Penulisan modul ini bertujuan untuk memperluas wawasan berpikir tentang kependudukan dan ketenagakerjaan bagi civitas akademika di Lembaga Pemerintahan Daerah, serta memperkaya pengetahuan di bidang kependudukan dan ketenagakerjaan serta menunjang mata kuliah Kependudukan. dan Ketenagakerjaan. Akhir kata, diharapkan kepada seluruh pembaca modul ini, khususnya para pemerhati bidang kependudukan dan ketenagakerjaan yang telah mengetahui banyak hal terkait dengan topik ini, diharapkan dapat memberikan masukan yang konstruktif untuk penyempurnaan modul ini.
Pendahuluan
Tujuan Pembelajaran Umum
Tujuan Pembelajaran Khusus
Kegiatan Belajar
Kegiatan Belajar 1: PENGERTIAN KEPENDUDUKAN
- Uraian dan Contoh
- Latihan
- Rangkuman
- Tes Formatif 1
Tenaga buruh ialah penduduk usia bekerja yang bersedia untuk bekerja, termasuk mereka yang sudah bekerja, mereka yang sedang mencari pekerjaan, mereka yang bersekolah, dan mereka yang mengurus rumah tangga. Penduduk umur bekerja bersedia untuk bekerja, termasuk mereka yang sudah bekerja, mereka yang sedang mencari kerja, mereka yang bersekolah dan mereka yang mengurus rumah tangga.
Kegiatan Belajar 2: MANFAAT MEMPELAJARI
- Uraian dan Contoh
- Latihan
- Rangkuman
- Tes Formatif 2
Jelaskan populasi historis dan pertumbuhan angkatan kerja, tren dan distribusi sebaik mungkin dan dengan data yang tersedia. Sebagai alat produksi, tenaga kerja lebih penting daripada alat produksi lainnya seperti bahan baku, tanah dan air dan sebagainya.
Kegiatan Belajar 3: RUANG LINGKUP KEPENDUDUKAN
- Uraian dan Contoh
- Latihan
- Rangkuman
- Tes Formatif 3
Menurut Logemann, skop pemakaian undang-undang adalah situasi/kawasan di mana undang-undang itu terpakai. Skop tingkah laku mengikut masa ini menunjukkan masa apabila peristiwa tertentu dikawal oleh peraturan undang-undang.
Kunci Jawaban Test Formatif
Kegiatan Belajar 1: KOMPOSISI PENDUDUK
Komposisi penduduk menurut umur dapat dibuat dalam bentuk satu umur, seperti sampai dengan 60 tahun atau lebih. Komposisi penduduk berdasarkan usia produktif dan non produktif dapat digunakan untuk menghitung rasio beban tanggungan.
Kegiatan Belajar 2: KEPADATAN PENDUDUK
Perhitungan kepadatan penduduk suatu wilayah dapat dibedakan menjadi tiga, yaitu: kepadatan penduduk bruto, kepadatan penduduk fisiologis dan kepadatan penduduk ekonomi. Sedangkan dampak kepadatan penduduk terbagi menjadi empat yaitu: ketersediaan udara bersih, ketersediaan pangan, ketersediaan lahan dan ketersediaan air bersih.
Kegiatan Belajar 3: STRUKTUR UMUR
Bentuk piramida penduduk ini menggambarkan penurunan angka kelahiran yang sangat cepat dan angka kematian yang sangat kecil. Piramida populasi orang tua menggambarkan penurunan angka kelahiran yang sangat cepat dan angka kematian yang sangat kecil.
Kegiatan Belajar 4: STRUKTUR SOSIAL
- Uraian dan Contoh
- Latihan
- Rangkuman
- Tes Formatif 4
Ciri-ciri struktur sosial secara umum antara lain: karena bersifat abstrak, terdapat dimensi vertikal dan horizontal, sebagai dasar proses sosial dalam masyarakat, merupakan bagian dari sistem pengaturan perilaku dan pola hubungan dalam masyarakat, struktur sosial selalu berkembang dan . Tiga bentuk masyarakat berdasarkan ciri struktur sosial dan budaya, yaitu: masyarakat sederhana, masyarakat menengah dan masyarakat modern.
Kegiatan Belajar 1: KONDISI PENDUDUK PERKOTAAN
Harga tanah, pajak dan sewa di luar pusat kota lebih murah dibandingkan dengan pusat kota; Modernisasi perkotaan adalah proses transformasi kota dari kondisi terbelakang dan terbelakang menjadi kondisi yang lebih baik.
Kegiatan Belajar 2: KONDISI PENDUDUK PEDESAAN
Secara umum, masyarakat pedesaan diidentikkan dengan masyarakat pertanian karena masyarakat pedesaan sebagian besar hidup dari hasil pertanian, yaitu petani miskin yang mata pencahariannya berada di bawah garis kemiskinan. Masyarakat pedesaan di Indonesia tergolong masyarakat yang sangat terbelakang, hal ini disebabkan keberadaan daerah yang jauh dari pusat pembangunan nasional.
Kegiatan Belajar 3: PERUBAHAN PENDUDUK DARI WAKTU
Secara umum, pertumbuhan penduduk suatu negara dipengaruhi oleh faktor demografis (meliputi kelahiran, kematian, dan migrasi) serta faktor nondemografis (seperti kesehatan dan pencapaian pendidikan). Pertumbuhan Penduduk Migrasi adalah pertumbuhan penduduk yang diperoleh dari selisih antara imigrasi dan emigrasi.
Kegiatan Belajar 1: DEFINISI TENAGA KERJA
Petani yang menggarap lahan pertanian yang sedang tidak bekerja karena menunggu panen atau menunggu hujan untuk menggarap sawah dan sebagainya. Petani yang menggarap lahan pertanian dan tidak bekerja dengan alasan seperti sedang menunggu pekerjaan selanjutnya, seperti menunggu panen atau hujan untuk mengolah sawah.
Kegiatan Belajar 2: DEFINISI ANGKATAN KERJA
Angkatan kerja terbagi menjadi dua kelompok, yaitu pekerja (employed) dan bukan pekerja atau menganggur (unemployed). Besar kecilnya angkatan kerja dipengaruhi oleh tingkat kegiatan tenaga kerja (TPAK) dan jumlah penduduk yang bekerja atau struktur umur penduduk.
Kegiatan Belajar 3: DEFINISI KESEMPATAN KERJA
Sejak SP2000 dan Sakernas 2000, bidang kerja/usaha mengalami perubahan yang cukup mendasar yaitu dikelompokkan menjadi 5 subsektor pertanian dan 5 subsektor lainnya dengan rincian sebagai berikut. Sektor pertanian tidak terbagi menjadi subsektor dan tetap satu sektor, pertambangan, listrik, gas dan air termasuk dalam sektor ke-8 yaitu sektor lainnya.
Kegiatan Belajar 3: USAHA MENINGKATKAN KUALITAS
- Test Formatif
Dengan kata lain, pengembangan sumber daya manusia di Indonesia meliputi pengembangan kecerdasan intelektual (IQ), kecerdasan sosial (EQ), dan kecerdasan spiritual (SQ). Dengan kata lain, alokasi sumber daya manusia yang efektif merupakan syarat yang diperlukan untuk pertumbuhan ekonomi.
Kegiatan Belajar 1: TEORI ADAM SMITH
Adam Smith melihat proses pertumbuhan ekonomi dari dua aspek, yaitu pertumbuhan total produksi (GDP) dan pertumbuhan penduduk. Adam Smith melihat proses pertumbuhan ekonomi dari dua aspek, yaitu pertumbuhan total produksi (GDP) dan pertumbuhan penduduk.
Kegiatan Belajar 2: TEORI MALTHUS
Bagi Malthus, pengendalian moral adalah kontrasepsi yang paling penting, sedangkan penggunaan kontrasepsi tidak dapat diterima. Pengekangan moral (self-restraint), yaitu segala upaya untuk mengekang nafsu seksual dan pengurangan kelahiran seperti aborsi, penggunaan alat kontrasepsi, homoseksualitas, pergaulan bebas, perzinahan (Yaukey, 1990).
Kegiatan Belajar 3: TEORI PASAR TENAGA KERJA
- Tes Formatif
Pasar tenaga kerja terampil merupakan pasar yang menuntut tenaga kerja yang terampil dan memiliki keterampilan yang memadai. Pasar kerja ini biasanya dibutuhkan di sektor bisnis formal, misalnya dokter, akuntan, pengacara, dan sebagainya.
Kegiatan Belajar 1: DEFINISI PENGANGGURAN
Mereka yang pernah bekerja sama ada menganggur pada masa perpecahan dan cuba mendapatkan pekerjaan atau pencari kerja lama. Kedua ialah mereka yang pernah bekerja, menganggur pada masa perpecahan dan sedang berusaha untuk mendapatkan pekerjaan atau pencari kerja lama.
Kegiatan Belajar 2: JENIS-JENIS PENGANGGURAN
Biasanya, tenaga kerja setengah menganggur ini adalah tenaga kerja yang bekerja kurang dari 35 jam dalam seminggu. Pengangguran musiman, yaitu pengangguran yang disebabkan oleh perubahan musiman atau perubahan permintaan akan pekerjaan secara teratur.
Kegiatan Belajar 3: SEBAB-SEBAB PENGANGGURAN
Buruh tidak dipekerjakan karena mereka mencari pekerjaan yang paling sesuai dengan keahliannya, tetapi pada tingkat upah yang berlaku, penawaran tenaga kerja melebihi permintaan. Sehingga jumlah tenaga kerja untuk suatu pekerjaan yang dapat digantikan oleh mesin menjadi berkurang.
Kegiatan Belajar 4: CARA MENGATASI PENGANGGURAN
Peningkatan investasi, baik investasi pengembangan maupun investasi natura melalui pendirian perusahaan baru yang aktif. Hal ini dapat dilakukan bersamaan dengan berdirinya Badan Penyelenggara Jaminan Sosial dengan dimulainya perubahan PT Jamsostek menjadi Badan Penyelenggara Jaminan Sosial yang terdiri dari berbagai departemen sesuai tujuannya.
Kegiatan Belajar 5: DAMPAK PENGANGGURAN
- Uraian dan Contoh
- Latihan
- Rangkuman
- Tes Formatif
Jelaskan dan sebutkan berbagai upaya yang dapat dilakukan untuk mengatasi pengangguran di Indonesia menurut Sinuraya. Terbatasnya lapangan kerja yang tersedia, teknologi yang semakin modern, pengusaha yang selalu mengejar keuntungan dengan menerapkan sistem karyawan kontrak (outsourcing) dan adanya PHK perusahaan menjadi penyebab meningkatnya pengangguran di Indonesia.
Kegiatan Belajar 1: GAINFUL WORKER APROACH
Kejadian ini menurut konsep “Gainful Worker Approach” orang ini masih dikategorikan sebagai orang yang bekerja. Angka yang dihasilkan dari pendekatan ini adalah lebih banyak orang yang bekerja daripada orang yang tidak bekerja, karena orang yang mencari pekerjaan dapat dikategorikan bekerja.
Kegiatan Belajar 2: LABOUR FORCE APPROACH
Konsep kegiatan, bahwa yang termasuk dalam angkatan kerja haruslah orang yang aktif bekerja atau aktif mencari pekerjaan. Angkatan kerja dapat dikatakan sebagai bagian dari angkatan kerja yang benar-benar melakukan atau berusaha melakukan kegiatan produktif, yaitu produksi barang dan jasa dalam jangka waktu tertentu.
Kegiatan Belajar 3: LABOUR UTILIZATION APPROACH
Pemanfaatan tersebut kurang dimanfaatkan karena jumlah jam kerja yang rendah, upah yang rendah dan tidak sesuai dengan kemampuan atau keahliannya. Sebaliknya, bagi yang belum bekerja disebut sebagai kelompok sisa atau “kelompok sisa”, jadi pengelompokannya adalah: yang pertama adalah kelompok yang sudah termanfaatkan (utilisasi yang cukup), dan yang kedua kurang termanfaatkan karena jam kerja rendah, upah rendah dan pengangguran terbuka.
Kegiatan Belajar 4: PRODUKTIVITAS
Menurut definisi kerja, produktivitas menyiratkan perbandingan antara hasil yang dicapai dengan keseluruhan sumber daya yang digunakan. Peningkatan produktivitas dapat dilihat dalam empat bentuk, yaitu: Jumlah produksi yang sama dapat diperoleh dengan menggunakan sumber daya yang lebih sedikit.
Kegiatan Belajar 5: INCOME
- Latihan
- Rangkuman
Namun, PT Lentera Kecil juga mendapatkan penghasilan di luar penjualan furnitur, yaitu dengan menyewa mobil pick-up yang digunakan untuk mengangkut furnitur dengan biaya Rp. Jumlah produksi yang jauh lebih besar diperoleh dengan menggunakan sumber daya yang relatif sama, dan jumlah produksi yang jauh lebih besar diperoleh dengan menambahkan sumber daya yang lebih kecil.
Kegiatan Belajar 5: UKURAN KETENAGAKERJAAN
- Uraian dan Contoh
- Tes Formatif
Hal ini tentu saja mengakibatkan Indonesia memiliki sumber daya manusia atau tenaga kerja yang melimpah yang dapat disalurkan untuk mempercepat proses pembangunan Indonesia. Masalah akan muncul jika terjadi kesenjangan antara jumlah tenaga kerja yang banyak dan kurangnya lowongan.
Kegiatan Belajar 1: KETERAMPILAN TENAGA KERJA
Setiap perusahaan membutuhkan seseorang yang memiliki kemampuan kerja profesional sesuai dengan kebutuhan perusahaan. Dalam kaitannya dengan dunia kerja, keterampilan kerja lebih ditekankan pada keterampilan yang dimiliki seseorang dalam melaksanakan tugas atau pekerjaannya.
Kegiatan Belajar 2: AKSES INFORMASI LAPANGAN KERJA
Pemerintah harus berperan aktif dalam menyikapi akses informasi ketenagakerjaan di Indonesia agar SDM dan lapangan kerja dapat terhubung, yang akan meningkatkan produktivitas SDM. Pemerintah harus berperan aktif dalam menyikapi akses informasi ketenagakerjaan di Indonesia agar SDM dan lapangan kerja dapat terhubung, yang akan meningkatkan produktivitas SDM dan lapangan kerja, serta meningkatkan penyerapan tenaga kerja di Indonesia.
Kegiatan Belajar 3: LAPANGAN KERJA
Karena tidak relevannya pendidikan dengan dunia kerja, dunia usaha telah melakukan beberapa upaya untuk mendapatkan tenaga terampil. Karena tidak relevannya pendidikan dengan dunia kerja, dunia usaha telah melakukan beberapa upaya untuk mendapatkan tenaga terampil.
Kegiatan Belajar 4: KESEMPATAN KERJA TERBATAS
Faktor-faktor penyebab kesenjangan jumlah pencari kerja dan kesempatan kerja: Kecilnya pertumbuhan kesempatan kerja, Tidak relevannya jurusan/. Pertumbuhan tenaga kerja yang tidak sejalan dengan pertumbuhan lapangan kerja akan menyebabkan turunnya tingkat lapangan kerja.
Kegiatan Belajar 5: UPAH KECIL
13 Tahun 2003 tentang ketenagakerjaan mengamanatkan bahwa upah minimum yang diterima pekerja harus dapat memenuhi Kebutuhan Hidup Layak (KHL). Masalah lain dengan upah minimum adalah kemungkinan penundaan pembayaran upah minimum oleh pemberi kerja sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Tenaga Kerja No.
Kegiatan Belajar 6: KUALITAS PENDIDIKAN RENDAH
- Latihan
- Rangkuman
- Tes Formatif
Menurut survei Political and Economic Risk Consultant (PERC), kualitas pendidikan di Indonesia menempati peringkat ke-12 dari 12 negara di Asia. Kualitas pendidikan di Indonesia masih sangat rendah bila dibandingkan dengan kualitas pendidikan di negara lain.
Kegiatan Belajar 1: PROYEKSI DATA TENAGA KERJA
Model ini memberikan proyeksi ketenagakerjaan untuk 22 sektor ekonomi dan untuk ketenagakerjaan di tingkat ISCO 3 digit. Model Proyeksi Ketenagakerjaan Indonesia (MPKI) dan model Exponential Smoothing with Damped Trend (ESDWT) dirancang untuk memberikan informasi yang lebih rinci tentang ketenagakerjaan dan sektor ekonomi.
Kegiatan Belajar 2: PELATIHAN KETERAMPILAN KERJA
Selain itu, pengembangan sumber daya manusia merupakan kegiatan yang harus dilakukan oleh organisasi agar pengetahuan, kemampuan dan keterampilannya sesuai dengan kebutuhan pekerjaan yang dilakukannya. Kebijakan tersebut tentunya akan mempengaruhi program pengembangan staf organisasi yang bersangkutan.
Kegiatan Belajar 3: PENEMPATAN TENAGA KERJA
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah proses seleksi dan penempatan karyawan berpengaruh terhadap produktivitas karyawan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah proses seleksi dan penempatan karyawan berpengaruh terhadap produktivitas karyawan.
Kegiatan Belajar 4: HUBUNGAN INDUSTRIAL
- Tes Formatif
Hubungan industrial adalah semua hubungan kerja sama antara semua pihak yang terlibat dalam proses produksi di suatu perusahaan. Hubungan industrial adalah semua hubungan kerja sama antara semua pihak yang terlibat dalam proses produksi di suatu perusahaan.