• Tidak ada hasil yang ditemukan

KERJA PUSKESMAS SEBULU 1 SKRIPSI

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "KERJA PUSKESMAS SEBULU 1 SKRIPSI "

Copied!
137
0
0

Teks penuh

PENDAHULUAN

Rumusan Masalah

Tujuan Penelitian

Dari uraian latar belakang diatas maka rumusan masalah yang diajukan adalah apakah terdapat “pengaruh senam lansia terhadap kemandirian dalam melakukan aktivitas sehari-hari pada lansia di wilayah kerja Puskesmas Cebulu 1”.

Manfaat Penelitian

Berdasarkan tabel 4.7 diketahui hasil kemandirian lansia dalam menggunakan toilet sebelum dilakukan senam lansia sebanyak 35 responden, masing-masing (100,0%) memperoleh hasil 16 (Mandiri). Berdasarkan Tabel 4.9 diketahui hasil kemandirian lansia dalam makan sebelum berolahraga pada lansia sebanyak 35 responden, masing-masing (100,0%) mendapatkan skor 16 (Mandiri).

Tabel 1.1 Keaslian Penelitian N o Nama
Tabel 1.1 Keaslian Penelitian N o Nama

Keaslian Penelitian

Kerangka Konsep

Kerangka konseptual penelitian atau kerangka berpikir merupakan gambaran dan visualisasi hubungan atau keterkaitan antara konsep yang satu dengan konsep yang lain, atau antara variabel yang satu dengan variabel yang lain dalam permasalahan yang ingin diteliti.Kerangka konseptual penelitian ditulis dalam bentuk independen dan independen. variabel dependen mendukung semua variabel perancu (Ari Setiawan dan Saryono, 2010).

Hipotesis

Dari tabel 4.5 diketahui hasil kemandirian lansia dalam membersihkan bahkan sebelum melakukan senam lansia sebanyak 35 responden yaitu (100,0%) yang memperoleh skor 16 (Mandiri). Dari Tabel 4.6 diketahui hasil kemandirian lansia dalam membersihkan bahkan setelah dilakukan senam lansia sebanyak 35 responden yaitu (100,0%) yang memperoleh skor 16 (Mandiri). Dari tabel 4.8 diketahui hasil kemandirian lansia dalam mengunjungi toilet setelah selesai senam lansia terdapat 35 responden yaitu (100,0%) yang memperoleh skor 16 (Mandiri).

Berdasarkan tabel 4.10 diketahui hasil kemandirian lansia dalam makan setelah senam lansia sebanyak 35 responden yaitu (100,0%) yang memperoleh skor 16 (Mandiri). Berdasarkan tabel 4.15 diketahui hasil kemandirian lansia dalam berpakaian sebelum pelaksanaan senam lansia sebanyak 35 responden yaitu (100,0%) yang memperoleh skor 16 (Mandiri). Berdasarkan tabel 4.16 diketahui hasil kemandirian lansia dalam berpakaian setelah melakukan senam lansia sebanyak 35 responden yaitu (100,0%) yang memperoleh skor 16 (Mandiri).

Berdasarkan tabel 4.20 diketahui hasil kemandirian lansia dalam mandi setelah berolahraga sebanyak 35 responden yaitu (100,0%) yang memperoleh skor 16 (Mandiri).

METODE PENELITIAN

Metode penelitian

Desain Penelitian

Lokasi dan Waktu Penelitian

Populasi dan Sampel Penelitian

Populasi dalam penelitian ini terdiri dari lansia berusia 60 tahun di wilayah Puskesmas Sebulu 1 yang berjumlah 1.038 orang, dengan data laki-laki sebanyak 594 orang dan perempuan sebanyak 444 orang. Sampel yang akan diambil adalah lansia berusia 60 tahun ke atas yang berkunjung ke wilayah kerja Puskesmas Sebulu 1 dan pengambilan sampel dilakukan selama ± 1 bulan. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini dilakukan melalui purposive sampling, yaitu pengambilan sampel dengan cara menentukan ciri-ciri khusus yang sesuai dengan tujuan penelitian, sehingga diharapkan dapat menjawab permasalahan penelitian.

Untuk menentukan besar sampel dalam penelitian ini, peneliti menggunakan rumus besar sampel populasi terbatas untuk menentukan jumlah sampel dalam penelitian ini (Arikunto, 2006). Teknik pengambilan sampel adalah cara yang digunakan dalam pengambilan sampel untuk memperoleh sampel yang benar-benar sesuai dengan keseluruhan topik penelitian. Peneliti menentukan lokasi pendataan di desa yang jumlah lansia terbanyak yaitu di 3 desa antara lain Desa Segihan sebanyak 109 lansia, Desa Sebulu Ulu sebanyak 205 lansia, dan Desa Beloro sebanyak 102 lansia.

Peneliti selanjutnya menentukan sampel yang dipilih dengan cara menentukan terlebih dahulu 35 lansia yang memenuhi kriteria inklusi pada data kohort lansia, kemudian membagi jumlah responden setiap desa sehingga diperoleh hasil 12 responden per desa Segihan, 11 responden di Cebulu. Desa Ulu dan 12 responden di Desa Sebulu Ulu Beloro.

Variabel Penelitian

Menurut Sugiyono, variabel bebas adalah variabel yang mempengaruhi atau menyebabkan perubahan terhadap variabel terikat.

Definisi Operasional

Teknik Pengumpulan Data

Senam ringan yang bersifat ringan dan tidak berat dapat diterapkan pada lansia dan dilakukan minimal 3 kali dalam seminggu.

Instrumen Penelitian

  • Pengolahan dan Analisa Data

Metode yang digunakan penulis dalam penelitian ini adalah metode angket dimana alat ukur berupa angket diberikan kepada responden. Kuesioner dengan berbagai kriteria respon yang sesuai digunakan untuk mengumpulkan data variabel kemandirian dan data variabel olahraga pada lansia. Dalam rating scale, data yang diperoleh merupakan data kuantitatif yang kemudian data tersebut diubah menjadi data kualitatif.

Dalam penelitian ini peneliti tidak menggunakan uji validitas dan reliabilitas karena kuesioner yang digunakan sudah standar. Mengumpulkan dan mengkaji data kuesioner yang ada kemudian memeriksa apakah data yang ada sesuai dengan jumlah sampel yang ada dan apakah cara pengisiannya sudah benar atau ada kesalahan. Tujuan analisis ini adalah untuk menjelaskan atau mendeskripsikan masing-masing variabel, baik variabel terikat yaitu kunjungan pelatihan lansia maupun variabel bebas kemandirian lansia.

Data yang terkumpul dianalisis secara sistematis dan disajikan dalam bentuk tabel persilangan antara variabel bebas (bebas) dan variabel terikat (dependen).

Etik Penelitian

Jadwal Penelitian

Berdasarkan tabel 4.3 diketahui terdapat 11 responden (31,4%) yang mencapai skor 16 (Mandiri) sebelum dilakukan senam lansia. Berdasarkan tabel 4.4 diketahui hasil kemandirian lansia setelah melakukan senam lansia sebanyak 32 responden yaitu (91,4%) yang memperoleh skor 16 (mandiri). Berdasarkan Tabel 4.12 diketahui hasil kemandirian lansia dalam peralihan dari tidur ke duduk setelah melakukan senam lansia sebanyak 35 responden yaitu (100,0%), dan memperoleh skor sebesar 16 (mandiri).

Berdasarkan tabel 4.13 diketahui hasil kemandirian lansia pada saat mobilisasi sebelum senam dilakukan oleh 14 responden yaitu (40,0%) yang memperoleh skor 16 (Mandiri). Berdasarkan tabel 4.14 diketahui hasil kemandirian lansia dalam mobilisasi setelah dilakukan senam lansia sebanyak 34 responden yaitu (97,1%) yang mendapat skor 16 (Mandiri) . Berdasarkan tabel 4.18 diketahui hasil kemandirian lansia dalam menaiki dan menuruni tangga dicapai oleh 33 responden yaitu (94,3%) yang memperoleh skor 16 (Mandiri).

Berdasarkan Tabel 4.19 diketahui terdapat 35 responden (100,0%) yang memperoleh skor 16 (mandiri) berdasarkan hasil kemandirian lansia dalam mandi sebelum berolahraga.

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

Hasil Penelitian

Analisis univariat pada penelitian ini meliputi usia, jenis kelamin, dan identifikasi lansia sebelum dan sesudah latihan. Sedangkan jumlah lansia laki-laki sebanyak 17 responden (48,6%). c) Karakteristik berdasarkan sebelum dan sesudah latihan pada lansia. Setelah data ditabulasi kemudian diolah menggunakan software komputer untuk mengetahui tingkat kemandirian lansia baik sebelum maupun sesudah dilakukan senam lansia.

Setelah dilakukan tabulasi data, maka besarnya kemandirian lansia setelah melakukan senam lansia adalah sebagai berikut. Berdasarkan tabel 4.11 diketahui terdapat hasil kemandirian lansia saat beralih dari tidur ke duduk sebelum lansia melakukan olahraga. Berdasarkan tabel 4.17 diketahui hasil kemandirian lansia dalam naik turun tangga sebelum melakukan senam lansia sebanyak 17 responden yaitu (48,6%) yang memperoleh nilai 16 (mandiri) tercapai.

Artinya terdapat perbedaan nilai kemandirian lansia sebelum dan sesudah dilakukan senam lansia.

Tabel 4.21 Hasil Uji Normalitas Pre-Test dan Post-Test Senam Lansia dengan Uji Shapiro Wilk
Tabel 4.21 Hasil Uji Normalitas Pre-Test dan Post-Test Senam Lansia dengan Uji Shapiro Wilk

Pembahasan

Setelah dilakukan intervensi berupa senam lansia tidak terjadi perubahan pada parameter kebersihan diri mandiri, dimana sebanyak 35 responden (100%) mampu melakukan 8 parameter secara mandiri. Setelah dilakukan intervensi berupa pergerakan lansia tidak terjadi perubahan pada parameter kemandirian dalam menggunakan toilet, dimana sebanyak 35 responden (100%) mampu melakukan 8 parameter secara mandiri. Setelah dilakukan intervensi berupa gerak lansia tidak terjadi perubahan pada parameter kemandirian makan, dimana sebanyak 35 responden (100%) mampu melakukan 8 parameter secara mandiri.

Setelah mendapat intervensi senam lansia tidak terjadi perubahan pada parameter kemandirian dalam berpindah dari tidur ke duduk, sebanyak 35 responden (100%) mampu melakukan 8 parameter secara mandiri. Setelah mendapat intervensi berupa senam lansia tidak terjadi perubahan pada parameter kemandirian berpakaian, dimana terdapat 35 responden yaitu (100%) mampu melakukan 8 parameter secara mandiri. Setelah mendapat intervensi berupa senam lansia terdapat perubahan pada parameter kemandirian berjalan naik dan turun tangga dimana terdapat 33 responden yaitu (94,3%) yang mampu melakukan 8 parameter secara mandiri, dan terdapat 2 responden. yaitu (5,7%) yang mampu melakukan 7 parameter secara mandiri.

Setelah dilakukan intervensi berupa senam lansia tidak terjadi perubahan parameter kemandirian mandi. Terdapat 35 responden (100%) yang mampu melakukan 8 parameter secara mandiri.

Keterbatasan Penelitian

Berdasarkan penelitian yang dilakukan dari 35 responden disebutkan bahwa sebagian besar responden setelah melakukan senam rutin lansia, 32 responden (91,4%) lansia mandiri (Mandiri), dan sebagian kecil responden setelah melakukan senam rutin. untuk lansia terdapat 3 responden (8,6%) dengan lansia yang mandiri (ketergantungan ringan). Penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi kesehatan bagi lansia sehingga dapat meningkatkan kualitas hidupnya dengan rutin melakukan aktivitas berupa senam lansia. Pengaruh Senam Lansia Terhadap Perubahan Tingkat Nyeri Sendi Pada Lansia Di Kawasan Suromurukan Desa Surodinawan Kecamatan Prajurit Kulon Kota Mojokerto.

Hubungan Frekuensi Olah Raga Pada Lansia Dengan Tekanan Darah Dan Nadi Pada Lansia Dengan Hipertensi, Prosiding Musyawarah Nasional II PPNI Jawa Tengah. Setelah mendapat penjelasan dari peneliti, saya bersedia menjadi responden dalam penelitian yang berjudul “Pengaruh Senam Lansia Terhadap Kemandirian Melakukan Aktivitas Sehari-hari Pada Lansia Di Wilayah Kerja Puskesmas Cebulu I Tahun 2020 Yang dilakukan oleh Mahasiswa Kebidanan Politeknik Kesehatan Kaltim Judul Skripsi : Dampak Senam Lansia Terhadap Kemandirian Dalam Melakukan Aktivitas Sehari-hari Pada Lansia Di Wilayah Kerja Puskesmas Sebulu 1 Tahun 2020.

Judul Skripsi : Pengaruh senam lansia terhadap kemandirian melakukan aktivitas sehari-hari pada lansia di wilayah kerja Puskesmas Cebulu 1 Tahun 2020.

PENUTUP

Kesimpulan

Sesuai dengan latar belakang masalah, serta tujuan dan hasil penelitian yang dilakukan maka dapat diambil kesimpulan yaitu: Berdasarkan penelitian yang dilakukan terhadap 35 responden disebutkan bahwa mayoritas responden dalam penelitian ini adalah lansia berusia antara 60 tahun. - 70 tahun yaitu sebanyak 22 responden (62,9%) dan sebagian kecil merupakan lansia di atas 70 tahun yaitu sebanyak 13 responden (37,1%). Pada penelitian ini terlihat lansia usia 60 – 70 tahun lebih banyak melakukan kunjungan ke posyandu untuk melakukan senam lansia dibandingkan lansia usia >70 tahun.

Hal ini disebabkan keterbatasan lansia dalam dapat menjenguk akibat berkurangnya kemampuan dan kemandirian sehingga sebagian besar lansia semakin bertambah usianya. Berdasarkan survei yang dilakukan terhadap 35 responden, diketahui bahwa sebagian besar responden merupakan lansia dengan jenis kelamin perempuan yaitu sebanyak 18 responden (51,4%) dan sebagian kecil merupakan lansia dengan jenis kelamin laki-laki yaitu sebanyak 17 responden (48,6%). Berdasarkan survei yang dilakukan terhadap 35 responden disebutkan bahwa sebagian besar responden pernah berolahraga sebelumnya.

Terdapat pengaruh sebelum dan sesudah pemberian terapi olahraga pada lansia terhadap kemandirian melakukan aktivitas sehari-hari pada lansia di wilayah kerja Puskesmas Sebulu 1 Tahun 2020, dimana diperoleh hasil uji statistik dengan menggunakan uji Wilcoxon Sign Rank. , Nilai Z - 4,583 < p-value = 0,05.

Saran

Jadi dapat disimpulkan Ha diterima yaitu terdapat pengaruh senam lansia terhadap kemandirian lansia. lansia yang berkaitan dengan peningkatan kesehatan dan kualitas hidup lansia serta dapat dijadikan masukan bagi seluruh tenaga kesehatan yang belum mengetahui aspek kualitas hidup lansia. Diharapkan posyandu lansia yang sudah ada dapat terus dihidupkan kembali dengan rutin melakukan senam lansia minimal 3 kali dalam seminggu, dimana posyandu lansia dapat memberikan peningkatan kemandirian dalam melakukan Aktifitas Sehari-hari dan meningkatkan status mental lansia. lansia, sehingga kualitas hidup lansia akan jauh lebih baik. Diharapkan hasil penelitian ini dapat memberikan tambahan informasi dan referensi literatur untuk penelitian selanjutnya.

Informasi hasil penelitian ini diharapkan dapat diintegrasikan dalam pembelajaran tentang pelayanan kesehatan lansia guna meningkatkan kualitas hidup lansia dan dapat diterapkan dalam dunia pendidikan. Untuk penelitian selanjutnya terkait dengan judul penelitian ini, diperlukan kajian yang lebih mendalam mengenai kualitas hidup lansia dan faktor lain yang mempengaruhi kemandirian lansia. Hubungan aktivitas fisik dengan fungsi kognitif pada lansia di Puskesmas Wori Kecamatan Wori Kabupaten Minahasa Utara.

Hubungan Tingkat Pengetahuan Perawat Tentang Indeks KATZ Dengan Pemenuhan ADL Pada Lansia RS Banyumanik. Hubungan demensia dengan tingkat ketergantungan dalam pemenuhan aktivitas kehidupan sehari-hari pada lansia di Panti Jompo Mojopahit Mojokerto. Kebugaran jasmani bagi lanjut usia. 2019). Pengaruh aktivitas fisik terhadap kualitas hidup lansia di Panti Jompo Maria Sudarsih Ambarawa.

Tabel 4.1 Distribusi Frekuensi Umur Lansia
Tabel 4.1 Distribusi Frekuensi Umur Lansia

Gambar

Gambar 2.2 Gerakan Inti Senam Lansia..............................................................35 Gambar 2.3 Gerakan Pendinginan Senam Lansia................................................39
Tabel 1.1 Keaslian Penelitian N o Nama
Gambar 2.1 Gerakan awal pemanasan Senam Lansia1. LATIHAN FISIK
Gambar 2.2 Gerakan Inti Senam Lansia
+7

Referensi

Dokumen terkait

Setelah mendapat penjelasan dari peneliti, saya bersedia menjadi responden penelitian yang akan dilakukan oleh mahasiswa Program Studi Ilmu Gizi Fakultas Kesehatan