MENTERI PERHUBUNGAN REPUBLIK INDONESIA
KEPUTUSAN MENTERI PERHUBUNGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR KM 1 8 9 TAHUN 2 0 2 2
TENTANG
PENGGUNAAN SEMENTARA BANDAR UDARA KHUSUS PAGERUNGAN DI PULAU PAGERUNGAN KABUPATEN SUMENEP PROVINSI JAWA TIMUR
SEBAGAI BANDAR UDARA KHUSUS YANG DAPAT MELAYANI KEPENTINGAN UMUM
DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA
MENTERI PERHUBUNGAN REPUBLIK INDONESIA,
Menimbang : a. bahwa berdasarkan Pasal 250 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2009 tentang Penerbangan telah ditetapkan Keputusan Menteri Perhubungan Nomor KM 163 Tahun 2019 tentang Penggunaan Sementara Bandar Udara Khusus Pagerungan di Pulau Pagerungan Kabupaten Sumenep Provinsi Jawa Timur sebagai Bandar Udara Khusus yang dapat Melayani Kepentingan Umum;
b. bahwa Keputusan Menteri Perhubungan Nomor KM 163 Tahun 2019 tentang Penggunaan Sementara Bandar Udara Khusus Pagerungan di Pulau Pagerungan Kabupaten Sumenep Provinsi Jawa Timur sebagai Bandar Udara Khusus yang dapat Melayani Kepentingan Umum telah berakhir masa berlakunya pada tanggal 21 Agustus 2022;
c. bahwa untuk mendukung kebutuhan transportasi ke dan dari Pulau Pagerungan masih memerlukan penetapan Penggunaan Sementara Bandar Udara Khusus Pagerungan di Pulau Pagerungan Kabupaten
Mengingat
Sumenep Provinsi Jawa Timur sebagai Bandar Udara Khusus yang dapat Melayani Kepentingan Umum;
d. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam huruf a, huruf b, dan huruf c perlu menetapkan Keputusan Menteri Perhubungan tentang Penggunaan Sementara Bandar Udara Khusus Pagerungan di Pulau Pagerungan Kabupaten Sumenep, Provinsi Jawa Timur sebagai Bandar Udara Khusus yang dapat Melayani Penerbangan Kepentingan Umum;
1. Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2001 tentang M inyak dan Gas Bumi (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2001 Nomor 136, Tambahan Lembaran Negara Nomor 4152);
2. Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2009 tentang Penerbangan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2009 Nomor 1, Tambahan Lembaran Negara
Republik Indonesia Nomor 4956);
3. Peraturan Pemerintah Nomor 35 Tahun 2004 tentang Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (Lembaran Negara Tahun 2004 Nomor 123, Tambahan Lembaran Negara Nomor 4435) sebagaimana telah diubah terakhir dengan Peraturan Pemerintah Nomor 55 Tahun 2009 (Lembaran Negara Tahun 2009 Nomor
128, Tambahan Lembaran Negara Nomor 5047);
4. Peraturan Pemerintah Nomor 40 Tahun 2012 tentang Pembangunan dan Pelestarian Lingkungan Hidup Bandar Udara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2012 Nomor 71, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5295);
5. Peraturan Pemerintah Nomor 32 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Bidang Penerbangan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2021 Nomor 42, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 6644);
6. Peraturan Presiden Nomor 9 Tahun 2013 tentang Penyelenggaraan Pengelolaan Kegiatan Usaha Hulu
Memperhatikan :
Minyak dan Gas Bumi (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2013 Nomor 24) sebagaimana telah diubah terakhir dengan Peraturan Presiden Nomor 36 Tahun 2018 (Lembaran Negara Tahun 2018 Nomor 62);
7. Peraturan Presiden Nomor 23 Tahun 2022 tentang Kementerian Perhubungan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2022 Nomor 33);
8. Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 39 Tahun 2019 tentang Tatanan Kebandarudaraan Nasional (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2019 Nomor 594);
9. Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 67 Tahun 2021 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Perhubungan (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2021 Nomor 873);
10. Keputusan Menteri Perhubungan Nomor KM 166 Tahun 2019 tentang Tatanan Kebandarudaraan
Nasional;
1. Surat Bupati Sumenep Nomor:
650/564/435.202.5/2022 tanggal 7 Juni 2022 perihal Permohonan Perpanjangan Izin Operasional Pemanfaatan Bandara Khusus Pagerungan Kab.
Sumenep;
2. Surat Kepala Bandar Udara Khusus Pagerungan Nomor OPS-OM/015/VII/22/E tanggal 5 Juli 2022 perihal Kesiapan dan Kesanggupan Melayani Penerbangan Rute Perintis dari Sumenep-Pagerungan W untuk Tahun Anggaran 2023;
3. Surat Plt. Direktur Jenderal Perhubungan Udara Nomor HK.203/2/4/DRJU.KUM-2022 tanggal 19 Agustus 2022 Hai Rancangan Keputusan Menteri tentang Penggunaan Sementara Bandar Udara Khusus Pagerungan di Pulau Pagerungan Kabupaten Sumenep Provinsi Jawa Timur sebagai Bandar Udara Khusus yang dapat Melayani Kepentingan Umum;
Menetapkan
PERTAMA
KEDUA
KETIGA
MEMUTUSKAN:
: KEPUTUSAN MENTERI PERHUBUNGAN TENTANG PENGGUNAAN SEMENTARA BANDAR UDARA KHUSUS PAGERUNGAN DI PULAU PAGERUNGAN KABUPATEN SUMENEP PROVINSI JAWA TIMUR SEBAGAI BANDAR UDARA KHUSUS YANG DAPAT MELAYANI KEPENTINGAN UMUM.
: Menetapkan Bandar Udara Khusus yang terletak di Pulau Pagerungan, Kabupaten Sumenep, Provinsi Jawa Timur, sebagai bandar udara khusus yang melayani kegiatan angkutan udara untuk kepentingan umum.
: Penyelenggaraan Bandar Udara Khusus untuk melayani kegiatan angkutan udara untuk kepentingan umum sebagaimana dimaksud dalam Diktum PERTAMA dilaksanakan oleh Kangean Energy Indonesia, Ltd yang merupakan Kontraktor Kontrak Kerja Sama (K3S) dari Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK MIGAS).
: Penyelenggaraan Bandar Udara Khusus untuk melayani kegiatan angkutan udara untuk kepentingan umum oleh Kangean Energy Indonesia, Ltd sebagaimana dimaksud dalam Diktum KEDUA, dengan ketentuan sebagai berikut:
1. memiliki sertifikat bandar udara atau register bandar udara;
2. menyediakan fasilitas bandar udara yang laik operasi, serta memelihara kelaikan fasilitas bandar udara;
3. menyediakan personel yang mempunyai kompetensi untuk perawatan dan pengoperasian fasilitas bandar udara;
4. mempertahankan dan meningkatkan kompetensi personel yang merawat dan mengoperasikan fasilitas bandar udara;
5. menyediakan dan memperbarui setiap prosedur pengoperasian dan perawatan fasilitas bandar udara;
KEEMPAT
KELIMA
6. memberikan pelayanan kepada pengguna jasa bandar udara sesuai dengan standar pelayanan yang ditetapkan oleh Menteri;
7. menyediakan fasilitas kelancaran lalu lintas personel pesawat udara dan petugas operasional;
8. menjaga dan meningkatkan keselamatan, keamanan, kelancaran, dan kenyamanan di bandar udara;
9. menjaga dan meningkatkan keamanan dan ketertiban bandar udara;
10. memelihara kelestarian lingkungan;
11. melakukan pengawasan dan pengendalian secara internai atas kelaikan fasilitas bandar udara, pelaksanaan prosedur perawatan dan pengoperasian fasilitas bandar udara, serta kompetensi personel bandar udara;
12. melaporkan pengoperasian bandar udara setiap 3 (tiga) bulan sekali kepada Direktur Jenderal Perhubungan Udara; dan
13. mematuhi peraturan perundang-undangan di bidang penerbangan dan ketentuan perundang-undangan terkait lainnya.
: Kangean Energy Indonesia, Ltd dalam melayani kegiatan angkutan udara untuk kepentingan umum ke dan dari Bandar Udara Khusus Pagerungan sebagaimana dimaksud pada Diktum PERTAMA dapat memungut tarif jasa kebandarudaraan sesuai tarif jasa kebandarudaraan pada Bandar Udara Umum Kelas III.
: Dalam hai penyelenggara sebagaimana dimaksud pada DIKTUM KEDUA tidak melaksanakan kewajiban sebagaimana DIKTUM KETIGA dan melanggar ketentuan peraturan perundang-undangan dapat dikenai sanksi sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.
KEENAM Bandar Udara Khusus untuk melayani kegiatan angkutan udara untuk kepentingan umum sebagaimana dimaksud dalam Diktum PERTAMA berlaku sampai dengan pada daerah tersebut telah terdapat bandar udara umum dan telah ada moda transportasi yang memadai, dan dilakukan evaluasi setiap 5 (lima) tahun atau sewaktu-waktu dalam keadaan tertentu.
KETUJUH Direktur Jenderal Perhubungan Udara melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan Keputusan Menteri ini.
KEDELAPAN : Keputusan Menteri ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan.
ttd
BUDI KARYA SUMADI SALINAN Keputusan Menteri ini disampaikan kepada:
1. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian;
2. Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi;
3. Menteri Sekretaris Negara;
4. Menteri Dalam Negeri;
5. Menteri Keuangan;
6. Menteri Energi dan Sumber Daya Manusia;
7. Menteri Badan Usaha Milik Negara;
8. Sekretaris Jenderal, Inspektur Jenderal, dan Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan;
9. Gubernur Jawa Timur;
10. Bupati Sumenep;
11. Kepala Otoritas Bandar Udara Wilayah III Surabaya; dan 12. Kepala SKK MIGAS.
Ditetapkan di Jakarta
pada tanggal 4 Oktober 2022 MENTERI PERHUBUNGAN REPUBLIK INDONESIA,
YUSTINUS DANANG RUSDIHANTO