau Underwatering:Sabut kelapa cenderung menyimpan air dengan baik, tetapi jika tanah terlalu basah karena overwatering, akar mawar bisa membusuk. Sebaliknya, jika tanahterlalu kering karena underwatering, tanaman mawar bisa mengalami kekeringan.
2. Kompaksi Media Tanam:Jika campuran sabut kelapa terlalu padat atau terkompaksi, drainase tanah dapat terhambat, menyebabkan perakaran mawar kekurangan oksigen. Ini dapat mengakibatkan pembusukan akar.
3. Kekurangan Nutrisi:Meskipun sabut kelapa menyediakan struktur ringan dan baik untuk tanaman, bisa jadi kurang dalam unsur hara tertentu. Pupuk tambahan mungkin diperlukan untuk memastikan tanaman mendapatkan nutrisi yang cukup.
4. Penyakit Tanah atau Hama:Media tanam yang terkontaminasi atau terinfeksi oleh penyakit tanah tertentu dapat merugikan kesehatan
tanaman. Hama seperti serangga atau parasit juga dapat menyebabkan kerusakan pada akar atau bagian tanaman lainnya.
5. Pemilihan Varietas Mawar yang Tidak Sesuai:Beberapa varietas mawar mungkin lebih cocok untuk tumbuh dalam media tanam tertentu. Mungkin perlu memilih varietas mawar yang lebih tahan terhadap kondisi sabut kelapa.
6. Pemangkasan yang Tidak Tepat:Pemangkasan yang tidak tepat dapat menyebabkan stres pada tanaman mawar. Pastikan untuk memangkas dengan hati-hati dan sesuai dengan kebutuhan tanaman.
7. Suhu dan Lingkungan:Mawar memiliki kecenderungan tumbuh lebih baik dalam suhu tertentu. Jika lingkungan terlalu panas atau terlalu dingin, tanaman mawar mungkin mengalami kesulitan.
GLOSARIUM
Bunga : alat reproduksi seksual pada tumbuhan berbunga.
Mawar :tanaman bunga hias berupa herba dengan batang berduri.
Morfologi :struktur kata suatu bahasa atau cabang linguistik yang mem
pelajari struktur kata suatu bahasa.
Mediatanam : media yang digunakan untuk menumbuhkan tanaman, tempat Akar atau bakal akar akan tumbuh dan berkembang, tanam di
gunakan tanaman sebagai tempat berpegangnya akar.
Sekam : :istilah untuk kulit padi yang telah digiling.
MediaSekam : limbah padi yang dihasilkan dari bekas penggilingan beras di yang bisa dimanfaatkan sebagai campuran untuk media.
Sekam bakar : sekam mentah lalu dibakar terlebih dahulu sampai gosong di
setengahnya atau seluruhnya.
Cocopeat : media tanam organik yang berbahan dasar dari serbuk sabutdi buah kelapa.
cocopeat : media tanam memiliki daya serap air yang cukup tinggi dan pada dapat menyimpan air dalam jumlah yang lebih banyak dari pada di tampung dalam tanah.
Pupuk : bahan ini memiliki kandungan satu atau lebih unsur hara dapat diberikan pada tanaman atau media tanam untuk mendukung di proses pertumbuhannya agar bisa berkembang secara maksimal.
Suhu : alat yang menunjukkan derajat atau ukuran panas suatu benda.
Lingkungan: juga dapat diartikan menjadi segala sesuatu yang ada di sekitar manusia dan mempengaruhi perkembangan kehidupan makhluk
Nutrisi : studi tentang unsur-unsur kimia dan senyawa yang diperlukan dipertumbuhan, metabolisme, dan pasokan eksternal dapat di per lukan pada tanaman tumbuhan.
BAB 3 PENUTUP 3.1. Kesimpulan
Bunga mawar merupakan tanaman hias yang mempunyai ciri-ciri khusus, yaitu: termasuk tumbuhan habitus (perdu, tinggi 2 meter), batang berkayu dan berduri, daun majemuk berduri, bunga majemuk kelopak berbentuk lonceng, akar umum, biji bulat. berwarna coklat jika buahnya lonjong. Bunga ini mempunyai banyak manfaat, minyak dan ekstraknya telah lama digunakan dalam sabun mandi, parfum, krim kulit dan obat- obatan. Daun mahkota merupakan bagian yang paling umum digunakan, setelah itu daun mahkota dimurnikan menjadi minyak mawar dan telah digunakan sebagai obat tradisional untuk mengobati depresi, kesedihan, meredakan gejala batuk, menyembuhkan luka dan menjaga kesehatan kulit.
Penggunaan minyak mawar yang diuapkan juga bermanfaat bagi orang yang menderita alergi dan migrain. Secara farmakologis, minyak atsiri mawar telah terbukti memiliki efek antispasmodik, bronkodilator, antibakteri, antiseptik, dan antioksidan. Antioksidan merupakan senyawa yang fungsinya menetralisir radikal bebas dan mencegah oksidasi sehingga tubuh terlindungi dari berbagai penyakit degeneratif dan kanker. Antioksidan alami misalnya vitamin C dan E.
Pertumbuhan tanaman mawar sangat dipengaruhi oleh ketersediaan air dan unsur hara. Oleh karena itu, lingkungan tanaman yang baik sangat diperlukan untuk menunjang pertumbuhan tanaman. Substrat tanaman berperan sebagai tempat pertumbuhan dan perkembangan akar serta sebagai tempat penyimpanan sementara unsur hara dan air. Jenis dan sifat substrat tanam mempengaruhi ketersediaan unsur hara dan air pada zona perakaran.
Jenis media yang berbeda mempunyai pengaruh yang berbeda pula terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman. Perbedaan tersebut berkaitan dengan kemampuan tanaman dalam mengikat air dan unsur hara, serta porositas, kelembaban dan aerasi substrat tanam.Saat ini, selain tanah, substrat tanam juga sering digunakan untuk tanaman dalam pot, misalnya untuk tanaman pot. kompos daun bambu adalah. kompos pinus. , kelapa kosong kemasan kompos minyak sawit, serpihan kayu, sekam padi, ampas tebu, bubuk sabut kelapa,. Lingkungan penanaman tanah mempunyai peluang untuk berkembang karena lebih bersih, ramah lingkungan dan bahan bakunya tersedia di alam di Indonesia. Kotoran sapi sering digunakan sebagai substrat tanam karena kotoran sapi merupakan bahan organik yang mengalami proses penguraian dengan cara menguraikan mikroorganisme, dan kotoran sapi juga mempunyai sifat fisik yang baik seperti porositas, tahan air dan nutrisi tanaman yang baik. Sekam merupakan hasil penggilingan padi dan limbah pertanian, sangat cocok dijadikan media tanam karena sifat fisiknya yang baik.
DAFTAR PUSTAKA
fahmi, reza. 2019.PENGARUH MEDIA TANAM TERHADAP PERTUMBUHAN STEK MAWAR PAGAR (Rosa multiflora).jurnal AGROSAMUDRA.Vol. 6 No. 1
imran, ali. LITERATURE REVIEW : POTENSI TANAMAN MAWAR MERAH (Rosa damascena) BESERTA KANDUNGAN SENYAWA DI DALAMNYA. Jurnal Kajian Biologi. Vol:3 no;3.NTT
lingga, langi. 2008.MAWAR.jakarta. PT gramedia Pustaka utama
Murni, helena. RESPON PERTUMBUHAN STEK BATANG BUNGA MAWAR MERAH (Rosa damascena P.Mill.) TERHADAP KONSENTRASI DAN LAMA WAKTU PERENDAMAN AIR KELAPA MUDA. Jurnal AGROFARM, vol:2 no:(1)
nafisah, ummi. 2023.FORMULASI LOTION DARI LIMBAH PENYULINGAN AIR MAWAR (Rosa Damascena Mill.)sumatera Barat. Get press Indonesia
Prayugo, S. 2007. Media Tanam untuk Tanaman Hias. Jakarta.fisiologi tumbuhan
yulianti, riza rizky dkk. Booklet Spermatophyta Pekarangan Rumah Kelurahan Lapajung Kecamatan Lalabata Soppeng. Makasar. CV jejak publisher