• Tidak ada hasil yang ditemukan

kemitraan muhammadiyah dengan pemerintah

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "kemitraan muhammadiyah dengan pemerintah"

Copied!
94
0
0

Teks penuh

PENDAHULUAN

Rumusan Masalah

Bagaimana kemitraan Muhammadiyah dengan pemerintah dalam implementasi PERDA No.13 Tahun 20013 tentang Bacaan Tulis Al-Quran untuk Sekolah Dasar (SD)/Madrasah Ibtidaiyah (MI) di Kabupaten Takalar. Faktor apa saja yang mendukung dan menghambat kemitraan Muhammadiyah dengan pemerintah dalam melaksanakan PERDA No. 13 Tahun 20013 tentang Bacaan Tulis Al-Quran di Sekolah Dasar (SD)/Madrasah Ibtidaiyah (MI) di Kabupaten Takalar.

Tujuan Penelitian

Manfaat Penelitian

TINJAUAN PUSTAKA

Konsep Organisasi Kemasyarakatan (ORMAS)

Muhammadiyah

Muhammadiyah merupakan gerakan Islam yang mendakwahkan Amar Makruf Nahi Mungkar, yaitu agama Islam yang berlandaskan Al-Quran dan Sunnah, dan didirikan oleh KH Ahmad Dahlan pada tanggal 8 Dzulhijjah 1330 Hijriyah bertepatan dengan tanggal 18 November 1912 Miladiyah di kota Yogyakarta. Dan apa yang dilakukan dalam bidang lain tidak lain hanyalah motivasi keagamaan belaka, karena baik kegiatan itu bersifat sosial, ekonomi, pendidikan, bahkan yang bersifat politik, semuanya tidak lepas dari ruh, landasan dan ruh keimanan. Berdirinya Majelis Tarjih (1927), yaitu suatu lembaga yang mempertemukan para ulama Muhammadiyah yang rutin berdiskusi dan memberikan fatwa-fatwa di bidang keagamaan serta memberikan bimbingan terhadap undang-undang yang sangat bermanfaat bagi masyarakat umum, yaitu;

Ia memberi petunjuk dan petunjuk dalam bidang ubudiyyah mengikut teladan yang ditunjukkan oleh Rasulullah saw. Menjadi realiti sehingga kini masih dirasakan akibatnya, mereka adalah sekolah berkecuali terhadap agama, di mana akhirnya agak sedikit pelajar yang mempunyai kepakaran hanya dalam bidang umum dan tiada kepakaran dalam bidang agama. Muhammadiyah adalah gerakan Islam yang ditugaskan untuk mempromosikan Islam amar makruf nahi munker di lapangan.

Bergerak di bidang wanita dan ibu-ibu dan didirikan pada tanggal 27 Rajab 1426 H bertepatan dengan 19 Mei 1917 M oleh KH.Ahmad Dahlan.

Konsep Pemerintah Daerah

13 Tahun 2003 tentang Bacaan Tulis Al-Quran Bagi Sekolah Dasar (SD)/Madrasah Ibtidaiyah (MI) di Kabupaten Takalar; Kemudian peneliti menafsirkan hal tersebut menjadi sekumpulan informasi yang menggambarkan kemitraan Muhammadiyah dengan pemerintah dalam melaksanakan peraturan daerah tentang baca tulis Al-Quran di Kabupaten Takalar. Hasil wawancara peneliti dengan salah satu pimpinan Badan Komunikasi Remaja Masjid Indonesia Kabupaten Takalar mengatakan bahwa.

Berikut wawancara peneliti dengan salah satu pimpinan Badan Komunikasi Remaja Masjid Indonesia Kabupaten Takalar yang mengatakan demikian. Dari hasil wawancara peneliti dengan salah satu guru menunjukkan bahwa sekolah-sekolah di Kabupaten Takalar selalu mengikuti PERDA ini di sekolahnya masing-masing sesuai dengan anjuran pemerintah. Hubungan yang harmonis ini akan sangat mendukung kelancaran kemitraan antara Muhammadiyah dan pemerintah dalam pelaksanaan PERDA Bacaan Tulis Al-Quran di Kabupaten Takalar.

Dari hasil wawancara dengan Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Takalar menunjukkan bahwa PERDA ini dapat berjalan lancar di lapangan karena tidak dapat dipisahkan. Lebih lanjut, wawancara peneliti dengan Kepala Badan Komunikasi Remaja Masjid Indonesia Kabupaten Takalar mengatakan demikian. Berikut hasil wawancara peneliti dengan Ketua Badan Komunikasi Remaja Masjid Indonesia Kabupaten Takalar yang mengatakan hal tersebut.

Konsep Kebijakan Publik

Kerangka Pikir

Kehadiran Muhammadiyah sebagai organisasi Islam yang berorientasi pada keagamaan, sosial, pendidikan, dan gerakan nasional telah memberikan pengaruh yang cukup besar bagi negeri ini. Kelompok pers organisasi sosial terbesar di Indonesia mempunyai kekuatan untuk mempengaruhi lahirnya suatu kebijakan di pemerintahan. Hal ini sejalan dengan sikap pemerintah Kabupaten Takalar yang proaktif dalam menyikapi aspirasi masyarakatnya yang dituangkan dalam sebuah peraturan daerah (Peraturan Daerah Kabupaten Takalar Nomor 13 Tahun 2003 tentang Pembebasan Membaca dan Menulis Al-Quran di Sekolah Dasar). Madrasah Ibtidaiyah). Tidak hanya pengaruhnya dalam perumusan kebijakan pemerintah, namun juga peranannya dalam implementasi kebijakan tersebut. Melalui penelitian ini akan dideskripsikan kemitraan Muhammadiyah dengan pemerintah dalam implementasi PERDA NO.

Fokus Penelitian

Pemuda Masjid Indonesia Kabupaten Takalar dan Tokoh Masyarakat terkait kemitraan Muhammadiyah dengan Pemerintah Kabupaten Takalar dalam pelaksanaan PERDA Baca Tulis Al Quran di Kabupaten Takalar. Hasil wawancara peneliti dengan informan di atas menunjukkan bahwa keakraban antara Muhammadiyah dan Pemkab Takalar cukup baik dengan adanya kesamaan keinginan dan keseriusan untuk mengawal Perda berdasarkan gagasan bersama antara Muhammadiyah dan Pemerintah. Dari hasil wawancara peneliti dengan Kepala Humas Kementerian Agama Kabupaten Takalar menunjukkan bahwa kerjasama Pemerintah dengan Muhammadiyah sangat memudahkan proses pelaksanaan PERDA ini dengan adanya tools yang dimiliki oleh Muhammadiyah dengan Pemerintah. memiliki.

Dari hasil wawancara peneliti dengan Ketua Badan Komunikasi Masjid-Remaja Indonesia Kabupaten Takalar menunjukkan bahwa komunikasi yang intens dan visi bersama pemerintah dan Muhammadiyah untuk memberantas buta huruf dan menulis Al-Quran di Takalar memberikan dampak yang besar. menyempurnakan peraturan daerah ini agar dapat dilaksanakan dengan baik hingga saat ini. “Pelaksanaan Perda ini berjalan lancar karena adanya kerjasama antara Muhammadiyah dan pemerintah serta keseriusan dalam pemberantasan buta huruf membaca dan menulis Al-Qur’an di Kabupaten Takalar” (HB, Wawancara, 25 Oktober 2017). Dari hasil wawancara peneliti dengan Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Takalar menunjukkan bahwa salah satu penyebab kurang optimalnya penerapan PERDA baca tulis Al-Quran di lapangan adalah kurangnya sosialisasi sehingga meskipun demikian PERDA ini sudah berjalan, masih terdapat kekurangan didalamnya.

Dari hasil wawancara peneliti dengan para informan di atas, terlihat bahwa sosialisasi PERDA ini belum berdampak pada seluruh jenjang sekolah di Kabupaten Takalar khususnya di daerah terpencil, sehingga untuk mengoptimalkan PERDA ini sebaiknya pihak Muhammadiyah dan Pemerintah mengoptimalkan upaya-upaya yang ada. sosialisasi.

Deskripsi Fokus Penelitian

Lokasi dan Waktu Penelitian

Penelitian ini berlangsung selama ± 2 bulan yaitu pada bulan Mei sampai dengan bulan Juni 2018, dan lokasi penelitian ini di fokuskan pada kantor Kementerian Agama Kabupaten Takalar dan Kantor Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Takalar, dengan tujuan untuk mengetahui sejauh mana kemitraan pemerintah dalam implementasi Perda No.

Jenis dan Tipe Penelitian

Sumber Data

Informan Penelitian

Teknik Pengumpulan Data

Teknik Analisis Data

Pengabsahan Data

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

Gambaran Umum Kabupaten Takalar

Polombangkeng Selatan dan Polombangkeng Utara, Kecamatan Galesong dijadikan 2 (dua) kecamatan yaitu Kecamatan Galesong Selatan dan Kecamatan Galesong Utara, Kecamatan Topejawa, Kecamatan Takalar, Kecamatan Laikang dan Kecamatan Sanrobone menjadi Kecamatan TOTALLASA (Singkatan dari Topejawa, Takalar, Laikang dan Sanrobone) yang kemudian diubah menjadi Kecamatan Mangarabombang dan Kecamatan Mappakasunggu. Jadi sampai saat ini Kabupaten Takalar terdiri dari 9 (sembilan) kecamatan seperti yang telah disebutkan sebelumnya. Sebagian wilayah Kabupaten Takalar merupakan wilayah pesisir sepanjang 74 km yang meliputi Kecamatan Mangarabombang, Kecamatan Mappakasunggu, Kecamatan Sandrabone, Kecamatan Galesong Selatan, Kecamatan Galesong Kota, dan Kecamatan Galesong Utara.

Kabupaten Takalar dilintasi oleh 4 sungai yaitu Sungai Jeneberang, Sungai Jenetallasa, Sungai Pamakkulu dan Sungai Jenemarrung.

Profil Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Takalar

Struktural Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten

Ortom Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Takalar

Hasil wawancara dengan para informan di atas menunjukkan bahwa Pemerintah sangat mengharapkan kerjasama dari pihak Muhammadiyah agar dapat terus bersama-sama mengawal PERDA ini agar dapat lebih maksimal diimplementasikan di lapangan. Dari hasil wawancara peneliti dengan informan di atas menunjukkan bahwa pemerintah setiap tahunnya melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan PERDA ini dengan cara memantau sekolah ketika direkrut anggota baru melalui syarat bukti mampu membaca Al-Quran. Wawancara peneliti dengan informan di atas menunjukkan adanya keseriusan dari pihak Muhammadiyah dan Pemerintah untuk melaksanakan PERDA ini dengan memperketat persyaratan untuk masuk ke sekolah jenjang berikutnya dimana harus melampirkan bukti bisa membaca Al-Quran.

Dari hasil wawancara peneliti dengan informan di atas menunjukkan bahwa Muhammadiyah selalu melakukan evaluasi untuk memperbaiki pelaksanaan PERDA ini, namun belum maksimal. Dari hasil wawancara peneliti dengan informan di atas menunjukkan bahwa pemerintah belum maksimal dalam mengevaluasi PERDA ini namun masih melakukan upaya evaluasi sehingga dapat lebih meningkatkan implementasi PERDA ini. Wawancara dengan para informan di atas menunjukkan bahwa Pemerintah dan Muhammadiyah harus selalu melakukan proses evaluasi terhadap pelaksanaan PERDA ini agar kelangsungan PERDA ini dapat bertahan dan berkelanjutan.

Komunikasi yang intensif dan kesamaan visi antara Muhammadiyah dan pemerintah Takalar dalam memberantas buta huruf dan menulis Al-Quran menjadi faktor kelancaran implementasi PERDA ini” (RM, Wawancara, 25 Oktober 2017). Hasil wawancara dengan salah satu guru menunjukkan bahwa Muhammadiyah dan pemerintah telah bekerja sama dengan baik sehingga pelaksanaan PERDA ini di lapangan lebih cepat, ketat dan lancar. Hasil wawancara peneliti dengan para informan tersebut di atas mengungkapkan bahwa agar pelaksanaan PERDA ini dapat optimal dan berkesinambungan, maka pemerintah dan Muhammadiyah harus mensosialisasikan dan menyampaikan PERDA ini setiap tahun pada saat terjadi pergantian kepemimpinan.

Amal Usaha Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten

Profil Kementrian Agama Kabupaten Takalar

Meningkatkan akses dan mutu pendidikan umum berkarakter keagamaan, pendidikan agama pada satuan pendidikan umum, dan pendidikan agama. Struktur Organisasi Kementerian Agama Kabupaten Takalar Struktur organisasi Kementerian Agama Kabupaten Takalar adalah :

Hasil Penelitian dan Pembahasan 59

Pernyataan Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Takalar ini menunjukkan bahwa Muhammadiyah berharap kepada pemerintah saat ini dan pemerintah yang akan datang untuk selalu memberikan perhatian khusus terhadap PERDA ini karena dengan PERDA ini dapat mengurangi buta aksara dalam membaca dan menulis Al. -Quran dan meningkatkan agama masyarakat. Hasil wawancara peneliti dengan informan di atas menunjukkan bahwa kerjasama yang dilakukan Pemerintah dan Muhammadiyah memberikan dampak terhadap proses implementasi PERDA ini dan implementasi PERDA ini dengan baik memberikan dampak yang sangat baik dalam dunia pendidikan. yang tidak hanya meningkat secara intelektual tetapi juga spiritual. “Mudah-mudahan Muhammadiyah dan pemerintah selalu bersinergi untuk mengembangkan Islam di Kabupaten Takalar, karena dengan adanya kerjasama maka pelaksanaan Perda ini akan berjalan lancar” (AZ, Wawancara 26 Oktober 2017).

Saya melihat Muhammadiyah dan pemerintah semakin serius setiap tahunnya dalam melaksanakan PERDA ini karena adanya persyaratan untuk masuk ke jenjang sekolah berikutnya. “Yang paling kurang dalam implementasi PERDA ini adalah proses evaluasi tahunannya” (AA, Wawancara, 18 Oktober 2017). Implementasi PERDA ini sudah berjalan cukup baik, namun Muhammadiyah dan pemerintah harus terus meningkatkan asesmen agar PERDA ini semakin masif.

Dari hasil wawancara dengan Kepala Humas Kementerian Agama Kabupaten Takalar, terlihat bahwa PERDA ini masih belum maksimal diterapkan di seluruh wilayah dan sekolah di Kabupaten Takalar karena sosialisasi massal yang biasa terjadi belum telah dilakukan di daerah terpencil.

Saran

Amin, 2000, Memahami Kembalinya Al-Qur'an dan As-Sunnah di Era Transformasi Teologis di Tengah Tantangan Kemanusiaan yang Universal. "Berita Resmi Muhammadiyah, Bandung: Mizan. Sebuah Pengantar," Dalam Kembali ke Al-Qur'an Menafsirkan Makna Zaman: Suara Pemuda Muhammadiyah, Malang: UMM Press Agustino, Leo, 2012. Peraturan Daerah Nomor 13 Tahun 2003, tentang Bacaan dan Tulisan Al-Quran (SD) Madrasah Ibtidaiyah (MI).

3 Takalar pada tahun dan pada tahun 2012 penulis terdaftar sebagai mahasiswa Jurusan Ilmu Pemerintahan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Muhammadiyah Makassar.

Referensi

Dokumen terkait

In this study, the results indicated that the microalgae which were cultivated at the light intensity of 675 µmol m-2 s-1 would produce oil that was less suitable to be used as

LIST OF ACRONYMS /ABBREVIATIONS DHET ENA HWSETA NDOH NQF RAN RPL SANC SAQA SETA WHO WP: PSET Department of Higher Education and Training Enrolled Nursing Auxiliaries Health and