PENDAHULUAN
Konteks Penelitian
Upaya mengembangkan kemampuan berpikir kreatif siswa dapat dilakukan dengan cara mengajarkan siswa memecahkan masalah yang mengandung indikator berpikir kreatif7. Oleh karena itu, peneliti tertarik untuk melakukan penelitian lebih lanjut mengenai kesalahan proses berpikir kreatif siswa dalam memahami konsep matematika untuk menyelesaikan masalah SPLDV berdasarkan teori APOS melalui penelitian deskriptif kualitatif dengan judul “Kesalahan Proses Menggunakan Berpikir Kreatif dalam Menyelesaikan Sistem Persamaan Linear Dua Variabel (SPLDV) ) Soal berdasarkan teori APOS di Kelas VIII MTS Miftahul Ulum Pondoklabu Jember”.
Fokus Penelitian
Berdasarkan teori Action-Process-Object-Schema (APOS), kesalahan yang dilakukan siswa ketika menyelesaikan masalah matematika terdiri dari empat unsur, antara lain: kesalahan penerjemahan, kesalahan konseptual, kesalahan prosedur, dan kesalahan teknis.
Tujuan Penelitian
Manfaat Penelitian
Manfaat bagi sekolah dengan dilakukannya penelitian ini dapat berupa sekolah dapat memberikan bimbingan mengenai kesalahan-kesalahan dan faktor-faktor penyebab siswa mengerjakan soal Sistem Persamaan Linier Dua Variabel (SPLDV) berdasarkan teori APOS, dan juga dapat digunakan sebagai bahan evaluasi. untuk institusi sekolah. Manfaat bagi pembaca adalah dengan dilakukannya penelitian ini dapat menambah wawasan pembaca mengenai kesalahan-kesalahan dan faktor-faktor penyebab siswa melakukan kesalahan pada saat mengerjakan soal Sistem Persamaan Linier Dua Variabel (SPPLDV) berdasarkan teori APOS.
Definisi Istilah
Sistem persamaan linier dua variabel (SPLDV) adalah dua persamaan linier atau lebih yang menggunakan 2 variabel dan mempunyai jawaban yang sama. Penyelesaian sistem persamaan linier adalah himpunan pasangan terurut (x0,y0) yang memenuhi kedua persamaan.
Sistematika Pembahasan
KAJIAN PUSTAKA
Penelitian Terdahulu
18 Luluk Ilmiyah, Sujoko Purnomo and Sizillia Noranda Mayangsari, “Analisis Kesalahan Siswa dalam Menyelesaikan Soal Cerita pada Sistem Persamaan Linier Dua Variabel,” Jurnal Mathedunesa. 19 Lusi Lutfia, Luvy Sylviana Zanthy, “Analisis Kesalahan dengan Tahapan Kastolan dan Pemberian Scaffolding dalam Penyelesaian Masalah dengan Sistem Persamaan Linier Dua Variabel,” Jurnal Pendidikan.
Kajian Teori
Subjek Penelitian
Teknik Pengumpulan Data
Observasi dilakukan dengan cara mengamati hasil belajar setiap siswa kelas VIII. kelas di MTS Miftahul Ulum Pondok Labu. Lembar tes kemampuan berpikir kreatif terdiri dari 3 soal deskriptif yang berisi indikator kemampuan berpikir kreatif yang terdiri dari C4, C5 dan C6. Keberadaan validator ini untuk menyempurnakan lembar tes yang dihasilkan peneliti agar sesuai dengan indikator dan tujuan penelitian serta untuk menentukan layak digunakan atau tidak.
Berikut hasil revisi soal tes kemampuan berpikir kreatif dengan evaluasi validitas instrumen soal terlampir pada Lampiran 6. Sebelum revisi sub. Lembar Tes Kesalahan Berpikir Kreatif Berdasarkan Teori APOS. Kemudian akan dipilih 4 orang siswa sebagai peneliti, yaitu 1 orang siswa yang belum memenuhi seluruh indikator berpikir kreatif, 1 orang siswa yang memenuhi indikator kelancaran, 1 orang siswa yang memenuhi indikator kelancaran dan keluwesan. indikator berpikir, dan 1 orang siswa yang memenuhi seluruh indikator berpikir kreatif yaitu kelancaran, kemampuan beradaptasi dan kebaruan. Selanjutnya dilakukan uji kesalahan penggunaan berpikir kreatif berdasarkan teori APOS dengan pendekatan think-aloud, soal-soal divalidasi oleh 3 orang validator dengan menggunakan sistem evaluasi yang terlampir pada Lampiran 9.
Soal yang diberikan berisi 1 pertanyaan deskriptif dengan 2 jenis soal dengan soal yang mengandung kesalahan dalam menggunakan berpikir kreatif berdasarkan teori APOS, sehingga diharapkan bagi peneliti selanjutnya dapat mengidentifikasi kesalahan siswa dalam menggunakan berpikir kreatif berdasarkan APOS. tahapan yang indikatornya meliputi kesalahan rincian langkah, dan prosedur dalam melakukan transformasi, kesalahan pemahaman prosedur, kesalahan konseptual, dan kesalahan hubungan antar konsep. Hasil validitas lembar uji kesalahan penggunaan berpikir kreatif berdasarkan teori APOS adalah sebagai berikut dengan skor validitas instrumen pertanyaan terlampir pada lampiran 10. Sebelum melakukan wawancara, peneliti memvalidasi pedoman wawancara dengan sama validator, hal ini dilakukan agar pedoman wawancara dapat menghasilkan informasi yang relevan dan lebih akurat sesuai dengan indikator keterampilan berpikir tingkat tinggi.
Analisis Data
Reduksi data pada penelitian ini akan fokus pada siswa yang hasil tesnya mengacu pada indikator teori APOS. Memeriksa hasil tes yang telah diselesaikan siswa, kemudian mengelompokkannya menurut tingkat kesalahan penggunaan kemampuan proses berpikir kreatif matematis berdasarkan teori APOS. Hasil kerja siswa berupa data mentah kemudian ditransformasikan menjadi catatan sebagai pedoman wawancara.
Suatu 'presentasi' dikatakan sebagai kumpulan informasi yang disusun secara rapi sehingga memungkinkan ditariknya kesimpulan44. Penyajian data merupakan suatu proses pembentukan informasi secara sistematis untuk memperoleh kesimpulan sebagai hasil penelitian dan pengambilan keputusan. Kegiatan ini akan mengungkapkan dan mendemonstrasikan kumpulan data atau informasi yang terstruktur dan dikategorikan untuk membantu menarik kesimpulan dan pengambilan keputusan.
Dari hasil penyajian data yang dilakukan peneliti, kemudian diambil suatu kesimpulan berupa pencarian data sehingga dapat menjawab seluruh permasalahan dalam penelitian ini. Penarikan kesimpulan adalah tahap menggambar garis besar dari hasil analisis data atau dari penyajian data agar dapat dilakukan evaluasi kegiatan selanjutnya dan diberikan penjelasan atas data yang telah diperoleh peneliti. Pada tahap penarikan kesimpulan ini dilakukan dengan cara membandingkan hasil tes siswa dengan hasil wawancara sehingga dapat ditarik garis besar atau kesimpulan bagaimana proses berpikir kreatif siswa yang salah berdasarkan teori APOS ditinjau dari kemampuan matematika. Siswa kelas VIII A MTS Miftahul Ulum Pondok Labu Jember dalam menyelesaikan masalah sistem. Persamaan linier dua variabel (SPLDV).
Keabsahan Data
Pengelompokan ini berdasarkan hasil tes kemampuan berpikir kreatif dengan kriteria tindakan, proses dan objek. Subjek pertama yang gagal menggunakan keterampilan berpikir kreatif pada tahap tindakan tahap APOS dipilih berdasarkan nilai tes. Identifikasi Kesalahan Menggunakan Berpikir Kreatif Dalam Penyelesaian Sistem Persamaan Linier Dua Variabel (SPLDV) Berdasarkan Teori APOS di Kelas VIII MTS Miftahul Ulum Pondoklabu.
Wawancara dilakukan setelah menganalisis hasil soal tes kesalahan berpikir kreatif pada saat menyelesaikan masalah pada materi Sistem Persamaan Linier Dua Variabel (SPLDV) berdasarkan teori APOS.
Tahap-tahap Penelitian
PENYAJIAN DATA DAN ANALISIS
Gambaran Objek Penelitian
Madrasah Tsanawiyah (MTs) Miftahul Ulum Pondoklabu Jember merupakan Madrasah Tsanawiyah yang terakreditasi A dan telah memperoleh berbagai prestasi baik akademik maupun non akademik. MTs Miftahul Ulum Pondoklabu terletak di Pondoklabu Jember, Desa Klompangan, Kecamatan Ajung, Kabupaten Jember, Provinsi Jawa Timur, Kode Pos 68175. Alasan peneliti mengambil Kelas VIII A sebagai subjek penelitian adalah karena Kelas VIII A pertama mempunyai jumlah siswa terbesar. tingkat kesalahan dibandingkan dengan kelas lain.
Kedua, kelas VIIIA merupakan kelas yang direkomendasikan oleh guru matematika yang mengajar kelas VIII. Dan yang ketiga, Kelas VIIIA merupakan kelas yang dapat dikomunikasikan dengan baik sehingga memudahkan peneliti dalam mengambil sampel nantinya.
Penyajian Data dan Analisis
Butir soal yang dikelompokkan pada fase tindakan merupakan butir soal yang belum mampu memenuhi tiga indikator kemampuan berpikir kreatif, yaitu indikator kelancaran, keluwesan, dan kebaruan. Butir soal yang dikelompokkan pada tahap tindakan merupakan butir soal yang belum mampu memenuhi dua indikator kemampuan berpikir kreatif, yaitu fleksibilitas dan kebaruan. Item yang dikelompokkan pada tahap tindakan merupakan item yang tidak mampu memenuhi salah satu indikator kemampuan berpikir kreatif yaitu kebaruan.
Subyek lain yang mengalami kesalahan penggunaan kemampuan berpikir kreatif pada tahap Proses APOS dipilih berdasarkan hasil tes kemampuan berpikir kreatif dan tes kesalahan kemampuan berpikir kreatif berdasarkan teori APOS yang rawan kesalahan dalam penggunaan kemampuan berpikir kreatif pada tahap Proses APOS. pemahaman prosedural. Subyek ketiga yang mengalami kesalahan penggunaan keterampilan berpikir kreatif tingkat Objek APOS dipilih berdasarkan hasil tes kemampuan berpikir kreatif dan tes kesalahan teori APOS kemampuan berpikir kreatif yang rentan terhadap kesalahan kesalahan konseptual. . Namun S3 tidak memenuhi indikator kemampuan berpikir kreatif lainnya yaitu indikator Novelty, S3 tidak dapat menciptakan solusi baru.
S1 melakukan kesalahan penggunaan keterampilan berpikir kreatif pada tahap Action, melakukan kesalahan pada tiga indikator keterampilan berpikir kreatif yaitu indikator kelancaran, fleksibilitas dan kebaruan. Kesalahan penggunaan kemampuan berpikir kreatif tahap proses yang dilakukan oleh S2, kesalahan pada dua indikator kemampuan berpikir kreatif yaitu pada indikator fleksibilitas dan inovasi. S3 melakukan kesalahan dalam penggunaan keterampilan berpikir kreatif pada fase Objek, melakukan kesalahan pada salah satu indikator keterampilan berpikir kreatif yaitu indikator inovasi.
Pembahasan Temuan
Berdasarkan hasil analisis jawaban, mata pelajaran magister hanya mencapai satu indikator berpikir kreatif yaitu indikator kelancaran. Berdasarkan hasil analisis jawaban, mata pelajaran S3 hanya mampu mencapai dua indikator berpikir kreatif, yaitu indikator kelancaran dan indikator fleksibilitas. Subjek yang mengalami kesalahan penggunaan kemampuan berpikir kreatif pada fase Action pada tahap APOS tidak memenuhi 3 indikator kemampuan berpikir kreatif yaitu kelancaran, fleksibilitas dan kebaruan.
Subjek yang mengalami kesalahan penggunaan keterampilan berpikir kreatif pada tahap proses pada tahap APOS mampu dan memenuhi hanya 1 indikator kemampuan berpikir kreatif yaitu indikator kelancaran, namun subjek penelitian ini tidak memenuhi 2 indikator lainnya. berpikir kreatif. kemampuan, yaitu fleksibilitas dan inovasi. kebaruan). Subjek yang mengalami kesalahan penggunaan keterampilan berpikir kreatif pada tahap objek pada tahap APOS menyelesaikan 2 indikator keterampilan berpikir kreatif yaitu kelancaran dan fleksibilitas. Namun subjek penelitian ini tidak melengkapi 1 indikator keterampilan berpikir kreatif lainnya yaitu indikator keinovatifan. 34; Mengembangkan kemampuan berpikir kreatif siswa dalam pembelajaran matematika dengan Pendekatan Pendidikan Matematika Pendekatan Realistis Indonesia (PMRI)”.
Lampiran 2: Jaringan Soal Tes Kemampuan Proses Berpikir Kreatif Jaringan Soal Tes Kemampuan Proses Berpikir Kreatif. Tujuan penggunaan instrumen ini adalah untuk mengukur validitas soal tes kesalahan berpikir kreatif berdasarkan teori APOS. Yang diwawancarai adalah siswa kelas VIII. kelas MTS Miftahul Ulum Pondoklabu Jember yang mengerjakan soal tes kesalahan berpikir kreatif pemecahan masalah pada materi Sistem Persamaan Linear Dua Variabel (SPLDV) berdasarkan teori APOS.
PENUTUP
Simpulan
Saran
Guru sering kali perlu memberikan pertanyaan berpikir kreatif kepada siswa agar siswa terbiasa menyelesaikan pertanyaan berpikir kreatif. Siswa menjadi lebih bersemangat dalam belajar, lebih rajin menyelesaikan soal-soal latihan, dan terus meningkatkan minat belajar matematika, terutama soal-soal yang melibatkan berpikir kreatif tentang sistem persamaan linear dua variabel (SPLDV). Peneliti berharap penelitian ini berguna dan bermanfaat bagi peneliti selanjutnya serta dijadikan sebagai rujukan khusus dalam meneliti kesalahan penggunaan proses berpikir kreatif berdasarkan teori APOS dan peneliti berharap peneliti dapat mengembangkan lebih lanjut sehingga keempat tahapan tersebut indikator APOS (Action, Process, Object, Schedule) dapat terpenuhi.
Informasi dari guru dan siswa 2. Referensi dari buku dan jurnal yang relevan 3. Hasil tes kemampuan berpikir kreatif siswa dalam menyelesaikan soal SPLDV 4. Wawancara dan. Beri tanda checklist pada kolom yang sesuai dengan pendapat anda berdasarkan indikator tes kesalahan berpikir kreatif.