CAPAIAN PEMBELAJARAN PADA PENDIDIKAN ANAK USIA DINI, JENJANG PENDIDIKAN DASAR, DAN JENJANG PENDIDIKAN MENENGAH PADA KURIKULUM MERDEKA. CAPAIAN PEMBELAJARAN FASE FONDASI DI AKHIR SATUAN PENDIDIKAN ANAK USIA DINI (TAMAN KANAK-KANAK, RAUDHATUL ATHFAL, KELOMPOK BERMAIN, TAMAN PENITIPAN ANAK, ATAU BENTUK LAIN YANG SEDERAJAT).
CAPAIAN PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DAN BUDI PEKERTI
Pada akhir Fase B, peserta didik mampu memahami beberapa surah pendek, ayat Al-Qur’an dan hadis tentang. Pada akhir Fase C, peserta didik mampu memahami beberapa surah pendek, ayat Al-Qur’an dan hadis tentang.
CAPAIAN PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA KRISTEN DAN BUDI PEKERTI
CAPAIAN PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA KATOLIK DAN BUDI PEKERTI
Gereja Peserta didik memahami gereja sebagai komunitas, karya pelayanan (Kerygma, Liturgia, Martyria, Koinonia, dan Diakonia), gereja sebagai sakramen;. Yesus Kristus Peserta didik memahami Yesus sebagai Putra Allah dan Juru Selamat yang mewartakan kerajaan Allah, mengalami.
CAPAIAN PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA HINDU DAN BUDI PEKERTI
Sraddha dan Bhakti Peserta didik memahami Hyang Widhi Wasa sebagai Tri Murti dan Cadu Sakti. Acara Peserta didik memahami Upakara, Dharma Gita, serta Budaya Hidup Bersih dan Sehat menurut Weda.
CAPAIAN PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA BUDDHA DAN BUDI PEKERTI
Peserta didik memahami simbol- simbol keagamaan Buddha, agama dan kepercayaan lain di lingkungan rumah dan. Ritual Peserta didik memahami keragaman upacara puja dan meditasi ketenangan dari berbagai aliran atau tradisi Agama Buddha. Peserta didik memahami hak dan kewajiban, permasalahan dan solusinya di rumah, sekolah, dan rumah ibadah sebagai dasar keyakinan terhadap Agama Buddha, melalui pembelajaran ramah anak serta mencerminkan kehidupan yang moderat.
Etika Peserta didik memahami nilai- nilai ajaran moralitas, jalan Bodhisattva yaitu Paññadika Bodhisattva, Saddhadika Bodhisattva, Viriyadika. Etika Peserta didik memahami nilai- nilai moderasi beragama berdasarkan Buddhadharma sebagai dasar dalam memaknai fenomena dan masalah. Etika Peserta didik memahami alam semesta dan alam kehidupan berdasarkan nilai-nilai Hukum Kebenaran Mutlak, Empat.
Peserta didik memahami fenomena dalam menghadapi masalah kehidupan perekonomian di dunia dan isu- isu global, dengan kebijaksanaan melalui pembelajaran ramah anak serta mencerminkan kehidupan yang moderat.
CAPAIAN PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA KHONGHUCU DAN BUDI PEKERTI
Kitab Suci Peserta didik memahami ayat-ayat suci yang terdapat dalam kitab Bakti (Xiàojīng 孝经), Sìshū (四书) dan Wŭjīng (五经) yang berkaitan dengan kisah anak berbakti dan keteladanan Nabi Kŏngzĭ (孔子). Pada akhir Fase B, peserta didik memahami watak sejati sebagai karunia Tiān (天), Nabi Kŏngzĭ (孔子) sebagai Tiān Zhī Mùduó (天之木铎) dan keteladanan para tokoh agama Khonghucu, kitab suci sebagai pedoman hidup, makna dan ritual persembahyangan kepada Tiān (天), Nabi Kŏngzĭ (孔子) dan leluhur, belajar membina diri serta menghargai sesama (sahabat). Kitab Suci Peserta didik memahami teks kitab Sìshū (四书) dan Wŭjīng (五经 ) serta Xiàojīng (孝经) sebagai sumber pengetahuan yang.
Tata Ibadah Peserta didik memahami ritual keagamaan kepada Tiān (天), dì ( 地) dan rén (人) dalam agama Khonghucu. Perilaku Jūnzĭ (君子) Peserta didik memahami hakikat dan sifat dasar manusia, serta sikap moderasi beragama. Pada akhir Fase F, peserta didik memahami keteladanan Nabi Kŏngzĭ (孔子), shénmíng (神明), para tokoh agama Khonghucu dan leluhur, kitab suci sebagai pedoman hidup, sikap zhōngshù (忠恕), ritual dan makna persembahyangan, cara membina diri dan konsep kebersamaan agung (dàtóng 大同).
Kitab Suci Peserta didik memahami kitab suci yang pokok (Sìshū 四书), kitab suci yang mendasari (Wŭjīng 五经), serta ayat suci mengenai wŭcháng (五常) dan wŭlún (五伦).
CAPAIAN PEMBELAJARAN PENDIDIKAN PANCASILA A. Rasional
CAPAIAN PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA A. Rasional
Elemen Capaian Pembelajaran Peserta didik mampu menulis berbagai teks tentang diri, keluarga, dan/atau lingkungan dengan beberapa kalimat. Menulis Peserta didik mampu menulis berbagai teks sederhana berdasarkan gagasan, hasil pengamatan, pengalaman, dan imajinasi. Menulis Peserta didik mampu menulis gagasan, pikiran, pandangan, arahan atau pesan tertulis untuk berbagai tujuan secara logis, kritis, dan kreatif.
Peserta didik mampu memahami, mengolah, menginterpretasi, dan mengevaluasi informasi dari berbagai tipe teks tentang topik yang beragam. Menulis Peserta didik mampu menulis gagasan, pikiran, pandangan, arahan atau pesan tertulis untuk berbagai tujuan secara logis, kritis, dan kreatif dalam bentuk teks informasional dan/atau fiksi. Peserta didik mampu memahami, mengolah, menginterpretasi, dan mengevaluasi berbagai tipe teks tentang topik yang beragam.
Menulis Peserta didik mampu menulis gagasan, pikiran, pandangan, pengetahuan metakognisi untuk berbagai tujuan secara logis, kritis, dan kreatif.
CAPAIAN PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA TINGKAT LANJUT A. Rasional
Keterkaitan ini dikembangkan dalam proses pembelajaran dengan gambaran sebagai berikut: (1) peserta didik perlu dilibatkan dalam interaksi verbal (percakapan dan diskusi) yang didasarkan pada pemahamannya tentang teks, mengapresiasi estetika teks dan nilai budayanya, serta proses mencipta teks; (2) peserta didik juga perlu diberi kesempatan untuk membaca teks dalam beragam format atau yang dikenal dengan teks multimodal (teks tertulis, teks audio, teks audiovisual, teks digital, dan teks kinestetik) serta beragam konten dan genre; dan (3) peserta didik memiliki pengetahuan tentang tata bahasa bahasa Indonesia dengan baik dan benar serta cara penggunaannya yang efektif untuk mendukung kompetensi berbahasa. Pendekatan pembelajaran ini disertai dengan kegiatan yang mendorong peserta didik untuk berpikir kritis, kreatif, dan imajinatif dalam proses pembelajaran. Menyimak Kemampuan peserta didik menerima, memahami informasi yang didengar, dan menyiapkan tanggapan secara relevan untuk memberikan apresiasi kepada mitra tutur.
Membaca merupakan kemampuan peserta didik untuk memahami, memaknai, menginterpretasi, dan merefleksi teks sesuai tujuan dan. Pada akhir Fase F, peserta didik memiliki kemampuan berbahasa untuk berkomunikasi dan bernalar sesuai dengan tujuan dan konteks sosial, akademis, serta dunia kerja. Peserta didik mampu menulis berbagai teks untuk merefleksi dan mengaktualisasi diri untuk berkarya dengan mengutamakan penggunaan bahasa Indonesia melalui teks multimodal.
Peserta didik mampu mengevaluasi berbagai teks yang digunakan dalam konteks sosial, akademis, dan dunia kerja.
CAPAIAN PEMBELAJARAN MATEMATIKA A. Rasional
Geometri Peserta didik dapat mengenal berbagai bangun datar (segitiga, segiempat, segibanyak, lingkaran) dan bangun ruang (balok, kubus, kerucut, dan bola). penyusunan) dan dekomposisi (penguraian) suatu bangun datar (segitiga, segiempat, dan segi banyak). Aljabar Peserta didik dapat mengisi nilai yang belum diketahui dalam sebuah kalimat matematika yang berkaitan dengan penjumlahan dan pengurangan pada bilangan cacah sampai 100. Aljabar Peserta didik dapat mengisi nilai yang belum diketahui dalam sebuah kalimat matematika yang berkaitan dengan penjumlahan, pengurangan, perkalian, dan pembagian pada bilangan cacah sampai 1000.
Pengukuran Peserta didik dapat menentukan keliling dan luas berbagai bentuk bangun datar (segitiga, segiempat, dan segi banyak) serta. Peserta didik dapat menggunakan faktorisasi prima dan pengertian rasio (skala, proporsi, dan laju perubahan) dalam penyelesaian masalah. Pengukuran Peserta didik dapat menjelaskan cara untuk menentukan luas lingkaran dan menyelesaikan masalah yang terkait.
Aljabar dan Fungsi Peserta didik dapat menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan sistem persamaan linear tiga variabel dan sistem.
CAPAIAN PEMBELAJARAN MATEMATIKA TINGKAT LANJUT A. Rasional
Mata pelajaran Matematika Tingkat Lanjut diorganisasikan dalam lingkup empat elemen konten dan lima elemen proses. Elemen konten dalam mata pelajaran Matematika Tingkat Lanjut terkait dengan pandangan bahwa matematika sebagai materi pembelajaran (subject matter) yang harus dipahami peserta didik. Pada akhir Fase F, peserta didik dapat menyelesaikan masalah terkait polinomial, melakukan operasi aljabar pada matriks dan menerapkannya dalam transformasi geometri.
Aljabar dan Fungsi Peserta didik dapat melakukan operasi aritmetika pada polinomial (suku banyak), menentukan faktor polinomial, dan menggunakan identitas polinomial untuk. Peserta didik dapat mengenal berbagai fungsi (termasuk fungsi rasional, fungsi akar, fungsi eksponensial, fungsi logaritma, fungsi nilai mutlak, fungsi tangga, dan fungsi piecewise dan menggunakannya untuk memodelkan berbagai fenomena. Geometri Peserta didik dapat menyatakan vektor pada bidang datar, dan melakukan operasi aljabar pada vektor.
Kalkulus Peserta didik dapat memahami laju perubahan dan laju perubahan rata- rata, serta laju perubahan sesaat sebagai konsep kunci derivatif.
CAPAIAN PEMBELAJARAN BAHASA INGGRIS A. Rasional
Pembelajaran bahasa Inggris berbasis teks menghendaki peserta didik untuk memahami teks sesuai dengan tingkat kesulitannya. Pembelajaran bahasa Inggris difokuskan pada kemampuan berbahasa peserta didik sesuai dengan tahapan perkembangan kemampuan berbahasa. Pada akhir Fase B, peserta didik memahami dan merespons beberapa jenis teks lisan, tulisan dan visual sederhana.
Peserta didik menulis kosakata sederhana yang berkaitan dengan lingkungan kelas dan rumah dalam bahasa Inggris menggunakan ejaan rekaan (invented spelling). Peserta didik memahami teks lisan, tulisan, dan visual untuk mempelajari sesuatu/mendapatkan informasi dan untuk hiburan. Peserta didik mencari, membuat sintesis dan. mengevaluasi detil spesifik dan inti dari berbagai jenis teks.
Peserta didik menulis berbagai jenis teks fiksi dan faktual (nonfiksi) secara mandiri, menunjukkan pemahaman mereka terhadap tujuan dan.
CAPAIAN PEMBELAJARAN BAHASA INGGRIS TINGKAT LANJUT A. Rasional
Teks menjadi fokus pembelajaran untuk menguatkan kemampuan menggunakan bahasa Inggris dalam empat keterampilan berbahasa, yakni menyimak, berbicara, membaca, dan menulis secara terintegrasi, dalam tiga jenis teks: narasi, eksposisi, dan diskusi. Semua karakteristik kemampuan bahasa Inggris level B2 di atas sesuai dengan tujuan dari teks narasi, eksposisi, dan diskusi. Hal ini diharapkan mampu menarik perhatian dan meningkatkan minat peserta didik untuk terus belajar bahasa Inggris.
Pembelajaran sastra dan lintas budaya menjadi bagian dari bahasa Inggris tingkat lanjut karena teks merupakan konstruksi sosial. Dalam kaitannya dengan konsep merdeka belajar, pembelajaran bahasa Inggris tingkat lanjut diharapkan dapat mewujudkan para peserta didik yang merdeka, yakni menjadi pengguna bahasa Inggris yang mandiri dan percaya diri. Proses belajar berfokus pada peserta didik, yakni upaya mengubah perilaku peserta didik dari tidak mampu menjadi mampu, dalam menggunakan bahasa Inggris pada empat keterampilan berbahasa dalam jenis teks narasi, eksposisi, dan diskusi.
Pada akhir Fase F tingkat lanjut, peserta didik menggunakan teks lisan, tulisan dan visual dalam bahasa Inggris untuk.
CAPAIAN PEMBELAJARAN ILMU PENGETAHUAN ALAM DAN SOSIAL A. Rasional
Fokus utama yang ingin dicapai dari pembelajaran IPAS di jenjang SD bukanlah pada jumlah konten materi yang dapat diserap oleh peserta didik, tetapi pada kompetensi memanfaatkan pengetahuan yang dimiliki. Pembelajaran IPAS perlu memberikan peserta didik kesempatan untuk melakukan eksplorasi dan investigasi serta mengembangkan pemahaman terkait lingkungan di sekitarnya. Oleh karena itu, mempelajari fenomena alam serta interaksi manusia dengan alam dan antar manusia sangat penting dilakukan pada tahapan ini.
Dalam pembelajaran IPAS, ada 2 elemen utama, yakni pemahaman IPAS (sains dan sosial) dan keterampilan proses. Dalam melaksanakan pembelajaran, elemen keterampilan proses adalah cara yang dilakukan untuk memperoleh pemahaman IPAS sehingga kedua elemen ini disampaikan dalam satu kesatuan yang utuh yang tidak diturunkan menjadi tujuan pembelajaran yang terpisah. Pada akhir Fase B, peserta didik memiliki kemampuan untuk memahami karakteristik makhluk hidup; wujud zat dan perubahannya; energi dan perubahannya; listrik dan magnet; gaya; pergantian waktu, cuaca, dan musim;.